Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"

Selasa, 17 Agustus 2010

TELKOM SIDOARJO MEMPERINGATI DETIK DETIK PROKLAMASI 17 AGUSTUS 2005 YANG KE 60


TAHUN 2005

TELKOM SIDOARJO MEMPERINGATI DETIK DETIK PROKLAMASI 17 AGUSTUS 2005 YANG KE 60



Bertempat dihalaman parkir STO Sidoarjo,pada tanggal 17 Agustus 2005 seluruh Jajaran Telkom Sidoarjo dengan penuh semangat dan hidmat mengikuti jalannya upacara peringatan Detik Detik Proklamasi yang langsung dipimpin oleh Manager Kancatel Sidoarjo MULYADI.

Pada kesempatan itu Beliau membacakan pidato sambutan dari Dirut Telkom yang mengambil Tema “DENGAN SEMANGAT PROKLAMASI 1945, KITA PERKOKOH PERSATUAN DAN KEBERSAMAAN MENUJU INDONESIA YG AMAN, ADIL, DEMOKRATIS DAN SEJAHTRA“.

Dalam pidatonya Dirut mengatakan, dengan Tema diatas seharusnya sudah semestinya seluruh jajaran Telkom memberikan kontribusi nyata melalui fungsi kita sebagai penyelenggara jasa Telekomunkasi yang mengemban Brand “NATIONAL FLAG CARRIER“.
Untuk mendukung persatuan dan kebersamaan Telkom akan terus meningkatkan penetrasi Telepon ke seluruh pelosok Nusantara sehingga lokasi lokasi yang saat ini dirasa masih sulit untuk mendapatkan Jaringan Telepon maka lima tahun ke depan diharapkan seluruh masyarakat dapat merasakan pemakaian Telpon dengan baik.

Disisi lain Dirut mengatakan bahwa paska suksesnya pelaksanaan Pemilu Presiden secara langsung saat ini Telkom masih dibutuhkan dalam pelaksanaan Pemilihan Pimpinan Daerah dengan menyediakan Fasilitas Telekomunikasi.

Telkom juga lima Tahun ke depan diberi amanah oleh pemerintah untuk meningkatkan Kapitalisasi Saham Telkom, bila saat ini Kapitalisasi saham telkom tercatat 10 Miliar US Dollar maka pada Tahun 2010 ditargetkan mencapai 30 Miliar US Dollar.

Untuk itu Budaya The Telkom Way 135 kita lengkapi dengan “ TELKOM GOAL 135 “.untuk itu Dirut mengajak kepada seluruh Jajaran Telkom untuk menjadikan budaya ini sebagai semangat yaitu Satu Tekad / Tujuan untuk melipatgandakan Tiga Kali Kapitalisasi Pasar dalam lima Tahun ke depan.

Untuk mencapai hal tersebut diatas maka perlu Strategi antara lain : Pertama Revenue Growth Enhancements melalui penguatan Fixed Phone Business. Kedua melalui Technology & Capex Management yakni Senantiasa menerapkan Teknologi yang tepat untuk mendukung Produk dan Jasa yg sesuai dengan prospek Demand serta Fokus pada Capital Expenditure yg memberikan return dan performansi finansial yang baik.
Ketiga kita perlu menempuh strategi Improving Value & Strategic Investment, dengan ketiga strategi ini diharapkan Telkom mampu bersaing dengan para kompetitor yang saat ini begitu banyak juga bergerak di bidang Telekomunikasi.

Pada akhir sambutannya Dirut mengajak seluruh yang hadir pada upacara ini untuk senantiasa bersikap Dewasa, proporsional dan arif dalam menghadapi kebijakan baru serta kondisi ke depan yang penuh ketidak pastian, dan marilah kita tingkatkan kinerja individu dan kinerja unit agar dapat meningkatkan Produktivitas yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan Perusahaan, untuk itu diperlukan disiplin dan kerja sama serta kemampuan untuk meraih pasar Telekomunikasi yg masih besar di negara ini.


Dalam waktu yang sama juga dilakukan penanaman Pohon buah oleh Manager Catel SDA dengan harapan bila kelak Pohon ini berbuah akan sama dengan Telkom yang diharapkan terus tumbuh dalam pencapaian Revenue ke depan Amin…….

By nayaw

Upacara HUT RI Ke-60 DIVRE-V Sangat Profesional


TAHUN 2005

Upacara HUT RI Ke-60 DIVRE-V Sangat Profesional

UPACARA.
Pelaksanaan Upacara Bendera memperingati HUT RI ke-60 dinilai KADIVRE-V, Nanang Ismail Kosim adalah sangat profesional. Hal tersebut diungkapkannya usai pelaksanaan upacara pada hari Rabu (17/8) di lapangan depan Kantor DIVRE-V, Jln. Ketintang 156, Surabaya. KADIVRE-V selaku Pembina Upacara dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan Direktur Utama Telekomunikasi.

Kita patut bersyukur, bahwa pada hari ini kita dapat memperingati hari yang sangat bersejarah, Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-60 yang mengambil thema : “DENGAN SEMANGAT PROKLAMASI 1945, KITA PERKOKOH PERSATUAN DAN KEBERSAMAAN MENUJU INDONESIA YANG AMAN, ADIL, DEMOKRATIS DAN SEJAHTERA.”
NATIONAL FLAG CARRIER.
Bertolak dari thema tersebut sudah sementinya jajaran TELKOM memberikan kontribusi nyata melalui fungsi kita sebagai penyelenggara telekomunikasi yang mengemban Brand ’NATIONAL FLAG CARRIER’. Untuk mendukung persatuan dan kebersamaan kita akan tingkatkan terus penetrasi telepon ke keseluruh pelosok nusantara, baik untuk telepon kabel, maupun nirkabel. Dalam mewujudkan keamanan, Telkom dapat menyediakan jaringan tangguh untuk mewujudkan sistem telekomunikasi, demi terwujudnya pertahanan dan keamanan Nasional.
TELEPON KABEL BURAM.
Potret buram telepon kabel juga tak lepas dari sambutan DIRUT. Dikatakan, bahwa potret buram telepon kabel yang tersamar dibalik gemerlapnya telepon seluler GSM tidak membuat Telkom patah arang, namun justru mempelopori pengoperasian telepon nirkabel dengan basis teknologi CDMA.

Pemanfaatan keunggulan jaringan kabel sudah tentu perlu dioptimalkan, seperti penambahan teknologi ADSL pada jaringan kabel tembaga, agar meningkatkan fungsi telepon kabel. Untuk itu produk itu produk yang kita sebut SPEEDY perlu terus digencarkan pemasarannya. Untuk itu Telkom harus pandai-pandai menciptakan pasar, mengakuisi dan mempertahankan pelanggan CDMA.
TELKOM GOAL 135.
DIRUT dalam sambutan tertulisnya juga meminta seluruh jajaran untuk mensukseskan Telkom Goal 135, lima tahun kedepan, melipatgandakan tiga kali kapitalisasi pasar, yang saat ini KAPITALISASI SAHAM TELKOM TERCATAT 10 MILIAR US DOLLAR, MAKA PADA TAHUN 2010 DITARGETKAN MENCAPAI 30 MILIAR US DOLLAR. Strateginya ialah : REVENUE GROWTH ENHANCEMENTS, TECHNOLOGY & CAPEX MANAGEMENT, IMPROVING VALUE & STRATEGIC INVESTMENTS, dan CUSTOMER ORIENTATION.
CURRENT ISSUE.
DIRUT menegaskan, bahwa dalam jangka pendek kita menghadapi current issue yang cukup meguras enerji. Pemindahan alokasi spektrum frekuensi Flexi di Jakarta, JABAR dan banten akan menelas biaya cukup tinggi sekitar Rp. 1.3 Trilyun yang akan dilaksanakan secara bertahap agar tak berdampak negatif terhadap pelanggan.
KODE AKSES SLJJ.
Menyinggung tentang Kode Akses SLJJ, DIRUT mengatakan, bahwa issue kode akses SLJJ merupakan kebijakan regulasi yang tidak bisa dihindari lagi. Saling ketergantungan antar operator tidak bisa dielakkan dalam iklim kompetisi. Oleh sebab itu sebagi incumbent operator biasaya dituntut keikhlasan untuk membuka akses SLJJ bagi operator lain.

Upacara HUT RI Ke-60 ini juga diwarnai dengan penyerahan sejumlah SK Mutasi / Promosi dan Awards, yaitu penghargaan Top Ten Award semester I tahun 2005 kepada beberapa jajaran yang telah berhasil dalam merampungkan targetnya di semester pertama 2005.
 NURSIDIK

Komut, Tanri Abeng Menutup Workshop GCG SEKAR TELKOM


TAHUN 2005

Komut, Tanri Abeng Menutup Workshop GCG SEKAR TELKOM

DITUTUP.
Setelah selama tiga hari di kota sejuk kota kembang, Workshop GCG SEKAR TELKOM diakhiri pada hari Jum’at (17/6) dan ditutup oleh Komisaris Utama (Komut), Tanri Abeng. Acara penutupan yang dihadiri jajaran Direksi dan jajaran DEKOM ini berlangsung di Gedung I Telkom Training Centre (TTC), Jln. Geger kalong Hilir 47, Bandung.

AMANAH MUNAS-II.
Ketua DPP SEKAR Telkom, Wartono Purwanto dalam sambutannya antara lain mengatakan, bahwa kenapa SEKAR harus ikut mengurusi CBHRM, Kode Akses SLJJ serta BTP/GCG, dll ? Hal ini tak lain adalah untuk ikut mempertahan pertumbuhan perusahaan dengan baik. Yang paling esensiil adalah memang hal ini merupakan rekomendasi MUNAS II Sekar Telkom 2004. Jadi ini adalah amanah MUNAS !!!

Tim GCG Sekar tidak menyaingi Internal Auditor, tetapi ikut mengawal suksesnya Internal Auditor. Tim GCG Sekar mencoba membuat mekanisme agar alur proses hasil temuan Internal Auditor ditindaklanjuti secara transparan. Selama Workshop ini, Sekar telah menghasilkan Draft Surat Keputusan DPP SEKAR TELKOM Tentang Implementasi Good Corporate Governance (GCG) di lingkungan TELKOM, serta mekanisme proses untuk kami serahkan ke Manajemen hari ini juga, ujar Purwanto yang kerap dipanggil Ipunk mengakhiri.

MITRA.
DIRUT TELKOM, Kristiono dalam sambutan singkatnya dan dan penuh makna antara lain mengatakan, bahwa kontribusi Sekar Telkom dalam membangun Good Corporate Governance agar perusahaan ini tetap eksis, menunjukkan bahwa Sekar Telkom memang benar-benar merupakan partner atau mitra manajemen.

SENADA.
Hal senada juga diungkapkan oleh Tanri Abeng, bahwa semangat kemitraan antara SEKAR & Manajemen telah dibuktikan melalui Workshop selama tiga hari ini. Inisiatif yang baik ini dapat memberikan dampak positif kepada perusahaan yang kita cintai bersama.

Workshop tiga hari benar-benar membawa hasil yang merupakan masukan bagi manajemen. Kalau 10 % saja kesimpulan/hasil masukan tersebut terserap itu sudah bagus, apalagi 100 %, tuturnya. Semangat kemitraan selain dibangun dengan Manajemen, disarankan oleh Tanri agar semangat ini juga dibangun dengan para Vendor Telkom, sebab Vendor juga memberikan kontribusi.

MENGAJARI.
Dalam membangun keberhasilan partnership atau kemitraan kuncinya adalah komunikasi. Jadi antara Manajemen dan Sekar harus ada saling menghayati dan pengertian. Atasan mengajari bawahan, sebaliknya bawahan harus mengajari atasan. Jadi jangan menutup diri, gelora harus sama, pinta Tanri serius.

Sekar diminta Tanri tak perlu militant, bertanyalah yang wajar-wajar saja, komunikasikan dan diskusikan dengan baik. Apalagi TELKOM saat ini sudah menduduki ranking 20 dari 100 perusahaan yang harus disyukuri untuk terus dipacu lebih maju. Jadi tak salah kalau SEKAR melakukan kegiatan positif seperti ini, lanjutnya.

TRANSPARANSI.
Lebih jauh Tanri mengatakan, bahwa GCG merupakan symbol korporasi di dunia. Ia harus dimulai dari struktur otoritas yang jelas, system mekanisme merupakan patokan kerja, akhirnya berpulang kepada keterbukaan atau transparansi. Dengan adanya GCG, maka BUMN akan menjadi efisien (yang tidak selalu absolut), tetapi relatif.

Terakhir, Tanri berharap agar hasil selama tiga hari ini ada tindak lanjut positif. Kita akan pelajari draft masukan ini. Direksi dan Komut akan mempelajarinya untuk ditindaklanjuti, kuncinya. Acara dilanjutkan dengan Tanya-jawab antara SEKAR, Manajemen dan DEKOM.

Sementara itu, sebelum acara penutupan siang hari, pagi harinya Tim mencoba untuk mengkorek beberapa kasus yang terjadi di seluruh Divre se Indonesia. Karena banyaknya kasus yang dimunculkan oleh masing-masing Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), maka hanya dipilih 3 kasus saja untuk diplenokan, antara lain kasus pengalihan tanah di DIVRE-VI Pontianak/Kalimantan, ada juga di Denpasar.

Kasus yang diangkat DIVRE-I, adalah kasus bepergian ke LN dibiayai Vendor, yang perlu dan yang harus dicermati adalah akan terjadi pembengkakan Cost dalam Kontrak. Juga tentang peraturan bahwa ke LN harus izin Dir. SDM. Pihak KPK sehari sebelumnya mengingatkan agar kita mencermati setiap pemberian Vendor atau pihak ketiga lainnya. Tim juga menyoroti kasus KR.1, KR.2 dan KR.3 Pasca Tsunami di DIVRE-I, terakhir kasus Call Centre di DIVRE-III.

Semoga contoh kasus dan mungkin banyak kasus yang diangkat SEKAR dapat ditindaklanjuti bersama Manajemen Telkom, sehingga hal-hal yang berpotensi merugikan perusahaan dapat dihindari, demi menjaga kelangsungan perusahaa yang kita cintai bersama sesuai dengan Thema, yaitu : “ Memelihara Martabat Bangsa, Penyelamat Perusahaan Dan Pengawal BTP (Bersih, Transparan, Profesional”.

• NURSIDIK

Apel Siaga & Demo Damai SEKAR Tolak Regulasi Kode Akses SLJJ


TAHUN 2005

Apel Siaga & Demo Damai SEKAR Tolak Regulasi Kode Akses SLJJ

SE INDONESIA.
Apel siaga SEKAR untuk menolak regulasi kode akses SLJJ telah dilakukan di halaman upacara Gedung Japati Kantor Korporat Telkom pada hari Senin (17/5) dan dihadiri oleh seluruh Pengurus SEKAR se Indonesia dan beberapa anggota SEKAR, kesemuanya mengenakan Pita Hitam di lengan sebelah kiri yang bertuliskan Kompetisi Yes, Kode Akses No !!!

DIMISKINKAN.
Ketua Umum SEKAR, Syinar Budi Artha dalam sambutannya mengatakan, bahwa tak pernah terbayangkan oleh pendiri Republik ini, bahwa Indonesia, tanah air kita tercinta, akan terus dimiskinkan melalui serangkaian kebijakan dan regulasi di sektor telekomunikasi yang nyata-nyata berpihak kepada kepentingan kapitalis dan asing. Ketika kita bicara nasionalisme atau Merah Putih, biasanya banyak orang mencibir, karena menganggapnya klises. Tapi ketahuilah, tidak ada satupun negara yang kuat, tanpa didukung nasionalismen yang kuat.

Ketika bicara nasionalisme, maka peran infrastruktur telekomunikasi menjadi sangat vital dan strategis. Untuk menguasai kedaulatan sebuah negara, baik secara ekonomi maupun politik, maka terlebih dahulu harus menguasai sarana telekomunikasinya. Dengan kerangka berfikir seperti itu, maka wajar bila negara-negara maju senantiasa menjaga National Flag Carriernya. Inggris dengan British Telecomnya, Perancis dengan French Telecomnya, Jepang dengan NTT DoCoMonya, Swiss dengan Swisscomnya, Jerman dengan Deutch Telekomnya, Singapura dengan SingTelnya.

Dengan kerangka berfikir seperti itu pula, maka tidak heran para kolonialis terus berupaya menaklukkan Indonesia melalui jalur penguasaan sektor telekomunikasi. Telkom sebagai satu-satunya operator milik Bangsa Indonesia, tak pelak menjadi sasaran penaklukan. Tidak secara langsung, tetapi dengan cara berkolaborasi bersama oknum pejabat pribumi yang di kepalanya tidak ada lagi ruang bagi kosa kata “Indonesia”. Lalu, lahirlah serangkaian regulasi parasitis yang sangat merugikan, bukan hanya bagi Telkom, tetapi juga bagi Bangsa dan Negara.

TIDAK ADIL.
Regulasi kode akses SLJJ seperti tertuang dalam KM 28/2004, KM29/2004, dan KM 30/2004, adalah beberapa diantara produk hukum yang akan menghancurkan Telkom secara tidak adil. Munculnya Pengumuman Menteri No. 92/2005 tentang Penerapan Kode Akses SLJJ pada 1 April 2005, sekalipun masih menyisahkan nafas bagi Telkom, namun kami pandang belum tuntas mengatasi permasalahan, serta masih membuka lebar peluang asing menguasai sektor telekomunikasi di Indonesia.

SEKAR Telkom telah melakukan kajian yang mendalam tentang regulasi di seputar pemberlakuan kode akses SLJJ. Kesimpulannya antara lain, regulasi tersebut sangat tidak adil serta berpotensi menghancurkan bisnis Telkom, merugikan konsumen dan masyarakat pengguna jasa Telkom, membuat kacau tatanan industri telekomunikasi, membahayakan kedaulatan negara, serta merugikan keuangan Negara sebagai pemilik mayoritas saham Telkom.

Untuk itu, saudara-saudaraku, bersatulah, rapatkanlah barisan, satukanlah tekad dan langkah, mari kita tolak bersama-sama implementasi kebijakan kode akses SLJJ yang akan menghancurkan itu.

MILITAN.
Saya sadar betul, mungkin banyak pihak, termasuk dilingkungan internal Telkom sendiri, yang menganggap langkah SEKAR berlebihan. Ketahuilah, justru pendapat itulah yang berlebihan. Mungkin benar SEKAR militan, tetapi militansi itu tidak seberapa dibanding nilai pertaruhan nasin TELKOM dan Bangsa Indonesia di kemudian hari.

Terhadap gerakan yang dilakukan rekan-rekan di seluruh Indonesia, terus terang saya merasa bangga. Kita memang miskin uang, miskin fasilitas, miskin kewenangan, tetapi kita masih punya hati nurani, masih punya semangat tinggi untuk memperjuangkan kebenaran, masih punya kekompakan, dan masih mempunyai ikatan persaudaraan yang tulus di seluruh Nusantara. Di atas segalanya kita masih punya Tuhan, Allah SWT Sang Maha Kuasa, zat tempat kemana kita mencari bimbingan dan perlindungan. Allahu Akbar ...3X !!!

TERPURUK.
KETUM SEKAR dalam kesempatan tersebut juga memaparkan tantangan yang dihadapi sehubungan dengan regulasi telekomunikasi yang salah kaprah di Indonesia tidaklah ringan. Sejarah kebijakan dan regulasi parasitis terus berulang. Sederet contoh adalah sebagai berikut :

• Perjanjian KSO 20 Oktober 1995 yang terbukti tidak menghasilkan keuntungan apapun kecuali terpuruknya kualitas pelayanan telekomunikasi kepada publik serta hilangnya kesempatan Telkom melakukan penetrasi ke berbagai daerah.
• Penjualan Telkom DIVRE-IV JATENG-DIY kepada Indosat melalui MoU 15 Februari 2001 antara Telkom-Indosat yang sangat menyinggung perasaan dan sama sekali tidak relevan dengan paket penghapusan kepemilikan silang saham (cross-shareholding) senilai US$ 1,544 milyar.
• Penjualan mayoritas saham Indosat kepada ST Telemedia (anak perusahaan Group Temasek, Singapura) pada tahun 2002. Ini merupakankebijakan yang sangat kontroversial dan membuktikan dugaan SEKAR sebelumnya, bahwa akuisisi DIVRE-IV oleh Indosat hanyalah bagian dari skenario penguasaan asing terhadap wilayah operasi Telkom.
• Pembentukan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Kita sepakat akan perlunya sebuah badan regulator independen, tetapi lembaga sestrategis dan semestinya benar-benar independent itu sangat tidak memadai bila ditetapkan hanya melalui sebuah Keputusan Menteri (KM 31/2003) serta diisi oleh orang-orang yang kompetensinya diragukan.
• Keputusan Menteri (KM) 84/2002 tentang Kliring Trafik Telekomunikasi tanggal 30 Oktober 2002. Penunjukan PJN sebagai penyelenggara SKTT tidak masuk akal, sebab di dunia manapun, kliiring trafik telekomunikasi ditangani oleh Pemerintah. Terhadap ketidakberesan ini BRTI sama sekali tidak memainkan fungsi dan perannya.
• Regulasi pendukung pemberlakuan kode akses SLJJ (KM28, 29 dan 30/2004) yang dibuat semasa rezim pemerintahan Megawati, regulasi ini sangat parasitis dan diduga sarat dengan nuansa KKN dalam proses pembuatannya. Melalui regulasi ini, Telkom dipaksa untuk menghabiskan pikiran, waktu dan tenaga serta membuang dana triyunan rupiah hanya untuk mempersembahkkan 9 juta lebih pelanggannya yang suda dipelihara selama puluhan tahun kepada operator milik Singapura. SEKAR bersama Kelompok Masyarakat Peduli Telekomunikasi akhirnya mengambil langkah dramatis dengan mengajukan Judicial Review (permohonan hak uji materiil) atas KM-KM tersebut. Berkas judicial review telah diserahkan ke Mahkamah Agung RI pada 29 Maret 2005. Mudah-mudahan para penegak hukum kita masih punya hati nurani dan takut pada murka ALLH SWT.
• Pemberian lisensi spektrum frekuensi 3G kepada dua operator baru, yaitu Cyber Access Communications (anak perusahaan pakan ternak dari Thailand) dan PT Natrindo (Grup LIPPO) pada tahun 2004 masing-masing dengan frekuensi 30 MHz. Langkah ini sangat mengejutkan dan diduga sarat dengan permainan KKN, sebab dimanapun lisensi 3G hanya diberikan kepada operator telekomunikasi yang sudah mapan dan memiliki kemampuan investasii untuk memanfaatkannya secara optimal, bukan kepada perusahaan yang baru dibentuk dan sama sekali tidak punya pengalaman dan kompetensi. Ironisnya, tak lama setelah lisensi diperoleh, mayoritas saham kedua perusahaan tersebut dijual kepada operator asing dari Hong Kong dan Malaysia.

FAKTA BERBICARA.
KETUM juga mengatakan, rentetan regulasi telekomunikasi di Indonesia telah menciptakan bola salju penguasaan asing yang semakin lama semakin membesar. Banyak fakta membuktikan kekhawatiran itu; penguasaan mayoritas saham Indosat oleh ST Telemedia dari Singapura; penguasaan 35 % saham Telkomsel oleh SingTel dari Singapura; penguasaan mayoritas saham KSO Telkom DIVRE-VII (hingga 2010) oleh SINGTEL dari Singapura; penguasaan asing atas saham beberapa operator seluler; penguasaan frekuensi produktif yang diperkirakan dalam jumlah mayoritas, juga oleh operator dari Singapura; penguasaan lisensi spektrum frekuensi 3 G olehHutchison dari Hong Kong dan Maxis dari Malaysia.

Dengan fakta yang begitu jelasnya, kekhawatiran bahwa suatu ketika kita, Bangsa Indonesia, terpaksa menjadi “kuli” di Negeri sendiri bukanlah kekhawatiran yang berlebihan. SEKAR TELKOM tak boleh berdiam diri, harus berbuat sesuatu untuk Negeri. SEKAR TELKOM tidak boleh membiarkan kosa kata “Indonesia” hanya tercantum di kamus, namun tidak punya makna kebanggaan apapun. Jadikanlah perjuangan menolak kode akses SLJJ sebagai momentum untuk menegakkan keadilan dan kebenaran diatas segala-galanya.

SELURUH DPW.
Seusai KETUM menyampakan sambutannya, lalu disusul seluruh DPW untuk menyampaikan orasinya yang intinya menolak tegas implementasi kode akses SLJJ, tanpa komrpomi.

Mereka siap menjalankan perintah DPP SEKAR untuk menolak pembukaan kode akses SLJJ sesuai dengan yang tertuang dalam KM “maut”, atau KM “hantu”, atau KM “perampok” tersebut. Salah satu DPW mengatakan, bahwa manajemen yang menghalangi perjuangan SEKAR dan mempersulit adalah PENGKHIANAT BANGSA INDONESIA. Lalu DPW yang satunya lagi mengatakan, bahwa jika KM “RAMPOK” ini diimplementasikan, maka Singapura telah melakukan TELECOMMUNICATIONS CRIME yang harus dipidanakan.

Dapat digambarkan, bahwa spanduk-spanduk bernada penolakan kode akses dari seluruh DPW terpampang di Gedung Japati dan di halaman upacara. Kemudian kebulatan tekad berupa tanda tangan juga dituangkan dalam spanduk ukuran besar oleh seluruh DPW dan DPP. Yang paling menarik perhatian adalah munculnya DPW-III Bandung dengan kendaraan delman yang ditarik kuda, serta DPW-IV JATENG dengan gamelan dan Sang Dukun yang siap mengusir KM “HANTU” tersebut.

• NURSIDIK

Agus Subekti “Bossnya” Business Inovation DIVRE-V JATIM


TAHUN 2005

Agus Subekti “Bossnya” Business Inovation DIVRE-V JATIM

SM PERFORMANSI.
Posisi SM Performansi DIVRE-V merupakan posisi yang strategis, sebab masalah Quality of product yang dilayankan kepada konsumen harus benar-benar terkontrol terus, cacat sedikit, konsumen kecewa, YLKIpun pasti berteriak.

Bukan itu saja, sebab ia juga sebagai owner process Business innovation, jadi dituntut kreativitas yang tinggi, improvement secara kontinyu harus dilakukan tanpa henti. Salah satu teriakan konsumen tak lepas juga dari tanggungjawabnya. Tak heran kalau oleh KADIVRE-V, Arief Yahya, bahwa SM Performansi, Agus Subekti adalah “Bossnya” Inovasi. Hal tersebut dikemukakan AY saat ada acara Press Gathering di Batu. Aguspun senyum terkesima, sebab hal tersebut dikemukakan dihadapan puluhan wartawan media cetak dan elektronik.

Agus Subekti adalah sosok pria yang selalu berpenampilan enerjik. Ia dilahirkan di Tegal Jawa Tengah 2 Februari 1958. “Saya memulai karir di TELKOM sejak tahun 1979, yaitu lulus D2 Teknik Switching di DIKLAT TELKOM”, kisahnya memulai pembicaraan dengan Reporter di sudut CafĂ© Hotel Kartika Wijaya, Batu-Malang Jatim.

PENGALAMAN.
Bapak dari tiga anak yang beristrikan orang “parahyangan” Bandung ini menuturkan pengalamannya kepada Reporter, mulai A sampai Z, mulai pendidikan PAMTK, kuliah sendiri di Univ Udayana (S1 Ekonomi), kembali ke bangku DIKLAT TELKOM (D3 TEKTEL), lalu sekolah lagi di UI (S1 TEKTEL-PNMTK), hingga berhasil menyelesaikan S2 Magister Manajemen, Alumnus STMB tahun 2002.

Soal pengalaman penempatan juga dipaparkan, beliau ingat betul diluar kepala hingga detil when dan where beliau ditempatkan, bahkan di Surabaya sendiri sempat mutasi selama delapan kali. Pernah di WITEL-XII Jayapura selama 4 tahun, Juga di KANDAPON Denpasar yang sempat kuliah di Udayana, lalu hingga tahun 1994 berada di PROTEL Kantor Pusat Bandung.

Mulai tahun 1995 hingga sekarang pria lincah, hobby menyanyi, sedikit nyeni dan secara seasonal juga bermain golf ini bergelut dan bergulat bisnis telekomunikasi di DIVRE-V Surabaya. Pada tahun 1996 terbang ke negeri Sakura Jepang belajar soal Planning & SDH MUX selama 8 bulan. Di DIVRE-V sendiri saya sudah keliling, katanya.

Pernah jadi Kakancatel Gresik, lalu keliling Jawa Timur hingga menjadi Boss-nya inovasi. Agus optimis, bahwa DIVRE-V akan menjadi The Best, hal ini saya pantau dari sisi performansi. Bukan itu saja saya optimis, sebab arek-arek Jawa Timur ini memiliki spesifikasi yang lain-dari yang lain, yaitu bonek. Target berapapun tak pernah ditolak, mereka memiliki percaya diri yang ruaarrr biasa. Arek Jatim gak mau jadi pecundang, katanya.

Bicara soal kompetisi, Agus mengatakan, bahwa Telkom People (Insan Telkom) memiliki jiwa pejuang, jadi asal rambu-rambu kompetisi berjalan ‘fair’, saya yakin Telkom akan menjadi Leading Infocom Player dikawasan Asia Pasifik.

INOVASI.
Adakah kaitan antara bisnis Telkom kedepan dengan inovasi ? Aguspun menjawab : TELKOM adalah bisnis jasa telekomunikasi yang berbasis teknologi telekomunikasi dan saat ini berkembang mengarah ke tehnologi informasi. Tehnologi ini perkembangannnya sangat pesat, oleh karenanya insan TELKOM harus selalu mengikuti trend tehnologi tersebut dan dapat membaca kebutuhan telekomunikasi dan informasi masyarakat dimasa kini dan masa mendatang.

Era kompetisi menjadikan kita harus dapat membaca trend dan selalu terdepan dalam inovasi layanan jasa telekomunikasi. Kalau kita tidak ingin ditinggal oleh pelanggan. Kata kuncinya belajar, belajar dan belajar. Pelajari tehnologinya, pelajari kebutuhan pelanggannya. Ciptakan produk yang menjadi kebutuhan atau solusi kebutuhan pelanggan kita.

Menangkan persaingan dengan merebut hati pelanggan melalui layanan yang dipenuhi oleh inovasi. Inovasi berarti menciptakan produk yang disukai pelanggan dengan tingkat
layanan lebih unggul dan harga lebih kompetitif.

Contoh : Apa yang dapat kita bayangkan dengan adanya Lemari Pendingin (Cool cash) Kulkas yang dilengkapi dengan perangkat browsing internet bagi ibu-ibu di Jepang. Inovasi ini hasil pemikiran yang mendalam bagi pabrikan disana. Jepang Negara maju masyarakatnya well educated masalah internet diajarkan dari SD, sementara rumah di Jepang kecil-kecil, ruang tamu dapur dan ruang makan jadi satu. Maka inovasi Kulkas dengan perangkat internet menjadi harapan masyarakat disana. Penjualan kulkas menjadi booming kembali. Sementara pabrikan yang hanya membuat kulkas konvensional jauh tertinggal.

Jadi, inovasi menjadi hal terpenting kalau itu ditujukan untuk kemudahan atau solusi bagi pelanggan kita. Disinilah letak kemenangannya dalam persaingan. Masalah harga mungkin menjadi nomor sekian. TELKOM akan Jaya selama-lamanya bila insan TELKOM sudah menjadikan inovasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam mengelola bisnis ini.

UNPREDICTABLE.
Antara kompetisi, regulasi adalah unpredictable, sekarang begini, besok begitu, sementara perubahan berjalan begitu cepatnya. Sebenarnya kuncinya adalah ada pada regulator. Manakala regulasi hanya menguntungkan sepihak saja, maka pasti terjadi ketimpangan dan ketidakseimbangan dalam “perang” di bisnis telekomunikasi ini. Saya berharap rambu-rambu kompetisi ini benar-benar adil tak berat sebelah, sehingga kemenangan atau kekalahan dalam berkompetisi tak menimbulkan persepsi yang macam-macam. Para innovator bisnis-pun akan tetap eksis, kreatif alias tak patah semangat dalam menebus kekalahannya, kuncinya.

 NURSIDIK

OIT SBT, Dari Faster Ke Fastest Market Share & Sales


TAHUN 2005

OIT SBT, Dari Faster Ke Fastest Market Share & Sales

PESAING.
Dengan semakin gencarnya pesaing (Kompetitor) merebut “Kue” Market Share, maka OIT Meeting Telkom SBT yang digelar di TELKOM Mojokerto, Kamis (17/3) tak pelak mengedepankan bahasan utama terdiri dari 2 (dua) hal, yaitu Market Share dan Sales Plan.

LEADERSHIP.
GM TELKOM SBT, Bagyo Nugroho yang memimpin Operational Improvement Meeting, memang benar-benar ingin mengimprove strategi persaingan dengan mengedepankan sosok kepemimpinan (leadership). Seorang leader harus berani mengambil langkah yang tidak populer, apakah itu lateral thinking, inbox thinking dan semacamnya.

Semua bermula dari Leadership atau Leader, tanpa leadership, sama dengan nothing, kata GM yang didampingi oleh Deputy GM, M. Firdaus. Seorang leader harus mampu mempengaruhi environment secara “top-down”. Disiplin dan tertib anggaran adalah penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Hal-hal yang controlable, maupun yang uncontrolable harus dapat dipetakan. Di era Kompetisi ini, maka perubahan anggaran saya kira bisa saja terjadi kapanpun, sebab memang ada hal-hal yang unpredictable, lanjutnya.

PORTOFOLIO BISNIS.
Manager Telkom Sidoarjo, Mulyadi yang mengaddress masalah Portofolio Bisnis secara Overall dalam kesempatan tersebut cenderung mengajak audience yang terdiri dari para Senior Leader berfikir ke masalah startegi menyerang kompetitor dari Faster ke Fastest, sebab pergerakan kompetitor di “kota udang” Sidoarjo ini menurut Mulyadi sangat cepat.

CAPEX PHASE-II yang merupakan “senjata ampuh” dan diharapkan bisa mendongkrak market share serta mampu merealisir Sales Plan dibahas dan dikupas tuntas. Program Roadshow, Reseller Partnership, Partnership Selling dan Community Package adalah sebagian dari startegi yang telah berjalan. Strategi apa lagi yang akan di “run” agar benar-benar FASTEST ? Jawabannya memang benar-benar ada di OIT Meeting ini.

Disisi lain Kontrak Manajemen yang telah disepakati dan menjadi komitmen yang juga diandalkan sebagai “amunisi” terus dipantau di forum OIT Meeting ini oleh GM. Progress report, decrease, increase harus dianalisa penyebabnya. Walau dengan beberapa asumsi, maka penyebab ditemukenali secara dini.

Kenapa up and down, increase and decrease dari Progress Report perlu ditengarai dan ditemukenali. Menurut GM, hal ini sangat penting untuk menentukan next proccess. Prediksi terburuk dari sebuah “business war”dapat diantisipasi sedini mungkin, seperti bagaimana Asumsi Sales Plan bulan depan termasuk Forecasting Angka Market Share.

GROWTH.
Bagaimana mengidealkan komposisi antara Growth LIS dan Growth Abonemen ? Ini juga menjadi diskusi menarik diforum OIT Meeting yang diadakan sebulan sekali ini. Sebab jangan sampai komposisinya terbalik yang akan mempengaruhi Revenue Share kita.

PROSPEKTIF.
Baik Mojokerto, maupun Jombang dalam kesempatan tersebut memprediksikan, bahwa produk POTS masih sangat prospektif. Walau terjadi “shortage target”, maka menurut GM hal ini harus bisa ditutup, caranya dengan menggunakan jurus IFA (Imagine, Focus, All Resouces) Model.

More Focus !, pinta Bagyo. Kalau semuanya dimanage, maka akan terjadi “bias”, jadi harus lebih focus lagi. Contoh gampang soal Flexi, maka fokusnya ke segment mana ? Kemudian optimalkan sumber daya, jangan sampai ada yang “idle”. Paparan Manager Telkom Mojokerto, Imam Moencar yang dalam cover power point presentationnya ada gambar Candi Agung sempat menjadi bahan selingan. Moencar mengatakan, bahwa candi tersebut merupakan “inspiring” jajaran Winning Team Telkom Mojokerto dalam melibas pasar yang semakin ganas.

• NURSIDIK

Closing TMBE Baldrige, DIVRE-V Excellent !!!


TAHUN 2005

Closing TMBE Baldrige, DIVRE-V Excellent !!!

EMPAT HARI.
Setelah selama empat hari para Examiner / Assessor Baldrige melakukan pengujian di seluruh DIVRE-V Jawa Timur, akhirnya usai sudah dan dilakukan Closing Meeting secara resmi pada hari Kamis sore (17/2) di Kantor DIVRE-V Jalan Ketintang 156, Surabaya.

HASILNYA ?
Tentu kita semua pada bertanya-tanya tentang hasil assessment yang banyak mencurahkan tenaga dan waktu tersebut. Secara “Score” memang belum diumumkan pada saat Closing Meeting, namun kalau didiskripsikan dengan kalimat dan kata-kata, maka DIVRE-V boleh berbangga, apalagi Lead Assessor, Mr. Rajiv menegaskan, bahwa DIVRE-V memang Excellent. Artinya, kita tidak lari ditempat. Apa saja yang didiskripsikan Rajiv dalam presentasinya selama kurang lebih satu jam saat Closing Meeting ? Berikut beberapa cuplikannya :

EXCELLENT COMPANY.
Selama di DIVRE-V, kami mendapatkan “Nice Hospitality from Excellent Company !”, kata Rajiv. A lot of data and documents presented are very clear, tambahnya. Document what is company actually presenting systematically reinforce Assessor in assessing, lanjutnya.

We’re not making any comment, all based on criteria, care, do very well. Common company doing something, look beyond Surabaya-East Java. Selanjutnya Rajiv mengatakan pula, bahwa dalam International telecomm industry selalu mengalami Rapid dramatic change. Selain ada visi dan misi, maka perubahan memang diperlukan, apalagi di DIVRE-V ditambah lagi dengan memasukkan unsur ‘spirit’ as Mr. Arief Yahya said, tegas Rajiv.

Upaya-upaya yang dilakukan DIVRE-V menurut Rajiv sangat menggembirakan Customer, apalagi menggunakan IT dan inovasi sebagai business purposes. Lagu-lagu The Telkom way masih menurut Rajiv adalah sama dengan praktek-praktek di Jepang. Gerrr,…hadirinpun tertawa. Khusus masalah Leadership, Rajiv mengatakan juga, bahwa In competition we need Leader !

VISION.
Vision without action, is merely a dream. Action without vision, just passes the time. Vision with action can change the world, tuturnya lagi. Banyak ilmu-ilmu baru yang dipresentasikan Rajiv saat closing meeting, sehingga KADIVRE-V (AY) mengatakan, bahwa hal ini banyak memberikan inspirasi dan sangat bermanfaat. Inti materi presentasi Rajiv sebenarnya ada 4 (empat) hal, yaitu :

1. Why business excellence ?
2. The international telecom industry at a glance.
3. DIVRE-V.
4. Key steps for moving forward.

Singkatnya, Baldrige to excellence, a journey of process orientation, comprehensive coverage, total action….. Not an easy one, a hard road, but well worth it. !!!

 NURSIDIK

Senin, 16 Agustus 2010

GM SBT :”All Managers are involved in market penetration”

TAHUN 2005

GM SBT :”All Managers are involved in market penetration”

FASTER.
Lebih cepat, tercepat atau paling cepat itulah kata yang tepat di era kompetisi saat ini. Cukup dengan kata “faster” saja tentu orang tau, bahwa yang cepat akan melibas yang lambat. Didalam OIT Meeting TELKOM SBT, Senin (17/1) di Gedung OPMC lantai-4, Surabaya kata tersebut bahkan menjadi pemicu bagi seluruh Senior Leader dan Battle Commander untuk melibas para kompetitor di tahun 2005 ini.

KOMPETITOR.
OIT TELKOM SBT awal Januari kali ini nampak berfokus kepada efforts untuk “menghabisi” para kompetitor yang kerap menjadi “batu sandungan” terhadap Target Market, yang biasanya berdampak kepada berkurangya “kue” yang sangat “lezat dan empuk”. Materi Utama yang dibahas adalah soal RKAP 2005, CAPEX 2005 dan RKMO 2005. Dari materi utama ini, lalu mereka membreakdown, yaitu bicara soal formulasi, conditional strategy, program komprehensif dan simplify, serta berujung ke kompetisi. Memang nuansa OIT kali ini bernuansakan “perang”.

Bisnis jasa “halo-halo” memang tengah gencar menghadapi serangan operator kompetitor, tak heran kalau Manager Perencanaan, Arief Setiawan dalam OIT ini mempresentasikan beberapa Competitor Profile dan Market Issues. Kemudian ragam akuisi dan rencana simulasi disinggung oleh Manager TELKOM Mojokerto, Imam Moencar untuk dibahas. Sebab hal ini menyangkut target market yang menggiurkan, apakah itu target wireline atau target wireless. Ayo kita bertekad untuk melibas, katanya bersemangat.

Manager TELKOM Jombang, Sutimin dan Manager CS, Marnoto dalam kesempatan tersebut mencoba untuk “menguliti” masalah Net Sales dan Revenue dengan Effective Marketing, lalu Manager Keuangan, M. Said Hasan mencoba melihat dari sisi kemampuan anggaran, sedangkan Manager Support, Yos Klana akan bergerak dibidang supporting. Manager Ophar Akses, Winarto dan Manager CS, Widodo akan mengawal dari sisi C2SE dan Business Innovation, klop sudah rencana serangan..

GUIDELINES.
GM TELKOM SBT, Bagyo Nugroho memperkuat rencana posisi serangan tersebut dengan memberikan guidelines, yaitu Thema untuk sasaran semester-I ialah “Faster Market Penetration & Service Establishment”. Sedangkan thema khusus adalah tetap, yaitu “Maintaining Growth Through Customer Centrix Company”. Kesemuanya tetap selaras dengan gaya manajemen MBNQA.

Alur pikir, IFA Model dan Action Plan juga dipaparkan GM termasuk Milestone untuk memperoleh Quick Win. Hasil yang luar biasa memang harus dicapai dengan cara yang tak biasa. Manakala cara normal gagal, maka tentu memakai yang tidak normal, yaitu yang diluar kebiasaan, namun masih dalam lingkaran “Framework Of Thinking”, yaitu “benang merah” strategi yang telah ditetapkan.

Dalam kesempataan tersebut, GM juga menetapkan “Winning Team Always The Best, Winning Team Commander dan Bapak Angkat”, tujuannya agar all people moving towards the same destination dengan system “Totally football player”. Seluruh terlibat, termasuk yang dari UBIS Area SBT. Bisnis harus end to end, tidak bisa partial, tambahnya.

Memang kalau melihat angka-angka yang ditayangkan Manager Pran, cukup membuat kita “berdiri bulu kuduk”, namun angka tersebut cukup fantastis dan sangat menarik, lanjut GM. Peta kompetitor berubah begitu cepatnya, sehingga angka yang kita tampilkan haruslah merupakan angka yang menarik, yang sekaligus menjadi tantangan yang menarik pula.

 NURSIDIK

PRESS RELEASE

PRESS RELEASE
Nomor: TEL 33 /PR 110/SEK-10/2005


PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Peringati 10 Tahun
Terdaftar di Bursa Effek New York




JAKARTA, 15 November 2005 – Direktur Utama PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk, Arwin Rasyid, memperoleh kesempatan khusus untuk membunyikan bel penutupan transaksi bertepatan dengan 10 tahun tercatatnya saham TELKOM di Bursa Saham New York (NYSE) 14 November 2005 (13 November 2005 waktu Indonesia).

“Keberadaan TELKOM di Bursa Efek New York selama 10 tahun merupakan cerminan kepercayaan para pemegang saham TELKOM terhadap kinerja kami,” ucap Arwin seusai seremoni The Closing Bell.


Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk, Arwin Rasyid mengatakan bahwa kapitalisasi pasar TELKOM sejak Go Public tahun 1995 telah meningkat enam kali lipat. Sementara itu pencapaian kinerja perusahaan sampai dengan kuartal ke tiga tahun 2005 membuktikan komitmen TELKOM dalam mewujudkan target meningkatkan kapitalisasi pasarnya.

Dia menjelaskan bahwa TELKOM akan senantiasa meningkatkan kinerjanya. Salah satunya adalah dengan menargetkan tingkat kapitalisasi pasarnya dari US$ 10 Milyar pada tahun 2005 menjadi US$ 30 Milyar pada tahun 2010. Arwin menambahkan bahwa potensi TELKOM masih memungkinkan untuk mencapai target tersebut mengingat jasa layanan yang diberikan TELKOM meningkat dari tahun ke tahun.

Sebagaimana diketahui, TELKOM menyediakan layanan fixed-line dan selular melalui anak perusahaannya, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). TELKOM juga menyediakan layanan lainnya seperti interkoneksi, network, data dan Internet.

Secara ringkas, layanan TELKOM terbagi dalam delapan kelompok, yakni fixed line (yang terdiri dari fixed wireline dan fixed wireless), selular, skema KSO, interkoneksi, network, data dan Internet, perjanjian revenue-sharing dengan berbagai pihak dan layanan pendukung telekomunikasi seperti penyediaan telephone directory.


Pada 31 Desember 2004, TELKOM memiliki 9.9 juta pelanggan sambungan tetap (line in service) yang terdiri dari 8,5 juta pelanggan wireline dan 1,4 juta pelanggan wireless (flexi), sementara Telkomsel memiliki kurang lebih 16.3 juta pelanggan. Sedangkan Pada posisi per 30 September 2005, TELKOM memiliki 12,3 juta pelanggan sambungan tetap (line in service) yang terdiri dari 8.6 juta pelanggan wireline dan 3,3 juta pelanggan wireless (flexi), sementara Telkomsel memiliki kurang lebih 23,4 juta pelanggan.



Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi :

Muhammad Awaluddin
Head of Corporate Communication
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Tel. 62-22-452 7445
Fax. 62-22-720 6757
Email: awaluddin@telkom.co.id
Website: www.telkom.co.id

SBT : Bedah Buku cHaNgE ! Dalam The Largest Market Segment

TAHUN 2005

SBT : Bedah Buku cHaNgE ! Dalam The Largest Market Segment

PERUBAHAN.
Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif ini memang kita tidak boleh statis, tapi sebaliknya harus berubah alias harus ada perubahan. Apalagi the largets market segment semakin kompetitif meluas. Buku karangan DR. Rhenald Kasali, Ph. D. Ukuran : 14.5 x 24 cm Tebal : 434 halaman yang berjudul change, mengupas tuntas tentang perubahan ini pada hari Rabu (16/11) dibedah oleh jajaran manajemen TELKOM SBT di Gedung OPMC, Surabaya.

Melihat judul sesuai yang tertera di hard cover memang agak aneh, sebab huruf change sengaja dicetak huruf kecil dan huruf balok, sebuah perpaduan yang tidak seperti biasanya. Buku terbitan Gramedia yang pernah diseminarkan ini banyak diminati kalangan bisnis.
“Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan).” Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru, “ChaNge”. Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian opportunity (kesempatan), tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja. Kita tidak menyambarnya, padahal kita ingin agar hidup kita berubah.
DARI MANA ?
Yang jadi masalah kita memulai dari mana perubahan itu ? Hal inilah yang dikupas tuntas oleh manajemen SBT. Di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, Saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama. Mungkin benar kata orang, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana. Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari, Jadi omong kosong perubahan akan datang. Perubahan hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja.
Ketika buku ini diseminarkan Rhenald Kasali mengatakan, bahwa Manajemen tentu berkepentingan terhadap bagaimana menggerakkan orang-orang yang tidak cuma sekedar berfikir, tetapi berinisiatif, bergerak, memulai, dan seterusnya. Get Started. Get into the game. Get into the playing field, Now. Just do it!. Janganlah mereka dimusuhi, jangan inisiatif mereka dibunuh oleh orang-orang yang bermental birokratik yang bisanya cuma bicara di dalam rapat dan cuma membuat peraturan saja. Makanya tranformasi harus bersifat kultural, tidak cukup sekedar struktural. Ia harus bisa menyentuh manusia, yaitu manusia-manusia yang aktif, berinisiatif dan berani maju. Manusia pemenang adalah manusia yang responsif. Seperti kata Jack Canfield, yang menulis buku Chicken Soup for the Soul, yang membedakan antara winners dengan losers adalah “Winners take action…they simply get up and do what has to be done…”. Selamat bergerak! Melompat ke Kurva Kedua…!!! ***NURSIDIK***

Workshop GCG SEKAR TELKOM, Upaya Penyelamat Asset Negara


TAHUN 2005

Workshop GCG SEKAR TELKOM, Upaya Penyelamat Asset Negara

TARGET.
Yang menjadi target Workshop GCG SEKAR TELKOM mulai 15 hingga 17 Juni 2005 di TTC Bandung ini adalah dapat menghasilkan Surat Keputusan DPP SEKAR TELKOM Tentang Implementasi Good Corporate Governance (GCG) di lingkungan TELKOM, ujar SEKJEN DPP SEKAR, Wisnu Adhi Wuryanto (WAW) kepada sejumlah wartawan di TTC, Jln. Gerlong Hilir, Bandung.

MEKANISME.
Workshop juga menyusun tentang Mekanisme Implementasi Pengendalian Internal GCG di lingkungan Telkom agar seluruh komponen yang terkait dalam pengelolaan perusahaan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sungguh-sungguh sesuai dengan prinsip GCG. Yang penting ialah Tim Komite GCG SEKAR TELKOM akan konsisten mengawal dan mengamankan pengelolaan asset perusahaan seoptimal mungkin agar terhindar dari perbuatan KKN dan resiko bisnis yang dapat merugikan perusahaan dan karyawan.

Ujung-ujungnya ialah agar perusahaan dapat dikelola secara bersih, transparan dan profesional, sehingga perusahaan dapat memberikan hasil terbaik bagi stake holder, customer dan karyawan. Workshop juga menyusun bisnis proses penanganan suatu kasus yang diindikasikan mengandung unsur KKN.

CEGAH TANGKAL KKN.
Untuk memperkaya acuan, maka kami menghadirkan nara sumber ahli dari TPK dan Kejaksaan Agung agar dapat kami pakai sebagai tambahan referensi, sehingga langkah perusahaan ini mampu melakukan pencegahan dan penangkalan serta mampu menindaklanjuti terhadap praktek KKN, sebab penetapan kebijakan yang tidak bersih, tidak transparan dan tidak profesional akan dapat berakibat kerugian negara, perusahaan atau karyawan.

Sifat hubungan kerja antara Tim GCG SEKAR TELKOM dan Manajemen TELKOM dalam implementasi GCG ini dapat berupa hubungan informatif, konsultatif dan koordinatif. Setiap hasil penelitian, penyelidikan atas indikasi penyimpangan, atas hasil audit dan lain sebagainya dapat diharapkan ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.

Tim GCG SEKAR TELKOM akan menampung, mengevaluasi dan memproses laporan, pengaduan, keluhan masyarakat, karyawan atas tindakan seluruh komponen maupun manajemen yang tidak BTP, sehingga keadilan dapat ditegakkan, transparansi dapat diwujudkan sesuai harapan tema workshop, yaitu “Memelihara Martabat Bangsa, Penyelamat Perusahaan Dan Pengawal BTP (Bersih, Transparan, Profesional)”.

• NURSIDIK

Kalau Mentari Mengkuningkan Surabaya, Kopegtel SBT Meng-FLEXI’IN


TAHUN 2005

Kalau Mentari Mengkuningkan Surabaya, Kopegtel SBT Meng-FLEXI’IN

MENDUKUNG.
Kiprah Kopegtel SBT dalam mendukung program Telkom terus dilakukan tiada henti bak air terjun Niagara yang sulit dibendung. Salah satunya ialah mendukung program Telkom untuk produk Flexi. Kalau Mentari berusaha mengkuningkan Surabaya, maka Kopegtel SBT tak mau kalah, yaitu mengFlexi-in.

Setelah hari Jum’at (17/1) Kopegtel mendapat penghargaan sebagai Collecting Agent Terbaik, maka Ketua Badan Pengawas Kopegtel SBT, Subardi langsung melanjutkan mengadakan kunjungan ke beberapa Loket Pembayaran Rekening Telepon / SOPP di Surabaya, melihat dari dekat kinerja riil pelayanan di loket SOPP, serta program meng Flexi-in Gedung SOPP tersebut.

MELAYANI 10.000.
Sebuah SOPP yang gedungnya Full Colour Flexi berdiri megah di Jln. Mayjend Sungkono Surabaya setiap bulannya rata-rata melayani 10.000 pelanggan. Gedung tersebut merupakan lokasi SOPP Non Kantor Telkom, ternyata tak lepas dari penilaian Tim Divre-V. Ketika dating melakukan pengawasan, Subardi langsung tertegun melihat interior yang asri dan nyaman, serta exterior yang full Flexi Colour. Kedepan gedung ini akan dijadikan Flexi Centre termasuk Kantor Kopegtel di Jalan Gayungsari, Surabaya.

Minggu depan Ketua Badan Pengawas yang tergolong paling jeli ini akan melanjutkan penyisiran ke beberapa lokasi SOPP lainnya, agar kinerja dapat dipertanggungjawabkan, yang ujung-ujungnya akan meningkatkan revenue yang sangat diidamkan oleh para Anggota Koperasi. Dari 13 lokasi SOPP masih sisa 5 lokasi lagi yang belum disisir oleh Ketua BP.

INSPIRASI.
Ketua Kopegtel SBT, Iwan Gularto mengakui, bahwa Ketua BP kali ini benar-benar mampu memberikan saran positif, sehingga banyak memberikan inspirasi untuk mengembangkan Kopegtel dimasa-masa mendatang. Ketika rapat koordinasi banyak masukan yang dapat diterima baik secara teori, maupun logika bisnis.

 NURSIDIK

Press Gathering DIVRE-V, Wartawan Dapat Product Knowledge


TAHUN 2005

Press Gathering DIVRE-V, Wartawan Dapat Product Knowledge

DUA HARI.
Selama dua hari (16 s/d 17) April 2005, PR DIVRE-V menyelenggarakan Press Gathering di Hotel Kartika Wijaya, Batu-Malang, Jawa Timur. Selain dihadiri wartawan cetak dan elektronik, acara ini dihadiri pula oleh Koordinator Komunikasi Perusahaan, Mundarwiyarso dan Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) JATIM, M. Said Utomo.

BUSINESS PORTOFOLIO.
Kadivre-V, Arief Yahya (AY) dalam sambutannya lebih banyak memaparkan soal Business Portofolio & Wallet Share, serta soal kondisi persaingan antar operator telekomunikasi di Indonesia. Bagaimana Life Style Telecommunication secara personal, realtime dan mobile juga dipaparkannya. AY menyampaikan kenapa TELKOM harus GROW FASTER ? Tentu agar TELKOM sebagai Incumbent jangan sampai dimakan oleh New Entrance !

KOMPETISI.
Di era kompetisi ini, ada beberapa Market Issues yang perlu dicermati, antara lain tentang Service & Price, Peran Regulator terhadap Incumbent & New Entrance, serta masalah Decline on Fixed Telephony (POTS) & Rise On Mobile dan Multimedia, tandasnya.

STRATEGI.
Lebih lanjut AY mengatakan, bahwa strategi bisnis DIVRE-V adalah “WAR”. Kata WAR bisa berarti perang, sebab untuk menstimulan seluruh jajaran agar memenangkan kompetisi. Tetapi WAR sendiri adalah singkatan dari : Winning The Customer dengan melakukan Business Innovation dan New Engine Driver (Speedy), Acquiring New Customer dengan cara effective Marketing (Penetrasi & Akuisisi) dan New Engine Driver (Flexi), Retaining Existing Customer dengan cara Service Exellent dan Existing Engine (POTS).

ISU NASIONAL.
Di sesi kedua, Koordinator Komunikasi Perusahaan, Mundarwiyarso memaparkan tentang Current Issue, yaitu tentang kode akses SLJJ, sedangkan Ketua YLPK JATIM, M. Said Utomo memaparkan soal sikap publik terhadap industri telekomunikasi di Indonesia.

PUBLIC TALK.
Press Gathering ini dikemas oleh penyelenggara sedemikian sehingga mirip Public Talk, sebab seluruh SM / GM DIVRE-V ikut hadir dan beberapa turut menyampaikan paparannya berupa product knowledge, yaitu dari Jasnita, Yanmas, FWN, Internet, Bangnis, RO Multimedia, Performansi, UPNR dan Keuangan.

Malam harinya, Deputy KADIVRE-V Husni Thamrin menyerahkan rewards kepada para wartawan cetak dan elektronik yang paling berkontribusi terhadap TELKOM DIVRE-V yang dinilai dari banyaknya pemberitaan, dengan kriteria singkat dan informatif, mudah dipahami oleh para pembaca yang tersebar di DIVRE-V, yaitu masyarakat Jawa Timur. Di hari kedua Panitia menghadirkan acara yang tak terlalu berat, yaitu senam aerobic dan sport gathering berupa Jogging, swimming dan tennis lapangan.

• NURSIDIK

Serangan Besar-Besaran Di Jalur POTS TELKOM SBT


TAHUN 2005

Serangan Besar-Besaran Di Jalur POTS TELKOM SBT

SIAP.
Para Patriot, para Jawara SBT menyatakan kesiapannya untuk melakukan serangan besar-besar di jalur POTS mengakhiri triwulan pertama ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Commander Battle Field STO Manyar pada posisi Personal Customer Access Network Departement, Rochmani Usman dihadapan manajemen dan Bapak Angkat, Rabu (16/3) di Markas Besar Gedung OPMC SBT, Ruang Committed 2 U, Surabaya.

MALU.
Secara gentle, Usman mengatakan, bahwa progress report sales POTS posisi terakhir masih memalukan. Untuk itu kami siap melibas RTBU dengan kode sandi “sikat habis”. Beberapa kiat bisnis ditayangkan dan siap “diledakkan” di akhir triwulan ini. Program-program yang menggambarkan aksi rencana serangan besar-besaran yang ditayangkan mendapat dukungan penuh manajemen. Para jawara siap merubah rapor merah atau ikat kepala merah menjadi warna hijau, warna sejuk !

Seluruh wilayah yang ada jaringan merupakan sasaran utama, termasuk daerah layanan non KSJ. Winning Team, Mitra IKR dan Pengembang diandalkan untuk melakukan “pemboman” dibantu beberapa Sales Force. Gebyar “school to school”, Perumahan Citra Park, Graha Galaxi dan beberapa perumahan elit yang merupakan “Calang Kelompok” juga merupakan “Main Target” yang akan langsung dieksekusi.

HITUNGAN.
Strategi “WAR” yang ditayangkan berisi milestone, dimana setiap steps dibreakdown, baik berupa angka-angka target yang merupakan hitungan detil dan cermat, maupun berupa taktis sepenuhnya mendapat support luar biasa. Tak heran kalau Usman merasa optimis ‘serangan’ ini akan sukses luar biasa.

Taktis yang dilatarbelakangi ‘all demand must be served’ diungkap semua. Mulai sarling, brosur, outlet, add line, free abonemen serta empowering all resources juga dipaparkan. Koordinasi yang dilakukan dengan Pran dan AM tinggal dipoles untuk finishing saja. Kondisi lapangan yang ditengarai sangat potensi dipastikan bisa menembus target. Perumahan elit kelas tinggi kalau selalu kosong, maka tak kehabisan akal, yaitu melalui surat.

Terakhir, kami membutuhkan tenaga sales yang qualified, pinta Usman kepada GM TELKOM SBT, Bagyo Nugroho. Communication skills; Creativity; The ability to work under pressure adalah kunci sukses seorang Marketer. Mereka akan melakukan serangan paling tidak, selama 10 hari sampai akhir bulan saja, mumpung cuaca dan kondisi jaringan mulai “ramah”, tambahnya.

 NURSIDIK

TELKOM Jember Diassess Via Video Conference


TAHUN 2005

TELKOM Jember Diassess Via Video Conference

VICON.
Maaf, saya tidak dapat melakukan site visit di KANDATEL Jember, sebab selain memakan waktu jalan darat (overland) yang cukup lama, juga waktu kami yang terbatas, jadi cukup melalui vicon (video conference) saja, demikian antara lain kata pendahuluan Mr. Rajiv kepada GM TELKOM Jember, Teguh Widodo melalui vicon, Rabu (16/2). Rajiv menambahkan, bahwa site visit sudah dilakukan oleh Team lain hanya ke Kandatel Malang dan Madiun saja. Teguh menjawab, oh tak apa-apa, lebih praktis dan semoga lancar.

PAKEM.
Sudah menjadi default (pakem) bahwa acara selalu diawali dengan presentasi GM berupa pemaparan overview performansi, potensi dan keberhasilan Datel, lalu perkenalan para Manager/Senior Leader, kemudian ditambah pemutaran film company profile Datel Jember dengan durasi hanya 15 menit, tapi sarat akan informasi, yang cukup bagi Assessor untuk membuat catatan identifikasi.

INTERVIEW.
Tanpa basa basi, Team yang terdiri dari Mr. Rajiv dan Ibu Ani langsung menginterview, mencecar berbagai pertanyaan secara silih berganti. Soal ESI (Employee Satisfaction Index) diminta untuk ditampilkan angkanya, bahkkan ditanya tentang kepuasan yang tertinggi pada item apa, juga kepuasan terendah pada item apa. Tak main-main, sebab ada seorang karyawan yang diminta bicara soal kepuasan terendah ini, yang diminta ialah contoh terendah itu apa.

Masih soal SDM, maka assessor menanyakan soal pelatihan pegawai, hasil setelah pelatihan apa. Soal Sharing Knowledge juga menjadi bahan pertanyaan yang kesemuanya dapat dijawab dengan lancar berdasarkan data angka dan fakta dokumen evidence.

Masih soal training, apakah ada usulan training, apakah ada manfaat terhadap karir dan diri sendiri, training terakhir yang diikuti kapan dan dimana ? Forum Feed Back dengan Karyawan apa sering dilakukan ? Apakah Telkom Commando efektif ? Khusus untuk jawaban Telkom Commando adalah memang efektif untuk mengendalikan operasional, kata Teguh. Kemudian Rajiv menyergah :”Contohnya apa ?”. Dijawab lagi, bahwa contohnya hasil OIT di record dan dipantau, contoh lebih riil lagi ialah Hasil Meeting Budget Committee yang direcord bisa dipantau dikendalikan dalam upaya cost leadership.

PRODUK.
Pertanyaan beralih kepada masalah produk TIC-007 dan Flexi. Bagaimana kiat meningkatkan ASR International, Bagaimana memanage rekanan Flexi (Dealer Flexi, Wartel, dan sejenisnya). Lagi-lagi pertanyaan dijawab dengan angka dan data yang ditampilkan, sedangkan evidence lain berupa foto dokumentasi juga ikut “berbicara”.

Puluhan pertanyaan dilontarkan, dan keseluruhan pertanyaan tak ada yang tak bisa dijawab, waktu sudah berlalu sekitar 2 jam. Akhirnya Bu Ani mengatakan, bahwa interview sudah selesai, namun demikian Bu Ani menawarkan, adakah tambahan dari Datel Jember yang kiranya akan menambah score, misalnya soal inovasi dan sejenisnya ? Maka kesempatan ini tak disia-siakan oleh Teguh (sebab menambah score), lalu ditayangkanlah Success Strory “Achievement Sales Flexi” meraih diatas target, yang memang sukses ini telah direncanakan dengan efforts luar biasa. SELAMAT BUAT JEMBER.

• NURSIDIK

Assessor Malcolm Wawancarai Pimpinan City Bank Surabaya

TAHUN 2005

Assessor Malcolm Wawancarai Pimpinan City Bank Surabaya

TIGA PELANGGAN.
Untuk membuktikan paparan Senior Leader DIVRE-V tentang bagaimana TELKOM mentreatment pelanggan, maka pada hari Rabu (16/2), Mr. Rajiv Jayaraman selaku Lead Assessor meminta manajemen untuk menghadirkan 3 orang pelanggan sebagai sampling, yang diminta adalah 1 orang dari Corporate Customer, 1 orang dari Personal Line atau Residential, sedangkan 1 orang lagi dari Pengusaha Wartel.

Lalu diundanglah Pak Wibowo selaku Pimpinan Cabang City Bank Surabaya, Pak Wijaya dari pelanggan residential, dan Pak Soeparno mewakili Pengusaha Wartel Surabaya. Diantara ketiga pelanggan tersebut, maka Pak Wibowolah yang paling lancar berbahasa Inggris, sebab setiap pertanyaan dari Mr. Rajiv yang berbahasa Inggris, selalu dijawab lancar dalam bahasa Inggris pula oleh Sang Bos City Bank Surabaya yang bermata sipit ini.

DIPANDU SENIOR LEADER.
Sesi wawancara dengan pelanggan face to face ini dipandu oleh dua orang Senior Leader, yaitu Pak Ketut Budi Utama Ka. UCC UCC dan Pak Sahardi SM UPIM. Sedangkan dari Assessor sendiri terdiri dari Mr. Rajiv dan Ibu Ani. Wawancara ini digelar di ruang FGD (Forum Group Discussion) lantai-I Gedung DIVRE-V, Jln. Ketintang 156, Surabaya.

KOMPETITOR.
Ketika Pihak City Bank ditanya soal produk kompetitor, maka dijawabnya, bahwa sedikit sekali pihaknya menggunakan produk kompetitor, yang paling banyak adalah produk Telkom, billing untuk Telkom saja rata-rata 5 billion per bulan, sedangkan untuk kompetitor sedikit, hampir tak ada artinya.

Kenapa Anda lebih suka menggunakan produk Telkom ? Maka dijawab, bahwa produk Telkom lebih murah, kualitas lebih bagus dan yang penting pelayanannya luar biasa belum ada tandingannya. Relationship kami dengan Telkom telah terbina sangat baik, tinggal call saja, AM langsung datang, bahkan tanpa call mereka datang silaturahmi dengan kami dan selalu membantu kami, solve the problem, dan selalu ada solusi terbaik.

Pokoknya Telkom kami anggap friend, bahkan seperti keluarga sendiri. Maaf saya ini tidak bohong, tidak berpura-pura dan tidak ada KKN, yang saya katakan ini adalah kisah nyata. Pernakah kompetitor datang ke kantor Anda ?, tanya Assessor, yang dijawab :” Mereka sih selalu ingin ketemu saya di kantor dan selalu saya jawab tak ada waktu. Bahkan mereka selalu sebut nama saya via telepon yang saya jawab dari mana Anda tau nama saya, dsb......”

Pak Wibowo melanjutkan, bahwa TELKOM is like our friend, lebih dari sekedar partnership, no way bagi kompetitor !, tegasnya. Pertanyaan yang sama juga diajukan oleh Bu Ani ke pelanggan Wartel, Pak Parno. Jawabannya walau kalimatnya berbeda tetapi senada seperti apa yang telah dijawab oleh City Bank, yaitu soal hubungan yang relationship/partnership. Soal produk kompetitor memang ada, tapi 007 lebih murah, kualitas bagus ketimbang 001 dan 008. Sebagai pebisnis yang pingin cari keuntungan, saya tentu memilih Telkom, selain murah, kualitas bagus, hubungan kami sudah terjalin bagus pula. Awal melakukan‘deal’ dengan TELKOM saat mendirikan Wartel juga lancar, sangat lancar. Kalau ada gangguan, petugas langsung datang, langsung baik normal kembali.

KENALNYA HANYA TELKOM.
Pelanggan residential ditanya oleh Bu. Ani, kenapa memakai Telkom, tidak Indosat ? Jawaban polos sedikit tersendat meluncur dari bibir Pak Widjaja, bahwa kami tahunya atau kenalnya hanya Telkom dan Telkomsel saja. Selain itu diantara perusahaan publik (perusahaan jasa pelayanan) yang terbaik di Indonesia saat ini menurut saya adalah Telkom saja, belum ada yang menandingi, tambahnya. Gangguan jarang terjadi, kalau ada, cepat pula ditangani. Demikian sekilas wawancara Team Assessor Malcolm yang hasilnya sungguh diluar dugaan, yang bisa dipakai sebagai testimonial, ruarr...biasa !

• NURSIDIK

Assessor Malcolm Kunjungi Plasa Telkom Darmo


TAHUN 2005

Assessor Malcolm Kunjungi Plasa Telkom Darmo

SITE VISIT.
Selain melakukan site visit ke beberapa Datel di Jawa Timur, Assessor juga melihat dari dekat sisi pelayanan Telkom di Plasa Telkom Darmo, Jln. Kapuas 59 Surabaya, Rabu (16/2). Saat turun dari mobil, Team mendapat MOT (Moment of Truth) yang standard mula dari Satpam, CSR (Customer Service Representative) dan para Senior Leader SBT, sehingga kesan pertama sangat berkenan di hati, maka tak heran kalau sebelum memasuki Plasa yang megah di jantung kota TELKOM SBT, Mr. Rajiv menyodorkan kamera yang selalu ditentengnya untuk di foto bersama.

SPEEDY.
Layanan produk Speedy yang dipampang di dalam Plasa adalah yang pertama kali dilirik oleh Team yang langsung mencoba kecepatan aksesnya. Lalu yang lebih menarik perhatiannya lagi ialah Kotak Feed Back tentang pelayanan Telkom (seperti kotak suara PEMILU) yang berisi tiga kategori : Bagus (warna hijau), Sedang (warna kuning) dan Kurang (warna merah), pelanggan tinggal memasukkan salah satu warna ke dalam kotak sesuai dengan pilihannya atau sesuai dengan kualitas layanan yang diterimanya. Memang sederhana dan unik ! Rajivpun nampak puas dan tertawa ngakak !!!!

Menurut Rajiv, Feed Back Pelanggan inilah yang layak harus ada di setiap Plasa, untuk mengukur secara langsung tingkat kepuasan pelanggan, sehingga Duty Manager yang bertugas hari itu bisa memberi warning CSR yang tidak memberikan pelayanan primanya atau service excellent yang diinginkan oleh setiap customer yang datang.

Kemudian foto petugas CSR terbaik “bulan ini” yang dipampang tak jauh dari pintu masuk juga tak lepas dari perhatiannya, sebab hal ini juga dilakukan oleh beberapa perusahaan publik atau perusahaan jasa yang melayani masyarakat dan customernya.

Hampir seluruh isi Plasa tak lepas dari sorotannya, sampai kepada ruang Platinum juga mendapat respon khusus. Ia bahkan bertanya, bagaimana cara mengetahui apakah ia pelanggan Platinum atau bukan ? Gatot Indra selaku Manager Customer Service menjawab spontan, bahwa hal tersebut dapat diketahui dari Card yang diberikan atau kalau lupa dibawa, maka bisa dilihat dari database komputer yang ada di Plasa.

HAPPY ENDING.
Datang puas, pulang puas, alias Happy Ending itulah yang dialami oleh Team Assessor Malcolm, sebab sebelum mengakhiri kunjungannya, ia dengan senang hati mengisi Pigura Canvas tentang kesannya mendatangi Plasa Telkom Darmo. Adapun kesan yang ditorehkan dengan tinta spidol hitam berbunyi :”You are a benchmark. Keep it up become a world class role model”. Sebelum meninggalkan Plasa, Rajiv menerima cindera mata dari GM TELKOM SBT, Bagyo Nugroho berupa sebuah patung perahu Phinisi. Menurut Assessor seperti yang dikutip oleh sebuah sumber di DIVRE-V, bahwa TELKOM SBT memang Excellent. SELAMAT BUAT SBT.

• NURSIDIK

Capek Mudik Lebaran, Poliklinik Surabaya Dipadati Pasien


TAHUN 2005

Capek Mudik Lebaran, Poliklinik Surabaya Dipadati Pasien

PULANG KAMPUNG.
Mudik lebaran dengan cara pulang kampung memang sangat melelahkan, selain itu tradisi mudik juga harus mengeluarkan biaya lumayan, apalagi harus menyeberang lautan dengan kapal laut atau dengan pesawat terbang. Tapi kenapa budaya mudik ini justru digemari ?

Jawaban yang klasik adalah :”Setahun sekali aja kok, bahkan ada yang bilang, bahwa belum tentu setahun sekali, itupun kalau ada biaya yang cukup, dan sebagainya”. Terlepas dari apapun jawabannya, yang jelas tradisi yang satu ini memang memiliki keunikan tersendiri. Mereka dapat bertemu sanak keluarga, bahkan bisa sungkem ke orang tua atau mertua, ada nilai silaturahmi dan religinya.

POLIKLINIK.
Karyawan dan karyawati yang mudik beserta keluarganya tentu merasa senang dan puas bisa pulang kampung, tetapi satu hal yang pasti setelah itu ialah lelah atau capek, apalagi ditempuh dengan jalan darat yang jauh, atau jalan laut yang harus antri di pelabuhan dan berdesakan diatas kapal.

Ujung-ujungnya bagi yang kondisi pisiknya tak kuat, maka mereka terserang sakit gigi, batuk, pilek terutama bagi anak-anak ada juga yang muntaber. Tak heran kalau poliklinik di TPK khusus Ketintang YAKES Telkom Area Jawa Timur pada hari-hari pertama masuk kerja dipadati oleh pasien. Suasana poliklinik yang tertib membuat pasien nyaman menunggu walau berjam-jam, apalagi suasana silaturahmi. Pelayanan poliklinik yang semakin meningkat membuat para pasien betah menunggu, apalagi suasana bersih dan ber AC. Semoga lekas sembuh bagi pasien.

 NURSIDIK

Garuda Sugardo Resmikan TELKOM Drive Thru SBT


TAHUN 2005

Garuda Sugardo Resmikan TELKOM Drive Thru SBT

COO.
Chief Operating Office (COO), Garuda Sugardo telah meresmikan layanan TELKOM Drive Thru pertama di Indonesia di Plasa Telkom Darmo, Jln. Kapuas 59, Surabaya, Kamis (15/9). Garuda yang didampingi oleh Direktur Enterprise & Wholesale dalam peresmian tersebut berkenan menggunting pita dan menandatangi prasasti. Bukan itu saja, sebab Garuda juga mencoba naik kendaraan dan membayar di loket Drive Thru, yang diikuti oleh Direktur Enterprise & Wholesale, Arief Yahya (AY).

WAKTU SINGKAT.
Dari hasil coba Garuda melakukan pembayaran, ternyata mampu dilayani tidak sampai 2 menit, sedangkan pelayanan kepada AY lebih singkat lagi, hanya dalam waktu yang sangat singkat, yaitu 1 2/5 menit saja sudah terlayani.

Hal tersebut menunjukkan, bahwa waktu yang dibutuhkan dalam pelayanan melalui Drive Thru ini adalah relatif singkat, tak usah turun dari mobil, praktis, pelangganpun tersenyum. Sejak uji coba dua hari yang lalu, hingga diresmikan oleh COO, sudah terdapat 109 pelanggan yang melakukan transaksi pembayaran.

Baik Garuda, maupun AY tersenyum usah mendapatkan layanan cepat, praktis dan ekonomis ini. Ini menunjukkan bahwa keunggulan-keungulan layanan ( service advantages) memang terbukti, dan sesuai dengan criteria QCSDM (Quality, Cost, Service, Delivery dan Method).

STO KEBALEN.
Usai meresmikan Drive Thru Plasa Telkom Darmo, Garuda langsung menuju ke STO Kebalen untuk meluncurkan beberapa paket peresmian, antara lain : JAWARA Learning Centre TELKOM SBB, Peluncuran 70 Unit KBM Baru nuansa Flexi TELKOM SBT dan SBB, serta meninjau kondisi Armada KBM seluruh TELKOM Group yang dikemas dalam acara SINERGI TELKOM GROUP.

 NURSIDIK

Jakarta Pusat Benchmark Ke TELKOM SBT


TAHUN 2005

Jakarta Pusat Benchmark Ke TELKOM SBT

DUA HARI.
Selama dua hari, sejumlah 8 (delapan) karyawan Telkom Jakarta Pusat melakukan benchmark berbagai bidang ke TELKOM Surabaya Timur pada hari Kamis dan Jum’at (15-16/9). Bidang yang jadi obyek benchmark meliputi : Pengelolaan TIC 007, Speedy, serta JAWARA dari aspek : Program Kerja, Pengelolaan SDM, Budgetting, IT dan Monitoring Data.

Para benchmarker disambut hangat oleh Manager Support, Suroso di ruang C2U lantai-4 Gedung OPMC, Jln. Ketintang 156, Surabaya. Mereka adalah Maulana (Pranbang), Djoko (SLI Care Center), Riana (YANLANG), Nursaman (YANLANG), Riharso (PROJUAL), Abdul Manan (Broadband CC), Firdaus (CCAN) dan Rahtomo (SISFO).

PROFIL SBT.
Manager Support usai berkenalan dengan Team Benchmark, langsung mempresentasikan profil TELKOM Surabaya Timur secara gradual dan komprehensif dalam bentuk audio visual. Hal ini dimaksudkan, agar Team benchmark mendapatkan gambaran tentang pengelolaan bisnis di TELKOM SBT secara umum, detilnya nanti saat kunjungan ke lokasi.

LOKASI KUNJUNGAN.
Usai acara presentasi Manager Support, Team Benchmark kemudian memaparkan rencana kunjungan ke lokasi sebagai obyek kunjungan mulai hari pertama hingga hari ke dua. Adapun lokasi-lokasi yang akan dikunjungi meliputi : Bagian Analisa Performansi Bisnis (Sekretariat GM/DGM), Customer TIC 007 & SLI (CS), Customer Service Handling (CS), Marketing & Sales Speedy, Customer Care Broadband, JAWARA, dan USI.

 NURSIDIK

Apel Siaga SEKAR Tolak Kode Akses SLJJ Di Semarang


TAHUN 2005

Apel Siaga SEKAR Tolak Kode Akses SLJJ Di Semarang

TOLAK.
Perjuangan SEKAR TELKOM Tolak Kode Akses SLJJ masih belum selesai, terbukti setelah hampir seluruh DPW apel siaga, kini giliran SEKAR DPW-IV pada hari Senin (15/8) melakukan hal yang sama di halaman depan Kantor DIVRE-IV Jln. Pahlawan 10 Semarang yang dihadiri ribuan anggota SEKAR, bahkan perwakilan beberapa DPW SEKAR TELKOM Indonesia, termasuk DPP, dan Pensiunan TELKOM.

YEL & SPANDUK.
Dengan tertib dan dikawal aparat kepolisian, ribuan anggota SEKAR meneriakkan Yel SEKAR, yaitu SEKAR !!! dijawab SATU !!! Kemudian, TELKOM !!! juga dijawab SATU !!! Teriak lagi SEKAR, dijawab TELKOM, dan yang terakhir TELKOM, dijawab : SEKAARR !!! Selain dimeriahkan oleh Yel, juga oleh kesenian Angklung Paduan Suara dan Barongsay, lebih marak lagi hampir sisi halaman dihiasi dengan spanduk kiriman masing-masing DPW yang bunyi kalimatnya beragam, antara lain :

1. SEKAR tolak dominasi asing di bisnis telekomunikasi, ganti BOD yang tidak Merah Putih.
2. Jangan hancurkan TELKOM lewat Kode Akses, karena TELKOM asset Negara Republik Indonesia.
3. Karyawan yang Merah Putih harus terpanggil batalkan Kode Akses, demi integritas Bangsa dan Negara.
4. Berkompetisi, tapi modelnya bukan seperti ini.
5. Kompetisi bukan dengan membuka Kode Akses.
6. Cabut KM “maut” yang “merampok” TELKOM.
7. Hancurnya TELKOM, hancurnya Negara Indonesia.
8. Cabut Kode Akses, titik …!!!
9. Merah darahku, putih tulangku, Telkom SLJJku, NKRI tumpah darahku.
10. Direksi yang Merah Putih harus terpanggil batalkan Kode Akses, demi integritas Bangsa dan Negara.
11. Kompetisi, Yes, Kode Akses, No !!!
12. Kami tidak takut kompetisi, tapi kami lebih mencintai asset Negeri ini.
13. Mari berkompetisi, silahkan membangun sendiri.

DUKUGAN DPR-RI.
Yang menarik di apel siaga tersebut ada Telewicara dengan dua anggota DPR-RI, yaitu Permadi, SH dari Fraksi PDIP dan Mukowan dari Fraksi PPP. Cukup dengan terminal telepon Polycon, suara kedua wakil rakyat tersebut didengar jelas oleh seluruh anggota SEKAR TELKOM.

Saya kagumi semangat perjuangan rekan SEKAR TELKOM demi NKRI, berjuanglah terus, kata Permadi dengan suara lantang. Hal senada dikatakan oleh Mukowam :”Pertahankan PT. TELKOM, berjuanglah terus demi Masyarakat, Bangsa dan Negara. Tetaplah koordinasi, sukses perjuangan SEKAR !”.

PERTAHANKAN PELANGGAN.
Sementara itu Ketua DPW04, Syahrul Ahyar dalam orasinya mengatakan, bahwa kita harus mempertahankan pelanggan. Kita tak rela perusahaan ini dirampok, diputihkan seakan-akan cerai dengan pelanggan kita yang telah kita bangun selama ini.

Ibu Pertiwi terganggu, SEKAR akan membela. Kejar Pemerintah, Manajemen, bahkan SEKAR yang berkhianat ! Dua hari lagi HUT RI-60, sudahkah kita menikmati kemerdekaan yang sebenarnya ? Kalau ada pejabat yang membela asing, maka tugas SEKAR untuk menyadarkan, kalau masih tidak sadar, maka kita “istirahatkan”. Syahrul melanjutkan, bahwa kalau mulai dulu semua pihak mau mendengar SEKAR, maka “buy-back” Indosat tak bakal terjadi. Tapi Alhamdulillah, sekarang Manaejmen mau berjuang dengan SEKAR.

Sementara itu, Deputy Kadivre-IV, Mas’ud Khamid dalam kata sambutannya memaparkan tentang kompetisi di fixed line berjumlah 10 juta, seluler 40 juta. Mas’ud juga menyoroti kualitas pelayanan terjadi ketidakadilan dimana suasana kantor pembayaran yang dikelola Kopegtel tak nyaman, yang harusnya satu atap dengan Telkom.

Disinggung pula soal idle capacity yang berjumlah 30.000 sst dan direncanakan door to door yang akan dilakukan oleh seluruh jajaran, mulai KADIV sampai staf. Terakhir Mas’ud mengatakan, bahwa kalau diatas satu bahasa, maka dibawah siap…!!!!

ORANG LEMHANAS.
Ada pula orangnya LEMHANAS yang hadir ikut orasi, yaitu Patrick Kuwatno Alumni ITB keturunan Cina. Patrick mengatakan, bahwa pertelekomunikasian di Indonesia saat ini terancam, maka harus dipertahankan dan diperjuangkan. Biaya perubahan Kode Akses lebih baik untuk membangun telepon di pedesaan.

Ipoenk dari DPP dalam orasinya mengatakan, bahwa SEKAR dan Manajemen Telkom sudah sepakat untuk menolak Kode Akses, karena akan berdampak negatif pada upaya peningkatan pembangunan telekomunikasi untuk masyarakat. Untuk itu mari kita pantau bersama-sama.

Sedangkan Budhi Ketua DPW 05 JATIM antara lain mengatakan, bahwa Direktur sudah satu bahasa, ini berarti sudah ada Bendi dan sudah ada Kusir. Kita tinggal melanjutkan tahap-tahap menentukan.

Senada dengan Budhi, maka SEKJEN DPW05 JATIM, Wibowo Sugiarto juga mengatakan, bahwa mari kita bersatu dengan Direksi untuk menolak Kode Akses. Kalau masih ada manjemen yang mendholimi Pengurus SEKAR akan kita selesaikan. Orasi yang masih senada juga disampaikan dari DPW03 JABAR & BANTEN, kemudian DPW 02 JAKARTA. Usai orasi para pengurus SEKAR diwawancarai wartawan, Panitiapun mengedarkan kotak sumbangan DANA PERJUANGAN yang pertamakali mengisi adalah Pensiuan TELKOM.

 NURSIDIK

SEKAR-TELKOM Adakan Workshop 3 Hari GCG Di Bandung


TAHUN 2005

SEKAR-TELKOM Adakan Workshop 3 Hari GCG Di Bandung

WORKSHOP GCG.
SEKAR dan Manajemen TELKOM mengadakan workshop GCG (Good Corporate Governance) selama 3 hari mulai 15 s/d 17 Juni 2005 di Kampus TTC Gedung Saraswati-B, Jln. Geger Kalong Hilir 47, Bandung. Thema workshop ini adalah “ Memelihara Martabat Bangsa, Penyelamat Perusahaan Dan Pengawal BTP (Bersih, Transparan, Profesional”. Pembukaan Workshop ini dihadiri oleh jajaran Direksi kecuali DIRKUG, KAPUS TTC, SEKAR DPP, DPW dan DPD se Indonesia, Kadiv MSC, Deputy Kadivre-III, Deputy Kadivre-II dan beberapa undangan lainnya.

PERUSAHAAN SEHAT.
Ketua Umum SEKAR, Syinar Budhi Artha dalam sambutannya antara lain mengatakan, bahwa tujuan worshop ini adalah untuk membangun perusahaan tumbuh menjadi perusahaan yang sehat, sehingga mampu menghadapi gelombang persaingan yang semakin ketat.

Konsep GCG disusun berasal dari BTP yang menerapkan prinsip-prinsip akuntabilitas sebagai pijakan yang lengkap dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Kita berharap konsep ini dapat bekerja secara maksimal untuk menghindari munculnya masalah-masalah internal di waktu yang akan datang. Semangat dari rekan-rekan SEKAR untuk mewujudkan tata kelola perusahaan di lingkungan Telkom ini sangat saya hargai dan kita berupaya keras, sehingga Telkom mampu mewujudkan dirinya sebagai role model bagi implementasi GCG di Indonesia.

Sesuai dengan komitmen yang telah kita sepakati bersama, Sekar Telkom, Manajemen dan Komisaris diharapkan melalui seminar ini dapat diperoleh masukan-masukan yang dapat menyempurnakan konsep GCG untuk diterapkan yang memang tak mudah, sebab memerlukan komitmen yang kuat dan eksistensi.

RELATIF CLEAN.
Pada kesempatan yang sama DIRUT TELKOM, Kristiono menyampaikan sambutannya. Dikatakan, bahwa substansi GCG ialah bagaimana perusahaan dikelola secara baik. Kerjasama antara Sekar-Manajemen dan Dekom secara sinerji bagai orkestra pasti akan menghasilkan pengelolaan yang baik.

Tahun lalu kita telah di challenge oleh MENKUG agar Telkom bisa menjadi role model dalam mewujudkan GCG yaitu mengelola perusahaan dengan baik. Sistem audit di Telkom sangat mendukung untuk itu, ada audit internal, eksternal, masyarakat, karyawan dan share holder. Secara kelembagaan pengendalian di Telkom berjalan baik, sehingga relatif clean dibanding corporasi atau BUMN lain.

System pengendalian sangat intensif, apalagi sebagai perusahaan yang sudah listing di New York Stock Excahnge (NYSE). Karena di drive oleh pihak eksternal, maka internal control juga bekerja secara efektif, maka pengelolaan company menjadi efisien dan efektif.

Ke depan pengendalian resiko juga akan cukup luas, yaitu faktor teknologi, faktor harga, sehingga diperlukan aktivitas pengendalian, aktivitas pengawasan dan aktivitas komunikasi yang lebih intensif. Itulah 5 aspek COSO SOA yang merupakan alat pengendali yang kuat. Yang paling penting dari pengendalian ini ialah aspek SDM yaitu soal Skill, Knowledge dan Attitude yang masih perlu ditingkatkan lagi.

MEMBUMIKAN GCG.
Dalam kesempatan tersebut DIRUT juga mengucapkan selamat kepada SEKAR yang telah membumikan GCG, sehingga memberikan spirit, enerji, semangat kebersamaan dalam memajukan perusahaan. Terakhir DIRUT berharap agar event ini menjadi masukan bagi perusahaan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan seminar yang dimoderatori oleh Gina Sonya menampilkan pembicara luar, yaitu Bapak Waluyo dari KPK, Bapak Iswayudi (Staf Ahli Jaksa Agung) dari terakhir dari POLRI.

• HILMAN / NURSIDIK

Hari Kedua Assessor Malcolm Di TELKOM SBT


TAHUN 2005

Hari Kedua Assessor Malcolm Di TELKOM SBT

LEAD ASSESSOR.
Setelah hari pertama Team Assessor melakukan Opening dan Examination di Kantor DIVRE-V, maka pada hari kedua Selasa (15/2) para Examiner ini melakukan pengujiannya di TELKOM Surabaya Timur, yang dipimpin langsung oleh Lead Assessor, Rajiv Jayaraman.

GM TELKOM SBT, Bagyo Nugroho dan para Senior Leader menyambut hangat kedatangan para Examiners ini. Pada Opening Meeting, Bagyo mempresentasikan Profile TELKOM SBT yang menggambarkan secara keseluruhan garis besar kondisi potensi TELKOM SBT dihadapan Lead Assessor yang didampingi salah seorang Timnya, yaitu Ani Sulistiani.

Didalam paparannya, Bagyo mengatakan, bahwa KANDATEL SBT merupakan KANDATEL yang memberikan kontributor terbesar di Jawa Timur. Special Awrds selama tahun 2004 juga ditayangkan. Menyoal Business Result, Bagyo mengatakan bahwa pihaknya akan menyasar 3 target utama, yaitu : Revenue, Sales dan CSI.

Seperti halnya dengan paparannya KADIVRE-V soal visi dan misi pada opening meeting sehari sebelumnya, maka GM SBT juga menyampaikan hal yang sama, sehingga anytara DIVRE dan DATEL benar-benar ngeLINK. Mr, Rajiv cukup terpukau dengan paparan tersebut terutama soal SBT sebagai kontributor pendapatan terbesar, serta ternyata diketahui pula bahwa di SBT merupakan gudangnya inovasi IT seperti ALTIMA yang sempat ke tingkat Internasional di Hongkong tahun 2004.

PERTANYAAN.
Atas presentasi yang disampaikan oleh Bagyo tersebut, maka Rajiv melemparkan beberapa pertanyaan sekaligus untuk klarifikasi atas beberapa catatan yang sempat dituliskan saat menyimak presentasi. Pertanyaan dan klarifikasi Rajiv ini dijawab oleh GM dan beberapa Senior Leader dengan jawaban yang memuaskan.

INTERVIEW.
Usai break di sesi pertama, maka dimulailah sesi kedua, yaitu sesi interview meeting, para Assessor melakukan interview untuk menguji sampai sejauh mana implementasi Manajemen Malcolm selama ini di TELKOM Surabaya Timur.

Yang menjadi focus interview meeting ini adalah pada :
 Kategori 3, yaitu masalah Customer and Market Focus.
 Kategori 4, yaitu masalah Information and Knowledge Management.
 Kategori 5, yaitu masalah Human Resouces Focus.
 Kategori 6, yaitu masalah Proccess Management.

SEGMENTASI.
Dalam interview meeting khususnya kategori-3, Mr. Rajiv mencecar pertanyaan, mulai dari soal pembagian segmentasi, public education, community (social respons), serta soal implementasi e-CARE. Usai mencecar pertanyaan, Rajiv turun ke lantai-3, yaitu ke ruang Bagian keuangan berdialog dengan Imran, ASMAN Perbendaharaan yang kebetulan sedang membuka Aplikasi SAP (System Aplikasi Produk). Rajiv tertarik tetntang SAP dan bertanya secara detil. Kemudian Rajiv keliling ke bagian lain didampingi GM dan para Senior Leader.

 NURSIDIK

Tujuh Karyawan TELKOM SBT Terima SK “AR”

TAHUN 2005

Tujuh Karyawan TELKOM SBT Terima SK “AR”

7 ORANG.
Terdapat 7 (tujuh) orang karyawan TELKOM Surabaya Timur telah terima SK AR. Mereka adalah Iwan Gularto (Koordinator 1 Account Representatif), Suparman (AR Personal Customer), Aisjah (AR Personal Customer), Adi Purwanto (Koordinator 2 AR), Tatok Hardianto (AR Personal Customer), Bambang M. Hermanto (Koordinator 3 AR) dan Ni Kadek Sudiani (AR Personal Customer). SK tersebut langsung diserahkan oleh GM, Badriyanto di ruang Committed 2 U Gedung OPMC Jln. Ketintang 156, Surabaya disela-sela acara “Management Meeting”, Jum’at (14/10).

PRINSIP PELAYANAN.
Badriyanto dalam sambutannya setelah menyerahkan SK AR tersebut memberikan bekal kepada penerima SK tentang Prinsip-Prinsip Pelayanan Pelanggan Di Era Kompetisi yang semakin ketat saat ini.

Kompetisi yang semakin ketat, menurut Badri harus disikapi dengan peningkatan layanan yang semakin ekselen. Tanpa pelayanan ekselen mustahil kita mampu memenangkan persaingan dan merangkul pelanggan.

Yang semula hanya reaktif, kini harus proaktif. Semula hanya focus transaksi semata, kini harus mampu menjalin ikatan (Tell, Not sale only). Dari puas harus menjadi sangat puas. Dari sangat puas harus menjadi luar biasa puaass….Jadi, services kita harus LEAD diantara kompetitor yang ada, tambahnya.

SENTUHAN PERSONAL.
Para pelanggan saat ini kebanyakan menginginkan sentuhan personal, tak hanya dijejali dengan slogan ataupun promo yang menggelegar. Kenali nama pelanggan, beri sapaan, beri senyuman, tanya apa kabar. Pokoknya beri pelanggan kita akrab seperti teman, kemudian nyaman dan aman.

Agar nyaman dan aman, maka buat prinsip emas kepada pelanggan dalam bentuk komitmen. Pelanggan akan merasa terangkul oleh kita, merasa ada sentuhan tersendiri. Jadi kita mengenali mereka bukan sekedar sebagai pelanggan saja, tapi juga teman bisnis yang selalu menatap sukses usaha dengan penuh optimis.

 NURSIDIK

Assessor Lomba Layanan Tingkat Nasional 2005 Berkomentar :”Good Job..!”


TAHUN 2005

Assessor Lomba Layanan Tingkat Nasional 2005 Berkomentar :”Good Job..!”

GOOD JOB.
Salah seorang Assessor Lomba Layanan Tingkat Nasional ketika melakukan penilaian di Plasa TELKOM Darmo, Rabu (14/9) mengisi kesan dan pesan diatas kanvas dengan tulisan singkat, dua kata, yang berbunyi : “Good job…!”. Kemudian Team yang terdiri dari Heru, Nandi dan Gregg.G, membubuhi tandatangannya dibawah komentar singkat tersebut.

BARANG BARU.
Team tertarik terhadap “barang baru” yang ada di Plasa Telkom Darmo, yaitu layanan Telkom Drive Thru, kreasi dan inovasi SBT. Manusiawi kalau setiap orang akan selalu tertarik dengan barang baru, produk baru dan hal yang baru lainnya.

Layanan Telkom Drive Thru di Plasa Darmo yang merupakan system layanan baru pertama di Indonesia ini, hampir setengah jam diamati secara cermat oleh Team Assessor, dalam hal advantages services (kecepatan layanan, praktis, optimalisasi tempat parkir), Simplify, Delivery, Quality dan kenyamanan Customer.

KURSI RODA.
Sisi lain yang diamati Team adalah Bisnis Proses, House Style, Eksterior dan Interior yang sesuai dengan KD 15 tentang Plasa Telkom. Tak jarang Team mencoba produk layanan yang ada di dalam Plasa, seperti SPEEDY, Info Produk dengan system “Touch Screen”, Informasi AMA, Polling On-Line, TV bisa SMS, bahkan yang unik, Plasa ini juga menyediakan kursi roda bagi customer yang tak bisa jalan, hal ini karena cintanya dengan customer selaras dengan program MDC, yaitu Melayani Dengan Cinta.

 NURSIDIK

FRONT LINER CS KANDATEL SBT DITEMPA OLEH KOLABORASI 3 CENTRAL POWER DIVRE V JATIM


TAHUN 2005

FRONT LINER CS KANDATEL SBT
DITEMPA OLEH KOLABORASI 3 CENTRAL POWER DIVRE V JATIM


Working spirit dan Always the Best sudahlah menjadi nafas kerja dan kinerja insan Telkom Kandatel Surabaya Timur. Dalam kesempatan kali ini, giliran jajaran Customer Service Kandatel SBT mempunyai hajatan yang didalam pelaksanaannya berkolaborasi dengan YANMAS serta BAG. SDM Divre V Jatim, yaitu pelatihan “outbond” front liner dengan jargon dan thema “ Melayani dengan Cinta “ selama 2 hari dari tanggal 13 s/d 14 Agustus 2005 di Hotel Grand Bromo Pasuruan.

Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan, dimana salah satu upaya untuk memberdayakan SDM dalam rangka menciptakan “ Centre Of Excellence “ adalah melalui kesempatan pelatihan. Maksud diselenggarakannya pelatihan adalah memberikan motifasi kepada para pegawai maupun petugas front linner CS agar senantiasa meningkatkan skill, ketrampilan dan sikap kerja, serta membuka peluang dan kesempatan bagi pegawai untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam rangka mengantisipasi perkembangan kompetisi serta kemajuan IPTEK.

Tujuan dari diselenggarakannya pelatihan ini adalah :

1. Tersedia serta terciptanya Pegawai dan petugas front liner CS Kandatel SBT yang cakap serta dapat diandalkan.
2. Untuk memberikan arah, pandangan, pedoman serta prosedur kerja yang baku sehingga dapat memperjelas serta penyeragaman pengambilan keputusan di dalam pelaksanaan tugas.
3. Memberikan layanan kepada pelanggan haruslah total tanpa melihat status sosial, ungkap M. Firdaus Deputy Kandatel SBT.
4. Memberikan kejutan kepada kompetitor tentang suatu produk layanan yang benar-benar belum mereka lakukan, untuk itu semua data ataupun materi didalam pelatihan ini harus disimpan dan dijaga sebaik mungkin, jangan sampai kompetitor mengadopsi ide/gagasan kita untuk mendahului pelaksanaanya, ungkap Desnaidi Azis Manager PR didalam sambutannya mewakili SM YANMAS dan SM SDM Divre V Jatim.

PROSES BELAJR MENGAJAR.
Peserta berjumlah 65 orang yang berasal dari Dinas Customer Service Surabaya Metro, Instruktur berasal dari YANMAS Divre V 1 orang, Uplatda Surabaya 1 orang serta 3 dari Dinas Customer Service Kandatel SBT. (Materi pelatihan dapat di down load diWeb. Knowledge ManajementDIVRE V).

Tidak disangka bahwa manager CS Kandatel Sbt GATOT INDRA ANGGRADI RM, IR, yang dalam kesehariannya terkesan lemah lembut, ternyata sangatlah piawai membuat suasana pelatihan menjadi ada yang tersenyum kecut, cemberut, serius, dan semua peserta menjadi semangat di dalam mengikuti dan melaksanakan proses belajar-mengajar. Rasanya sangatlah rugi kalau harus meninggalkan tempat/kursi walau hanya 5 menit, apalagi setelah para kader-kadernya (Asman CS Kandatel SBT) Kawit Waluyo dan Arief Swasono yang menggantikannya. Debat seru antar peserta pelatihan didalam mempertahankan pendapat berlangsung tidak pandang bulu entah dari pegawai ataupun dari petugas Front liner yang memang rata-rata selain cantik juga pandai berargumentasi (tentunya tidak dalam konteks debat kusir) serta berusaha untuk menjawab setiap pertanyaan dengan berlomba secepatnya. Proses belajar menjadi seru mengingat instruktur didalam menyampaikan materi selalu disertai dengan study kasus yang pernah dialami serta kendala / kesulitan yang dihadapi oleh para pegawai maupun petugas front liner CS didalam pelaksanaan kerja sehari-hari.

Dalam masa rehat, red sempat berbincang dengan seru kesalah satu peserta yaitu MAMIK SULISTIANINGSIH SPV CUSTOMER SERVICE Kandatel SBT, meski NIK sudah berkepala 5 namun raut wajah ybs masih terlihat sisa-sisa kecantikannya.

Red : Bagaimana dengan materi pelatihan ini Bu.
MS : Wah saya senang sekali Pak dengan pelatihan ini, tetapi di CS Kandatel SBT, tanpa pelatihanpun secara sadar dan tanpa paksaan kami selalu berusaha untuk belajar dan belajar, baik melalui buku, sharing / BIT antar teman sepulang dari pelatihan, informasi dalam senam patriot serta bertanya atau meminta saran / solusi kepada atasan apabila menghadapi masalah / pekerjaan yang saya temui (dengan mimik dan aksen bak Desy Anwar presenter RCTI), saya malu kalau kalah sama yang muda-muda ungkapnya dengan sikap tubuh yang mencerminkan ybs pernah mengikuti pelatihan John Robert Power.

MALAM KEBERSAMAAN.
Dengan dipandu dan dikemas oleh rekan Adam Tutuhatunewa acara malam kebersamaan dimulai pukul 19.00 WIB, Pada kesempatan kali ini seperti biasanya GM Kandatel SBT BN (red : Bagyo Nugroho), walaupun masih dalam rangka menjalankan Cuti tahunan, Beliau berusaha untuk menyempatkan diri hadir sekedar memberi spirit dan semangat para pasukannya. Dalam sambutannya BN mengungkapkan “ Kemajuan dan keberadaan suatu perusahaan bukan hanya ditentukan oleh pelayanan yang baik atau dengan pemberian fasilitas berupa discount, fee atau fasilitas yang lainnya tetapi berikanlah juga pelayanan yang bisa membentuk persepsi pelanggan bahwa hanya produk Telkom saja yang pas dan pantas untuk dipakai/digunakan, Menyentuh hati pelanggan serta yang tidak kalah pentingnya adalah menghasilkan loyalitas pelanggan didalam memakai produk kita. Beliau mengambil contoh beberapa perusahaan di Indonesia seperti Keberhasilan atau kebangkrutan salah satu perusahaan maskapai penerbangan dan Bank.

Tidak mau kalah dengan GM-nya, para petugas front liner CS berhasil membuat GM-nya merogoh kocek pribadi untuk memberikan sekedar tali asih atas lomba kreasi membuat Yel-Yel produk Telkom. Pemenang lomba adalah dari kelompok POTS yang dipimpin Sri Wahono salah satu tokoh dan sesepuh di Kandatel SBT. Bahkan BN sempat dibuat kalang kabut dengan adanya lomba mengumpulkan ikat pinggang, yang beruntung pada kesempatan kali ini adalah petugas dari front liner Dinoyo yaitu Widya alumnus Unair tahun 2002 dan ybs dinobatkan pula menjadi petugas front liner terbaik ke 2. Sebagai penutup acara malam kebersamaan, ybs bersama Sagita Front Liner Manyar terbaik 1 dan mbak Disi Front Liner Dinoyo terbaik 3 membacakan ikrar Petugas Front Liner Customer Service Kandatel SBT

“ KOMITMENT MELAYANI DENGAN CINTA “

Kami jajaran front liner Telkom Surabaya Timur bertekad untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dengan :

1. SENYUM : Memberikan senyum yang TULUS.
2. SAPA : Menyapa dengan RAMAH.
3. SANTUN : Bersikap dan berperilaku SANTUN.
4. SOLUSI : Memberikan SOLUSI terbaik kepada pelanggan.
5. SUKSES : Selalu mengutamakan kepuasan pelanggan.


Waktu telah menunjukkan pukul 22.00 wib, dengan diiringi lagu kemesraan peserta saling bersalam-salaman dan mengakhiri acara. Ada rasa kepuasan dan kebahagiaan yang terpancar disetiap paras peserta bahkan ada beberapa peserta wanita yang menangis tersedu-sedu dalam mengungkapkan perasaan bahagianya. Pada pagi harinya acara dilanjutkan dengan kegiatan arung jeram. Education’is an ornament in prosperity and refuge in adversity.


SR. SAPUTRO / SBT
akkay