Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"

Minggu, 17 Oktober 2010

MR : IHT "Code of Conduct" bagi Frontliner di Kancatel Mojokerto


TAHUN 2006

MR : IHT "Code of Conduct" bagi Frontliner di Kancatel Mojokerto
Mojokerto 19/12/2006 : Menindaklanjuti permohonan pembekalan "Code of Conduct" layanan bagi Satpam, serta guna meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan bagi para frontliner perlu dilaksanakan IHT "code of conduct" termasuk juga didalamnya Sales force dan tenaga TKM di Kancatel Mojokerto, dimana pada pagi hari ini Manager Customer Service Kandatel Surabaya Timur beserta dua orang pegawai selain sebagai nara sumber juga sebagai instrukturnya, masing-masing satu dari Dinas CS dan satu dari Dinas Performansi, telah melakukan sosialisasi berupa IHT "Code of Conduct" khusus kepada jajaran Frontliner Kancatel Mojokerto.

Dalam sambutannya Arif Irfansyah selaku JM. Kancatel Mojokerto mengharapkan agar didalam salah satu implementasinya, untuk jajaran Satpam khususnya kunjungan ECR bulan Desember supaya lebih aktif dan giat lagi, dimana kalau sebelum IHT ini pencapaian bulan November sebesar 79%, maka diharapkan pada bulan Desember 2006 prosentase pencairan naik menjadi 85%. Sedangkan bagi para sales dan TKM semoga IHT ini dapat memberi nuansa baru serta penambahan pengetahuan yang tidak mudah dan tidak murah untuk didapat dan khususnya dapat memberi nilai tambah serta hasil yang lebih optimal.

Ada 3 hal utama didalam sukses pelayanan tutur Kawit Waluyo selaku salah satu instruktur IHT yaitu sbb :

1. Standar penampilan.
2. Standar Komunikasi via Telepon serta
3. Standar visiting teknisi.

Dan perlu rekan-rekan ketahui bahwa “Dibutuhkan 10-12 kali pelayanan memuaskan untuk mengobati 1 kali kekecewaan dan luka hati pelanggan “. Demikian ujarnya.

Acara IHT kali ini dilaksanakan di ruang aula 007 Kancatel Mojokerto dengan peserta dari team sales Pots, Flexi dan Speedy, TKM Jaringan serta dari Satpam Kancatel Mojokerto serta beberapa karyawan Kancatel Mojokerto.

akk@ay

SBT : Tim Juri Inovasi Pegang Enam “Major Items”


TAHUN 2006

SBT : Tim Juri Inovasi Pegang Enam “Major Items”

6 (enam) “Major Items” Penilaian ini memang perlu diketahui oleh setiap Inovator, agar hasil karyanya benar-benar bermanfaat bagi perusahaan, terlebih perusahaan saat ini berada dalam lingkungan bisnis yang sangat kompetitif. Tim Juri Gelar Apresiasi Inovasi TELKOM SBT 2006, Senin (18/12) yang terdiri dari Mahmud, Asta Tjahja Wismadi dan Subardi dalam menilai juga berpedoman pada 6 “Major Items” tersebut.

Rincian 6 “Major Items” terdiri dari : 1. Orisinilitas, yaitu apakah penemuan tersebut merupakan penciptaan sesuatu yang sebelumnya tidak ada (baru), pengembangan atau substitusi. Apakah temuan ini murni atau tuntutan tugas. Masing-masing apakah itu Pengembangan, Substitusi, Temuan Baru, Tuntutan tugas, dan Murni akan mendapatkan bobot nilai tersendiri.

2. Kualifikasi Inovator/Penemu, Juri akan melihat apakah inovasi ini ditemukan oleh SDM dengan kualifikasi pendidikan umum terendah/tertinggi (kualifikasi leader), kualifikasi Range Grade. Apakah inovasi merupakan temuan sendiri atau kelompok yang terdiri dari 1, 2, 3, 4, atau > 5 orang. Faktor kesulitan tertinggi inovasi yang ditemukan di lokasi kerja juga mendapat perhatian.

3. Hasil, Solusi, Lingkup Manfaat. Untuk yang ketiga ini, Juri akan melihat apakah inovasi mampu menjawab solusi permasalahan perusahaan, apakah dalam implementainya dapat meningkatkan kinerja operasional perusahaan, serta hasil inovasi sulit atau mudah diimplementasikan.

4. Business Opportunity. Apakah dalam implementasi memberikan nilai tambah atau meningkatkan daya saing bisnis telekomunikasi, mampu meningkatkan revenue serta Cost Reuction. 5. Kesinambungan dan Integrasi. Berapa lama penemuan ini bisa digunakan, seberapa mudah dikembangkan dan seberapa luas diintegrasikan dengan sistem lain, merk lain atau prosedur lainnya.

6. Etika. Apakah proses penemuan / inovasi dilaksanakan dengan tidak melanggar etika bisnis, moral dan peraturan terkait. Apakah hasil karya inovasi tidak berdampak terhadap lingkungan. Keenam ”Major Items” inilah diharapkan mampu dijawab oleh para pendatang baru dibidang inovasi, sehingga berhasil optimal dan maksimal.**NURSIDIK**

TELKOM Masih Favorit Di JATIM International Expo Hari Kedua


TAHUN 2006

TELKOM Masih Favorit Di JATIM International Expo Hari Kedua

Memasuki hari kedua, Jumat (8/12) Pengunjung Stand TELKOM yang berdiri gagah diantara Exhibitors Automotive, Property, Produk Manufactur dan Perbankan ternyata masih cukup favorit dibandingkan dengan Stand dan Galeri lainnya. Sedianya hari ini akan dikunjungi oleh EGM DIVRE-V, Nanang Ismail Kosim, karena ada keperluan mendadak, maka kemungkinan akan diundur minggu depan.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa JATIM International Expo 2006 ini dihelat berturut-turut mulai tanggal 7 hingga 12 Desember 2006. Pada hari pertama setelah Grand Launching kemarin para pengunjungnya kebanyakan para Pebisnis yang setelah pembukaan langsung keliling melihat berbagai produk unggulan mulai dari Furniture, Elektronik, IT hingga Automotive.

TELKOM sendiri menghadirkan produk TRISULA, yaitu POTS, Flexi dan Speedy dengan keunggulan eksklusif dan komparatif, serta banyak pilihan, sebab memang melakukan cuci gudang atau semacam BIG SALE, yaitu obral harga dalam menutup tahun dan mengahadapi tahun baru. Jadi tak heran kalau peluang ini dimanfaatkan oleh para pengunjung.

TELKOM berharap dalam JATIM International Expo 2006 ini, agar para konsumen dapat menikmati harga obral akhir tahun. Mereka kami persilahkan mencoba browsing internet produk Speedy. Kemudian ada ”iming-iming” berlangganan Flexi Classy gratis biaya pasang baru, abonemen hanya Rp. 15 ribu, plus selama berlangganan gratis Flexi Tone pada bulan pertama. Bukan itu saja, bahkan PSB telepon rumah ada diskon hingga 100 %, Free abonemen untuk minimum usage Rp. 30 ribu. Untuk produk Speedy juga kami obral Free Modem, diskon biaya aktivasi hingga 100 % dan beberapa yang lain. **NURSIDIK**

SBT : SATPAM Selamatkan Jutaan Rupiah dan “Churn”


TAHUN 2006

SBT : SATPAM Selamatkan Jutaan Rupiah dan “Churn”

Kreatifitas TELKOM Mojokerto memang patut diacungi jempol, sebab cukup dengan memberdayakan SATPAM, maka uang jutaan rupiah dapat diselamatkan dan churn atau cabutan dapat ditekan. Sebuah optimalisasi sumberdaya di lingkungan bisnis yang semakin kompetitif layak dikembangkan terus. Para Senior Leaders TELKOM SBT manggut-manggut ketika menyimak presentasi para Inovator dari TELKOM Mojokerto kemarin, Senin (18/12).

Ternyata para SATPAM berani bicara di hadapan manajemen dalam bentuk presentasi yang sangat lancar. Inilah mungkin merupakan Value Added yang dikembangkan oleh jajaran Unit Support TELKOM Mojokerto dalam memberdayakan para SATPAM yang kian hari kian Well Performed. Mereka presentasi inovasi yang berjudul “Optimalisasi SATPAM Dalam Rangka Membantu Sukses Employee Customer Retention (ECR)”.

Ini adalah sebuah prestasi yang luar biasa, sebab dengan melibatkan anggota SATPAM, maka pencairan ECR TELKOM Mojokerto berdasarkan SST selalu menempati Rangking Pertama dan Kedua dari 12 unit / CATEL di KANDATEL SBT dengan besaran prosentase 70 hingga 80 %. Dari sisi SAFETY, maka para SATPAM ini mampu mengamankan tagihan JASTEL sebesar Rp. 132.041.821,- dan 697 SST terhindar dari cabut (churn).

Personel Inovator selain dari anggota SATPAM, juga dari karyawan TELKOM Mojokerto yang berkolaborasi secara harmonis. Mereka adalah Ketua : Soim/NIK. : 623485 ; Anggota : Agus Mawangrono/NIK. 621971, Yusna Widiastuti/NIK. 641661, Imam Kuntjoro/NIPAM. 680244, Eko Sudarsono/NIPAM. 730781. Sebagai Commander adalah : S. Rahardjo Saputro/NIK. 630763. Pembina adalah JM KANCATEL Mojoketo : Arif Irfansyah/NIK. 620751. **NURSIDIK**

SBT : Bisnis TELKOM Didisain System MLM ?


TAHUN 2006

SBT : Bisnis TELKOM Didisain System MLM ?

Multi Level Marketing On Telecommunication Business (MLM) adalah Judul Inovasi jajaran Business Performance TELKOM SBT. Para personel Inovator terdiri dari : Sueb, Chandra Sari Nugraheni, Adi Poerwanto dan Sukirno. Hasil inovasi ini dipresentasikan dihadapan Para Senior Leaders SBT dan Dewan Juri pada hari Senin (18/12) di Gedung OPMC Ruang Committed 2 U Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Para Inovator sangat care terhadap kelangsungan hidup perusahaan, sehingga timbul ide untuk berinovasi. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini menurut Tim Inovator adalah besarnya angka cabutan (churn), menurunnya Revenue Lokal, SLJJ, SLI dan POTS. Lesunya penjualan POTS dan Flexi, semuanya ini adalah merupakan kinerja TELKOM, disisi lain cukup gencar “serangan” competitor dari segi Marketing and Promotion. Hal inilah yang menginspirasi dan memicu Tim Inovator.

Kinerja TELKOM diatas harus diperbaiki agar mampu dan menang bersaing, serta untuk meningkatkan pertambahan jumlah pengguna dan revenue POTS dan Flexi, sehingga akan lebih menggairahkan. Selain itu juga untuk mengakuisisi percakapan melalui produk kompetitor, meminimasi nomor aktif yang tidak produktif, serta meminimasi terjadinya cabutan.

Desain MLM-pun dibuat oleh Tim, yaitu desain pola pemasaran POTS dan Flexi yang lebih efektif, yaitu diarahkan untuk meningkatkan Customer Base, mendapatkan pelanggan yang potensial, memperluas jaringan kerjasama dengan pelanggan, Bank dan Travel Agent, serta mempertahankan pelanggan. BISPRO MLM-pun digelar di hadapan Senior Leaders, termasuk desain aplikasi MLM untuk komersial dan finansial yang terhubung dengan SISKA dan CCF.**NURSIDIK**

SBT : Bisnis TELKOM Didisain System MLM ?


TAHUN 2006

SBT : Bisnis TELKOM Didisain System MLM ?

Multi Level Marketing On Telecommunication Business (MLM) adalah Judul Inovasi jajaran Business Performance TELKOM SBT. Para personel Inovator terdiri dari : Sueb, Chandra Sari Nugraheni, Adi Poerwanto dan Sukirno. Hasil inovasi ini dipresentasikan dihadapan Para Senior Leaders SBT dan Dewan Juri pada hari Senin (18/12) di Gedung OPMC Ruang Committed 2 U Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Para Inovator sangat care terhadap kelangsungan hidup perusahaan, sehingga timbul ide untuk berinovasi. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini menurut Tim Inovator adalah besarnya angka cabutan (churn), menurunnya Revenue Lokal, SLJJ, SLI dan POTS. Lesunya penjualan POTS dan Flexi, semuanya ini adalah merupakan kinerja TELKOM, disisi lain cukup gencar “serangan” competitor dari segi Marketing and Promotion. Hal inilah yang menginspirasi dan memicu Tim Inovator.

Kinerja TELKOM diatas harus diperbaiki agar mampu dan menang bersaing, serta untuk meningkatkan pertambahan jumlah pengguna dan revenue POTS dan Flexi, sehingga akan lebih menggairahkan. Selain itu juga untuk mengakuisisi percakapan melalui produk kompetitor, meminimasi nomor aktif yang tidak produktif, serta meminimasi terjadinya cabutan.

Desain MLM-pun dibuat oleh Tim, yaitu desain pola pemasaran POTS dan Flexi yang lebih efektif, yaitu diarahkan untuk meningkatkan Customer Base, mendapatkan pelanggan yang potensial, memperluas jaringan kerjasama dengan pelanggan, Bank dan Travel Agent, serta mempertahankan pelanggan. BISPRO MLM-pun digelar di hadapan Senior Leaders, termasuk desain aplikasi MLM untuk komersial dan finansial yang terhubung dengan SISKA dan CCF.**NURSIDIK**

TELKOM SBT Temukan INTERLING, “Internet Keliling”


TAHUN 2006

TELKOM SBT Temukan INTERLING, “Internet Keliling”

Business Discovery selalu dan selalu dicari oleh jajaran TELKOM SBT, seolah tiada henti-hentinya. Celah bisnis memang selalu ada bagi yang mau dan jeli serta teliti. Masih ingat Perpustakaan Keliling ? Tentu, ingat dan kita semua tahu ! Tapi kali ini untuk mendekati pelanggannya, TELKOM SBT menciptakan peluang-peluang bisnis baru dengan INTERLING-nya atau Internet Kelilingnya.

Tepat jika TELKOM SBT dijuluki ”gudangnya inovasi”, karena memang banyak hasil karya ”Arek-Arek SBT” yang sudah distandarisasi secara Regional maupun Nasiional, dan bahkan ada yang sudah pernah ”maju” di percaturan inovasi tingkat dunia. Kini jajaran SBT dipicu dan dipacu oleh lingkungan bisnis yang semakin kompetitif dan boleh dibilang sudah ”Head To Head”.

INTERLING ini diciptakan oleh rekan-rekan dari Sub Dinas Performansi SBT yang terdiri dari Sueb, Adi Poerwanto, Chandrasari Nugraheni dan Sukirno. Saat ini hasil karya tersebut sedang dievaluasi oleh TIM Juri dari DIVRE-V dan dari DATEL SBT sendiri. Diharapkan INTERLING ini dapat menjangkau semua sekolah, dimana selama ini masih belum terjangkau secara ”OVERALL”.

Diharapkan dengan hadirnya INTERLING ini, maka seluruh siswa akan ”melek” internet alias mengenal internet. Multiplyier efek dari INTERLING ini ialah, akan memudahkan sosialisasi internet kepada masyarakat, khususnya mahasiswa dan pelajar. Selain itu juga untuk meningkatkan penggunaan FLEXI TELKOMNET.

”Internet Walking Around” atau ”Internet Keliling” yang diciptakan ini sangat sederhana. Cukup memodifikasi sepeda motor gerobak, sehingga dapat digunakan sebagai ruangan untuk mengakses internet dengan fasilitas LAPTOP yang bisa dibawa keliling sesuai tujuan yang dikehendaki. Semoga dengan akan diciptakannya INTELING ini, maka Revenue TELKOMNET FLEXI akan terdongkrak.**NURSIDIK**

Sabtu, 16 Oktober 2010

Gelar Apresiasi Inovasi 2006 TELKOM SBT


TAHUN 2006

Gelar Apresiasi Inovasi 2006 TELKOM SBT

Manajemen akan mengapresiasi setiap inovasi yang bermutu, yaitu inovasi yang bermanfaat bagi perusahaan. Untuk itu lahirkan inovasi unggulan untuk dibawa ke ajang Nasional, bahkan Internasional seperti yang pernah dilakukan oleh para Inovator TELKOM SBT, demikian antara lain harap Deputy GM TELKOM SBT, Sujito saat membuka Gelar Apresiasi Inovasi 2006 di Gedung OPMC Lantai-4 Ruang C2U Jln. Ketintang 156, Surabaya, Senin (18/12).

Selanjutnya dikatakan, bahwa dalam lingkungan bisnis yang kompetitif saat ini, maka inovasi merupakan jantungnya perusahaan, tanpa inovasi maka perusahaan akan stagnan dan kurang bermakna. Jika ada Continuous Improvement, creativity and innovative, maka kinerja kita akan mampu di drive olehnya.

Setiap inovasi yang bermutu pasti akan ada apresiasi dari Manajemen, asal ada manfaat bagi kinerja perusahaan, hasil karya murni. Salah satu contoh yang baru saja diapresiasi dan distandarisasi secara Nasional adalah BAMS (Broadband Access Measurement System). Inovasi ini sudah di ujicoba di TELKOM RISTI Bandung baru-baru ini.

Sementara itu Manager Business Performance TELKOM SBT, Herdi Suratman selaku Ketua Panitia Apresiasi Inovasi 2006 dalam laporannya antara lain mengatakan, bahwa dalam tahun 2006 ini terdapat peningkatan jumlah risalah sebanyak 120 %. Hal ini menunjukkan, bahwa semangat berinovasi jajaran TELKOM SBT sangat tinggi.

Herdi mengatakan, bahwa terdapat 9 inovasi yang akan diuji oleh Tim Juri Independen yang terdiri dari Mahmud dan Asta Tjahja Wismadi dari Kantor DIVRE-V, serta Subardi dari Finance Area SBT. 9 Inovasi tersebut adalah : Optimalisasi SATPAM dalam rangka sukses ECR dan Pemasaran Classy, Indikasi GAMAS, Telecomm Marketing, Pembangunan Jaringan Pola Hibah, Manajemen Gangguan Speedy, Internet Walking Around, Sarang JAWARA, TELKOM Drive Thru dan Proses Pelaporan Sales POTS Manual. **NURSIDIK**

Forum Sinergi Pertahankan Corporate Customer


TAHUN 2006

Forum Sinergi Pertahankan Corporate Customer

Dari kepiawaian rekan-rekan JAWARA inilah, maka Customer Loyalty yang berkelas segmen Corporate Customer dapat dipertahankan, seperti segmen pelanggan corporate Bandara Juanda, Graha Pena, Pertamina, dan lainnya. Atas keberhasilan ini jajaran JAWARA SBT mengadakan pertemuan dengan tajuk “Forum Sinergi” yang berlangsung kemarin malam (18/12) di Rumah Makan “PANDAN-II” Jln. Pandan, Surabaya.

Forum ini selain dimaksudkan untuk menjalin kekompakan, juga sebagai upaya terus membangun sinergi dalam hal kerjasama yang sudah terjalin dengan baik diantara para JAWARA, yaitu antara CCAN dan CAM. Sinerji sih sudah, kita tinggal memeliharanya dan meningkatkannya, kata ASMAN CCAN TELKOM SBT, Mulyo Sukartono.

Acara juga diwarnai dengan pemberian Rewards Performansi Area terbaik untuk CCAN bulan Oktober 2006, yaitu diraih Area Gubeng, sedangkan untuk bulan Nopember 2006 juga diraih oleh Area Gubeng. Disamping itu juga dilaksanakan pemberian Kinerja Regu terbaik per area untuk CAM (MCAN). Setiap yang berprestasi selalu diapresiasi, tambahnya.

Acara hiburan musik sambil ramah tamah juga mewarnai forum yang diyakini mampu memelihara kekompakan dan mengakrabkan, yang ujung-ujungnya akan dapat mendongkrak kinerja TELKOM SBT. Forum Sinergi ini dibentuk dan diselenggarakan atas dasar kepedulian akan eksistensi PT. TELKOM yang saat ini berada dalam lingkungan bisnis yang sangat kompetitif. **NURSIDIK**

SBT : “Speedy Sensation For Christmas & New Year”


TAHUN 2006

SBT : “Speedy Sensation For Christmas & New Year”

Setelah sukses di JATIM EXPO 2006, kini SPEEDY menggelar Speedy Sensation For Christmas & New Year pada hari Sabtu (16/12) di Atriu Utama Floor Ground Royal Plasa Jln. A. Yani, Surabaya. Sensasi akhir tahun dan menyongsong Hari Natal benar-benar luar biasa, apalagi dengan harga khusus serta Free Modem bagi pelanggan baru.

Pesta Promo akhir tahun TELKOM SBT kali ini memang benar-benar dapat dinikmati dengan puaaas ….., sebab belum selesai sebagai salah satu Exhibitor di JATIM International Expo 2006, kini sudah masuk event besar lainnya, bahkan ada peluang untuk ditawari gratis. Harga termasuk diskon benar-benar membuat sensasi tersendiri di penghujung tahun ini.

Space seluas 350 meter persegi yang diperuntukkan bagi TELKOM di Atrium Royal Plasa Surabaya memang tak disia-siakan, sebab sebanyak 10 (sepuluh) buah laptop diatas Standing Desk banyak menarik perhatian dan minta pengunjung tua, muda dan remaja untuk mencoba browsing (berselancar) di dunia maya dengan gratis.

Belum lagi ada iringan musik Keyboard dengan Pemain Tunggalnya yang juga diminati oleh para pengunjung sembari menghibur warga kota yang malam minggu itu memadati Royal Plasa yang belum lama diresmikan. Mulai jenis musik Hip-Hop, Jazz,..hingga nuansa Dangdut dilantunkan dan menggema di Atrium Utama tersebut. Tak jarang para pengunjung yang menyumbangkan suaranya. *NURSIDIK*

SBT Tawarkan Abonemen Rp 15 Ribu Selamanya


TAHUN 2006

SBT Tawarkan Abonemen Rp 15 Ribu Selamanya

Special Price paket akhir tahun bagi Flexi Classy TELKOM SBT memang lumayan bagi para penggemar telepon genggam jenis CDMA. Pasalnya selain biaya pasang gratis, juga abonemen hanya Rp. 15.000,- (lima belas ribu rupiah) untuk selamanya. Ditambah lagi gratis abonemen Flexi Tone pada bulan pertama.

Pasar yang didekati oleh TELKOM SBT ialah di lantai-2 Royal Plasa Surabaya, dimana merupakan pusat Pasar Telephone Cellular dan Handphone. Disini Flexi membuka Counter berdampingan dengan para competitor. Tentu Special Price ini merupakan Sure Price yang berlaku untuk pelanggan baru, maupun migrasi Trendy ke Classy yang melakukan transaksi sampai akhir Desember 2006.

Para pelanggan akan dapat menikmati tarif Sure Price, dimana tarif sesama Flexi akan mendapat harga khusus, baik untuk Lokal, SLJJ dan SMS. Untuk terminal Flexi sendiri, bahkan disediakan dengan harga termurah, yaitu seharga Rp, 200 ribu. Benar-benar harga yang sangat mengejutkan, dan TELKOM benar-benar merealisasikan dalam memberikan bonus akhir tahun bagi para pelanggannya.

Manager FPS (Fixed Phone and Sales) TELKOM SBT, Marnoto menjelaskan, bahwa peringkat penjualan Flexi (Flexi Sales Rangking) tak akan goyah, bahkan dengan bonus akhir tahun bagi pelanggan ini akan lebih meningkatkan performa penjualan, khususnya untuk produk Flexi, sedangkan produk lainnya yang tergolong produk TRISULA tentu akan terdongkrak, sehingga optimis dalam mengakhiri tutup tahun 2006 ini. **NURSIDIK**

TELKOM SBT Terima “Student Visit”


TAHUN 2006

TELKOM SBT Terima “Student Visit”

Tak hanya Mahasiswa dan Pelajar SLTA saja yang melakukan Prgoram “Student Visit”, sebab kali ini Jumat (15/12) sebanyak 21 siswa siswi SPM Muhammadiyah Lamongan yang mengadakan kunjungan sambil belajar ke TELKOM SBT, tepatnya ke Plasa TELKOM Manyar yang memang dilengkapi dengan Laboratorium Infrastuktur Telekomunikasi.

Sutiyasa adalah guru Fisika dan Ikhwanto adalah guru Bahasa Inggris, keduanya mengawal anak didiknya yang terdiri dari 8 orang putra dan 13 orang putrid menuju TELKOM SBT STO Manyar Surabaya. Sedangkan sebagai pemandu dari TELKOM SBT adalah, Cok Dharma Yoga dari Dinas Customer Care SBT dan Ketut Andriyanto dari Dinas VAS SBT.

Yang lebih banyak dan aktif bertanya adalah guru Fisika, ia menanyakan tentang perbedaan Speedy dan Internet, cara kerjanya, apa bisa diakses dengan pesawat wireless atau dengan Flexi dan sejenisnya. Rupanya guru fisika ini memang sedikit banyak mengetahui tentang produk TELKOM, sehingga pertanyaan yang diajukan sangat tepat sasaran.

Lalu Cok menanggapi dan menjawab pertanyaan Sang Guru dengan sangat detil, mendasar, diusahakan jawabannya sangat informative mudah dicerna, sebab para audience-nya adalah adik-adik kita yang masih SMP. Mereka diberi juga bekal pengetahuan dasar tentang Infrastruktur Telekomunikasi dalam bentuk konfigurasi dan maket (system jaringan dalam bentuk mini).**NURSIDIK**

“Shuttle Car” Bandara Juanda Berwarna Flexi Dan Speedy


TAHUN 2006

“Shuttle Car” Bandara Juanda Berwarna Flexi Dan Speedy

Siapa bilang orang TELKOM tidak cerdas, tidak kreatif, tidak inovatif, tidak Faster (lambat) dalam menghadapi pergerakan competitor yang katanya lebih cepat ? Berikut ini adalah salah satu bukti, bahwa orang-orang TELKOM tidak demikian, yaitu bahwa TELKOM yang pertama masuk Bandara Juanda Baru yang bertaraf internasional. Lihat saja seluruh infrastruktur telekomunikasi di lantai-1 dan 2, baik kedatangan dan keberangkatan didominasi oleh TELKOM DIVRE-V.

Bahkan sampai “Shuttle Car” Bandara yang biasa untuk mengangkut dokumen maupun teknisi menuju ke pesawat terbang sudah berwarna alias dicat dengan corak Flexi dan Speedy, Luar Biasa bukan ? Bisa jadi kedepan seluruh “Shuttle Car” termasuk “Shuttle Bus” akan menyusul. Fasilitas Telepon Umum (Public Phone) yang menempel di hampir seluruh dinding Bandara adalah milik TELKOM, ini terlihat jelas karena dicat dengan warna “House Style” TELKOM.

Mari kita halau kompetitor kita dengan percaya diri, sebab kecerdasan orang-orang TELKOM sebenarnya tidak kalah dengan para competitor. Daya imajinasi, kretivitas daninovasi masih perlu diacungi jempol, sehingga mengantarkan TELKOM menjadi perusahaan yang terpandang dengan sederet penghargaan baik regional, maupun internasional, terakhir TELKOM terima penghargaan Pengelolaan Web dari Meneg BUMN.

Visi To Become a Leading Infocom Player in the Region (menjadi “Leading Infocom player“ di kawasan regional) sebenarnya baik disadari maupun tidak sudah terimplementasikan dengan baik. Demikian juga Managing Business Through Best Practices, Optimizing Superior Human Resource, Competitive technology, and Synergizing Business Partners (Mengelola bisnis melalui praktek –praktek yang terbaik, dengan mengoptimalkan SDM unggul, penggunaan teknologi yang kompetitif serta membangun kemitraan yang menguntungkan secara timbal balik dan saling menguntungkan secara sinergis) juga terimplementasi.**NURSIDIK**

Komunitas KOMPUTEK Kunjungi “Dapur Broadband” SBT

TAHUN 2006

Komunitas KOMPUTEK Kunjungi “Dapur Broadband” SBT

Sebanyak 24 orang komunitas Netter KOMPUTEK Surabaya pada hari Jumat (15/12) mengunjungi “Dapur Broadband” TELKOM SBT di STO Manyar Jln. Manyar Kertoadi, Surabaya. Satu diantara mereka adalah Staf Ahli Informatika Media Cetak Jawa Timur, yaitu Koran “JAWA POS”. Dua petugas TELKOM SBT memandu para tamunya dengan ramah dan simpatik.

Supervisor Plasa TELKOM Manyar, Cok Dharma Yoga dan ASMAN Data dan Internet Sale & Promotion, Ketut Andriyanto adalah duet serasi dalam menjamu tamu-tamu terhormatnya. Awalnya para tamu terhormat ini dibawa ke Ruang BROADBAND EDUCATION TELKOM SBT, kemudian ke Laboratorium JAWARA TELKOM SBT yang gedungnya bersebelahan depan dan belakang.

Konfigurasi Speedy di terminal pelanggan dijelaskan dengan tuntas oleh kedua “nara sumber” dari TELKOM SBT. Materi lain yang disampaikan adalah tentang Network Management Software, HUBS/Adapter Cards, Media Convesion (Gigabit, Ethernet), Security Solutions (Hardware Enabled Encryption & Compression Cards), Routing, Switching, Carrier Class Solutions, Wireless Solution, dan yang menyangkut NGN (Next Generation Networks.

Hamparan Perangkat JAWARA merentang yang tersimpan rapi di Laboratoriun JAWARA juga dijelaskan satu persatu fungsi dan systemnya. Para tamu nampak puas dan manggut-manggut, sebab dengan mengunjungi “dapur” Broadband sekaligus ditambah lagi ke Laboratorium JAWARA TELKOM SBT, maka tentu wacana tentang pertelekomunikasian semakin terbuka lebar.**NURSIDIK**

Bank Papua fokus bidik ke UKM SME

TAHUN 2006

Bank Papua fokus bidik ke UKM SME
pemberdayaan Koperasi dan UMKM di Indonesia Menjadi Lembaga Pemerintah yang kredibel dan efektif untuk mendinamisasi pemberdayaan koperasi dan UMKM dalam rangka meningkatkan produktivitas, daya saing dan kemandirian. Memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan nasionalserta peningkatan sinergi dan peran aktif masyarakat dan dunia usaha dalam rangka meningkatkan produktivitas, daya saing dan kemandirian koperasi dan UMKM secara sistimatis, berkelanjutan dan terintegrasi secara nasional
Mewujudkan kondisi yang mampu menstimulan, mendinamisasi dan memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya 70.000 (tujuh puluh ribu) unit koperasi yang berkualitas usahanya dan 6.000.000 (enam juta) unit usaha UMKM baru.
Menumbuhkan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan usaha koperasi dan UMKM pada berbagai tingkatan pemerintahan
Meningkatkan produktivitas, daya saing dan kemandirian koperasi dan UMKM di pasar dalam dan luar negeri
Mengembangkan sinergi dan peran serta masyarakat dan dunia usaha dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM
Memberikan pelayanan publik yang berkualitas, cepat, tepat, transparan dan akuntabel
"Koperasi punya peran kunci dalam pengembangan ekonomi rakyat dan ini harus kita pihaki jangan sampai kita memihaknya pada badan usaha besar saja yang ternyata tidak mampu mengatasi kemiskinan dan pengangguran," kata Ketua Dekopin Adi Sasono, di Tuban, Bali, kemarin. koperasi di seluruh dunia saat ini telah menjadi instrumen untuk pemerataan, kebersamaan dan sikap setia kawan sosial dan mendidik keterbukaan dan kejujuran.
JAKARTA: Bank Papua berkonsentrasi menyalurkan dana pinjaman kepada usaha kecil menengah (UKM) antara 60%-80% dari rencana kredit Rp1 triliun.
"Sampai saat ini tercatat 30.000 UKM yang menjadi nasabah kami. Umumnya mereka adalah pengusaha skala mikro dan kecil," ujar Kepala Divisi Bisnis Bank Papua Sharly A.Parrangan kepada Bisnis pekan lalu.
Bank Papua, kata dia, merasa aman bermain di sektor tersebut. Selain sebagai penyalur dana, personel bank milik pemerintah daerah itu proaktif menjembatani tata cara peminjaman. Hal ini pelaku UKM semakin memahami mengenai dunia perbankan.
Bagi usaha perorangan, maksimal kredit yang diberikan Bank Papua adalah Rp5 juta. Untuk usaha kelompok mencapai Rp50 juta, usaha skala menengah nilai pinjaman Rp500 juta - Rp1 miliar.
Tapi, jumlah pelaku usaha kategori ini bisa dihitung dengan jari tangan di daerah paling timur Indonesia itu. (Bisnis/mgm)
Pemerintah dorong koperasi miliki akta otentik
JAKARTA: Pemerintah akan meningkatkan status akta koperasi menjadi otentik berdasarkan hukum dengan menertibkan akta koperasi yang selama ini banyak dibuat di bawah tangan oleh pendirinya.
"Dari pengamatan kami dan konsultasi dengan pejabat pembina daerah, masih ada penafsiran berbeda terhadap hakikat Pasal 6 ayat 1," ujar Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Marsudi Rahardjo kepada Bisnis kemarin.
Bunyi pasal 6 ayat 1 Permen No. 01/Per/M.KUKM/I/2006 adalah: Para pendiri koperasi atau kuasanya bisa menyiapkan sendiri akta pendirian koperasi, atau dengan notaris pembuat akta koperasi.
Pada dasarnya, kata Marsudi, akta pendirian koperasi merupakan perjanjian yang dibuat pendiri. Tapi, mengingat keterbatasan pemahaman membuat naskah otentik berkekuatan hukum, perlu bantuan oleh notaris yang ditetapkan Kemenkop.
"Bagi daerah yang sudah ada notaris untuk pembuat akta koperasi, para pendiri koperasi atau kuasanya bisa menggunakan jasa notaris tersebut untuk menyusun akta pendirian koperasi," ujar Marsudi.
Akta otentik akan menjadi alat bukti sempurna karena, yang tertera di dalamnya telah disetujui pihak ketiga (pendiri/anggota koperasi). Jika terjadi persoalan hukum, tidak memerlukan bukti tambahan untuk pembuktian.
Dengan akta pendirian oleh notaris, kedudukan koperasi sebagai badan usaha berbadan hukum, sama dengan perusahaan terbatas (PT). Selama ini ada pihak menilai status badan hukum koperasi lebih rendah dengan PT.
Biaya akta
Tentang besaran biaya pembuatan akta notaris yang selama ini dikeluhkan, bisa ditekan melalui bantuan aparat pemda setempat. Tarifnya memang bervariasi, tapi bisa murah jika pembina daerah mau mengadakan pendekatan.
"Contohnya di daerah Purwakarta, biaya pembuatan akte notaris untuk koperasi hanya berkisar Rp200.000. Biayanya bisa rendah, karena pimpinan daerah setempat proaktif mengadakan pendekatan dengan pejabat notaris."
Apabila di satu daerah belum ada notaris yang ditetapkan Kemenkop dan UKM sebagai pembuat akta koperasi, penyusunan akta pendirian dilakukan para pendiri bersangkutan dengan bimbingan pejabat koperasi setempat.
Kemenkop dan UKM yang diberi wewenang mengesahkan akta pendirian koperasi, wajar jika menetapkan persyaratan tertentu berkaitan dengan pendirian akta itu. Dengan demikian setiap langkah bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.
Di era globalisasi perdagangan bebas saat ini sangat diperlukan kepastian hukum, termasuk mengenai pendirian badan usaha.
Penyertaan modal di koperasi dipacu
JAKARTA : Kementerian Koperasi dan UKM mendorong pola penyertaan modal pihak ketiga di koperasi karena dinilai bisa menjadi alternatif sumber pembiayaan usaha.
Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Marsudi Rahardjo mengatakan pola penyertaan modal pihak ketiga dimungkinkan bagi koperasi karena sudah diatur dalam PP 33/1998.
Namun, menurut dia, praktik penyertaan modal saat ini belum dilaksanakan kecuali di beberapa koperasi yang melibatkan pihak swasta dan menggunakan konsep bagi hasil.
Namun, model penyertaan modal koperasi oleh pemerintah daerah sejauh ini belum ada. "Penyertaan modal pemda terhadap koperasi, bisa saja dinilai sebagai modifikasi dari PP 38/1998," ujarnya kepada Bisnis kemarin.
Saat ini, Pemprov Kalimantan Selatan dan DPRD setempat tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal Pemprov Kalsel pada Koperasi dan UKM.
Bila raperda tersebut disahkan, maka Kalimantan Selatan akan menjadi provinsi pertama yang memiliki aturan tentang penyertaan modal pemerintah daerah di koperasi setempat.
Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kalsel Riswandi dan dihadiri Wakil Gubernur Kalsel H.M. Rosehan N.B., Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) menyambut positif gagasan mendayagunakan peran koperasi melalui penyertaan modal.
Juru bicara F-PKS DPRD Kalsel Haryanto, seperti dikuti Antara, mengatakan fraksinya berharap penyertaan modal Pemprov Kalsel di koperasi dan UKM dapat menjadi proyek percontohan nasional, sehingga pemerintah pusat akan lebih banyak lagi memberikan perhatian dan bantuannya kepada koperasi di Kalsel.
Dalam pendapat akhirnya terhadap raperda tersebut F-PKS memberi beberapa catatan dan rekomendasi, antara lain pihak eksekutif agar melakukan penyertaan modal secara berkesinambungan.
Pasalnyan, salah satu permasalahan utama koperasi dalam pengembangan usaha adalah keterbatasan permodalan. Oleh sebab itu, saat perbankan belum berpihak kepada koperasi maka peran pemerintah daerah sangat penting.
Sementara itu, hasil pembahasan Komisi II DPRD Kalsel bersama pihak eksekutifnya menelorkan beberapa perubahan dalam raperda penyertaan modal, dengan pertimbangan kondisi organisasi, manajemen, prospek, dan kewajiban koperasi pada pihak ketiga. Total penyertaan pemerintah Rp1 miliar.
Koperasi yang mendapat suntikan penyertaan modal tersebut adalah Koperasi Welas Asih Banjarbaru dari rencana Rp300 juta menjadi Rp400 juta, sedangkan alokasi angkutan umum L300 Banjarmasin Rp500 juta dihapuskan.
Koperasi Syariah Teladan Banjarmasin Rp100 juta menjadi Rp200 juta, dan Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Dharma Praja Banjarmasin Rp100 juta tidak mengalami perubahan.
Sedangkan KPN Guru Banjarmasin Utara, KPN Guru Banjarmasin Selatan dan KPN Guru Pelita Timur Banjarmasin yang semula tidak dianggarkan diputuskan masing-masing mendapat Rp100 juta
Modifikasi skema
Marsudi menilai penyertaan modal pemda di koperasi bisa saja dinilai sebagai modifikasi dari PP 38/1998, sekaligus model bagus untuk mendorong peranan koperasi di daerah
"Tapi karena ini baru rancangan, kami harus mempelajarinya secara seksama dan wacana ini harus disampaikan ke Kemenkop dan UKM," tukas Marsudi.
Dalam PP 33/98 disebut ada hak dan kewajiban bagi penyetor modal kepada koperasi. Salah satu hak adalah menerima sebagian hasil usaha, dan dalam hal ini apakah Pemprov Kalsel mengharapkan bagian itu.
Jika kerja sama pemprov dan koperasi itu dikembangkan menjadi dana bergulir sebagai perkuatan modal kelompok UKM, operasional kerja sama tersebut bisa saja dilaksanakan.

Flexi TELKOM SBT Dibeli Mitra Binaan


TAHUN 2006

Flexi TELKOM SBT Dibeli Mitra Binaan

Sebanyak 239 Mitra Binaan pagi itu, Kamis (14/12) memadati Aula LEBAH BIRU Kantor DIVRE-V Jln. Ketintang 156, Surabaya. Mereka siap menerima bantuan dana dalam program TELKOM CDC KANDATEL SBT. Sebagian dari mereka ada yang sudah memiliki Flexi dan ada juga yang belum.

Mereka para Mitra ini dihimbau oleh manjemen, yaitu oleh SM Access Network Planning And Performance DIVRE-V, Efendi mewakili EGM DIVRE-V, agar menggunakan produk TELKOM, sebab dana yang akan digelontorkanini adalah keuntungan TELKOM hasil dari penjualan produk TELKOM. Agar TELKOM terus untung dan penggelentoran dana bantuan dimasa-masa mendatang terus berkesinambungan, maka tak ada salahnya kalau Mitra Binaan juga memakai produk TELKOM.

Karena di belakang AULA LEBAH BIRU dipasang Counter Darurat yang khusus menjual Terminal Flexi murah, yaitu seharga Rp. 200 ribu, maka bagi yang belum memiliki Flexi sekali lagi dihimbau untuk memilikinya. TELKOM hidup dari hasil produk, maka kalau produk laku keras tentu program kepedulian sosial dan lingkungan akan terus bergulir tanpa henti alias survive.

Merasa ikut memiliki TELKOM dan merasa ingin terus dibantu TELKOM, maka dengan kesadaran sendiri tanpa adanya paksaan, para Mitra Binaan yang belum punya Flexi usai menerima bantuan pinjaman dana, langsung menyerbu Counter Flexi Darurat yang disediakan oleh jajaran TELKOM SBT. Walhasil, terjadi transaksi sebanyak 11 SSF. Stock SBT dalam Counter ini sebanyak 81 SSF. Lumayan...**NURSIDIK**

Cermin TELKOM CDC, Industri Jepang Didominasi UKM


TAHUN 2006

Cermin TELKOM CDC, Industri Jepang Didominasi UKM

Dosen UBAYA, Anton Mulyono ketika memberikan pembekalan kepada 239 Mitra Binaan TELKOM SBT di Aula LEBAH BIRU Kantor DIVRE-V Jln. Ketintang 156, Surabaya, Kamis (14/12) mengucapkan salut kepada PT. TELKOM yang memiliki Mitra Binaan cukup banyak Anton mengatakan, bahwa Industri di Jepang yang termasuk ke dalam UKM pada tahun 2005 memiliki andil 99.3% dari total jumlah industri, atau tercatat sekitar 293 ribu UKM. UKM ini dengan klasifikasi jumlah pekerja resmi 4 sampai 30 orang. Industri berbasis UKM ini ternyata mampu menyerap 8.2 juta tenaga kerja, dengan total produksi 98.7 triliun Yen.

Sehingga bisa dikatakan bahwa UKM adalah penggerak ekonomi sektor riil di Jepang sekaligus penopang kemajuan teknologi. Yang perlu lebih diperhatikan adalah memberikan suntikan dana dalam bentuk semacam “grant” atau insentif kepada UKM yang memiliki kriteria tertentu agar tumbuh dan survive, lanjutnya.

Mohammad Yunus, dosen di Bangladesh, tahun 1976 memulai “proyek” meminjamkan uangnya sendiri, tanpa agunan, pada 42 orang miskin dengan total dana $27. Tahun 1983 ia mendirikan Bank Grameen. Satu-satunya bank di Bangladesh yang memberikan pinjaman pada UKM tanpa agunan, yang kemudian mendapat Hadiah Nobel 2006 dalam upayanya mengentaskan ratusan ribu orang dari kemiskinan, papar Anton.

Bagi Mitra Binaan, Anton berpesan agar para pengusaha kecil yang baru saja menerima kucuran dana selalu ulet, jujur dan jangan konsumerisme. Pantang menyerah, supel, rajin, cerdas dalam melihat peluang juga harus dimiliki dalam jiwa seorang enterpreuner. Dicontohkan, bahwa Robert Kuok Cina Malaysia yang dulunya adalah pedagang beras eceran, kini menjadi konglomerat dan Pemilik Hotel Shangri-La.

Permasalahan pertumbuhan UKM tidak secara dominan disebabkan oleh masalah manajemen UKM. Pertumbuhan UKM atau bangkrutnya UKM lebih dipengaruhi oleh kenaikan harga dasar bahan yang tidak dikontrol oleh pemerintah (kasus kolapsnya UKM kerajinan kuningan di Juwono, Pati dan industri logam di Ceper, Klaten). Padahal pada bidang-bidang produksi tertentu, peluang UKM untuk tumbuh sangat besar, lanjutnya.

Sektor industri yang memberikan peluang besar bagi UKM untuk tumbuh dan berkembang adalah sebagai berikut: Industri perkayuan (mebel, kerajinan, dan lain-lain) 11.3%, Industri kulit dan produk kulit 4.9%, industri timah dan tembaga 2.2%, dan selebihnya di bawah 1%. Sebagai pembanding, industri besar di dalam sektor industri ini
masih mendominasi produk tekstil 19.5%, industri elektronik 18.8%, industri suku cadang motor/mobil 7.7%, industri pulp dan kertas 7.2%, dan industri lainnya di bawah 7%. **NURSIDIK**

SBT Kucurkan Dana Rp. 4,966 Milyar Triwulan IV 2006


TAHUN 2006

SBT Kucurkan Dana Rp. 4,966 Milyar Triwulan IV 2006

Sejumlah 239 Mitra Binaan TELKOM SBT pagi ini menerima kucuran dana dari TELKOM CDC SBT dengan total nilai sebesar Rp. 4,996 Milyar. Penyerahan dilakukan di Aula LEBAH BIRU Kantor DIVRE-V Jln. Ketintang 156, Surabaya oleh GM TELKOM SBT, Tulus Sudarsono didampingi SM Access Network Planning And Performance, Efendi mewakili EGM DIVRE-V, serta Manager TELKOM CDC DIVRE-V, Nur Enadh Rini, Kamis (14/12).

Tulus dalam sambutannya antara lain mengatakan, bahwa keberadaan masyarakat di sekitar PT. TELKOM menjadi faktor pendukung terpenting dalam keberhasilan TELKOM. Kekuatan dukungan lingkungan membuat TELKOM semakin maju dan tumbuh dengan pesat. Sebagai sebuah BUMN, PT. TELKOM mempunyai tanggung jawab sosial sebagai agen pembangunan. Guna memenuhi tanggung jawab tersebut, TELKOM melaksanakan program CDC. Program TELKOM CDC terdiri dari program kemitraan dan program bina lingkungan.

Program kemitraan TELKOM diwujudkan melalui pinjaman lunak dana bergulir untuk usaha kecil mikro (UKM), sedangkan Program Bina Lingkungan melalui bantuan pendidikan, sarana ibadah, peningkatan kesehatan masyarakat, bantuan korban bencana alam, serta berbagai programlainnya yang terkait.

Disisi lain, Efendi menyampaikan amanah EGM DIVRE-V, yaitu agar kita menjadi insan TELKOM yang bermanfaat bagi lingkungannya, antara lain seperti dana yang digulirkan pada hari ini. Bagi Mitra Binaan yang dalam pengembalian angsuran selalu tepat waktu dan tepat jumlah, maka manajemen akan memberikan apresiasi. Efendi dalam kesempatn tersebut juga meminta kepada Mitra Binaan agar selalu menggunakan produk TELKOM, sebab kalau TELKOM untung, maka keuntungan ini akan digunakan untuk bantuan seperti yang Bapak dan Ibu terima saat ini. Di belakang Bapak dan Ibu telah digelar Counter Flexi, jadi yang belum punya Flexi bisa langsung berhubungan dengan petugas.

Terakhir, Efendi minta tolong kepada para Mitra Binaan, agar ikut juga mengawai asset TELKOM yang tersebar di daerah, seperti kabel yang belakangan ini sering dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Laporkan aparat berwajib, jika mendapatkan orang yang mencurigakan atau maling kabel telepon. Bagi pelapor akan mendapat hadiah, kuncinya.

Dis esi paling akhir, para Mitra Binaan mendapat pembekalan tentang kewirausahaan oleh Dosen UBAYA, yaitu Anton Mulyono yang mengajarkan tentang keuletan, kejujuran, tidak konsumerisme dan sebagainya. Pembekalan kerokhanian juga diberikan oleh H. Drs. Farid Anwar yang memberikan tema ”mensyukuri nikmat”. Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada Heri Priyono wakil dari seluruh Mitra Binaan yang hadir saat itu. **NURSIDIK**

CDC TELKOM SBT Akan Salurkan Dana Rp. 4,96 Milyard


TAHUN 2006

CDC TELKOM SBT Akan Salurkan Dana Rp. 4,96 Milyard

TELKOM SBT akan menyalurkan dana TELKOM CDC lagi kepada Mitra Binaan pada hari Kamis besok (14/12). Hal tersebut diungkapkan ASMAN TCDC KANDATEL SBT, Kusharjito kepada Redaksi di ruang kerjanya, Rabu (13/12). Dana yang akan disalurkan ini merupakan Dana Program Kemitraan Triwulan-IV 2006, katanya.

Dijelaskan lagi, bahwa tujuan Community Development Program ini adalah untuk menjalin hubungan emosional dengan Mitra Binaan dan diharapkan adanya sinergi antara TELKOM dengan Mitra Binaan. ”Corporate Image” akan semakin kuat dimata Mitra Binaan yang notabene mereka adalah para Pelaku Ekonomi di negeri ini. Mitra Binaan ini ada yang ikut memasarkan produk Telkom, Agent TELKOM yang lokasinya tersebar di beberapa tempat.

Dengan tersebarnya lokasi Mitra Binaan ini, maka mereka sekaligus diharapkan turut menjaga aset Telkom yang belakangan ini sering terjadi pencurian Kabel, paling tidak jika mereka mengetahui ada orang yang mencuri kabel akan dilaporkan secepatnya kepada petugas TELKOM atau aparat setempat.

Sampai saat ini, masih menurut Kusharjito Mitra Binaan existing berjumlah 1.285 orang dengan total dana Rp. 14.223.000.000,- (Empatbelas Milyard dua ratus duapuluh dua puluh tiga juta rupiah). Sedangkan untuk penyaluran Triwulan-IV/2006 ini adalah 239 orang dengan total dana Rp. 4.966.000.000,- yang rencana akan diserahkan besok pagi oleh GM TELKOM SBT disaksikan oleh Manager TCDC DIVRE-V dan EGM DIVRE-V di Aula Lebah Biru Kantor DIVRE-V, Jln. Ketintang 156, Surabaya.**NURSIDIK**

Dibalik Sukses JATIM EXPO 2006


TAHUN 2006

Dibalik Sukses JATIM EXPO 2006

JATIM Expo yang digelar mulai tanggal 7 s/d 12 Desesember 2006 tidak luput dari kebutuhan mutlak akan pemenuhan FASTEL untuk kegiatan stand maupun operasional selama berlangsungnya pameran. Sumbangsih TELKOM dalam event ini lumayan besar, dimana event ini merupakan center point percepatan dalam menggerakkan perekonomian, sehigga JATIM sebagai fasilitator perdagangan internasional di Indonesia Bagian Timur bakal terbukti.

Pasukan Jawara SBT yang baru saja sukses menggarap pemindahan FASTEL Bandara Juanda baru, kali ini diuji kembali kemampuannya di event JATIM EXPO ini, bukan masalah banyaknya jumlah FASTEL yang harus tergelar namun harus berhadapan dengan waktu yang sempit, juga birokrasi dan prosedur yang perlu diikuti.

Hanya dalam tempo sehari sebelum peresmian pihak penyelenggara JATIM EXPO sempat dibuat “stress”, karena yang satu ini justru luput dalam persiapannya, tak urung Abdul Azis SPV CCAN RKT dan Mulyo Sukartono pada malam sebelum peresmian meluncur menjumpai pihak pengelola gedung Koordinator teknisi, Bapak Tino untuk menggelar sambungan tambahan keberapa peserta stand diantaranya Metrowealth, Citifinancial, dan Akari.

Dan pada akhirnya diakui oleh pihak penyelenggara melalui Bapak Jefri, disamping kesiapan gedung yang belum rampung sepenuhnya dan kesiapan peresmian yang dikejar waktu akhirnya luput dari pemantauan. Berkat kesigapan serta kemampuan para Jawara SBT mampu memenuhi pada waktunya, motto Commited2U ternyata bukan sekedar janji tapi juga dibuktikan oleh TELKOM begitu ungkap Jefri pihak penyelenggara yang saat itu tengah mendampingi para Jawara SBT melakukan tugasnya. "Pokoke yes we can" begitu komentar Aziz disela-sela kesibukannya menggelar kabel bersama rekan-rekan Jawara hingga larut malam.**NURSIDIK**