Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"

Minggu, 29 Agustus 2010

Soal Klas Kantor KANDATEL SBT Menagih Ke DIRUT


TAHUN 2006

Soal Klas Kantor KANDATEL SBT Menagih Ke DIRUT

Event tatap muka antara DIRUT dan jajaran TELKOM SBB & SBT yang dilaksanakan di DATEL SBB Jln. Mergoyoso 1-5, Surabaya, Rabu (15/3) tak disia-siakan oleh jajaran TELKOM SBT untuk menumpahkan uneg-unegnya ke orang nomor satu di TELKOM, yaitu ke DIRUT, Arwin Rasyid (AR).

Keberanian ‘arek-arek’ SBT bicara blak-blakan ini, selain memang ada peluang yang berdasar pada konsep ‘open-communication’ yang dicanangkan AR, juga karena usulan soal klas kantor selama selalu mentok tak tau dimana mentoknya, dimana ujung rimbanya. Jawabannya selalu klasik :”Bola sudah ada di kantor korporat!” Kalau sudah langsung ketemu DIRUT, maka nantinya akan langsung potong kompas, nagih ke DIRUT, tanpa melalui GM atau KADIVRE lagi.

Hanya 2 orang yang sempat meyampaikan uneg-uneg ke ke DIRUT tatap muka tersebut, keduanya diborong karyawan dari TELKOM SBT, yaitu Azis dan Jumli Holidi. Pertama, Azis melaporkan kondisi gedung SBT yang memperihatinkan, yang nota bene merupakan KANDATEL pertama berhasil meraup pendapatan 1 trilyun.

Kedua, Jumli Holidi dengan gaya kerasnya sempat berorasi tentang kenaikan kelas kantor SBT dan SBB didepan DIRUT dengan justifikasi sebagai berikut :

1. Dua KANDATEL SBT & SBB masing-masing sudah melampaui revenue 1 triliun.
2. Dua KANDATEL ini tidak kalah dengan DATEL-DATEL lain di Indonesia.
3. Dua KANDATEL ini punya pelanggan yang banyak, bahkan diatas KANDATEL lain yang sudah kelas satu.
4. Dua KANDATEL ini dari sisi pemerintahan berada di ibu kota propinsi terbesar setelah Jakarta.

Lalu dipertanyakan pula, tentang apa parameter menentukan kelas kantor ?. Jadi dalam event ini ada permintaan khusus ke DIRUT, yaitu “untuk menaikkan kelas kantor SBT dan SBB menjadi kelas-1”. Dirutpun berjanji akan mempertimbangkan usulan ini dan akan melakukan peninjauan keseluruhan akan parameter kelas kantor yang ada. Penyampaian uneg-uneg ini disaksikan oleh para Senior Leader.

Event tatap muka ini memang cukup spesial, sebab disediakan iming-iming berupa ‘door’prize’, yang banyak diraih oleh Karyawan SBT. Hadiah 1 Pak safar dapat Kulkas, Hadiah 2 Pak Widjianto dapat TV 20", Hadiah hiburan Pak Senja dapat pesawat Flexi, Hadiah Hiburan Pak Yustrianto dapat VCD. Acara diakhiri dengan foto bareng.

• NURSIDIK

SEKAR Bersyukur Alhamdulillah, Sebab Sehari Dapat Dua Tandatangan Dari DIRUT TELKOM Di Surabaya


TAHUN 2006

SEKAR Bersyukur Alhamdulillah, Sebab Sehari Dapat Dua Tandatangan Dari DIRUT TELKOM Di Surabaya

Usai membuka secara resmi RAKERNAS-II SEKAR TELKOM di Ruang Lebah Biru Kantor DIVRE-V Surabaya, Rabu (15/3), DIRUT TELKOM, Arwin Rasyid (AR) menyempatkan mampir ke Ruang Sekretariat DPW SEKAR TELKOM DIVRE-V yang baru terletak didekat ruang pembukaan RAKERNAS itu sendiri.

AR didampingi Deputy Kadivre-V, KETUM SEKAR, Ketua DPW-V dan beberapa Pengurus lainnya memasuki ruang Sekretariat dan langsung melihat foto pengurus SEKAR DPW-V yang dipampang pada dinding sebelah kiri. ”Oh,...itu foto para pengurus DPW-V ya ?”, tanya AR. Kemudian dijawab oleh KETUM, bahwa itu adalah foto pengurus lama, Pak. Mana Ketuanya, tanya AR lagi, itu Pak, namanya Budhi Prasetyo.

Sekretariat Panitia yang merupakan “dapur produksi” hasil-hasil Workshop Nasional SEKAR TELKOM yang sehari sebelumnya ditinjau Deputy Kadivre-V ini, telah diresmikan oleh AR dengan membubuhkan tandatangan diatas kertas piagam secara sederhana tanpa ceremonia, ini adalah satu bentuk sinergi antara Manajemen dan Sekar. Disaat yang bersamaan KOMUT TELKOM, Tanri Abeng sedang memberikan ceramah pengkayaan materi (enrichment) bagi peserta RAKERNAS.

Para peserta Rakernas se Indonesia ikut senang dan merasa bangga atas peresmian tersebut, sebab inilah satu-satunya sekretariat yang diresmikan oleh seorang DIRUT & KETUM. Selain senang dan bangga, maka tentu ada tantangan kedepan yang lebih berat berkaitan dengan isu-isu terkini, baik dari internal, maupun eksternal, termasuk masalah kompetisi dan regulasi.

Kegembiraan para Pengurus SEKAR tak cukup hanya disini saja, sebab perjuangan yang lebih substantif lagi berkaitan dengan aspirasi anggota telah berhasil ditandatangani oleh AR di KANDATEL SBB, yaitu penandatanganan KD baru tentang perlakuan Kelas Posisi dan atau Job Karakteristik pada Proses Pengawakan Dalam Masa Transisi Organisasi.

Inti substansi KD baru yang ditandatangani di kota Pahlawan Surabaya ini ialah tidak ada THP yang turun akibat transformasi ! Wah,..Ternyata Rakernas Sekar Telkom-II/2006 di Surabaya ini benar-benar membawah berkah bagi nasib seluruh karyawan/karyawati TELKOM se Indonesia.

• NURSIDIK

Grup Paduan Suara & Pensiunan, Mantan Pengurus SEKAR DPW-V Ikut Sukseskan RAKERNAS TELKOM 2006


TAHUN 2006

Grup Paduan Suara & Pensiunan, Mantan Pengurus SEKAR DPW-V Ikut Sukseskan RAKERNAS TELKOM 2006

Disela-sela Workshop Nasional SEKAR TELKOM 2006 yang dilaksanakan di lantai-I Kantor DIVRE-V Ruang LEBAH BIRU Jl. Ketintang 156, Surabay, maka terlihat Grup Paduan Suara DIVRE-V juga melakukan kesibukannya sendiri, yaitu melakukan latihan di lantai-III Ruang Committed 2 U.

Dinamika Workshop dengan segala perniknya memang terlihat hidup dan meriah pada hari pertama dan kedua, sehingga Kantor DIVRE-V yang kedatangan tamu Nasional kelihatan marak. Untuk Grup Paduan suara sendiri saat itu sedang latihan empat buah lagu yang bakal dipersembahkan pada saat Pembukaan RAKERNAS esok hari, Rabu (15/03) di Hilton Hotel Surabaya.

Adapun 4 buah lagu yang akan dipersembahkan grup pimpinan Mbak Lia ini adalah : 1. Surabaya Oh Surabaya. 2. Mars SEKAR TELKOM. 3. Jayalah TELKOM Indonesia, dan 4. Indonesia Raya. Rekan Sihombing salah satu peserta kelompok Paduan Suara yakin, bahwa grupnya akan tampil prima pada saatnya nanti. Kami sudah mengadakan latihan sekitar 7 kali, katanya.

Hal lain yang menarik perhatian para peserta workshop adalah hadirnya mantan Pengurus SEKAR DPW-V, yaitu rekan Sutrisno yang baru setahun lebih melakoni pensiun normal persis tanggal 1 Maret 2005 bersamaan dengan hari Ultahnya SEKAR. Ia aktif membantu Panitia dan terlibat sejak rapat-rapat yang dilakukan Panitia Lokal, hingga hari-H, yaitu pelaksanaan workshop itu sendiri.

Tak jarang rekan yang masih ceriah walau sudah pensiun ini ikut membantu dalam bidang akomodasi, hingga ke persiapan materi. Ketika ditanya, kenapa masih rajin berpartisipasi, maka iapun menjawab, bahwa ia bangga kepada SEKAR yang selama ini selalu dan selalu memperjuangkan kesejahteraan anggotanya dan itu telah terbukti hasilnya.

Selama masih aktif di kepengurusan SEKAR ia tak pernah ketinggalan memperjuangkan PKB, mulai PKB-I, hingga ke PKB-II, bahkan aktif pula ikut berjuang menolak kebijakan Kode Akses SLJJ. Semua perjuangan yang dilakukannya tak jarang harus mengorbankan segalanya, yang jelas adalah materi.

Apa harapan Bapak kepada RAKERNAS 2006 ini ?, tanya Reporter. Harapan saya, semoga Hasil-Hasil RAKERNAS SEKAR TELKOM 2006 ini mampu mengakomodir seluruh aspirasi karyawan untuk disampaikan kepada manajemen, serta tetap komit terhadap visi misi SEKAR. Harapan kedua adalah Surabaya sebagai Tuan Rumah menunjukkan kepercayaan DPP SEKAR TELKOM kepada Arek-Arek Jawa Timur sangat yang mana perlu kita apresiasi. Semoga saja menjadi tuan rumah yang baik dan sukses !

• NURSIDIK

Ruang Sekretariat Panitia Workshop Nasional Organisasi SEKAR TELKOM Ditengok SM, GM & Dep.Kadivre-V


TAHUN 2006

Ruang Sekretariat Panitia Workshop Nasional Organisasi SEKAR TELKOM Ditengok SM, GM & Dep.Kadivre-V

Pada hari pertama dan hari kedua Workshop Nasional Organisasi SEKAR TELKOM ruang Sekretariat Panitia Workshop Nasional Organisasi SEKAR TELKOM telah ditengok oleh beberapa pejabat setempat, yaitu SM, GM & Deputy Kadivre-V. SM Performansi, Yanmas, Multi Media, GM SBT.

Sekretariat Panitia yang merupakan “dapur produksi” hasil-hasil Workshop Nasional SEKAR TELKOM setiap saat memang selalu ramai oleh aktivitas Panitia mengurus dan melayani para peserta dari dalam dan luar kota. Tiba-tiba pada hari kedua dikejutkan oleh kehadiran Deputy Kadivre-V, Husni Thamrin dan GM TELKOM SBT, Badriyanto. Maaf, Pak kondisi sekretariat, ya seperti ini, berantakan. Maklum banyak tumpukan Rakernas’s Kit yang segera akan dibagikan, setelah itu akan rapi lagi, kata Pengurus DPW, Wibowo Sugiharto. Tapi bagus kok, memang cocok disini, jawab Husni.

Kedatangan Husni selain untuk melihat dari dekat kegiatan Panitia, juga menginformasikan tentang jadwal kunjungan BOD dan BOC pada saat pembukaan RAKERNAS SEKAR TELKOM 2006. Setelah membuka secara resmi RAKERNAS, maka DIRUT akan working around ke DATEL SBT dan SBB serta mengadakan tatap muka dengan seluruh karyawan.

Karena ruang sekretariat ini masih baru, maka akan diskenariokan agar DIRUT juga mau menengok sekaligus meresmikan tanpa acara ceremonial, hanya sekedar tanda tangan diatas sehelai kertas saja, Dan ini bersifat tentative. Adalah suatu kebanggaan tersendiri jika seorang Bapak mau menengok anaknya.

• NURSIDIK

Kemasan Khusus, Sisi Lain Arena Workshop Nasional SEKAR TELKOM 2006


TAHUN 2006

Kemasan Khusus, Sisi Lain Arena Workshop Nasional SEKAR TELKOM 2006

Kalau penyajian Redaksi di hari pertama menyangkut liputan seputar Workshop Nasional SEKAR TELKOM 2006 yang digelar di Surabaya hanya dari sisi ‘news’ saja, maka di hari kedua ini, Selasa (14/03) mencoba untuk menghadirkan ‘supplement’ bukan ‘news’, tetapi dalam bentuk berita ringan yang kerap kita sebut dengan ‘feature’.

Workshop dua hari ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan utama berupa RAKERNAS-II SEKAR TELKOM 2006. Event ini sangat menentukan kelangsungan hidup organisasi yang dulunya diseragamkan oleh Pemerintah bernama KORPRI, yang lebih bersifat ‘given’ atau ‘top-down’. Sedangkan SEKAR TELKOM ini lain, yaitu ‘bottom-up’ dan demokratis, menampung aspirasi bawah untuk diteruskan ke Manajemen.

Wah, ... kok ngelantur ke ‘news’ lagi...? Baiklah langsung saja ke kemasan khusus yaitu berita ringan. Terselenggaranya perhelatan besar ini ternyata tak lepas dari partisipasi manajemen dan mitra kerja. Dukungan moril dan materi sangat membantu Panitia dalam penyelenggaraan event yang sekaligus merupakan ajang silaturahmi Nasional.

Dukungan yang melakukan penampakan di arena WS ini adalah unit kesehatan dari poliklinik DIVRE-V yang hari pertama dipimpin oleh Dr. Sukma, sedangkan di hari kedua oleh Dr. Arifin. Pasien semua dari peserta WS, rata-rata keluhan adalah capek, pusing, darah rendah serta ada juga yang terkena alergi makanan.

Penampakan lain di arena ini ialah dibukanya Counter Biro Perjalanan Wisata PT. FULLMOON EXPRESS, Tour & Travel Services yang beralamat di Jln. Raya Jemur Andayani 38, Surabaya, memberi jasa ‘ticketing’ kepada seluruh peserta luar daerah. Mbak Didi, Marketer Biro tersebut menuturkan, bahwa pada hari pertama ada 3 order tiket, untuk pagi ini belum mungkin sore baru ada.

Di sudut depan pintu lift juga dibuka counter/outlet dari M3 (Multi Media Metropolitan) yang menggelar buku-buku pendidikan dan rokhani. M3 menyelenggarakan Modern Language and Education System. Kemudian ada juga outlet TELKOM Flexi dan STO Sepanjang, KANCATEL Sidoarjo. Beberapa mahasiswi ilmu komunikasi dari Solo-Jateng juga turut mendukung baik dari sisi resepsionis, maupun terjun meliput.

Supplement berikutnya akan menampilkan Rekan Sutrisno, sosok mantan Pengurus SEKAR DPW-V yang sudah PENDI tetapi masih aktif dan antusias mendukung suksesnya RAKERNAS SEKAR TELKOM 2006. Kemudian akan kami tampilkan juga kesibukan Grup Paduan Suara berlatih mempersiapkan penampilan di acara ini.

• NURSIDIK

Hari Kedua Workshop SEKAR TELKOM 2006 !


TAHUN 2006

Hari Kedua Workshop SEKAR TELKOM 2006 !

Pertarungan argumentasi untuk kemajuan perusahaan dan kesejahteraan karyawan tetap mendominasi dan mewarnai workshop di masing-masing Working Group (WG) hari kedua, Selasa (14/03), yaitu Working Group (lanjutan) : WG-A : Kebijakan Organisasi & Adm Kesekretariatan; WG-B : Kebijakan Keuangan & Adm. Keuangan; WG-C : Konsep PKB III & Kebijakan Advokasi & Hukum Acara.

Event ini mempertaruhkan kemajuan perusahaan kedepan, sebab kita dihadapkan kepada situasi kompetisi penuh yang harus didukung oleh karyawannya, yaitu SEKAR dengan tetap memperhatikan kesejahteraan dalam arti yang luas. Dalam hal kesejahteraan, karyawan dituntut untuk lebih proporsional dalam memandang arti kesejahteraan sebagai sesuatu yang bernilai sejajar dengan kemajuan perusahaan. Sudut pandang ini penting, agar keberlangsungan kejayaan TELKOM yang dampak langsungya dapat dinikmati karyawan dalam bentuk kesejahteraan dapat dijaga.

Perahu Telkom sekarang ini harus berlayar di tengah badai kompetisi yang dahsyat, dalam terpaan angin regulasi yang kencang, dan dibawah tekanan ulah kolaborasi kapitalis asing-domestik yang dalam prakteknya hanya mengenal tiga hal, yaitu : untung, untung dan untung !

SEKAR berharap agar manajemen tidak eforia terhadap CBHRM, sehingga semua hal dihubungkan dengan kompetensi. Perlu dilakukan kajian terhadap performansi manajemen, terutama untuk nilai kompetensi yang dihubungkan dengan TUDAS, sehingga diperoleh pengukuran yang benar. Pokok pikiran yang lain adalah agar manajemen mengembalikan penghargaan terhadap expertise karyawan yang hilang akibat konsep CBHRM yang tidak sempurna.

Soal transformasi, SEKAR masih konsisten dan tidak resistance, yang penting dapat dipastikan tidak ada penurunan Take Home Pay pada proses transformasi. Manajemen harus menjadikan indikator keberhasilan transformasi seperti yang diungkapkan DIRUT sebagai indikator kerja pejabat terkait transformasi dan dijadikan dasar peninjauan ulang pemangku posisi pejabat tersebut.

SEKAR juga bakal mengusulkan kepada manajemen tentang pengelolaan sistem manajemen mutu, yaitu menyederhanakan implementasi manajemen mutu di Telkom, karena saat ini banyak sistem digunakan pada saat yang sama, sehingga menjadi beban operasional.

Kondisi pasang surut mewarnai perjalanan panjang kemitraan konstruktif antara SEKAR dan Manajemen Telkom. Perbedaan posisi SEKAR dan Manajemen tak jarang melahirkan perbedaan cara pandang terhadap suatu masalah, hendaknya perbedaan tersebut saling melengkapi.

Manajemen diharapkan mendukung tekad SEKAR untuk menjadi benteng perusahaan dan secara nasional mendorong Telkom agar menjadi National Flag Carrier yang kokoh dibidang telekomunikasi. Untuk itu, maka jiwa korsa dan kemitraan yang konstruktif sangat diperlukan. Tiada kesuksesan tanpa jiwa korsa dan kebersamaan sebagai tim yang solid. Bila masing-masing menjunjung semangat kemitraan, maka Telkom akan semakin kuat.

Gaya egaliter yang sering menjadi ciri khas SEKAR mungkin sering dipandang tidak pas bila dilihat dengan gaya formal hierarchis yang mungkin menjadi tuntutan di lingkungan Manajemen. Namun menurut SEKAR, substansi lebih penting ketimbang gaya ! Tinggal bagaimana mengarahkan agar gaya-gaya tersebut menghasilkan resultante positif bagi kemajuan perusahan yang berujung ke kesejahteraan.

Event yang bertema “Membangun Kembali Soliditas Dan Solidaritas SEKAR TELKOM Sebagai Benteng Perusahaan” ini akan menghasilkan beberapa rekomendasi strategis kepada manajemen demi kemajuan perusahaan dan karyawan. Hasil Pleno Workshop diharapkan mampu menjawab semua permasalahan saat ini.

Tuan Rumah sempat dibikin kelabakan, sebab dari peserta WS yang harusnya 50, ternyata membludak menjadi 87. Kemudian RAKERNAS yang terdaftar hanya 160, kini menjadi 210, ruarrr...biasaaa,...antusias..!! Tak jarang peserta dari luar Jawa yang hanya diberi uang transport saja, ada yang keluar kocek sendiri, demi Soliditas dan Solidaritas SEKAR TELKOM Sebagai Benteng Perusahaan dan demi kejayaan Telkom ! Namun demikian Panitia tetap memberikan pelayanan yang terbaik dan merupakan kebanggaan tersendiri, sebab mereka ingin sekali hadir di kota Pahlawan ini !

• NURSIDIK

Stadium Generale Masalah VOIP Pada RAKERNAS-II SEKAR TELKOM


TAHUN 2006

Stadium Generale Masalah VOIP Pada RAKERNAS-II SEKAR TELKOM

“Persoalan dugaan korupsi dan pencurian pulsa lewat Voice Over Internet Protocol (VoIP) oleh PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Yang sedang ditangani oleh Polda Jawa Barat (Jabar) terjadi akibat kemajuan teknologi lebih cepat dibandingkan kemampuan pemerintah menyediakan regulasi“, ujar Moch. Husni Thamrin saat memaparkan presentasinya.

Dengan mengangkat judul “Perjalanan Telkom Menghadapi Tantangan Regulasi Bisnis Telekomunikasi di Indonesia“, lelaki yang merupakan mantan Vice President Tarif dan Interkoneksi (TELKOM) periode 1999 – 2000, menyampaikan ceramahnya dengan gaya ngocol dan santai. Gaya penyampaian ini membuat peserta Rakernas II SEKAR “pingin nambah“ untuk sesi presentasi.

Dalam presentasinya, beliau menyampaikan bahwa para ahli berpendapat pada tahun 2010, 50% jumlah telepon di dunia akan berbasis Telephony Over Internet dengan kualitas setara GSM. VoIP digunakan dari PC ke PC kemudian berubah menjadi dari PC ke telepon dan yang terakhir berkembang dari telepon ke telepon. Bila perkembangan VoIP telah mencapai dari telepon ke telepon, maka dapat disebut Era Mass Market (siap dipasarkan).

Bisnis VoIP merupakan salah satu bisnis yang akan berkembang dan maju beberapa tahun ke depan. Ada beberapa kompetitor dari bisnis VoIP yaitu Internet Service Provider (ISP), Call Back Provider, New Telcos, dan Internet Telephony Service Provider (ITSP).

Perbandingan tarif dengan pihak Indosat menjadi salah satu pokok bahasan yang menarik pada ceramah yang dilaksanakan di Argopuro Meeting Room, Kamis, 16 Maret 2006. Tarif VoIP yang murah menimbulkan berbagai pertanyaan di kepala kita berkenaan dengan hal tersebut. Murahnya tarif tersebut akibat adanya kompresi. Sedangkan untuk kualitas memang belum sebaik telepon biasa (namun cukup untuk berkomunikasi suara). Regulasi VoIP di dunia Internasional tidak ada yang khusus. Di Indonesia telah diatur dalam KM 35.

Acara ditutup dengan doa bagi teman–teman kita yang berjuang dalam kasus VoIP yang sedang ditangani Polda Jabar. Doa tersebut sempat membuat beberapa rekan – rekan Sekarist, mengalir air matanya. Namun, satu yang dapat di petik yaitu belum tentu mereka yang menyandang status tersangka adalah orang yang benar–benar bersalah dalam kasus tersebut.

---KIREI---

STADIUM GENERALE WAKIL KETUA KOMISI I DPR RI PADA RAKERNAS


TAHUN 2006

STADIUM GENERALE WAKIL KETUA KOMISI I DPR RI PADA RAKERNAS

Suasana berbeda terlihat di ruang Bromo (Hotel Hilton), ruangan yang akan digunakan sebagai ruang “keramat“ bagi pembahasan berbagai hal berkenaan dengan Rakernas II SEKAR. Di depan terlihat dua wanita cantik yang sedang asyik menghibur peserta Rakernas SEKAR yang sudah sedari pagi berkutat dengan berbagai hal serius yang memerlukan konsentrasi tinggi.

Tak berapa lama, terdengar teriakan–teriakan menggema dalam ruangan dengan ukuran cukup besar itu. “ SEKAR, TELKOM !!!“, itulah yang diteriakkan Yel Sekar oleh peserta Rakernas II SEKAR dengan penuh semangat tanpa mempedulikan waktu yang bergulir mendekati pukul 8 malam.

Acara dilanjutkan dengan ceramah umum, yang dibawakan oleh Wakil Ketua Komisi-I DPR RI, H. Tosari Widjaja. Judul yang diambil dalam ceramah tersebut adalah “Mendudukkan Kembali Telekomunikasi Sebagai Industri Strategis Dan Alat Ketahanan Bangsa“. Pria kelahiran Probolinggo, 66 tahun silam ini merasa sangat bangga dengan SEKAR Telkom yang berjuang mempertahankan aset negara khususnya di bidang telekomunikasi. Dalam ceramah yang disampaikan secara singkat, beliau menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki prinsip–prinsip dasar bidang komunikasi. Prinsip–prinsip tersebut dapat dilihat dalam kilas balik sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mengirimkan pesan kemerdekaan ke seluruh negeri.

“Telekomunikasi menjadi alat yang sangat penting dalam dunia globalisasi saat ini. Empat alat tersebut antara lain alat pendidikan, yaitu telekomunikasi dapat dijadikan alat untuk mencerdaskan bangsa yang mensupport pendidikan baik dalam ruang kelas maupun tidak. Alat kedua yaitu alat pembangunan peradaban suatu bangsa, dimana telekomunikasi ini berperan membentuk peradaban suatu bangsa melalui dokumentasi dan sistem penyiaran yang memang selalu terkait dengan telekomunikasi. Alat ketiga sebagai pembangunan ekonomi, dimana telekomunikasi dapat menjadi industri strategis yang menggerakkan roda perekonomian rakyat. Alat terakhir adalah sebagai alat pertahanan negara, yaitu penguasaan frekuensi sebagai ranah publik yang terbatas, pengamatan satelit dan pengamanan pulau – pulau terluar yang tergolong pulau terpencil. “ ujar beliau membuka ceramah.

Dalam dunia globalisasi ada 3 hal yang perlu dicamkan sebagai anggota SEKAR yaitu :
1. Memelihara dan menjaga industri telekomunikasi sebagai aset bangsa.
2. Menjadi juru bicara sebagai peradaban bangsa lewat media industri telekomunikasi.
3. Pengawal dalam pertahanan negara.
Dalam acara yang berlangsung dengan durasi 105 menit tersebut, banyak peserta Rakernas yang melontarkan pertanyaan – pertanyaan seputar isu – isu strategis. Pertanyaan pertama datang dari Armansyah ( DPP Bandung ), yang menanyakan bahwa akhir – akhir ini di media cetak banyak sekali tercantum pernyataan – pernyataan yang menunjuk TELKOM sebagai operator telekomunikasi yang berkembang dengan lambat, hal ini diakibatkan oleh usia TELKOM yang terbilang tidak muda lagi, namun operator yang baru menggeluti dunia telekomunikasi mampu berkembang lebih cepat dari TELKOM. Tanggapan yang cukup antusias disampaikan oleh Bapak Tosari Widjaja, beliau menyampaikan bahwa pernyataan – pernyataan seperti itu haruslah dijadikan cambuk bagi kemajuan TELKOM bukan malah menciutkan nyali perjuangan SEKAR. Pernyataan tersebut dapat ditinjau dari berbagai aspek internal dan eksternal yang menunjukkan langkah – langkah strategis untuk kemajuan TELKOM. Salah satu langkah strategis ( guna menepis pernyataan tersebut ) adalah menampilkan tenaga – tenaga profesional sebagai tulang punggung industri yang mampu bertahan dalam kepungan industri swasta.
Pertanyaan kedua dari Nuryadin ( Makassar ), yang lebih menonjolkan rasa nasionalisme sebagai seorang “ pejuang “ SEKAR. Dalam pertanyaan tersebut, ia menyampaikan bahwa regulasi yang selama ini ada dan dibuat oleh pemerintah selalu menonjolkan kapitalisme / globalisasi daripada aspek nasionalisme. Pertanyaan tersebut dijawab dengan suara lantang penuh rasa nasionalis. Menurut beliau, akhir – akhir ini rasa nasionalisme sudah memudar khususnya di kalangan pemerintah. Untuk alasan itulah mengapa terkadang peraturan yang dibuat terlepas dari rasa nasionalis. Banyak proyek yang telah dilakukan oleh TELKOM, misalnya proyek Miangas yang telah sukses dilaksanakan, dengan biaya yang tidak sedikit namun bila diukur dengan kesetiaan dan pengabdian ( nasionalisme ) maka harga yang tak ternilai pun terlontar untuk itu.
Pertanyaan terakhir untuk sesi pertama ditutup oleh pertanyaan mengenai isu yang beredar di Divre VII, yaitu Kerjasama KSO yang dinilai gagal. Jawaban diplomatis pun terlontar dari bibir pria yang sudah lama berkecimpung di dunia politik Indonesia. Ia mengatakan hal yang satu ini harus dilihat dari kondisi masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. Tidak dapat dengan gegabah di putuskan, sebab menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Sesi kedua, dibuka dengan pertanyaan dari Wibowo ( DPW V ), yang mengangkat isu pengelolaan billing sistem interkoneksi operator oleh pihak swasta yang disinyalir berbau KKN dan merugikan TELKOM. Namun, pertanyaan tersebut lagi – lagi di jawab dengan jawaban diplomatis, yaitu merugikan dilihat dari pihak mana, apakah hanya dari pihak TELKOM atau kerugian dilihat secara global.
Kebijakan kenaikan tarif pun ikut meramaikan ajang diskusi yang berjalan cukup lancar. Jawabannya ternyata kebijakan kenaikan tarif tersebut hanyalah sebagai rebalancing tarif terdahulu, misal tarif SLJJ yang dinaikkan, maka tarif lokal akan diturunkan atau sebaliknya.
Ceramah ditutup dengan tepuk tangan dan sambutan hangat pada Wakil Komisi I DPR RI dalam perjalanannya pulang. ***(KIREI+NURSIDIK) ***

Workshop Nasional Memperkuat Organisasi SEKAR TELKOM, Agar Perusahaan Maju, Karyawan Sejahtera


TAHUN 2006

Workshop Nasional Memperkuat Organisasi SEKAR TELKOM, Agar Perusahaan Maju, Karyawan Sejahtera

Masih WS hari pertama, Senin (13/03) di Balairung LEBAH BIRU DIVRE-V Surabaya tentang pokok bahasan bidang organisasi SEKAR, bahwa SEKAR TELKOM akan menyempurnakan rules bagaimana mengelola organisasi yang dapat lebih transparan dan diketahui oleh seluruh anggota. Kemudian terdapat suatu keseragaman dalam mengelola organisasi.

Hal lain yang akan dirumuskan dalam WS yang dibawa ke RAKERNAS adalah rancangan peraturan operasional organisasi dalam rangka meletakkan suatu dasar bagaimana menjalankan organisasi kedepan yang lebih maju dan modern. Perlunya review organisasi secara menyeluruh untuk mengantisipasi perkembangan situasi dan kondisi perusahaan, bangsa dan negara. Perlunya sebuah silaturahmi nasional yang belum pernah terselenggara sampai saat ini

Terkait dengan kesejahteraan karyawan, maka akan dirumuskan juga kesepakatan hal-hal pokok untuk dirundingkan dalam PKB-III. Paling tidak telah dirumuskan butir-butir inti untuk PKB-III yang akan dibawa tim saat berunding dengan manajemen terkait dengan kesejahteraan karyawan.

Terkait dengan eksistensi dan kemajuan perusahaan, hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah perjuangan SKTT, kita usulkan bersama-sama menentang implementasi SKTT. Goalnya adalah terdapat deklarasi penolakan SKTT (Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi). Issue-issue aktual strategis juga tak akan lepas dari sorotan workshop ini hingga mengerucut, dengan harapan lebih memajukan perusahaan ditengah ganasnya kompetisi.

Banyak pokok-pokok pikiran yang dilempar pada sesi pemaparan materi ini membuat peserta tertegun, sebab selain ada hal-hal eksisting, ada juga hal-hal baru yang lebih fresh. Ini menunjukkan, bahwa organisasi SEKAR TELKOM tidak berjalan ditempat alias statis.

Hal baru yang dipaparkan adalah soal YST (Yayasan Sekar Telkom), Pokok Pikiran PKB-III, soal Tata Cara Penyampaian Pengaduan dan Penanganan Kasus Melalui Bidang Konsultasi dan Advokasi SEKAR TELKOM. Sedangkan yang dipakai sebagai acuan pendirian YST adalah Pasal 3 Anggaran Dasar Serikat Karyawan Telkom. Tujuan, visi, misi, dan program YST juga dipaparkan.

• NURSIDIK

Sabtu, 28 Agustus 2010

Pembukaan Workshop Mengawali RAKERNAS-II/2006 SEKAR TELKOM Di Surabaya


TAHUN 2006

Pembukaan Workshop Mengawali RAKERNAS-II/2006 SEKAR TELKOM Di Surabaya

Workshop Nasional SEKAR TELKOM telah dibuka secara resmi oleh KETUM SEKAR TELKOM, Syinar Budhi Artha pada hari Senin (13/03) di Balairung / Aula Ruang Lebah Biru Kantor DIVRE-V Jatim Jln. Ketintang 156, Surabaya. Workshop yang akan berlangsung selama dua hari ini mengawali Rakernas-II Sekar Telkom yang bakal digelar selama tiga hari, yaitu 15-17 Maret 2006 di Hilton Hotel Surabaya.

Hadir dalam Workshop Nasional ini adalah perwakilan DPD dan DPW SEKAR TELKOM seluruh Indonesia, serta pada RAKERNAS nanti akan hadir undangan dari seluruh Serikat Pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja BUMN Strategis, seperti PLN, PJB II (Pembangkitan jawa dan Bali) II, TELKOMSEL dan PERTAMINA.

Dalam sambutan pembukaan, dikatakan oleh KETUM, bahwa dalam perjalanannya, organisasi SEKAR TELKOM tentu banyak kekurangannya, marilah kekurangan-kekurangan tersebut kita sempurnakan dalam Workshop Nasional ini.

Terinspirasi dari Yayasan BI, maka DPP SEKAR Telkom bercita-cita untuk menambah satu kali gaji tiap tahun, dimana dananya akan diambil dari Yayasan SEKAR TELKOM, tutur Syinar yang disambut tepuk tangan oleh para peserta. Kita akan selalu berupaya lebih baik, kita akan selalu berupaya menyempurnakan pelayanan kita kepada anggota yang tersebar di seluruh Indonesia, tambahnya.

Menyinggung situasi Telkom saat ini, tentu kita turut prihatin, untuk itu marilah kita membangun dan menyemangati Serikat Karyawan Telkom untuk mampu mewujudkan dirinya sebagai benteng perusahaan, sebab kompetisi sudah tak dapat dihindari. Mari kita berdiskusi dengan hati nurani kita, dan harus pintar-pintar mengatur strategi menghadapi tantangan ini. Di hati nurani terbersit rasa tanggung jawab moral terhadap lingkungan dan perusahaan yang kita cintai.

Syinar juga menyinggung tentang Yayasan Kesehatan SEKAR TELKOM yang awalnya terketuk hatinya saat terjadi bencana Tsunami di Aceh. Semoga Yayasan ini menjadi kiprah baik SEKAR terhadap lingkungannya.

Disisi lain Ketua Panitia Nasional, Januar Januar Setyo Widodo dalam laporannya, selain mengucapkan terimakasih kepada seluruh Pengurus DPW dan DPD seluruh Indonesia, juga kepada Panitia Lokal sebagai Tuan Rumah. Kemudian dikemukakan juga tentang Agenda Workshop dua hari yang akan membahas dan mengupas tuntas hingga mengerucut tentang Kebijakan Organisasi dan Administrasi Kesekretariatan, Kebijakan Keuangan dan Administrasi Keuangan, Konsep PKB-III, Kebijakan Advokasi dan Hukum Acara.

SEKAR TELKOM se Indonesia yang berjumlah 21.991 karyawan dari 28.145 karyawan adalah organisasi besar dan siap untuk menyongsong Telkom ke depan dan siap untuk mengamankan perusahaan. Dalam perjalanannya, SEKAR memang dapat banyak kritikan dan bahkan cacian, tanpa melihat kontribusi positif terhadap perusahaan dan kesejahteraan karyawan. Kita terima saja kritikan sebagai masukan untk membangun organisasi lebih baik lagi, dan lebih modern.

Suasana pembukaan pelaksanaan Workshop Nasional SEKAR TELKOM berjalan lancar dan tertib, dengan jumlah peserta yang melebihi quota. Ini menunjukkan, bahwa antusias rekan-rekan sungguh luar biasa, kata Januar. Ruang Balairung nampak hidup dan meriah, sesekali diselipi acara Ice Breaking berupa Yel SEKAR. Ditambahkan oleh Januar, bahwa Tema Rakernas-II Sekar Telkom adalah : “Membangun kembali soliditas dan solidaritas Sekar Telkom sebagai benteng perusahaan“.

Sementara itu Spanduk bertuliskan : "Selamat HUT Sekar ke 6 & Sukseskan RAKERNAS II SEKAR TELKOM di Surabaya, 15-17 Maret 2006" yang terpampang di beberapa sudut kota seperti di Stasiun Kereta dan Bandara Juanda, serta di depan Kantor DIVRE-V turut memeriahkan suasana. Ada juga spanduk bertuliskan : "Selamat Datang Peserta RAKERNAS II SEKAR TELKOM di Surabaya", kemudian ada juga T-Banner di depan kantor DIVRE-V, Giant Banner serta Bendera SEKAR di pintu gerbang Hilton Hotel.

Sehari sebelumnya, yaitu pada hari Minggu (12/03) beberapa Panitia Nasional (PanNas) sudah tiba di Surabaya dan langsung mengadakan briefing dengan Panitia Lokal (PanLok) di Balairung/Aula Ruang Lebah Biru DIVRE-V. Briefing sendiri lebih menyangkut tentang evaluasi menit-menit terakhir persiapan dan kesiapan workshop dan Rakernas, baik yang menyangkut teknis dan non teknis.

• NURSIDIK

YST Gugurkan Image, Bahwa SEKAR Tak Hanya “Menuntut” Saja


TAHUN 2006

YST Gugurkan Image, Bahwa SEKAR Tak Hanya “Menuntut” Saja

Pemaparan materi Workshop yang tergolong masih ‘gress’ yang dihelat di hari pertama, Senin (13/3) adalah tentang Yayasan SEKAR TELKOM (YST) yang kegiatannnya adalah ditujukan untuk k epedulian sosial. Buku dengan hard-cover edisi lux yang berisi tentang Profile YST dibagikan kepada seluruh peserta WS, sehingga para peserta yang terdiri dari para Pengurus di DPD maupun DPW se Indonesia memahami benar kiprah SEKAR TELKOM dibidang yang satu ini.

Maklum YST ini masih tergolong ‘barang baru’, jadi perlu disosialisasikan, sehingga para Pengurus DPD & DPW se Indonesia bisa mendesiminasikannya kepada seluruh anggota di daerahnya masing-masing, agar kegiatan sosial SEKAR TELKOM ini lebih familiar di kalangan anggotanya. Dengan demikian, maka golongan tertentu yang selama ini tidak simpati dengan SEKAR, diharapkan berubah, sehingga opini, bahwa SEKAR hanya menuntut saja otomatis gugur.

Pertamakali YST di introduce kepada para anggota ialah melalui WHITE PAPER SEKAR TELKOM yang berisi berbagai kegiatan yang dilakukannya. WHITE PAPER SEKAR TELKOM, adalah sebuah deskripsi singkat capaian SEKAR TELKOM selama tahun 2000-2005.

Pada saat terjadi musibah Tsunami, Sekar Telkom tampil pertama dan terdepan mengurus karyawan dengan keluarganya dengan memutuskan mengungsikan seluruh karyawan dan keluarganya yang selamat dari Aceh ke Medan dengan menyewa pesawat komersial. Koordinasi dengan Manajemen DIVRE-I, kemudian diputuskan karyawan dan keluarganya diinapkan selama 2 bulan di Uplatda Medan. Untuk meringankan beban saudara-saudara kita, hasil pengumpulan dana dari Rekening Sekar Peduli dan pemotongan gaji selama 3 bulan digunakan untuk membantu biaya pendidikan dan ganti rugi material harta benda karyawan yang tertimpa musibah.

The Sekar Foundation atau Yayasan Sekar dibentuk khusus untuk mengelola pendidikan anak-anak keluarga Telkom dan masyarakat lainnya akibat korban Tsunami. Selain juga secara umum sebagai perangkat Sekar Telkom dalam partisipasinya membantu menyelesaikan masalah sosial seperti yang tertuang dalam Buku PROFILE YST, yaitu bertubi-tubi terjadi musibah bencana alam belakangan ini diberbagai wilayah Indonesia

Programnya adalah bantuan perbaikan tempat ibadah, bantuan pendidikan dan bea siswa, serta bantuan pemberdayaan ekonomi masyarakat berupa bantuan untuk nelayan dan recovery usaha kecil. YST tak berdiri sendiri, tetapi menjalin kerjasama dengan beberapa mitra, antara lain dengan PT. DCM, PT. SUMATRA-TEL, LBH SEKAR, INDOCONSUL CV.22 dan PT. WAHANA.

• NURSIDIK.

Ada 3 Bidang Workshop Nasional SEKAR TELKOM, Semua Urgent !


TAHUN 2006

Ada 3 Bidang Workshop Nasional SEKAR TELKOM, Semua Urgent !

Paparan Materi Workshop Bidang Organisasi :"Alignment peraturan organisasi untuk menjawab tantangan perubahan"; Presentasi Bidang Administrasi & Kesekretariatan : "Prosedur dan Tata Administrasi Organisasi"; Presentasi Bidang Keuangan : "Mekanisme Pengaturan Keuangan dan Sumber-sumber"; Presentasi Bidang Advokasi : "Konsep PKB III & Mekanisme pendampingan dan perlindungan anggota", mewarnai Workshop Nasional SEKAR TELKOM hari pertama, Senin(13/03) di Balairung LEBAH BIRU Kantor DIVRE-V, Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Direncanakan malam harinya, yaitu jam 19.00 WIB, para peserta Workshop dibagi menjadi 3 bidang Working Group (WG), masing-masing WG-A : “Kebijakan Organisasi & Administrasi Kesekretariatan”; WG-B : “Kebijakan Keuangan & Administrasi Keuangan”. ; WG- C : “Konsep PKB III & Kebijakan Advokasi & Hukum Acara”. Diharapkan paparan materi ini dapat menjadi inspirasi dan pengkayaan bagi peserta ketika memasuki sesi WG malam harinya.

Beberapa interupsi ikut pula mewarnai rangkaian pemaparan materi, yang tentu interupsi tersebut merupakan masukan positif, sebab ketiga materi workshop ini memang semua prioritas dan urgent !!! Untuk membunuh kejenuhan dan menghidupkan suasana, maka teriakan Yel SEKAR TELKOM sesekali digemakan disela-sela presentasi materi.

Peran SEKAR TELKOM dipaparkan sebagai Labour Solidarity Maker (Pemersatu karyawan); Constructive Partner (Mitra Konstruktif); Employees Well Being (Kesejahteraan Anggota); Company Shield (Perisai Perusahaan). Ditengah paparan tiba-tiba ada seloroh dari audience, bahwa SEKAR bukanlah Manajemen K-3 yang selama ini kita kenal sebagai Kesehatan dan Keselamatan Kerja sebab sudah ada yang mengurusi, tapi K-3 disini adalah Kesejahteraan, Kesejahteraan dan Kesejahteraan ! Lagi-lagi Applause menggugah suasana !

Masalah kesejahteraan ini selaras dengan Visi Misi Organisasi SEKAR TELKOM, yaitu Tercapainya peningkatan kesejahteraan lahir dan bathin anggota; Terwujudnya pengayoman dan perlindungan bagi anggota; Penyaluran dan perjuangan aspirasi anggota; Terlaksananya pemberdayaan dan pendayagunaan potensi anggota secara optimal; Terbinanya persatuan dan kesatuan anggota; Tercapainya peningkatan profesionalisme anggota dalam pelaksanaan tugas untuk organisasi dan perusahaan; Terwujudnya keselarasan, keseimbangan dan keserasian antara kepentingan anggota dan perusahaan.

Saat break ISHOMA, ruang Sekretariat Panitia yang dipenuhi oleh beberapa Pengurus DPD, DPW dan DPP sempat dikunjungi oleh salah satu sponsoship, yaitu dari TTC atau UPLATDA Surabaya. Dukungan TTC berupa akomodasi penginapan selama dua hari bagi peserta workshop sangat membantu kelancaran mobilitas peserta antara Asrama DIKLAT dan Balairung LEBAH BIRU, sebab jaraknya memang dekat, cukup jalan kaki 2 menit sudah sampai. TELKOMSEL juga bersinergi turut menjadi salah satu sponsorship perhelatan besar ini.

• NURSIDIK

TELKOM SBT : On The Spot, Suasana Door To Door Of Employees !


TAHUN 2006

TELKOM SBT : On The Spot, Suasana Door To Door Of Employees !

Merebut dan memanjakan, serta menyayangi hati pelanggan merupakan tren ajang kompetisi bisnis jasa saat ini. Pertaruhannya adalah “Customer Database And Image”. Kalau dulu pelanggan datang ke TELKOM, tapi kini sebaliknya, seperti yang dilakukan oleh para Marketer TELKOM SBT, Sabtu (11/03/06). Pergerakan para marketer sangat cepat, dalam setengah hari saja sudah mampu menjelajah kawasan Surabaya Metro dengan system pengedropan dan penyebaran, yaitu didrop di suatu lokasi, lalu mereka menyebar !

Bagi Marketer yang membawa motor sendiri, maka mereka langsung menuju “target location”, sedangkan yang tidak bawa motor, maka mereka naik roda-4, kemudian di drop ke lokasi oleh masing-masing Bapak Angkat. Reporter yang merangkap Marketer untuk wilayah STO Waru-I menyaksikan langsung pergerakan para Marketer terlatih dan ulet ini. Walau untuk jalur POTS kita sudah memimpin pasar, namun pemasaran terus digencarkan.

Walau arah kompetisi masih ‘diseliputi kabut’, alias tidak ada batasan jelas, namun rupanya sudah mengarah masuk di area head to head dan brutal. Iklim kompetisi inilah yang membuat jajaran Marketer TELKOM SBT lebih termotivasi untuk memenangkan persaingan. Tak peduli panas teriknya matahari dilakoninya, termasuk meninggalkan keluarga tak dipedulikannya, sebab hari libur adalah hari untuk keluarga. Kios, warung, RUKO, Kompleks perumahan dijelajahinya. Asal kompetisinya fair, siapa takut ! Nalar kompetisi para karyawan Telkom sudah bagus.
Iklim kompetisi yang baik juga akan merangsang investasi, termasuk merangsang karyawan, karena kalau iklimnya bagus, investasi juga akan bagus, karyawan Telkom semakin semangat. Kalau iklimnya jelek, misalnya, soal tarif yang terasa sangat rendah bagi operator, maka investasi juga tidak ada. Apalagi kalau terjadi perang tarif yang tak ada batasan dari regulator, seperti yang pernah terjadi di jasa penerbangan, maka inilah yang tidak fair, saling membunuh !. Harus ada terminasi dini !
Dengan melakukan penjualan door to door ini, maka peran karyawan untuk mempertahankan eksistensi perusahaan semakin kuat dan dominant, sehingga tentu saja para share holder akan merasa senang dibuatnya. Mereka tak akan ragu berinvestasi di PT. TELKOM yang sudah berstatus go public ini ! ***NURSIDIK***

GM SBT, Sales Door To Door Adalah Implementasi 4 Strategi Inisiatif.


TAHUN 2006

GM SBT, Sales Door To Door Adalah Implementasi 4 Strategi Inisiatif.

Pertarungan pasar di jalur bisnis “pulsa” atau “halo-halo” semakin sengit. Yang cepat akan makan yang lambat, bahkan disemua sector bisnis telah terjadi semacam revolusi marketing, gila ! Membaca kondisi pasar seperti ini, maka GM TELKOM SBT, Badriyanto didampingi beberapa SM, GM DIVRE-V serta para Senior Leader SBT melepas para Marketer melakukan serangan pasar pada hari Sabtu (11/03/06) di lapangan parkir OPMC, Jln Ketintang 156, Surabaya. Tujuannya adalah untuk akselerasi sales POTS, dengan kata sandi “SERANGAN SEBELAS MARET”.

Para Marketer yang semuanya terdiri dari para karyawan dan karyawati SBT ini diprogram untuk menaklukkan pasar. Sebelum dilepas, mereka dibekali “Sales Kit” yang disampaikan oleh SM YANMAS DIVRE-V, Iskriono. Melakukan operasi pasar pada hari libur memang cukup efektif, sebab kebanyakan pegawai pada libur. Para Marketer berharap agar data potensi jaringan benar-benar valid atau akurat, agar efektif dalam mengunjungi calon yang disasar.

Badriyanto sebelum melepas para Marketer menjelaskan, bahwa program ‘door2door’ ini merupakan salah satu kontribusi nyata dalam upaya merealisasikan kebijakan manajemen, yaitu 4 strategi inisiatif, antara lain : Revenue Growth Enhancement, Technology & CAPEX Management, Value Creation, serta Paradigm-shift. Penjualan ALPRO yang akan kita lakukan pada hari libur ini terkait erat dengan “Revenue Enhancement”. Selain itu, dalam program ’Employees get customer’ ini ternyata juga selaras dengan budaya korporasi, Involve Everyone ! Lima Langkah Menuju Pemenangan Persaingan Langkah 1 : Rentangkan Tujuan Keluar Batas yang Normal (Stretch the Goals), Langkah 2; Sederhanakan (Simplify) Langkah 3 : Libatkan Setiap Orang (Involve Everyone).

Akhirnya inilah sebuah konsekwensi bisnis yang harus kita hadapi, paradigma bisnis lama harus kita ubah, go, go , go, fight, fight, fight, win, win, win ! Siapa cepat, dia dapat ! Oleh karena telah terjadi revolusi dalam sebuah bisnis ‘pulsa’, maka serangan pasar yang terfokus pada segment perumahan ini merupakan bukti cinta kita kepada Perusahaan, penetrasi, penetrasi, penetrasi …!!!.

• NURSIDIK

GM SBT :”Tunjukkan Kepada BOD, BOC Dan SEKAR TELKOM, Bahwa Inilah Surabaya”


TAHUN 2006

GM SBT :”Tunjukkan Kepada BOD, BOC Dan SEKAR TELKOM, Bahwa Inilah Surabaya”

Sehubungan pekan depan ada tamu dari jajaran TELKOM, yaitu BOD, BOC dan perwakilan SEKAR Telkom se Indonesia dalam rangka RAKERNAS-II SEKAR TELKOM, maka tunjukkanlah, bahwa inilah Surabaya dan jadilah Tuan Rumah yang baik, pinta GM TELKOM SBT, Badriyanto kepada seluruh jajarannya usai melaksanakan senam kebugaran, Jum’at (10/03/06) di lapangan parkir TELKOM SBT, Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Badri menginformasikan, bahwa disela-sela acara pembukaan RAKERNAS-II SEKAR TELKOM pada hari Rabu (15/03/06), maka DIRUT TELKOM akan berkunjung ke TELKOM SBT dan SBB. Untuk program ke SBT ialah akan melihat Plasa Telkom Darmo dan kondisi jaringan. Siang harinya (jam 13.00 WIB) bertatap muka dengan seluruh karyawan dan karyawati SBT & SBB di Aula TELKOM SBB Jln. Mergoyoso lantai-VII, rekan-rekan agar berseragam Speedy warnah merah. Tatap muka ini dihadiri juga oleh Komisaris Utama, serta POH Direktur SDM.

Agenda lain ialah kunjungan COO, Garuda Sugardo pada hari Jum;at (17/03/06). Ada apel pagi bersama jam 07.00 WIB di Kantor DIVRE-V, yaitu apel pagi sinergi Telkom Group., kita semua memakai baju Jawara. Usai apel pagi sinergi, kemudian Beliau akan menutup Rakernas-II Sekar Telkom, setelah itu berkunjung lagi ke TELKOM SBT, ke STO Manyar dan STO Gubeng bersama para Ketua SEKAR TELKOM. Jadi setelah penutupan Rakernas, para Ketua SEKAR diajak berkeliling.

Di penghujung sesi, Badri menginformasikan juga tentang Gebyar Pemasaran TELKOM SBT yang akan dilakukan oleh seluruh karyawan dan karyawati. Gebyar ini dilakukan pada hari libur, yaitu hari Sabtu (11/03/06) bertepatan dengan SUPERSEMAR. Merujuk keberhasilan sales di hari libur oleh rekan STO Injoko, maka seluruh pegawai dilibatkan untuk berjualan (employees get customers/ involve everyone). Kalau berjualan pada hari kerja biasa, maka akan ditemui pembantu, tetapi kalau door to door dihari libur dipastikan oleh Tuan Rumah.

Carilah pelanggan sebanyak-banyaknya agar Net Sales tidak minus, serta REVENUE GROWTH ENHANCEMENT dapat kita capai. Pembagian regu dan sasaran ‘tembak’ akan dilaksanakan di sini besok pagi. Mendatangi pelanggan ini merupakan salah satu wujud strategi inisiatif yang customer centric, dimana tadinya pelanggan yang mendatangi kita, sekarang sebaliknya.

Sementara itu Manager Pranakses, Arif Setiawan dalam kesempatan tersebut menambahkan soal Target Minimal Transaksi, Target Market, Pembagian Tim, serta uang transport dan rewards bagi para Marketer. Sedangkan Manager Ophar Akses Network, Tri Agus Joko Kuncoro mematok target kunjungan, bahwa setiap Tim ditarget 20 pelanggan, ini sesuai dengan perencanaan Gebyar Pemasaran. Tri juga membeberkan latar belakang kenapa diadakan Gebyar Pemasaran ini.

• NURSIDIK

DIRUT Bakal Buka RAKERNAS-II SEKAR TELKOM

TAHUN 2006

DIRUT Bakal Buka RAKERNAS-II SEKAR TELKOM

Arwin Rasyid, DIRUT TELKOM dipastikan bakal membuka Rapat Kerja Nasional Serikat Karyawan II (RAKERNAS II) TELKOM pekan depan yang akan dihelat di Kota Pahlawan, Surabaya. Pihak Panitia Nasional (PANNAS), Januar Setyo Widodo selaku Ketua Panitia Nasional dan Chandra Kusuma Wardhana selaku Sekretaris Panitia Nasional sudah mengkonfirmasi hal tersebut kepada Panitia Lokal (PANLOK) saat mengecek persiapan (day by day scenario) Selasa kemarin (7/3/06) di Sekretariat SEKAR DPW-V Jln. Ketintang 156, Surabaya.

RAKERNAS II akan diawali dengan Workshop selama 2 hari mulai 13-14 Maret 2006 di Balairung LEBAH BIRU Kantor DIVRE-V Surabaya, kemudian dilanjutkan dengan RAKERNAS-II selama 3 hari mulai 15-17 Maret 2006 di Hotel Hilton Surabaya. Progress persiapan sudah mencapai 90 %, sedangkan sisanya yang 10 % hanya yang kecil-kecil saja, termasuk masalah sponsorship.

Seluruh BOD dan BOC diundang menghadiri perhelatan besar ini, juga para KADIV se Indonesia. Pembukaan direncanakan dilakukan oleh DIRUT dan penutupan akan dilakukan oleh COO, Garuda Sugardo. Beberapa Serikat Pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja BUMN Strategis juga akan diundang, seperti : PLN, PJB II (Pembangkitan jawa dan Bali) II, TELKOMSEL dan PERTAMINA.

Panitia RAKERNAS-II ini juga akan mengadakan Konferensi Pers pada hari terakhir untuk mengekspose hasil-hasil Rakernas II sebagai bahan rekomendasi masalah-masalah strategis untuk kemajuan perusahaan. Untuk ketertiban jalannya perhelatan besar ini, maka baik Panitia maupun Peserta akan dilengkapi dengan ID Card.

Workshop akan membahas tentang Kebijakan Organisasi dan Administrasi Kesekretariatan, Kebijakan Keuangan dan Administrasi Keuangan, Konsep PKB-III, Kebijakan Advokasi dan Hukum Acara. Sedangkan untuk Rakernas sendiri akan diawali dengan menayangkan Video Clip kegiatan SEKAR TELKOM, Pandangan Umum MPO, Paparan tentang Yayasan Sekar Telkom, Ketetapan & Rekomendasi.

Penceramah internal dan eksternal akan mengisi acara Stadium Generale, yaitu NIK, AH, AY (internal) sedangkan untuk eksternal akan diisi oleh MENKOPOLHUKKAM dan Wakil Ketua Komisi-I DPR/RI. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dilaksanakakan untuk memenuhi amanah AD/ART Perubahan Kedua, pasal 27 ayat (3) Anggaran Dasar yang Wajib dilaksanakan sekurang-kurangnya sekali diantara dua Munas (Musyawarah Nasional). Tema RAKERNAS-II SEKAR kali ini adalah : “Membangun kembali soliditas dan solidaritas Sekar Telkom sebagai benteng perusahaan“.

• NURSIDIK

DIRUT Bakal Buka RAKERNAS-II SEKAR TELKOM


TAHUN 2006

DIRUT Bakal Buka RAKERNAS-II SEKAR TELKOM

Arwin Rasyid, DIRUT TELKOM dipastikan bakal membuka Rapat Kerja Nasional Serikat Karyawan II (RAKERNAS II) TELKOM pekan depan yang akan dihelat di Kota Pahlawan, Surabaya. Pihak Panitia Nasional (PANNAS), Januar Setyo Widodo selaku Ketua Panitia Nasional dan Chandra Kusuma Wardhana selaku Sekretaris Panitia Nasional sudah mengkonfirmasi hal tersebut kepada Panitia Lokal (PANLOK) saat mengecek persiapan (day by day scenario) Selasa kemarin (7/3/06) di Sekretariat SEKAR DPW-V Jln. Ketintang 156, Surabaya.

RAKERNAS II akan diawali dengan Workshop selama 2 hari mulai 13-14 Maret 2006 di Balairung LEBAH BIRU Kantor DIVRE-V Surabaya, kemudian dilanjutkan dengan RAKERNAS-II selama 3 hari mulai 15-17 Maret 2006 di Hotel Hilton Surabaya. Progress persiapan sudah mencapai 90 %, sedangkan sisanya yang 10 % hanya yang kecil-kecil saja, termasuk masalah sponsorship.

Seluruh BOD dan BOC diundang menghadiri perhelatan besar ini, juga para KADIV se Indonesia. Pembukaan direncanakan dilakukan oleh DIRUT dan penutupan akan dilakukan oleh COO, Garuda Sugardo. Beberapa Serikat Pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja BUMN Strategis juga akan diundang, seperti : PLN, PJB II (Pembangkitan jawa dan Bali) II, TELKOMSEL dan PERTAMINA.

Panitia RAKERNAS-II ini juga akan mengadakan Konferensi Pers pada hari terakhir untuk mengekspose hasil-hasil Rakernas II sebagai bahan rekomendasi masalah-masalah strategis untuk kemajuan perusahaan. Untuk ketertiban jalannya perhelatan besar ini, maka baik Panitia maupun Peserta akan dilengkapi dengan ID Card.

Workshop akan membahas tentang Kebijakan Organisasi dan Administrasi Kesekretariatan, Kebijakan Keuangan dan Administrasi Keuangan, Konsep PKB-III, Kebijakan Advokasi dan Hukum Acara. Sedangkan untuk Rakernas sendiri akan diawali dengan menayangkan Video Clip kegiatan SEKAR TELKOM, Pandangan Umum MPO, Paparan tentang Yayasan Sekar Telkom, Ketetapan & Rekomendasi.

Penceramah internal dan eksternal akan mengisi acara Stadium Generale, yaitu NIK, AH, AY (internal) sedangkan untuk eksternal akan diisi oleh MENKOPOLHUKKAM dan Wakil Ketua Komisi-I DPR/RI. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dilaksanakakan untuk memenuhi amanah AD/ART Perubahan Kedua, pasal 27 ayat (3) Anggaran Dasar yang Wajib dilaksanakan sekurang-kurangnya sekali diantara dua Munas (Musyawarah Nasional). Tema RAKERNAS-II SEKAR kali ini adalah : “Membangun kembali soliditas dan solidaritas Sekar Telkom sebagai benteng perusahaan“.

• NURSIDIK

DGM SBT Optimis Pangsa Pasar Wireline Masih Manageable

TAHUN 2006

DGM SBT Optimis Pangsa Pasar Wireline Masih Manageable

Memang dengan menjamurnya teknologi seluler dan CDMA, maka produk telepon untuk kategori POTS atau Wireline/Fixedline rada-rada berat untuk dilempar di pasaran. Seperti halnya mesin ketik manual, hidup segan mati tak mau setelah munculnya teknologi computer. Namun demikian Deputy GM TELKOM SBT, M. Firdaus optimis, bahwa produk wireline ini masih memiliki pangsanya tersendiri. Rasa optimisme ini diungkap pada rapat “Uber Target Pemasaran”, Rabu (8/3/06) dengan para Senior Leader dan para ASMAN, Winning Commander, serta para Supervisor STO Surabaya Metro di lantai-2 Gedung OPMC Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Yang kita uber adalah target Triwulan-I dulu. Milestones keberhasilan sales tahun lalu dan sukses STO Injoko bulan ini dapat kita pakai sebagai referensi. Dari sukses ini kita lihat adanya keuletan, kreatifitas, dan pengolahan data potensi alat produksi (ALPRO) yang manageable. Kemudian saya lihat Sales Value Creation dan beberapa strategi juga merupakan factor penentu kebehasilan sales rekan STO Injoko, kata Firdaus.

Selanjutnya dikatakan lagi, bahwa memang wireline/POTS saat ini masih memimpin pasar, sebab memang kita sebagi incumbent, sedangkan operator baru tentu sulit untuk investasi di jalur ini, otomatis peluang masih cukup banyak dan kita harus optimis. Peluang ini mari kita tangkap dengan menciptakan strategi yang tepat dan jitu, seperti strategi pricing, discount, dan lainnya yang memang sudah disepakati oleh manajemen.

Dengan boomingnya seluler dan CDMA jangan membuat kita kecil hati, tapi justru munculkan variant ide-ide baru yang kreatif dan biasanya dalam kondisi terjepit, maka adrenalin seseorang itu akan muncul secara otomatis, terbukti munculnya breaktrough berupa produk Speedy sebagai new engine driver di jalur broadband access.

Target satu juta pelanggan untuk tahun 2006 bagi TELKOM SBT memang cukup berat, tetapi merupakan peluang dan tantangan. Kita akan prospek calon pelanggan yang masih fanatic dengan produk wireline, sebab biasanya di kompleks perumahan baru yang mereka inginkan adalah jaringan telepon. Bila ada pemukiman baru akan dibangun, maka kita harus lobi secepatnya ke developer jangan sampai kedahuluan kompetitor, dsb.

Marilah kita sikapi kondisi pasar dengan arif, jangan panik dan penuh rasa optimis, walau pertarungan pasar di jalur bisnis ‘halo-halo’ saat ini semakin brutal dan head to head. Dan yang terpenting adalah utamakan kualitas dan pelayanan yang prima dengan solusi yang cepat. Target market kita adalah di tempat dimana customer tercatat dalam database daftar tunggu, kemudian DP-DP yang masih kosong serta database yang berisi potensi ALPRO. Kita juga harus memperkuat kebutuhan pelanggan yang sudah memiliki fixed line.

• NURSIDIK

Mojokerto-SBT : Turnamen Tenis Meja Antar Perusahaan, Akan Mengawali Peluncuran Speedy di Mojokerto

TAHUN 2006



Mojokerto-SBT : Turnamen Tenis Meja Antar Perusahaan, Akan Mengawali Peluncuran Speedy di Mojokerto

Meskipun kehadiran Speedy masih relatif lama yang berarti Mojokerto akan ikut bergabung untuk memasarkan Speedy, saat ini proses instalasi sedang dilakukan. Untuk moment yang penting ini beberapa waktu yang lalu tepatnya 1 Maret 2006 Arif Irfansah “mertamu/sowan” ke Wali Kota Mojokerto Abdul Gani Suhartono, SH.MM.

Kedatangan Arif yang didampingi oleh AM Norodin (dan Reporter) tersebut disamping salam perkenalan juga dalam rangka persiapan diadakannya Turnamen Tenis Meja Antar Perusahaan yang digelar saat peluncuran Speedy.

Walikota menyambut gembira atas undangan ini, dimana beliau akan mensupport Piala Walikota sebagai ajang yang diperebutkan nanti. Walikota yang “serem” tetapi lembut welcome dan bersahabat itu menyinggung masalah kendala Flexi. “Tolong perhatikan itu Flexi ya! Suaranya putus-putus”, pintanya. Walikota juga memberi info perihal ada beberapa jalan yang akan diperlebar di wilayah kota Mojokerto. “Tolong bantu saya untuk pelebaran jalan nanti, itu tiang di beberapa lokasi”.

Strategy peluncuran produk SPEEDY sebagai New Engine Driver dengan rencana penggelaran pertandingan Tennis antar Instansi / perusahaan di kota “onde-onde” Mojokerto ini, merupakan langkah pasti, dan stratejik. Bukan itu saja, sebab penggelaran ini akan mampu memantapkan citra Telkom sebagai BUMN yang selalu concern terhadap implementasi budaya GCC, Good Corporate Citizenship.
(Nanang Kristyo M)

SBT : Arizona Mega Terpilih Sebagai RAKI 2006 JATIM


TAHUN 2006

SBT : Arizona Mega Terpilih Sebagai RAKI 2006 JATIM

Pemilihan Raka-Raki 2006 Jawa Timur sebagaimana layaknya pemilihan Abang dan None Jakarta. Kali ini pemenang Raki 2006 Jatim adalah Mbak Arizona Mega Ika Paramitha, yang kedua orang tuanya bekerja di TELKOM Mojokerto, yaitu pasutri Edy Suharyono dan Dwi Erowati. Ucapan selamat dari jajaran Telkom SBT (umumnya) dan jajaran Telkom Mojokerto (khususnya) mengalir via milis sbt-divre5@telkom.co.id. Acara Final dilaksanakan di Surabaya Supermal Convention Center (SSCC), Pakuwon Trade Center, dimana Acara malam final Expressi Raka Raki Jatim 2006 juga dimarakkan penyanyi asal Surabaya, Ari Lasso.

Ajang pemilihan duta wisata Jawa Timur (Raka-Raki) yang kembali digelar Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Timur ini telah berlangsung pada 28 Februari - 4 Maret 2006. Para perserta dikarantina atau ditempatkan di Hotel Orchid Batu dan grand final bertempat di PTC Surabaya. Raka Raki terpilih ini akan menjadi duta wisata, sebab memang pemilihan raka-raki bertujuan untuk mencari pemuda dan pemudi kabupaten/kota di Jatim yang peduli pada pariwisata untuk menjadi duta wisata.

Pemilihan Raka-raki Jatim selain untuk menjaring sumber daya manusia yang bergengsi juga penuh dengan prestasi dalam bidang kepariwisataan guna mempromosikan daerah wisata Jatim. Raka-Raki akan mengemban tugas beratnya sebagai Duta Wisata Jatim untuk mempromosikan tempat pariwisata Jatim ke tingkat nasional bahkan internasional, khususnya Raka-Raki terpilih. Untuk Raka adalah Yosep Rohadi (Kediri) dan Raki Arizona Mega Ika Paramitha(Mojokerto).

Mbak Mega berceritera kepada Reporter, bahwa pemilihan tahun ini berbeda dengan tahun lalu, dimana semua peserta dari kabupaten/kota dikarantina, sedangkan tahun lalu karantina hanya untuk 10 kabupaten/kota atau 20 orang. “Semua peserta dikarantina, karena Panitia ingin semua peserta mendapatkan pembekalan wawasan kepariwisataan, dan setelah karantina baru akan diadakan sistem gugur,” jelasnya

Penilaian meliputi wawasan tentang mata pelajaran yang telah disampaikan yaitu materi Kepariwisataan, Public Relation, bahasa Inggris, administrasi serta kedisiplinan selama di karantina. “Dalam setiap pemilihan selain dinilai kemampuan brain-nya, juga melihat dari segi beautiful dan behavior-nya,”

Dikatakannya, syarat-syarat yang harus dimiliki oleh semua peserta antara lain berusia antara 17-24 tahun, tinggi badan bagi laki-laki 165 cm dan bagi perempuan 160 cm, berdomisili di Jatim, mampu berbahasa Inggris, bebas narkotika dan mendapat surat ijin dari orang tua.

• NURSIDIK