Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"

Sabtu, 28 Agustus 2010

SBT : Produk Speedy Memasuki Kota Mojokerto


TAHUN 2006

SBT : Produk Speedy Memasuki Kota Mojokerto

Maret mendatang menurut rencana Kancatel Mojokerto akan segera ikut serta memasarkan Speedy. Layanan akses internet berkecepatan tinggi, yang menurut rencana berkapasitas kurang lebih 4000 satuan sambungan layanan Speedy (MR Area) saat ini mulai diinstalasi. Dari deploy plan yang ada Mojokerto akan diinstalasi masing-masing : MR1= 2016 ssl; Mojosari=1344 ssl dan NRI = 672 ssl.

Dalam upaya ikut serta dalam program sejuta pelanggan Area SBT, Mojokerto menurut rencana sesuai dalam program Mojo Go 175 Insyaallah mentargetkan 3000 ssl Speedy. Dari hasil survey demand pelanggan dipetakan sebagai berikut : Corporate 1000 ssl, Government 100 ssl, Warnet 100 ssl dan Personal 1800 ssl.

Untuk itu mudah2an dukungan berupa training Speedy bagi tenaga pemasar, operasional (teknis) berikut Customer Service Representativ (CSR) perlu sesegera mungkin dilakukan di Catel SBT khususnya di Mojokerto.

• TELKOM SBT

TELKOM SBT & UPLATDA Lakukan IHT Manajemen “NAPN”


TAHUN 2006

TELKOM SBT & UPLATDA Lakukan IHT Manajemen “NAPN”

L25/2, atau NAPN (Nomor Aktif Pulsa Nol) atau Telepon Tidur harus dibangunkan, bukan dimatikan. Nah, memanajemeni NAPN ini rupanya memang perlu, agar Revenue Telkom tidak berkurang (Lost Revenue). Maka, pada hari Rabu (22/2) TELKOM SBT bekerjasama dengan UPLATDA Surabaya mengadakan IHT-In House Training di JCC (Jawara Competence Center) STO Manyar kepada pegawai yang unit kerjanya terkait masalah ini.

Manager Support, Suroso mewakili manajemen yang didampingi Instruktur Sajan Trisno dari Uplatda, dalam sambutannya antara lain mengatakan, bahwa jangan sampai jerih payah dan kerja keras orang Marketing yang menjual produk kita dalam jumlah yang besar, kemudian dalam beberapa bulan kedepan sudah dilakukan cabutan. Usahakan agar kerja keras para Marketer ini memberikan hasil guna dan manfaat bagi perusahaan dan bagi kita.

IHT yang diikuti oleh 24 orang peserta dari SBT Metro ini, menurut Suroso merupakan Angkatan pertama, sedangkan Angkatan kedua, ketiga dan keempat akan dilaksanakan di seluruh KANCATEL, yaitu tanggal 23/2 di Catel Sidoarjo (Angkatan-II), di Catel Mojokerto pada tanggal 27/2 (Angkatan-III) dan terakhir pada tanggal 28/2 di Catel Jombang (Angkatan-IV).

Marilah telepon tidur ini kita manajemeni atau kelola sedemikian rupa, dengan sebaik-baiknya, agar jangan sampai mereka itu lari ke competitor. Perkecil potensi kerugian yang bakal terjadi, jangan dicabut begitu saja, bagunkan telepon tidur itu dengan strategi yang jitu. Simak materi yang akan disampaikan oleh Instruktur dari UPLATDA, maupun dari rekan-rekan TELKOM SBT, yaitu dari Marketing dan dari Performansi, pinta Suroso mengakhiri.

Seorang Instruktur dari Performansi, Heroe Soebijantoro sempat memberikan ilustrasi kepada para siswa tentang besar kerugian pendapatan (Lost Revenue) perusahaan. Dikatakan, bahwa dari lebih kurang 55.000 SST telepon tidur (NAPN) kalau dikalikan ARPU sebesar Rp. 125.000,-, maka setelah kita hitung, ternyata kita akan mengalami Lost sebesar lebih kurang Rp. 137 Milyard. Lost tersebut kalau kita depositokan pada Bank, maka dapat kita hitung berapa bunganya ? Sungguh,…Luar biasa !

Disisi lain instruktur Hartanto yang masih dari Unit Performansi membahas tentang Identifikasi Masalah, Action Plan dan Bisnis Proses. Hartanto juga mengilustrasikan, bahwa Lost 137 M itu hanya di SBT, belum ALL DATEL se JATIM, belum lagi OVERALL se Indonesia ?

• NURSIDIK

Jumat, 27 Agustus 2010

Berkat Komplin, Presdir YOUNGJIN Korea Turun Ke SBT


TAHUN 2006

Berkat Komplin, Presdir YOUNGJIN Korea Turun Ke SBT

Ini berita baru dan ini baru berita yang ruarrr…biasaaa…..!!!, sebab begitu ada komplin dari TELKOM SBT, maka pada hari Selasa (21/2) yang turun ke lapangan bukan para ‘pelaksana’, tetapi langsung Presiden Direktur (Presdir) YOUNGJIN yang memproduksi kabel konektor atau alat sambung panas kerut Type RHS 550-43 yang bermarkas di Negeri ‘Ginseng’-Seoul, Korea. Presdir perwakilan Indonesia yang hadir di Gedung OPMC SBT Jln. Ketintang 156, Surabaya tersebut bernama Mr. Kim Wong Soo.

Sebetulnya komplinnya adalah kepada Vendor, yaitu CV. Gunungsari, bahwa kualitas yang dihasilkan alat penyambung kabel buatan Korea tersebut tidak memadai. Pihak Vendor s melihat sendiri kualitas tersebut di lapangan. Agar permasalahan ini cepat selesai, maka pihak Vendor langsung memanggil Presdir melalui perwakilannya di Indonesia. Apalagi pembelian alat ini juga termasuk After Sales Service.

Ketika tiba di Surabaya, hari itu juga jam setengah 5 sore hingga jam 8 malam, Sang Presdir, Kim langsung memperagakan penggunaan alat sambung tersebut secara baik dan benar (semacam memberikan BIT) kepada para teknisi JAWARA SBT yang disaksikan oleh Deputy GM TELKOM SBT, M. Firdaus serta beberapa Asisten Manager Ophar Akses Network dan para teknisi dari perwakilan CV. Gunungsari dan PT. Dwi Barat..

Dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang “patah-patah”, Kim menjelaskan sambil memperagakan cara pakai alat sambung kabel tersebut. Memang hasilnya bagus seperti yang diutarakan oleh rekan I Made Burata, Senior Supervisor MCAN (Maintenance Copper Access Network) DATEL SBT. Ternyata tingkat pemanasan (perapian) juga ada ukuran tertentu dan teknik tertentu pula, agar mampu menghasilkan sambungan yang berkualitas, kata Made Burata.

Sementara itu, ASMAN MCAN (Maintenance Copper Access Network), Yayat Hidayat mengatakan, bahwa dahulu ada juga produk yang hampir sama namanya Xaga dan Raychem. Alat sambung tersebut dipakai pada kabel atas tanah dan kabel bawah tanah termasuk sambungan FO juga ada yang pakai, yang mengandalkan kerekatan dengan lem yang jika di panaskan akan meleleh dan lengket jika memasangnya cukup baik akan bertahan s/d 20 tahun dipakai pada kabel kapasitas 10 s/d 200 ". Pada umumnya walaupun ada juga s/d kapasitas 1400” untuk kabel duct, tapi kita jarang pakai karena resikonya sangat tinggi jika kita akan lakukan pemanasan pada alat sambung tersebut di Manhole. Alat sambung tersebut anti maling karena tidak akan bisa dipakai lagi jika dibuka kembali tidak seperti alat sambung mekanik alias Type UC (universal Clouser).

• NURSIDIK

SBT : Produk SPEEDY Tetap Dijual, Walau Organisasi Akan Bubar


TAHUN 2006

SBT : Produk SPEEDY Tetap Dijual, Walau Organisasi Akan Bubar

Kendati organisasi UBIN (Unit Bisnis Internet) DIVRE-V bakal bubar, namun bukan berarti penjualan Produk SPEEDY berteknologi NGN (Next Generation Network) yang tergolong baru lahir dan termasuk kategori “New Engine Driver” ini sudah tidak dijual lagi. Telkom SBT tetap pada komitmen untuk menjual sesuai mimpinya berupa target 35.000 SSS (Satuan Sambungan Speedy) di tahun 2006 ini. Hal ini tercermin pada rapat koordinasi, Selasa (21/2).

Rapat koordinasi yang dilakukan di kantor UBIN DIVRE-V Jln. Mergoyoso 1, lantai-5 Surabaya ini dihadiri oleh jajaran UBIN dan YANMAS. Sedangkan dari SBT dihadiri oleh Deputy GM SBT, M. Firdaus dengan membawa beberapa unit kerja terkait, seperti Customer Service dan Ophar Akses Network dan Dinas Marketing SBT. Rapat ini bertajuk “Pemantapan Program Sales, Evaluasi Churn, serta Retention Plan”.

Rapat diagendakan sebagai berikut : Speedy Overview Progress, Mapping ALPRO, Sales Plan dan Kebijakan Februari / Maret, Churn & Retention Plan, serta Bisnis Proses Improvement MTTI/MTTR (Mean Time To Install/Mean Time To Repair). Sebelum tranformasi di endorse, maka langkah-langkah ini perlu dilakukan, kata Firdaus.

Tantangan Speedy semakin besar, bola sudah menggelinding, jadi saya berharap agar segala permasalahan sebelum terjadi transformasi segera dapat kita atasi sedini mungkin. Permasalahan yang perlu kita capture hendaknya didiskusikan hari ini, selain itu agar spirit rekan-rekan SBT untuk menjual mendapat dukungan penuh, tambahnya.

Sementara itu GM UBIS Internet, Soewiyarso menyatakan kesiapannya untuk memberi dukungan penuh, apalagi rekan-rekan SBT sangat antusias dalam bidang Marketing serta bahkan sampai menghandle bidang lainnya, yaitu retention, maintain dan sebagainya. Pihak UBIN akan mengusahakan gimmick dan diskon yang menarik, agar pelanggan Speedy semakin meningkat.

Dilain pihak Manager Customer Service, Gatot Indra membenarkan, bahwa tugas SBT tak hanya masalah Marketingnya saja, tetapi selain seperti yang disebutkan Soewiyarso, juga perlu diciptakan komunitas Speedy, melakukan Pelayanan Dengan Cinta, agar mereka tidak churn dan tidak lari ke competitor. Kita adalah Winning Team Produk Speedy, jadi misi kita adalah mendongkrak angka sales sesuai dengan target yang telah dipatok.

• NURSIDIK

Rabu, 25 Agustus 2010

SBT : Partisipasi Flexi Sidoarjo Pada Pesta Rakyat


TAHUN 2006

SBT : Partisipasi Flexi Sidoarjo Pada Pesta Rakyat

Tak usah terpengaruh yang lain, sebab Flexi memang keren dan paling oke ! Inilah Voice Of Marketing yang disoundingkan pada sebuah pesta rakyat dalam rangka menyambut HUT Kota Sidoarjo KE-147 (sama nomor telepon Call Centre-147). FLEXI Mensponsori pesta rakyat di Sidoarjo ini Minggu kemarin, di antaranya sepeda sehat dan panggung terbuka, dengan menggandeng mitra kerja, dan Properti Permata Tanggulangin sebagai pusat bidikan Flexi dengan salah satu produknya FLEXI SOLUTION.

Dalam kesempatan yang sama Flexi juga ikut mensponsori kejuaraan olahraga panjat tebing yang diadakan oleh FPTI cabang Sidoarjo, penanaman bunga dalam pot pada acara Sidoarjo Hijau Berseri, arung jeram bekerja-sama dengan Delta Post, peserta dari warga kota, Wartawan dan perwakilan Flexi Sidoarjo membludak. Dalam peluang ini, Flexi buka counter pada pameran yang diadakan oleh Instansi ataupun Industri. Event ini diharapkan mampu meningkatkan penetrasi, membangun citra Flexi, bahwa Flexi juga berperan kegiatan masyarakat khususnya di Acara Pesta Rakyat HUT Kota Sidoarjo.

• DIKSI

UPMB-SBT : Reminding Calls & Letters, Intensif Dilakukan


TAHUN 2006

UPMB-SBT : Reminding Calls & Letters, Intensif Dilakukan

Bagi pelanggan yang menunggak, tentu tidak serta merta diputuskan teleponnya, tetapi dilakukan reminding calls terlebih dahulu secara intensif, apalagi pelanggan “gemuk” mestinya perlu dipelihara, seperti yang dilakukan oleh unit bisnis UPMB Area SBT yang sempat dijepret reporter pada hari Senin (20/2) di Gedung OPMC Lantai-2, Jln. Ketintang 156, Surabaya.

UPMB atau Unit Payment Management & Billing Area SBT dikendalikan seorang Manager, yaitu Wibowo Sugiarto. Ditengah-tengah kesibukan tugas sehari-hari, ia juga masih sempat ngurusi SEKAR. Sesibuk apapun, kami akan selalu menjaga performansi unit kami, Tim kerja di unit kami sudah kompak, sehingga solusi selalu ada didalam unit kami, katanya.

Soal sukses reminding call, Wibowo mencontohkan tentang pencairan Flexi yang dulunya sangat rendah dibawah 50 %, sekarang sudah hampir sama pencapaiannya dengan POTS diatas 90 %, opo ora hebat iki ??? bagi Perusahaan..!!! termasuk Speedy yang masih sangat rendah kita juga mencoba untuk terus memantau baik peringatan secara tertulis (Reminding Letters) sebanyak 1.461 Pelanggan, ternyata hasilnya juga ada karena prosentase bayar cenderung mulai merembet naik. Tim Reminding call ini yang pertama dibentuk di UPMB SBT lho… ??, lanjutnya sambil ngakak.

Lihat saja, kinerja hasil Reminding Calls cukup lumayan. Kami treat seluruh kastemer sama, yaitu semua kami call, hanya saja bagi pelanggan gemuk tentu kami hati-hati, sebab mereka itu perlu kita retain and maintan agar tidak lari meninggalkan kita. Masing-masing personel operator yang terdiri dari tenaga harian dipatok target, sehingga dari target tersebut, saya mampu melakukan control dan evaluasi secara sistematis dan dibuatkan summary reports.

Saya akan membuat catatan kecil manakala terdapat hasil call records yang kira-kira sangat kritis. Kami punya strategi tersendiri untuk perlakuan pelanggan yang satu ini. Reminder Facilities kami sediakan dan selalu diusahakan dalam kondisi siap pakai. Begitu sedikit mengalami trouble, maka back-up facility harus selalu siap.

Respons pelanggan cukup baik dengan program ini, sebab ketika diingatkan dengan greeting yang simpatik, maka rata-rata dari mereka yang terdiri orang-orang super sibuk mengucapkan terimakasih dengan tutur kata yang cools dan menjanjikan. Ribuan pelanggan setiap harinya selalu kami lakukan reminding calls. Jadi setiap hari kami selalu berinteraksi dengan pelanggan dari berbagai level segment yang dibagi kedalam beberapa group kerja diantara para Personel Reminder Operator.

• NURSIDIK

SBT : Kiat Telkom Mojokerto Sukses Dalam “Billing”


TAHUN 2006

SBT : Kiat Telkom Mojokerto Sukses Dalam “Billing”


Dalam upaya meningkatkan pelayanan dalam antrean pelayanan kepada pelanggan pembayar rekening telepon pada setiap bulan yang kecenderungannya terkonsentrasi pada tanggal 18 sampai dengan 20 dimana pada tanggal-tanggal tersebut selalu membludak, Telkom Mojokerto bekerjasama dengan Kopegtel selaku Collecting Agent SOPP melaksanakan program Go To Ten, yaitu pelanggan yang membayar sebelum atau tanggal 10 setiap bulan diikutkan dalam undian. Dimana ini akan dilakukan setiap bulan dengan hadiah sebuah pesawat televisi 21” dan 5 buah door prize. Pada akhir tahun nanti pelanggan yang secara konsisten membayar sebelum tanggal 10 akan diikutkan dalam Grand Prize berupa sebuah motor Supra X 125.

Menurut Manager Kancatel Mojokerto Arif Irfansah lebih dari itu yang diharapkan adalah percepatan pengumpulan uang tagihan telepon atau C3MR (Cash Colection Current Month Ratio) yang pada saat ini rata-rata pencapaian C3MR Mojokerto adalah 95%, untuk itu Arif berharap dengan program ini akan lebih ditingkatkan.

Pada kesempatan bulan ini pelanggan yang beruntung adalah Bp. Johanes Muljanto yang beralamat di Perum Pondok Teratai Blok Mawar No. 18 Mojokerto. Penyerahan hadiah langsung dilaksanakan pada saat itu pula yang disaksikan oleh para pelanggan yang pada saat ini sedang ramai membayar SOPP.

“Saya kaget waktu dihubungi petugas telepon kalau saya mendapatkan sebuah pesawat televisi, karena sebenarnya saya belum tahu persis program ini, hanya karena saya selalu mendahulukan pembayaran rekening telepon setiap tanggal 5 supaya tidak berdesak-desakan seperti sekarang ini”, ungkap Bp. Johanes Muljanto, ketika ditanya perasaannya mendapat hadiah.

Selain itu, Management juga menyediakan hadidh lainnya, yaitu 5 door prize yang diraih oleh pelanggan yang dapat menjawab pertanyaan seputar Flexi, yang dipandu Agus Riyantowo.

Senin, 23 Agustus 2010

TRANSFORMASI ATAU EVALUASI ?

TRANSFORMASI ATAU EVALUASI ?
Oleh : Nursidik

Sudah beberapa kali TELKOM melakukan transformasi organisasi, namun selama itu pula tak pernah dilakukan evaluasi. Yang dilakukan hanyalah transformasi semata. Jika ada evaluasi terhadap transformasi yang pernah dilakukan, maka pasti tidak akan pernah terjadi transformasi secara menggebu-gebu, apalagi ditengah marak dan ketatnya persaingan yang justru di dalam disibukkan dengan sebuah kata yang katanya `sakti` yaitu transformasi.

Kalau memang `sakti`, lalu apa hasil `kesaktian` yang dilakukan dalam mentransformasi organisasi selama ini, mana evaluasinya ? Sudahkah organisasi yang telah ditransformasi menjadi lebih fleksibel sesuai tuntutan persaingan bisnis ? Kalau ini belum dievaluasi, rasanya lucu kalau melakukannya berulang-ulang, apalagi harus pegawai atau karyawan yang notabene adalah `Human Capital` dijadikan korban, sementara growth revenue menurun terus. Ini menunjukkan, bahwa Manajemen demam transformasi dan tidak fokus dalam mengelola perusahaan ini.

Menurut hemat Penulis, organisasi yang eksisting sekarang perlu dievaluasi, sebab ada beberapa unit yang tidak fleksibel. Ada seorang rekan bekerja di unit UNER yang ditempatkan di sebuah KANDATEL, ia dikejar dicecar target yang luar biasa, sementara ketika ia menanyakan tentang karirnya, maka dijawab, bahwa itu urusan HR yang ada di Jakarta ? Akibatnya, karir yang bersangkutan menjadi tidak jelas. Hal-hal yang tidak fleksibel inilah yang mestinya dievaluasi untuk dilakukan perbaikan, agar organisasi tidak kaku, bukan malah sebaliknya justru mendewakan TRANSFORMASI.

Contoh lagi yang perlu mendapat perhatian untuk dievaluasi, yaitu dalam konsep CBHRM ternyata meleset dari konsep yang ideal itu sendiri, sebab kenyataannya tak jarang karyawan yang memiliki kompetensi tinggi dan berprestasi dibidangnya, justru karirnya tidak jelas, sebaliknya yang diutamakan adalah basic pendidikan. Jadi jelas meleset dari konsep CBHRM itu sendiri. Lalu mana evaluasinya ? Pertanyaan ini terus mengalir dikalangan karyawan ujung tombak.

Haruskah Unit HR hanya tinggal diam, dalam arti `manut` saja terhadap kebijakan Manajemen, atau memang mendapat tekanan agar mengikuti maunya Manajemen ? Sedangkan Manajemen sendiri sebenarnya adalah `Pengusaha, bukan Penguasa`. Kalau demikian halnya yaitu menonjolkan `kekuasaannya` atau power semata, maka ini sudah tidak benar, sudah melenceng dan jelas perusahaan akan terus menerus terancam dalam kondisi bahaya, yaitu terus menurunnya kinerja bisnis. Dan yang paling bertanggung jawab adalah memang Manajemen, sebab merekalah yang mengelola `kapal besar` ini.

Sementara kita sama-sama tahu, bahwa Unit HR memiliki fungsi menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan atau pegawai dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Kalau salah dalam mengelola, pasti tujuan perusahaan tidak akan tercapai seperti sekarang ini yang kompetisinya sudah sangat luar biasa hebatnya. Semua pada mengeluh, bahwa Growth Revenue semakin decline, negatif alias minus.

Peran strategis SDM yang sekarang naik derajatnya menjadi Human Capital tidak boleh dibuat main-main seperti selama ini, apalagi ada yang dikorbankan, sehingga karirnya menjadi `mandeg`, ujung-ujungnya ialah karyawan tidak termotivasi, sebab tidak ada kejelasan karir yang memang sesuai dengan kompetensinya. Tadinya karyawan ini sangat giat bekerja dan berprestasi, akhirnya menjadi pesimis. Jika jumlah pegawai yang tidak termotivasi lumayan banyak, maka pada gilirannya kinerja perusahaan akan merosot seperti sekarang ini. Siapa yang bertanggung jawab, sekali lagi yang bertanggung jawab adalah Manajemen.

Karyawan sebenarnya tidak alergi terhadap kata `transformasi` sebab memang perlu. Tetapi mereka `menuntut` untuk dilakukan evaluasi, sisi mana yang lemah untuk diimprove, dan sisi mana yang sudah kuat untuk dipertahankan. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa transformasi organisasi senantiasa diawali oleh suatu kebutuhan yang berkaitan dengan tuntutan bisnis. Dan kita semua sadar, bahwa tujuan bisnis menjadi pedoman dalam pengelolaan organisasi, termasuk dalam transformasi. Tujuan bisnis yang selalu berkembang (namun tetap dalam koridor visi dan misi) memberi pengaruh dalam manajemen perusahaan. Satu diantaranya yaitu penyesuaian dalam struktur organisasi, yang menyesuaikan terhadap strategi yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan.

Perlu disadari, bahwa perubahan struktur organisasi dari bentuk lama ke bentuk baru memberikan dampak yang tidak hanya menyangkut pola struktur itu sendiri, tetapi juga keberbagai aspek lain seperti sistem, prosedur, budaya, manusia dan sebagainya. Hal ini ternyata luput dari perhatian pengelola organisasi yang terkadang hanya terpaku pada struktur dan sistem namun mengabaikan masalah kultur dan manusia. Nampaknya manajemen kurang peduli dan bangga dengan kata sakti `Transformasi`, apalagi jika merupakan hasil kerja konsultan luar negeri dengan biaya yang luar biasa mahal.

Pro dan kontra terhadap transformasi memang selalu ada, yang pro biasanya yang diuntungkan, sedangkan yang kontra adalah mereka yang dirugikan. Yang berpendidikan tinggi biasanya terus terbang tinggi, sementara yang pendidikannya pas-pasan meski kompetensi dan prestasinya tidak diragukan terus menjadi mandeg. Kembali lagi, banyak yang hilang motivasi, perusahaan jadi rugi.

Transformasi memang dapat disimpulkan sebagai suatu proses perubahan dari suatu kondisi ke kondisi lain untuk mencapai sesuatu yang lebih baik. Kalau tidak tercapai, maka transformasi itu gagal ini. Pertanyaan kunci dari Transformasi organisasi adalah `keberhasilannya`. Untuk menjawab apakah transformasi berhasil atau tidak (setelah melewati suatu kurun tertentu yang ditetapkan untuk periode transformasi) adalah melalui jawaban terhadap pertanyaan sebagai berikut :


1. Apakah perusahaan/organisasi tumbuh atau eksis?
2. Apakah pendapatan dan laba meningkat?
3. Apakah market share meningkat?
4. Apakah kepuasan konsumen/klien meningkat?
5. Apakah kepuasan mitra kerja meningkat?
6. Apakah kepuasan karyawan meningkat?
7. Apakah kepuasan shareholder meningkat?

Jika sebagian besar jawaban dari pertanyaan diatas adalah `ya` dapatlah dikatakan transformasi tersebut berhasil. Dan jika berhasil, tentu tak perlu ada transformasi lagi. Jika sebagian besar jawabannya adalah`tidak`, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh tentang ketidakberhasilan transformasi tersebut. Setidaknya dapat ditentukan faktor kegagalan apakah berkaitan dengan tidak pasnya tujuan atau strategi kurang tepat, factor`people`, `leadership`, `timing`, sumber daya yang kurang mendukung atau program yang tidak sesuai. Penentuan faktor kegagalan ini akan menjadi modal untuk merancang manajemen transformasi lebih lanjut. Sebenarnya dari karyawan sendiri tidak ada `Aspect Resistant To Change!!!`

Nursidik/560653

SBT : Demi “3010”, Lakukan DOOR TO DOOR Di Hari Libur


TAHUN 2006

SBT : Demi “3010”, Lakukan DOOR TO DOOR Di Hari Libur

Kerja keras, kerja cerdas, bukanlah kerja bhakti. Disaat rekans menikmati liburan dirumah beserta keluarga, maka temen-temen STO Injoko melakukan gebyar pemasaran pada hari Sabtu (18/2). Demi perusahaan dan demi reputasi TELKOM SBT, maka hal ini dilakukan oleh rekan kita tersebut. Selain itu kegiatan ini juga diyakini untuk memperkuat kinerja eksekutif pemasaran dalam mencapai tujuan dan sasaran pemasaran perusahaan yang merupakan salah satu syarat mencapai TELKOM Goal 135-3010.
Pemasaran di hari libur ini merupakan program strategic efforts yang dilakukan secara intensif. Frame work of thinking nya bahwa di hari libur adalah hari berkumpulmya keluarga, disinilah kita lakukan ‘pengeboman’. Nama program adalah GEBYAR PEMASARAN POTS 2006. Program ini bekerjasama dengan Mitra Outsourcing, yaitu CV Dwibarat yang menurunkan 40 orang Marketers. Lokasi seranganpun dibagi menjadi 9 regu. Ada 3 orang karyawan Telkom terdiri dari Widyawarman ( Spv Pcan Ijk), Handoyo (SS Pcan Area Darmo), dan Budi Widianto (Mcan Drm selaku Bpk Angkat) menjelaskan peta lokasi serangan.

Peta lokasi serangan dipaparkan dalam kesiapan apel pagi di lapangan STO Injoko. Diminta kepada seluruh pasukan, yaitu para marketers untuk mengembangkan kepekaan pemasaran, yaitu mengenali permasalahan yang terjadi dalam memasarkan produk POTS. Dalam kesempatan tersebut dipapar pula masalah : Perilaku Konsumen : Pemahaman konsep orientasi pasar dan orientasi konsumen. Hubungan antara perilaku konsumen terhadap strategi pemasaran, kerangka analisa konsumen, dan perilaku konsumen terhadap keputusan bauran pemasaran, manajemen nilai pelanggan, kepuasan pelanggan. Analisis Peluang Pasar : Analisa lingkungan pasar, analisa kesempatan pasar, sistem informasi pemasaran, riset pemasaran dan segmentasi pasar. Manajemen Pemasaran : Sistem dan proses pemasaran, memposisikan produk, kebijakan produk, kebijakan harga, kebijakan distribusi, kebijakan promosi.

Ada justifikasi yang kuat dan brilian, yaitu mengunjungi Calang (calon pelanggan) di akhir pekan yang kemungkinan bertemunya dengan pengambil keputusan lebih besar dibanding hari kerja. Target Kunjungan adalah 1660 calang (rumah yang belum punya telepon) dan target transaksi adalah 166 sst.

Adapun Hasilnya adalah sebagai berikut kunjungan 253,transaksi 34 & regristrasi 17. Sebagai gambaran bahwa hasil kunjungan tidak mencapai target adalah banyaknya Gamas pada akhir's ini di kawasan injoko baik karena galian saluran air maupun yang lainnya serta hujan susah diprediksi. Sebagai perbandingan dengan hasil yang sudah dicapai s/d tgl 17 Pebruari 2006 adalah kunungan sebanyak 909, transaksi sebanyak 66 dan registrasi 21. Total yang sudah kring 121 sst (sementara leading di SBT Metro).

• NURSIDIK

Sport-Friendly, GM SBT Jadi Instruktur SKJ Tanpa Honor


TAHUN 2006

Sport-Friendly, GM SBT Jadi Instruktur SKJ Tanpa Honor

Wah,…kalau sudah tingkat mahir, maka kedepan tak usah mendatangkan instruktur SKJ dari luar, cukup GM saja, lebih lincah, tanpa honor lagi…, demikian celoteh salah seorang kawan ketika mengikuti SKJ pada hari Jum’at (17/2) di halaman parkir Gedung OPMC TELKOM SBT, Jln. Ketintang 156, Surabaya yang diikuti oleh seluruh pegawai TELKOM SBT dan beberapa Unit Bisnis.

Mbak Cheppy, instrukur dari luar memang pada pagi yang ceria itu sedang memandu “arek-arek” jajaran TELKOM SBT berolahraga senam agar tetap bugar. Tapi tiba-tiba usai lari keliling sebanyak 3 kali, maka digaetnya GM TELKOM SBT, Badriyanto untuk naik ke stage (panggung) mengikuti gerakan-gerak senam sambil meliuk-liuk.

Takut sendirian, maka Badripun menggaet Asman Ophar Akses Network, Yayat mendampinginya on-stage, maka jadilah Trio Instruktur, kompak, meriah, ceria suasana kebersamaan tercermin setiap hari Jum’at. Suasana kebersamaan memang harus diciptakan, tidak bisa datang dengan sendirinya.

Icon kebersamaan dan jiwa korsa dapat tercipta dari apa saja, asal mau. Apalagi momennya adalah kebugaran jasmani. Tips kebugaran bagi orang sibuk tak usah terlalu berat, cukup berSKJ, praktis, murah meriah. Banyak orang yang tinggal dan bekerja di kota besar merasa bahwa program olahraga merupakan beban maha berat yang sangat sukar dilaksanakan. Mulai dari waktu, biaya, sampai lingkungan kota besar yang tidak sport-friendly.

Satu lagi kemasan kebugaran dan kebersamaan, yaitu Sport-comm. Jadi usai senam ada komunikasi dari manajemen, sport communication, yaitu komunikasi setelah senam (komsetsen), komunikasi dua arah lagi. Disini komunikasi mengalir bagai darah yang mengalir dengan lancar. Peredaran darah yang lancar memperlincah gerak tubuh.

Ahli kebugaran telah menetapkan bahwa aktivitas fisik per minggu yang direkomendasikan untuk orang dewasa sehat dalam rangka memelihara kesehatan dan kebugaran meliputi 3 - 5 hari latihan aerobik, 2 - 3 sesi latihan kekuatan, dan 2 -3 sesi latihan kelenturan. Bagi orang-orang sibuk seperti Anda, bagaimana caranya melaksanakan anjuran tersebut?

• NURSIDIK

SEKJEN DPP SEKAR TELKOM Tinjau Kesiapan Tuan Rumah RAKERNAS Di Surabaya


TAHUN 2006

SEKJEN DPP SEKAR TELKOM Tinjau Kesiapan Tuan Rumah RAKERNAS Di Surabaya

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa Kota Pahlawan Surabaya bakal menjadi tuan rumah RAKERNAS SEKAR TELKOM. Untuk mengecek kesiapan DPW-V sebagai tuan rumah, maka pada hari Kamis (16/2) SEKJEN SEKAR, Wisnu Adhi Wuryanto bersama KABID OKK, Januar Setyo.W. hadir di Surabaya. Dari pihak tuan rumah sendiri menyatakan, bahwa progress persiapan yang dilakukan oleh Panitia Lokal (PANLOK) sudah mencapai 80 % dengan status Ok, dan sisanya 20 % dalam status Nok.

Kehadiran SEKJEN juga ingin mengetahui lokasi penyelenggaraan yang rencananya berlokasi di Hotel Hilton International, Jln. Gunungsari, Surabaya. Lokasi ini menjadi perdebatan sengit antara pihak DPP dan DPW, sebab DPP menghindari kesan mewah. Dari hasil kontak, maupun teleconference, DPW menampik kesan mewah tersebut, sebab walau bukan member, tariff hotel hanya Rp. 150 ribu saja dibanding dengan hotel Hilton di Jakarta yang mahal dan mewah. Itupun Panlok menerjunkan negosiator handalnya dan berhasil dealed dengan harga murah meriah, huebaat bukan….?.

Hotel Hilton International Surabaya memang lagi OBRAL, sebab selain tempat yang tidak strategis berada dipinggir sungai, juga usagenya sangat sedikit alias tidak laku. Peluang usage inilah yang dimanfaatkan DPW-V untuk memanfaatkannya. Pihak Panlok juga memaklumi kekhawatiran DPP, sebab saat perjuangan KA SLJJ yang lalu pernah ada “kelompok tertentu” yang menghembuskan issue, bahwa SEKAR nginap di hotel mewah Jakarta, padahal hanya di Wisma ISE yang tarifnya mulai Rp. 60 ribu hingga Rp. 120 ribu per hari. Pernah juga di apartemen yang per kamar diisi 9 sampai 10 orang dengan tariff Rp. 600 ribu. Hitung-hitung lebih irit, sebab patungan per orang hanya kena Rp. 50 ribu, apakah ini mewah ?

Yang paling keberatan dilaksanakan di Hilton Hotel waktu itu adalah pihak MPO (Majelis Pertimbangan Organisasi), yaitu Ishak Yusuf. Setelah dijelaskan, bahwa Hilton Surabaya tidak seperti Hotel Hiltonnya Ponco Sutowo Jakarta yang mewah, Akhirnya Ishak Yusuf mau mengerti dan mensilahkan saja laksanakan, kalau memang terhitung murah representatif untuk penyelenggaraan RAKERNAS SEKAR. Hilton Surabaya adalah mewah dan meli (mepet sawah dan mepet kali).

• NURSIDIK

Ingin Mitra Terpercaya, GM TELKOM SBT Cek Gudang Material Mitra Kerja


TAHUN 2006

Ingin Mitra Terpercaya, GM TELKOM SBT Cek Gudang Material Mitra Kerja

Kamis (16/2) jam 15.00 WIB s/d jam 17.00 WIB kondisi hujan deras GM TELKOM SBT, Badriyanto dikawal dua orang Asman, masining-masing Jumli Holidi dan Yayat Hidayat terjun ke lokasi Mitra outsourcing PT. NAL nama lokasi : Sepanjang Area. Badri melakukan pengecekan gudang, dokumen-dokumen pengelolaan jaringan akses termasuk CIQS, intinya membuktikan hasil presentasi PT. NAL sehari sebelumnya yang merupakan pertemuan kali kedua.

Complience atau ketaatan terhadap bisnis proses merupakan komitmen yang telah dijaminkan dalam system mutu, oleh karenya eksistensinya mesti dikawal ketat. Kalau tidak, maka akan menjadi “celaka duabelas” alias akan menjadi boomerang dan peluang menjadi potensi temuan major bagi auditor. Pekerjaan yang sudah di outsorce kan bukan berarti lepas dari jeratan pemeriksaan bagi auditor.

Tujuan GM tak lain dan tak bukan adalah untuk menyelamatkan dan mengamankan kedua belah pihak, serta untuk menggapai sukses dalam meraih target ditengah peluang dan kendala. Peluang di era persaingan masih cukup banyak, jika mau jeli dan kerja keras serta smart dengan melakukan pekerjaan sesuai konsep bisnis strategis yang jelas.

Kedua belah pihak saling memahami, bahwa dengan bersinergis positif akan menghasilkan kinerja yang excellence. Badri dalam kesempatan tersebut meminta kepada mitra kerjanya untuk meningkatkan working spirit, yaitu semangat always the best. Sebagai mitra dan sebagai mantan pejabat Telkom tentu sudah tau jerohan Telkom, jadi cukup dengan sekali atau dua kali arahan sudah mampu dipahami.

Outsourcing merupakan solusi yang seharusnya mampu memberi kontribusi dan nilai tambah dalam mendongkrak kinerja, bukan sebaliknya. Seperti dalam marketing, maka tenaga outsource lebih efektif, sebab ia mampu memberikan kelincahan dilapangan dengan mobilitas yang cukup tinggi. Kinerja mitra akan tumbuh, jika dimulai dengan strategi, bukan asal kerja saja, tanpa arah, tanpa pola yang menjadi pegangan.

Kami mentarget anda untuk bisnis ini, dan hasilkan atau berikan yang terbaik kepada kami. Jajaran kami akan mendukung apa yang anda butuhkan selama sesuai dengan prosedur bisnis. Aktivitas, skedul harus jelas, sehingga mudah dalam melakukan evaluasi dan pelaporan. Dari pelaporan ini kita akan dengan mudah menganalisa trend-nya untuk disolusikan. Telkom bertekad untuk mengembangkan kerjasama yang kuat dan terpercaya bersama mitra yang terpercaya pula.

• NURSIDIK

Jelang RAKERNAS, SEKAR DPP “Kulonuwun” Ke KADIVRE-V


TAHUN 2006

Jelang RAKERNAS, SEKAR DPP “Kulonuwun” Ke KADIVRE-V

Sebagaimana lazimnya, maka sebelum memasuki rumah, maka sebagai tamu harus permisi atau “kulonuwun” dulu kepada Tuan Rumah. Menjelang RAKERNAS-II SEKAR yang akan diadakan di Surabaya, maka SEKJEN DPP, Wisnu Adhiwuryanto & KABID OKK, Januar Setyo.W didampingi Panitia Lokal (Panlok) melakukan kunjungan ke KADIVRE-V, Nanang Ismail Kosim (NIK) pada hari Kamis (16/2) untuk “kulonuwun” dan menginformasikan beberapa hal.

Dalam pertemuan ini, Wisnu menginformasikan agenda RAKERNAS, antara lain : Memperkuat organisasi SEKAR, Bahwa kita akan menyempurnakan rules bagaimana mengelola organisasi yang dapat lebih transparan dan diketahui oleh seluruh anggota. Kemudian terdapat suatu keseragaman dalam mengelola organisasi. Hal lain yang akan dirumuskan dalam RAKERNAS adalah rancanan peraturan operasional organisasi dalam rangka meletakkan suatu dasar bagaimana menjalankan organisasi kedepan.

Terkait dengan kesejahteraan karyawan, Dalam RAKERNAS dirumuskan juga kesepakatan hal-hal pokok untuk dirundingkan dalam PKB-III. Paling tidak telah dirumuskan butir-butir inti untuk PKB-III yang akan dibawa tim saat berunding dengan manajemen terkait dengan kesejahteraan karyawan.

Terkait dengan eksistensi dan kemajuan perusahaan, Hal lain yang tidak kalah pentingnya dalam RAKERNAS kali ini adalah perjuangan SKTT, kita usulkan bersama-sama menentang implementasi SKTT. Goalnya adalah terdapat deklarasi penolakan SKTT (Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi).

Sedangkan KABID OKK, Januar menambahkan, bahwa untuk pengayaan wawasan, maka akan ada acara Stadium General, dengan menampilkan Pembicara dari luar, yaitu Menteri atau Komisi-I DPR. Kami sudah mengincar dua Menteri, kalau keduanya tidak bisa, maka baru Ketua Komisi-I. InsyaAllah akan dibuka oleh DIRUT dan ditutup oleh COO. Kami mohon Pak NIK selaku Tuan Rumah juga memberi kata sambutan.

Sementara itu, KADIVRE-V, NIK meminta agar hasil RAKERNAS dapat disounding digemakan atau disosialisasikan kepada seluruh pegawai, agar mereka tau dan mengikuti perkembangan aktivitas organisasi SEKAR TELKOM. NIK juga menyatakan kesediaannya untuk memberikan sambutan sebasgai Tuan Rumah. InsyaAllah saya akan tampilkan “Review & Strategy Business DIVRE-V Jawa Timur”.

Ditambahkan oleh NIK, bahwa agar masalah Jiwa Korsa selalu tertanam dihati masing-masing pengurus dan anggota, agar perusahaan ini lebih sinerji lagi untuk, lebih maju dan mampu memenangkan persaingan. Menanggapi soal jiwa korsa, Wisnu mengatakan, bahwa tema RAKERNAS ada kaitannya dengan jiwa korsa, yaitu “Meningkatkan Soliditas Perusahaan Demi Kesejahteraan Pegawai”.

• NURSIDIK

Cirebon Benchmark Strategi Bisnis SPEEDY Di Telkom SBT

TAHUN 2006

Cirebon Benchmark Strategi Bisnis SPEEDY Di Telkom SBT

Peningkatan performansi melalui studi banding atau benchmark di beberapa perusahaan manufacture maupun yang bergerak dibidang services memang kerap dilakukan oleh para pelaku bisnis. Tak terkecuali TELKOM Cirebon yang pada hari Kamis (16/2) melakukan benchmark tentang strategi bisnis SPEEDY di TELKOM Surabaya Timur, Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Framework of benchmark adalah komparasi evaluasi to improve the effectiveness and efficiency sebuah bisnis proses. Lingkup benchmark yang di Request TELKOM Cirebon ini meliputi : Penanganan Complain Handling Customer, Pengelolaan BCC (Broadband Care Center) & Penanganan Gangguan di CPE, Pengelolaan data teknik / SISKA, Pemetaan Jaringan Akses siap Broadband, Penanganan gangguan Jaringan akses layanan Speedy dan Billing Process.

Tim benchmark sebanyak 15 orang yang dipimpin langsung oleh GM KANDATEL Cirebon, Maman Agus Rokhman. Dua diantara peserta benchmark adalah perempuan, Dita dari Jasnita dan Dona dari CSR (Customer Service Representative). Tim diterima langsung oleh GM TELKOM SBT, Badriyanto yang sudah kenal baik dengan rekannya Maman Agus Rokhman yang memang pernah tugas di Surabaya.

Seperti biasa sebelum kasuk ke materi dalam mengawali pertemuan, Badri menampilkan Business Overview TELKOM SBT Area. Standard performance management berkaitan dengan pencapaian target juga dipaparkan. Ada beberapa faktor penyebab Digital Subscriber Lines broken chain dijelaskannya secara end to end (mulai dari operator sampai kepada user).

Infocom Convergence & Market Speedy, serta Value Chain, mulai dari Small User Group hingga ke pelanggan setia dipaparkan dengan segala kemungkinan variable yang menyertainya. Potret jumlah pelanggan dan pengguna internet di Indonesia juga dipaparkan. Pendeknya, kita harus turuti apa kemauan pelanggan, jangan dibalik pelanggan yang menuruti kemauan kita. Sebab di era kompetisi yang sudah head to head sekarang ini kita harus mampu merebut hati pelanggan, itu saja kata kuncinya, lanjutnya.

Hal yang penting lagi agar dapat sukses menggapai target, maka harus memiliki working spirit, yaitu Always The Best. Mengkahiri sambutannya, Badri memaparkan target Speedy TELKOM SBT yang harus diraih di tahun 2006 ini, yaitu berupa mimpi yang harus direalisasikan sebanyak 35-K, atau 350.000 sss yang harus laku. Fokusnya adalah : HR Allocation & IT System, sedangkan Actionnya berupa program yang harus dikontrol.

• NURSIDIK

SBT : Duta Flexi 2006, Representasi Kawula Muda


TAHUN 2006

SBT : Duta Flexi 2006, Representasi Kawula Muda

Kalau mau jeli, maka peluang bisnis selalu saja akan ada, seperti pada momen Valentine’s Day (VD) Selasa (14/2). Produk CDMA di kalangan anak muda sudah menjamur, tapi tentu mereka menggunakan dari berbagai produk, ada yang produk Telkom, adapula yang dari competitor. Momen VD atau hari kasih sayang memang cukup pas untuk ajang promo. Momen ini memang sangat bermanfaat untuk peluang bisnis.

Seperti di Telkom Jombang, yang digunakan sebagai figure pada momen VD ini adalah “Gus & Yuk Jombang 2005”. Kedua jawara Gus & Yuk ini adalah merepresentasikan figure anak muda yang diyakini mampu menarik perhatian para kawula muda, maka Brand Flexi-pun masuk kedalamnya. Pingin kenal ? Namanya adalah : Intan Widya Hapsari pelajar SMUN-2 Jombang, sedangkan Alfa Mahesa adalah pelajar SMUN-1 Jombang.

Duta Flexi 2006, mampu membidik segmen pasar anak muda yang selama ini kurang tersentuh oleh promo kita, program ini kerja bareng dengan Radio FM NK 91,5 sebagai media komunikasi, sehingga gaungnya dapat menarik perhatian para remaja yang gaul untuk menyampaikan ”pesan spesial buat orang spesial” di Bulan VD melaui SMS ketik SMS ke 0321- 7176655. Pasarnya anak muda memang cukup menjanjikan bagi peluang bisnis CDMA.

Dengan masuk ke segmen anak muda ini, diharapkan mampu mendongkrak sales Flexi yang targetnya cukup wouwww….fantastik…!!! Manajemen berharap, bahwa Peringatan Valentine’s Day yang jatuh pada hari Selasa tanggal 14 Pebruari 2006, merupakan event bagi para setiap insan khususnya pemuda/pemudi untuk mencurahkan rasa kasih-sayangnya kepada sesama.

Manajemen sendiri memberikan keringanan di hari VD ini. Ada program pemasaran yang diberi nama Classy in Valentine's Day. Periode Program mulai 13 Pebruari s/d 28 Pebruari 2006. Syaratnya adalah Aktivasi / PSB Classy (Handheld & Fhome). Gimmick Bebas biaya Flexitone dan Kaos Cantik Classy Valentine (selama persediaan masih ada).

Agar membumi, maka ada strategi Media Komunikasi, yaitu : Advetorial di Jawa Pos, Radio dan Sales Force. Pemberian gimmick Flexitone dilakukan oleh petugas CSR di Plasa-plasa melalui Nomor Classy dinas Telkom, selain pemberian Flexitone, maka selama persediaan masih ada, pelanggan diberi souvenir kaos cantik Classy Valentine.

• NURSIDIK

SBT : Plasa Telkom Jombang Diresmikan KADIVRE-V


TAHUN 2006

SBT : Plasa Telkom Jombang Diresmikan KADIVRE-V

Seiring dengan ketatnya persaingan, maka sebuah Plasa Telkom yang relative cukup representative di kota “santri” Jombang selesai direnovasi dan telah diresmikan oleh KADIVRE-V, Nanang Ismail Kosim (NIK) pada hari Selasa (14/2). Dalam acara peresmian ini diwarnai dengan pemberian apresiasi kepada para “Duta Flexi”, yaitu Pemenang “Gus dan Yuk Jombang 2005”, masing-masing Intan Widya Hapsari pelajar SMUN-2 Jombang, sedangkan Alfa Mahesa adalah pelajar SMUN-1 Jombang. Dari Gerai HALLO Telkomsel dalam kesempatan tersebut juga memberikan rangkaian bunga yang cantik kepada KADIVRE-V sebagai tanda kasih sayang di hari VALENTINE DAY.


Manager Telkom Jombang dalam laporannya mengatakan, bahwa Renovasi Plasa Telkom Jombang ini adalah sejalan dengan tuntutan pelanggan untuk mendapatkan pelayanan yang aman dan nyaman serta excellence. Plasa Telkom yang baru ini bisa untuk membangun sinergi dengan anak perusahaan, yaitu Telkom Group. Kini CATEL Jombang benar-benar mampu mempresentasikan layanannya tidak hanya dari segi intangible, akan tetapi juga dari sisi tangible. Klop sudah, program untuk meningkatkan pelayanan dalam upaya terus memacu menciptakan kepuasan pelanggan.

Dalam sambutan peresmian, NIK banyak memberi penekanan tentang customer service related dengan retensi pelanggan, kompetisi dan skill of services itu sendiri. Dikatakannya, bahwa konsep moment or truth merupakan upaya untuk menyentuh pelanggan dengan sebaik-baiknya. Dikatakan, bahwa menjaga perasaan pelanggan tidaklah mudah, inilah tantangan para customer service.

Tapi kalau kita punya standar pelayanan untuk merebut hati pelanggan, maka InsyaAllah pelanggan yang dalam suasana hati bagaimanapun, maka pelanggan akan merasakan sentuhan layanan yang mampu membuat hatinya senang. Mulai masuk di ruangan ini hingga diterima customer service lalu keluar ke tempat parkir yang dikawal oleh petugas SATPAM dengan senyum dan santun, maka pelayanan ini sudah paripurna, lanjutnya.

Satu hal yang penting ialah tingkat layanan ini akan menjadikan tingkat ukuran kompetisi bagi competitor kita. Kita sudah sepakat bahwa teknologi semua sama dan bisa dibeli, tetapi bagaimana kita mengupayakan tingkat layanan pelanggan yang tentunya dilakukan oleh manusia, yaitu petugas Telkom. Ini lebih sulit tentunya daripada mengadakan teknologi baru. Kalau teknologi baru sebagaimana harga yang telah ditentukan, mampu kita beli dan operasionalkan. Untuk menjaga agar kastemer tetap berada di data base kita adalah merupakan pertarungan di era kompetisi.

Satu-satunya yang dapat memenangkan kompetisi adalah perusahaan yang mampu memberikan layanan terbaik. Kalau memberikan pelayanan yang baik saja, semua operator telah melakukannya, tetapi kalau kita mampu memberikan pelayanan terbaik, itulah yang akan dipilih oleh pelanggan.

Ciri-ciri perusahaan memenangkan kompetisi adalah mampu mempertahankan customer data base dan bahkan menambahnya. Kalau berkurang, itu tandanya kita sudah kalah berkompetisi. Jadi kita harus hati-hati, kebetulan hadir saudara kita dari Telkomsel juga, angka kita masih 54 %, kalau kita gabungkan antara Telkom dengan Telkomsel, untuk wireless, maka sulit competitor lain mengalahkannya.

Karenanya mari kita meningkatkan kualitas pelayanan melalui konsep “Melayani Dengan Cinta”, agar jumlah pelanggan juga bertambah. Konteks strategi promosi di tahun 2006 ini ada dua, pertama adalah promosi untuk kegiatan penetrasi dan yang kedua adalah customer retention. Konsep retention dari Telkomsel sudah maju jauh, budget untuk customer care juga jauh lebih besar, Telkom akan memulainya. InsyaAllah dengan segala sumber daya yang kita miliki, kita mampu bersinerji untuk memenangkan persaingan.


• NURSIDIK

KADIVRE-V Resmikan Musholla “Nurulloh” Jombang


TAHUN 2006

KADIVRE-V Resmikan Musholla “Nurulloh” Jombang

Sebagai upaya terus meningkatkan program Iman, Budaya dan Olahraga (IBO), maka KANCATEL “Kota Santri” Jombang membangun sarana ibadah baru di lokasi STO Jombang berupa Musholla NURULLOH yang diresmikan oleh KADIVRE-V, Nanang Ismail Kosim (NIK) pada hari Selasa (14/2) usai memimpin rapat EIT-B.

Mushollah ini adalah sebagian atas biaya swadaya karyawan, mitra serta Kopegtel dan dibantu Dinas yang menghabiskan dana sebesar Rp. 90 juta,- Selama ini lokasi STO Jombang memang belum memiliki sarana ibadah yang memadai, sedangkan di Kantor pelayanan, yaitu di Plasa Telkom sudah memilikinya.

NIK dalam sambutan peresmian antara lain mengatakan, bahwa perusahaan sangat peduli terhadap program IBO, sehingga dengan selesainya pembangunan Mushollah ini diharapkan mampu meningkatkan iman dan taqwa bagi karyawan dan mitra serta masyarakat sekitar.

Peresmian ditandai dengan menabuh bedug dan penandatanganan prasati peresmian oleh KADIVRE-V, yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan sholat Dhuhur berjama’ah yang diimami oleh rekan Sukamto dari Telkom Jombang yang baru saja menuaikan ibadah haji. Peresmian ini disaksikan oleh seluruh Senior Leader se-DIVRE-V Jawa Timur.

• NURSIDIK

“Sarang” JAWARA Jombang Diresmikan KADIVRE-V


TAHUN 2006

“Sarang” JAWARA Jombang Diresmikan KADIVRE-V

Untuk menjadi JAWARA banyak sekali persyaratannya, maka KANCATEL Jombang terus berupaya meningkatkan kinerja para JAWARA nya dengan membangun “SARANG JAWARA” yang diresmikan oleh KADIVRE-V, Nanang Ismail Kosim (NIK) pada hari Selasa (14/2) di halaman belakang STO Jombang.

Sebelumnya Manager Telkom Jombang, Sutimin memberikan penjelasan, bahwa agar tugas operasional sehari-sehari para JAWARA lebih fokus dan terencana dengan hasil maksimal, maka perlu diadakan sarana atau media untuk membahas permasalahan di lapangan. Sarang JAWARA inilah medianya, yaitu sebagai ajang diskusi sebelum beraksi.

Sarang yang sederhana ini memberi kesan cukup mendalam bagi NIK. Sambil duduk di kursi panjang, NIK berseloroh, bahwa orang lapangan kan sering merokok, maka sarang ini memang cocok, apalagi kursinya panjang yang dapat dipakai untuk meluruskan kakinya (selonjor) saat lelah untuk istirahat sejenak.

NIK sempat mengukirkan ucapan selamat pada pigura ukuran sedang yang berbunyi sebagai berikut :”Selamat buat rekan-rekan JAWARA Jombang, atas sarana SARANG JAWARA, semoga jaringan akses kita tetap terpelihara dengan baik”. Dalam kesempatan tersebut, NIK sempat melihat potret JAWARA, yaitu performansi JAWARA Jombang yang dipampang di dinding. Sekali selamat, semoga performansi jaringan akses tetap dalam kondisi prima.

• NURSIDIK

GM SBT Sarasehan Di Atas Aspal Dengan Mitra OS


TAHUN 2006

GM SBT Sarasehan Di Atas Aspal Dengan Mitra OS

Mitra Outsourcing (OS) bagi perusahaan merupakan resources ‘enerji pendamping’ yang keberadaannya harus selalu dipantau agar mampu memberikan benefit yang maksimal. Untuk itu pada hari Sabtu pagi (11/2) GM TELKOM SBT, Badriyanto melakukan sarasehan dengan salah satu mitra OS, yaitu dengan PT. KDD (Karteksi Duta Djakarta) di STO Mojosari, dibawah wilayah Catel Mojokerto.

Kalau tidak tampil beda, bukan Badriyanto Sang Komandan DATEL SBT, sebab sarasehan kali ini dilakukan diatas aspal dibawah sengatan matahari pagi yang menyehatkan. Para tenaga mitra tak menghiraukan sengatan matahari dan duduk ‘anteng’ penuh semangat mendengarkan arahan Badriyanto yang didampingi Manager Ophar, Manager Telkom Mojokerto, Asman PCAN dan Asman Doman, termasuk Direktur KDD sendiri.

Target SBT untuk 2006 ini cukup menantang, tanpa didukung oleh semua pihak termasuk mitra OS, maka mustahil dapat tercapai, kata Sang Komandan kepada para “prajurit”. Untuk itu pusatkan perhatian hanya pada pencapaian target dengan menggunakan metode kerja yang paling fit sesuai dengan bisnis proses.

Menurut Badri, performansi KDD saat ini masih bagus. KDD telah berhasil mampu membangkitkan dan mendongkrak kinerja STO Mojosari yang pada tahun 2005 pernah terpuruk. Tolong performansi ini terus ditingkatkan, jaga mutu hasil kerja, hindari pekerjaan yang berakibat pada resiko manajemen demi pelayanan dan kepuasan pelanggan.

Kita harus menyadari perubahan perilaku pelanggan, dicontohkan dulu bioskop penuh penonton, tapi saat ini beralih beli VCD Player untuk menonton film, dulu orang pesan lagu ke stasiun radio siaran, saat ini via SMS. Perubahan ini harus disikapi dengan cara mengantisipasi kebutuhan pelanggan, kalau dulu telepon rumah gangguan, pelanggan akan teriak karena tidak ada sarana telepon lainya, tapi sekarang walaupun telepon rumah gangguan, pelanggan belum tentu teriak karena ada sarana lainnya seperti telepon seluler. Untuk itu kita harus terima kasih kalau pelanggan lapor gangguan, berarti pelanggan masih mencintai Telkom.

Ada 2 (dua) tugas yang merupakan target Ophar pada tahun ini, pertama menjaga performansi OKPI (Operational Key Performance Indicator), mulai jumlah gangguan, MTTR, gangguan ulang dsb, kedua pemasaran POTS. khusus untuk pemasaran POTS, kita harus menambah jumlah telepon (LIS) agar perusahaan ini bisa bertahan, apabila Telkom bisa bertahan maka mitrapun tetap bisa bertahan.

Terakhir Badri meminta kepada mitranya agar selalu memberikan pelayanan dengan menggunakan prinsip 5-S. Jangan sampai pelanggan eksisting kita direbut kompetitor. Khusus kepada rekan-rekan mitra yang setiap hari ketemu pelanggan senyumlah dan layani mereka dengan “CINTA”, yaitu dengan SENYUM yang dapat melunakkan dan menyejukkan hati pelanggan. Kemudian berilah SAPAAN yang manis jika mengadu saat ada keluhan, berikutnya bersikaplah SANTUN, lalu SOLUSIKAN permasalah pelanggan, yang pada gilirannya InsyaAllah SUKSES.

• NURSIDIK

SEKAR FOUNDATION Bantu Obat-Obatan Langsung Di Posko Medis Korban Banjir Kabupaten Jember


TAHUN 2006

SEKAR FOUNDATION Bantu Obat-Obatan Langsung Di Posko Medis Korban Banjir Kabupaten Jember

INVENTARISIR.
Setelah menerima cek senilai Rp. 10 juta dari SEKAR FOUNDATION untuk korban banjir di Kabupaten Jember & Jombang (untuk korban banjir Jombang sendiri sudah terecovery), maka Tim Peduli SEKAR DPW-V menginventarisir kebutuhan di Jember. Kemudian pada hari Jum'at (10/2) Ketua DPW-V, Budhi Prasetyo dan Sekretaris SEKAR DPW-V, Sigit Sumarsono langsung menyerahkan bantuan tersebut, Alhamdulillah bantuan berupa obat / medis ternyata tepat sasaran, sebab menurut dokter Aris selaku koordinator Posko Kemiri, kondisi beberapa korban sangat membutuhkan pengobatan pasca musibah banjir.

Tim SEKAR DPW-V didampingi wakil ketua SEKAR DPD Jember, Agung Prasetyo B langsung ke POSKO MEDIS melewati tenda-tenda penampungan para korban di Desa Kemiri, kecamatan Panti yang memang merupakan lokasi terparah. Setelah menerima secara simbolis bantuan yang diserahkan oleh Budhi, Dokter Aris yang sedang jaga Posko medis memberikan penjelasan perihal kebutuhan obat-obatan sembari menunjukkan foto-foto Image File kondisi korban dan kondisi lokasi yang terpampang pada komputernya.

SEKAR PEDULI.
Menurut dokter Aris, bantuan medis di lokasi ditangani oleh PMI (Palang Merah Indonesia) dan BSM (Bulan Sabit Merah) yang mirip PMI. Dr. Aris yang didampingi Dr. Yuli dan Dr. Agus mengucapkan terimakasih pada SEKAR FOUNDATION PEDULI yang dalam kesempatan tersebut sempat ngobrol dengan Ketua DPP, Syinar Budhi Arta (SBA) via komunikator. Disisi lain terdengar suara SBA mengatakan, bahwa pihaknya melalui Yayasan Sekar Telkom menyampaikan turut prihatin dan berharap agar sedikit bantuan ini dapat bermanfaat.

HILANG.
Menurut data BSM, akibat bencana banjir di desa Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember ini, maka terdapat sekitar 86 rumah hilang, 8 rusak berat, pondok pesantren habis, masjid 2, mushola 2, sekolah 1 sedangkan sawah yang rusak total seluas 31.940 ha. Belum lagi anak-anak kecil / balita yang trauma, sehingga pihaknya mendirikan Traumatic Centre di kota Jember. Para balita ini ditangani para psikiater BSM yang didatangkan dari Surabaya. Ada juga banjir susulan, tapi tak sebesar sebelumnya, tambahnya. Para balita diharapkan cerah ceria lagi setelah didampingi psikiater. Balita ini distimulate dengan mainan mobil-mobilan, boneka dsb. Ada sebagian yang sudah mula mau bicara, senyum ceria setelah diam seribu bahasa akibat trauma.

JANDA.
Ketika Tim SEKAR bertandang ke lokasi, melihat seorang Ibu berdiri sedih diatas puing-puing rumahnya yang rata dengan tanah, namanya Ibu Faruk, janda beranak 5 orang. Sambil meneteskan air mata, Ibu ini mengkisahkan, bahwa kejadiannya memang sangat singkat. Hanya dalam tempo lebih kurang 5 menit, semuanya sudah ludes / rata dengan tanah, bak bencana Tsunami. Suaminya yang mantan kepala desa meninggal dunia 12 tahun silam, kini 5 anaknya tinggal di tenda penampungan.

BSM.
Bulan Sabit Merah atau BSM yang berkredo "Care For Life" adalah organisasi kemanusiaan yang independen dalam memberikan dukungan pertolongan kemanusiaan khususnya kesehatan bagi yang membutuhkan dalam menghadapi krisis kemanusiaan di negara-negara yang membutuhkan dan terutama sekali di tanah air kita tercinta tanpa memandang ras, agama, negara, kelas dan aspirasi politik. Serupa tapi tak sama dengan Palang Merah.

Di BSM ada divisi kesiapsiagaan bencana, divisi penanganan pengungsi, divisi pendidikan kesehatan, divisi kegawatdaruratan, divisi relawan, divisi diklat dan divisi yankes. Para dokter muda diturunkan di lokasi bencana banjir Jember. Dokter Aris sendiri yang juga masih muda adalah dosen di UNEJ, setiap harinya selalu stand by di posko sekitar lokasi penampungan bersama dokter Yuli. Para dokter muda ini kalau keliling selalu naik motor, sebab lebih lincah ketimbang naik mobil, apalagi kalau masuk ke lokasi yang parah.



NURSIDIK