Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"

Rabu, 08 September 2010

Telepon Umum Flexi Perdana Di TELKOM Sidoarjo


TAHUN 2006

Telepon Umum Flexi Perdana Di TELKOM Sidoarjo

Guna meningkatkan layanan kepada para konsumen, maka pada hari Jum’at (30/6) Telkom Sidoarjo memberikan layanan Perdana melalui Produk baru Telpon Umum Flexi yang masih belum dikenal di masyarakat umum khususnya kalangan pelajar.

Uji coba kemarin dilakukan setelah SKJ, dimana Unit Public Phone Telkom Sidoarjo memasang di 3 Lokasi satu unit di Plasa Telkom SDA dan dua unit di SMP Ulul Albab Islamic Full Day School Wilayah Kletek Sepanjang yang mendapat respon dari para Guru dan siswa. Mereka langsung mencoba komunikasi melalui Produk baru Telpon umum FLEXI.

Harapan Unit public phone TELKOM kedepan agar Telkom Sidoarjo bisa mendongkrak pendapatan melalui produk baru Telpon umum flexi trendi (dari evaluasi kami masih terlalu mahal harga kartu perdana flexi oleh masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya).

Pemasangan Telepon Umum Flexi ini sebenarnya tak sekedar untuk meraih target meningkatkan pendapatan, tetapi lebih jauh adalah juga untuk membangun citra (image building) tentang produk Flexi di kalangan pelajar, sehingga mereka mampu mempersepsi produk ini dengan baik dan benar.

NURSIDIK

RUPT TELKOM 2006 Sebut Perjuangan SEKAR TELKOM


TAHUN 2006

RUPT TELKOM 2006 Sebut Perjuangan SEKAR TELKOM

Perjuangan mempertahankan perusahaan, mensejahterakan karyawan, serta kepedulian lingkungan yang dilakukan SEKAR TELKOM ternyata mendapat hati tersendiri dari Direksi TELKOM pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPT) yang dihelat pada hari Jum’at (30/6) di Aula Pangeran Kuningan Gedung Grha Citra Caraka Lantai-1 Jln. Gatot Subroto 52, Jakarta.

Aktivitas SEKAR TELKOM tersebut dimuat dalam Buku Laporan RUPT pada halaman 42, 43 dan 50, dan buku tersebut dibagikan kepada seluruh undangan yang merupakan para pemegang saham. Buku tersebut juga berisi Laporan Keuangan, produk-produk TELKOM, kegiatan Peduli Lingkungan, beberapa keberhasilan TELKOM sehingga meraih Awards dan sejumlah sertifikat internasional, dan lain-lain.

Pada halaman 42 disebutkan, bahwa pada bulan Mei 2000, karyawan TELKOM membentuk serikat pekerja dengan nama Serikat Karyawan TELKOM atau SEKAR. Keanggotaan SEKAR tidak mengikat, dan saat ini terdiri dari berbagai level karyawan, termasuk manajemen dan eksekutif. Sampai akhir 2005 anggota SEKAR mencapai 21.991 orang atau 78,1 % dari seluruh jumlah karyawan TELKOM.

SEKAR memiliki visi memajukan perusahaan dan mendorong upaya meningkatkan kesejahteraan karyawan. Moto SEKAR adalah komunikasi untuk mencapai solusi terbaik. Pada tahun 2005, SEKAR melakukan beberapa kegiatan berikut : PERTAMA : Program Peduli Aceh ditujukan untuk membantu korban bencana tsunami Aceh, khususnya karyawan TELKOM dan keluargnya.

Masih dalam Buku Laporan RUPT 2006 disebutkan, bahwa SEKAR berhasil mendorong Manajemen untuk melakukan Kesepakatan Bersama untuk melakukan pemotongan gaji karyawan sesuai dengan tingkatan dan hasilnya digunakan untuk membantu korban bencana di Aceh. Bantuan ini sepenuhnya dikelola Manajemen. Kegiatan program peduli Aceh SEKAR lebih terperinci disajikan pada pembahasan Tanggung Jawab Sosial di halaman 66.

KEDUA : Perjuangan mempertahankan Kode Akses SLJJ. Dikatakan, bahwa SEKAR sebagai wadah aspirasi karyawan TELKOM tidak menolak kompetisi bisnis, namun menganggap kebijakan Pemerintah mengenai penerapan kode akses SLJJ berpotensi merugikan TELKOM dan menciptakan kompetisi yang tidak sehat. Infrastruktur dan basis pelanggan TELKOM yang telah dibangun dan dipelihara selama puluhan tahun akan dengan mudah didapat oleh operator telekom lain. Lebih jauh lagi, SEKAR meyakini bahwa kebijakan tersebut juga membuat operator lain enggan membangun basis pelanggan mereka sendiri, sehingga tidak membantu dalam peningkatkan tingkat teledensitas melalui pengembangan jaringan telepon di wilayah-wilayah baru.

NURSIDIK

RUPST, Telkom Tumbuhkan Setiap Lini Bisnisnya

TAHUN 2006

RUPST, Telkom Tumbuhkan Setiap Lini Bisnisnya
Jakarta, 30 Juni 2006 – Meski tantangan yang dihadapi PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) di tahun-tahun mendatang akan semakin berat, namun dengan mengerahkan segena potensi yang dimiliki, Telkom tetap akan mampu mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan di setiap lini bisnisnya.
Keyakinan tersebut disampaikan Direktur Utama Telkom Arwin Rasyid di depan peserta Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Telkom di Jakarta (30/6). Pada tahun 2005, perseroan mencatat pertumbuhan yang mengesankan. Jumlah pelanggan layanan telepon tetap nirkabel (Flexi) meningkat 184% menjadi lebih dari 4 juta pelanggan. Sedangkan jumlah pelanggan seluler (Telkomsel) meningkat 49% menjadi lebih dari 24 juta pelanggan. "Perseroan terus menunjukkan dominasinya dalam pasar layanan telepon tetap dan seluler hingga kwartal pertama dan kwartal kedua tahun 2006," tambah Arwin. Bahkan layanan data dan Internet yang terdiri dari produk TELKOMNet Instan, SMS Telkomsel dan Flexi mampu mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan.
Dengan menerapkan teknologi ADSL pada jaringan telepon tetap kabel, sejak Juli 2004 Telkom mampu menyediakan layanan akses Internet pita lebar dengan brand TELKOMSpeedy, sebagai inisiatif untuk memperoleh arus pendapatan baru yang terus berkembang. Jumlah pelanggan TELKOMSpeedy pada akhir tahun 2005 tercatat mencapai 30.662 pelanggan yang tersebar di Jakarta, Surabaya dan Makassar.
"Pada akhir tahun 2006 jumlah pelanggan TELKOMSpeedy diharapkan akan meningkat pesat sejalan dengan rencana peluncuran layanan ini di 20 kota Indonesia sebagai bagian komitmen Telkom untuk memberikan layanan akses broadband kepada masyarakat Indonesia," ujar Arwin.
Selain itu, jasa International Call TELKOM SLI 007 juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2004, baik untuk incoming maupun outgoing international traffic. Untuk incoming international traffic tercatat sebesar 424,8 juta menit dan untuk outgoing sebesar 130,3 juta menit. Produk ini, menurut Arwin, pertama kali diluncurkan Telkom pada tahun 2004, dan pada tahun 2005 mampu menguasai pangsa pasar 44% untuk outgoing traffic dan 35% untuk incoming traffic.
Upaya Telkom memperkuat lini bisnisnya telah mendorong peningkatan pendapatan usaha konsolidasi sebesar 23,2% dari 33,9 triliun pada tahun 2004 menjadi Rp 41,8 triliun pada 2005. Peningkatan pendapatan usaha 2005 terutama dihasilkan dari meningkatnya pendapatan jasa data dan Internet, seluler, serta interkoneksi.
Dibanding tahun 2004, pendapatan data dan Internet meningkat sebesar 2,1 triliun atau 44% dibandingkan tahun 2004 menjadi Rp 6,9 triliun. Pendapatan telepon seluler meningkat Rp 4,2 triliun atau 40% menjadi 14,6 triliun. Pendapatan Interkoneksi Bersih (Net) meningkat sebesar Rp 1,6 triliun atau 25% menjadi Rp 7,7 triliun. Pendapatan Telepon Tetap meningkat Rp 146 miliar atau 1,3% menjadi Rp 10,8 triliun.
Selain peningkatan di sisi pendapatan, tercatat juga peningkatan di sisi beban yang secara konsolidasi mencapai 27% menjadi 24,6 triliun. Meski peningkatan persentase beban lebih tinggi dari pendapatan, namun menurut Arwin, Telkom masih mampu menghasilkan laba bersih usaha konsolidasi 2005 tumbuh sebesar Rp 1,4 triliun atau 21% menjadi Rp 8 triliun. Hal ini, lanjutnya, menyebabkan Telkom masih bisa mempertahankan EBITDA Margin konsolidasi di atas 60% dan termasuk yang tertinggi di kawasan Asia-Pasifik.
Sementara itu, di bagian lain dari pidatonya, Arwin Rasyid menyampaikan beberapa perubahan regulasi yang memiliki dampak langsung terhadap bisnis Telkom. Perubahan regulasi dimaksud meliputi: Pertama, Keputusan Pemerintah di bulan Agustus 2005, yang meminta Telkom untuk memindahkan spektrum frekuensi layanan Flexi dari 1900 MH di wilayah Propinsi DKI Jakarta, Propinsi Jawa Barat dan Propinsi Banten, ke frekuensi 800 MHz.
Kedua, pada Oktober 2005, Pemerintah memberlakukan kewajiban kepada semua operator untuk mencatat identitas pelanggan prabayar-nya melalui proses registrasi, dan diberi waktu sampai dengan 28 April 2006. "Sampai dengan saat ini, jumlah pelanggan prabayar Flexi dan Telkomsel yang teregistrasi masing-masing telah mencapai lebih dari 97% dan 95%," ungkap Arwin.
Ketiga, proses tender perizinan layanan 3G yang dilakukan Februari 2006 oleh Pemerintah, telah menetapkan Telkomsel sebagai salah satu pemegang lisensi 5 MHz spectrum 3G. Telkomsel diwajibkan membayar up-front fee sebesar Rp 436 miliar, dan frequency fee untuk tahun pertama sebesar Rp 32 miliar yang dibayarkan Maret 2006. Dinyatakan Arwin bahwa Telkomsel telah sukses melakukan uji coba teknologi ini dan akan segera melakukan komersialisasi guna menghadapi persaingan bisnis.
Keempat, berdasarkan Peraturan Pemerintah tentang Interkoneksi pada bulan Februari 2006, Menkominfo telah menetapkan skema interkoneksi berbasis biaya yang akan menggantikan skema berdasarkan pembagian pendapatan (revenue sharing). Dalam keputusan tersebut, operator dominan diminta untuk mengajukan Dokumen Penawaran Interkoneksi (DPI), yang mencakup aspek teknis, operasi dan ekonomis. Sampai dengan saat ini, menurut Arwin, Telkom masih menunggu keputusan Pemerintah mengenai waktu implementasi sistem interkoneksi berbasis biaya tersebut.
Kelima, Pemerintah telah menunda implementasi kode akses SLJJ sampai dengan 1 April 2010. Penundaan ini disebabkan oleh adanya masukan dari Telkom kepada Pemerintah tentang kesulitan secara teknis, masalah sosialisasi kepada masyarakat, dan besarnya biaya untuk mengimplementasikannya.
Terkait dengan rencana penggunaan laba bersih Telkom 2005, Arwin mengatakan bahwa dalam rangka menjamin pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, perseroan telah menetapkan anggaran investasi belanja modal secara konsolidasi (Capex) untuk tahun 2006 sebesar 19 triliun dengan komposisi Rp 6,8 triliun untuk Telkom dan Rp 12 triliun untuk Telkomsel, sedangkan sisanya untuk anak perusahaan lain yang dikonsolidasi.
Khusus untuk Anggaran Investasi Belanja Modal di Perseroan sebesar Rp 6,8 triliun, akan dipergunakan untuk infrastruktur sebesar Rp 4,1 triliun, layanan komersial Rp 2 triliun dan layanan pendukung sebesar Rp 755 miliar. Telkom menurut Arwin saat ini memiliki dana cadangan wajib perseroan mencapai Rp 1,8 triliun atau telah melebihi 20% dari modal yang ditempatkan sebagaimana disyaratkan pasal 61 UU Perseroan Terbatas, karenanya tahun ini Telkom tidak lagi mengalokasikan cadangan wajib.
Menyinggung kegiatan good corporate citizenship, Arwin Rasyid mengatakan Telkom secara konsisten terus menyelenggarakan Program Kemitraan (PK) yang dimulai sejak tahun 2005 dan Program Bina Lingkungan (BL) yang dimulai pada tahun 2003.
Besaran dana PK dan BL yang dikeluarkan selama tahun 2005 berdasarkan RUPST 2005, masing-masing sebesar 1% dan 0,5% dari Laba Bersih tahun buku 2004. Program PK merupakan penyaluran dana kepada Mitra Binaan yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai pinjaman modal. Realisasi PK selama 2005 adalah sebesar Rp 119,1 miliar bagi 10.516 mitra binaan, terutama bagi industri rumah tangga sebesar Rp 21 miliar, jasa Rp 41 miliar, dan perdagangan Rp 42 miliar.
Untuk BL, selama 2005 Telkom telah menyalurkan dana sebesar Rp 20 miliar yang ditujukan untuk: bantuan bencana alam, program pendidikan dan latihan (termasuk e-learning program, smart campus dan internet goes to school), program kesehatan masyarakat, pembangunan dan rehabilitasi fasilitas umum, serta bantuan bagi kegiatan keagamaan. Audit terhadap pelaksanaan pengelolaan dana PK dan BL di tahun 2005, demikian Arwin, telah dilaksanakan oleh KAP Zainal Arifin.
INREL/NURSIDIK

Roes Aryawijaya Mendominasi Pertanyaan Pada RUPST 2006


TAHUN 2006

Roes Aryawijaya Mendominasi Pertanyaan Pada RUPST 2006

Karena banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh Roes Aryawijaya, maka KOMUT TELKOM, Tanri Abeng mengatakan sambil berkelakar : “Apakah Bapak masih menguji kami lagi?”, Gerrr…..hadirinpun tertawa. Roes Aryawijaya adalah Deputi Meneg BUMN bidang pertambangan, industri strategis, enerji dan telekomunikasi yang hadir sebagai Kuasa Pemegang Saham Pemerintah terbesar pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk, Jum’at (30/6) di Aula Pangeran Kuningan Gedung Grha Citra Caraka Lantai-1 Jln. Gatot Subroto 52, Jakarta.

Memang tak seperti RUPST tahun-tahun sebelumnya pria berambut dan jenggot putih ini selalu hadir dan kali ini melancarkan pertanyaan kepada KOMUT yang selain dijawab oleh KOMUT sendiri, juga dijawab oleh beberapa Direksi. Pertanyaan ada yang berat, tetapi adapula yang ringan, seperti : Apakah Buku Laporan Tahunan sudah dibaca oleh Manajemen, Kenapa CAPEX OPEX naik cukup tajam ARPU menurun, Peningkatan Biaya SDM, Keterlambatan multi listing, Berapa Biaya Implementasi COSO SOA sesudah & sebelum ?, Kompetensi SDM terhadap SOA. Progress Share Buyback, Bagaimana pendapat Auditor tentang TELKOM CDC (PUK) ?, Tantiem agar diperhitungkan ulang, dan lain-lain.

Diantara pertanyaan tersebut ada beberapa pertanyaan yang dijawab secara spontan dan ada pula yang harus memeras pikiran, seperti kesiapan SDM terhadap implementasi COSO SOA. Pertanyaan ini selain dijawab oleh DIRKUG, juga oleh DIRUT. Kemudian mengalami tarik ulur atau tawar menawar cukup memakan waktu lama saat ke pertanyaan soal Tantiem, ini menunjukkan bahwa RUPST kali ini memang transparan dan demokratis.

RUPST yang dihadiri pula oleh para mantan DIRUT PT. TELKOM ini berjalan lancar hingga pada Agenda ke-7 yang tidak ada penggantian dan penambahan anggota direksi, sehingga susunan selengkapnya Anggota Direksi tidak ada perubahan dan tetap, sebagai berikut:
a. Sdr. Arwin Rasyid sebagai Direktur Utama
b. Sdr. Garuda Sugardo sebagai Wakil Direktur Utama
c. Sdr. Abdul Haris sebagai Direktur Network & Solution
d. Sdr. Guntur Siregar sebagai Direktur Konsumer
e. Sdr. Arief Yahya sebagai Direktur Enterprise & Wholesale
f. Sdr. Rinaldi Firmansyah sebagai Direktur Keuangan
g. Sdr. John Welly sebagai Direktur Sumber Daya Manusia

NURSIDIK

Tim Pro SOA Korporat Walk Through Ke TELKOM SBT

TAHUN 2006

Tim Pro SOA Korporat Walk Through Ke TELKOM SBT
Implementasi REMEDIASI II SBT pada hari Rabu (28/6) ditinjau tim PRO SOA Korporat. Haris Bunyamin sebagi Tim Leader, beserta rombongan menyempatkan kunjungan "Walk Trough" ke DATEL SBT untruk memastikan implementasi Remediasi II SOA dilevel Transaksional pasca audit Remediasi I.

Kunjungan Tim diterima oleh GM SBT Badriyanto, DGM Sujito dan para Senior Leaders, serta para ASMAN terkait. Badriyanto dalam sambutan pembukaan,antara lain menyampaikan presentasi progress implementasi SOA yang diwujudkan berupa roadmap SBT menuju implementasi proses SOA Remediasi II, serta hasil audit oleh IAG untuk Remediasi I yang beberapa waktu lalu disampaikan langsung oleh Ka.RO IAG DIVRE V, Sahardi.

Pada kesempatan tersebut disampaikan beberapa celah proses yang masih perlu kejelasan diantaranya paska transformasi organisasi adalah Bispro Speedy yang masih belum rampung, agar segera dimasukkan dalam catatan Remediasi II.

Haris Bunyamin dalam sambutannya menyampaikan, bahwa masalah ini memang bukan di Divre V saja, tapi juga nasional dan Divre V diakui oleh Haris memang selalu mempunyai inisatif dan responsif dalam setiap proses perubahan terutama implementasi SOA ini, dan percaya dengan modal yang sudah dimilki akan dapat segera menyesuaikan.

Dengan terpilihnya DATEL 1 Trilyun SBT sebagai tujuan "walkthrough" oleh tim SOA bukan merupakan kebetulan namun melihat sisi kesiapan yang telah dimilki untuk mengimplementasikannya. Demikaian Haris mengakhiri sambutannya
Tim berlanjut melakukan walk through diantaranya Siklus pendapatan. Sdr Ardi dari Finance Center melakukan diskusi langsung dengan MAN CC, dilanjutkan keruang MAN ANO Dan ANM.

diksi

Selasa, 07 September 2010

Kontribusi “TDC” Telkom SBT Dalam Meretain Customer


TAHUN 2006

Kontribusi “TDC” Telkom SBT Dalam Meretain Customer

Selama ini banyak kegiatan yang tercurah ke Marketing and Sales, Penetration dan Raih Market Share, sehingga masalah BACK ROOM seolah tak terjamah oleh liputan Redaksi, padahal fungsi BACK ROOM ini juga tak kalah pentingnya dalam rangka memberikan kontribusinya mempertahankan pelanggan dan mendeliver Service Exellent.

Jani Suwarto, salah seorang Technical Aceess Support SBT mengungkapkan kepada Reporter, bahwa kegiatan Backroom utamanya di TDC (Test Dispatch Clearence) sangat berperan aktif dalam menghandle masalah gangguan. Kepuasan Customer sangat dipertaruhkan di unit ini. Unit TDC ini juga berfungsi untuk melakukan Surveilance Control Execution (Aktivasi Buka Isoliran, PSB, Gangguan, Complain Handling), Pengawalan Laporan dan Evaluasi SLG.

Kenapa seluruh petugas yang menangani dan berhadapan dengan computer-computer setiap adalah cewek semua, Tanya Redaksi ? Sebenarnya tidak harus cewek, tapi kita tau, bahwa seorang perempuan selalu halus, apalagi jika berhadapan dengan customer, jawabnya singkat. Lho, kan petugas TDC tidak berhadapan langsung dengan customer, tetapi mendapat Delivery Complain dari 147 ? Tapi terkadang ada yang nyasar lho..

Namun demikian, nantinya kalau operasionalnya sudah 24 jam alias FULLDAY, maka tak menutup kemungkinan untuk menugaskan laki-laki, sebab mereka harus dinas di malam hari. Kalau memang sudah OPERATED 24 HOURS, maka akan diberlakukan SHIFTING SYSTEM dan tentu akan dibagi menjadi beberapa shift, dimana shift malam hari pasti jatahnya laki-laki, jelasnya.

Unut TDC harus mampu merespon cepat terhadap setiap ada gangguan, semacam “unit reaksi cepat” yang siap memberikan solusi dengan cepat melalui koordinasi dengan unit-unit terkait yang memiliki keuntungan kompetitif. Jadi COC ini berfungsi koordinasi dan pengendalian antara lain dalam hal keterlambatan buka isolir, penyelesaian gangguan, pengekringan dan segala keluhan lainnya.

NURSIDIK

Marketer TELKOM SBT Sabet Awards Se Jawa Bali 2006


TAHUN 2006

Marketer TELKOM SBT Sabet Awards Se Jawa Bali 2006

Cowok kelahiran tahun 1982 ber Baby Face and Cool yang kini bergabung dengan Pemasar atau Marketer dalam Sales Force Fixed Phone Telkom SBT ternyata calon peragawan yang menyabet Awards Se Jawa Bali 2006 tanggal 25 Juni 2006 kemarin. Dia adalah Arief Wibowo asli Arek Suroboyo. Putra kedua dari 6 bersaudara ini disamping bekerja sebagai Sales Force ternyata masih kuliah di Universitas Wijaya Kusuma FISIP semester-7. InsyaAllah bulan depan saya akan selesaikan skripsi, katanya kepada Reporter yang didampingi oleh ASMAN Wireleine Sales & Promotion Telkom SBT dan rekan Yoga.

Usai skripsi, maka saya akan focus bekerja, sedangkan untuk kegiatan model sifatnya tidak rutin, ada jadwalnya tertentu, sehingga saya dapat membagi waktu antara profesi yang satu dengan yang lainnya. Kalau Sales Force ini kan sifatnya harian atau rutin, jadi inilah yang jadi focus saya sementara ini, tambahnya.

Saya bergabung di TELKOM SBT selama kurang lebih 2 bulan, dan saya rasa enjoy saja. Ketika ditanya berapa hasil sales selama hampir 2 bulan ini, maka Wibowo menjawab datar, ya…lumayan…! Pangsa pasar Anda siapa saja. Oh,…saya lebih banyak membidik ke perusahaan, bukan perumahan. Saya punya teman yang punya usaha dan ada pula yang bekerja di perusahaan lumayan bonafid. Mereka inilah yang saya sasar.

Apa sih cita-cita Anda ? Saya terobsesi untuk jadi peragawan profesional, tunggu saatnya nanti, biarlah saya bekerja dulu menekuni dunia telekomunikasi di TELKOM SBT. Awards yang Anda terima kemarin untuk bidang apa ? Awards yang dianugerahkan kemarin bertajuk “Pemilihan Putra putri Ramayana Se Jawa Bali 2006” dan saya terpilih sebagai JUARA-I TOP MODEL GROUP C-CASUAL. Dua hari sebelumnya saya terpilih sebagai FINALIS PEMILIHAN MODEL INDONESIA TINGKAT JAWA TIMUR 2006. Saya dapat Trophy dan Cash Money.

Dalam waktu dua hari yang merupakan relatif singkat Anda berhasil menyabet 2 Awards sekaligus, apalagi Jurinya adalah orang papan atas di dunia model, yaitu Sang Fashion Designer, Ramli. Adakah persiapan khusus ditengah-tengah kesibukan sebagai Sales Force dan sebaggai Mahasiswa ? Saya kan punya komunitas model, jadi mempersiapkan diri dengan cara sharing dengan para model yang lain. Saya selalu diberi inputan oleh rekan-rekan komunitas model saya. Kalau sudah jadi peragawan terkenal jangan lupa dengan Telkom SBT, ya, pinta Redaksi mengakhiri pembicaraan.

NURSIDIK

Senin, 06 September 2010

DGM SBT Beri Kuliah New Technology Of INFOCOM


TAHUN 2006

DGM SBT Beri Kuliah New Technology Of INFOCOM

Deputy GM TELKOM SBT, Sujito hari ini Selasa (27/6) berkenan memberi kuliah pada klas SPEEDY ONEDAY BIT TELKOM SBT angkatan ke-5 di Speedy Broadband Centre (SBC) dan Jawara Competence Centre (JCC) STO Manyar, Surabaya. Tema yang diusung dalam ceramahnya berjudul “Perkembangan Teknologi INFOCOM”. Saya bukan Dosen atau Lecturer, sebab Lecturer is the name given to university teachers, sedangkan saya hanyalah praktisi dan tenaga pengajar ‘kagetan’ belaka, katanya sambil ngakak kepada para peserta BIT yang menyebut, bahwa yang mengisi kuliah berikutnya adalah DGM TELKOM SBT.

Peserta BIT Angkatan ke-5 ini terdiri dari para koordinator mitra outsourching d iseluruh STO Surabaya Metro dan perwakilan mitra Catel. Sujito mengatakan, bahwa kalau dulu masyakat disajikan komunikasi berupa voice, tapi saat ini sudah lebih dari hanya sekedar voice, sebab bermacam data bisa diaccess tanpa harus datang ke lokasi termasuk nonton film. Lantas kalau dulu kita harus ke bioskop, sedangkan sekarang sudah bisa diaccess dari rumah. Jangan heran kalau mobilitas customer begitu cepatnya dan tidak akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan data. Sampai dapat mengerjakan segala pekerjaan kantor sambil memimpin rapat, dimana hal ini dimungkinkan hanya dengan memanfaatkan perubahan technology terkini.

Perubahan teknologi tentu akan diikuti oleh perubahan kebutuhan customer. Dulu customer diberi pilihan dari bermacam product yang disediakan perusahaan, namun saat ini perusahaan harus menyediakan sesuai kebutuhan customer. Konsep CUSTOMER DRIVEN ataupun CUSTOMER CENTRIC COMPANY adalah yang sangat tepat untuk disajikan di era teknologi yang semakin maju dan semakin kompetitif, lanjutnya.

Menyikapi hal tersebut, maka TELKOM harus berubah, tak terkecuali Mitra yang selama ini berdampingan dalam bisnis, dalam mendongkrak kinerja dan dalam memajukan perusahaan. Kalau perusahaan ini layu, maka Mitra juga kena dampaknya. Mari kita semua sama-sama berubah, sedangkan SPEEDY merupakan salah satu product kita dalam menghadapi perubahan ini, untuk itu SPEEDY ini harus kita kelola (manajemeni) dengan baik dan profesional.

Sujito dalam kesempatan tersebut selain banyak menyinggung masalah perubahan dan perkembangan teknologi INFOCOM, juga banyak memberikan referensi tentang kondisi persaingan bisnis INFOCOM dewasa ini yang sudah pada tingkat HEAD TO HEAD, dan mengajak para peserta BIT untuk selalu mewaspadai pergerakan kompetitor.

NURSIDIK

Para AR Telkom SBT Dengarkan Pengarahan ASMAN


TAHUN 2006

Para AR Telkom SBT Dengarkan Pengarahan ASMAN

Job para Account Representative (AR) memang cukup unik, dan berbeda dengan job lainnya. Untuk itulah ASMAN Wireless Sales & Promotion, Sudjoko pada hari Selasa (27/6) mengajak rapat mereka untuk meng-update strategi sesuai dengan perkembangan kompetisi terkini. Deskripsi strategi yang akan di update menurut Sudjoko akan kita rumuskan bersama.

Diharapkan agar seluruh kegiatan para AR ini akan terfokus untuk mensupport kegiatan Sales, sehingga mampu menghasilkan kontribusi terhadap Sales Growth yang significant, apalagi Trend Sales POTS akhir-akhir ini kurang menggembirakan ketimbang Trend Sales Non POTS seperti Flexi dan Speedy yang memang semakin menguat mampu meraih Market Share dengan cukup significant.

Para AR ini secara rutin memang berkumpul setiap hari Selasa di Ruang Marketing, sehingga pertemuannya sendiri disebut dengan Pertemuan Selasaan. Mereka saling sharing dan selalu aktif untuk melakukan kegiatan penjualan dan mencapai target penjualan yang ditetapkan. Diharapkan dapat mewakili perusahaan melalui telpon, memiliki hubungan baik dengan customer, dan memelihara serta memperluas relasi customer.

Mereka para tak jarang AR juga membantu dalam kegiatan penjualan di showroom, dalam hal ini di Plasa Telkom yang tersebar di beberapa lokasi strategis. Jika memungkinkan, maka para AR juga melayani customer yang datang, membina hubungan baik dengan customer dan menjelaskan dengan baik produk yang ada di showroom Plasa TELKOM. Kami, lanjut Sudjoko akan senantiasa me retain Customer, sedangkan disisi lain mensupport kegiatan Sales.

Di era persaingan yang semakin ganas ini, maka konsep building strong customer relationship and aggressively develop akan dikembangkan fungsinya ialah untuk mensupport Marketing and Sales, sehingga sekali lagi akan memperoleh Growth yang bagus. Hanya kreativitas dan inovasi yang mampu mengantisipasi pergerakan kompetitor.

NURSIDIK

Marketing TELKOM SBT Bidik Toko Buku


TAHUN 2006

Marketing TELKOM SBT Bidik Toko Buku

Tanpa inovasi, kreatifitas dan work hard, maka seorang marketer / sales force akan dilibas dengan mudah oleh pesaingya. Demikian juga dengan fungsi marketing dan sales tak akan banyak artinya. Kegiatan memanajemeni salesforce di Dinas Marketing SBT selalu terkawal day by day dalam bentuk laporan pemasaran. Kini kami akan membidik Toko Buku untuk mendirikan outlet, kata Sudjoko Asman Wireless Sales & Promotion sambil menunjukkan lokasi-lokasi yang akan dibidiknya, Senin (26/6) di Ruang Marketing Surabaya.

Beberapa valuables reosources kami kerahkan untuk menguasai market share di Surabaya, sebab tanpa itu tentu para competitor akan merebutnya. Para Sales Force POTS dan Non POTS setiap harinya selalu melakukan kegiatan door to door, office to office, mall to mall berkeliling di penjuru kota yang telah termanajemeni dengan baik, laporanpun rutin tiap hari dilakukan (Daily Report). Sambil memaintain para Sales Force ini, maka kami akan mencari peluang di Toko Buku yang jumlahnya cukup banyak. Tujuannya adalah untuk promosi dan penjualan, serta penetrasi.

Biasanya disetiap toko buku banyak dikunjungi oleh komunitas pelajar, mahasiswa dan para intelektual. Hampir setiap toko buku selalu memiliki event-event khusus, seperti event tahun ajaran baru, serta isu-isu actual tentang dunia pendidikan pada umumnya. Disini kami mencoba mencari sisi Sales Advantages dengan menggali dalam mendapatkan peluang promo dan penetrasi produk.

Kolaborasi antara promo, sales force dan marketing itu sendiri juga memiliki daya tangkal terhadap pergerakan kompetitor. Kami selalu berusaha mengubah persepsi konsumen agar terdorong untuk selalu menggunakan produk TELKOM ketimbang kompetitor. Dukungan dunia pendidikan lebih powerfull dan cepat dalam mempersepsi sebuah produk, tambahnya.

NURSIDIK

Closing Audit SOA Semester-I TELKOM SBT


TAHUN 2006

Closing Audit SOA Semester-I TELKOM SBT

Setelah selama dua minggu melakukan audit SOA untuk Remediasi pertama di TELKOM SBT, maka pada hari ini, Senin (26/6) Tim yang dipimpin oleh Sahardi Reningtyas melakukan Closing di Lantai-4 Gedung OPMC TELKOM SBT, Jln. Ketintang 156, Surabaya. Acara ini dihadiri oleh seluruh Senior Leaders TELKOM SBT.

Acara closing diawali oleh sambutan GM TELKOM SBT, Badriyanto yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan terimakasih kepada Tim atas lancarnya pelaksanaan audit dan minta maaf jika ada hal yang kurang berkenan selama melakukan audit. Diharapkan agar hasil audit ini dapat dipakai sebagai evaluasi untuk meningkatkan control dalam transactional level.

Disisi lain, Ketua Tim, Sahardi meminta kepada seluruh jajaran, bahwa yang penting adalah tindaklanjutnya, sehingga dalam Remediasi kedua nanti akan lebih baik lagi. Hasil temuan yang sepele jangan sampai terulang lagi, apalagi sudah diverifikasi. Sahardi juga berharap agar jajaran TELKOM SBT juga mengevaluasi agar mampu menjalankan control secara efektif.

Selanjutnya Sahardi menekankan sekali lagi tentang tujuan audit dan ruang lingkupnya secara lengkap. Dikatakan, bahwa tujuan audit adalah menguji efektifitas internal control, melakukan review CSA, dan merekomendasikan perbaikan. Sedangkan ruang lingkupnya adalah Level Transaksional yang meliputi : Siklus Pendapatan, Beban, Aktiva Tetap, Persediaan, Perpajakan, Perbendaharaan dan Pelaporan Keuangan. Total Control FR TELKOM SBT menurut Sahardi berjumlah 1295 Control yang kesemuanya sudah diaudit selama 2 minggu.

NURSIDIK

DGM TELKOM SBT :”Info Anda Kami Hargai Rp. 50 Ribu”


TAHUN 2006

DGM TELKOM SBT :”Info Anda Kami Hargai Rp. 50 Ribu”

Ini baru berita, dan ini berita baru menyangkut informasi, dimana yang selama ini setiap info sales kepada manajemen hanya diterima sebagai masukan saja, tetapi kali ini info ini mirip WANTED, yaitu untuk setiap info akan dihargai oleh manajemen. Info apa ? Yang dimaksud adalah info tentang calon pelanggan Speedy. DGM TELKOM SBT, Sujito dalam keterangannya usai senam, Jum’at (23/6) menuturkan dihadapan seluruh SDM, bahwa setiap info tentang calon pelanggan Speedy akan dihargai manajemen uang tunai sebesar Rp. 50 ribu.

Penghargaan uang tunai dalam ajang “Multi Media Business War” ini adalah untuk merangsang seluruh pasukan melakukan pertempuran bisnis yang semakin kompetitif. Dengan penghargaan yang cukup menggiurkan ini diharapkan muncul informan-informan bisnis yang handal. Tentu ujung-ujungnya adalah akselerasi penjualan Speedy, sebuah produk baru yang bulan depan akan dilaunching di Denpasar, Bali, sehingga lebih menggelegar.

Menurut Sujito, penghargaan informan ini merupakan upaya-upaya inovatif TELKOM SBT sesuai dengan Nota Dinas GM TELKOM SBT Nomor : C.Tel. 65/YN 000/D05-B2051000/2006, tanggal 22 Juni 2006 Tentang : Kebijakan Employee Selling Speedy KANDATEL SBT Bulan Juni 2006. Ditegaskan, bahwa dalam upaya pencapaian sales Speedy menuju 1K SSS pada bulan Juni 2006, diminta agar seluruh Karyawan dilingkungan KANDATEL SBT ikut berkontribusi secara aktif dalam program Employee Selling.
Ditambahkan, bahwa untuk mendapatkan informasi apakah jaringan telepon milik calon pelanggan layak atau tidak, dapat dilakukan dengan cara : SMS melalui flexi (hanya flexi) ke 031-70900017 dengan format : speedy(spasi)nomortlp, contoh (speedy 0315934966) anda akan mendapatkan respon oleh sistem layak atau tidak layak, atau Call ke TDC : 116 atau 8271116.
Jadi sebenarnya kebijakan Marketing Fee Employee Selling yang sungguh sangat inovatif ini adalah sebagai berikut, pertama : Melaksanakan Transaksi PSB sendiri kepada pelanggan yang diprospek dan berhasil kring, diberikan fee sebesar Rp 100.000,- per SSS. Sedangkan yang kedua : Memberikan informasi calon pelanggan kepada Contact Person kami yang ditunjuk dan berhasil ditransaksikan serta berhasil dikringkan oleh petugas Sales kami, maka diberikan fee sebesar Rp. 50.000,- per SSS.
NURSIDIK

Pelanggan Mojokerto Merespon Positif : Customer Need & Want TIC 007


TAHUN 2006

Pelanggan Mojokerto Merespon Positif : Customer Need & Want TIC 007

Sebagai pendatang baru dalam kancah Sambungan Langsung Internasional dengan brand Telkom International Call (TIC 007) ternyata direspon positif oleh para pelanggan. Ini terbukti dari hasil kunjungan 22/6/06 (lanjutan) Kuisioner Untuk Customer Need & Want dari 10 pertanyaan optional semuanya merespon positif dan 4 pertanyaan isian program kedepan yang diharapkan pelanggan semuanya juga demikian. 8 perusahaan ini hanya menggunakan 007 untuk sambungan internasional, tidak menggunakan yang lain.

8 pelanggan yang kami kunjungi adalah di wilayah pelayanan Ngoro Industri tepatnya di Ngoro Industri Persada (NIP) yang merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang rata-rata milik pengusaha Taiwan dan bergerak dibidang industri logam. Area bisnis yang merupakan hamparan ”perumahan” industri merupakan mesin uang di Kancatel Mojokerto. Bahkan di wilayah ini sudah ada Telkom Sulution yang diharapakan merupakan pelayanan one stop service bagi ”key Customer” kita.

Kami didampingi oleh tenaga OMAN (mitra) dari NRI yang sudah cukup banyak dikenal di perusahaan tersebut sehingga tidak ada kendala menemui kontak person di masing-masing perusahaan.

Kesimpulan dari kuisioner tersebut adalah pelanggan menjawab positif dari pertanyaan ”tertutup” (baca: multiple choise) yang dibuat oleh rekans Marketing SBT. Satu hal yang merupakan harapan pelanggan secara umum adalah ”agar kualitas suara 007 lebih ditingkatkan”, pelanggan lebih menginginkan bentuk diskon pulsa progresif dari pada 2 pilihan yang lain seperti diskon pulsa flat dan potongan pulsa dalam bentuk cash back.

Demikian sekilas info dari visiting Customer Need And Want di TELKOM Mojokerto ***NKM ***

Cermin Sebagai Kiat Bisnis Untuk Meningkatkan Usage WARTEL Jombang


TAHUN 2006


Cermin Sebagai Kiat Bisnis Untuk Meningkatkan Usage WARTEL Jombang

Berita ini adalah oleh-oleh dari Customer Day WARTEL di CATEL Jombang. Ada saja inovasi dari pegelola WARTEL untuk meningkatkan pendapatannya, salah satunya adalah sebuah WARKOM yang berada di lingkungan Pondok Putri Tambak Beras Jombang. WARKOM dengan 12 KBU ini setiap KBUnya dipasang cermin.

Pada saat ditanya untuk apa setiap KBU dipasangi cermin, Gus Wahid sang pengelola WARTEL menjawab; karena WARKOM ini berada di lngkungan pondok putri, maka mayoritas yang masuk KBU untuk bertelepon adalah santri putri, sesuai kodratnya wanita itu senang bersolek dan memandangi wajahnya, cermin ini saya sediakan agar tanpa terasa si pengguna KBU ini telah menelepon lama karena sambil bersolek.

Ha ha ha,…bisa saja Gus Wahid ini. Kamudian ketika diminta untuk memberikan masukan untuk Telkom mengenai pelayanan yang berhubungan dengan WARKOM lagi-lagi Gus Wahid menjawab dengan enteng; Lho kan sudah jelas KBU saya pasang cermin artinya TELKOM juga sudah saatnya untuk bercermin (baca : introspeksi) agar pelayanan bisa terus ditingkatkan. Demikian Gus Wahid mengakhiri jawabannya sambil meninggikan gulungan sarungnya yang sedikit turun.(AR)

Minggu, 05 September 2010

Asman Security & Safety SBT Tingkatkan Performansi SATPAM


TAHUN 2006


Asman Security & Safety SBT Tingkatkan Performansi SATPAM
Dalam rangka peningkatan disiplin dan performance, maka ASMAN Security & Safety TELKOM SBT, Warsito mengumpulkan para KAPOK Security se Surabaya Metro untuk diberi pengarahan tentang masalah operasional sehari-hari. Mereka diberi pengarahan di halaman parkir Gedung OPMC Jln. Ketintang 156, Surabaya, Senin (19/6).
Personel SATPAM yagn terdiri para KAPOK tersebut berjumlah 18 orang mewakili masing-masing STO se Surabaya Metro. SATPAM sebagai salah satu bentuk pengamanan, harus selalu merefresh diri agar selalu disiplin. Warsito berharap agar disiplin dan profesionalitas dapat tetap terjaga, sehingga akan lebih memantapkan peran aktifnya selaku security.
Saya berharap, agar SATPAM selalu menciptakan suasana kondusif di lingkungannya masing-masing, sehingga dapat menjadi pelopor dalam keikutsertaannya memelihara dan meningkatkan keamanan disekitarnya. Tingkatkan terus kemampuan masing-masing individu di lingkungan tugas masing-masing, pintanya.
Kemudian etika profesi harus selalu ditanamkan oleh setiap anggota SATPAM dalam melaksanakan tugasnya. Wujudkan sikap dan perilaku melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat pengguna jasa telekomunikasi dengan senyum yang tulus dan selalu ramah, sehingga citra SATPAM TELKOM menjadi semakin meningkat.

NURSIDIK

TELKOM SBT Peduli Banjir Lumpur Porong Sidoarjo


TAHUN 2006

TELKOM SBT Peduli Banjir Lumpur Porong Sidoarjo

Untuk kesekian kalinya ujian dan musibah melanda saudara kita terakhir adalah Gempa Jogja, dan kali ini saudara kita yang ada disekitar porong mengalami musibah banjir Lumpur panas. TELKOM Surabaya Timur tak membiarkan para korban sedih dan menderita sendiri, maka manajemen hadir di sana untuk memberikan bantuan, hanya sekedar meringan beban mereka, Rabu (21/6).

GM TELKOM SBT, Badriyanto dan para Senior Leaders didampingi Ketua DPD SEKAR TELKOM SBT, Dwi Anggara hadir ke lokasi musibah dan menyerahkan bantuan secara langsung dalam bentuk SEMBAKO : 250 dos mie sedap, 100 bks biscuit, 20 dos susu cair, 6 dos ikan sarden, , 5 karung beras 25 kg, 2 dos minyak, komputer, pesawat Flexihome untuk koneksi internet monitoring / komunikasi POSKO Sarkolak PEMDA.

Banjir Lumpur ini sudah berlangsung selama 24 hari dan menyebabkan para warga terserang penyakit ISPA – Infeksi Saluran Pernafasan, rumah rusak, kegiatan ekonomi terganggu, ribuan buruh pabrik tak bisa bekerja sebab banyak pabrik tak beroperasi, bahkan ada warga yang meninggal dunia. Dampaknya memang cukup luas, bahkan jalan tol Surabaya-Gempol akhirnya pernah ditutup total. Penyebabnya, warga Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, yang menjadi korban musibah banjir lumpur tambang migas Lapindo Brantas, Inc marah.

Jika banjir lumpur belum juga berakhir beberapa hari ke depan, ada kemungkinan terjadi kekurangan gizi pada para balita (bayi di bawah lima tahun) yang mengungsi. Beberapa BUMN sangat peduli terhadap musibah ini. Bahkan untuk mengatasi kekurangan gizi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo mulai bergerak. Kemarin, Dinkes mendistribusikan bahan makanan ke sentra pemukiman di Pasar Porong.

Badri saat menyerahkan SEMBAKO ke warga dan perlengkapan IT ke POSKO Sarkolak Pemda untuk monitoring dan komunikasi, antara lain mengatakan, bahwa pihak PT. TELKOM turut prihatin atas musibah ini, dan berharap upaya untuk menyumbat sumber Lumpur panas segera dapat berhasil sukses, sehingga para warga dapat menjalankan aktivitas seperti sedia kala.

NURSIDIK

Barak Korban Gempa Sudah Rampung Dan Diserahkan SEKAR


TAHUN 2006

Barak Korban Gempa Sudah Rampung Dan Diserahkan SEKAR

Setelah 2 minggu dikerjakan nonstop, maka barak berkapasitas 7 KK (Kepala Keluarga) yang dibangun SEKAR TELKOM didesa Muntuk Banjarharjo-I Kecamatan Dlingo. kini sudah rampung dan diserahkan secara resmi oleh KETUM SEKAR TELKOM, Syinar Budhi Artha didampingi Ketua DPW-IV JATENG, Syahrul Akhyar kepada Pak Tugiman, Ketua RT setempat, Selasa (20/6).

Acara penyerahan ini disaksikan oleh seluruh warga desa mulai anak-anak usia sekolah dasar sampai para orang tua mereka, serta oleh SEKAR TELKOM DPP dan seluruh DPW kecuali DPW-I Sumatra dan DPW-VI Kalimantan. Mereka nampak ceriah sebab memiliki penampungan yang semi permanent, bahkan dapat untuk tempat tinggal permanent. Keceriahan anak-anak nampak ketika meriakkan Yel SEKAR TELKOM sambil mengepalkan tangan kanannya. Ketika diberi kaos baru oleh SEKAR DPW-IV, anak-anak ini langsung memakainya.

Sambutan KETUM SEKAR disampaikan oleh rekan Abi dalam komunikasi bahasa Jawa halus (KETUM/asli Bandung & Ketua DPW-V/ asli Padang tidak menguasai bahasa Jawa), sehingga sambutan diserahkan kepada rekan Abi selaku Ketua-I. Inti sambutan KETUM yang disampaikan rekan Abi, ialah bahwa rumah ini jangan dilihat nilainya, tetapi yang penting dapat mengobati perasaan sedih warga yang ditimpa musibah.

Mari kita bangkit menyongsong hari esok yang lebih baik dengan melakukan aktivitas sehari-hari lagi, ajak Abi kepada Pak RT serta para warga yang keseharian berpenghasilan sebagai petani, menjual hasil pertanian dan pengrajin anyaman bambu. Yang penting kita harus senantiasa berdo’a, tawakkal, mohon ampunanNYA. Kami dari SEKAR TELKOM mohon maaf bila selama 2 minggu lebih berada disini ada tindakan kami yang kurang berkenan, pinta Abi mengakhiri.

Sedangkan Pak Tugiman selaku Ketua RT atas nama warga mengucapkan terimakasih kepada SEKAR TELKOM atas uluran tangan meringankan beban warga terkena musibah gempa. Semoga uluran tangan ini diberikan ikhlas dan semoga dicatat sebagai amal sholeh oleh ALLAH SWT. Kami berdo’a pula semoga SEKAR & PT. TELKOM tetap maju dengan mendapat RidhoNYA. Acara diakhiri dengan penandatangan BA serah terima Barak SEKAR TELKOM.

NURSIDIK

How do I control who can view my blog?

How do I control who can view my blog?

TELKOM SBT Membumikan Speedy Di Surabaya


TAHUN 2006

TELKOM SBT Membumikan Speedy Di Surabaya

Guna Meningkatkan skill SDM dibidang Speedy yang merupakan salah satu New Engine Driver, maka TELKOM SBT mengadakan ONE DAY BIT SPEEDY di Speedy Competence Center, STO Manyar Surabaya Timur, Selasa (20/6). Program yang diikuti oleh 14 SDM ini dibuka secara resmi oleh GM TELKOM SBT, Badriyanto.

Mengingat prospek bisnis multi media sangat bagus, maka Badri merencanakan agar program BIT ini berkelanjutan dan saat ini sudah direncanakan sebanyak 13 angkatan. Peserta angkatan pertama ini diikuti oleh Koordinator STO dan seluruh regu lapangan. Durasi One Day BIT ini adalah selama 8 jam, yaitu 4 jam teori dan 4 jam praktek install dan trouble shoting Speedy.

Badri meminta agar alumni program ini harus siap pakai, dan yang tak kalah pentingnya ialah harus mampu membumikan SPEEDY di Surabaya Timur Area, sebab awalnya konsumen hanya butuh telepon untuk bicara, tetapi saat ini sudah berkembang menjadi kirim SMS, Data dan Gambar. Ini adalah trend tekonolig ke depan yang saat ini sudah menjamur, bahkan menjadi persaingan sengit diantara para competitor/provider.

Kalau kita tidak mengikuti perkembangan ini, maka kita akan tewas. Kebutuhan konsumen/customer termasuk ekspektasinya juga sudah semakin tinggi melejit. Telkom harus mampu mengantisipasi hal ini, bahkan harus lebih pro aktif dan jemput bola mencari pangsa pasar yang diprediksi semakin BOOMING.

Besarnya pangsa pasar di jalur multi media inilah yang membuat manajemen TELKOM SBT optimis dan selalu ingin meningkatkan skill dan mindset SDM yang menangani, baik yang langsung maupun tidak langsung menanganinya, kendati pangsa pasar yang dikuasai untuk jalur ini masih belum banyak, namun memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan, kuncinya.

NURSIDIK

Prime Customer Dikunjungi, Surprise Bagi PT. Libratama Group


TAHUN 2006

Prime Customer Dikunjungi, Surprise Bagi PT. Libratama Group

Namanya juga Manager Customer Care, jangan heran kalau Manager yang satu ini selalu CARE terhadap para customernya dan selalu konsisten dengan program “Melayani Dengan Cinta”. Gatot Indra adalah orangnya, yang kemarin pada hari Jum’at (16/6) mendatangi Prime Customernya dikawasan Kompleks Ruko Rungkut Megah Raya K3, Surabaya.

Prime Customer tersebut adalah Libratama Group untuk Cabang Surabaya, Saat berkunjung ditemui oleh GM Cabang Surabaya Bapak Iwan setiadi dan Ibu Christine diruang kerjanya. PT Libratama Group bermarkas di Semarang dengan main productnya adalah Chemical and treatment diantaranya semacam cairan pelumas, pembersih untuk perlatan maupun mesin dengan merk Drathon, Prolong dan NEC untuk Thermo tracer, dll.

Bisnis ini pasarnya masih prospective ungkap P Iwan, peluang masuk ke TELKOM pun sudah dijajagi, diantaranya Telkom Pekalongan, Cirebon dan Semarang, saat ini sudah pakai untuk membersihkan peralatan/tools dan contact cleaner seperti di MDF ungkapnya. Dia juga menawarkan kalau TELKOM Surabaya Timur berminat untuk mengikuti jejak TELKOM di DIVRE II & IV yang sudah pakai produknya.

Menanggapi pertanyaan berapa belanja yang diperlukan untuk telekomunikasi, karena perlu untuk kegiatan Sales, marketing, dan Distribusi Supply, Iwan menanggapi lumayan besar karena untuk 3 line telpon eksisting sekitar diatas 2 juta, belum lagi untuk Internet yang konon masih pakai Provider lain, dan "sebagian besar sales yang berjumlah 12 orang hampir sebagian pakai Flexi, karena lumayan efisien" tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Manager Customer Cara SBT menawarkan juga produk Speedy untuk jaringan internetnya, nanti kalau mau trial kita berikan waktu 1 minggu dan paketnya tinggal pilih sesuai kebutuhan. Tawaran ini ditanggapi cukup positif, namun masih menunggu pindah kantor yang baru berjarak 50 meter dan terealisir sekitar Agustus, sehingga nanti perlu bantuan TELKOM juga untuk Pindah nomor, tambah line termasuk juga Speedy.

Apa pernah Complain atau tidak puas dengan layanan kami..? Kalau keluhan layanan hampir tidak ada karena teman-teman Telkom yang kesini (maksudnya AR TELKOM SBT) sudah gampang dikontak sewaktu-waktu kalau perlu. Yang masih ngganjel katanya flexinya masih ada gangguan call drop dibeberapa lokasi dan kadang SMS telat, untuk itu sudah kami sampaikan juga soal penambahan BTS di Surabaya dalam waktu dekat ini, sehingga ketidaknyamanan dalam berkomunikasi dapat segera dikurangi.

Kunjungan ini terus terang membawa surprise bagi Libratama group dan tentunya akan dilaporkan ke Board meeting di Semarang tentang dukungan TELKOM untuk solusi Telekomunikasi, papar Pak Iwan mengakhiri obrolan.
–nursidik-