Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"

Sabtu, 16 Oktober 2010

Dari Merlion Park, Sentosa, Hingga Ke Orchad Road


TAHUN 2006

Dari Merlion Park, Sentosa, Hingga Ke Orchad Road
Memang kami bertiga, Nursidik, Sholichin dan Bambang Wied sebagai kontributor Intra Telkom benar-benar “di-service” dan dimanjakan selama dua hari semalam di Singapura oleh Travel Agent. Dengan berkendara Mobil Van Mercy dan sesekali naik Kereta BAWAH TANAH kami dibawa meluncur hampir ke semua titik tempat-tempat wisata menarik dan pusat perbelanjaan yang kerap dikunjungi turis mancanegara, apalagi saat ini adalah akhir tahun, banyak hotel yang sudah di booking, semua toko di Singapura mengadakan penjualan murah “Big-Sale”.
Uang berapa saja pasti habis dibelanjakan disini, apalagi di MUSTAFA CENTER yang beralamatkan di 145, Syed Alwi Road CA-00631 COD Singapore ini, sebab pusat souvenir yang dulunya hanya bukan 12 jam, kini buka 24 jam non stop setiap harinya. Harga barang murah dan kami belanja disini. Lalu jika sebelumnya Orchard Road yang selalu menjadi sentral kegiatan di Singapura, kini banyak yang beralih ke Clarke Quay. Setelah Pemerintah Singapura berkomitmen membersihkan sungai selama 10 tahun dan rampung tahun 1987, kawasan tepian sungai akhirnya dapat dimanfaatkan maksimal. Tapi Orchard Road masih tetap hidup, kamipun belanja sedikit disini.
Suasana di tepi Sungai Singapura kini makin semarak. Resto-resto diberi kanopi berwarna. Dari tempat duduk di restoran, Anda dapat menikmati kelap-kelip lampu gedung-gedung jangkung di seberang sungai, sambil meneguk “soft drink” dan menyantap hidangan laut ataupun pizza. Tentu saja Clarke Quay tidak hanya memanjakan perut Anda. Sebab, di kawasan ini Anda bisa menikmati tur perahu yang menjelajahi Sungai Singapura, dibuka sejak pagi hingga menjelang tengah malam. Di Merlion Park juga tak kalah mempesonanya, dengan keindahan patung Merlionnya.
BADAN Pariwisata Singapura atau Singapore Tourism Board (STB) merencanakan menciptakan kawasan sekitar Sungai Singapura tetap hidup selama 24 jam dan dapat dinikmati kaum yuppies Asia yang berkunjung ke sana. STB ingin kawasan tepi sungai menjadi menarik dikunjungi dan merupakan ikon tepi sungai di Asia, dengan perbandingan Darling Harbour di Sydney, Fisherman’s Wharf di San Fransisco, dan South Street Seaport di New York.
SELAIN menghidupkan daerah tepian sungai, Singapura memanfaatkan setiap lahan yang ada sebagai lokasi wisata. Singapura sadar betul bahwa mereka tak punya sumber daya alam. Yang ada adalah sumber daya manusia yang andal, yang mampu memutar otak agar wisatawan terus datang ke Singapura, berbelanja, makan dan minum, dan menikmati apa pun yang ada.
Salah satunya adalah kawasan pecinan atau Chinatown. Kami bertiga belanja disini, sebab harganyapun tak begitu mahal. Kawasan bersejarah ini dianggap “rumah” pertama komunitas China di Singapura. Status konservasi diberikan pada 7 Juli 1989. Bangunan dan lingkungan fisik diperbaiki. Daerah-daerah utama yang menjadi sentral aktivitas didata. Bangunan satu lantai dimanfaatkan sebagai toko atau tempat makan.
Kini Chinatown menjadi pusat aktivitas masyarakat China Singapura. Berbagai kegiatan seni dan budaya digelar di kawasan pecinan ini. Kios-kios suvenir dan pub berdiri di sini. Demikian halnya dengan bisnis tradisional China, seperti tempat penjualan porselen, tempat minum teh, dan tempat pengobatan, semua masih beroperasi.
Bukan hanya bangunan tua di pecinan yang dilestarikan dan menjadi aset wisata. Ada ribuan bangunan tua serupa yang diberikan status konservasi di Kampong Gelam, Little India, dan Boat Quay. Sedikitnya tercatat 5.000-an bangunan tua di Singapura yang mendapat status konservasi. Separuh dari jumlah itu direstorasi dan disulap menjadi kantor, toko, hotel, restoran, dan tempat tinggal. Bangunan-bangunan tua tersebut tetap dilestarikan, bersanding dengan gedung-gedung jangkung berarsitektur modern di jantung kota. Ini semua memberi warna unik identitas Singapura yang plural tetapi satu.
Di Kampong Gelam, identitas Melayu tetap bersinar. Restoran Melayu seperti milik Hj Maimunah selalu dipenuhi peminat, kami mencoba mencicipi masakan disini. Demikian juga di kawasan Little India dengan Mustafa Centre yang buka 24 jam, memikat wisatawan berbelanja barang dengan harga relatif murah. Semua lokasi wisata dapat dijangkau menggunakan transportasi MRT, bus, maupun taksi dengan mudah.
Demikianlah Singapura. Seakan tak ada satu tempat pun di sana yang dibiarkan menganggur dan tersia-sia. Apa pun bisa disulap menjadi tempat wisata yang menarik, yang mendatangkan uang, dan pada gilirannya menyejahterakan masyarakat setempat. Melihat Singapura mampu menyulap daerah kumuh dan kotor menjadi destinasi wisata, kita pun bertanya-tanya mengapa kota-kota di Indonesia hingga kini belum mampu melakukan hal serupa. Kawasan Pecinan di beberapa daerah Indonesia, misalnya, seharusnya dapat meniru konsep Singapura sehingga dapat menjadi daya tarik kota. **NURSIDIK**

PKB, Wujud Kecintaan SEKAR pada Karyawan

TAHUN 2006


PKB, Wujud Kecintaan SEKAR pada Karyawan

Kecintaan tak terbatas SEKAR tidak hanya kepada TELKOM, namun juga kepada para anggotanya. Salah satu wujud kecintaan SEKAR pada TELKOM antara lain keberadaannya yang sangat concern terhadap setiap kebijakan yang dapat membawa dampak kerugian bagi perusahaan, sebut saja pengaruh dari regulator, kompetitor, maupun dari pressure group, dan LSM yang acapkali memberikan respon negatif kepada TELKOM. Hal ini memang telah menjadi salah satu perjuangan dan komitmen Sekar yang sudah menjadi wataknya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Sementara untuk menunjukkan kecintaannya pada Anggotanya diejawantahkan melalui PKB yang didalamnya berisi kesepakatan-kesepakatan antara Manajemen dan SEKAr terkait seluk beluk pelbagai aturan yang sebagian besar menyangkut persoalan kesejahteraan karyawan.

Kecintaan seperti itulah yang antara lain menjadi daya dorong SEKAR untuk bertekad sebagai benteng perusahaan dari pengaruh buruk dari luar serta berupaya kuat melindungi seluruh Anggotanya.

Dalam Mukadimah disebutkan bahwa antara SEKAR dan Manajemen sepakat untuk melaksanakan Hubungan Industrial Pancasila dalam rangka menciptakan hubungan kerja yang serasi, aman, mantap, tenteram, dan dinamis. Selain itu juga sebagai perwujudan ketenangan kerja dan perbaikan kesejahteraan Karyawan, kelangsungan usaha, kepastian hak dan kewajiban masing-masing pihak SEKAR dan Manajemen TELKOM.

SEKAR dan TELKOM wajib untuk saling mendukung dalam upaya pelaksanaan tugas Perusahaan secara jujur, bertanggungjawab, efisien, dan efektif berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kepatutan, kewajaran dan kepentingan umum. SEKAR dan TELKOM sepakat untuk menjadikan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sebagai pedoman yang mengatur hubungan kerja, sehingga harus dipatuhi dan dilaksanakan secara tepat, benar, dan dapat diuji berdasarkan rasa keadilan, kepatutan, kewajaran, dan kepentingan umum.

Dalam Mukadimah itu pun dinyatakan bahwa SEKAR dan TELKOM sepakat untuk mewujudkan kemitraan yang konstruktif dalam konteks hubungan industrial guna mempertahankan dan memajukan perusahaan serta meningkatkan kesejahteraan karyawan. Serta sepakat untuk melindungi dengan berupaya meningkatkan hak-hak dan kesejahteraan karyawan, dengan memperhatikan kondisi perusahaan sesuai dengan kesepakatan bersama.

Dalam konteks itu maka sudah sepatutnya apabila SEKAR dan Manajemen saling memahami posisinya masing-masing. Tim Manajemen tentu saja telah dibekali semacam rambu-rambu berupa batasan-batasan tertentu. Tentang mana yang bisa dan tidak bisa dikompromikan dan sampai batasan mana kelonggaran yang diberikan. Sebelum masuk ke meja perundingan Tim Manajemen telah bekerja keras bernegosiasi dengan para pihak terkait untuk memenuhi harapan SEKAR. Mengapa mereka melakukan itu? Karena PKB adalah untuk semuanya. Apa artinya? Artinya jangan sampai posisinya terus dipojokkan untuk terus dihadapkan pada dilema. Jika pressure ditumpahakan terus pada Tim Manajemen, boleh jadi ia akan “terpanggang” di tengah-tengah.

Kita tidak berharap perundingan ini menghasilkan “deadlock”, karena jika ini terjadi adalah ironis. Tidak hanya akan merugikan semua pihak karena akan kembali ke pemberlakuan PKB-II, namun juga segala cipta dan rasa, segala daya dan upaya, segala dana dan sumberdaya menjadi sia-sia. Deadlock hanya akan merubuhkan citra kedua tim, karena para anggota Sekar dan seluruh karyawan dengan segala hormat akan “mencibirnya.”

Hari Pertama sengit

Pada hari pertama, perundingan difokuskan pada dua masalah, yakni masalah Tunjangan Retensi dan Tunjangan Faskes. Tunjangan Retensi yakni tunjangan yang diberikan kepada rekan-rekan kita yang bekerja di luar pulau Jawa ini, mendapat pembahasan yang sangat alot. Masalahnya masih ada gap yang cukup lebar. Manajemen hanya mampu memberikan tunjangan pada rekan di luar Pulau Jawa itu sebesar Rp. 600 ribu/karyawan/bulan, namun SEKAR tetap bersikukuh agar tunjangan itu bisa meningkat menjadi Rp. 1 juta.

Hingga tulisan ini diturunkan pada pukul 21.00 waktu Flexi, kesepakatan sementara pada angka Rp.600 ribu sebagai acuan. Hanya masalah muncul kembali terhadap Pulau Bali. Manajemen menganggap Bali masuk ke Pulau Jawa sehingga tidak perlu diberikan tunjangan Retensi. Sementara pihak Sekar menganggap bahwa Bali termasuk luar pulau Jawa dan tidak ada alasan kuat bahwa Bali harus dimasukkan dalam area Pulau Jawa.

Pertentangan muncul tentu saja dari anggota tim DPW-7 Wilayah Timur, melalui salah seorang negosiatornya, Endi Sapto, yang mengatakan bahwa Bali secara Bisnis dan Serikat masuk dalam area Divre VII, lantas mengapa dalam hal ini dibeda-bedakan. “Ini tidak masuk akal dan tidak ada justifikasi kuat untuk itu,” tandas Endi setengah emosi.

Setelah itu dijelaskan oleh Ketua Tim Manajemen, Pandji Darmawan, bahwa Bali merupakan area khusus dengan tingkat pertumbuhan kotanya yang sangat dinamis. Tidak terkecuali jika dilihat secara psikologis, demografis dan kemudahan akses yang dimiliki Bali, sehingga kota wisata dunia ini tak bisa disamakan dengan kondisi wilayah atau kota di luar Jawa lainnya. “Jangan sampai Bali malah dijadikan tujuan karyawan untuk berlomba-lomba bereksodus masuk ke wilayah ini,” tandas Pandji.

Masalah Bali tampaknya akan menjadi agenda pembicaraan lanjutan pada hari kedua. Sementara terkait dengan pemberian Faskes bagi pegawai yang bekerja setelah Nopember tahun 1995 atau Pasca IPO juga akan mendapat bahasan pada hari kedua sampai hari ketiga. Perlu diketahui bahwa sesuai dengan peraturan pasar modal, bagi perusahaan yang telah listing atau go public maka tidak diperkenankan lagi untuk memberikan fasilitas kesehatan seumur hidup. Karena itulah mereka berhak untuk mendapatkan Faskes yang harus dibayarkan setiap tahun.

Usulan tunjangan sebagai best deal tim PKB SEKAR untuk pemberian Faskes adalah minimal Rp. 12 juta termasuk istri/suami dan dua orang anak. Sedangkan kemampuan atau kesanggupan manajemen baru pada taraf Rp. 4,8 juta. Permasalahan ini tampaknya akan menuai debat cukup sengit. Maklum, jurang perbedaan yang masih centang perenang, merentang senjang, mengawang-awang.

PKB yang sejatinya bagai lakon sandiwara, ternyata menyimpan sejumlah beban pada kedua tim yang tak mudah dienyahkan. Duuh! Iiiihh! (na2s/endah/mp-135)

Perundingan PKB-III, dari Ramah Tamah Menuju Perdebatan Sengit

TAHUN 2006

Perundingan PKB-III, dari Ramah Tamah Menuju Perdebatan Sengit

Perjanjian Kerja Bersama (PKB) III kembali digelar untuk Putaran Ketiga. Kali mengambil tempat di Balikpapan dan akan berlangsung mulai hari ini tanggal 29 Nopember s/d 2 Desember 2006. Tim Perunding dari kedua belah pihak sebagian besar sudah hadir di Balikpapan. Momen ini dimanfaatkan EGM Divre VI selaku tuan rumah PKB.

Bertempat di RM Aleksa yang berlokasi di pinggir pantai di Balikpapan, tadi malam (28/11) EGM Divre VI bertatap muka dengan kedua tim perunding. Tentu saja pertemuan seperti berlangsung santai, akrab dan tanpa beban. Hadir pada acara ini EGM Divre VI Triana, Ketua perundingan PKB sekaligus Sekjen DPP SEKAR TELKOM Wisnu Adhi Wuryanto, dan Sekretaris Bambang Soenarmo, Kabid OKK Januar Setyo, dan lain lain. Juga hadir Panji Darmawan Wakil Ketua Tim Perundingan dari Manajemen dan Sekretaris Ali Rahman Mursalin, beserta Manajemen Telkom Divre VI Kalimantan.

EGM Divre VI Triana Mulyatsa dalam sambutannya mempromosikan Kalimantan yang disebutnya sebagai Pulau Harapan karena income per kapitanya yang tingggi. Dan khususnya bagi pegawai Telkom yang berlokasi di Balikpapan, tersedia fasilitas olah raga yang sangat lengkap mulai dari Tennis Lapangan, Basket, Bolla Volley, Sepakbola, Golf, Tenis Meja, hingga Jet Ski.

Berangkat ke kantor pun juga tidak perlu buru-buru, karena kondisi lalu lintas yang tidak macet dan jarak yang sangat dekat dari rumah ke kantor.

”Kalau di Jawa, berangkat ke kantor itu untuk bekerja, namun di Kalimantan adalah untuk rekreasi,” canda Triana. ”Kenyataannya banyak orang Kalimantan ke Jawa dibandingkan orang Jawa ke Kalimantan. Ini bukan promosi, tapi untuk membuka wawasan agar pegawai yang sekarang ada di Jawa tidak usah takut jika mutasi nasional (munas) ke Kalimantan,” imbuh Triana. Disampaikannya juga bahwa hubungan kekeluargaan pegawai di Kalimantan sangat akrab seperti saudara, karena sama-sama sebagai perantauan.

Berkaitan dengan perundingan PKB III yang akan berlangsung mulai hari ini 29 Nopember – 2 Desember 2006, Triana berharap agar seluruh peserta dalam kondisi sehat walafiat dan sama-sama dapat menghasilkan kesepakatan sesuai yang diharapkan.

Acara ramah tamah diselingi dengan lantunan suara emas dari Triana dan beberapa peserta dari divisi lainnya. Paginya peserta sempat berolah raga dan merasakan nikmatnya bekerja di Kalimantan yaitu dengan main Jet Ski milik Telkom Kalimantan.

Dua bahasan utama

Mengawali perundingan, Wisnu : AW yang memimpin perundingan PKB-III sejak pukul 10.00 Waktu Flexi, menyampaikan bahwa yang perlu dituntaskan dalam PKB III ini adalah masalah Tunjangan Retensi dan Faskes. Ini tak bisa ditawar-tawar lagi, harus close saat ini. Karena apabila tidak selesai dan dibicarkan pada PKB berikutnya (PKB-IV) akan semakin sulit dicari jalan keluarnya..

Selain itu, tandas Wisnu, saat ini masih ada perbedaan persepsi antara pengertian bonus (jasprod) dengan premi. Akibat adanya perbedaan ini dalam RKAP 2007 Manajemen tidak tidak menganggarkan keduanya. Yang dianggarkan hanya bonus saja.

Hal lain yang perlu lebih fokus dibicarakan dan masih belum disepakati adalah masalah tunjangan cuti, tunjangan tahun ajaran baru dan THP. Wisnu berharap kiranya dalam PKB-III dapat dituntaskan seluruhnya.

Sementara itu Kabid OKK DPP Sekar, Januar Setyowidodo, menandaskan bahwa dalam PKB Putaran Ketiga ini diharapkan diperoleh beberapa close dengan angka yang fixed. Menurut Januar, jika dalam Putaran I di Jakarta kita masih melakukan penjajagan dengan menyodorkan angka-angka yang masih global serta mencari style bagi masing-masing tim perunding agar dapat dicapai tingkat kesepakatan yang lebih cepat dan hasil terbaik. Dalam putaran Kedua masih banyak dibahas hal-hal yang bersifat wording, maka dalam.
.
Hasil yang paling menggembarakan anggota Sekar selama Putaran Ketiga PKB III saat ini adalah adanya peningkatan THP dari 20,88 kali menjadi 23,14 kali. (Endah/Nas)..

Apa Yang Sudah Diperbuat TELKOM SBT Terhadap Musibah Lumpur Lapindo ?


TAHUN 2006

Apa Yang Sudah Diperbuat TELKOM SBT Terhadap Musibah Lumpur Lapindo ?

Pertanyaan diatas muncul dari GM TELKOM SBT, Tulus Sudarsono pada Rabu (29/11) kepada JM TELKOM Sidoarjo, M. Sholeh Triagung ketika TURBA (Turun Kebawah : Red) melihat langsung infrastruktur telekomunikasi (FASTEL) di Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) yang sudah terkena rembesan Lumpur maupun yang akan terkena rembesan Lumpur akibat luapan Lumpur panas Lapindo, Porong pasca meledaknya pipa gas milik PERTAMINA. Di PERUMNAS TAS ini terdapat sekitar 6.487 Unit Rumah.

Pertanyaan tersebut memang tidak berkelebihan, sebab setiap aktivitas yang dilakukan berkaitan dengan dampak luapan Lumpur panas Lapindo memang mesti terdokumentasi dengan baik sebagai evident. Hal ini juga menyangkut tanggung jawab TELKOM SBT terhadap lingkungannya sesuai dengan program CSR (Corporate Social Responsibility), GCC (Good Corporate Citizenship), maupun COMDEV (Community Development).

Secara systematis, JM Sidoarjo memaparkan, bahwa ada 3 (tiga) besaran aktivitas yang telah dikemas atau didisain sehubungan dengan kasus LUAPAN LUMPUR PANAS LAPINDO ini, yaitu : Pertama : Bantuan Kemanusiaan terhadap para korban. Kedua : Mengamankan Assets Infrastruktur yang sudah tertimpa rembesan lumpur maupun yang belum, termasuk menghitung kerugian, dan Ketiga : Menetapkan Solusi Terhadap Infrastruktur (FASTEL).

Pertama : Sebagai perusahaan yang turut bertanggung jawab terhadap lingkungannya, maka TELKOM Sidoarjo telah melakukan upaya nyata, yaitu : Bantuan evakuasi selama 4 hari di Desa Jati Retno dengan mengerahkan Ranger dan bantuan transportasi 15 truk. Bantuan berupa uang masing-masing Rp. 2 juta untuk keluarga 8 orang yang meninggal dunia akibat ledakan gas pipa PERTAMINA. Bantuan ke TKM dan Mitra Telkom yang rumahnya terkena musibah Lumpur sebesar masing-masing Rp. 1 juta. Bantuan uang bagi korban luka untuk 11 orang sebesar masing-masing Rp. 500 ribu serta berupa bingkisan dan makanan.

Kedua : Melakukan evakuasi infrastruktur untuk lokasi yang telah ditinggalkan Penghuninya di PERUM TAS. Ketiga : Solusi, yaitu dengan cara menawarkan kepada warga PERUM TAS untuk mengganti Wireline menjadi Flexi Home di tempat pengungsian sementara. Assets yang diselamatkan : Tiang telepon 25 batang, KU 100” = 45 meter, KU 80” = 30 meter, KU 60” = 70 meter, KU 40” = 80 meter, KU 20” = 580 meter dan KU 10” = 835 meter.

Rekapitulasi Kerugian : Grand Total kerugian adalah sebesar Rp. 2,385,401,317 dengan rincian sebagai berikut :

LOKASI CAB FRAD : KABEL METAL = 410,985,122.00. DLC & FO = 54,750,000. LOSS PULSA = 62,817,981. TOTAL = 528,553,103.
LOKASI CAB FRAC : KABEL METAL = 544,557,719.00. DLC & FO = 48,750,000. LOSS PULSA = 68,508,429. TOTAL = 661,816,148.
LOKASI CAB RBS : KABEL METAL = 709,923,264.00. DLC & FO = 108,500,000. LOSS PULSA = 35,058,608. TOTAL = 853,481,872.
LOKASI CAB FRBJ (PPLT) : KABEL METAL = 268,500,194.00. DLC & FO = 53,250,000. LOSS PULSA = 19,800,00. TOTAL = 341,550,194.

Dalam musibah ini, maka peran TCDC (Telkom Community Development Center) sangat dibutuhkan secara riil. Sebagaimana perusahaan besar di seluruh dunia lainnya yang selalu ikut bertanggung jawab terhadap lingkungannya sesuai Program CSR (Corporate Social Responsibility), maka PT. TELKOM dalam kasus Luapan Lumpur Panas Lapindo ini juga demikian sangat menaruh perhatian yang cukup besar. Rasa simpati dan empati terhadap korban berdatangan dari beberapa perusahaan tak terkecuali PT. Telekomunikasi Indonesia pada umumnya dan TELKOM SBT pada khususnya. Program CSR, merupakan Trend perusahaan besar modern dan perusahaan terkemuka, maju di seluruh dunia. CSR adalah sebuah program sosial, jadi trend sekarang bahwa perusahaan tak hanya mencari keuntungan semata, tetapi ternyata ikut memiliki tanggung jawab yang besar terhadap lingkungannya.*NURSIDIK*

Tim Assessor Korporat Hadir, Buktikan Obsesi TELKOM SBT Sebagai “KANDATEL Broadband”


TAHUN 2006

Tim Assessor Korporat Hadir, Buktikan Obsesi TELKOM SBT Sebagai “KANDATEL Broadband”

Kehadiran pihak korporat ke Surabaya kemarin, Rabu (29/11) ternyata ingin membuktikan apakah TELKOM SBT benar-benar berobsesi menjadikan TELKOM SBT sebagai “KANDATEL BROADBAND” seperti yang selalu digaungkan oleh GM TELKOM SBT, Tulus Sudarsono kepada seluruh jajaran pada setiap kesempatan tatap muka dengan para karyawan-karyawati dan SEKAR TELKOM DPD SBT. Jadi KANDATEL yang sempat dijuluki sebagai KANDATEL 1-T dan yang memiliki SDM tangguh ini memang tak berlelebihan jika memiliki obsesi tersebut, sebab spiritnya memang “Always The Best”.

"SBT menuju KANDATEL Multimedia / Broadband" ! Segala persiapan sudah rampung ! Menuju KANDATEL Multimedia bukan sekedar mimpi belaka setelah berhasil meraih predikat KANDATEL 1 Trilyun diakhir tahun 2005, Patriot SBT dibawah komando Tulus Sudarsono dengan senjata TRISULAnya berupaya menangkap peluang pasar di SBT yang masih prospektif untuk bisnis layanan Multimedia.

Kesiapan Jajaran SBT menangkap peluang tersebut telah dirintis sejak lama dengan telah dibangunnya beberapa fasilitas berbasis layanan Multimedia yaitu : 1. Broadband Competence Center dan Jawara Competence Center di lokasi Manyar, merupakan wadah untuk menyiapkan SDM yang dengan kompetensinya diharapkan mampu mengelola bisnis Multimedia. 2. Telkom Multimedia Center yang berlokasi di Plasa Marina merupakan etalase Telkom yang diharapkan dapat mampu meraih peluang bisnis ditengah pasar yang menawarkan berbagai produk serta aksesori komputer dan ponsel merupakan paduan yang prospektif utk layanan Multimedia. 3. Dikembangkannya layanan Telkom Hotspot dibeberapa lokasi diantaranya Bandara baru Juanda, dan Plasa Marina merupakan langkah awal dalam upaya pemenuhan kebutuhan pengguna layanan internet yg memilki mobilitas tinggi.


Dan pada hari Rabu tgl 29 Nopember 2006, team gabungan dari korporat yang beranggotakan Sdr. Milono, Dewi Cs dari R&D, dan Div Multimedia dalam rangka mencek kesiapan komersialisasi Produk Telkom Vicon di Surabaya, seusai melaksanakan asesement dan cek kesiapan di Kantor DIVRE V menyempatkan berkunjung ke Telkom Multimedia Center di Plasa Marina. Misi team ini adalah untuk menilai kesiapan Jajaran SBT mulai dari kemampuan SDM, infrastruktur, sarana, serta tools aplikasi produk Telkom Vicon yang akan dilaunching bulan desember mendatang.

Tim asesor gabungan didampingi Ibu Ariwati dari RO MM area Jatim, Tranggono dari UCC Divre V diterima oleh MAN CC mewakili manajemen dan jajaran Customer Care SBT diantaranya Agus Riyantowo, dan Iwan TK sekaligus menjajal produk TelkomVicon yang telah disiapkan di ruang Bisnis Center yang telah terhubung dengan rekan-rekan Multimedia di Kebonsirih jakarta Pusat.

Pada kesempatan tersebut disampaikan pula oleh MAN CC tentang keberadaan Telkom Multimedia center serta fasilitas yang ada dimaksudkan sebagai etalase sekaligus upaya mengedukasi pasar tentang produk Telkom multimedia. Secara keseluruhan team assesor mengungkapkan, bahwa Jajaran SBT rupanya cukup serius dalam menyiapkan layanan TelkomVicon di lokasi yang sangat strategis, dan "semoga pasar di sini bisa cepat merespons layanan yang telah ada disini", ungkap Milono selaku perwakilan team mengakhiri dialog. *NURSIDIK*

Isu Terkini Perusahaan Dipaparkan GM TELKOM SBT

TAHUN 2006

Isu Terkini Perusahaan Dipaparkan GM TELKOM SBT

Latar belakang Program “Speedy Untuk Karyawan” dan isu terkini tentang perusahaan dipaparkan oleh GM TELKOM SBT, Tulus Sudarsono dalam acara Forum Feedback dengan jajaran KANCATEL Sidoarjo di Aula Committed 2 U Lantai-2 TELKOM Sidoarjo Jln. A. Yani Nomor 38, Sidoarjo, Rabu (29/11). Isu persaingan yang sudah “Head 2 Head” merupakan salah satu latar belakang kenapa diluncurkan Program “Speedy Untuk Karyawan”.

Kita tidak ingin Telkom ini mati atau bangkrut, kita ingin bekerja hingga dapat menikmati masa pensiun. Speedy dan Flexi merupakan andalan masa depan kita yang harus kita perjuangkan hingga berdarah-darah. Dengan pertumbuhan minus dan cabutan (churn) POTS cukup tinggi atau boleh dibilang terjun bebas, maka bukan mustahil Telkom ini dilibas kompetitor dan akan tinggal nama saja, tegas Tulus.

Senjata kita adalah Trisula (POTS, Flexi dan Speedy) yang harus tetap kita asah agar selalu tajam dan runcing untuk menggempur pesaing yang sudah membabi buta “membunuh” kita. Kita harus mengenal produk Speedy dan menikmatinya dulu, sehingga kita akan dapat menjual Speedy semudah menjual POTS, terlebih TELKOM SBT akan menjadi KANDATEL BROADBAND. Ingat masa depan kita adalah Speedy dan Flexi, sedangkan POTS adalah pondasinya, lanjutnya.

Isu rencana “Flexi Mandiri” juga dipaparkan oleh Tulus, agar seluruh karyawan temasuk SEKAR mampu mencermatinya. Kita semua berharap jangan sampai seperti “Tragedi” TELKOMSEL, dimana kita tidak bisa masuk disana. Isu Flexi Mandiri ini sebenarnya untuk menyerang kompetitor, seperti Esia yang sudah menggempur Jakarta.

Telkom DIVRE-V JATIM akan menghadang Esia, 500 BTS akan ditebar di tahun 2007, sehingga DIVRE-V JATIM benar-benar menjadi BUMI FLEXI. Esia masihkata Tulus, memiliki uang “tanpa seri” yang melakukan promo selalu tanpa memperhitungkan budget, at any cost ! Yang dimaksud uang “tanpa seri” adalah semacam menghamburkan uang / cost yang unlimited !

Dalam kesempatan tersebut JM CATEL Sidoarjo, M. Sholeh Triagung mempresentasikan “Actual Performance” dan tekadnya dalam melibas target hingga akhir tahun. Hasil “Speedy Untuk Karyawan” sangat bagus, dimana sudah 46 SDM oke, sedangkan sisanya 31 SDM masih in progress. Untuk hasil ini, Tulus appreciate, dan memang Sidoarjo merupakan GREAT KANCATEL jangan-jangan dapat menjadi KANDATEL sebab embrio sudah ada, kuncinya.

Mendengar PKB-III SEKAR

TAHUN 2006

Mendengar PKB-III SEKAR

Pengantar:. Seperti dimaklumi putaran pertama Perjanjian Kerja Bersama (PKB) III berlangsung di Jakarta pada awal bulan ini dan Putaran II di Makassar di pertengahan bulan. Kali ini mulai 29 Nopember s/d 2 Desember 2006, PKB III SEKAR memasuki putaran ketiga bertempat di Balikpapan. Memang menggelar sebuah kompromi lewat PKB membutuhkan waktu cukup. Maklum, yang dibahas, tak hanya menyamakan persepsi atas 18 bab dan 78 pasal setebal 56 halaman. Namun yang sulit justru bagaimana agar isinya mencapai tingkat kesepakatan yang dapat diterima dengan hati lapang dada dan perangai “sumringah.” Tapi, ah, apa makna yang terkandung di dalamnya dan bagiamana masing-masing pihak harus bersikap?

Sejak awal, sebelum PKB III digelar, ada tiga perkara yang menarik untuk disimak. Pertama, adanya kesepakatan penambahan jumlah delegasi dari masing-masing pihak. Sebelumnya terdiri dari 7 (tujuh) orang kini menjadi masing-masing 16 (enam belas) orang. Kedua, masing-masing delegasi disatukan untuk diikutsertakan dalam pesantren kilat yang berlangsung di sebuah hotel di Bandung. Dan ketiga, tempat negosiasi yang berlangsung di beberapa tempat untuk menghindari kejenuhan.

Setidaknya ketiga daya tarik tersebut merupakan terobosan baru dan angin segar bagi upaya mencapai suatu titik temu untuk membahas pelbagai aspek dan seluk beluk bidang garapan di perusahaan tercinta kita ini. Sasaran akhirnya adalah sebuah kesepakatan yang dilandasi oleh nilai kompromistis yang bersahaja terlingkupi aura spiritual.

Oleh karena itulah mengapa pelaksanaan PKB ini menjadi sangat penting artinya. Tak hanya bagi Manajemen TELKOM dalam upaya membuka dan membedah diri guna memenuhi aspek transfaransi dalam rangka good corporate governance (GCG). Namun juga bagi SEKAR sangat penting dan amat strategis artinya dalam upaya mempertahankan dan atau meningkatkan kesejahteraan anggotanya secara lebih berarti.

Hak kedua pihak

Dalam Pasal 5 tentang Hak TELKOM dan SEKAR, dinyatakan TELKOM berhak: Mengelola dan mengatur operasional TELKOM, diantaranya adalah : Membuat keputusan strategis untuk kepentingan dan kemajuan TELKOM; Menyusun anggaran TELKOM; Mengangkat, mempromosikan dan memutasikan Karyawan; Mengelola karyawan yang sepenuhnya merupakan tanggung jawab TELKOM sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku; Memberikan sanksi kepada karyawan yang melanggar Peraturan Disiplin Karyawan. Serta tentu saja TELKOM berhak untuk mengajukan keberatan dan atau tegoran atas tindakan SEKAR yang betentangan dengan perjanjian ini.

Sedangkan SEKAR berhak : Mewakili, membela dan melindungi anggota; Mengatur organisasi dan anggotanya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; Membentuk Lembaga atau melakukan kegiatan yang berkaitan dengan usaha peningkatan kesejahteraan karyawan; Melakukan kegiatan lainnya dibidang ketenagakerjaan yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; Serta SEKAR pun memiliki hak sama untuk mengajukan keberatan dan atau tegoran (Somasi) secara lisan maupun tertulis atas tindakan TELKOM yang bertentangan dengan Perjanjian ini.

Dalam Pasal 5 ayat (3), disebutkan apabila dalam pengelolaan perusahaan, TELKOM akan menetapkan kebijakan manajemen yang berdampak terhadap Kesejahteraan Karyawan, maka TELKOM harus mengkoordinasikan terlebih dahulu dengan SEKAR.

Mari kita simak Pasal 6, mengenai Peran dan Fungsi SEKAR. Dalam pasal (1) disebutkan bahwa tujuan SEKAR adalah untuk memberikan perlindungan, pembelaan hak dan kepentingan, serta meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi anggota SEKAR dan keluarganya. Sedangkan dalam ayat (2) disebutkan bahwa Peran dan Fungsi SEKAR adalah: Sebagai pihak dalam pembuatan Perjanjian Kerja Bersama dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial; Wakil Karyawan dalam lembaga kerjasama di bidang ketenagakerjaan sesuai dengan tingkatannya; Sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; Sarana penyalur aspirasi dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotanya; Perencana, pelaksana dan penanggung jawab pemogokan Karyawan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; Serta Wakil karyawan dalam memperjuangkan kepemilikan saham karyawan di TELKOM.

Memaknai PKB

Tentu kita berharap agar kehadiran SEKAR mampu memberi makna tersendiri bagi seluruh anggotanya. Apalagai sekitar 85% karyawan TELKOM masuk menjadi Anggota SEKAR. Tanggung jawab moral yang besar seperti inilah yang pada gilirannya harus semakin menumbuhkan kesadaran pada pengurus Sekar Telkom. Dalam arti kehadirannya bukan untuk menunjukkan sebuah kekuatan kontroversial apalagi arogansi. Walaupun secara naluri dan konseptual Sekar terlahir sebagai kekuatan penyeimbang manakala terjadi distorsitas dan riskanisasi di lingkungan perusahaan.

Kesadaran akan tanggung jawab terhadap kesejahteraan para anggotanya serta demi menjaga survival dan sustainability perusahaan, pada gilirannya ia pun harus mampu berperan sebagai benteng perusahaan, manakala perusahaan mendapat serangan tidak lazim dari eksternal.

Buah perjuangan Sekar telah kita rasakan bersama. Kita tak bisa menutup mata atas pelbagai perjuangan Sekar yang berbuah ranum dalam bentuk peningkatan kesejahteraan anggotanya. Di lain pihak Manajemen pun, kini semakin menyadari untuk melibatkan Sekar sebelum sebuah kebijakan digariskan. Apalagi jika itu terkati dengan kesejahteraan karyawan. Salah satu perjuangan fenomenal Sekar adalah keberhasilan melahirkan sebuah masterpiece dalam bentuk Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Sekar dengan Manajemen Telkom.

Sekar memang telah berupaya melahirkan serangkaian kebijakan penting perusahaan yang dilandasi semangat untuk menempatkan karyawan sebagai manusia yang harus diperlakukan secara manusiawi. Namun juga jangan sampai Sekar dijadikan sebagai alat untuk memenuhi ambisi segelintir orang untuk kepentingan diri atau kelompoknya. Artinya keberadaan Sekar tetap dituntut untuk memerankan fungsi dan tugasnya jelis, cerdas dan elegan.

PKB boleh jadi telah menjadi sebuah manifestasi kemitraan yang sejati. Namun untuk untuk membangunnya jelas tidak mudah. Karena diperlukan overlapping of interest, kesamaan saling pengertian, kesamaan persepsi serta tumbuhnya saling pengertian yang dilandasi kompromi-kompromi yang lebih mementingkan semua pihak.

Sekar memang tak perlu menuntut terlalu berlebihan di luar kemampuan perusahaan atau yang bisa menimbulkan kecemburuan pihak eksternal Kompromi-kompromi harus mampu melahirkan output yang rasional dan proporsional. Sebaliknya Manajemen pun jangan terlalu banyak pertimbangan dan berhitung berlarut-larut, jika memungkinkan untuk dipenuhi dan tidak membahayakan perusahaan ketok palu saja.

Bagaimana pun hingga saat ini seluruh anggota Sekar tengah menanti dengan harap-harap cemas. Menanti lahirnya sebuah kesepakatan atas segenggam perbaikan kesejahteraan bagi segenap anggota dan karyawan. Apalagi PKB saat ini bukan lagi sebagai konsep hitam di atas putih tanpa arti. PKB saat ini telah menjadi sebuah rujukan utama bagi Sekar dan Manajemen. Sebagai suatu perikatan dan pedoman yang bersifat operasional, yang di dalamnya terkandung komitmen dan kesiapan para pihak untuk melaksanakannya, serta menerima konsekuensi hukum bila melanggarnya.

Akhirnya, demi bangsa dan negara serta kecintaan pada TELKOM, kiranya Sekar tidak segan untuk tetap kritis terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan Telkom. Sekar tak perlu ragu menyatakan penolakan terhadap segenap upaya yang dapat merugikan kepentingan Bangsa. Termasuk upaya regulator atau siapapun yang berupaya melakukan penjualan aset-aset perusahaan, merubuhkan citra atau menurunkan revenue serta yang meluluh-lantakan kepentingan nasional. Di saat seperti itu, Sekkkarrr..., harus tetap bangkit, berani dan berjuang secara jeli, cerdas dan elegant. Dan, camkan, jangan biarkan siapapun memperalatmu!!!! (na2s/MP-135).

Balikpapan Siap Mendukung Suksesnya PKB III

TAHUN 2006

Balikpapan Siap Mendukung Suksesnya PKB III

Seluruh jajaran Telkom Kalimantan baik dari unsur Managemen maupun SEKAR Kalimantan siap mendukung suksesnya perundingan PKB III putaran ke 3 yang diselenggarakan di Hotel Sagita, Balikpapan. Adapun perundingan dijadualkan mulai tanggal 29 Nopember – 2 Desember 2006 sebagai kelanjutan dari perundingan putaran 2 yang dilaksanakan di Makassar.

Jika pada perundingan PKB I & PKB II lebih banyak membahas mengenai masalah peningkatan kesejahteraan pensiun, maka pada perundingan PKB III antara SEKAR TELKOM dan Manajemen yang akan berlaku mulai tahun 2006-2008 ini pembahasan lebih terfokus kepada pegawai yang masih aktif. Hot issue-nya antara lain Faskes untuk pegawai yang diangkat pasca 1995, tunjangan retensi luar Jawa dan usulan MPP 3 tahun.

Pada putaran 3 ini, merupakan putaran perundingan yang sangat menentukan. Selain finalisasi wording, akan dibahas masalah fundamental yaitu aspek finansial dari PKB III. Adapun detil dari item perundingan yang akan dibahas adalah sebagai berikut :

- Fokus penyelesaian aspek finansial meliputi antara lain : gaji dasar, insentif, tunjangan cuti besar, transport cuti, BPFP dan sebagainya.
- Faskes untuk pegawai yang diangkat pasca 1995.
- Finalisasi wording (redaksional) kata demi kata pada ayat dan pasal yang tercantum pada PKB III mulai dari dari rekrut pegawai baru hingga pensiun, antara lain mengenai mutasi nasional, promosi, mutasi, hukuman disiplin, cuti, dan sebagainya.

Diharapkan PKB III tahap akhir ini dapat berlangsung dengan lancar sehingga bisa didapatkan ’dealed’ yang manis dari kedua belah pihak yaitu SEKAR TELKOM dan Manajemen. Dukungan penuh dari berbagai pihak tentu akan membantu kesuksesan PKB III nantinya. ***Endah RH

GM SBT, Kompetisi Sudah Dalam Tahap “Chaos”


TAHUN 2006

GM SBT, Kompetisi Sudah Dalam Tahap “Chaos”

Dalam acara tatap muka dengan jajaran Telkom Mojokerto, Selasa (28/11), GM TELKOM SBT, Tulus Sudarsono menegaskan, bahwa kalau ingin survive, maka TELKOM harus berjuang sampai “berdarah-darah”, sebab kompetisi bidang telekomunikasi saat ini sudah dalam tahap “chaos” (porak poranda : Red), dimana para kompetitor sudah memporakporandakan harga (price).

Sebelum Tulus menyampaikan paparannya, maka JM TELKOM Mojokerto, Arif Irfansah memaparkan kinerja Sales mulai POTS, Flexi dan Speedy, serta Sales Plan Bulan Nopember hingga akhir tahun. Khusus untuk Sales Speedy, dijelaskan bahwa Telkom Kota “Onde-Onde” ini telah menggelar Program Patriot Speedy, dimana bagi SDM yang sudah menggunakan Speedy di rumahnya masing-masing serta sudah mampu menjual 1 sss, maka ia diberi gelar Patriot Speedy, yang “wisudanya” akan mengenakan baju kebesaran Patriot Speedy.

Sudah ada 4 SDM Mojokerto yang diwisuda oleh GM SBT, Tulus Sudarsono hari itu, yaitu JM Mojokerto, Nanang Kristyo, Oemar Purnomo dan St Dwi Hendro. Usai “mewisuda”, menyampaikan rasa apresiasinya, sebab Mojokerto memang “excellent”, termasuk program ECRnya (Employee Customer Retention). Tulus berharap agar Telkom Mojokerto menjadi Pusat Benchmarks bagi rekan yang lain, khususnya bagi Telkom SBT.

Kemudian Tulus membeberkan kondisi perusahaan terkini mulai dari Decline-nya POTS dan banyaknya “churn” yang notabene selama ini merupakan “sapi perah” kita, Flexi yang akan di “Spin Off” menjadi “Flexi Mandiri” dimana ada GM-nya sendiri-sendiri yang masih dikelolah DIVRE, serta Speedy yang juga merupakan 2-nd Curve dan New Engine seperti Flexi yang mesti kita pasarkan. Ketiga produk ini merupakan “TRISULA”, yaitu senjata yang harus kita gunakan dalam melibas kompetitor, apalagi tahun depan Esia akan masuk Surabaya. Di Jakarta, Esia sudah mengalahkan Flexi, jangan sampai terjadi di Surabaya.

Kita harap dengan Flexi Mandiri, maka SDM-nya dapat saling Change. Kalau Kapal “Flexi Mandiri” semakin bertambah besar, maka kita harus ada didalamnya, jangan seperti TELKOMSEL, dimana kita tidak dapat masuk kesana. Telkom as a whole / Telkom Group memang besar, saham selalu naik, tapi jika TELKOM ONLY, maka yang ada hanya TRISULA ini yang harus kita gunakan sebagai senjata. *NURSIDIK*

GM SBT Berdiskusi Dengan SEKAR TELKOM


TAHUN 2006

GM SBT Berdiskusi Dengan SEKAR TELKOM

Pertama kalinya GM TELKOM SBT, Tulus Sudarsono didampingi Deputinya, Sujito melakukan diskusi dengan jajaran Pengurus SEKAR DPD TELKOM SBT, Senin (27/11) di ruang kerjanya Gedung OPMC Lantai-4 Jln. Ketintang 156, Surabaya. Diskusi difokuskan ke masalah kondisi perusahaan pada umumnya dan SBT pada khususnya di era kompetisi yang dalam diskusi ini bermula ke masalah seputar PKB-III SEKAR TELKOM.

Ketua DPD SEKAR TELKOM SBT, Dwi Anggara dalam kesempatan tersebut memaparkan sekilas progres PKB-III SEKAR TELKOM mulai putaran pertama di Jakarta, hingga putaran kedua di Makassar. Kemudian Dwi juga menginformasikan rencana putaran ketiga, dimana masing-masing putaran para OSM HR ALL DIVRE memang diminta untuk mengikutinya agar tak mengalami kendala di lapangan nantinya (pada saat implementasinya).

Kemudian GM SBT mulai menginjak ke materi yaitu tentang kondisi perusahaan yang dihadapkan pada kompetisi yang sangat ketat, dimana menuntut seluruh jajaran untuk bekerja lebih keras dan cerdas lagi. Isu spin off Flexi juga harus dapat diantisipasi oleh SEKAR dengan baik. Trisula yang terdiri dari POTS, Flexi dan Speedy harus lebih dicermati agar lebih survive. POTS mulai decline, Flexi dan Speedy tak kunjung dewasa, jadi harus dicermati.

Kinerja SBT sendiri yang target Revenue-nya 1,3 T memang mustahil dapat diraih di era yang sangat kompetitif ini. Apalagi dalam menutup tahun 2006 ini tinggal sisa sebulan lagi. Walau angka optimis telah kita rumuskan, namun itupun masih perlu ”extra efforts” dari kita semua. Atas usul SEKAR agar problematika kinerja SBT ini dikomunikasikan dalam forum feedback ternyata diterima Manajemen yang dalam waktu dekat ini akan menggelar forum dimaksud.*NURSIDIK*

DGM SBT Beri Pengarahan SATPAM/SAS


TAHUN 2006

DGM SBT Beri Pengarahan SATPAM/SAS

Seperti biasanya setiap Senin pagi para SATPAM selalu mendapat pengarahan, kali ini Senin (27/11) Deputy GM SBT, Sujito yang mengisi acara pengarahan ini di halaman parkir Gedung OPMC Jln. Ketintang 156, Surabaya. DGM dalam kesempatan tersebut didampingi oleh jajaran SAS SBT dan Kepala Unit Security PT. SPM Surabaya, I Ketut Adianto.

Materi utama dari arahan Deputy GM SBT adalah masalah SMK3 dan obsesi Telkom SBT dalam mempertahankan Sertifikasi Zero Accident dari RI-1. Masalah yang bersifat keterkinian di lingkungan TELKOM SBT dan sekitarnya di penghujung tahun 2006 juga disampaikannya, seperti musim hujan telah tiba yang diikuti dengan padamnya listrik PLN, gangguan Kamtibmas, dan sejenisnya diminta oleh Sujito agar dapat diantisipasi oleh para Security.

Sujito mengatakan, bahwa antisipasi keamanan menjelang pergantian tahun baru nanti harus sudah dilakukan mulai sekarang dengan selalu berkoordinasi dengan apara kepolisian, sehingga progress situasi terkini dari kepolisian dapat kita pakai sebagai acuan untuk antisipasi di lingkungan kita. Sebab dugaan-dugaan yang dilakukan polisi terhadap situasi terkini biasanya cukup akurat.

Kami dari manajemen dalam kesempatan ini pula menghaturkan terimakasih kepada jajaran SAS SBT yang telah mampu bekerja optimal dan professional, sehingga kondisi TELKOM SBT sampai saat ini masih baik, seluruh aktivitas dalam menggapai kinerja oleh para karyawan berjalan lancar. Partisipasi Tim SAS dalam mempertahankan Sertifikat ZERO ACCIDENT sangat diharapkan. Selamat bekerja dan bekerjasama, ucap Sujito mengakhiri. **NURSIDIK**

Telkom SBT Mengapresiasi Sukses CO FASTEL Bandara Juanda


TAHUN 2006

Telkom SBT Mengapresiasi Sukses CO FASTEL Bandara Juanda

Setelah sukses melakukan CO FASTEL (Cut Over Fasilitas Telekomunikasi) di Bandara Internasional Juanda Surabaya, jajaran TELKOM SBT mengadakan syukuran dan memberikan apresiasi kepada beberapa jajaran mitra kerja, termasuk kepada pihak Angkasa Pura (AP-II) Juanda, Jumat malam (24/11) di STO Waru-II atau STO Tropodo). Selain dihadiri jajaran TELKOM SBT, acara ini juga dihadiri oleh Senior Leader DIVRE-V, Mitra Kerja, Perwakilan Angkasa Pura dan seluruh jajaran terkait.

Acara syukuran ini menghadirkan Penceramah Ustadz Drs. H. Agus Romdhon Saputra yang dalam ceramahnya mengutarakan rasa appreciate-nya kepada jajaran PT. TELKOM yang setelah sukses dalam kegiatan CO FASTEL Bandara Internasional Juanda Surabaya berniat mengadakan syukuran dan terlaksana. Dengan adanya syukuran ini, InsyaAllah nikmat akan ditambah oleh Allah SWT dan PT. TELKOM senantiasa jaya dan selalu dalam LindunganNYA, paparnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana CO, Tri Agus dalam laporan singkat antara lain mengatakan, bahwa telah sukses melaksanakan CO FASTEL di Bandara Internasional Juanda Surabaya, sebanyak 1260 FASTEL terpasang dalam kondisi atau status oke/good. Walau dalam kondisi oke, namun dukungan emergency dan Back Up Facilities tetap menjadi prioritas, sebab menyangkut Security Plan. Maintenancenya Telkom saja, bukan yang lain (competitor : Red), kata Tri menirukan permintaan Pihak AP-II Juanda. Hadirinpun memberikan applause ! Tri mengakhiri laporannya dengan menyerahkan buku laporan sebagai Evident CO FASTEL Bandara Internasional Juanda kepada Deputy GM SBT, Sujito.

Disisi lain, Deputy GM TELKOM SBT, Sujito atas nama manajemen dalam kesempatan sambutannya, mengucapkan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya CO FASTEL Bandara Juanda ini. Kita telah berhasil membentuk Tim yang Solid, tanpa Tim yang Solid, maka rasanya sangat susah menghasilkan yang terbaik kepada Corporate Customer kita, yaitu pihak AP-II.

Ini adalah prestasi luar biasa, kita telah bekerja bagus 24 jam sehari hingga peresmian oleh SBY, Presiden RI dan berhasil lancar. Kita telah berikan yang terbaik kepada Bandara Juanda sebagai Corporate Customer kita, dan kita telah realisasikan, bahwa Pelanggan memang benar-benar Raja. GM SBT yang berhalangan hadir titip pesan, bahwa beliau sangat surprise dengan Arek-Arek SBT yang memiliki semangat dan sinergi luar biasa, kata Sujito menirukan pesan GM SBT.

Sedangkan SM Access Network Planning And Performance, Efendi menegaskan, bahwa kegiatan CO FASTEL Bandara Internasional Juanda Surabaya ini ada 2 kepentingan yang sama urgent, yakni : 1. Pelayanan Pelanggan Corporate dan 2. Pelayanan terhadap RI-1 saat peresmian. Alhamdulillah, TOTAL TEAM rekan-rekan SBT dan seluruh jajaran terkait memang terbukti luar biasa.

Bahkan Manajemen DIVRE-V menilai, bahwa ini merupakan TOTAL SOLUSI melawan competitor yang “rohnya” memang sudah ada di Bandara Internasional ini. Tak berkelebihan kalau EGM DIVRE-V, Nanang Ismail Kosim atau “Sang Panglima” mengawal ketat, bahkan sering melihat kesiapan ke lokasi langsung, lanjut Efendi mengenang detik-detik peresmian. Terakhir, Efendi meminta kepada Manajemen SBT untuk segera mengusulkan FASTEL CONTINGENCY Bandara Juanda Baru agar pelanggan Corporate selalu puas dan tidak lari. Sebagai ucapan terimakasih, maka Efendi menyerahkan bingkisan tali asih kepada seluruh Mitra terkait.**NURSIDIK**

AP-II Juanda :”Kami Setia Kepada Telkom Selamanya”


TAHUN 2006

AP-II Juanda :”Kami Setia Kepada Telkom Selamanya”

Perjuangan TELKOM dalam memaintain pelanggan Corporatenya di Bandara Internasional Juanda memang tak sia-sia, pasalnya pihak Angkasa Pura-II Juanda yang diwakili Pak Didik saat acara syukuran pada hari Jumat malam (24/11) mengatakan dihadapan para Senior Leaders, bahwa pihaknya (AP-II : Red) akan setia kepada TELKOM untuk selamanya. Kami akan setia kepada PT. TELKOM untuk selamanya, kata Didik. Ucapan Alhamdulillah disusul applause menggema di lantai-2 STO WARU-2 yang dikenal juga dengan nama STO Tropodo karena lokasi STOnya ada di kompleks PERUMAHAN TROPODO.

Dalam kesan-kesannya, Didik mengakui bahwa Support dari PT. TELKOM memang luar biasa, untuk itu Didik atas nama Manajemen Angkasa Pura-II Juanda mengucapkan terimakasih. Saya tau, bahwa Telkom punya semua, jadi saya akan tetap setia kepada PT. TELKOM, paparnya. Memang di Bandara Internasional Juanda Baru ada beberapa Provider yang saling bersaing sejak Bandara Lama dulu.

Sementara itu rekan Hidayat selaku AM (Account Manager) mengisahkan tentang awal menangnya TELKOM DIVRE-V “bertarung” di Bandara Internasional ini. Saya dulu ditantang berani nggak melayani Angkasa Pura-II (AP-II) Juanda. Tantangan itu saya terima lantaran saya mantan Arek SBT yang saya tau pengorbanannya sangat excellent. Bagi saya Bandara Juanda adalah “Medan Perang” yang terbuka bagi Provider manapun untuk masuk.

Ditambahkan oleh Hidayat, bahwa pihak AP-II Bandara Juanda ini sangat Perfect, semua harus detil, oleh karena selama ini TELKOM lebih bagus, maka tak heran kalau TELKOMlah yang dipilihnya. Sinergi TELKOM SBT dan DIVRE-V merupakan POWER, apalagi lagi ditambah dengan TELKOMGroupnya. Kami optimis, bahwa AP akan menjadi mitra Telkom selamanya, kuncinya. *NURSIDIK*

Tuan Rumah PKB-III Di Makassar Selalu Committed-2U


TAHUN 2006

Tuan Rumah PKB-III Di Makassar Selalu Committed-2U

Seperti halnya pelaksanaan di Jakarta, maka pelaksanaan PKB-III SEKAR TELKOM putaran kedua di Makassar ini selalu dikawal oleh Tuan Rumah jajaran Pengurus DPW-VII Makassar beserta beberapa DPDnya. Ini menunjukkan, bahwa semangat Committed-2U untuk mensukseskan PKB-III sungguh luar biasa, apalagi Tim Perunding dari Manajemen sendiri juga telah bertekad yang sama, bahkan berobsesi agar PKB-III SEKAR TELKOM ini dapat dijadikan sebagai Benchmark bagi Serikat Karyawan dari perusahaan lain.

Tuan Rumah yang baru saja melakukan pengalihan pengelolaan Unit KSO setelah terjadi Buy-Out, selain mengawal ketat jalannya perundingan mulai materi konten hingga diskusi-diskusi dengan semangat kebersamaan dan kemitraan yang konstruktif, juga mengawal/menjamu para peserta dengan baik. Ketua DPW-VII sendiri tak canggung untuk menjadi driver, ini semua demi suksesnya acara yang merupakan hajat hidup para karyawan karyawati TELKOM.

Penyediaan transportasi ketika melakukan kegiatan spiritual, yaitu ziarah ke Makam Syech Yusuf tersedia sehingga berjalan lancar. Syech Yusuf merupakan ulama besar Sulawesi Selatan yang dibuang ke Pretoria, Afrika Selatan karena menggelorakan perlawanan kepada pemerintah kolonial Belanda yang kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah. Demikian juga saat perjalanan ke Masjid tertua dan melakukan sholat disana, serta ke museum sejarah.

Tuan Rumah setiap harinya selalu ”memasang” dua orang Pengurus sebagai LO (Liason Officier) saat berlangsungnya perundingan, siapa tau ada keperluan mendadak, enth soal gangguan teknis atau barangkali ada yang perlu dikoordinasikan dan lain sebagainya, maka LO ini dengan sigapnya mengakomodasi seusai keperluan. Dan Alhamdulillah berkat kerjasama yang bagus, PKB-III di Makassar ini hingga hari keempat berjalan mulus dan lancar. **NURSIDIK**

Senior Leader SBT Ikut Jualan, Kejar Target Akhir Tahun


TAHUN 2006

Senior Leader SBT Ikut Jualan, Kejar Target Akhir Tahun

Untuk mengejar target akhir tahun 2006 ini, maka segala daya dan upaya dilakukan. Jurus-jurus pamungkas dikeluarkan, yaitu Involve Everyone. Kali ini para Senior Leaders TELKOM SBT ikut berjualan, mulai dari GM sampai kepada para Manager di DATEL dan di CATEL. Walhasil, untuk posisi tanggal 22 Nopember 2006, para “Bos-Bos” ini telah melibas pasar, 5 Satuan Sambungan Flexi (SSF) berhasil dijual.

Teknik ini dinamakan “Teknik Berkesan Untuk Berjaya Dalam Pemasaran” seperti yang pernah dilakukan oleh beberapa GM Mc Donald. Cukup meluangkan waktu sejenak saat Working Around, ketemu kolega, ngobrol sana-ngobrol sini, maka terjadi transaksi penjualan itu. Teknik mempengaruhi calon pelanggan dapat dilakukan oleh para Senior Leaders SBT dengan cantik.

Ya, nyatanya para Senior Leaders tak mau kalah dengan para Marketers eksisting. Dengan latar belakang yang Based On Theory, ternyata para Bos mampu berbuat lebih, dan lebih memaknai tugas rutinnya. Manager Smarter adalah salah satu effort dalam menggoalkan target-target akhir tahun, sehingga mereka optimis untuk meraih performa yang The Best.

Inilah The Real Business TELKOM SBT ditengah-tengah ganasnya persaingan, yang terkenal dengan julukan Killed Or To Be Killed. Seluruh sumber daya dikerahkan untuk dapat melumpuhkan pasar yang sangat kompetitif, agar dapat survive. Sebelumnya para Senior Leaders ini memang sudah banyak belajar How To Start Your Own Money Making, dalam hal ini untuk meraup Revenue.**NURSIDIK**

“Wording” Pasal Demi Pasal Dari PKB-III Dibahas Lagi


TAHUN 2006

“Wording” Pasal Demi Pasal Dari PKB-III Dibahas Lagi

Baik konten maupun redaksional (wording) pasal demi pasal, bahkan ayat demi ayat dari PKB-III SEKAR TELKOM kembali dibahas dan didiskusikan lagi pada hari ketiga, Rabu (22/11) setelah sehari sebelumnya perhatian masing-masing Tim Perunding baik dari SEKAR, maupun dari Manajemen tertuju kepada upacara kick-off integrasi Unit KSO VII ke TELKOM di Halaman Kantor DIVRE-VII, Jln. AP Pettarani 2-4, Makassar.

Masing-masing pihak dalam pembahasan ini menampilkan DRAFT. Jadi isi pasal per pasal dan ayat pe ayat dalam forum WORDING ini ada dua versi, yaitu versi DRAFT SEKAR dan versi DRAFT TELKOM, yang kemudian dikolaborasikan secara sinerjis melalui proses perdebatan yang pada gilirannya menghasilkan best-deal, disisi lain jika mengalami jalan buntu, maka dilakukan pending item.

Bantuan TELKOM kepada SEKAR sebesar Rp. 3.700,- pe anggota SEKAR per bulan secara Nasional untuk kegiatan operasional rutin dan insidentil SEKAR yang kebutuhannya akan diajukan oleh organisasi. Padahal sesuai Draft SEKAR bantuan yang diusulkan adalah sebesar Rp.10.000,-. Jangan sampai ada kesan seolah-olah SEKAR meminta-minta ke manajemen. Hal ini tegantung niat baik manajemen untuk membesarkan SEKAR atau sebaliknya.

Disisi lain bahkan SEKAR telah bertekad untuk menjadi mitra kerja manajemen secara konstruktif, maka diharapkan agar manajemen mau mengerti hal ini, yang tentu semangatnya adalah kemitraan. Sampai berita ini diturunkan, pembahasan WORDING masih berlangsung yang diperkirakan akan selesai pada hari Jumat (24/11). Yang menarik di hari ketiga ini ialah adanya sisipan acara, yaitu dari Majelis Pertimbangn Organisasi SEKAR (MPO) berupa presentasi soal DAPENTEL yang dipaparkan oleh Herry Khusaery.***NURSIDIK***

Kegiatan Spiritual SEKAR Disela-sela PKB-III Makassar


TAHUN 2006

Kegiatan Spiritual SEKAR Disela-sela PKB-III Makassar

Jajaran Tim Perunding PKB-III dari SEKAR yang dilaksanakan di Makassar menyempatkan diri untuk melakukan kegiatan spiritual. Kegiatan ini dilakukan ketika ada waktu istirahat, sehingga manakala ada sedikit peluang selalu dimanfaatkan oleh beberapa Tim Perunding untuk melakukan kegiatan positif. DPW-VII Makassar selaku Tuan Rumah PKB-III selalu memfasilitasi para Pengurus dari ALL DPW dan DPP dalam kegiatan positif ini.

Pada hari Rabu (22/11) disela-sela waktu istirahat, maka kesempatan ini tak disia-siakan oleh beberapa jajaran Tim Perunding dari SEKAR TELKOM untuk melakukan kegiatan spiritual, yakni ziarah ke makam Syech Yusuf. Syech Yusuf merupakan ulama besar Sulawesi Selatan yang dibuang ke Pretoria, Afrika Selatan karena menggelorakan perlawanan kepada pemerintah kolonial Belanda. Dan kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah. Kemudian rombongan juga melakukan sholat di Masjid Tua Katangka yang merupakan masjid tertua di Sulawesi Selatan yang didirikan tahun 1603.

Bukan itu saja, sebab selain melakukan kegiatan spiritual, ada satu hal yang cukup membanggakan dari anak negeri ini, yaitu mengunjungi Museum “Balla Lompoa” di Sungguminasa, Gowa yang juga merupakan situs Kesultanan Gowa. Artinya, ialah mereka ingin mendapatkan value tersendiri dari museum yang merupakan sejarah yang terus tetap dikenang oleh para generasi muda penerus Bangsa.

Pemandu Museum “Balla Lompoa” sekaligus sebagai Juru Bicara, dalam kesempatan tersebut memberikan beberapa penjelasan kepada SEKAR TELKOM tentang Silsilah Raja Gowa, mulai pendiri kerajaan Gowa sampai dengan Sultan Gowa ke-16 yang tersohor menentang kolonialisme Belanda yaitu Sultan Hasanuddin. Peninggalan benda bersejarah juga tak lepas dari bahan sajian yang disajikan oleh Pemandu kepada SEKAR TELKOM, yang membuktikan betapa gigihnya para Pahlawan terdahulu melawan penjajah. Siapa tahu semangat juang para leluhur bangsa ini terus menjadi inspirasi generasi penerus**NURSIDIK**

Mengupas Prospek Bisnis Warnet


TAHUN 2006

Mengupas Prospek Bisnis Warnet

Lagi-lagi usaha untuk menggaet pelanggan baru dilakukan oleh para pakar marketer Kandatel Surabaya Timur. Kali ini dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang dikemas dalam bentuk Talk Show mengupas prospek bisnis WARNET yang dilaksanakan di hotel ELMI Surabaya, Selasa 21 November 2006.

Suara decak kagum terdengar manakala salah satu pembicara menyampaikan bahwa bisnis Warnetnya bisa menghasilkan uang sampai 30 juta sebulan dan modal yang ditanamnya bisa kembali hanya dalam waktu 3 bulan.

Inilah daya tarik yang sengaja dipasang oleh panitia agar undangan yang terdiri dari para pelaku bisnis WARNET non Telkom, pengusaha WARTEL dan pemilik WARNET akses Telkomnet Instan bisa langsung mengambil keputusan untuk memasang Speedy sebagai sarana akses Internet dalam usahanya.

Kepiawaian panitia nampak sekali dari usaha menampilkan pembicara dalam Talk show yang terdiri dari para pelaku bisnis di dunia IT dan jajaran manajemen Telkom yang diramu agar bisa menjadi daya tarik yang bisa mensolusikan permasalahan dunia usaha WARNET.

Mereka adalah Pimpinan Tabloid Komputek yang mengupas prospek bisnis WARNET di masa depan, Ketua Asosiasi WARNET Korwil Surabaya yang menyampaikan sukses story usaha WARNETnya, kemudian pimpinan PT.Gratika sebagai salah satu perusahaan dibidang pendukung sarana IT yang dalam pengadaannya sangat customised, sehingga akan menjadi solusi bagi para calon pebisnis WARNET yang menemui kesulitan dalam hal pengadaan perangkat WARNET.


Tidak kalah pentingnya Manager Operasional Multi media area Surabaya juga memaparkan bahwa realibility Speedy masih lebih baik dibanding dengan operator lain yang ada di Indonesia.

Acara yang pesertanya tetap penuh dari awal sampai akhir ini langsung direspon oleh peserta dengan bertransaksi Speedy untuk WARNET mereka, karena banyak gimmick menarik yang ditawarkan oleh panitia. (AR)

Jumat, 15 Oktober 2010

Selamat Jalan Tamu-tamu Allah


TAHUN 2006

Selamat Jalan Tamu-tamu Allah


Rabu, 22/11 pukul 10.00 wib, Suasana lantai IV gedung OPMC Kandatel Surabaya Timur pagi ini tampak lebih hangat dari sebelumnya, hal ini dikarenakan kehadiran para calon jemaah haji baik dari karyawan maupun pensiunan yang hadir dan berbaur untuk mendengarkan wejangan dari KH Zaki Abdullah dari ponpes Aliklas Bureng Surabaya dan pada kesempatan tersebut hadir juga GM dan para manager Telkom Surabaya Timur.
Pada kesempatan tersebut GM KANDATEL Sbt menyerahkan cindera mata dan dalam sambutannya berpesan supaya beribadah yang tenang, bersikap yang sabar serta menjaga kondisi kesehatan karena cuaca disana berbeda dengan cuaca di Indonesia.

Kemudian beliau juga mendoakan semoga menjadi haji mabrur yang pahalanya tidak lain hanyalah masuk surga, serta dapat mempertahankan kemabrurannya. Dalam ceramah agamanya KH Zaki Abdullah menyampaikan akan pentingnya memiliki bekal Taqwa dan bekal sifat sabar yang berlebih ketika menjalani Ibadan Haji agar menjadi Haji yang Mabrur, karena tidak sedikit yang tertolak pahala hajinya. Janganlah menjadi haji tomat yaitu waktu melaksanakan haji ibadahnya taat dan sering bertobat tapi sekembali dari haji kelakuannya kembali kumat.

Selanjutnya usai acara dilanjutkan dengan bersalam-salaman dan acara ramah tamah
Adapun calon jemaah haji dari KANDATEL Surabaya Timur berjumlah 34 peserta yang terdiri dari pegawai, pensiunan beserta istri dan suami.

Selamat jalan tamu-tamu Allah SWT semoga menjadi haji mabrur.
”labaik Allohuma Labaik, labaika laasyarikalaka labaik.............”
**igor2006*

Perundingan “PKB FASKES” Putaran Ke-2 Di Makassar


TAHUN 2006

Perundingan “PKB FASKES” Putaran Ke-2 Di Makassar

Perjanjian Kerja Bersama Ke-3 (PKB-III) pada hari pertama, Senin (20/11) antara SEKAR Telkom dan Manajemen pada putaran kedua telah berlangsung di Singgasana Hotel Jln. Kajaolalido 16, Makassar Seperti halnya putaran pertama di Jakarta, suasana putaran kedua ini berjalan saling penuh pengertian, diskusipun berjalan secara alami, sehingga kedua belah pihak berharap putaran kedua ini selancar seperti putaran pertama.

Panji Darmawan mewakili Tim Perunding dari Manajemen mengatakan, bahwa putaran kedua ini bersifat diskusi oleh POKJA (Kelompok Kerja) terhadap beberapa “Pending Items” dalam upaya mendekatkan persepsi tanpa ada ”Ketuk Palu” atau “Decision”, sebab untuk yang satu ini akan dilakukan di Balikpapan saat Pleno nanti pada tanggal 29 Nopember 2006. Panji juga setuju kalau PKB-III ini dinamakan PKB FASKES (Fasilitas Kesehatan) seperti yang diusulkan SEKJEN SEKAR, Wisnu Adhi.

Perlu dijelaskan, bahwa sesuai IPO /penawaran saham perdana Telkom Nopember 1995 mempersyaratkan, bahwa karyawan yang direkrut setelah Nopember 1995 tidak lagi mendapatkan FASKES setelah ybs pensiun, artinya ketika pensiun, ybs dan keluarganya sudah tidak lagi mendapatkan pelayanan kesehatan dari YAKES. Kondisi ini juga dialami oleh karyawan yang diterima sebelum IPO TELKOM 1995, namun masa kerjanya sampai saat ini kurang dari 20 tahun. PKB-I mengamanatkan adanya pemberian santunan asuransi kesehatan yang sudah direaliasikan sejak tahun 2003, sementara PKB-II lebih meningkat lagi dengan azas kesetaraan bagi karyawan kategori diatas. Dalam PKB-III ini SEKAR Telkom berharap dalam azas kesetaraan ini, santunan asuransi kesehatannya lebih realistis dan sesuai dengan kebutuhan saat ini, mengingat tidak banyak Provider Asuranasi yang memberikan layanan kesehatan pasca pensiun seperti halnya Yakes Telkom.

Dikatakan Wisnu, bahwa FASKES bagi karyawan dan keluarganya yang tidak mendapat pasca pensiun selama ini tidak ter-treatment oleh Yakes, walau sudah diusulkan pada PKB-I dan PKB-II. Jadi PKB-III ini merupakan momentum untuk meng-goal-kannya, bahkan menjadi isu utama. Dijelaskan, bahwa kalau PKB-I dulu dinamakan sebagap “PKB 2 MP”, sedangkan PKB-II dinamakan “PKB BPK”, maka PKB-III ini adalah “PKB FASKES”, sehingga masing-masing memiliki “kemasan atau icon” yang gampang diingat. Wisnu berharap agar POKJA ini efektif dengan semangat memahami persoalan menyongsong perundingan berikut di Balikpapan.

Tim Perunding dari Manajemen dalam kesempatan ini menunjukkan keinginannya untuk turut memperjuangkan masalah FASKES yang saat ini memang sedang dilakukan perhitungan aktuarianya oleh Aktuaris, InsyaAllah sudah selesai pada 1 Desember 2006, papar Panji. Kita harus meyakini perhitungan Aktuaris, setelah selesai dan semua data tersedia, maka Fungsional yang akan memperjuangkan, bukan SEKAR, karena ini merupakan problem kita semua, tambahnya. Penegasan ini disambut tepuk tangan oleh Tim Perunding dari SEKAR.

Setelah Break ISHOMA Maghrib, acara dilanjutkan dengan diskusi tentang masalah susunan redaksional pasal per pasal atau WORDING. Ketika memasuki area yang berkaitan dengan masalah hukum, maka sempat terjadi perdebatan cukup sengit, namun inipun tak berlangsung bertele-tele ketika ada seorang rekan yang menyela, agar menyelesaikan dulu persoalan yang ringan-ringan dulu, sehingga sesuai scenario, WORDING ini berjalan lancar dan efektif. **NURSIDIK**