Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"

Sabtu, 11 September 2010

EGM DIVRE-V Jumpa Pers Pasarkan Speedy


TAHUN 2006

EGM DIVRE-V Jumpa Pers Pasarkan Speedy

Setelah pekan kemarin SPEEDY dilaunching secara komersial tingkat Nasional oleh Menristek RI, kini secara cepat EGM DIVRE-V, Nanang Ismail Kosim (NIK) mengadakan jumpa pers dengan tujuan agar New Engine Driver ini secara cepat pula dijual dipasaran termasuk penetrasinya. Jumpa Pers ini dilakukan di Pasar Raya “AJBS”, Jl. Ratna no. 14 Surabaya dalam kemasan khusus dalam bentuk Apresiasi Media Triwulan I/2006, Press Conference “Penetrasi Speedy di Jawa Timur", dan Telkom- Media Bowling Tournament.

Sekarang zamannya serba cepat, sehingga SPEEDY yang merupakan mesin baru ini diharapkan mampu diterima pasar secara baik dan cepat pula. Karena para wartawan sesuai dengan profesinya untuk mempublikasi, maka sangat tepat acara Jumpa Pers ini dilakukan. Manajemen sangat appreciate kepada seluruh wartawan yang selama ini selalu berklaborasi dengan baik dan mampu memplubikasikan di media masing-masing, baik cetak atau elektronik, kata NIK.

NIK yang didampingi SM Marketing & Sales (M. Firdaus), GM SBB (Iskriono) dan Manager Communication (Djadi Soegiarto) dalam jumpa persnya juga mengatakan, bahwa sebenarnya SPEEDY sudah dijual sejak tahun 2004, namun secara komersial baru dilaunching tingkat nasional tanggal 7 Juli 2006 kemarin di Jakarta oleh MENRISTEK RI. Untuk DIVRE-V sendiri ada 5 KANDATEL yang support produk baru ini, yaitu KANDATEL SBT, SBB, Malang, Madiun dan Jember.

Pada kesempatan tersebut, NIK minta tolong kepada para Wartawan untuk ikut memantau kualitas SPEEDY langsung kepada pelanggan yang sangat kami cintai. Hal ini adalah salah satu bentuk komunikasi manajemen dan wartawan, agar melalui media, tingkat layanan selalu meningkat demi kepuasan pelanggan. Dan selama ini wartawan cukup akomodatif dalam menyampaikan setiap keluhan pelanggan kepada PT. TELKOM, sehingga komunikasi terbangun secara sinergis.

Reward Media Triwulan I/2006 yang disampaikan NIK dalam kesempatan itu, merupakan salah satu appresiasi manajemen yang tentu setelah dilakukan penilaian sesuai dengan criteria. Usai Jumpa Pers, maka acara dilanjutkan dengan Turnamen Bowling antara TELKOM dan Wartawan, dimana lemparan pertama dilakukan oleh NIK dengan tepat alias STRAIGHT HITS BALL.

NURSIDIK

Jumat, 10 September 2010

EGM DIVRE-V Jumpa Pers Pasarkan Speedy


TAHUN 2006

EGM DIVRE-V Jumpa Pers Pasarkan Speedy

Setelah pekan kemarin SPEEDY dilaunching secara komersial tingkat Nasional oleh Menristek RI, kini secara cepat EGM DIVRE-V, Nanang Ismail Kosim (NIK) mengadakan jumpa pers dengan tujuan agar New Engine Driver ini secara cepat pula dijual dipasaran termasuk penetrasinya. Jumpa Pers ini dilakukan di Pasar Raya “AJBS”, Jl. Ratna no. 14 Surabaya dalam kemasan khusus dalam bentuk Apresiasi Media Triwulan I/2006, Press Conference “Penetrasi Speedy di Jawa Timur", dan Telkom- Media Bowling Tournament.

Sekarang zamannya serba cepat, sehingga SPEEDY yang merupakan mesin baru ini diharapkan mampu diterima pasar secara baik dan cepat pula. Karena para wartawan sesuai dengan profesinya untuk mempublikasi, maka sangat tepat acara Jumpa Pers ini dilakukan. Manajemen sangat appreciate kepada seluruh wartawan yang selama ini selalu berklaborasi dengan baik dan mampu memplubikasikan di media masing-masing, baik cetak atau elektronik, kata NIK.

NIK yang didampingi SM Marketing & Sales (M. Firdaus), GM SBB (Iskriono) dan Manager Communication (Djadi Soegiarto) dalam jumpa persnya juga mengatakan, bahwa sebenarnya SPEEDY sudah dijual sejak tahun 2004, namun secara komersial baru dilaunching tingkat nasional tanggal 7 Juli 2006 kemarin di Jakarta oleh MENRISTEK RI. Untuk DIVRE-V sendiri ada 5 KANDATEL yang support produk baru ini, yaitu KANDATEL SBT, SBB, Malang, Madiun dan Jember.

Pada kesempatan tersebut, NIK minta tolong kepada para Wartawan untuk ikut memantau kualitas SPEEDY langsung kepada pelanggan yang sangat kami cintai. Hal ini adalah salah satu bentuk komunikasi manajemen dan wartawan, agar melalui media, tingkat layanan selalu meningkat demi kepuasan pelanggan. Dan selama ini wartawan cukup akomodatif dalam menyampaikan setiap keluhan pelanggan kepada PT. TELKOM, sehingga komunikasi terbangun secara sinergis.

Reward Media Triwulan I/2006 yang disampaikan NIK dalam kesempatan itu, merupakan salah satu appresiasi manajemen yang tentu setelah dilakukan penilaian sesuai dengan criteria. Usai Jumpa Pers, maka acara dilanjutkan dengan Turnamen Bowling antara TELKOM dan Wartawan, dimana lemparan pertama dilakukan oleh NIK dengan tepat alias STRAIGHT HITS BALL.

NURSIDIK

Jombang : Tingkatkan Layanan Dengan Lomba “BIR-RK”


TAHUN 2006

Jombang : Tingkatkan Layanan Dengan Lomba “BIR-RK”

Banyak cara yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan ke konsumen atau pelanggan yang nota bene adalah RAJA. Telkom Jombang menuju kearah itu, yaitu meningkatkan pelayanan demi kepuasan pelanggan dan citra TELKOM dengan cara membersihkan RK (Rumah Kabel) usai SKJ, Jum’at (7/7).

Bukan main-main sebab ‘kerja bhakti’ membersihkan RK demi citra Telkom ini diberi bonus uang tunai bagi Jawaranya oleh Manajemen TELKOM Jombang, dalam hal ini Sang JM, Nunu Nugroho. Kegiatan ini diberi nama Gebyar BIR RK (Bersih, Indah dan Rapi). Bonus terbaik pertama Rp. 500 ribu, terbaik kedua Rp. 350 ribu, terbaik ketiga Rp. 250 ribu, terbaik keempat Rp. 150 ribu dan terbaik kelima Rp. 100 ribu.

Kriteria bagian yang masuk kategori BIR adalah : Rumah Kabel luar/ dalam, LSA Plus, Jumper Wire, Pelabelan (Labelling), Kelengkapan dalam RK, Faktor kesulitan (berat, sedang dan ringan). JM TELKOM Jombang, Nunu Nugroho mengatakan, bahwa jajarannya memang bertekad meningkatkan layanannya dari segala penjuru termasuk penjuru pemeliharaan infrastruktur, sehingga pelayanannya benar-benar paripurna.

Antusias peserta berdatangan dari berbagai unit pelayanan, yaitu dari Jombang, Mojo Agung, Ploso dan Ngoro. Mereka para peserta ini terdiri dari karyawan organik dan tenaga mitra unit OMAN (Operation Maintenance Access Network). Mereka tak sekadar tergiur dengan bonus, tetapi yang lebih penting, bahwa mereka tetap konsisten dengan sebutan JAWARA, yaitu Jaringan Wajib Aku Pelihara.

NURSIDIK

Kamis, 09 September 2010

Telkom SBT, Sidoarjo Lulus 100 % Audit SPEEDY


TAHUN 2006

Telkom SBT, Sidoarjo Lulus 100 % Audit SPEEDY

Setelah selama dua hari dilakukan “ujian” atau assessment terhadap 8 IC & GR SPEEDY melalui observasi, klarifikasi, kajian, pengamatan, cek and recek dan pembuktian, maka TELKOM Sidoarjo dinyatakan Team Leader, Sasmito lulus 100 % dan siap ikuti Launching SPEEDY secara Nasional. Pernyataan hasil evaluasi ini disampaikan saat acara Closing Meeting di Aula Telkom Sidoarjo Ruang C2U lantai 2 yang dihadiri oleh Deputy GM TELKOM SBT, Sujito dan para Senior Leaders.

Dalam sambutannya Sujito mengemukakan, bahwa TELKOM SBT sejak tahun 2004 sebenarnya sudah jualan SPEEDY secara commercial, ini semua tak lepas dari support jajaran Multi Media. Sedangkan assessment kali ini merupakan moment penting bagi kita untuk berjualan lebih commercial lagi, apalagi “mesin penggerak baru/new engine driver” ini akan dilaunching secara Nasional.

Dalam kesempatan ini pula kami sampaikan terimakasih kepada para Assessor (TIM SUKSES SPEEDY) yang telah menguji 8 IC & GR SPEEDY TELKOM Sidoarjo selama dua hari dan Alhamdulillah berjalan baik dan lancar, serta dalam kesempatan ini pula kami teruskan salam dari Pak Badri (GM SBT) yang pada jam yang sama ada acara di tempat lain, serta mohon maaf jika selama dua hari ini ada hal-hal yang tidak berkenan, kata Sujito mengakhiri.

Sementara itu Team Leader, Sasmito memaparkan hasil observasi, evaluasi final dan mengatakan dengan nada datar, bahwa secara umum memang sudah siap launching (hadirinpun applause). InsyaAllah hasilnya berupa rekomendasi akan kami sampaikan kepada EGM DIVRE-V sehari setelah ini, tambahnya.

Kami berharap kepada para SDM/Personnel yang menangani SPEEDY baik yang langsung, maupun yang tidak langsung agar selalu mengUPDATE diri, sehingga para Customer kita merasa lebih puas terhadap layanan yang kita berikan. Yang kami maksud UPDATE diri disini adalah UPDATE wawasan dibidang PROKNOW & MARCOM (Product Knowledge & Marketing Communication : Red).

NURSIDIK

ULTAH Deputy GM TELKOM SBT, Not Just Shake Hand


TAHUN 2006

ULTAH Deputy GM TELKOM SBT, Not Just Shake Hand

Hari ini, Rabu 5 Juli 2006 adalah Hari Ultah-nya Deputy GM TELKOM SBT, Sujito. Ucapan selamat ulang tahun panjang umur, sukses dan senantiasa dalam PetunjukNYA mengalir via milis sbt-divre5@telkom.co.id yang ditujukan kepada sujito@telkom.co.id. Ada pula yang langsung berjabat tangan. Secara sederhana acara ini hanya ‘dimeriahkan’ oleh sebuah tumpeng di atas meja rapat yang kebetulan saat itu memang ada Coffee Morning terbatas dihadiri Senior Leaders.

Para Karyawan dan Senior Leaders tak hanya sekadar berjabat tangan (Not Just Shake Hand), tetapi lebih dari itu berharap agar “SBT-2” ini selain dikaruniai Allah SWT kesehatan, juga mampu menjalankan amanah dalam menjalankan roda bisnis di era kompetisi yang sangat ketat. Selain itu umur secara hitungan akan bertambah, sedangkan usia tentu akan semakin berkurang.

Banyak peristiwa penting di bulan Juli beberapa tahun lalu, antara lain : Hari Bhayangkara, Hari Anak-Anak Indonesia, Hari Bank Indonesia, Hari Satelit PALAPA, Hari Koperasi, Hari Kejaksaan, Hari KNPI dan Hari Bhakti TNI Angkatan Udara. Sedangkan yang tepat tanggal 5 Juli adalah Dekrit Presiden, yaitu 5 Juli 1959.

Karena pada intinya setiap individu adalah pemimpin, maka manusia diberi umur adalah untuk memakmurkan bumi, mengemban misi dan tugas sesuai dengan amanah. Umur juga berdimensi intelektual psikologis. Yaitu bisa saja seseorang secara kronologis sudah tua, tapi pendidikannya rendah, tidak berkembang emosinya, Hal ini dapat dikembangkan melalui pendidikan, training dan sebagainya. Sekarang banyak dikembangkan metode pengembangan umur psikologis, misalnya untuk melatih emosi diadakan training. Inilah salah satu metode mendewasakan umur secara intelektual-psikologis. Jadi tak sekadar jabat tangan !

NURSIDIK

Manajemen SBT Selalu Dekat Dengan SATPAM


TAHUN 2006

Manajemen SBT Selalu Dekat Dengan SATPAM

Komunikasi selalu dilakukan dengan para SATPAM yang bertugas di lingkungan TELKOM Surabaya Timur. Selain sebagai tali silaturahmi, juga dalam upaya saling berkomunikasi tentang kondisi terkini dan masalah disiplin yang harus tetap terjaga. Kondisi terkini ialah masalah maraknya pencurian kabel telepon adalah topic yang dikomunikasikan pada hari Senin (3/7) di halaman parkir Gedung OPMC Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Manager General Support, Suroso mengatakan, bahwa Tenaga Satuan Pengamanan diharuskan memiliki kualifikasi sebagai petugas pengamanan yang mampu melaksanakan tugas di lingkungan atau kawasan kerja secara profesional. Bagi petugas SATPAM, maka kata disiplin tidak boleh luntur dan harus selalu membara di dada. SATPAM harus terus memelihara kondisi lingkungan kantor agar selalu aman, agar para karyawan dapat bekerja dengan lancer.

Latihan baris berbaris, merupakan salah satu bentuk nyata dalam mengimplementasikan disiplin, lanjut Suroso. Sedangkan sebagai pelengkap disiplin lainnya adalah secara berkala melakukan pengecekan alat pemadam kebakaran, melakukan control secara rutin titik-titik rawan, serta jangan lupa selalu latihan bela diri sesuai jadwal. Kegiatan ini untuk memenuhi tuntutan kompetisi yang semakin kompleks.

Manajemen selalu menaruh perhatian terhadap ketrampilan tenaga SATPAM agar lebih professional tak sekadar jaga di posko saja, dan manajemen telah melakukan berbagai upaya pengembangan sumber daya manusia. Pelatihan bela diri, pelatihan pemadam kebakaran dan komunikasi dengan para SATPAM ini merupakan bagian dari upaya itu.

NURSIDIK

Finalisasi Audit SPEEDY Di TELKOM Sidoarjo


TAHUN 2006

Finalisasi Audit SPEEDY Di TELKOM Sidoarjo

Selama dua hari (4-5 Juli 2006) Tim Assessor SPEEDY melaksanakan tugasnya dengan jadwal yang sangat ketat, hingga di hari kedua Tim harus melakukan finalisasi hasil evaluasinya dengan cara klarifikasi kepada setiap personel yang jobnya berkaitan langsung dengan “Mesin Baru” ini.

Senjata para Assessor adalah sebuah ceklist saja, namun senjata ini berisi seluruh ‘amunisi’, yaitu beberapa requirements yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan yang harus dipatuhi menyangkut 8 IC & GR (Internal Capability & General Rehearsal). Persyaratan ini mutlak diperlukan dalam menyongsong produk Speedy secara Nasional.

Beberapa personel diwawancarai, hasilnya dicatat dalam ceklist. Kemudian cek terhadap kualifikasi & bisnis minimal, kehandalan operasional , ketersediaan produk/kapasitas, Billing and collection, Area Layanan Speedy, Kesesuaian teknologi produk, Paket layanan dan fitur Speedy dan Kesiapan Tarif, Bisro serta SDM juga didalami dan dikaji.

Cek antara fakta di lapangan dengan requirement bisnis juga akan disudahi hari ini pula, sebab memang hari ini adalah saatnya dilakukan closing meeting dengan memaparkan hasil evaluasi yang telah didapat dilapangan. Tim bekerja sangat teliti, bahkan salah seorang personel mengira assessment sudah selesai, ternyata masih dipanggil lagi dan dicecar dengan pertanyaan pamungkas tak terkecuali dua Manager Jarakses dan JM CATEL Sidoarjo dipanggil dan diklarifikasi.

• NURSIDIK

SBT Lakukan BIT SPEEDY Di Tempat Kerja


TAHUN 2006

SBT Lakukan BIT SPEEDY Di Tempat Kerja

“Mesin Penggerak Baru” yang satu ini, yaitu SPEEDY memang benar-benar menjadi primadona jajaran TELKOM SBT, sebab walau BIT (Built In Training) telah, sudah dan sedang dilakukan dalam bentuk Klasikal/Class Room dalam 13 (tiga belas) angkatan (saat ini sudah angkatan yang ke-9), ternyata dilakukan juga BIT yang sama di tempat kerja. Kali ini dilakukan di Dapur (Backroom) Plasa TELKOM Sidoarjo, Selasa (4/7). TELKOM SBT memang ingin ”membumikan” SPEEDY di Surabaya.

Sebagai Trainer adalah Mulyo Sukartono selaku ASMAN CCAN (Asisten Manajer Corporate Customer Access Netrwork) TELKOM SBT. Peserta pelatihan baik yang klasikal, maupun yang di lokasi kerja semuanya akan siap pakai. BIT ditempat kerja ini menurut Mulyo adalah untuk mengantisipasi demand, sebab sebagian pesertanya sedang mengikuti pelatihan dalam bentuk klasikal, disisi lain Plasa Telkom tidak boleh kosong alias harus tetap ada petugasnya.

Manajemen SBT ingin meningkatkan skill dan mindset SDM yang menangani Speedy, baik yang langsung maupun tidak langsung menanganinya, kendati pangsa pasar yang dikuasai untuk jalur ini masih belum banyak, namun memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan. Apalagi TELKOM Sidoarjo memiliki potensi demand dan infstruktur yang sangat support terhadap kehadiran Mesin Penggerak Baru (New Engine Driver) ini.

Training tidak harus di tempat resmi yang klasikal atau class room, ditempat kerjapun jadi. Jajaran CCAN TELKOM SBT memang selalu tidak terpaku pada suatu paradigma yang baku apalagi kaku tidak flexible. Kebutuhan dan keinginan kastemer yang maju pesat harus dapat diantisipasi dengan cara-cara yang luar biasa atau dengan cara-cara yang tidak biasa. Tentu yang diharapkan adalah hasil yang luar biasa pula. BIT mendekati tempat kerja ini terinspirasi oleh beberapa konsep marketing dan konsep customer care yang selalu mendekatkan diri dengan pasar.

NURSIDIK

Audit 8 IC & GR SPEEDY Di Telkom Sidoarjo


TAHUN 2006

Audit 8 IC & GR SPEEDY Di Telkom Sidoarjo

Selama dua hari mulai hari ini, Selasa (4/7) akan dilakukan audit 8 IC & GR (Internal Capability & General Reheasal) di CATEL terbesar se Indonesia, yaitu CATEL Sidoarjo. Auditor Team Leader adalah Sasmito dengan anggota tim adalah Deny, Edy dan Ma’ruf. Team disambut oleh GM TELKOM SBT dan para Senior Leaders saat acara Opening Meeting di Aula Committed 2 U TELKOM Sidoarjo.

GM TELKOM SBT, Badriyanto dalam opening speech memaparkan kesiapan infrastruktur termasuk SDM yang akan menjalankan bisnis tergolong New Engine Driver, yaitu SPEEDY. Dikatakan Badri, bahwa kesiapan kualifikasi & bisnis minimal sudah mencapai 100 %, kehandalan operasional 100 %, ketersediaan produk/kapasitas sudah mencapai 100 %, Billing and collection 100 %, Area Layanan Speedy 76 % (Jaringan BB), Kesesuaian teknologi produk 100%, Paket layanan dan fitur Speedy 100% dan Kesiapan Tarif, Bisro serta SDM juga sudah 100 %.

Team Leader, Sasmito dalam kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih kepada manajemen SBT yang sudah melakukan Self Assessment, sehingga sangat membantu pihaknya dalam melakukan assessment yang hanya tinggal melakukan pendalaman saja. Dasar pelaksanaan Evaluasi 8 IC & GR ini menurut Sasmito adalah sesuai dengan Dokumen STARPRO Pengembangan & Product Launching serta beberapa SK DIREKSI dan beberapa Nota Dinas EGM.

Sasmito juga mengemukakan Requirement Business GO or NO GO layanan Speedy di suatu area layanan STO ditentukan oleh pemenuhan criteria 8 IC, Tim Sukses Speedy akan mengeluarkan rekomendasi tentang GO or NO GO untuk Launching Speedy Nasional. Untuk persiapan event dan promosi, maka kepastian launching harus sudah diperoleh satu bulan sebelum hari pelaksanaan launching. Marketing Communication akan mengacu kepada konsep bisnis yang disetujui melalui KD SPEEDY dan Format Approval melalui Direksi.

NURSIDIK

Rabu, 08 September 2010

Manager Customer Care SBT : “Menangkan Customer Dulu”


TAHUN 2006

Manager Customer Care SBT : “Menangkan Customer Dulu”

Manager Customer Care TELKOM SBT, Gatot Indra usai menghadiri Workshop Customer Handling pekan kemarin mengatakan, bahwa “Who win customer win the game“. Ungkapan ini sebenarnya pernah disampaikan mantan KADIVRE V, Arief Yahya, dan kini ungkapan tersebut, menginspirasi jajaran TELKOM Surabaya Timur untuk selalu memberikan yang terbaik kepada pelanggan. Hal tersebut terwujud dengan hasil yang dicapai pada tahun 2005 dimana hasil survey pengukuran tingkat kepuasan pelanggan mencapai index CSI 74,5 dimana tahun 2004 sebelumnya indeks kepuasan pelanggan hanya mampu mencapai 62,28, artinya ada peningkatan sebesar 12,22 %. Impian Surabaya Timur Memenangkan Customer menjadi The Best KANDATEL 2006 InsyaAllah tercapai, katanya.

Disamping itu loyalitas pelanggan TELKOM Surabaya timur melalui indeks pengukuran CLI mencapai angka 94 % atau naik sebesar 10,63 %. Untuk ukuran tingkat kepuasan pelanggan di Kota besar atau sebutan kota Metropolis seperti Jakarta, Medan dan Surabaya khusunya hasil yang dicapai termasuk yang terbaik meskipun posisinya masih dibelakang DATEL Jakarta Pusat. Memenangkan pelanggan tentunya diperlukan seni tersendiri dan bagaimana menyiasatinya.

Sebagai market leader, TELKOM berupaya untuk tetap eksis dan mempertahankan posisinya dengan melakukan Turn Arround management melalui 7 butir TAM ( Turn Arround Management ) butir yang pertama adalah berikan yang terbaik untuk pelanggan atau ”Customer first”. Perubahan besar paradigma layanan kepada pelanggan pun berubah dari yang tadinya layanan bersifat ”pasif” atau menunggu kalau ada yang membutuhkan layanan sekarang menjadi ”proaktif” dengan memenuhi ”Need and Want” dari pelanggan begitulah yang sering diungkapkan Badriyanto selaku GM KANDATEL Surabaya Timur kepada jajarannya. Perubahan paradigma inilah yang melandasi struktur organisasi menuju ”Customer Centric” yang semula unit Customer service menjadi Customer Care.

Untuk memuluskan arah Turn Arround management diperlukan komitmen yang kuat dari Senior leader yang seterusnya secara ”cascading” menjalar hingga ”garis depan”petugas layanan yang langsung kontak dengan pelanggan, tak urung petugas ”Sales force ” pun sebagai repersentatif pelayanan dan penjualan produk TELKOM harus memiliki persepsi yang sama.

Saat ini seluruh jajaran Sales force KANDATEL Surabaya Timur setiap harinya diberikan sarapan tentang etika bisnis dan layanan melaui briefing sebelum berangkat ke ”medan pertempuran” seperti halnya yang dilakukan oleh Marnoto selaku komandan Sales & Promotion Fix phone ( POTS dan Flexi ), begitu pula yang dilakukan oleh Arif Setiyawan selaku komandan ”pengekringan ”kepada para mitra Outsourcing .

Salah satu kunci memenangkan pelanggan adalah ”CINTA”, tidak diragukan lagi bahwa CINTA adalah salah satu resep yang manjur untuk meraih pelanggan. ”Menanamkan benih cinta kepada pelanggan harus dihayati betul oleh setiap insan TELKOM bukan hanya kepada jajaran fronliner pelayanan saja, bahkan top leader pun harus memilikinya, hal itu yang disampaikan pada berbagai kesempatan briefing Manajer Customer Care SBT kepada jajarannya. Sejalan dengan program ”Melayani dengan CINTA ” yang telah diluncurkan DIVRE V pada bulan September 2005 menjedi salah satu komitmen Jajaran KANDATEL Surabaya Timur sebagai fundamental aspect yang wajib dimiliki disamping Etika pelayanan, Etika bisnis dan Etika kerja.

Upaya untuk memenangkan pelanggan Jajaran Surabaya Timur di tahun 2006 ini telah menyiapkan 3 ( tiga ) Inisiatif Strategi yang tertuang dalam kontrak manajemen jajaran customer care yaitu : Pertama : Customer Win back. Yaitu upaya untuk meraih kembali pelanggan cabut akibat tunggakan maupun pelanggan yang migrasi atau pindah ,melalui kemudahan dan pena3waran PK ( pasang kembali ) untuk pelanggan cabut akibat tunggakan yang masih dibawah 3 bulan. Kedua : Customer Retention. Yaitu upaya retensi kepada pelanggan loyal serta meningkatkan wallet share pelanggan melalui penawaran khusus kepada pelanggan Prime , WARKOM dan WARNET. Ketiga : Service Quality Improvement. Yaitu memaksimalkan fungsi Unit DOC ( Delivery order Control ) melalui control dan monitoring serta ”early warning” sebelum terjadinya SLG, dan melaksanakan pengendalian keluhan pelanggan melalui sistem monitoring dashboard dan ”Leveling kontrol” yaitu tingkatan kendali percepatan penyelesaian order berdasarkan SLG.

Untuk memuluskan jalan menuju kemenangan tersebut menggunakan ”Milestone” berupa program jangka pendek diantaranya program Employee Customer retention yaitu pelaksanaan ”Customer day” yang dilakukan sebulan 2 (dua ) kali oleh seluruh jajaran pegawai Surabaya Timur, dengan mengunjungi 3 jenis pelanggan yaitu ; pelangan personal, pelanggan ”prime”, dan Pengelola Wartel dan Warnet. Adapun sasaran program ini adalah : a. Peningkatan C3MR . b. meningkatan walletshare untuk Pelanggan prime dan Warkom/warnet.

Menyikapi semakin beratnya tantangan kompetitor yang semakin agresif dalam meraih pelanggan yang dihadapi TELKOM SBT terpacu untuk mencari celah peluang lain melalui inovasi yang akan memberikan value dan image yang sangat kuat bagi TELKOM, sehingga posisi TELKOM sebagai Pemimpin pasar khususnya di Surabaya Timur akan tetap eksis dan diminati oleh pelanggan.

Sebagai pamungkas, Gatot memaparkan, bahwa Strategi ”Blue Ocean” rupanya telah menginspirasi jajaran KANDATEL Surabaya Timur sebagai salah satu upaya yang akan ditempuh agar tetap eksis, yaitu mencari celah peluang dengan memanfaatkan image TELKOM yang sudah bagus dimata pelanggan, dan apa itu ? Ini merupakan salah satu ”milestone” dalam waktu dekat ini kita tunggu tanggal mainnya, kuncinya.

NURSIDIK

Telepon Umum Flexi Perdana Di TELKOM Sidoarjo


TAHUN 2006

Telepon Umum Flexi Perdana Di TELKOM Sidoarjo

Guna meningkatkan layanan kepada para konsumen, maka pada hari Jum’at (30/6) Telkom Sidoarjo memberikan layanan Perdana melalui Produk baru Telpon Umum Flexi yang masih belum dikenal di masyarakat umum khususnya kalangan pelajar.

Uji coba kemarin dilakukan setelah SKJ, dimana Unit Public Phone Telkom Sidoarjo memasang di 3 Lokasi satu unit di Plasa Telkom SDA dan dua unit di SMP Ulul Albab Islamic Full Day School Wilayah Kletek Sepanjang yang mendapat respon dari para Guru dan siswa. Mereka langsung mencoba komunikasi melalui Produk baru Telpon umum FLEXI.

Harapan Unit public phone TELKOM kedepan agar Telkom Sidoarjo bisa mendongkrak pendapatan melalui produk baru Telpon umum flexi trendi (dari evaluasi kami masih terlalu mahal harga kartu perdana flexi oleh masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya).

Pemasangan Telepon Umum Flexi ini sebenarnya tak sekedar untuk meraih target meningkatkan pendapatan, tetapi lebih jauh adalah juga untuk membangun citra (image building) tentang produk Flexi di kalangan pelajar, sehingga mereka mampu mempersepsi produk ini dengan baik dan benar.

NURSIDIK

RUPT TELKOM 2006 Sebut Perjuangan SEKAR TELKOM


TAHUN 2006

RUPT TELKOM 2006 Sebut Perjuangan SEKAR TELKOM

Perjuangan mempertahankan perusahaan, mensejahterakan karyawan, serta kepedulian lingkungan yang dilakukan SEKAR TELKOM ternyata mendapat hati tersendiri dari Direksi TELKOM pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPT) yang dihelat pada hari Jum’at (30/6) di Aula Pangeran Kuningan Gedung Grha Citra Caraka Lantai-1 Jln. Gatot Subroto 52, Jakarta.

Aktivitas SEKAR TELKOM tersebut dimuat dalam Buku Laporan RUPT pada halaman 42, 43 dan 50, dan buku tersebut dibagikan kepada seluruh undangan yang merupakan para pemegang saham. Buku tersebut juga berisi Laporan Keuangan, produk-produk TELKOM, kegiatan Peduli Lingkungan, beberapa keberhasilan TELKOM sehingga meraih Awards dan sejumlah sertifikat internasional, dan lain-lain.

Pada halaman 42 disebutkan, bahwa pada bulan Mei 2000, karyawan TELKOM membentuk serikat pekerja dengan nama Serikat Karyawan TELKOM atau SEKAR. Keanggotaan SEKAR tidak mengikat, dan saat ini terdiri dari berbagai level karyawan, termasuk manajemen dan eksekutif. Sampai akhir 2005 anggota SEKAR mencapai 21.991 orang atau 78,1 % dari seluruh jumlah karyawan TELKOM.

SEKAR memiliki visi memajukan perusahaan dan mendorong upaya meningkatkan kesejahteraan karyawan. Moto SEKAR adalah komunikasi untuk mencapai solusi terbaik. Pada tahun 2005, SEKAR melakukan beberapa kegiatan berikut : PERTAMA : Program Peduli Aceh ditujukan untuk membantu korban bencana tsunami Aceh, khususnya karyawan TELKOM dan keluargnya.

Masih dalam Buku Laporan RUPT 2006 disebutkan, bahwa SEKAR berhasil mendorong Manajemen untuk melakukan Kesepakatan Bersama untuk melakukan pemotongan gaji karyawan sesuai dengan tingkatan dan hasilnya digunakan untuk membantu korban bencana di Aceh. Bantuan ini sepenuhnya dikelola Manajemen. Kegiatan program peduli Aceh SEKAR lebih terperinci disajikan pada pembahasan Tanggung Jawab Sosial di halaman 66.

KEDUA : Perjuangan mempertahankan Kode Akses SLJJ. Dikatakan, bahwa SEKAR sebagai wadah aspirasi karyawan TELKOM tidak menolak kompetisi bisnis, namun menganggap kebijakan Pemerintah mengenai penerapan kode akses SLJJ berpotensi merugikan TELKOM dan menciptakan kompetisi yang tidak sehat. Infrastruktur dan basis pelanggan TELKOM yang telah dibangun dan dipelihara selama puluhan tahun akan dengan mudah didapat oleh operator telekom lain. Lebih jauh lagi, SEKAR meyakini bahwa kebijakan tersebut juga membuat operator lain enggan membangun basis pelanggan mereka sendiri, sehingga tidak membantu dalam peningkatkan tingkat teledensitas melalui pengembangan jaringan telepon di wilayah-wilayah baru.

NURSIDIK

RUPST, Telkom Tumbuhkan Setiap Lini Bisnisnya

TAHUN 2006

RUPST, Telkom Tumbuhkan Setiap Lini Bisnisnya
Jakarta, 30 Juni 2006 – Meski tantangan yang dihadapi PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) di tahun-tahun mendatang akan semakin berat, namun dengan mengerahkan segena potensi yang dimiliki, Telkom tetap akan mampu mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan di setiap lini bisnisnya.
Keyakinan tersebut disampaikan Direktur Utama Telkom Arwin Rasyid di depan peserta Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Telkom di Jakarta (30/6). Pada tahun 2005, perseroan mencatat pertumbuhan yang mengesankan. Jumlah pelanggan layanan telepon tetap nirkabel (Flexi) meningkat 184% menjadi lebih dari 4 juta pelanggan. Sedangkan jumlah pelanggan seluler (Telkomsel) meningkat 49% menjadi lebih dari 24 juta pelanggan. "Perseroan terus menunjukkan dominasinya dalam pasar layanan telepon tetap dan seluler hingga kwartal pertama dan kwartal kedua tahun 2006," tambah Arwin. Bahkan layanan data dan Internet yang terdiri dari produk TELKOMNet Instan, SMS Telkomsel dan Flexi mampu mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan.
Dengan menerapkan teknologi ADSL pada jaringan telepon tetap kabel, sejak Juli 2004 Telkom mampu menyediakan layanan akses Internet pita lebar dengan brand TELKOMSpeedy, sebagai inisiatif untuk memperoleh arus pendapatan baru yang terus berkembang. Jumlah pelanggan TELKOMSpeedy pada akhir tahun 2005 tercatat mencapai 30.662 pelanggan yang tersebar di Jakarta, Surabaya dan Makassar.
"Pada akhir tahun 2006 jumlah pelanggan TELKOMSpeedy diharapkan akan meningkat pesat sejalan dengan rencana peluncuran layanan ini di 20 kota Indonesia sebagai bagian komitmen Telkom untuk memberikan layanan akses broadband kepada masyarakat Indonesia," ujar Arwin.
Selain itu, jasa International Call TELKOM SLI 007 juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2004, baik untuk incoming maupun outgoing international traffic. Untuk incoming international traffic tercatat sebesar 424,8 juta menit dan untuk outgoing sebesar 130,3 juta menit. Produk ini, menurut Arwin, pertama kali diluncurkan Telkom pada tahun 2004, dan pada tahun 2005 mampu menguasai pangsa pasar 44% untuk outgoing traffic dan 35% untuk incoming traffic.
Upaya Telkom memperkuat lini bisnisnya telah mendorong peningkatan pendapatan usaha konsolidasi sebesar 23,2% dari 33,9 triliun pada tahun 2004 menjadi Rp 41,8 triliun pada 2005. Peningkatan pendapatan usaha 2005 terutama dihasilkan dari meningkatnya pendapatan jasa data dan Internet, seluler, serta interkoneksi.
Dibanding tahun 2004, pendapatan data dan Internet meningkat sebesar 2,1 triliun atau 44% dibandingkan tahun 2004 menjadi Rp 6,9 triliun. Pendapatan telepon seluler meningkat Rp 4,2 triliun atau 40% menjadi 14,6 triliun. Pendapatan Interkoneksi Bersih (Net) meningkat sebesar Rp 1,6 triliun atau 25% menjadi Rp 7,7 triliun. Pendapatan Telepon Tetap meningkat Rp 146 miliar atau 1,3% menjadi Rp 10,8 triliun.
Selain peningkatan di sisi pendapatan, tercatat juga peningkatan di sisi beban yang secara konsolidasi mencapai 27% menjadi 24,6 triliun. Meski peningkatan persentase beban lebih tinggi dari pendapatan, namun menurut Arwin, Telkom masih mampu menghasilkan laba bersih usaha konsolidasi 2005 tumbuh sebesar Rp 1,4 triliun atau 21% menjadi Rp 8 triliun. Hal ini, lanjutnya, menyebabkan Telkom masih bisa mempertahankan EBITDA Margin konsolidasi di atas 60% dan termasuk yang tertinggi di kawasan Asia-Pasifik.
Sementara itu, di bagian lain dari pidatonya, Arwin Rasyid menyampaikan beberapa perubahan regulasi yang memiliki dampak langsung terhadap bisnis Telkom. Perubahan regulasi dimaksud meliputi: Pertama, Keputusan Pemerintah di bulan Agustus 2005, yang meminta Telkom untuk memindahkan spektrum frekuensi layanan Flexi dari 1900 MH di wilayah Propinsi DKI Jakarta, Propinsi Jawa Barat dan Propinsi Banten, ke frekuensi 800 MHz.
Kedua, pada Oktober 2005, Pemerintah memberlakukan kewajiban kepada semua operator untuk mencatat identitas pelanggan prabayar-nya melalui proses registrasi, dan diberi waktu sampai dengan 28 April 2006. "Sampai dengan saat ini, jumlah pelanggan prabayar Flexi dan Telkomsel yang teregistrasi masing-masing telah mencapai lebih dari 97% dan 95%," ungkap Arwin.
Ketiga, proses tender perizinan layanan 3G yang dilakukan Februari 2006 oleh Pemerintah, telah menetapkan Telkomsel sebagai salah satu pemegang lisensi 5 MHz spectrum 3G. Telkomsel diwajibkan membayar up-front fee sebesar Rp 436 miliar, dan frequency fee untuk tahun pertama sebesar Rp 32 miliar yang dibayarkan Maret 2006. Dinyatakan Arwin bahwa Telkomsel telah sukses melakukan uji coba teknologi ini dan akan segera melakukan komersialisasi guna menghadapi persaingan bisnis.
Keempat, berdasarkan Peraturan Pemerintah tentang Interkoneksi pada bulan Februari 2006, Menkominfo telah menetapkan skema interkoneksi berbasis biaya yang akan menggantikan skema berdasarkan pembagian pendapatan (revenue sharing). Dalam keputusan tersebut, operator dominan diminta untuk mengajukan Dokumen Penawaran Interkoneksi (DPI), yang mencakup aspek teknis, operasi dan ekonomis. Sampai dengan saat ini, menurut Arwin, Telkom masih menunggu keputusan Pemerintah mengenai waktu implementasi sistem interkoneksi berbasis biaya tersebut.
Kelima, Pemerintah telah menunda implementasi kode akses SLJJ sampai dengan 1 April 2010. Penundaan ini disebabkan oleh adanya masukan dari Telkom kepada Pemerintah tentang kesulitan secara teknis, masalah sosialisasi kepada masyarakat, dan besarnya biaya untuk mengimplementasikannya.
Terkait dengan rencana penggunaan laba bersih Telkom 2005, Arwin mengatakan bahwa dalam rangka menjamin pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, perseroan telah menetapkan anggaran investasi belanja modal secara konsolidasi (Capex) untuk tahun 2006 sebesar 19 triliun dengan komposisi Rp 6,8 triliun untuk Telkom dan Rp 12 triliun untuk Telkomsel, sedangkan sisanya untuk anak perusahaan lain yang dikonsolidasi.
Khusus untuk Anggaran Investasi Belanja Modal di Perseroan sebesar Rp 6,8 triliun, akan dipergunakan untuk infrastruktur sebesar Rp 4,1 triliun, layanan komersial Rp 2 triliun dan layanan pendukung sebesar Rp 755 miliar. Telkom menurut Arwin saat ini memiliki dana cadangan wajib perseroan mencapai Rp 1,8 triliun atau telah melebihi 20% dari modal yang ditempatkan sebagaimana disyaratkan pasal 61 UU Perseroan Terbatas, karenanya tahun ini Telkom tidak lagi mengalokasikan cadangan wajib.
Menyinggung kegiatan good corporate citizenship, Arwin Rasyid mengatakan Telkom secara konsisten terus menyelenggarakan Program Kemitraan (PK) yang dimulai sejak tahun 2005 dan Program Bina Lingkungan (BL) yang dimulai pada tahun 2003.
Besaran dana PK dan BL yang dikeluarkan selama tahun 2005 berdasarkan RUPST 2005, masing-masing sebesar 1% dan 0,5% dari Laba Bersih tahun buku 2004. Program PK merupakan penyaluran dana kepada Mitra Binaan yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai pinjaman modal. Realisasi PK selama 2005 adalah sebesar Rp 119,1 miliar bagi 10.516 mitra binaan, terutama bagi industri rumah tangga sebesar Rp 21 miliar, jasa Rp 41 miliar, dan perdagangan Rp 42 miliar.
Untuk BL, selama 2005 Telkom telah menyalurkan dana sebesar Rp 20 miliar yang ditujukan untuk: bantuan bencana alam, program pendidikan dan latihan (termasuk e-learning program, smart campus dan internet goes to school), program kesehatan masyarakat, pembangunan dan rehabilitasi fasilitas umum, serta bantuan bagi kegiatan keagamaan. Audit terhadap pelaksanaan pengelolaan dana PK dan BL di tahun 2005, demikian Arwin, telah dilaksanakan oleh KAP Zainal Arifin.
INREL/NURSIDIK

Roes Aryawijaya Mendominasi Pertanyaan Pada RUPST 2006


TAHUN 2006

Roes Aryawijaya Mendominasi Pertanyaan Pada RUPST 2006

Karena banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh Roes Aryawijaya, maka KOMUT TELKOM, Tanri Abeng mengatakan sambil berkelakar : “Apakah Bapak masih menguji kami lagi?”, Gerrr…..hadirinpun tertawa. Roes Aryawijaya adalah Deputi Meneg BUMN bidang pertambangan, industri strategis, enerji dan telekomunikasi yang hadir sebagai Kuasa Pemegang Saham Pemerintah terbesar pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk, Jum’at (30/6) di Aula Pangeran Kuningan Gedung Grha Citra Caraka Lantai-1 Jln. Gatot Subroto 52, Jakarta.

Memang tak seperti RUPST tahun-tahun sebelumnya pria berambut dan jenggot putih ini selalu hadir dan kali ini melancarkan pertanyaan kepada KOMUT yang selain dijawab oleh KOMUT sendiri, juga dijawab oleh beberapa Direksi. Pertanyaan ada yang berat, tetapi adapula yang ringan, seperti : Apakah Buku Laporan Tahunan sudah dibaca oleh Manajemen, Kenapa CAPEX OPEX naik cukup tajam ARPU menurun, Peningkatan Biaya SDM, Keterlambatan multi listing, Berapa Biaya Implementasi COSO SOA sesudah & sebelum ?, Kompetensi SDM terhadap SOA. Progress Share Buyback, Bagaimana pendapat Auditor tentang TELKOM CDC (PUK) ?, Tantiem agar diperhitungkan ulang, dan lain-lain.

Diantara pertanyaan tersebut ada beberapa pertanyaan yang dijawab secara spontan dan ada pula yang harus memeras pikiran, seperti kesiapan SDM terhadap implementasi COSO SOA. Pertanyaan ini selain dijawab oleh DIRKUG, juga oleh DIRUT. Kemudian mengalami tarik ulur atau tawar menawar cukup memakan waktu lama saat ke pertanyaan soal Tantiem, ini menunjukkan bahwa RUPST kali ini memang transparan dan demokratis.

RUPST yang dihadiri pula oleh para mantan DIRUT PT. TELKOM ini berjalan lancar hingga pada Agenda ke-7 yang tidak ada penggantian dan penambahan anggota direksi, sehingga susunan selengkapnya Anggota Direksi tidak ada perubahan dan tetap, sebagai berikut:
a. Sdr. Arwin Rasyid sebagai Direktur Utama
b. Sdr. Garuda Sugardo sebagai Wakil Direktur Utama
c. Sdr. Abdul Haris sebagai Direktur Network & Solution
d. Sdr. Guntur Siregar sebagai Direktur Konsumer
e. Sdr. Arief Yahya sebagai Direktur Enterprise & Wholesale
f. Sdr. Rinaldi Firmansyah sebagai Direktur Keuangan
g. Sdr. John Welly sebagai Direktur Sumber Daya Manusia

NURSIDIK

Tim Pro SOA Korporat Walk Through Ke TELKOM SBT

TAHUN 2006

Tim Pro SOA Korporat Walk Through Ke TELKOM SBT
Implementasi REMEDIASI II SBT pada hari Rabu (28/6) ditinjau tim PRO SOA Korporat. Haris Bunyamin sebagi Tim Leader, beserta rombongan menyempatkan kunjungan "Walk Trough" ke DATEL SBT untruk memastikan implementasi Remediasi II SOA dilevel Transaksional pasca audit Remediasi I.

Kunjungan Tim diterima oleh GM SBT Badriyanto, DGM Sujito dan para Senior Leaders, serta para ASMAN terkait. Badriyanto dalam sambutan pembukaan,antara lain menyampaikan presentasi progress implementasi SOA yang diwujudkan berupa roadmap SBT menuju implementasi proses SOA Remediasi II, serta hasil audit oleh IAG untuk Remediasi I yang beberapa waktu lalu disampaikan langsung oleh Ka.RO IAG DIVRE V, Sahardi.

Pada kesempatan tersebut disampaikan beberapa celah proses yang masih perlu kejelasan diantaranya paska transformasi organisasi adalah Bispro Speedy yang masih belum rampung, agar segera dimasukkan dalam catatan Remediasi II.

Haris Bunyamin dalam sambutannya menyampaikan, bahwa masalah ini memang bukan di Divre V saja, tapi juga nasional dan Divre V diakui oleh Haris memang selalu mempunyai inisatif dan responsif dalam setiap proses perubahan terutama implementasi SOA ini, dan percaya dengan modal yang sudah dimilki akan dapat segera menyesuaikan.

Dengan terpilihnya DATEL 1 Trilyun SBT sebagai tujuan "walkthrough" oleh tim SOA bukan merupakan kebetulan namun melihat sisi kesiapan yang telah dimilki untuk mengimplementasikannya. Demikaian Haris mengakhiri sambutannya
Tim berlanjut melakukan walk through diantaranya Siklus pendapatan. Sdr Ardi dari Finance Center melakukan diskusi langsung dengan MAN CC, dilanjutkan keruang MAN ANO Dan ANM.

diksi

Selasa, 07 September 2010

Kontribusi “TDC” Telkom SBT Dalam Meretain Customer


TAHUN 2006

Kontribusi “TDC” Telkom SBT Dalam Meretain Customer

Selama ini banyak kegiatan yang tercurah ke Marketing and Sales, Penetration dan Raih Market Share, sehingga masalah BACK ROOM seolah tak terjamah oleh liputan Redaksi, padahal fungsi BACK ROOM ini juga tak kalah pentingnya dalam rangka memberikan kontribusinya mempertahankan pelanggan dan mendeliver Service Exellent.

Jani Suwarto, salah seorang Technical Aceess Support SBT mengungkapkan kepada Reporter, bahwa kegiatan Backroom utamanya di TDC (Test Dispatch Clearence) sangat berperan aktif dalam menghandle masalah gangguan. Kepuasan Customer sangat dipertaruhkan di unit ini. Unit TDC ini juga berfungsi untuk melakukan Surveilance Control Execution (Aktivasi Buka Isoliran, PSB, Gangguan, Complain Handling), Pengawalan Laporan dan Evaluasi SLG.

Kenapa seluruh petugas yang menangani dan berhadapan dengan computer-computer setiap adalah cewek semua, Tanya Redaksi ? Sebenarnya tidak harus cewek, tapi kita tau, bahwa seorang perempuan selalu halus, apalagi jika berhadapan dengan customer, jawabnya singkat. Lho, kan petugas TDC tidak berhadapan langsung dengan customer, tetapi mendapat Delivery Complain dari 147 ? Tapi terkadang ada yang nyasar lho..

Namun demikian, nantinya kalau operasionalnya sudah 24 jam alias FULLDAY, maka tak menutup kemungkinan untuk menugaskan laki-laki, sebab mereka harus dinas di malam hari. Kalau memang sudah OPERATED 24 HOURS, maka akan diberlakukan SHIFTING SYSTEM dan tentu akan dibagi menjadi beberapa shift, dimana shift malam hari pasti jatahnya laki-laki, jelasnya.

Unut TDC harus mampu merespon cepat terhadap setiap ada gangguan, semacam “unit reaksi cepat” yang siap memberikan solusi dengan cepat melalui koordinasi dengan unit-unit terkait yang memiliki keuntungan kompetitif. Jadi COC ini berfungsi koordinasi dan pengendalian antara lain dalam hal keterlambatan buka isolir, penyelesaian gangguan, pengekringan dan segala keluhan lainnya.

NURSIDIK

Marketer TELKOM SBT Sabet Awards Se Jawa Bali 2006


TAHUN 2006

Marketer TELKOM SBT Sabet Awards Se Jawa Bali 2006

Cowok kelahiran tahun 1982 ber Baby Face and Cool yang kini bergabung dengan Pemasar atau Marketer dalam Sales Force Fixed Phone Telkom SBT ternyata calon peragawan yang menyabet Awards Se Jawa Bali 2006 tanggal 25 Juni 2006 kemarin. Dia adalah Arief Wibowo asli Arek Suroboyo. Putra kedua dari 6 bersaudara ini disamping bekerja sebagai Sales Force ternyata masih kuliah di Universitas Wijaya Kusuma FISIP semester-7. InsyaAllah bulan depan saya akan selesaikan skripsi, katanya kepada Reporter yang didampingi oleh ASMAN Wireleine Sales & Promotion Telkom SBT dan rekan Yoga.

Usai skripsi, maka saya akan focus bekerja, sedangkan untuk kegiatan model sifatnya tidak rutin, ada jadwalnya tertentu, sehingga saya dapat membagi waktu antara profesi yang satu dengan yang lainnya. Kalau Sales Force ini kan sifatnya harian atau rutin, jadi inilah yang jadi focus saya sementara ini, tambahnya.

Saya bergabung di TELKOM SBT selama kurang lebih 2 bulan, dan saya rasa enjoy saja. Ketika ditanya berapa hasil sales selama hampir 2 bulan ini, maka Wibowo menjawab datar, ya…lumayan…! Pangsa pasar Anda siapa saja. Oh,…saya lebih banyak membidik ke perusahaan, bukan perumahan. Saya punya teman yang punya usaha dan ada pula yang bekerja di perusahaan lumayan bonafid. Mereka inilah yang saya sasar.

Apa sih cita-cita Anda ? Saya terobsesi untuk jadi peragawan profesional, tunggu saatnya nanti, biarlah saya bekerja dulu menekuni dunia telekomunikasi di TELKOM SBT. Awards yang Anda terima kemarin untuk bidang apa ? Awards yang dianugerahkan kemarin bertajuk “Pemilihan Putra putri Ramayana Se Jawa Bali 2006” dan saya terpilih sebagai JUARA-I TOP MODEL GROUP C-CASUAL. Dua hari sebelumnya saya terpilih sebagai FINALIS PEMILIHAN MODEL INDONESIA TINGKAT JAWA TIMUR 2006. Saya dapat Trophy dan Cash Money.

Dalam waktu dua hari yang merupakan relatif singkat Anda berhasil menyabet 2 Awards sekaligus, apalagi Jurinya adalah orang papan atas di dunia model, yaitu Sang Fashion Designer, Ramli. Adakah persiapan khusus ditengah-tengah kesibukan sebagai Sales Force dan sebaggai Mahasiswa ? Saya kan punya komunitas model, jadi mempersiapkan diri dengan cara sharing dengan para model yang lain. Saya selalu diberi inputan oleh rekan-rekan komunitas model saya. Kalau sudah jadi peragawan terkenal jangan lupa dengan Telkom SBT, ya, pinta Redaksi mengakhiri pembicaraan.

NURSIDIK

Senin, 06 September 2010

DGM SBT Beri Kuliah New Technology Of INFOCOM


TAHUN 2006

DGM SBT Beri Kuliah New Technology Of INFOCOM

Deputy GM TELKOM SBT, Sujito hari ini Selasa (27/6) berkenan memberi kuliah pada klas SPEEDY ONEDAY BIT TELKOM SBT angkatan ke-5 di Speedy Broadband Centre (SBC) dan Jawara Competence Centre (JCC) STO Manyar, Surabaya. Tema yang diusung dalam ceramahnya berjudul “Perkembangan Teknologi INFOCOM”. Saya bukan Dosen atau Lecturer, sebab Lecturer is the name given to university teachers, sedangkan saya hanyalah praktisi dan tenaga pengajar ‘kagetan’ belaka, katanya sambil ngakak kepada para peserta BIT yang menyebut, bahwa yang mengisi kuliah berikutnya adalah DGM TELKOM SBT.

Peserta BIT Angkatan ke-5 ini terdiri dari para koordinator mitra outsourching d iseluruh STO Surabaya Metro dan perwakilan mitra Catel. Sujito mengatakan, bahwa kalau dulu masyakat disajikan komunikasi berupa voice, tapi saat ini sudah lebih dari hanya sekedar voice, sebab bermacam data bisa diaccess tanpa harus datang ke lokasi termasuk nonton film. Lantas kalau dulu kita harus ke bioskop, sedangkan sekarang sudah bisa diaccess dari rumah. Jangan heran kalau mobilitas customer begitu cepatnya dan tidak akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan data. Sampai dapat mengerjakan segala pekerjaan kantor sambil memimpin rapat, dimana hal ini dimungkinkan hanya dengan memanfaatkan perubahan technology terkini.

Perubahan teknologi tentu akan diikuti oleh perubahan kebutuhan customer. Dulu customer diberi pilihan dari bermacam product yang disediakan perusahaan, namun saat ini perusahaan harus menyediakan sesuai kebutuhan customer. Konsep CUSTOMER DRIVEN ataupun CUSTOMER CENTRIC COMPANY adalah yang sangat tepat untuk disajikan di era teknologi yang semakin maju dan semakin kompetitif, lanjutnya.

Menyikapi hal tersebut, maka TELKOM harus berubah, tak terkecuali Mitra yang selama ini berdampingan dalam bisnis, dalam mendongkrak kinerja dan dalam memajukan perusahaan. Kalau perusahaan ini layu, maka Mitra juga kena dampaknya. Mari kita semua sama-sama berubah, sedangkan SPEEDY merupakan salah satu product kita dalam menghadapi perubahan ini, untuk itu SPEEDY ini harus kita kelola (manajemeni) dengan baik dan profesional.

Sujito dalam kesempatan tersebut selain banyak menyinggung masalah perubahan dan perkembangan teknologi INFOCOM, juga banyak memberikan referensi tentang kondisi persaingan bisnis INFOCOM dewasa ini yang sudah pada tingkat HEAD TO HEAD, dan mengajak para peserta BIT untuk selalu mewaspadai pergerakan kompetitor.

NURSIDIK

Para AR Telkom SBT Dengarkan Pengarahan ASMAN


TAHUN 2006

Para AR Telkom SBT Dengarkan Pengarahan ASMAN

Job para Account Representative (AR) memang cukup unik, dan berbeda dengan job lainnya. Untuk itulah ASMAN Wireless Sales & Promotion, Sudjoko pada hari Selasa (27/6) mengajak rapat mereka untuk meng-update strategi sesuai dengan perkembangan kompetisi terkini. Deskripsi strategi yang akan di update menurut Sudjoko akan kita rumuskan bersama.

Diharapkan agar seluruh kegiatan para AR ini akan terfokus untuk mensupport kegiatan Sales, sehingga mampu menghasilkan kontribusi terhadap Sales Growth yang significant, apalagi Trend Sales POTS akhir-akhir ini kurang menggembirakan ketimbang Trend Sales Non POTS seperti Flexi dan Speedy yang memang semakin menguat mampu meraih Market Share dengan cukup significant.

Para AR ini secara rutin memang berkumpul setiap hari Selasa di Ruang Marketing, sehingga pertemuannya sendiri disebut dengan Pertemuan Selasaan. Mereka saling sharing dan selalu aktif untuk melakukan kegiatan penjualan dan mencapai target penjualan yang ditetapkan. Diharapkan dapat mewakili perusahaan melalui telpon, memiliki hubungan baik dengan customer, dan memelihara serta memperluas relasi customer.

Mereka para tak jarang AR juga membantu dalam kegiatan penjualan di showroom, dalam hal ini di Plasa Telkom yang tersebar di beberapa lokasi strategis. Jika memungkinkan, maka para AR juga melayani customer yang datang, membina hubungan baik dengan customer dan menjelaskan dengan baik produk yang ada di showroom Plasa TELKOM. Kami, lanjut Sudjoko akan senantiasa me retain Customer, sedangkan disisi lain mensupport kegiatan Sales.

Di era persaingan yang semakin ganas ini, maka konsep building strong customer relationship and aggressively develop akan dikembangkan fungsinya ialah untuk mensupport Marketing and Sales, sehingga sekali lagi akan memperoleh Growth yang bagus. Hanya kreativitas dan inovasi yang mampu mengantisipasi pergerakan kompetitor.

NURSIDIK

Marketing TELKOM SBT Bidik Toko Buku


TAHUN 2006

Marketing TELKOM SBT Bidik Toko Buku

Tanpa inovasi, kreatifitas dan work hard, maka seorang marketer / sales force akan dilibas dengan mudah oleh pesaingya. Demikian juga dengan fungsi marketing dan sales tak akan banyak artinya. Kegiatan memanajemeni salesforce di Dinas Marketing SBT selalu terkawal day by day dalam bentuk laporan pemasaran. Kini kami akan membidik Toko Buku untuk mendirikan outlet, kata Sudjoko Asman Wireless Sales & Promotion sambil menunjukkan lokasi-lokasi yang akan dibidiknya, Senin (26/6) di Ruang Marketing Surabaya.

Beberapa valuables reosources kami kerahkan untuk menguasai market share di Surabaya, sebab tanpa itu tentu para competitor akan merebutnya. Para Sales Force POTS dan Non POTS setiap harinya selalu melakukan kegiatan door to door, office to office, mall to mall berkeliling di penjuru kota yang telah termanajemeni dengan baik, laporanpun rutin tiap hari dilakukan (Daily Report). Sambil memaintain para Sales Force ini, maka kami akan mencari peluang di Toko Buku yang jumlahnya cukup banyak. Tujuannya adalah untuk promosi dan penjualan, serta penetrasi.

Biasanya disetiap toko buku banyak dikunjungi oleh komunitas pelajar, mahasiswa dan para intelektual. Hampir setiap toko buku selalu memiliki event-event khusus, seperti event tahun ajaran baru, serta isu-isu actual tentang dunia pendidikan pada umumnya. Disini kami mencoba mencari sisi Sales Advantages dengan menggali dalam mendapatkan peluang promo dan penetrasi produk.

Kolaborasi antara promo, sales force dan marketing itu sendiri juga memiliki daya tangkal terhadap pergerakan kompetitor. Kami selalu berusaha mengubah persepsi konsumen agar terdorong untuk selalu menggunakan produk TELKOM ketimbang kompetitor. Dukungan dunia pendidikan lebih powerfull dan cepat dalam mempersepsi sebuah produk, tambahnya.

NURSIDIK