Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"
Tampilkan postingan dengan label WAWANCARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WAWANCARA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 September 2010

Kritik Pahit itu Obat Mujarab


TAHUN 2006

Kritik Pahit itu Obat Mujarab

Ini era keterbukaan, bukan jamannya lagi saling tertutup dan juga alergi terhadap kritik serta beda pandangan. Apalagi, pucuk pimpinan TELKOM pun telah menegaskan pentingnya open communication agar arus komunikasi di dalam perusahaan dapat berjalan baik sehingga tidak ada komunikasi tersendat yang dapat menimbulkan prasangka. Dalam pelaksanaan open communication ini, para jurnalis internal memiliki peran sangat penting.

“Tulisan saya pernah dibredel. Tulisannya memang pahit, menyentil manajemen, namun sebenarnya merupakan realitas yang faktual. Saya pikir ini akan menjadi obat mujarab, tetapi kenyataannya malah dibredel. Padahal, tulisan yang ‘manis’ terus justru bisa jadi racun yang berbahaya,” ujar Nursidik.

Nursidik, adalah salah satu jurnalis internal andal yang dimiliki TELKOM saat ini. Karyawan dengan NIK kepala 56 ini bertugas di Kator Datel Surabaya Timur yang memiliki aktivitas kehumasan cukup pada setiap harinya. Produktivitasnya yang tinggi dalam menghasilkan berita untuk portal berita internal membawanya terpilih sebagai pemenang pertama NewsAward 2006.

“Secara manusiawi, tentu saja saya senang campur bangga bahwa hasil kerja selama ini tidak sia-sia. Namun secara kedinasan, reward ini merupakan tantangan tersendiri yang harus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Nursidik yang akan mendapat hadiah berupa perjalanan ke Singapura atas keberhasilannya tersebut.

Cukup banyak suka-duka yang dirasakan Nursidik dalam menjalani tugasnya ini. Selain senang saat diakui dengan penghargaan dari manajemen, Nursidik juga mengakui, perannya ini telah membuat hampir seluruh karyawan termasuk senior leaders di Datel SBT mengenal dirinya. Mereka selalu membantu Nursidik dengan menginformasikan setiap ada kegiatan di unit kerja masing-masing untuk diliput.

Salah satu keunggulan Nursidik dalam membuat berita adalah, hampir selalu mengirimkan berita itu pada hari yang sama dengan hari berlangsung kegiatan tersebut. Sepertinya, tidak ada kamus menunda pengiriman berita hingga keesokan harinya, apalagi mengingat media yang digunakan untuk publikasi berita internal adalah portal web yang pengkiniannya bersifat menit atau jam.

“Bos saya terdahulu dan saat ini memang menargetkan setiap hari harus ada satu berita, tetapi realisasinya bisa lebih dari itu. Awalnya sih sulit namun karena sudah punya framework of news semua jadi mudah. Kemana-mana saya harus menenteng laptop, kalaupun tidak bisa saja pinjam komputer teman. Yang penting, beritanya harus aktual,” papar Nursidik.

Ada saran pak untuk para jurnalis internal yang masih yunior? Nursidik yang selalu tampak serius ketika sedang membuat berita namun segera kembali berperangai ceria ketika berita itu telah selesai dibuat mengajak kita semua memahami bahwa internal communicaiton merupakan wahana untuk saling berbagi informasi. “Maka, manfaatkanlah semaksimal mungkin karena banyak wacana dan best practice yang dapat diambil dari sebuah berita di suatu unit kerja. Informasi itu memiliki value yang dapat dipakai sebagai benchmark bagi pembacanya,” jelas Nursidik.

Selamat pak, tetap semangat! (MP-135) *

Rabu, 15 September 2010

Yusuf Budi Mulia : Saya Tak Pernah Janji Ke Manajemen, Tapi Alhamdulillah Berhasil !


TAHUN 2006

Yusuf Budi Mulia :

Saya Tak Pernah Janji Ke Manajemen, Tapi Alhamdulillah Berhasil !

Peluk cium dan jabat tangan ucapan selamat mewarnai usainya perlombaan MFQ Karyawan di Museum Negeri Propinsi DIY Sono Budoyo Unit-II Dalem Condro Kiranan Yogyakarta, Kamis (24/8). Setelah berlaga pada dalam Lomba MFQ babak final ini Yusuf Budi Mulia (Kafilah DIVRE-V) berhasil meraih emas dengan score tertinggi 1275.

Reporter Jurnal Man lalu mengajak bincang-bincang sekitar 10 menit dengan Sang JAWARA di luar ruangan, dan waktu yang Reporter diminta tersebut dipenuhi. Saya tak pernah memberi janji muluk kepada Manajemen. Semua itu saya pasrahkan kepada “Yang Diatas”, katanya.

Dalam lomba ini, kami tak pernah memikirkan jadi juara, dan perlu dicatat, bahwa juara bukanlah tujuan akhir kami, sebab yang paling esensi adalah bagaimana kita-kita ini mampu mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, lanjutnya sambil mengangkat kopyahnya dan memasangnya kembali.

Pengertian kata pasrah kepada “Yang Diatas” apakah katanya nanti aja, gitu ? Oh, tidak dong,…yang saya maksud pasrah disini, ialah kita tetap berusaha dengan melakukan persiapan latihan secara intensif. Lalu Yang Diatas, yaitu Allah SWT adalah Yang Maha Menentukan atas segalanya. Jadi saya cenderung ke proses ketimbang hasilnya, kalau prosesnya sudah benar, maka hasilnya ya, … saya serahkan (pasrahkan) kepada Allah SWT, jawabnya. Terimakasih ya, dan sekali lagi selamat. Ok, sama-sama, Pak !***

Jumat, 16 Juli 2010

SBU : Testimoni Peserta TOT BLC Bagi Pengusaha WARNET


TAHUN 2010

Selesai sudah pelatihan TOT (Training Of Trainers) bagi 20 Pengusaha WARNET di BLC (Broadband Learning Center) CS-SBU, Jln. Mergoyoso 1-3, Surabaya, Kamis (24/6). Dengan selesainya pelatihan TOT ini, maka para Pengusaha WARNET sebagai “Kepanjangan Tangan” TELKOM Speedy siap untuk menularkan ilmu hasil pelatihan TOT ini kepada beberapa komunitas disekitarnya.

Kesiapan para peserta untuk menularkan ilmunya kepada beberapa komunitas disekitarnya nampak jelas dari hasil testimoni yang dipandu oleh Instruktur dari TELKOM, Eri Susanto. Mereka ditanya oleh Eri satu persatu tentang apa langkah selanjutnya setelah mengikuti TOT ini. Jawabanpun bervariasi, ada yang ingin membidik ibu-ibu rumah tangga agar tidak GAPTEK, sehingga akan memberikan nilai tambah bagi ibu-ibu, misal sudah dapat mencari resep masakan cukup dengan browsing dan searching saja.

Ada juga yang akan menggarap segmen pelajar dan guru, karang taruna dan segmen anak muda yang tidak mampu. Untuk yang terakhir ini, yaitu segmen anak muda yang tidak mampu diungkapkan oleh Udin, pengusaha WARNET ”AR-ROUDLOH”, Surabaya. Saya membidik segmen ini sebab ada unsur pendidikan dan unsur CSR (Community Social Responsibility). Ada sekelompok pemuda yang tidak mampu melanjutkan kuliah, akan saya BIT materi ini yang harapannya ialah mereka mampu mandiri, jelas Udin.

Seperti diberitakan kemarin, bahwa TOT ini dasarnya adalah Kesepakatan Bersama Nomor : K.TEL. 45/HKB10/DCS2-C2000000/2010 tanggal 8 Juni 2010 Tentang : Implementasi WARNET Sebagai Broadband Learning Center. Dengan selesainya pelatihan TOT ini, maka diharapkan akan terbentuk BLC MANDIRI di 4 Wilayah dan Kota, yaitu Gresik, Sidoarjo, Surabaya Selatan dan Surabaya Utara. Dari hasil testimoni tersebut, maka TELKOM Speedy semakin optimis mampu melakukan penetrasi dengan jangkauan yang lebih luas secara ”smart”, yaitu melalui kemitraan dengan para Pengusaha WARNET tersebut. **bukan-diksi.

FOTO : Tampak Udin sedang menjelaskan programnya kepada Eri Susanto. (24/6).

Senin, 12 Juli 2010

KEPERCAYAAN PEMKAB SDA KEPADA TELKOM UNTUK MENYEMPONSORI PELAKSANAAN GRAND FINAL “ GUK & YUK TAHUN 2005 “


TAHUN 2005

WAWANCARA EKSKLUSIF dengan Peserta GUK & YUK SDA.

Saat ini sedang berlangsung Ajang Miss World 2005 di Negri China sana, dimana Indonesia mengirimkan satu wakilnya, Di Kota Udang Sidoarjo tidak mau kalah Hari ini Tanggal 5 Desember 2005 Kota Sidoarjo mempunyai gawe besar yaitu Grand Final pemilihan GUK & YUK Tahun 2005.

TELKOM SIDOARJO diberi kepercayaan oleh Pemkab untuk menjadi seponsor dalam pelaksanaan pemilihan GUK & YUK Sidoarjo Tahun 2005.
Reporter Nayaw sempat mewawancari ketua Panitia Sdr. BAMBANG PAMUNGKAS bahwa peserta sebelum Final sebnyak 82 orang yang terdiri dari masing masing Kecamatan yg ada di Sidoarjo, menurut Bambang setiap Kecamatan harus mengirim minimal 5 orang dan babak penyisihan sudah dilakukan selama 4 Hari dan sekarang Sisa 20 Orang yg terdiri dari 10 Orang Pria dan 10 Orang wanita, ke 20 orang ini nati malam ttanggal 5 Desember 2005 bertempat di Pendopo Kabupaten akan di uji kemampuannya baik pengetahuan umum maupun wawasanya mengenai Kota Sidoarjo oleh para dewan juri yg berasal dari Tingkat I maupun Tingkat II.
Namun sebelum mereka mengikuti Grand Final para peserta di kirab keliling Kota Sidoarjo yg di iringi oleh Bendi Flexi, kendaran dan sepeda motor FLEXI Telkom Sidoarjo, adapun rute yng dilalui adalah : Start dari Pendopo Sidoarjo menuju Jlan Gajah Mada terus Pasar Larangan melewati Jalan Diponogoro dan Finish di Pendopo lagi.
Reporter Nayaw juga sempat mewawancari salah satu peserta yaitu Adik RISKIE dari Kecamatan Candi dan pasangannya Adik ENDRA dari Kecamatn Krian, dalam wawancara itu reporter sempat bertanya mesalah Flexi dan langsung disambut dengan penuh semangat, Adik RISKIE sudah sangat pamilier dengan Flexi karena keluarganya sudah 2 Tahun menggunakan Flexi, tapi menurut RISKIE kenapa akhir akhir ini selalu terjadi Drop Call, langsung reporter jawab bahwa saat ini sedng ada penmbahan BTS di beberapa lokasi sehingga asih dalm proses normalisasi.

Di Kota Udang Sidoarjo FLEXI sudah memasyarakat dan hampir semua penduduk Sidoarjo sudah menggunakan Produc CDMA milik TELKOM dikarenakan tarifnya yang murah, namun kadang kadang masih ada keluhan di beberapa desa yg sinyalnya sangat kecil dan ini merupakan tantangan bagi Management Telkom untuk lebih meningkatkan kualitas dari pada FLEXI.

By suar sda

SBT : Bincang-Bincang Dengan 2 Pemenang Karya Tulis Karyawan


TAHUN 2005

INOVASI.
Lomba karya tulis karyawan sebagai bagian dari inovasi dan motivasi membaca literature memang pantas digelar, sebab antara nalar yang dipadukan dengan teori dan praktek akan terasah bak pedang samurai. Perpaduan antara nalar (kondisi riil), teori dan praktek akan merupakan sebuah power bagi seorang karyawan yang keseharian bergelut dan bergulat dengan tugas rutin. Lomba karya tulis DIVRE-V yang telah diumumkan pemenangnya pekan kemarin menetapkan 4 kategori, yakni Analisa Cost, Analisa Kompetitor, Analisa Produk dan Analisa Pelanggan.

Saya hanya ingin keluar dari rutinitas, kata Marnoto yang memenangkan lomba ini karya tulis karyawan dalam kelompok individu kategori “Analisa Kompetitor” dengan judul “Mampukah Telkom Flexi Bersaing di Pasar”. Dari lomba ini, banyak hal-hal yang substansi terangkat semua, dimana sebelumnya hanya merupakan bola salju atau gunung es saja.

IDE & INSPIRASI.
Berbagai cara dalam keluar dari rutinitas, ada yang dalam bentuk refreshing, namun membaca dan menulis juga merupakan alternatif lain yang mungkin untuk sebagian orang dianggap paling bermanfaat, sebab bisa jadi akan ngelink dengan job yang digeluti.

Beberapa literature rujukan mau tak mau harus saya pelototin, walau agak lama tapi khan ada seni tersendiri, yaitu seni hidup dalam membunuh kejenuhan, tambahnya. Akan menjadi kepuasan tersendiri apabila karya tulis kita menjadi inspirasi manajemen dalam mengelola perusahaan. Inilah kelebihan dari lomba karya tulis, selain mengembangkan buah pikir dan ide, juga dapat menginspirasi.

KAJIAN.
Hal senada diungkapkan oleh Handoyo, pemenang Karya Tulis Karyawan untuk Tim/Kelompok. Saya yakin Hasil Karya Tulis ini nantinya dapat dijadikan bahan inspirasi, referensi dan kajian lebih lanjut oleh manajemen.
Handoyo bersama kedua rekannya, yaitu Nur Rahmad dan Dedi Komara memenangkan karya tulis kelompok dengan kategori “Analisa Pelanggan”, berjudul “Program Customer Relationship Management Untuk Menekan Cabutan Pelanggan POTS”. Juri dalam lomba ini ada 6, yaitu 2 dari STMB Bandung, sedangkan yang 4 orang dari internal DIVRE-V.
Tema yang disajikan memang sedang ‘in’, sangat related dan memiliki korelasi yang kuat dengan kondisi persaingan saat ini. Bayangan ada di depan mata, teori yang melengkapi. Sumber cukup banyak, bagai air yang mengalir. Ketika membahas tentang tema yang sedang ‘in’, maka semangat dan antusias tiba-tiba muncul begitu saja.
GOAL 3010.
Lebih jauh, Handoyo mengatakan, bahwa di Telkom secara umum banyak orang yang tahu permasalahan, tetapi hanya sedikit orang yang berani menindak lanjuti. Mungkin termasuk dalam Karya Tulis di Telkom sebenarnya banyak ahlinya, namun belum banyak orang memulainya. Jika hal ini dilembagakan maka saya yakin banyak karya ilmiah yang mampu menyumbangkan kontribusi yang tidak sedikit dalam memenangkan persaingan & mempercepat sukses telkom Goal 3010. • NURSIDIK

Sabtu, 10 Juli 2010

Para Manager SBT Memandang Optimis Tahun 2006






Orang bijak mengatakan, bahwa optimis adalah sebagian dari keberhasilan. Itulah sebabnya para Senior Leader pengelolah bisnis Telkom di kawasan Surabaya Timur, yaitu para Manager SBT yang merupakan andalan penggerak utama (Prime Mover) Sang General Manager dan Deputynya juga memandang optimis, bahwa TELKOM SBT pada tahun ‘anjing’ 2006 depan akan menuai sukses lagi sebagaimana sukses 2005 dimana Revenue mampu ditembus diatas satu trilyun.

Apa pendapat para Manager yang memiliki jelajah SBT area ? Manager Keuangan, Kan Kan Iskandar melihat walau kondisi ekonomi Indonesia masih lesu akibat kenaikan BBM diikuti mengurangnya daya beli (purchasing power) masyarakat, namun ia optimis saja. Bukankah tahun 2005 ini lesu juga ? Toh, SBT mampu merealisasikan mimpinya ! Ini bukan keajaiban alam, tetapi seluruh jajaran benar-benar melaksanakan amanah, InsyaAllah barokah.

Disisi lain Manager Ophar, Tri Agus Joko Kuncoro menyatakan kesiapannya untuk mensukseskan ‘all achievement’ yang merupakan target unitnya. Dari sisi jaringan, kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya, walau ‘cost’ operasi dan pemeliharaan ini cukup tinggi, bagi kami tak masalah, yang penting demi peningkatan pelayanan, dan pelangganpun puas, tak lari kemana-mana.

Sementara Manager Pran, Arief Setiawan memang harus menguras otak habis-habisan dalam melakukan perencanaan di era kompetisi yang semakin ganas ini, walau pihaknya tetap optimis. Jajaran kami melakukan ‘berhitung’ hingga detil soal ini. Kami hati-hati dalam membuat ‘forcast’, sebab kondisi persaingan dapat berubah mendadak.

Kami tak mau perusahaan ini menjadi semacam ‘circle of death’ atau lingkaran kematian, kata Manager Customer Service, Gatot Indra di ruang kerjanya. Jadi senjatanya adalah excellent service demi kepuasan pelanggan. Kalau kita kehabisan pelanggan mau apa ? Untuk itu jangan heran, kalau kami selalu mewanti-wanti terutama kepada petugas Customer Service di beberapa Plasa Telkom, agar melayani mereka dengan cinta. Tak jarang kami mendatangkan instruktur yang berkelas internasional untuk terus dan terus membimbing Custoemr Service kami.

Marnoto, selaku Manager Marketing mengatakan, bahwa yang menjadi dilema bagi kita, bahwa pada kondisi bisnis yang penuh persaingan ini, berbisnis secara etis. Jadi nggak usah pakai etis-etisan lah, katanya. Kami memasarkan secara ‘all-out’ tahun ini. Rencana tahun depan, yaitu 2006 akan lebih kami ‘boomingkan’ lagi. Kami akan poles strategi kami, agar nampak etis, gitu aja.

Manager TELKOM Sidoarjo, Mulyadi menyampaikan hal yang senada, bahwa kompetitor sudah ‘membumi’ dan hingar bingar di kota udang Sidoarjo. Sejauh ini kami berhasil ‘compete’ dengan cukup lancar. InsyaAllah tahun depan dengan segala antisipasi akan lebih lancar lagi. Untuk membangun brand dan corporate image, akan kami gencarkan outlet, pokoknya lebih seru deh.

Manager TELKOM Mojokerto, Arif Irvansah mengatakan, bahwa dalam praktek bisnis tidak ada seorang pebisnis yang ingin rugi. Apalagi kita selalu menghadapi ketidakpastian, maka hanya ada satu kata, yaitu ‘lawan’ pesaing kita dengan strategi jitu. Bahkan kompetitor ini sudah menjamur di kota ‘onde-onde’ ini. Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman sudah kami perhitungkan.

Kota Kabupaten dan Kecamatan nampaknya menjadi incaran kompetitor, sampai ke wilayah Jombang yang terkenal dengan ‘kota pesantren’ kelahiran mantan Presiden RI, Gus Dur. Manager TELKOM Jombang, Sutimin setelah ‘mencium’ bau tak sedap dari kompetitor terus memasang kuda-kuda. InsyaAllah tak ada yang perlu dikhawatirkan untuk Jombang, kami akan menjelajah seluruh pelosok, dan kami optimis, bahwa tahun 2006 masih ada dipihak keunggulan SBT Area.

Sebagai orang support, InsyaAllah akan kami dukung seluruh jajaran dalam melakukan ‘serangan’ hingga ke ‘battle field’, kata Manager Support, Suroso. Dengan dukungan penuh ini, maka seluruh jajaran “Jelajah Wilayah SBT” atau “SBT Area” akan melakukan ‘do the best’ sehingga tetap ‘always the best’ di tahun 2006 nanti. Orientasi kita memang Profitabilitas, sebab usaha apapun di dunia ini pasti ingin untung.

Kalau saya selalu optimis, feedback sepahit apapun akan saya terima, kata Manager UPIM, Indratmoko. Dalam kompetisi, maka kata ‘feedback’ akan menjadi senjata ampuh bagi jajaran UPIM. Kami selalu merevitalisasi Unit UPIM agar selalu mampu bersaing di tahun mendatang.

Kebangkitan IT di TELKOM yang mengobarkan semangat kami, dan jajaran kami siap berkompetisi sampai kapanpun, kata Manager USI, Taufik Budi Tamtomo. Kompetitor tak akan mampu ‘membius’ TELKOM, selama IT yang kita miliki dengan segala infrasrtukturnya tetap termaintain dan selalu ‘survive’.

Aktivis Serikat Karyawan sekaligus Manager UPMB, Wibowo Sugiharto meminta seluruh jajaran agar tetap mempertahankan TELKOM tetap milik kebanggaan ‘Merah Putih. Jangan takut bersaing, pesannya. Dari sisi Cash Collection, jajaran kami siap mendongkrak kinerja SBT lebih bagus. Kita “One Team” yang kuat, semoga tahun depan lebih cerah lagi.

Manager UPNA, Joko Subagyo yang selalu aktif mengikuti dinamika perkembangan teknologi Network mengatakan, bahwa tahun depan diramalkan teknologi yang satu ini mengalami perkembangan yang pesat. Kami hanya melihat begitu besarnya potensi sumberdaya di TELKOM, sehingga secara jujur untuk tahun 2006 menurut saya merupakan tahun yang masih berpihak ke kita.

Semoga Imagine TELKOM SBT tahun 2006 nanti sukses, kita akan mengulang kilas balik kisah sukses seperti di tahun 2005. Impian 2006 adalah : 1, 350 Trilyun, Sales 1 juta pelanggan dan Customer Satisfaction Index adalah 80 %.  NURSIDIK