Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"

Senin, 30 Agustus 2010

Sinergi TELKOM Group DIVRE-V Sukses Selenggarakan JAWA TIMUR BERZIKIR


TAHUN 2006

Sinergi TELKOM Group DIVRE-V Sukses Selenggarakan JAWA TIMUR BERZIKIR

Dalam rangka menyambut Maulud Nabi Muhammad SAW, maka secara, sinergi Telkom Group DIVRE-V telah mempersembahkan "JAWA TIMUR BERZIKIR" dengan tema "Saatnya Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW" bersama KH. Agus Ali Masyhuri dan KH. Muhammad Arifin Ilham, pada hari Kamis, 30 Maret 2006 / 30 Shafar 1427-H pukul 20.00 s/d 22.00 WIB di Masjid Agung Al-Akbar, Surabaya.

Acara ini diisi dengan Pembacaan ayat Suci Al-Qur’an, Sambutan KADIVRE-V, Nanang Ismail Kosim (NIK), Ceramah Agama oleh KH. Agus Ali Masyhuri, serta acara puncak adalah berzikir mohon ampunan yang dipimpin oleh Ustadz muda kelahiran Banjarmasin-Kalimantan Selatan, KH. Muhammad Arifin Ilham yang lahir 8 Juni l969. Ayat Suci Al-Qur’an yang dibaca sebelum memulai ZIKIR AKBAR ini adalah : QS.2. Al-Baqoroh ayat 74; QS. Al-Baqoroh ayat 186; QS.3. Ali Imron ayat 190-191; QS Al-Maidah 5 : ayat 83; QA.7. Al-A’raaf, ayat 96; serta beberapa Hadis Nabi Muhammad SAW.

Dihadapan para Alim Ulama dan Umaroh, ribuan jama’ah ummat muslimin dan muslimah Jawa Timur, NIK dalam sambutannya antara lain mengawali dengan bersyukur kehadirat Allah SWT atas nikmat yang tercurah kepada kita semua, serta salawat dan salam selalu dilimpahkan kepada junjungan Rasululloh Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Telkom Group sebagai perusahaan milik Bangsa Indonesia, selain memberikan layanan telekomunikasi kepada masyarakat, juga memiliki program Iman, Budaya dan Olahraga (IBO). Untuk meningkatkan keimanan, maka berbagai program syiar iman keagamaan secara rutin dilaksanakan, seperti Musabaqoh Tilawatil Al-Qur’an tiap 4 tahun sekali, yang tahun ini akan diselenggarkan di Yogyakarta, program ibadah Haji, program santunan bagi yatim-piatu, bantuan bea siawa bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi.

Dan malam ini adalah ZIKIR AKBAR sebagai upaya mohon ampunan agar Bangsa ini terhindar dari azab, berbagai bencana alam dan malapetaka, serta sebagai upaya untuk meningkatkan imtaq kita kehadirat Allah SWT. Disamping itu acara ini adalah menyambut Maulud Nabi Muhammad SAW, agar Nabi akhir zaman Muhammad SAW menjadi suri tauladan bagi kita semua.

Sementara itu KH. Agus Ali Masyhuri, dalam ceramahnya menanggapi dan membernarkan sambutan NIK, bahwa dengan do’a akan dapat menghindari dari azab, malapetaka atau bencana alam. Kalau do’anya lebih kuat, maka akan terhindar dari bencana alam, tetapi kalau sebaliknya, maka bencana itu tak terhindarkan lagi.

Ditambahkan, bahwa Allah SWT Sang Maha Pencipta telah menciptakan jagad raya dan segala isinya ini sebenarnya sudah didisain sedemikian rupa. Jumlah dan luas daratan, luas lautan didisain seimbang oleh Sang Maha Pencipta. Tetapi karena ulah segelintir manusia, maka keseimbangan alam ini berubah, karena diubahnya, tanpa melihat dan memperhitungkan keseimbangan lingkungan alam sekitarnya. Kemudian ada kata kunci yang disampaikan oleh Kyai asal Tanggulangin ini, yaitu ”Hanya Hati Yang Bersih Akan Memantulkan Kebenaran”.

Memasuki Puncak Acara, yaitu zikir, maka suasana berubah syahdu. Disana-sini terdengar tangisan para jama’ah yang berpakaian serba putih mengikuti dengan khusyuk zikir mohon ampunan yang dipimpin oleh Ustadz muda asal Banjarmasin, KH. Muhammad Arifin Ilham. Memang demikian suasana hati yang bisa dijumpai setiap kali Ustad KH Muhammad Arifin Ilham memimpin zikir tobat. Ya,...Allah.., jangan Engkau hukum kami jika kami lupa dan melakukan kesalahan, ... terdengar suara Ustadz melantunkan do’a tersebut dengan suara serak.
Linangan air mata menjadi warna dominan di saat hening menguasai pikiran ribuan jama’ah Islam yang berjubel di Masjid Agung Surabaya. Kumandang tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir sejak beberapa saat bergema memecah suasana cerah hari itu. Tua, muda, miskin, kaya, laki-laki dan perempuan, serentak berserah diri dan mengagungkan Asma Allah.
Ya, Rabbi! Alhamdulillahi Rabbil 'alamin. Tiada kebahagiaan dalam hidup ini, kecuali selalu dalam tatapan-Nya (ma'iyyatullah). Inilah zikir kalbu. Ma'iyyatullah membuat diri sebagai "aktor" yang terbaik di muka bumi ini. Hati yang selalu terpaut pada-Nya dan terjaga hanya mencari "nilai" dari-Nya sebagai buah dari ihsan. Sehingga setiap gerak, nafas, dan langkah hanya memburu rida-Nya.
HAKEKAT ZIKIR
Sementara itu, KH Muhammad Arifin Ilham menyatakan, sampai saat ini masih banyak umat muslim yang belum paham terhadap hakikat zikir. "Itulah sebabnya, zikir sering dikerjakan tanpa kesungguhan. Dan itu merupakan pekerjaan yang sia-sia," katanya. Secara harfiah, zikir berarti ingat dan sebut. Ingat adalah gerak hati, sedangkan sebut adalah gerak lisan. Zikirullah berarti mengingat dan menyebut Allah. "Perpaduan dari keduanya merupakan makna awal dari khusyuk," papar Arifin Ilham.
Menurut dia, zikir terdiri atas empat bagian yang saling terikat dan tidak terpisahkan. Yaitu zikir lisan (ucapan), zikir kalbu (merasakan kehadiran Allah), zikir 'aql (menangkap bahasa Allah di balik setiap gerak alam), dan zikir amal (takwa: patuh dan taat terhadap perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya). Idealnya, kata ustadz, zikir berangkat dari kekuatan hati; ditangkap oleh akal, dan dibuktikan dengan ketakwaan dan amal nyata di dunia ini.
Saat menyinggung motivasi sesungguhnya dari gerakan zikirnya itu, Muhammad Arifin Ilham mempersilakan melihat Alquran Surat Al-A'raf Ayat 96. Penggalan kalimat pertama ayat itu menyatakan, jika para penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, maka Allah akan menurunkan keberkahan dari langit dan bumi. Karena itu, Arifin mengajak ummat untuk menyucikan jiwa dan hati, sehingga iman akan menancap di dalam dada-dada mereka, dan taqwa akan menghiasi perilakunya. Jika itu terwujud, kata dia, maka derita bangsa Indonesia akan segera hilang. Lebih dari itu, Islam yang secara konsep sangat tinggi dan mulia bakal tercermin dalam pribadi setiap muslim.
Peristiwa JATIM BERZIKIR ini sungguh menghentakkan kesadaran kita semua. Mari kita renungkan perjalanan hidup kita, sambil mohon ampun sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT. Mari kita makin mendekatkan diri dengan cara berzikir dan memperbanyak ibadah. InsyaAllah kata kunci yang disampaikan penceramah di awal acara, bahwa hati yang bersih akan memantulkan kebenaran, akan menjadi kongkrit untuk diamalkan dalam kehidupan pribadi muslim.
• NURSIDIK

M. Firdaus : Inovasi Adalah Nafas Bisnis, Kalau Tidak Akan Mati


TAHUN 2006

M. Firdaus : Inovasi Adalah Nafas Bisnis, Kalau Tidak Akan Mati

Setelah Kadivre-V Jawa Timur, Nanang Ismail Kosim dihadapan para Senior Leaders se-Divre V Jatim menyerahkan Surat Keputusan Band Posisi – I dan II, bertempat diruang pertemuan lantai-8 Telkom Malang, Selasa (28/3), maka esok harinya, Rabu (29/3) M. Firdaus, DGM TELKOM SBT yang kini diberi amanah menjadi SM Marketing & Sales Divre V Jatim bertandang ke meja redaksi.

Kalau Marketing dan Sales tidak jalan, maka bisnis akan mandeg. Sedangkan hal yang menarik dan penting didalam bisnis adalah adanya inovasi dan kreatifitas, serta mind. Inovasi adalah jantungnya atau nafasnya sebuah bisnis, apabila sudah tak bernafas lagi, maka bisnis tersebut akan mati. Jadi matinya sebuah bisnis banyak disebabkan karena matinya inovasi, tutur Firdaus.

Walau bagi kami bidang ini tergolong baru, tetapi kan setiap harinya kita selalu bergelut dan bergulat dengan bisnis yang penuh dengan persaingan ketat. Jadi sebenarnya bukan hal yang baru bagi kami. Menekuni bisnis dan kompetisi memang asyik, sebab mind kita selalu dan selalu diasah. Disisi lain pergerakan kompetitor yang cepat berubah-ubah dan yang unpredictable merupakan salah satu pemicu untuk mengasah mind kita, tambahnya.

Kompetitor melihat, bahwa semua harus bernilai bisnis, sehingga muncullah inovasi-inovasi yang cepat dan actual. Ini kalau tidak kita siasati lebih cepat lagi, tentu kita akan ketinggalan. Marketing dan Sales juga harus mampu mengikuti pergerakan kompetitor yang begitu cepat yang terkadang membuat kita kaget dibuatnya. Ini menunjukkan, bahwa yang cepat akan memakan yang lambat, selain itu intuisi bisnis harus jalan. First Strike (pukulan pertama) sangat menentukan langkah berikutnya, tambahnya optimis.

Selama ini, Firdaus telah berkeliling di beberapa DATEL Jawa Timur, kini memegang amanah baru di DIVRE-V, maka tentu kondisi lapangan DATEL se Jawa Timur ini sudah cukup ditemukenalinya secara lumayan, tinggal diperdalam lagi ketika ngepos di Kantor DIVRE-V yang merupakan ’markasnya pemerintahan” Telkom Jawa Timur.

Dan yang penting, masih menurut Firdaus, kekuatan dan kelemahan kompetitor harus dapat dilihat secara jeli. Teknologi infokom berkembang terus, akibatnya harga menjadi lebih murah dan bahkan sampai gratis, perang harga terjadi dimana-mana. Kini kesempatan kita untuk memacu dan memicu lebih kencang lagi inovasi bisnis.

• NURSIDIK

Autorhized Dealer Flexi Se Indonesia Benchmarks Ke SBT


TAHUN 2006

Autorhized Dealer Flexi Se Indonesia Benchmarks Ke SBT

Ini baru berita dan ini berita baru, sebab Authorized Dealer (AD) Nasional telah melakukan benchmark ke TELKOM SBT, khususnya TELKOM Sidoarjo pada hari Rabu, 29 Maret 2006. Mereka ingin mengetahui lebih dekat kiat-kiat jajaran TELKOM SBT dalam menjalankan roda bisnis, khususnya dalam produk ter-gress-nya, yaitu Electric-Flexi atau e-Flexi.

Sebagai New Engine Driver, memang Flexi menjadi primadona di kalangan masyarakat karena koneksinya cepat alias tak lambat dibanding produk kompetitor, juga karena harganya lebih murah dibanding produk CDMA dari operator lain. Bahkan dari hasil testimony yang dilakukan oleh jajaran Marketing Telkom Sidoarjo menunjukkan, bahwa Flexi memang sangat digandrungi masyarakat semua level.

Kunjungan AD e-Fflexi Nasional merupakan pertamakali terjadi, sebab selama ini hanya dibenchmark oleh masing-masing DIVRE saja (satu per satu), namun kali ini secara serentak. Jumlah personil benchmarkers adalah 60 orang atau lebih kurang 29 Authorized Dealers Nasional.

Selain itu kedatangan mereka ke Surabaya juga dalam rangka acara Authorized Electric Dealer Gathering (AED Gathering) yang berlangsung pada 28-29 Maret 2006. Kenapa mereka ke Kota Pahlawan Surabaya ? Alasan yang sangat kuat dan justified adalah, karena revenue DIVRE-V adalah peringkat pertama se Indonesia, dengan kata lain bahwa DIVRE-V adalah yang paling tinggi pendapatannya se Indonesia.

Dalam kesempatan di Surabaya mereka melihat pengelolaan e-Flexi yang ada di Telkom Sidoarjo yang dalam hal ini dikelola KOPEGTEL dengan segala kelincahan strateginya serta ulet. Kemudian rombongan melihat langsung salah satu outlet yang menjual e-Flexi yang ada di Kancatel Sidoarjo. Dari kunjungan ke TELKOM Sidoarjo dan melihat dari dekat pengelolaan outlet, rombongan yang juga didampingi oleh UBIS Jasnita, Marketing SBT, Manager Telkom Sidoarjo dan Ketua Tim adalah AVP Channel Management Corporate Office, Eris Sudarisman, paling tidak akan mendapat masukan. Itulah salah satu manfaat Benchmarks !

• NURSIDIK

Jombang, Maling Kabel Ke-7 Triwulan-I Tertangkap


TAHUN 2006

Jombang, Maling Kabel Ke-7 Triwulan-I Tertangkap

Sudah 7 maling kabel telepon di wilayah Telkom Jombang yang meresahkan tertangkap selama Triwulan-I 2006 ini. Pencurian kabel telepon tak hanya terjadi di Jombang, tetapi sudah merebak dimana-mana. Kemarin siang berita RCTI juga memberitakan, bahwa di Daerah Karawang Jawa Barat juga terjadi kasus yang sama, maling tertangkap, sudah diambil barang bukti berupa kabel/tembaga seberat 68 kg. Sepertinya dapat di kembangkan lebih luas lagi, kemungkinan terkait dengan pencurian di wilayah JATIM.

Tertangkapnya maling kabel yang ke 7 di Jombang ini berkat jalinan yang harmonis antara Telkom dengan jajaran RESKRIM Jombang, serta masyarakat setempat. Dan yang terakhir ini, tertangkap hari Sabtu kemarin setelah berkali-kali lolos dari incaran masyarakat dan aparat kepolisian. Adapun TKP yang diakui masih di wilayah Jombang aja, tepatnya di desa Tebel Bareng Ngoro Jombang, kabel yang dicuri adalah type KU 100".

Sindikat atau komplotan mereka memang cukup banyak, terbukti setelah satu persatu ditangkap, namun yang lainnya masih saja belum merasa jerah. Manajemen Telkom, Aparat Kepolisian, dan Masyarakat sudah berupaya secara optimal dengan melakukan berbagai pertemuan di Balai Desa, Kelurahan untuk sosialisasi, himbauan dan sejenisnya, namun pencurian tak kunjung henti. Mungkin yang perlu diincar juga para penandahnya, agar hasil curiannya sia-sia.

Belum diketahui pasti, apakah maling ke-7 selama Triwulan-I yang berhasil dibekuk ini merupakan gembongnya atau otaknya, kalau memang gembongnya, maka diharapkan pencurian kabel yang sangat meresahkan dan merugikan masyarakat dan negara ini dapat disudahi atau berakhir, sebab akarnya sudah dimusnahkan. Selain kinerja, citra perusahaan terganggu dan rugi, juga para pelanggan ikut dirugikan akibat putusnya kabel yang dicuri tersebut.

• NURSIDIK

Minggu, 29 Agustus 2010

Telkom Sidoarjo Lakukan Testimoni Perdana Flexi Trendy


TAHUN 2006

Telkom Sidoarjo Lakukan Testimoni Perdana Flexi Trendy

Persaingan telekomunikasi di jalur CDMA ternyata semakin ketat saja, sehingga membuat jajaran TELKOM buka mata dan buka telinga lebar-lebar mencermati kondisi pasar yang sangat kompetitif. Para Marketer tak hanya duduk di belakang meja saja, tetapi dituntut untuk mengetahui kondisi riil persaingan di lapangan. Tak urung Senior Supervisor Marketing Telkom Sidoarjo, Mulyawan turba ke lapangan, berkunjung ke beberapa counter/outlet yang sekaligus bertindak sebagai Inteligent Marketing, Senin (27/3).

Selain untuk mengetahui langsung soal persaingan harga, juga ingin wawancara langsung dengan pengelola counter / outlet tentang mutu dan layanan Flexi, sekaligus sebagai bahan testimony, yang kemudian dievaluasi, agar pelayanan lebih ekselen lagi.

Walhasil, dalam tour ke lapangan ini, Mulyawan mendapatkan banyak informasi, terutama informasi langsung dari pengelola counter/outlet mengenai langkanya perdana trendy. Mulyawan menampung keluhan-keluhan dari beberapa pemilik outlet/counter yang ada di kota ‘udang’ Sidoarjo. Saat ini tidak sedikit dilapangan mereka ber branding competitor, namun katanya mereka lebih seneng jualan Trendy, soalnya laris alias laku banget, kata salah satu pemilih counter/outlet yang berhasil dikunjungi.

Ada juga yang titip pesan dari mereka-mereka, ternyata merekapun berharap banyak untuk bisa diundang Flexi semacam acara GATHERING, biar mereka juga tahu persis seperti apa sih perkembangan Flexi kedepan. Mulyawan iseng bertanya kenapa kok seneng kalau di undang Telkom/ Flexi...., mereka jawab biasanya banyak door prizenya..., jawab mereka. Wah,..ini kan peluang kita ... !!!

Salah satu pemilik Outlet “Ebony-Cell" di Gedangan (SL_ID:50472), Bpk. Syaiful Amien mengatakan, bahwa issue yang merebak tentang langkahnya perdana trendy adalah : Frequensi yang dipakai oleh Flexi ijinnya akan dicabut ; Telkom khususnya Flexi bangkrut sehingga tidak bisa mengeluarkan nomor_perdana, DLL…. Tapi masih menurut Syaiful Amien, masyarakat masih menaruh kepercayaan terhadap Flexi, dari pada Fren atau Star One atau Operator lain yang katanya koneksinya lambat.

Walau competitor menebar issue tak enak, namun antusias pasar terhadap Flexi masih luar biasa. Ini dibuktikan sampai saat ini tidak kurang dari 10 orang yang menanyakan perdana trendy setiap harinya. Saran dari Syaiful Amien, agar Telkom segera memberikan solusi agar perdana trendy mudah didapat kembali, atau memberikan penjelasan di media tentang kelangkaan trendy agar isue negatif yang akan merugikan Flexi tidak terjadi.

Masukan ini sangat berarti bagi Telkom, sebab ini adalah testimony yang langsung keluar dari mulut orang yang tau persis kondisi pasar. Kalau Telkom tak tau kondisi riil persaingan di lapangan, maka tentu para competitor dengan siasat liciknya, yang sering menebar bau tak sedap akan mampu merebut ‘market share’ yang selama ini memang Flexi masih memimpin pasar.

• NURSIDIK

DIVRE-V Gelontor Dana PKBL Rp. 4,1 M Untuk Usaha Kecil


TAHUN 2006

DIVRE-V Gelontor Dana PKBL Rp. 4,1 M Untuk Usaha Kecil

Kembali DIVRE-V buktikan komitmen kepada lingkungannya dengan menggulirkan dana sejumlah Rp. 4,1 Milyard kepada Mitra Binaan yang tergolong dalam Pengusaha Kecil dan Menengah. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Deputy KADIVRE-V, Husni Thamrin kepada 2 orang Pengusaha Kecil (Hadi & Anang) pada hari Senin (27/3) di Aula LEBAH BIRU Kantor DIVRE-V Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Husni dalam sambutan dihadapan ratusan Mitra Binaan antara lain mengatakan, bahwa pengguliran dana pinjaman ini merupakan impact komitmen manajemen dalam membantu memberdayakan pengusaha ekonomi lemah, untuk meningkatkan kesejahteraan, sehingga baik secara mikro maupun makro mampu mendorong roda ekonomi kerakyatan dan ekonomi nasional.

Dikatakan, bahwa jumlah pemohon sangat banyak, sedangkan Bapak dan Ibu yang ada disini sudah terseleksi sesuai dengan persyaratan. Bapak dan Ibu patut bersyukur ke Hadiran Illahi Robbi, sebab dipercaya oleh Telkom. Untuk itu saya mohon, agar dana ini mampu memberikan barokah, maka kelola-lah dengan sebaik-baiknya dan optimal, jangan dibelikan sepeda motor, tetapi pakailah sesuai dengan pengajuan penggunaan.

Jika cicilan atau angsuran telah dilakukan secara tertib dan teratur, maka tak menutup kemungkinan dapat mengajukan lagi kedepannya. Agar dimaklumi, bahwa laba bersih yang disisihkan untuk bantuan ini adalah dari produktivitas telepon. Jadi kalau Bapak dan Ibu memiliki telepon di rumah atau Flexi, maka gunakan sebaik-baik, sebab ini akan mendatangkan laba bersih bagi TELKOM yang nantinya akan digulirkan lagi kepada pengusaha kecil lainnya.

Terakhir saya titip pesan kepada Bapak dan Ibu, agar turut melihat dan memelihara keberadaan fasilitas telepon umum, kalau ada yang rusak atau dicuri, maka laporlah ke 147, sebab ini adalah satu penghasilan Telkom, yang nantinya akan digulirkan ke Bapak dan Ibu lagi. Husni menginformasikan juga, bahwa belakangan ini banyak maling kabel telepon, jika mengetahui mohon segera lapor ke pihak yang berwajib, kuncinya.

Sementara, Reporter memperoleh data dari pengelola PKBL DIVRE-V, bahwa rincian pengguliran dana untuk Triwulan-I adalah sebagai berikut : Telkom SBT sebesar Rp.1.589.000.00,- diberikan kepada 134 orang Mitra Binaan; Telkom SBB sebesar Rp.882.000.000,- diberikan kepada 73 orang Mitra Binaan; Telkom Malang sebesar Rp.556.000.000,- diberikan kepada 86 orang Mitra Binaan; Telkom Jember sebesar Rp.351.000.000,- diberikan kepada 37 orang Mitra Binaan dan Telkom Madiun sebesar Rp.715.000.000,- diberikan kepada 93 orang Mitra Binaan. Total Mitra Binaan untuk Triwulan-I adalah 423 orang Mitra Binaan.

• NURSIDIK

Telkom Mojokerto Sponsori Talenta Kontes Dangdut


TAHUN 2006

Telkom Mojokerto Sponsori Talenta Kontes Dangdut

Bintang Dangdut Mojopahit Contest 2006 (BDMC2006) tadi malam berakhir. Pergelaran yang dilaksanakan oleh Bamboo entertainment bekerjasama dengan Telkom Mojokerto dan beberapa sponsor yang lain itu berhasil menelorkan 14 calon Bintang dari beberapa daerah di Jawa Timur. Sebelumnya mereka melalui tahapan audisi yang akan menyaring 40 peserta untuk merebut 14 besar tersebut.

Hadir dalam ajang final BDMC2006 semalam, Walikota Mojokerto, Ir Abdul Gani Sukartono MM, Dan Dim, Ketua DPRD Kota dan Manajer Kancatel Mojokerto, Arif Irfansah beserta keluarga.

Secara umum calon BDMC2006 seluruh peserta mempunyai performa yang sama sehingga Dewan Juri sekaligus komemtator yang diketuai H. Sony Dewantoro artis sinetron dan bintang film era 90an dan beranggotakan Wahyu WHL si pencipta Tenda Biru yang dipopulerkan Desy Ratnasari serta Adi Wong Pitoe yang saat ini sedang berjuang di ajang Indonesia Idol, merasa kesulitan memilih para peserta yang rat-rata mempunyai suara “dapur rekaman”.

Siang sebelum ajang kompetisi meraih 14 besar para peserta dikirap dengan mengelilingi kota Mojokerto berkostum Flexi dengan mengambil start di kediaman Walikota Mojokerto. Para peserta menyebarkan selebaran yang berisi dukungan poling SMS melalui 7005 khusus melalui Flexi dengan cara BDMC no. peserta.

Telkom Flexi mengambil bagian dalam sponsor tersebut dengan memberikan hadiah sebuah hand pnone CDMA kepada peserta favorit dengan perolehan pooling tertinggi, dan masing-masing peserta mendapatkan baju dengan uniform Flexi yang disematkan langsung oleh Agus Riyantowo mewakili Manajer Kancatel Mojokerto.

Dari hasil perebutan 14 besar juara umum direbut oleh Neo Sari peserta dari kota Jombang, dan juara pooling SMS diraih oleh Makmum dari Mojokerto. Sejak awal penampilan gadis yang masih duduk di kelas 6 SD ini sudah memukau penonton. Dan Wahyu WHL menjuluki si cabe rawit. Bahkan semalam Wahyu berniat menciptakan lagu khusus buat Neo untuk ajang rekaman.(Nanang Kristyo M)

“ CATEL SIDOARJO PEDULI LINGKUNGAN “


TAHUN 2006

“ CATEL SIDOARJO PEDULI LINGKUNGAN “

Program TELKOM berbuah yang dicanangkan Divre V sebagai wujud implementasi GCC direspon secara positif oleh TELKOM Sidoarjo. Pada hari Jumat tanggal 24 Maret 2006. Sehabis melaksanakan SKJ Manager Catel Sidoarjo, MULYADI bersama para SS meluncur menuju balai Desa Jati Yang secara geografis terletak disebelah barat Telkom Sidoarjo.

Sesampai disana rombongan langsung disambut oleh Kepala Desa Jati H.M NURHADI, sebelum pencanangan penanaman pohon MULYADI sempat berbincang bincang dengan Kepala Desa, bahwa lokasi Desa yang dipimpinnya masih gersang dan Bapak Nurhadi sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Telkom yang sangat peduli terhadap lingkungan kususnya lingkungan desa Jati. Masih kata Nurhadi di Desanya ada beberapa warga yang bekerja di Telkom dan bahkan salah satunya ada yang duduk sebagai ketua LKMD Desa Jati.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan Bibit pohon sebanyak 50 buah kepada Bapak H. M. Nurhadi selaku Kepala Desa Jati, kemudian acara diteruskan dengan penanaman bibit pohon secara simbolik di halaman Balai Desa Jati yang disaksikan oleh aparat Desa dan para Senior Leader Catel Sidoarjo.

Kata Mulyadi dalam sambutannya, bahwa saat ini TELKOM Jawa Timur dan Sidoarjo kususnya sedang giat giatnya mengkampanyekan lingkungan yang bersih dan sehat kepada Karyawan dan masyarakat Sidoarjo dan ini merupakan kontribusi positif Karyawan Telkom terhadap masyarakat dilingkungan sekitarnya dan secara tidak langsung berdampak terhadap peningkatan Citra Perusahan.

Dalam Akhir sambutannya MULYADI mengajak seluruh warga Desa Jati untuk senantiasa menjaga lingkungan dan tidak kalah penting ikut menjaga Jaringan (kabel) telkom yang ada disekitar desa Jati ini dari para pencuri dan bila ada hal hal yang mencurigakan Mulyadi minta untuk segera menghubungi Telkom terdekat. Setelah selesai acara dilanjutkan ramah tamah sambil menikmati hidangan yang telah disediakan oleh ibu ibu Telkom Sidoarjo.

Dari Desa Jati Penulis Melaporkan
wayan

GM SBT Launching Program Lingkungan, ‘Tuan Sapo’


TAHUN 2006

GM SBT Launching Program Lingkungan, ‘Tuan Sapo’
Obsesi KADIVRE-V untuk peduli lingkungan ciptakan kesejukan telah diikuti oleh GM TELKOM SBT, Badriyanto dan seluruh jajarannya. Terbukti telah dilakukan penanaman pohon pada hari Jum’at (24/3) di halaman parkir Gedung OPMC SBT. Program ini dinamakan ’Tuan Sapo’, singkatan dari Satu Karyawan, Satu Pohon. Penanaman diawali oleh GM SBT, dan diikuti oleh para Senior Leaders. Program ini merupakan kiprah insan Telkom dalam memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat di lingkungan sekitarnya dan secara tidak langsung berdampak terhadap peningkatan citra perusahaan.

Employee Care ini menurut Badri terdiri dari 3 (tiga) kategori yaitu : Pendidikan : Terkait dengan kontribusi untuk ikut mendidik masyarakat secara sukarela berkesinambungan termasuk didalamnya pendidikan keagamaan (TK, TPA dll) ; Ekonomi: Pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pemberian pelatihan terhadap usaha kecil, pembimbingan terhadap usaha-usaha kerja, dll ; Sosial Kemasyarakatan : Aksi peduli anak yatim, pembuatan infrastruktur desa, penghijauan, dll.
Telkom Goal 3010, menjadi tanggung jawab semua insan Telkom untuk berkomitmen mencapainya. Untuk mencapai goal tersebut, korporate menetapkan 4 (empat) Strategic Inisiative Perusahaan salah satunya adalah Paradigm Shift. Strategi Paradigm Shift ini telah dilakukan jajaran DIVRE-V yang terimplementasi pada program Melayani Dengan Cinta, yang akrab dengan sebutan 5-S : Senyum, Sapa, Santun, Solusi, Sukses.

5-S telah menjadi aktualisasi dari paradigm Shift, Menjadikan pelanggan sebagai Raja kita. Perubahan paradigma tersebut diharapkan meningkatkan secara langsung terhadap citra layanan dan peningkatan sales dan revenue perusahaan sehingga meningkatkan performansi Perusahaan.
Salah Satu yang mempengaruhi fluktuasi harga saham adalah Reputasi Perusahaan, dimana 2 faktor utama yang membangun sebuah perusahaan adalah performansi perusahaan dan citra perusahaan (corporate Image) yang baik pula.

Untuk memberikan hidup lebih bermakna, berkontribusi secara positif dalam bekerja sebagai pegawai dan mencapai target-target yang telah ditetapkan, untuk mencapai performansi perusahaan serta secara balance memberikan peran aktif dalam bermasyarakat maka, salah satunya adalah Employee Care dalam bentuk penanaman pohon ini, yang secara umum dikemas dalam bentuk Community Development Program.

• NURSIDIK

TELKOM SBT Laksanakan Instruksi MENKOMINFO, Soal Registrasi Flexi Prabayar (Trendy)


TELKOM 2006

TELKOM SBT Laksanakan Instruksi MENKOMINFO, Soal Registrasi Flexi Prabayar (Trendy)

Melalui mobilisasi jajaran personel SBT dengan cara ‘outbond call’, maka diharapkan registrasi Flexi Trendy (Prabayar) yang merupakan program Pemerindah dapat diselesaikan sesuai target. Demikian antara lain kata GM TELKOM SBT, Badriyanto dihadapan seluruh jajarannya usai senam kebugaran, Jum’at (24/3) di Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Badri yang didampingi Manager Customer Service, R.M. Gatot Indra meminta kepada personelnya agar secara aktif melakukan ‘outbond call’ atau out bond services, dimana pengguna kartu prabayar masing-masing dihubungi langsung melalui telepon untuk melengkapi data yang belum lengkap atau juga himbauan registrasi bagi yang belum registrasi sama sekali.

Dalam kesempatan tersebut para personel SBT melakukan peragaan/simulasi, latihan cara melakukan registrasi by phone, dimana diskenariokan satu orang sebagai petugas Telkom, dan satu orang lagi seolah sebagai pelanggan. Diawali dengan greeting atau salam sapa, yang kemudian dilanjutkan dengan pengisian data register.

Maksud registrasi ini adalah untuk lebih memberikan kenyamanan kepada pelanggan, sehingga pemerintah menghimbau kepada pelanggan kartu pra-bayar dari semua operator CDMA dan GSM, untuk melakukan registrasi ulang. Program registrasi ulang ini sangat bermanfaat bagi para pelanggan dan masyarakat, salah satunya untuk melindungi pelanggan dari penyalahgunaan kartu pra-bayar.

Sesuai dengan kebijakan Menteri Kominfo, masa registrasi kartu prabayar tetap akan ditutup tanggal 28 April 2006 sesuai dengan ketentuan yang diatur pada Peraturan Menkominfo No. 23/M.KOMINFO/10/2005 tentang Registrasi Terhadap Pengguna Jasa Telekomunikasi. Mulai tanggal 28 Maret 2006 Ditjen Postel akan melakukan Quick Count secara terbuka dan rutin melalui website Ditjen Postel untuk mengetahui data registrasi kartu prabayar per hari sampai dengan tanggal 28 April 2006.

• NURSIDIK

RAT KOPEGTEL SBT, Dengan Sejumlah DOORPRIZE


TAHUN 2006

RAT KOPEGTEL SBT, Dengan Sejumlah DOORPRIZE

Rapat Anggota Tahunan (RAT) KOPEGTEL TELKOM Surabaya Timur untuk tahun buku 2005 telah digelar pada hari Jum’at (24/3) di Graha Sativa Jl. A. Yani, Surabaya. RAT yang merupakan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus ini dihadiri oleh seluruh Anggota, Badan Pembina, Badan Pengawas, Seluruh Pengurus, Dinas Koperasi & Sarana Informal Surabaya dan Akuntan Publik. Tema RAT adalah : “Pengelolaan Usaha Yang Lebih Baik Dengan Dukungan SDM Yang Profesional”.

Kumolo Sakti dari Dinas Koperasi dalam sambutannya, antara lain mengatakan, bahwa RAT ini diadakan sesuai dengan UU 25/92, jadi bukan rutinitas belaka. Saya ucapkan selamat kepada Kopegtel SBT atas penyelenggaraan yang tepat waktu dalam suasana penuh kekeluargaan. Musyawarah demokratis yang penuh kekeluargaan penting demi meningkatkan kinerja kedepan, demi kemajuan dan kesuksesan.

Koperasi yang melaksanakan RAT berarti koperasi tersebut dalam kondisi sehat. Anggota sebagai pemilik saham harus secara aktif berperan untuk menentukan arah kebijakan koperasi sebagai perwujudan demokrasi ekonomi. Saran yang korektif dn konstruktif sangat diharapkan dalam forum RAT ini.

Sementara itu GM TELKOM SBT, Badriyanto meminta agar jajaran Pengurus Kopegtel selalu mengikuti perubahan lingkungan yang sering terjadi tak terduga dan begitu cepat, dengan harapan agar Kopegtel tetap survive, demi peningkatan kesejahteraan anggotanya. Berikanlah yang terbaik kepada para anggota, dan kepada para anggota saya himbau untuk memberi dukungan kepada usaha koperasi agar lebih maju lagi, untung dan berkembang. Dari assets yang bernilai lebih kurang Rp. 13 M agar mampu dikapitalisasi dua kali lipat, kalau di Telkom 3 kali lipat.

Pada akhir sesi Paparan laporan Pengurus, yaitu pertanggungjawaban tahun buku 2005 dan rencana kerja tahun 2006 ternyata dapat diterima bulat oleh para anggota yang hadir melebihi quota. Kemudian acara dilanjutkan dengan pengundian ’doorprize’ berupa sejumlah perangkat elektronik (Kulkas, VCD Player, Radio Tape, Kipas Angin, dll) dengan hadiah utama Honda Bebek SupraFit.

• NURSIDIK

SBT Lakukan IHT Validasi Data Di JCC, STO Manyar


TAHUN 2006

SBT Lakukan IHT Validasi Data Di JCC, STO Manyar

Validasi data, akurasi data, ontrack data, kehilangan data, entry data, retrieving data, recovery data sering membikin kepala pusing tujuh keliling. Apalagi menyangkut data jaringan akses beserta parameternya yang jumlahnya jutaan. Sehubungan dengan hal data mendata dan bagaimana me maintain-nya, maka jajaran JAWARA TELKOM SBT bekerjasama dengan TCC Surabaya telah melakukan In House Training (IHT) di Jawara Competence Center (JCC) STO Manyar, yang diikuti sekitar 20 orang, Jum’at (24/3).

IHT yang dibuka secara resmi oleh Manager Ophar Akses Network, Tri Agus Djoko Kuncoro ini menyajikan beberapa topic bahasan, yaitu : Bispro data, Labelisasi asset, Demo pengenalan GPS (Global Positioning System), dan Military Standards 105-D Sebagai Standard Pengukuran Akurasi Data.

Tri Agus dalam sambutan pembukaannya, antara lain mengatakan, bahwa untuk mendukung layanan Telkom, maka akurasi data ini sangat penting. Bukankah kita telah bertekad melayani pelanggan dengan cinta, jadi salah satu parameter yang harus tetap dijaga ialah kevalidan data, sehingga pelanggan merasa aman dan puas.

Baik makro maupun mikro proses harus kita manajemeni dengan baik, lanjut Tri. Dari Makro Proses sebagian besar aktifitas harian (Day To Day) melibatkan SISKA dalam prosesnya. Kegiatan DTD seperti pada Sub Makro Proses Ophar Access Network meliputi : Proses.(Permintaan PSB, Gangguan, Mutasi POTS/Speedy. Pemetaan proses dalam lingkup yang lebih kecil atau Mikro Proses yang berkaitan dengan Akurasi Data telah distandarisasi pada dokumen TQMS. Sedangkan khusus untuk SISKA yang dikelola oleh Doman spesifik pada Data Teknikal saja.

Dalam setiap proses (Makro/SubMakro) selalu ada Data Teknik. untuk pengendalian proses berdasarkan selesainya order (operasi/pemeliharaan) punya impact pada Data Teknik (termasuk gambar jaringan, data SISKA). Pengendalian Kuratif dengan cara : penuntasan anomali, penggantian label hilang dsb. Pengendalian Preventif : sampling Akurasi Data berkala, kerjasama unit terkait secara kesinambungan (mengalir dalam proses harian).

Setiap lini dalam Proses wajib menyadari pentingnya Data yang Akurat, akan berperan aktif dalam pengendalian data secara langsung atau tidak langsung untuk itu diperlukan Kerjasama setiap lini (Pran, Ophar, Mitra OS). Setiap ada perubahan/ penambahan/ pengurangan data diinfokan ke petugas Bisa dibayangkan berapa banyak data yang menjadi sampah bila data tsb tidak akurat. Cara Kuratif memerlukan effort yang dan biaya cukup tinggi (untuk menurunkan anomali dari 4.856 menjadi 1.083 di Metro memerlukan waktu 11 bulan).

• NURSIDIK

TELKOM Mojokerto Bidik Segment Anak TK


TAHUN 2006

TELKOM Mojokerto Bidik Segment Anak TK



Mojokerto: Kamis, 22 Maret 2005
Pagi ini Telkom Mojokerto mendapat tamu kehormatan dari para calon pemimpin bangsa. Sebanyak 82 anak dan 5 orang pembimbing TK Sandhiputra “menyerbu” kantor Telkom Mojokerto. Kedatangan siswa-siswi itu dalang hadir dalam rangka Ulang Tahun Yayasan Sandhiputra yang ke 26.

Siswa-siswi diterima di ruang Mojokerto Operasional Monitor (MOM). Dalam kata sambutan yang diwakili Oemar Poernomo menyampaikan ucapan selamat datang di Telkom Mojokerto semoga apa yang akan didapat di sini nanti akan dapat bermanfaat bagi siswa-siswi.

Pertama mereka diperkenalkan teknis dasar telekomunikasi mulai MDF, sentral sampai ke rumah pelanggan hingga dapat berhubungan satu sama lain. Dan pembimbing dari Telkom Nanang Kristyo menanyakan apakah adik-adik punya telepon? Serentak mereka menjawab …punya…. “Punya adik ini nomor berapa?” ; “Nomor 393xxx” ; “Kalau adik ini 323xxx” ; Jadi menjelaskan kepada mereka, bahwa nomor telepon diatur ; sedemikian sehingga yang satu dengan yang lain tidak sama.

Selanjutnya bersama Dwie Erowati menjelaskan dan memdemokan Si Poncil. Namanya juga anak-anak mereka berebutan saling mencoba. “Nanti dicoba sepuasnya di rumah ya” anjur Dwie Erowati kepada anak-anakn yang masin itu. Setelah itu mereka berkelompok mengunjungi ruang sentral, MDF , transmisi dan ruang Catu Daya. Mereka dipandu oleh petugas masing-masing yang telah disiapkan.

Semoga dengan kegiatan ini mereka sedini mungkin sudah mengenal Telkom yang notabene adalah pemillik Yayasan melalui Sandhi Putra Telkom. Seusai acara diadakan serah terima cendera mata yang diterima masing oleh Bu Hani dan ari Telkom oleh Oemar Poernomo.(Nanang Kristyo).

SBT : Marketer Militan TELKOM Mojokerto Cari Pasar


TAHUN 2006

SBT : Marketer Militan TELKOM Mojokerto Cari Pasar

Pasar sekarang memang sulit dicari, apalagi ditemukan. Hal ini disebabkan kondisi persaingan bisnis telekokunikasi terus melaju bertambah cepat dan ketat. Peta persaingan untuk’kue’ yang satu ini memang ’padat incaran’. Untuk itulah para Marketer Militan TELKOM Mojokerto terus dan terus mencari pasar yang mulai sulit ditemukan dengan cara Pemasaran Keliling (SARLING), Door To Door, Office To Office, Selasa (20/3). Hal yang sama memang sudah dilakukan di jajaran Marketing dan seluruh Personnel TELKOM SBT Area.

Antara startegi dan implementasi pemasaran terkadang tidak ngelink, hal ini disebabkan oleh pergerakan pasar yang cukup cepat berubah. Namun demikian, para Marketer Militan Mojokerto tak peduli, dan menganggap bahwa SARLING masih cukup efektif untuk merebut Market Share dengan berbagai Value Creation di lapangan. Perilaku konsumen terhadap strategi pemasaran hari libur sudah dapat kita baca, sedangkan untuk hari kerja, maka positioningnya adalah Office To Office seperti yang dilakukan oleh TELKOM kota “Onde-Onde” Mojokerto.

Demi obsesi merealisasikan sejuta pelanggan, maka perkantoran diserbunya. Para Marketer ini memakai seragam TELKOM Flexi yang memang cukup lumayan keren dan sudah branded. Mojokerto ingin ‘meroketkan’ penjualannya dengan cara-cara yang luar biasa, sebab hasil yang luar biasa dapat dicapai dengan cara yang tidak biasa. Peluang masih ada untuk menguasai pasar, tapi cukup sulit.

Dengan semangat Always The Best, para Marketer masuk ke RS “Sido Waras”, Mojosari, Kantor Pertamanan dan Kebersihan PEMDA, DISPENDA Mojosari dan beberapa lainnya. Tentu saja ‘Action Marketer’ ini tak semudah yang Anda bayangkan, sebab dalam menguasai pasar memerlukan persiapan dan kesiapan fisik dan mental yang cukup kuat.

• NURSIDIK

TELKOM SBT is Sales Creators, Dongkrak Sejuta Pelanggan !


TAHUN 2006

TELKOM SBT is Sales Creators, Dongkrak Sejuta Pelanggan !

Value Creation harus diterjemahkan secara jeli, kalau mau sukses ! Seperti yang dilakukan oleh jajaran Marketing TELKOM SBT. Ada 9 orang salesman yang tergabung dalam Sales Force (SF) yang masih ”Fresh” diberi BIT pada hari Senin (20/13) di Ruang Manager Marketing SBT, Jln Ketintang 156, Surabaya.

POH Manager Marketing, Djunaedi membekali mereka product knowledge dengan polesan kondisi pasar yang ganas. Bagi SF yang masih FRESH ini, dibekali penyampaian hak dan kewajiban, dengan harapan job jelas, target jelas, role of play juga jelas. Tujuan utama adalah untuk mendukung pencapaian target Classy SBT 2006, yang ujung-ujungnya untuk mendongkarak sales sejuta pelanggan.

Para SF diminta, agar dalam melakukan serangan pasar selalu menjaga citra Telkom karena keluar membawa nama Telkom. Raihlah pasar sebanyak-banyaknya dengan tetap pada konsistensi proses, pinta Djuanedi. SBT mencoba untuk memotivasi SF dengan konpensasi yang telah disepakati, termasuk target & rewards, sesuai dengan prinsip sales and marketing management. Yang penting “How you can profit from them. !!!”.

Para SF diminta think local (local market only) and act global (adanya kompetisi global). Beberapa Job Listing telah disampaikan kepada para SF, termasuk panduan bisnis proses di lapangan, agar sasaran tembak dapat diraih. Dengan sejuta harap, para SF pun meluncur di ‘medan laga’, uaitu pasar yang kompetitif.

• NURSIDIK

Camkan, SEKAR TELKOM Berjuang Sampai Mati !


TAHUN 2006

Camkan, SEKAR TELKOM Berjuang Sampai Mati !

Dihadapan BOD, BOC, Para Kadiv, SGM, EGM, rekan seperjuangan dalam Federasi SEKAR BUMN Strategis, serta Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) SEKAR TELKOM pada Workshop Nasional Organisasi dan Rakernas-II SEKAR TELKOM yang digelar di kota Pahlawan Surabaya mulai 13 hingga 17 Maret 2006, Ketua Panitia Nasional, Januar Setyo Widodo mengatakan, bahwa SEKAR akan berjuang sampai mati demi kejayaan Telkom dan Karyawannya.

Pernyataan tersebut dikuatkan dengan sebuah standing/hanging banner yang terpampang di luar arena Rakernas yang turut memeriahkan ‘Event Nasional’ ini yang berbunyi “Meningkatkan kesejahteraan karyawan adalah perjuangan tanpa henti dan komitmen SEKAR menjadi benteng perusahaan adalah perjuangan sampai mati”. Disudut lain ada juga Banner yang berbunyi :”Kesejahteraan, Kesejahteran dan Kesejahteraan”. Tiga kali disebut, menunjukkan betapa keberpihakan organisasi SEKAR kepada para anggotanya.

Hal yang menarik lagi disela-sela Rakernas ini adalah ada acara bertajuk “Sejam Bersama DIRUT TELKOM”, dimana selama satu jam Ketua DPW-VII Makassar, Nuryadin berbincang-bincang dengan DIRUT, Arwin Rasyid untuk mengkonfirmasi masalah Buy Out DIVRE-VII dan persoalan ‘awan kelabu’ transformasi organisasi. Secanggih apapun organisasi yang baru tanpa berpihak kepada ‘rakyat’, maka tak akan berjalan efektif. Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa AR telah teken KD baru di Surabaya, yang intinya bahwa perubahan organisasi tak mengakibatkan turunnya THP, Alhamdulillah....

Rakernas-II SEKAR TELKOM 2006 ini banyak menaruh perhatian kalangan internal, yaitu para anggota, berita aktualnya selalu ditunggu-tunggu melalui Portal Telkom dan siaran Indonet. Mereka menanti sejuta harap tentang nasib perusahaan dan nasib mereka sendiri. Sehingga tak heran kalau Portal Telkom mengcreate icon berupa RUNNING TEXT tentang Rakernas-II SEKAR TELKOM yang dihelat di kota yang memiliki historis nilai-nilai kejuangan dan perjuangan Bangsa serta Negara Indonesia ini.

RAKERNAS, sesuai AD ART SEKAR TELKOM, merupakan event Nasional berkala dari DPP SEKAR TELKOM yang dilaksanakan diantara dua MUNAS. Di forum Rakernas inilah organisasi melaksanakan evaluasi, konsultasi dan komunikasi terhadap program kerja yang telah diamanahkan Munas sebelumnya. Disinilah organisasi secara Nasional mendapatkan proses masukan-feedback, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, bahkan yang menyakitkan sekalipun dari para stake holder DPP SEKAR TELKOM, seperti DPW dan DPP. Karena itu peserta Rakernas II adalah seluruh pengurus DPP SEKAR, perwakilan DPW dan perwakilan DPD, yang dihadiri oleh para Ketuanya.

Para peserta sangat antusias, ini menunjukkan inilah wajah SEKAR TELKOM yang sesungguhnya. Tetap dirindukan, dikangeni mesti kadang-kadang mungkin membuat merah telinga. Inilah SEKAR TELKOM yang berasal dari oleh dan untuk karyawan TELKOM. Ibu kandung yang melahirkan SEKAR TELKOM.

Inilah serikat karyawan yang akan melanjutkan ‘perjuangan’ perjanjian kerja bersama atau PKB II yang akan berakhir Desember 2006 ini. PKB yang akan menentukan bagaimana profil kesejahteraan karyawan TELKOM direkonstruksi kembali menuju profil yang ideal yaitu kesejahteraan yang membahagiakan karyawan dan realistik dalam implementasinya.

Dengan profil SEKAR TELKOM seperti diatas itulah maka sebelumnya RAKERNAS hari ini, selama 2 hari sebelummnya telah dilaksanakan workshop nasional organisasi yang telah menghasilkan prinsip-prinsip kebijakan yang akan memperbaiki sistem organisasi, sistem keuangan dan administrasinya serta sistem pembelaan organisasi kepada anggota. Cita-cita SEKAR TELKOM untuk menjadikan good corporate governance (GCG) sebagai komitmen berorganisasi akan terjawab event Nasional ini.

Terhadap kritik, PanNas justru berterima kasih atas kritik dan saran kepada SEKAR atau bahkan mungkin black campign tentang SEKAR selama ini. Kami akui SEKAR TELKOM masih banyak kekurangannya terutama kami para pengurusnya bahkan terkadang bukan substansi yang kami sampaikan yang dipahami malahan ekspresi kami yang salah dipahami.

Mungkin itulah ciri khas serikat ekspresi terkadang mendominasi. Meski demikian kami tegaskan sejak awal pendiriannya, sebagai sebuah organisasi kami telah menjadi serikat yang telah memiliki sebuah sistem karena kami telah memiliki prasyarat sebuah serikat antara lain ; AD/ART organisasi, mars organisasi, peraturan organisasi, pendaftaran ke DEPNAKER dan yang paling penting adalah telah melaksanakan perundingan PKB yang hasilnya tidak usahlah kami sebutkan. Biarlah anggota khususnya dan karyawan umumnya yang menilai hasil perjuangan organisasi selama ini. Perjuangan SEKAR masih panjang, baik untuk Manajemen, maupun untuk Regulator/Pemerintah demi kepentingan perusahaan dan anggota SEKAR. Selamat Berjuang sampai mati, semoga sukses !

• NURSIDIK

Profil GM Datel SBT, Badriyanto


TAHUN 2006

Profil GM Datel SBT, Badriyanto
Sejuta Sales untuk Telkom Goal

Proaktif, itulah salah satu perwujudan paradigm shift yang harus dilakukan Telkom di era kompetisi seperti sekarang ini. Perusahaan kita tercinta ini tidak lagi berada dalam naungan monopoli, maka pasar haruslah didekati secara proaktif agar dapat bertahan dan tetap menjadi pemimpin di industri yang kita jalani. Sikap proaktif itu pula yang coba dibangun oleh Kandatel Surabaya Timur (SBT).
“Sejak Januari 2006 lalu, kami telah mencanangkan program Sejuta Pelanggan untuk mengejar target revenue di SBT. Program ini tentu saja juga dalam rangka menyukseskan RKAP 2006 dan target Telkom Goal 135-3010 yang dicanangkan perusahaan. Ini adalah bukti kecintaan kami kepada perusahaan dan juga kepada perusahaan,” ujar GM Datel SBT, Badriyanto.
Pria kelahiran Tulungagung, 30 Januari 1959 ini memaparkan, Sejuta Sales itu berasal dari 900K Wireless (Flexi), 65K Wireline (POTS), dan 35K Speedy. Untuk mencapai target tersebut, Badriyanto tidak mau hanya memfokuskan pekerjaan kepada bagian pemasaran saja. Seluruh karyawan Datel SBT yang berjumlah 427 orang itu dilibatkan, termasuk para manajer bahkan DGM dan GM sendiri.
Itu sebabnya, ia pun merancang program pemasaran pada hari libur sebagai ajang pemasaran secara door to door di lingkungan kerjanya. Maka, tidak perlu aneh jika kita bisa menemui Badriyanto dan jajarannya bekerja menjajakan produk Telkom secara langsung kepada calon pelanggan pada hari Sabtu. Padahal biasanya Sabtu adalah hari libur. Menurut Badriyanto, karyawan SBT melakukan door to door pada hari Sabtu sebanyak dua kali dalam sebulan. Sementara mereka yang bekerja di bagian pemasaran tidak hanya dua kali dalam sebulan, tetapi rutin setiap Sabtu.
“Mengapa kita harus melakukan pemasaran pada hari libur? Karena berdasarkan pengamatan kami, pada hari libur itulah para decision maker biasanya ada di rumah. Jadi hasilnya akan lebih optimal daripada kita door to door pada hari kerja, dimana yang kita temui di rumah biasanya bukan para decision maker. Insya Allah, ini akan terus kita laksanakan sepanjang tahun 2006 ini,” jelas Badriyanto.
Ayah dari tiga anak hasil pernikahannya dengan Rina Karnasih ini menegaskan, tidak ada karyawannya yang mengeluh karena program ini. Badriyanto yakin, seluruh karyawannya menyadari arti penting sikap proaktif ini bagi perusahaan, dan pada akhirnya bagi diri mereka sendiri sebagai karyawan. “Jika bukan kita sendiri yang mencintai perusahaan ini, lalu siapa lagi?” tegasnya.
Berdasarkan kontrak manajemen, SBT ditargetkan mencapai Rp 1,305 T pada 2006 ini. Tantangan itu diterima oleh Datel SBT, bahkan mereka sepakat untuk merubah angka itu menjadi lebih tinggi, yaitu Rp 1,350 T. Melalui Sejuta Sales tadi, Badriyanto berharap target itu dapat tercapai. Menurut catatannya, revenue SBT pada Januari dan Februari ini mengalami growth revenue sebesar 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Artinya, satu lagi implementasi inisiatif strategi sebagaimana diamanatkan Telkom Summit 2005 dilaksanakan oleh SBT.
Empat inisiatif strategi yang diamanatkan Telkom Summit 2005 terdiri dari revenue growth enhancement, technology & capex management, value creation through sinergy, alliance, & partnership, serta paradigm shift. Keempat inisiatif strategi ini harus dijalankan dalam rangka pencapaian Telkom Goal 135-3010, yaitu satu tekad meningkatkan kapitalisasi pasar sebanyak tiga kali lipat dalam lima tahun. Kapitalisasi pasar itu harus mencapai US$ 30 miliar pada tahun 2010 nanti.
SBT juga telah melancarkan semangat customer centric. Selain menegaskan pihaknya telah mengeluarkan pernyataan “Layanan Tanpa Tolak”, Badriyanto juga menjelaskan, pihaknya berusaha memenuhi setiap keinginan yang dibutuhkan para calon pelanggan. Saat ini, perubahan trendnya adalah telekomunikasi dari common ke individual, dari fixed ke mobile, dan dari voice ke data. Telkom harus bisa memenuhi kebutuhan pelanggan semacam itu dengan baik.
Perubahan, bagi Badriyanto dan jajarannya di SBT, sama sekali bukan kendala. Restrukturisasi organisasi pun disambut antusias oleh mereka. Padahal, 90% karyawan di SBT tergolong senior alias berusia di atas 40 tahun. Jadi, siapa bilang hanya kaum muda saja yang dapat menerima perubahan dengan baik?
“Di sini, hampir seluruh karyawannya, kurang lebih 90% berusia di atas 40 tahun. Tapi tua itu bukan hambatan. Working spirit kami masih bagus. Kami juga tidak takut pada perubahan, karena bagi kami justru di dalam perubahan itu ada tantangan. Jadi tidak ada keluhan dengan perubahan, bahkan kami tertantang untuk mencari peluang menaklukannya,” jelas Badriyanto membanggakan pasukannya di SBT.
Sukses untuk Sejuta Sales di SBT! (BP-135)

MPO Menilai Kinerja SEKAR TELKOM, Termasuk Fungsi Sosial


TAHUN 2006

MPO Menilai Kinerja SEKAR TELKOM, Termasuk Fungsi Sosial


Pagi hari yang cerah di Surabaya mewarnai hari kedua Rakernas II SEKAR TELKOM. Sinar matahari yang menyelinap di balik tirai memaksa peserta Rakernas II SEKAR TELKOM yang kelelahan harus bangun dari tidur dengan semangat baru untuk mengisi hari kedua ini dengan berbagai ide baru. Di hari kedua ini, Kamis (16/3) Majelis Pertimbangan Organisasi atau MPO SEKAR memberikan penilaiannya terhadap kiprah & kinerja SEKAR TELKOM selama ini.

Wajah–wajah lelah namun tetap semangat mewarnai “Argopuro Meeting Room” yang menjadi ruangan “keramat“ hingga Jumat, 17 Maret 2006. Teriakan yel SEKAR pun menggema sebelum acara dimulai. Hari kedua diawali dengan acara Review Pencapaian Program Kerja DPP seblum MPO menyampaikan penilaiannya.

Ketua Umum SEKAR TELKOM, Syinar Budhi Arta, mengawali Review dengan yel SEKAR yang disambut penuh semangat oleh peserta Rakernas II SEKAR TELKOM. Beliau menyampaikan dalam paparannya bahwa dalam program kerja SEKAR tahun 2004–2006, banyak kegiatan yang tidak terencana namun terealisasi dan mampu bertahan sampai saat ini.

Program–program dengan skala prioritas pada tahun itu antara lain PKB II dan Penolakan SEKAR pada kode akses SLJJ. Seperti yang kita tahu, kode akses tersebut akan digulirkan, atau dengan kata lain kue untuk SLJJ harus dibagi dua dengan Indosat dengan cara tidak fair. Penolakan terhadap kode akses ini banyak membuat gejolak–gejolak bagi TELKOM sebab di beberapa daerah terjadi demo oleh karyawan TELKOM. Penolakan ini disebabkan kerugian Telkom yang luar biasa bakal terjadi.

Syinar juga menambahkan bahwa salah satu musuh terbesar yang harus diwaspadai adalah vendor. Sebab, vendor juga hanya akan mementingkan keuntungan bagi dirinya dan belum tentu peduli pada yang lain termasuk operator yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi. Masalah kedua yang diungkapkan adalah UNI APRO yang “melamar“ SEKAR untuk bergabung dengan organisasi di kawasan Asia Pasifik. Untuk hal ini, Ketua Umum SEKAR yang sudah menjabat selama 2 tahun ini belum berani memutuskan untuk bergabung dengan organisasi tersebut menimbang dari segala aspek.

SEKAR juga diharapkan mampu menjadi role model bagi serikat Pekerja Indonesia. Salah satu contoh yaitu Serikat Karyawan perusahaan lain mulai mengadakan benchmark dengan SEKAR TELKOM, dan meminta SEKAR untuk memberikan pengarahan kepada Serikat karyawan dan manajemennya.

SEKAR telah membuat yayasan guna membantu anak–anak karyawan TELKOM yang meninggal dunia pada peristiwa Tsunami di Aceh. Yayasan ini bermula dari kepedulian SEKAR pada kesejahteraan anak–anak TELKOM yang menjadi korban Tsunami Aceh. Saat itu pihak SEKAR sempat berdialog dengan Direksi, namun statement yang dikeluarkan menyatakan Direksi belum dapat membantu. Action yang diambil oleh pihak SEKAR antara lain mencarter pesawat komersial, mendata anak–anak korban tsunami khususnya anak–anak pegawai TELKOM. Hal ini dilakukan sebab SEKAR sangat peduli dengan kesejahteraan anggota SEKAR dan keluarganya.

Untuk PKB III sudah dibahas beberapa materi antara lain :
1. Buy Out DIVRE-VII, dengan tetap berpegang bahwa kesejahteraan karyawan tidak berkurang, TELKOM tidak tekor dalam sektor keuangan dan isu bahwa bukan TELKOM yang membeli DIVRE-VII, namun BSI yang ingin menjual DIVRE VII pada TELKOM.
2. SEKAR akan mengusulkan rekomendasi untuk pemerintah, yaitu menolak privatisasi, menolak intervensi pemerintah kepada Direksi Telkom, mengenai SKTT, menolak penomoran pelanggan jaringan dan izin SLI.
Setelah review dari Ketua Umum SEKAR, acara dilanjutkan dengan Pandangan Umum Majelis Pertimbangan Organisasi. Namun, sebelum acara paparan dari Ketua MPO, ada ritual unik yang dilakukan. Yel SEKAR yang dipimpin oleh Ketua MPO ini diberi sedikit gerakan meloncat yang diharapkan mampu memberi semangat tersendiri bagi peserta.

Satu ungkapan yang menjadi pesan dari Ketua MPO yaitu “Men Sana In Korpore Sano“, yang artinya agak dipelesetkan yaitu SEKAR jangan sampai DPP Kesana dan MPO Kesono, jadi tidak akan pernah bertemu di titik yang sama dalam membangun dan memajukan SEKAR ini.

MPO yang terdiri dari 9 orang ini memiliki tugas yaitu melakukan pengawasan dan rekomendasi, membantu 24 jam jika diperlukan oleh Ketua Umum dan MPO bersidang lengkap minimal 2 kali setahun yaitu pada bulan Februari dan September.

MPO melakukan penilaian terhadap 57 program SEKAR dari hasil penilaian tersebut ada 19 program yang mendapat nilai A (dilaksanakan dengan sangat baik), 11 program dengan nilai B (dalam proses pelaksanaan) dan 7 program mendapat nilai C (untuk direkomendasikan kembali). Penilaian tersebut meliputi Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK), Bidang Hubungan Antar Lembaga (HAL), Bidang Konsultasi dan Advokasi Hukum, dan Bidang Kesejahteraan dan IBO.

Sebelum menutup acara, ada beberapa hal yang menjadi perhatian MPO. Hal pertama adalah kaderisasi SEKAR, yang nantinya jangan sampai menjadi ancaman, sebab tidak ada kader yang dapat melanjutkan perjuangan SEKAR yang selama ini telah terlaksana. Kaderisasi ini sangat penting dalam bidang Hubungan Antar Lembaga. Sedangkan untuk Bidang Konsultasi dan Advokasi Hukum disarankan bekerjasama dengan perguruan tinggi yang secara tidak langsung membentuk kaderisasi. Mailing list SEKAR, harus memiliki admin dan terus diupdate isu–isu yang berkembang dalam mailing list tersebut. ( KIREI and DIKSI)

Usai Rakernas-II/2006 Surabaya, SEKAR Lakukan Jumpa Pers


TAHUN 2006

Usai Rakernas-II/2006 Surabaya, SEKAR Lakukan Jumpa Pers

Dalam hal ‘sounding’, maka kuli tinta atau wartawan memiliki ‘power’ yang luar biasa, baik bagi masyarakat, manajemen, maupun bagi pemerintah. Untuk itulah usai menyampaikan hasil-hasil Rakernas-II SEKAR TELKOM di Hotel Hilton Surabaya, Jum’at (17/3), maka diundangnyalah sejumlah wartawan oleh rekan Iwan, salah seorang Pengurus SEKAR DPW-V, sekaligus Panitia Lokal (PANLOK) RAKERNAS yang posisinya di PR DIVRE-V, untuk jumpas pers menyampaikan persoalan strategis industri telekomunikasi nasional.

Iwan bekerjasama dengan Hubungan Eksternal DPP SEKAR TELKOM, Dasrizal mengemas acara jumpa pers ini, sehingga berjalan lancar dan sukses. Sebagai Narasumber dalam jumpa pers ini adalah SEKJEN DPP SEKAR TELKOM, Wisnu Adhi Wuryanto dan Ketua Panitia Nasional (PanNas) Rakernas-II SEKAR TELKOM, Januar Setyo Widodo.

Isi Jumpa Pers yang sudah disetujui KETUM SEKAR TELKOM, Syinar Budhi Artha dan SEKJEN SEKAR TELKOM memang sangat perlu diketahui oleh para wartawan untuk di ekspose secara Nasional, sebab menyangkut isu strategis untuk mempertahankan aset Bangsa Indonesia.

Adapun isi jumpa pers tersebut berupa usulan kepada Pemerintah Indonesia, yaitu pertama menghentikan implementasi SKTT dengan membatalkan KM 84/2002 tentang Kliring Traffik Interkoneksi untuk terwujudnya industri telekomunikasi yang efisien dan basis industri yang kuat.

Yang kedua adalah menetapkan Telkom sebagai National Flag Carrier bidang telekomunikasi untuk : menjaga ketahanan nasional, mewujudkan kemandirian bangsa, mengurangi kesenjangan sebaran fasilitas telekomunikasi, serta mempertahankan seluruh wilayah NKRI.

Ketiga ialah melaksanakan kewajiban pelayanan umum / Universal Service Obligation agar lebih efisien dan tepat sasaran. Yang keempat adalah agar pemerintah mengatur kepemilikan saham asing maksimal 20 %, khususnya pada sektor telekomunikasi. Sedangkan yang terakhir yaitu yang keempat adalah agar pemerintah menata kembali regulasi industri telekomunikasi secara fair, tidak merugikan Telkom demi kepentingan Nasional.

• NURSIDIK

DIRUT Terima Karikatur Ketika Working Around Di KANDATEL 1T, SBT


TAHUN 2006

DIRUT Terima Karikatur Ketika Working Around Di KANDATEL 1T, SBT

Usai membuka RAKERNAS-II SEKAR TELKOM di ruang LEBAH BIRU Kantor DIVRE-V Surabaya, maka DIRUT TELKOM, Arwin Rasyid (AR) tak menyia-nyiakan waktunya untuk Working Around (WA) ke KANDATEL terbesar paling berprestasi se DIVRE-V Jawa Timur, yaitu TELKOM Surabaya Timur (SBT), Jln. Ketintang 156, Surabaya, Rabu (15/3).

Ditengah-tengah padatnya jadwal rangkaian acara AR sengaja menyempatkan diri untuk berkunjung keTELKOM SBT, bahkan sounding awal sudah disampaikan kepada DPP SEKAR TELKOM, bahwa AR akan melihat kondisi KANDATEL terbesar di JATIM, yaitu SBT. Ini merupakan salah satu bentuk apresiasi AR kepada jajaran TELKOM SBT.

Arek-arek Telkom SBT merasa mendapatkan value dan kebanggan tersendiri dengan kedatangan orang nomor wachid di TELKOM ini. SBT memang dilahirkan untuk menang (Born To Win), walau kondisi gedung/kantor terjelek se-DIVRE-V, tapi bisa menunjukkan revenue tertinggi, semangat Always The Best adalah Working Spiritnya, dan kebersamaan Team Work adalah modal kerjanya.

Tak ada persiapan khusus dari para Senior Leaders SBT sehubungan dengan kunjungan DIRUT tersebut, hanya polos dan apa adanya dalam penyambutannya. Cukup membuat spanduk Selamat Datang di KANDATEL SBT dan sekedar jamuan minum pelenyap dahaga sebagaimana anak ditengok oleh orang tuanya.

Dibalik kesederhanaan dan kesahajaan penyambutan tersebut, ternyata dalam presentasi GM SBT, Badriyanto cukup mencengangkan dan memukau, karena dengan HR/SDM yang rata-rata usia diatas 40 dengan dominasi lulusan SLTA, tapi dengan working spirit “Always the best” mampu menunjukkan kinerja yang bagus, benar-benar Well Performed.

Dalam Telkom Goal 3010, GM SBT juga mendapatkan acungan jempol oleh DIRUT, karena mampu menunjukkan langkah-langkah milestone yang optimis, bahwa SBT akan mampu melibas sejuta pelanggan di tahun 2006. Working Around AR memang sangat singkat, tetapi cukup puas melihat sendiri kondisi DATEL 1-T, SBT. Sebagai tali asih, GM SBT atas nama rekan-rekan karyawan menyerahkan karikatur ke DIRUT yang menggambarkan optimisme jajaran SBT untuk mewujudkan mimpi Telkom Goal “3010” yang dikomandani Arwin Rasyid.

• NURSIDIK