Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"
Tampilkan postingan dengan label PROFIL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROFIL. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 September 2010

Kritik Pahit itu Obat Mujarab


TAHUN 2006

Kritik Pahit itu Obat Mujarab

Ini era keterbukaan, bukan jamannya lagi saling tertutup dan juga alergi terhadap kritik serta beda pandangan. Apalagi, pucuk pimpinan TELKOM pun telah menegaskan pentingnya open communication agar arus komunikasi di dalam perusahaan dapat berjalan baik sehingga tidak ada komunikasi tersendat yang dapat menimbulkan prasangka. Dalam pelaksanaan open communication ini, para jurnalis internal memiliki peran sangat penting.

“Tulisan saya pernah dibredel. Tulisannya memang pahit, menyentil manajemen, namun sebenarnya merupakan realitas yang faktual. Saya pikir ini akan menjadi obat mujarab, tetapi kenyataannya malah dibredel. Padahal, tulisan yang ‘manis’ terus justru bisa jadi racun yang berbahaya,” ujar Nursidik.

Nursidik, adalah salah satu jurnalis internal andal yang dimiliki TELKOM saat ini. Karyawan dengan NIK kepala 56 ini bertugas di Kator Datel Surabaya Timur yang memiliki aktivitas kehumasan cukup pada setiap harinya. Produktivitasnya yang tinggi dalam menghasilkan berita untuk portal berita internal membawanya terpilih sebagai pemenang pertama NewsAward 2006.

“Secara manusiawi, tentu saja saya senang campur bangga bahwa hasil kerja selama ini tidak sia-sia. Namun secara kedinasan, reward ini merupakan tantangan tersendiri yang harus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Nursidik yang akan mendapat hadiah berupa perjalanan ke Singapura atas keberhasilannya tersebut.

Cukup banyak suka-duka yang dirasakan Nursidik dalam menjalani tugasnya ini. Selain senang saat diakui dengan penghargaan dari manajemen, Nursidik juga mengakui, perannya ini telah membuat hampir seluruh karyawan termasuk senior leaders di Datel SBT mengenal dirinya. Mereka selalu membantu Nursidik dengan menginformasikan setiap ada kegiatan di unit kerja masing-masing untuk diliput.

Salah satu keunggulan Nursidik dalam membuat berita adalah, hampir selalu mengirimkan berita itu pada hari yang sama dengan hari berlangsung kegiatan tersebut. Sepertinya, tidak ada kamus menunda pengiriman berita hingga keesokan harinya, apalagi mengingat media yang digunakan untuk publikasi berita internal adalah portal web yang pengkiniannya bersifat menit atau jam.

“Bos saya terdahulu dan saat ini memang menargetkan setiap hari harus ada satu berita, tetapi realisasinya bisa lebih dari itu. Awalnya sih sulit namun karena sudah punya framework of news semua jadi mudah. Kemana-mana saya harus menenteng laptop, kalaupun tidak bisa saja pinjam komputer teman. Yang penting, beritanya harus aktual,” papar Nursidik.

Ada saran pak untuk para jurnalis internal yang masih yunior? Nursidik yang selalu tampak serius ketika sedang membuat berita namun segera kembali berperangai ceria ketika berita itu telah selesai dibuat mengajak kita semua memahami bahwa internal communicaiton merupakan wahana untuk saling berbagi informasi. “Maka, manfaatkanlah semaksimal mungkin karena banyak wacana dan best practice yang dapat diambil dari sebuah berita di suatu unit kerja. Informasi itu memiliki value yang dapat dipakai sebagai benchmark bagi pembacanya,” jelas Nursidik.

Selamat pak, tetap semangat! (MP-135) *

Sabtu, 18 September 2010

Hobiku Volley Ball, Puasa Libur Latihan


TAHUN 2006

Hobiku Volley Ball, Puasa Libur Latihan

Masih puasa,….??? InsyaAllah ! Hobinya apa ? Saya paling senang berolahraga Volley Ball, sedangkan anak saya tidak sama, ia lebih senang olahraga sepak bola, demikian penuturan penerima The Best Mitra Security, Slamet Hartoyo sehabis sift malam yang sudah ganti pakaian non PDH. Slamet keseharian berjaga di POSKO SAS Gedung OPMC TELKOM SBT Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Lelaki kelahiran Trenggalek kelahiran 30 September 1965 ini merupakan SATPAM Teladan 2006 yang rewards-nya telah diserahkan oleh Manajemen DIVRE-V berapa waktu yang lalu, saat upacara Hari Bhakti Postel. Ketika di SBT Slamet hanya Juara-2, tetapi peringkat tersebut naik, ketika dinilai oleh Tim Divre-V, yang tentu melalui proses seleksi ketat.

Saya hanya bersyukur kepada Allah SWT atas karunia kesehatan, sehingga saya dapat melaksanakan tugas sebagai SATPAM dengan baik, sehat jasmani dan rokhani. Saya juga berterimakasih kepada Manajemen yang telah menganugerahkan saya rewards, yang tentunya merupakan kebanggaan sekaligus tantangan untuk bekerja lebih baik lagi.

Saya pernah bertugas di Ponorogo selama 4 bulan, di KANCATEL Sidoarjo selama 1 tahun, kemudian ditarik di TELKOM SBT Metro hingga sekarang. Anak saya sebenarnya 3 orang, tetapi yang nomor 2 meninggal dunia saat baru lahir. Saya dengar anak Bapak ada yang mendapat beasiswa dari TELKOM ya...?, tanya Redaksi. Benar, yaitu cewek yang kini sudah klas 4 SD. Alhamdulillah,…….***(NURSIDIK)***

Rabu, 15 September 2010

CSR TELKOM SBT Maju Ke Tingkat Nasional


TAHUN 2006

CSR TELKOM SBT Maju Ke Tingkat Nasional

Alhamdulillah saya akan ikut seleksi CSR (Customer Service Representative) Tingkat Nasional di Bandung, kata Aning panggilan akrab dari Mbak Suryaning Nurhayati kepada Reporter ditengah-tengah acara Customers Day yang berlangsung di Plasa Telkom Darmo, Jln. Kapuas 59, Surabaya, Senin (4/9).

Alumni S-1 F-MIPA Jurusan Pendidikan Kimia UNESA Surabaya (dulu bernama IKIP) ini ketika berbincang dengan Reporter mengatakan, bahwa dirinya bersama dengan 2 CSR rekannya terpilih mewakili DIVRE-V untuk maju mengikuti seleksi tingkat Nasional di Corporate Office, Bandung. Untuk Tingkat DIVRE-V, Aning masuk rangking ke-2, sedangkan rangking pertama adalah rekan CSR dari KANDATEL Madiun, dan rangking ke-3 dari KANDATEL Malang.

Aning yang asli Arek Suroboyo dan menguasai Bahasa Inggris ini mulai bergabung di Plasa Telkom Darmo sejak 7 Juli 2005. Baginya tidak menduga bisa terpilih sebagai peringkat ke-2, sebab pengalamannya yang hanya baru setahun. Tetapi menurutnya banyak sukanya bekerja disini, pasalnya ialah lingkungan kerja yang kondusif, serta Team Work yang solid.

Banyak sukanya di Plasa Telkom Darmo ini, sebab saya tidak bekerja sendiri, tetapi merupakan Team Work yang kompak. Segala kesulitan selalu ada solusi jika diantara kami yang di front room dan di back room saling kerjasama dengan baik. Setiap pagi sebelum memulai pekerjaan, kami selalu melakukan Patriot 135, sehingga ada sharing info dan kekompakan selalu terpelihara.

Dukanya sih sedikit, terhadap semua kastemer yang kritis sekalipun, selalu dapat kami solusikan dengan koordinasi sesama Team disini. Disiplin ilmu Anda adalah Kimia, ada nggak hubungannya dengan Customer Service, Tanya Reporter. Saat sekolah, kami pernah dapat mata kuliah psikologi, soalnya di IKIP kan sekolah Ilmu Keguruan. Mata kuliah psikologi inilah berkaitan erat dengan Human Being alias kehidupan manusia, jawab singkat gadis single empunya hobi memasak. Selamt deh !

NURSIDIK

Jumat, 03 September 2010

Dokter Muda Relawan Gempa Jogja Dari Rumah Zakat, Lincah !


TAHUN 2006

Dokter Muda Relawan Gempa Jogja Dari Rumah Zakat, Lincah !

Masih muda belia berpostur agak atletis dan penampilan anak muda, ia masih dinas aktif di RSAL Surabaya (Rumah Sakit Angkatan Laut : Red). Dialah dr. Alief ! Saat SEKAR TELKOM DPW-V mengirimkan relawan Gelombang-I, dr. Alief sesekali meluncur semobil dengan Reporter, termasuk dr. Dimas rekannya seprofesinya. Banyak duka dan hikmah yang dipetik dari musibah ini, baik sebagai relawan apalagi sebagai korban musibah, katanya.

Dokter yang kemana-mana selalu membawa kitab suci Al-Qur’an ukuran mini ini aktif juga dalam kegiatan sosial kemanusiaan yang tergabung dalam Rumah Zakat (RZ). dikatakan, bahwa Gempa di Yogyakarta merupakan bencana alam terbesar kedua setelah tsunami tahun 2004, korban tewas sebanyak 5.782 (Depsos, 5 Juni 2006). "Rekor" musibah terbesar masih dipegang gempa dan banjir tsunami yang menyapu Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, dan menewaskan sekitar 170.000 orang, Desember 2004 lalu. Bulan Maret 2005, gempa mengguncang Nias dan menewaskan sekitar 1.000 orang.

Relawan Gelombang-I Gempa Jogja ini bekerja keras memberikan bantuan pengobatan di posko-posko kesehatan RZ yang ada dibeberapa titik gempa tanpa mengenal lelah, bersama beberapa tenaga medis dan paramedis rekannya. Obyek aksi tertinggi adalah di Bantul dan sekitarnya. Imogiri, merupakan salah satu kecamatan yang berada di daerah Kabupaten Bantul. Kawasan Imogiri termasuk yang paling parah mengalami kerusakan akibat gempa akhir pekan silam. Korban tewas mencapai 3.500 lebih. Untuk mengatasi masalah ini, banyak aksi yang dilakukan.

Secara umum bantuan kesehatan untuk masyarakat korban gempa sudah cukup memadai. Penanganan kesehatan lebih banyak untuk menangani penyakit-penyakit "khas" pasca bencana, seperti diare, gejala tiphus, myalgia, ISPA, dll. Sesekali jika ada waktu luang, dr. Alief membuka Al-Qur’annya dan dibaca dalam hati, Saluut…!!

NURSIDIK

Minggu, 29 Agustus 2010

Profil GM Datel SBT, Badriyanto


TAHUN 2006

Profil GM Datel SBT, Badriyanto
Sejuta Sales untuk Telkom Goal

Proaktif, itulah salah satu perwujudan paradigm shift yang harus dilakukan Telkom di era kompetisi seperti sekarang ini. Perusahaan kita tercinta ini tidak lagi berada dalam naungan monopoli, maka pasar haruslah didekati secara proaktif agar dapat bertahan dan tetap menjadi pemimpin di industri yang kita jalani. Sikap proaktif itu pula yang coba dibangun oleh Kandatel Surabaya Timur (SBT).
“Sejak Januari 2006 lalu, kami telah mencanangkan program Sejuta Pelanggan untuk mengejar target revenue di SBT. Program ini tentu saja juga dalam rangka menyukseskan RKAP 2006 dan target Telkom Goal 135-3010 yang dicanangkan perusahaan. Ini adalah bukti kecintaan kami kepada perusahaan dan juga kepada perusahaan,” ujar GM Datel SBT, Badriyanto.
Pria kelahiran Tulungagung, 30 Januari 1959 ini memaparkan, Sejuta Sales itu berasal dari 900K Wireless (Flexi), 65K Wireline (POTS), dan 35K Speedy. Untuk mencapai target tersebut, Badriyanto tidak mau hanya memfokuskan pekerjaan kepada bagian pemasaran saja. Seluruh karyawan Datel SBT yang berjumlah 427 orang itu dilibatkan, termasuk para manajer bahkan DGM dan GM sendiri.
Itu sebabnya, ia pun merancang program pemasaran pada hari libur sebagai ajang pemasaran secara door to door di lingkungan kerjanya. Maka, tidak perlu aneh jika kita bisa menemui Badriyanto dan jajarannya bekerja menjajakan produk Telkom secara langsung kepada calon pelanggan pada hari Sabtu. Padahal biasanya Sabtu adalah hari libur. Menurut Badriyanto, karyawan SBT melakukan door to door pada hari Sabtu sebanyak dua kali dalam sebulan. Sementara mereka yang bekerja di bagian pemasaran tidak hanya dua kali dalam sebulan, tetapi rutin setiap Sabtu.
“Mengapa kita harus melakukan pemasaran pada hari libur? Karena berdasarkan pengamatan kami, pada hari libur itulah para decision maker biasanya ada di rumah. Jadi hasilnya akan lebih optimal daripada kita door to door pada hari kerja, dimana yang kita temui di rumah biasanya bukan para decision maker. Insya Allah, ini akan terus kita laksanakan sepanjang tahun 2006 ini,” jelas Badriyanto.
Ayah dari tiga anak hasil pernikahannya dengan Rina Karnasih ini menegaskan, tidak ada karyawannya yang mengeluh karena program ini. Badriyanto yakin, seluruh karyawannya menyadari arti penting sikap proaktif ini bagi perusahaan, dan pada akhirnya bagi diri mereka sendiri sebagai karyawan. “Jika bukan kita sendiri yang mencintai perusahaan ini, lalu siapa lagi?” tegasnya.
Berdasarkan kontrak manajemen, SBT ditargetkan mencapai Rp 1,305 T pada 2006 ini. Tantangan itu diterima oleh Datel SBT, bahkan mereka sepakat untuk merubah angka itu menjadi lebih tinggi, yaitu Rp 1,350 T. Melalui Sejuta Sales tadi, Badriyanto berharap target itu dapat tercapai. Menurut catatannya, revenue SBT pada Januari dan Februari ini mengalami growth revenue sebesar 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Artinya, satu lagi implementasi inisiatif strategi sebagaimana diamanatkan Telkom Summit 2005 dilaksanakan oleh SBT.
Empat inisiatif strategi yang diamanatkan Telkom Summit 2005 terdiri dari revenue growth enhancement, technology & capex management, value creation through sinergy, alliance, & partnership, serta paradigm shift. Keempat inisiatif strategi ini harus dijalankan dalam rangka pencapaian Telkom Goal 135-3010, yaitu satu tekad meningkatkan kapitalisasi pasar sebanyak tiga kali lipat dalam lima tahun. Kapitalisasi pasar itu harus mencapai US$ 30 miliar pada tahun 2010 nanti.
SBT juga telah melancarkan semangat customer centric. Selain menegaskan pihaknya telah mengeluarkan pernyataan “Layanan Tanpa Tolak”, Badriyanto juga menjelaskan, pihaknya berusaha memenuhi setiap keinginan yang dibutuhkan para calon pelanggan. Saat ini, perubahan trendnya adalah telekomunikasi dari common ke individual, dari fixed ke mobile, dan dari voice ke data. Telkom harus bisa memenuhi kebutuhan pelanggan semacam itu dengan baik.
Perubahan, bagi Badriyanto dan jajarannya di SBT, sama sekali bukan kendala. Restrukturisasi organisasi pun disambut antusias oleh mereka. Padahal, 90% karyawan di SBT tergolong senior alias berusia di atas 40 tahun. Jadi, siapa bilang hanya kaum muda saja yang dapat menerima perubahan dengan baik?
“Di sini, hampir seluruh karyawannya, kurang lebih 90% berusia di atas 40 tahun. Tapi tua itu bukan hambatan. Working spirit kami masih bagus. Kami juga tidak takut pada perubahan, karena bagi kami justru di dalam perubahan itu ada tantangan. Jadi tidak ada keluhan dengan perubahan, bahkan kami tertantang untuk mencari peluang menaklukannya,” jelas Badriyanto membanggakan pasukannya di SBT.
Sukses untuk Sejuta Sales di SBT! (BP-135)

Sabtu, 28 Agustus 2010

Kupas Tuntas Sukses Pemasaran Dengan Sang Supervisor Sebagai Marketer POTS Aliran Keras & Fanatik


TAHUN 2006

Kupas Tuntas Sukses Pemasaran Dengan Sang Supervisor Sebagai Marketer POTS Aliran Keras & Fanatik

Sebagai apresiasi, tolong Supervisor Personal Customer Access Network STO Injoko diwawancarai secara khusus, tentang kiat-kiatnya melibas Target Sales POTS, melumpuhkan pasar dalam waktu yang relative singkat, agar menjadi bahan inspirasi bagi rekan yang lain, pinta Deputy GM TELKOM SBT, M. Firdaus kepada Reporter usai penyerahan Reward, Senin (27/2) di Gedung OPMC Surabaya. Tentu dengan semakin ketatnya persaingan bisnis telekomunikasi, maka yang terpenting adalah mampu menguasai pasar.

Jangan lewatkan, ikuti kupas tuntas tentang kiat sukses penjualan telepon POTS dengan Sang Supervisor STO Injoko TELKOM SBT, Widyawarman Djuliarto berikut ini. Siapa tau wawancara khusus ini membawa manfaat dan dapat menginspirasi para Marketer di jajaran PT. TELKOM umumnya. Apakah system marketing yang dilakukan memakai metoda konvensional, yaitu dari mulut ke mulut atau metode terkini ? Kita telah mengenal strategi dan kiat pemasaran dari sudut pendangan penjual (4 P) adalah tempat yang strategis (place), produk yang bermutu (product), harga yang kompetitif (price) dan promosi yang gencar ? Apakah ini yang dipakai sampai berhasil sukses ? Simak wawancara berikut :

TANYA : Tentu ada beberapa hal yang selama ini kita lakukan di Injoko kaitannya dengan pemasaran POTS, bisakah diceritakan sedikit saja ?
JAWAB : Injoko adalah penganut kuat faham : "Segala sesuatu adalah harus
direncanakan, gagal dalam merencanakan berarti sama dengan merencanakan kegagalan". Dalam memandang angka TARGET, kita biasanya akan membangun sebuah
IMAGINE (angan-angan), caranya ialah angka target selalu kita "MARK UP" (sebagai ilustrasi saat pemasaran Februari dari 180 menjadi 450, ini disebabkan karena target akhir triwulan-I kekurangannya sebesar itu, dampaknya adalah untuk pencapaian 180 rasanya tidak berat, karena yang dibayangkan angka 450.

TANYA : Bagaimana Anda membangun spirit rekan-rekan ?
JAWAB : Oh,..iya, baiklah, begini dari sisi spirit kejiwaan, saya Focus ke marketing dengan resep "who win the customer win the game" dalam memenangkan kompetisi. Ini ternyata mampu untuk menumbuhkan spirit mereka. Pada strategi sarling (pemasaran keliling), kita juga selangkah mendahului, dengan menugaskan regu yang khusus hanya untuk mendata rumah-rumah yang belum mempunyai telepon jauh-jauh bulan sebelumnya.

Kemudian kita cocokkan dengan potensi, maka jadilah formula yang lebih focus ke mana
saja petugas sarling akan melangkah. Kita juga harus mempunyai rencana kring harian, angkanya harus jelas dan kalau bisa dibuat sedemikian rupa seperti deret bilangan atau yang kira-kira enak dilihat di mata dan di hati (contoh : Minggu-I per hari 2-2- 2- 2- 2, lalu minggu-II : 4-4-4-4, dst....) dan tanggal / hari perjuangan selalu kita kurangi 2 atau 3 hari sebelum akhir bulan.

TANYA : Sebegitu pentingkah formula ini dalam mendongkrak Figure of Sales ?
JAWAB : Formula ini sangat penting, begini : rencana kring per hari tadi adalah sebagai
monitor utama laju pertumbuhan, bila ada hari yang tidak tercapai angka targetnya, maka kita bisa tahu berapa angka di hari berikutnya satu regu, misalnya harus membayar hutang di hari kemarin, itu yang di sisi regu lapangan. Dari sisi kita ( SPV Injoko) bisa juga mencarikan angka perolehan dari "SUMBER PEMASARAN", yaitu : WARTEL, ADD LINE, PK atau PKS dengan cara koordinasi dengan dinas terkait dengan, catatan lingking harus benar benar GOOD RELATION. Lalu dua atau tiga hari SEBELUM AKHIR BULAN pun untuk maksud-maksud yang begitu, bila belum bisa terpenuhi targetnya, maka InsyaAllah kita dapat solusikan.

TANYA : Pernah nggak merasa –dag-dig-dug, bila pada akhir bulan angka penjualan kecil ?
JAWAB : IMPROVEMENT selalu akan kita lakukan bila dalam tidak sampai mingguan tapi
bahkan harian bila kita temukan kenyataan-kenyataan yang kira-kira tidak cocok dari action plan yang sudah disepakati. Dari pada ngelamun /mikir jorok mendingan sambil menatap angka harian menyemangati diri sendiri ke hal-hal yang bersifat self improvement beranjak dari data dan evaluasi harian. Saya bahkan bisa dalam satu hari sampai 2 kali
mengunjungi ke mitra DBTS bila menemukan hal-hal yang bisa menambah perolehan pelanggan. Harus ada korban waktu memang, saya akan menunggu s/d sesudah Isya’, karena Asmannya dan DBTS pun sampai jam segitu baru pulang kadang malah melebihi.

TANYA : Untuk membunuh kejenuhan, apa yang Anda lakukan ?
JAWAB : Saya biasanya mengajak main sinetron dengan bapak angkat pemasaran Injoko
(sekarang ini Pak Budi ) dan SS (Senior Suprevisor) area Darmo (sekarang Pak Handoyo) untuk saling berbagi tugas dalam rangka menyemangati dan memberi solusi ke rekan-rekan lapangan. Saya kebagian ngomong tentang “A”, Bapak angkat ngomong soal “B”, lalu SSnya ngomong “C”, dimana skenarionya adalah saling mengisi dan melengkapi.

TANYA : Harapan ke depannya apa ?
JAWAB : Saya optimis sajalah ! Apalagi adanya komitmen dari DBTS sendiri tentang : "MITRA (DBTS) HARUS SELALU MENDUKUNG SEGALA KEBIJAKAN DARI TELKOM". BERDO'A DAN TAWAKAL karena bila ALLAH BERKENDAK MAKA SEMUANYA PUN BISA TERJADI.

Demikian KUPAS TUNTAS tentang kiat sukses pemasaran POTS STO yang selalu menjadi STYLE STO Injoko selama ini, semoga ada manfaat , Amin.....

• NURSIDIK

Senin, 23 Agustus 2010

Sejenak Bersama Manager CDC DIVRE-V, Sebuah Reputasi Perusahan Mesti Dimanajemeni Dan dipelihara


TAHUN 2006

Sejenak Bersama Manager CDC DIVRE-V, Sebuah Reputasi Perusahan Mesti Dimanajemeni Dan dipelihara

Kepedulian investor terhadap reputasi sebuah perusahaan memang sangat tinggi, sedangkan reputasi perusahaan tersebut mesti dimanajemeni dan dipelihara. Untuk membangun reputasi perusahaan tentu banyak cara, antara lain dengan melakukan kegiatan simpatik kepada masyarakat lingkungannya.

Reputasi merupakan keniscayaan bagi perusahaan yang ingin terus berkembang. Keunggulan daya saing yang berkelanjutan dapat dicapai atau dipertahankan dengan mengembangkan sumberdaya intangible, antara lain reputasi perusahaan. Ternyata, reputasi perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja pasar perusahaan Publik seperti Telkom. Value-nya adalah Corporate Image.

Berikut bincang-bincang sejenak kita dengan Manager CDC (Community Development Centre) DIVRE-V, Nur Endah Rini tentang kepedulian PT. TELKOM DIVRE-V terhadap lingkungan yang dikemas dalam CDC dan PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan).

Tanya : “Bisa Ibu ceritakan sekilas tentang program CDC atau PKBL DIVRE-V ?

Jawab :”CDC (Community Development Centre) merupakan program kepedulian dan bina lingkungan PT. TELKOM DIVRE-V terhadap dinamika kehidupan masyarakat kita yang serba heterogin. Masyarakat yang kehidupan ekonominya membutuhkan uluran tangan, maka TELKOM hadir memberikan bantuan, bukan hibah, tetapi berupa pinjaman dana untuk kelangsungan usahanya agar tetap dan selalu ‘survive’ dan diharapkan bisa berkembang. Frame work of thinking program ini adalah sebagai fundamental pembangunan ekonomi kerakyatan / pilar ekonomi kerakyatan.
Ekonomi Rakyat adalah kegiatan ekonomi yang diselenggarakan oleh kebanyakan rakyat Indonesia, yang umumnya terdiri dari : koperasi, pengusaha mikro, pengusaha kecil dan pengusaha menengah. Saat ini selama terjadi resesi ekonomi, kondisi mereka cukup memprihatinkan dan perlu uluran tangan BUMN. Bantuan TELKOM CDC diharapkan agar kondisi mereka tidak rapuh, kembali bergairah dan mampu meningkatkan daya saing”.
Tanya :”Bentuk Mitra yang dibina apakah perseorangan atau koperasi ?”.
Jawab :”Program ini selain selaras dengan program GCC TELKOM (Good Corporate Cityzenship), juga selaras dengan Renstra, atau rencana strategis Pemerintah RI (Kementrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia) dalam rangka Pemberdayaan Koperasi dan UKM. Tak sedikit dari pengusaha kecil (mintra binaan) yang mendapatkan suntikan dana usaha. Para mitra binaan ini ada yang berbentuk perseorangan /pengrajin dan ada pula yang kelompok atau dalam bentuk koperasi, bahkan ada juga peduli anak jalanan, penghijauan (Telkom Berbuah), peduli kesehatan dan pondok pesantren.
Sebagai BUMN yang peduli lingkungan, maka TELKOM DIVRE-V selalu berupaya untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. TELKOM CDC berusaha memacu masyarakat untuk bekerja keras dan ulet. Selain bantuan dana usaha, maka beberapa dari para mitra binaan ini juga diberikan pelatihan dasar-dasar wirausaha agar mengerti dengan apa yang dinamakan bisnis, efesiensi, keuletan bisnis dan sebagainya”.

Tanya :”Bagaimana mereka itu dapat dikembangkan ?”.

Jawab :” Bagi mitra binaan yang sudah dianggap berpotensi tumbuh dan berkembang, maka TELKOM CDC tak ragu untuk menampilkan produk unggulan mereka di arena bergengsi, yaitu arena pameran produk dalam negeri yang rutin diselenggarakan setahun sekali Gedung WTC, Surabaya. Mitra binaan yang layak tampil ini umumnya merasa bangga diberi kesempatan untuk tampil pameran, tak jarang dalam pameran tersebut terjadi transaksi.

Bantuan dari TELKOM oleh mitra binaan dianggap sebagai ‘enerji alternatif’ yang benar-benar ingin memberdayakan pengusaha kecil, sebab guliran dana saja tanpa usaha membantu dalam bidang promo dan pemasarannya dalam arena pameran, maka mitra binaan tak dapat berbuat banyak. Mereka ingin semakin maju dan semakin cemelang

Tanya :”Ada berapa KANDATEL di Jawa Timur ini yang pengelolaanya dibawah kendali TELKOM CDC DIVRE-V ?”.

Jawab :”TELKOM CDC DIVRE-V membawahi 5 KANDATEL yang cakupan wilayahnya meliputi KANDATEL SBB, SBT, Malang, Madiun dan Jember. Dari kelima wilayah tersebut, masing-masing sudah menggulirkan dana.

Tanya :”Bagaimana menentukan calon binaan ?”.

Jawab :”Pola kerja yang dilakukan oleh CDC TELKOM DIVRE-V adalah melalui pengkajian, evaluasi terhadap permohonan yang telah masuk, setelah itu dilakukan survei ke lokasi binaan. Kajian yang dilakukan sangat sederhana, sebab mereka adalah kelompok orang yang memang perlu di-treatment dengan kemudahan, secara simplifikasi, tak berbelit-belit. Kajian meliputi : Prospek Usaha, Permodalan, serta kondisi lingkungan internal dan eksternal.

Bantuan yang menonjol adalah pada pemberian bantuan usaha kecil dan koperasi yang ada di sentra-sentra bisnis, hal ini dimaksudkan agar mereka yang sudah bergulat di dunia usaha selama ini dapat mampu menggeliat lagi setelah diserang resesi ekonomi. Mereka benar-benar dibidik, diberdayakan secara prioritas agar tidak ‘mati’ ditelan ganasnya persaingan usaha.

Prioritas ini merupakan penumbuhan lingkungan usaha agar tumbuh dan berkembang serta kompetitif. Bagi yang layak, maka akan diikutkan ke arena pameran, sebagai ajang promo dan marketingnya. TELKOM CDC akan memfasilitasi secara keseluruhan, sedangkan mitra binaan tak usah repot-repot.

Dengan pemberdayaan ini diharapkan perekonomian masyarakat, selaku sektor usaha kecil dan menengah senantiasa diharapkan tumbuh dan berkembang. Mereka adalah pelaku-pelaku ekonomi Nasional yang jumlah cukup dominan di negeri ini. Mereka adalah penyanggah ekonomi Nasional juga yang ingin menikmati suasana terjaminnya implementasi ekonomi kerakyatan di negeri ini.

Apalagi Konstitusi Republik Indonesia menegaskan salah satu tujuan pembangunan nasional adalah memajukan kesejahteraan umum, yang berarti kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang. Koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan reperesentasi rakyat Indonesia dalam kehidupan ekonomi nasional, sehingga perlu diberikan prioritas yang tinggi dalam pembangunan nasional.

• Nursidik

GM 1.T TELKOM SBT Adalah Si Jago SISKA


TAHUN 2006

GM 1.T TELKOM SBT Adalah Si Jago SISKA

Suka blusak-blusuk (working around) sendirian di beberapa unit kerja, orangnya selalu dalam kondisi fit dan enerjic walau usia sudah kepala empat. Rekan JAWARA bahkan pernah mengatakan, bahwa beliau itu adalah jagonya SISKA, data sekecil apapun diketahuinya, teliti dan detil. Lain lagi dengan cerita rekan SDM, beliau itu peduli hal sepele, contoh saat ada pertemuan forum feedback dengan seluruh karyawan beliau minta maaf. Kenapa minta maaf, Tanya Redaksi. “Sebab Lift mati, sehingga para karyawan harus menapaki tangga biasa / manual ke lantai-4 Gedung OPMC, maka beliau minta maaf”, jawab rekan SDM.

Coba terka siapakah gerangan beliau ? Tentu semua orang dapat menerkanya dengan mudah bukan ?, sebab siapa lagi GM 1-T pertama di Jawa Timur ini kalau bukan Badriyanto. Kalau ketemu, sapa saja dengan panggilan akrabnya beliau Pak Badri, seperti rekan-rekan SBT menyapanya keseharian.

Rekan SDM bercerita lagi, bahwa Pak Badri merupakan “kamus berjalan”, sebab hampir semua referensi terekam di memori “brainware”nya. Kemudian Referensi lain yang terekam di “notebook”nya juga tak kalah lengkapnya. Tak berkelebihan, kalau SM YANMAS, Iskriono pernah menjuluki Pak Badri sebagai profil pemimpin masa kini dan masa depan, saya kenal betul Pak Badri, ungkap Iskriono.

Adalagi hal sepele tapi berdampak psikologis besar, yaitu salah seorang Manager Unit Bisnis Area SBT bertutur, bahwa seumur-umur saya tidak pernah mendapat kartu Happy Birthday atau SMS dari Manajemen, tapi diluar dugaan disaat tepat ultah saya, Pak Badri kirim SMS, wah ruarrr..biasaaa….

Perhatian terhadap seluruh jajaran tak pilah-pilih, semua diperhatikan, termasuk SEKAR. Itulah sebabnya pada saat beliau mengadakan ‘coffee morning’ pada tanggal 30 Januari 2006, beliau dikagetkan oleh para JAWARA SBT, sebab pria kelahiran tahun 1959 di Tulungagung ini disodori kue Tart, surprise…!!!, Yaa,…ultahnya dirayakan secara sederhana, nggak apa yang penting barokah dan semoga tetap menjadi Pemimpin yang Amanah.

Dipundaknyalah TELKOM SBT dikomandoi. Target seberat apapun dipikulnya. Beliau optimis target akan tercapai. Cukup dengan modal SDM yang ia miliki, yaitu seluruh jajaran yang sudah nge-Team Work sedemikian kompaknya. Working spirit ALWAYS THE BEST selalu membara didadanya.

Cukup lama pria lulusan S1 STT TELKOM Bandung Teknik Telekomunikasi ini bertugas di Pakanbaru, sehingga tak heran kalau ia menemukan jodohnya disana. Kini buah hatinya ada 3 orang, yaitu dua perempuan dan satu laki-laki. Ia banyak makan ‘asam garam’ di beberapa lokasi kerja yang memang berpindah-pindah, dari Pakanbaru ke Denpasar, kemudian Jawa Timur sendiri dikelilinginya, mulai dari SBB, SBT, Jember, dan Madiun. Semoga SBT dibawah kepemimpinan beliau tetap berprestasi dan Always The Best.

• NURSIDIK

Minggu, 22 Agustus 2010

30 Tahun Kerja Di TELKOM Rajin Naik Sepeda Engkol


TAHUN 2006

30 Tahun Kerja Di TELKOM Rajin Naik Sepeda Engkol

Bukannya ia tak punya roda-4, tetapi nggak tau kenapa Pak Broto rajin naik sepeda engkol atau sepeda pancal. Nama lengkapnya adalah Bambang Soebroto, kelahiran Nganjuk 9 Pebruari 1955. Masuk kerja di Telkom mulai tahun 1975, dan hingga sekarang masih mengayuh sepeda antiknya untuk ngantor. Reporter pernah melihatnya sekali saja ia naik roda-4 Kijang Kapsul LGX.

Pada zaman modern sekarang ini, alat transportasi berupa sepeda engkol mulai ditinggalkan beberapa kota besar di Indonesia. Justru di Negara maju, kendaraan yang pernah memutus kejayaan kendaraan kuda dan hewan ini kerap dijumpai. Tapi itu bukan alasan Pak Broto tetap setia kepada sepeda engkolnya. Dengan bahasa terang atau secara singkat alasannya adalah jaga stamina.

Memang masuk akal juga alasan tersebut, tentu lebih masuk akal lagi jika alasan tersebut dikaitkan dengan terus melonjaknya harga BBM. Ternyata alasan ini ditampiknya pula, sebab jauh sebelum ada kenaikan BBM memang sudah dilakoni sebagai transporatsi sehat. Roda empatnya hanya untuk acara santai keluarga di hari libur saja, jelas pria berputera 3 orang anak, 2 wanita , 1 pria ini.

Model sepedanyapun bukan tergolong model sport atau yang modern, tetapi cukup antik, yaitu model kuno keluaran tahun 50-an. Jadi kalau bicara soal kebugaran atau soal penghematan, maka profil Pak Brotolah orangnya. Pancalan ini dilakoni sejak kerja di Dinas Luar hingga kini sebagai teknisi akses SUBSI CORRECTIVE MAINTENANCE COPPER AN RKT DATEL SBT

Cerita soal sepeda engkol dari masa kemasa, maka Sepeda pertama, kendaraan yang mirip scooter dari kayu dibuat oleh Conte Mede de Sivrak (Prancis) pada tahun 1790 dan diberi nama celerifere. Kira-kira tahun 1816, Baron Karl Von Drais (Jerman) berhasil menciptakan model lebih sempurna yang disebut drasine. Malah dulu sebelum ada ban udara, didahuli oleh ban mati (tanpa udara), didahului lagi oleh ban kayu, dan sebagainya…..wah panjang sekaleee…..

• NURSIDIK

Selasa, 17 Agustus 2010

Agus Subekti “Bossnya” Business Inovation DIVRE-V JATIM


TAHUN 2005

Agus Subekti “Bossnya” Business Inovation DIVRE-V JATIM

SM PERFORMANSI.
Posisi SM Performansi DIVRE-V merupakan posisi yang strategis, sebab masalah Quality of product yang dilayankan kepada konsumen harus benar-benar terkontrol terus, cacat sedikit, konsumen kecewa, YLKIpun pasti berteriak.

Bukan itu saja, sebab ia juga sebagai owner process Business innovation, jadi dituntut kreativitas yang tinggi, improvement secara kontinyu harus dilakukan tanpa henti. Salah satu teriakan konsumen tak lepas juga dari tanggungjawabnya. Tak heran kalau oleh KADIVRE-V, Arief Yahya, bahwa SM Performansi, Agus Subekti adalah “Bossnya” Inovasi. Hal tersebut dikemukakan AY saat ada acara Press Gathering di Batu. Aguspun senyum terkesima, sebab hal tersebut dikemukakan dihadapan puluhan wartawan media cetak dan elektronik.

Agus Subekti adalah sosok pria yang selalu berpenampilan enerjik. Ia dilahirkan di Tegal Jawa Tengah 2 Februari 1958. “Saya memulai karir di TELKOM sejak tahun 1979, yaitu lulus D2 Teknik Switching di DIKLAT TELKOM”, kisahnya memulai pembicaraan dengan Reporter di sudut Café Hotel Kartika Wijaya, Batu-Malang Jatim.

PENGALAMAN.
Bapak dari tiga anak yang beristrikan orang “parahyangan” Bandung ini menuturkan pengalamannya kepada Reporter, mulai A sampai Z, mulai pendidikan PAMTK, kuliah sendiri di Univ Udayana (S1 Ekonomi), kembali ke bangku DIKLAT TELKOM (D3 TEKTEL), lalu sekolah lagi di UI (S1 TEKTEL-PNMTK), hingga berhasil menyelesaikan S2 Magister Manajemen, Alumnus STMB tahun 2002.

Soal pengalaman penempatan juga dipaparkan, beliau ingat betul diluar kepala hingga detil when dan where beliau ditempatkan, bahkan di Surabaya sendiri sempat mutasi selama delapan kali. Pernah di WITEL-XII Jayapura selama 4 tahun, Juga di KANDAPON Denpasar yang sempat kuliah di Udayana, lalu hingga tahun 1994 berada di PROTEL Kantor Pusat Bandung.

Mulai tahun 1995 hingga sekarang pria lincah, hobby menyanyi, sedikit nyeni dan secara seasonal juga bermain golf ini bergelut dan bergulat bisnis telekomunikasi di DIVRE-V Surabaya. Pada tahun 1996 terbang ke negeri Sakura Jepang belajar soal Planning & SDH MUX selama 8 bulan. Di DIVRE-V sendiri saya sudah keliling, katanya.

Pernah jadi Kakancatel Gresik, lalu keliling Jawa Timur hingga menjadi Boss-nya inovasi. Agus optimis, bahwa DIVRE-V akan menjadi The Best, hal ini saya pantau dari sisi performansi. Bukan itu saja saya optimis, sebab arek-arek Jawa Timur ini memiliki spesifikasi yang lain-dari yang lain, yaitu bonek. Target berapapun tak pernah ditolak, mereka memiliki percaya diri yang ruaarrr biasa. Arek Jatim gak mau jadi pecundang, katanya.

Bicara soal kompetisi, Agus mengatakan, bahwa Telkom People (Insan Telkom) memiliki jiwa pejuang, jadi asal rambu-rambu kompetisi berjalan ‘fair’, saya yakin Telkom akan menjadi Leading Infocom Player dikawasan Asia Pasifik.

INOVASI.
Adakah kaitan antara bisnis Telkom kedepan dengan inovasi ? Aguspun menjawab : TELKOM adalah bisnis jasa telekomunikasi yang berbasis teknologi telekomunikasi dan saat ini berkembang mengarah ke tehnologi informasi. Tehnologi ini perkembangannnya sangat pesat, oleh karenanya insan TELKOM harus selalu mengikuti trend tehnologi tersebut dan dapat membaca kebutuhan telekomunikasi dan informasi masyarakat dimasa kini dan masa mendatang.

Era kompetisi menjadikan kita harus dapat membaca trend dan selalu terdepan dalam inovasi layanan jasa telekomunikasi. Kalau kita tidak ingin ditinggal oleh pelanggan. Kata kuncinya belajar, belajar dan belajar. Pelajari tehnologinya, pelajari kebutuhan pelanggannya. Ciptakan produk yang menjadi kebutuhan atau solusi kebutuhan pelanggan kita.

Menangkan persaingan dengan merebut hati pelanggan melalui layanan yang dipenuhi oleh inovasi. Inovasi berarti menciptakan produk yang disukai pelanggan dengan tingkat
layanan lebih unggul dan harga lebih kompetitif.

Contoh : Apa yang dapat kita bayangkan dengan adanya Lemari Pendingin (Cool cash) Kulkas yang dilengkapi dengan perangkat browsing internet bagi ibu-ibu di Jepang. Inovasi ini hasil pemikiran yang mendalam bagi pabrikan disana. Jepang Negara maju masyarakatnya well educated masalah internet diajarkan dari SD, sementara rumah di Jepang kecil-kecil, ruang tamu dapur dan ruang makan jadi satu. Maka inovasi Kulkas dengan perangkat internet menjadi harapan masyarakat disana. Penjualan kulkas menjadi booming kembali. Sementara pabrikan yang hanya membuat kulkas konvensional jauh tertinggal.

Jadi, inovasi menjadi hal terpenting kalau itu ditujukan untuk kemudahan atau solusi bagi pelanggan kita. Disinilah letak kemenangannya dalam persaingan. Masalah harga mungkin menjadi nomor sekian. TELKOM akan Jaya selama-lamanya bila insan TELKOM sudah menjadikan inovasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam mengelola bisnis ini.

UNPREDICTABLE.
Antara kompetisi, regulasi adalah unpredictable, sekarang begini, besok begitu, sementara perubahan berjalan begitu cepatnya. Sebenarnya kuncinya adalah ada pada regulator. Manakala regulasi hanya menguntungkan sepihak saja, maka pasti terjadi ketimpangan dan ketidakseimbangan dalam “perang” di bisnis telekomunikasi ini. Saya berharap rambu-rambu kompetisi ini benar-benar adil tak berat sebelah, sehingga kemenangan atau kekalahan dalam berkompetisi tak menimbulkan persepsi yang macam-macam. Para innovator bisnis-pun akan tetap eksis, kreatif alias tak patah semangat dalam menebus kekalahannya, kuncinya.

 NURSIDIK

Senin, 12 Juli 2010

Pernah Juara-I “Gus & Yuk”, Kini Penghuni Plasa Telkom Mojokerto


TAHUN 2005

GUS & YUK
Kalau di Jakarta kita kenal “Abang dan None” Jakarta, kalau di Surabaya adalah “Cak dan Ning”, nah kalau di Mojokerto namanya lain lagi, yaitu “Gus & Yuk”. Tamu kita kali ini adalah salah seorang penyandang gelar “Yuk 2004 Kabupaten Mojokerto”. Ia adalah Sulistyowati, bekerja di Plasa Telkom Mojokerto Jln. A. Yani No. 3, Mojokerto. Tak tanggung-tanggung, sebab yang dihuni adalah Plasa penyandang Juara-I se Jatim Tingkat Catel. Alumni S-1 Hubungan Internasional Universitas Jember (UNEJ) ini ditemui Reporter ditengah-tengah acara Sertijab Manager Telkom Mojokerto.

HOBI.
Gadis kota “onde-onde” berparas imut-imut empunya hobi menari dan menyanyi serta mahir berbahasa Inggris ini mengaku belum punya “cowok”. Soal itu nanti ajalah, sekarang aku ingin bekerja dan berkarya dulu mengukir prestasi di dunia telekomunikasi, cari duit dulu, sergah Wati begitu panggilannya.

Aku termasuk “New Comer” disini, sebab aku baru bergabung sejak 1 Juli 2005 setelah lulus seleksi sebagai CSR C2SE (Customer Service Representative Committed To Service Excellence) serta menjalani “training” di Surabaya. Sebagai New Comer, Anda kaget nggak bekerja di ujung tombak ini ? Awalnya sih sedikit kaget, sebab ada customer yang marah, tapi lebih banyak yang senyum kok. Sekarang saya sudah teradaptasi dengan lingkungan customer disini.

Sebagai CSR C2SE, Anda menghandle apa saja sih ? Wah, buanyak dong ! Pingin tau ? Oke deh, yang aku handle ada 5 job, yaitu : Aktivasi PSB (Flexi/POTS), Print AMA, Buka Tutup Isolir (APS), Deaktiviasi/cabutan, dan Fitur.

Ketika ditanya soal kapan melanjutkan sekolah ngambil S-2, gadis dua bersaudara ini mengkernyitkan kening sejenak seolah berfikir. Aku kan udah bilang, bahwa aku kerja berkarya cari duit dulu untuk modal sekolah dan masa depan.

Bagaimana perasaan Wati saat dinobatkan sebagai “Gus & Yuk 2004” dulu ? Senang, bangga, bersyukur kepada Allah SWT, dan lain-lain deh, jawabnya merendah dan ramah. Oh, ya, saat Final “On-Stage” apa seperti Miss Universe ? Oh, enggaklah, tapi aku harus ngejawab pertanyaan Dewan Juri dalam bahasa Inggris. Percaya dech, orang Hubungan Internasional pasti fasih dan mahir untuk yang satu itu, sela Reporter !

Gambaran Wati tentang TELKOM sebelumnya ? Ya,…Telkom itu menurut aku sebuah perahu besar, citranya lumayan bagus dengan ditumpangi awak kapal yang cukup banyak dan mampu ”Compete” dengan kompetitornya. Kapal tersebut semakin berkembang dan maju hingga kini. Harapan Wati tentang TELKOM ? Ya, harapanku TELKOM tetap Jaya, maju dan bersaing.  NURSIDIK