Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"

Jumat, 16 Juli 2010

SBU : TOT Bagi 20 Pengusaha Warnet


TAHUN 2010

Untuk mengembangkan sayap bisnisnya, maka TELKOM Speedy DCS-II Regional-V menggaet para Pengusaha Warnet dalam program TOT (Training Of Trainers). Sebanyak 20 Pengusaha Warnet dari 4 kota (SBS, SBU, Gresik dan Sidoarjo) mengikuti pelatihan TOT Speedy bertempat di BLC CS-SBU Jln. Mergoyoso 1-3, Surabaya, Kamis (24/6). Para peserta TOT ini nantinya akan menularkan ke komunitas yang ada di daerahnya. Para peserta akan mendirikan BLC Mandiri di daerahnya masing-masing.

Pelatihan TOT ini dibuka secara resmi oleh Manager Modern Channel Regional-V DCS-II Timur, Wahyudin yang pada kesempatan tersebut meminta kepada para peserta untuk memanfaatkan pelatihan gratis ini dengan baik dan mampu mengikuti pelatihan TOT ini dengan cermat, sehingga nantinya dapat ditularkan ke komunitas masing-masing dengan baik, antara lain : Pelajar, Guru, Ibu-Ibu PKK dan sebagainya.

Dalam pelatihan TOT ini, peserta dibekali CD Tutorial, sedangkan sebagai pembawa materi dari TELKOM adalah rekan Eri Susanto. Dasar pelatihan ini adalah Kesepakatan Bersama Nomor : K.TEL. 45/HKB10/DCS2-C2000000/2010 tanggal 8 Juni 2010 Tentang : Implementasi WARNET Sebagai Broadband Learning Center.

TELKOM yang memiliki produk TELKOM Speedy dalam PKS tersebut memang diitegaskan bermaksud menjalin kerjasama dengan Mitra guna implementasi WARNET sebagai Broadband Learning Center (BLC) yang difasilitasi oleh TELKOM. Disisi lain, bahwa Mitra sebagai Badan Usaha yang mengelola bisnis Warnet, sanggup dan bersedia utnuk meningkatkan layanan dan keberadaan Warnet agar dapat berfungsi sebagai BLC. Pelatihan TOT ini adalah implementasi PKS tersebut. **bukan-diksi.

FOTO : Tampak Wahyudin pada saat sambutan pembukaan, Kamis (24/6).

SBU : Yes TV Akan Gabung Dengan Speedy


TAHUN 2010

Bergabung dan bekerjasama merupakan trend bisnis saat ini, sehingga tak heran jika antara Yes TV dengan Speedy akan melakukan strategi seperti ini. Pertemuan pertama untuk membahas kerjasama dalam bentuk joint promo, join marketing (Co-Marketing) dalam aktivitas Direct Marketing telah dilakukan pada hari Selasa (22/6) di Kantor CS-SBU Lantai-5 Jln. Mergoyoso 1-3, Surabaya.

Muhlas mewakili Manager Area Yes TV Surabaya hadir dalam pertemuan perdana tersebut dan menyambut hangat rencana ini. Manager CS-SBU, Soewiyarso, ASMAN Modern Channel, Ismono Adi Jatmiko dan ASMAN Direct Channel, Kun Agustiyono serta para Agency juga menyambut hangat, sehingga dalam pertemuan ini semua pihak tidak bertepuk sebelah tangan, kedua belah pihak telah memenuhi kata sepakat secara lisan. Setelah sepakat dan “DEAL”, maka beberapa hal yang bersifat teknis administratrif menjadi pembahasan serius.

Kedepan aktivitas Marketing and Sales dalam bentuk Grebeg Customer dan Open Table TELKOM Speedy akan mendapat dampingan dari anak perusahaan, yaitu Yes TV. Tinggal menunggu teknis dan kesiapan dari pihak Yes TV, kalau dari TELKOM Speedy sudah siap. Dalam operasionalnya, maka keduanya berharap ada koordinasi yang baik dan terjadwal, sehingga segala sesuatunya akan dapat dipersiapkan dengan baik pula demi kelancaran setiap event atau aktivitas sales and promo.

Co-Marketing ini akan memberikan nilai tambah kepada kedua produk, sehingga calon konsumen mendapatkan variant pilihan produk berkualitas lebih banyak. Dengan demikian tempat Open Table bakal menampilkan format baru dan tampil beda tak seperti biasanya. Diharapkan akan berpengaruh dan memiliki daya tarik tersendiri bagi warga yang digrebeg. Program Join atau Co-Marketing ini memang dirancang untuk tampil beda dan menciptakan nuansa baru dibidang pemasaran dan penjualan. **bukan-diksi.

FOTO : Suasana pertemuan perdana antara YES TV dan CS-SBU, Selasa (22/6).

SBU : Testimoni Peserta TOT BLC Bagi Pengusaha WARNET


TAHUN 2010

Selesai sudah pelatihan TOT (Training Of Trainers) bagi 20 Pengusaha WARNET di BLC (Broadband Learning Center) CS-SBU, Jln. Mergoyoso 1-3, Surabaya, Kamis (24/6). Dengan selesainya pelatihan TOT ini, maka para Pengusaha WARNET sebagai “Kepanjangan Tangan” TELKOM Speedy siap untuk menularkan ilmu hasil pelatihan TOT ini kepada beberapa komunitas disekitarnya.

Kesiapan para peserta untuk menularkan ilmunya kepada beberapa komunitas disekitarnya nampak jelas dari hasil testimoni yang dipandu oleh Instruktur dari TELKOM, Eri Susanto. Mereka ditanya oleh Eri satu persatu tentang apa langkah selanjutnya setelah mengikuti TOT ini. Jawabanpun bervariasi, ada yang ingin membidik ibu-ibu rumah tangga agar tidak GAPTEK, sehingga akan memberikan nilai tambah bagi ibu-ibu, misal sudah dapat mencari resep masakan cukup dengan browsing dan searching saja.

Ada juga yang akan menggarap segmen pelajar dan guru, karang taruna dan segmen anak muda yang tidak mampu. Untuk yang terakhir ini, yaitu segmen anak muda yang tidak mampu diungkapkan oleh Udin, pengusaha WARNET ”AR-ROUDLOH”, Surabaya. Saya membidik segmen ini sebab ada unsur pendidikan dan unsur CSR (Community Social Responsibility). Ada sekelompok pemuda yang tidak mampu melanjutkan kuliah, akan saya BIT materi ini yang harapannya ialah mereka mampu mandiri, jelas Udin.

Seperti diberitakan kemarin, bahwa TOT ini dasarnya adalah Kesepakatan Bersama Nomor : K.TEL. 45/HKB10/DCS2-C2000000/2010 tanggal 8 Juni 2010 Tentang : Implementasi WARNET Sebagai Broadband Learning Center. Dengan selesainya pelatihan TOT ini, maka diharapkan akan terbentuk BLC MANDIRI di 4 Wilayah dan Kota, yaitu Gresik, Sidoarjo, Surabaya Selatan dan Surabaya Utara. Dari hasil testimoni tersebut, maka TELKOM Speedy semakin optimis mampu melakukan penetrasi dengan jangkauan yang lebih luas secara ”smart”, yaitu melalui kemitraan dengan para Pengusaha WARNET tersebut. **bukan-diksi.

FOTO : Tampak Udin sedang menjelaskan programnya kepada Eri Susanto. (24/6).

SBU : Grebeg Bersama Yes TV Ditinjau Bagus Herdijanto


TAHUN 2010

Kini Grebeg Customer TELKOM SBU tidak sendirian lagi, sebab sudah melakukan penggerebegan bersama anak perusahaan, yaitu Yes TV pada hari Sabtu (26/6) di kawasan Darmo Permai Timur Surabaya. Hal ini menunjukkan, bahwa betapa seluruh jajaran memiliki “market minded” yang patut diacungi jempol, tak terkecuali acungan jempol dari Manager Customer Service Regional-V DCS-II Timur, Bagus Herdijanto.

Kehadiran Bagus di Grebeg Customer SBU adalah yang pertamakalinya dilakukan, yang tujuannya adalah untuk melihat dari dekat pelaksanaan Grebeg sekaligus memberikan motivasi kepada para Tim yang sudah solid ini. Market Discovery yang dilakukan oleh orang-orang yang Market Minded memang patut diapresiasi dan dimotivasi, sehingga benar-benar mencapai The Most Active Grebeg Customer.Team

Pertumbuhan Penjualan Berkelanjutan atau Sustainable Sales Growth memang harus dicapai dan dipertahankan dengan cara-cara yang luar biasa, misalnya dengan cara agresif sale seperti yang dilakukan oleh Tim Grebeg Customer. Untuk membangun Great Business yang sukses, maka mampu mencapai sustainable growth terlebih dahulu, tanpa mampu mencapainya sustainable grwoth, maka sulit untuk dapat membangun great business.

Speedy harus menjadi Great Business dan dapat tumbuh secara berkelanjutan, salah satu yang menjadi “mesin pertumbuhan” adalah Grebeg Customer Strategy yang memiliki jadwal, skala dan struktur usaha yang selaras dengan kapasitas “mesin pertumbuhan” itu sendiri. Ibarat sebuah kendaraan, maka diharapkan Grebeg ini dapat melaju dengan baik serta memiliki daya tahan saat harus melampaui berbagai rintangan dan tantangan usaha. **bukan-diksi.

FOTO : Tampak Bagus Herdijanto (berkacamata) di lokasi “Mesin Pertumbuhan”.

SBU : Grebeg For Sharpening Sales Result


TAHUN 2010

Masih soal upaya jajaran TELKOM CS-SBU meningkatkan hasil Sales, maka pada hari Minggu kemarin (27/6) Tim Sales melakukan Grebeg Customer di kawasan Jln. Pandegiling, Surabaya. Kawasan Pandegiling ini sejak dulu kata hingga kini terkenal akan Nasi Pecelnya, sehingga hari Sabtu dan Minggu ataupun hari-hari libur lainnya selalu banyak pembeli sampai antri. Para pembelinya biasanya berasal dari golongan menengah keatas, ini dilihat dari sisi mobil yang diparkir cukup banyak adalah mobil para pembeli pecel tersebut.

Terlepas dari perpecelan tersebut yang jelas Tim Grebeg Customer mencari celah diantara perparkiran mobil pembeli pecel. Celah yang diambil adalah untuk Sharpening Sales Result, selain itu juga untuk mengasah Marketing Effort. Sebuah proses kegiatan sales yang dilakukannya mirip seperti pisau yang harus diasah pelan-pelan yang akhirnya akan menjadi tajam.

Kita semua juga pernah melihat “Pencil Sharpener” atau peruncing pencil, maka untuk menjelajah pasar mencari pelanggan baru agar mau membeli produk kita juga tak ubahnya dengan sebuah proses memperuncing pensil atau mengasah pisau tadi. Tidak bisa tajam secara ujug-ujung atau tidak bisa sales langsung naik secara fantastis (kecuali kalau ada event khusus seperti e-RT/RW).

Grebeg Customer TELKOM SBU memang selalu mengusung Sharpening Sales Result dalam menjalankan strategi pemasarannya, sehingga hasilnya diharapkan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu yang pada gilirannya pada setiap triwulan, semester dan akhir tahun dapat dinikmati oleh kita semua. Apalagi jika target yang telah ditetapkan tidak hanya tercapai akan tetapi terlampaui, maka merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Tim Sales dalam Tim Grebeg Customer. **bukan-diksi.

FOTO : Tim Grebeg di Jln. Pandegiling, Surabaya, Minggu (27/6).

Soewiyarso : Akan Ada Bundling SPEEDY-FLASH


TAHUN 2010

Selain bundling dengan YES-TV, maka kita akan bundling juga dengan TELKOMSEL dalam Grebeg Customer. Selain ini saat ini sedang dikembangkan sebuah inovasi bisnis dengan konsep kemitraan atau bundling antara TELKOM SPEEDY dengan TELKOMSEL dalam bundling produk yang akan diberi nama SPEEDY-FLASH. Demikian dijelaskan Manager CS-SBU, Soewiyarso dalam sharing SP-135, Rabu (30/6) di Jln. Mergoyoso No 1-5, Surabaya.

Perpaduan dua produk ini diharapkan mampu diterima oleh Market, sebab selain fleksibel bisa dipakai saluran SPEEDY juga FLASH, juga harganya sangat bersaing. Selain itu, Soewiyarso dalam forum SP-135 ini mendeliver sharing info soal Program Broadband E2E atau End To End Service untuk program TELLKOM SPEEDY, dimana tujuan program ini adalah untuk kepuasan pelanggan.

Program Broadband E2E intinya adalah CCPBB (Customer Care Product Bulk Bundling) yang mana dengan program ini TELKOM lebih solid dengan beberapa anak perusahaan dalam melakukan “serangan” pasar. TELKOM secara overall akan semakin kuat dan powerfull sebab akan di-bundling, warna GROUP akan semakin kental dan tajam. Dibandingkan dengan jalan sendiri-sendiri, maka program Bulk Bundling dengan E2E ini akan lebih bertenaga, lebih tajam membidik pasar dan lebih ampuh melumpuhkan pesaing.

Karena konsumen biasanya tertarik dengan hal-hal baru, maka TELKOM optimis produk bundling ini akan diterima pasar secara positif. Untuk itulah TELKOM selalu “aware and care” terhadap setiap inovasi untuk diteliti, dikembangkan dan diimplementasikan. Melalui inovasi ini kita semua berharap agar produk tampil beda, lebih baik dan tentunya menjadi lebih menarik. Di sesi akhir, Soewiyarso meminta seluruh jajaran untuk mengamankan target Sales Speedy bulan ini yang tinggal satu hari lagi.**bukan-diksi.

FOTO : Tampak Soewiyarso sedang mendeliver sharing info, Rabu (30/6).

KETUM SMS Ke DIRUT Soal Macetnya PKB-IV


TAHUN 2010

Setelah sampai hari ini Jum’at (16/7) belum ada kesepakatan penyelesaian perundingan PKB-IV, maka KETUM SEKAR TELKOM, Wisnu Adhi mengirim SMS ke DIRUT. Informasi pengiriman SMS ini disampaikan Wisnu Adhi kepada seluruh Tim Perunding SEKAR usai Sholat Jum’at di Gedung RDC, Bandung. Seandainya tidak terjadi kesepatan PKB-IV hingga pukul 24.00 WIB hari ini, maka Ketua I DPP SEKAR Rusman Nadeak mengatakan, bahwa secara hukum tidak ada aturan yang mengatur karyawan.

Soal konten SMS ke DIRUT, maka Wisnu memaparkan, bahwa konten SMS yang dikirim ke DIRUT diharapkan mampu memberikan gambaran tentang kronologis PKB dari masa ke masa. Adapun konten SMS tersebut kurang lebih berisi tentang PKB-I yang hanya memakan waktu 11 bulan dengan menghasilkan kenaikan Manfaat Pensiun (MP). Sedangkan PKB-II hanya memakan waktu 9 bulan, jadi lebih singkat dari PKB-I. Dalam PKB-II ini hasil utamanya adalah dikenalkannya Variabel Pay dengan thresshold. Masih kata Wisnu, bahwa PKB-III hanya memakan waktu 6 bulan dan hasilnya adalah TANI Employee (Total Annual Net Income) dan FASKES paska 95.

Untuk PKB-IV yang telah memakan waktu 1 tahun 8 bulan, walaupun Management mengusulkan besaran kenaikan Insentif, tetapi hal itu disertai kenaikan thresshold yang Radikal sehingga sangat memungkinkan terjadinya TANI employee karena akan ada beberapa unit dengan ratusan bahkan ribuan karyawan yang tidak mendapatkan insentif .

Dalam penjelasannya, Wisnu mengatakan, bahwa perusahaan selalu laba dan belum pernah rugi, maka tidaklah bijak jika perusahaan menurunkan kesejahteraan karyawannya seperti yang tertera dalam rancangan manfaat pensiun (Usulan dari management untukBPK dari 2 THT menjadi 1,5THT)

Ketika injury time perundingan masih macet, dimana pada jam 24.00 WIB malam nanti merupakan batas akhir berlakunya perpanjangan PKB III. Wisnu menegaskan, bahwa SEKAR siap berunding dengan BOD agar segala persoalan menjadi jelas.

Dalam kesempatan tersebut, Wisnu juga menyinggung soal RUPS. Menurut Informasi yang dipercaya, RUPS InsyaAllah akan dilaksanakan pada 24 Agustus 2010 atau 1 minggu setelah lebaran dan atau 2 minggu setelah lebaran. Di akhir penjelasannya, Wisnu meminta seluruh anggota untuk bekerja seperti biasa, lebih produktif, serta mengucapkan terimakasih kepada Tim Perunding SEKAR yang telah bekerja keras membawa amanah anggota. Kita semua selama ini tidak “grudag-grudug” (Red : asal kesana kemari), akan tetapi membawa amanah seluruh karyawan atau anggota, dimulai dengan merumuskan materi perundingan tahap awal di Surabaya tahun 2008, di Rakernas III Bogor tahun 2009 dan Munas IV 2010 di Bandung yang lalu.**Kom-DPP.

FOTO: Nampak KETUM SEKAR, Wisnu Adi sedang memberikan penjelasan (16/7).

Kamis, 15 Juli 2010

SBU Get Short Time Market Domination


TAHUN 2010

Penjualan produk secara agresif terus dilakukan oleh Tim Sales SBU melalui strategi Grebeg Customer, dengan harapan dapat menguasai dan mendominasi pasar secara singkat. Serangan pasar akan dilakukan secara rutin dan agresif, sebab dari intelijen marketing dikabarkan, bahwa provider lain kini melakukan hal yang sama, contoh : IM-2 dikabarkan melakukan Grebeg di tiga kecamatan di wilayah kerja TELKOM CS-Surabaya Utara.

Layanan di tempat ala “STOP ‘n GO” melalui Grebeg Customer diharapkan mampu mendominasi pasar dan meningkatkatkan Market Share. Terlebih bulan depan dimulainya Pendaftaran Siswa Baru On-Line (PSB On-Line) yang oleh Tim Grebeg merupakan peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik. Tim akan berkomunikasi dengan para orang-tua murid, bahwa sebaiknya memasang Speedy di rumah agar putra putrinya mampu memonitor pendaftaran PSB ON-LINE cukup dari rumah, tak usah berdesakan mendatangi sekolahan.

Segala perlengkapan pemasaran atau Marketing Kits kini tengah dipersiapkan oleh Tim untuk menggerebeg sekolah tempat berkumpulnya calon siswa dan orang tua yang ingin memperoleh informasi tentang PSB-ONLINE ini. Kita memang balapan atau berlomba dengan pesaing untuk merebut pelanggan baru di PSB-ONLINE ini. Race to get more customer di event penerimaan siswa baru merupakan peluang bisnis yang harus dicapai.

Karena persaingan memang sudah head to head, maka perlombaan meraih pelanggan baru di event penerimaan siswa baru On-Line ini adalah harus dilakukan, jika tidak maka tentu pesaing yang akan mendahului kita. Dan yang dilakukan pesaing bukan defensif akan tetapi ofensif seperti yang dilakukan IM2 di tiga kecamatan tersebut diatas. Dalam Grebeg, maka Tim akan melayani di tempat dan tuntas ditempat, tinggal instalasi di rumah tanpa ribet. **bukan-diksi.

FOTO : Tampak Tim Grebeg melayani ditempat dan tuntas ditempat.

TELKOM CS Surabaya Utara Terus Mempengaruhi Pasar


Melalui strategi Grebeg Customer, maka TELKOM CS-SBU terus mempengaruhi pasar agar target sales Speedy sebesar 2.000 SSS perbulan dapat tercapai. Walau diproyeksikan akan tercapai mendekati 100 %, namun tidak membuat effort pemasaran melemah, namun malah sebaliknya menjadi semakin gencar mempengaruhi pasar agar target tak hanya dicapai tetapi dapat terlampaui.

Memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan tidaklah mudah. Beberapa pelanggan tidak menyadari kebutuhan dan keinginannya atau mereka tidak mampu mengutarakannya atau penuturannya masih memerlukan penafsiran. Disinilah perlunya marketing communication (marcomm) yang handal yang harus dikomunikasikan secara langsung melalui Grebeg Customer. Coba bayangkan bila pelanggan mengutarakan ini : pelanggan meminta provider internet yang tidak mahal, laptop yang murah tapi handal, kecepatan koneksi yang tinggi, layanan paripurna, layanan terbaik, dsb.

MARCOMM harus mampu menjawab pertanyaan pelanggan ini. Kalau kita kaji permintaan pelanggan tersebut diatas, maka sebenarnya pelanggan tersebut memiliki kebutuhan yang dinyatakan, dimana hal tersebut merupakan kebutuhan riil yang harus kita tangkap sebagai peluang. Disinilah fungsi pemasar untuk mempengaruhi pasar agar dari keinginan yang telah diungkap dan dinyatakan menjadi kenyataan.

Untuk menangkap peluang tersebut, maka diperlukan pemasar yang handal, yang tanggap, yang antisipatif dan yang kreatif. Seorang pemasar yang tanggap menemukan sebuah kebutuhan yang dinyatakan dan memenuhinya. Seorang pemasar yang antisipatif memandang ke depan tentang kebutuhan apa yang mungkin akan dirasakan oleh pelanggan dalam waktu dekat. Seorang pemasar kreatif menemukan dan memproduksi solusi yang tidak diminta pelanggan tapi ditanggpi dengan penuh semangat oleh pelanggan. Tim Grebeg Customer adalah contoh Marketer kreatif yang selalu mempengaruhi pasar. **bukan-diksi.

FOTO : Tim Grebeg Customer SBU tampak selalu siap mempengaruhi pasar.

SBU : Lusa, 1500 Ketua RT Akan Ikuti Pelatihan Internet


TAHUN 2010

Sebagai tindaklanjut peluncuran Program e-RT/RW, maka pihak PEMKOT Surabaya mengundang TELKOM, AKPINDO (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia ) dan para Camat untuk rapat koordinasi membahas rencana pelatihan internet bagi lebih kurang 1.500 Ketua RT se Kotamadya Surabaya. Rapat yang diadakan di Kantor PEMKOT Lantai-IV Jln. Jimerto 25-27, Surabaya, Kamis (1/7) tersebut tak berlangsung lama, hanya memakan waktu tak lebih dari 2 jam, sebab yang dibahas hanya sekitar teknis pelaksanaan, sedangkan Planning-nya sendiri sudah matang dan tuntas.

Kabag Bina Program Pembangunan PEMKOT Surabaya, Agus Sonhaji yang memimpin rapat mewakili Walikota yang sedang tugas ke luar kota menegaskan, bahwa pelatihan ini merupakan tindaklanjut program e-RT/RW, sehingga materinya nantinya diharapkan mengupas tuntas tentang website http://sapawarga.org. Tempat pelatihan adalah di JATIM EXPO Jln. A. Yani, Surabaya dan dijadwalkan mulai hari Sabtu hingga Selasa (3 hingga 6 Juli 2010).

Sementara itu Manager CS-SBU, Soewiyarso mengatakan, bahwa pihak TELKOM memberi support penuh terhadap program pelatihan ini, sehingga Surabaya benar-benar menjadi ”Kampoeng-Cyber” dan warganya benar-benar melek IT. Jumlah kecamatan ada 31 sedangkan jumlah RT ada 10.000 pasti mampu meng-IT-kan kota Surabaya. Kami akan beri juga materi pelatihan yang lain berupa konten Speedy, seperti program anti virus, program blocking situs porno dan sebagainya.

Sementara itu Kurniawan dari AKPINDO menjelaskan juga, bahwa pelatihan internet ini akan diawali dengan Seminar dan Pameran IT yang diikuti oleh para Vendor Nasional. Dalam pelatihan ini kami akan support komputer, sedangkan TELKOM adalah jaringan Speedy-nya dan Trainer-nya. Kami tak hanya semata-mata berbisnis saja, akan tetapi juga memiliki misi sosial seperti support kami dalam pelatihan ini. Program ini berdampak memberikan nilai sinergis bagi kita semua, bagi PEMKOT, bagi TELKOM dan bagi AKPINDO dan Vendor Nasional. Kemudian warga yang berminat beli Lap-Top, maka akan kami beri harga khusus dan bisa diangsur melalui ADIRA FINANCE, kuncinya. **bukan-diksi.

FOTO : Tampak Soewiyarso diapit PEMKOT dan AKPINDO sedang memaparkan dukungan PT. TELKOM.

SBU : Grebeg Customer Di PSB On-Line


Peluang bisnis yang ada tidak akan pernah disia-siakan oleh Tim Grebeg Customer TELKOM CS Surabaya Utara (SBU). Hal ini terbukti ketika ada event PSB On-Line (Penerimaan Siswa Baru On-Line) Tim Grebeg mendekati orang tua murid di Kantor Kelurahan Sitodopo Wetan Surabaya pada hari menjelang implementasi PSB On-Line, Kamis (1/7).

Tim Grebeg dalam kesempatan tersebut melakukan aksinya berusaha “merayu” orang tua murid untuk memasang TELKOM Speedy agar pelaksanaan PSB On-Line dan pemantauan hasilnya dapat dilakukan dari rumah saja dan tidak usah repot-repot harus mendatangi Kantor DIKNAS. Dalam kesempatan tersebut, Tim cukup mendirikan tenda dengan Branding TELKOM Speedy dilengkapi Note-Book On-Line untuk demo cara membuka PSB On-Line.

Beberapa siswa sempat diberi penjelasan cara mengakses situs PSB On-Line oleh Tim Grebeg Customer dengan harapan mengerti dan mamahaminya dengan baik dan menjadi tertarik untuk memasang Speedy. Fasilitas demo cukup ditenda Speedy memang praktis dan lumayan mampu menarik perhatian siswa dan orang tua di sekitar Kantor Kelurahan Sidotopo Wetan Surabaya.

Pelaksanaan Grebeg menjelang PSB On-Line ini memang telah direncanakan, sehingga pada saatnya nanti para siswa sudah faham dan mengerti betul tata cara pelaksanaan pengisian PSB On-Line yang didukung oleh TELKOM Speedy. Moment PSB On-Line memang merupakan saat yang tepat dan peluang emans bagi Tim Grebeg untuk melakukan promo. **bukan-diksi.

FOTO : Tampak ASMAN Support CS-SBU, Purwanto meninjau Promo PSB On-Line di Sidotopo Wetan.

Pos Pelayanan PSB On-Line TELKOM CS-SBU

Untuk memberikan pelayanan informasi PSB On-Line secara cepat, maka jajaran TELKOM CS-SBU & Tim DIVA telah mendirikan Pos Pelayanan Penerimaan Siswa Baru secara On-Line yang didukung oleh TELKOM Speedy di Kantor Balai RW-09 wilayah Tuwowo, Surabaya. Pos Pelayanan ini sempat dikunjungi ASMAN Support TELKOM CS-SBU, Purwanto sekaligus untuk melakukan pengawalan dan pengecekan kesiapan Pos tersebut, Kamis (1/7).

Kehadiran situs ini tentu saja akan sangat membantu siswa SMP, SMA dan SMK yang ingin mendapatkan berita PSB ataupun sebatas nilai UAN yang ada saat ini. Situs Psbsby-online.net juga dapat membantu sistematik pendaftaran agar tidak terjadi penumpukan di sebuah sekolah yang sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. TELKOM Speedy dalam dukungan PSB On-Line ini bekerjasama dengan DIKNAS Kotamadya Surabaya.

Dengan kehadiran PSB online Surabaya ini, maka ada sebuah terobosan yang sangat berarti telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan ”Kota Pahlawan” tersebut. Hanya dengan koneksi internet, maka semua data yang telah dikumpulkan oleh panitia penerimaan siswa baru, bisa terpampang dengan jelas kepada masyarakat. Hal ini juga bisa meminimalisir berbagai macam spekulasi negatif berkaitan dengan sistem PSB Surabaya

Dengan desain yang sederhana dan mudah diakses, Psbsby-online.net secara keseluruhan sudah cukup baik. Tombol Navigasi yang mudah terlihat dengan latar warna yang tidak terlalu mencolok membuat website ini bisa diakses oleh siapa saja yang membutuhkan. Jika anda ingin melihat hasil penerimaan siswa baru melalui PSB online Surabaya, silahkan melihatnya lewat link dibawah ini : http://www.psbsby-online.net **bukan-diksi.

FOTO : Tim DIVA & CS SBU mengawal Pos Pelayanan PSB On-Line.

Fatwa PKB-IV Putaran Terakhir Di RDC Bandung





TAHUN 2010

Hukum akan bicara ! Rono Prakoso, KABID KOSAD DPP SEKAR TELKOM ketika dimintai fatwa oleh para Ketua DPW mengatakan, bahwa jika buntu, maka kita teruskan ke DISNAKER paling tidak dimediasi oleh disnaker untuk mencapai jalan keluar terbaik, paling tidak ada anjuran dari DISNAKER. Dan yang bermasalah saja yang diteruskan ke DISNAKER, sedangkan yang lain yang tidak bermasalah atau yang sudah disepakati tidak akan diteruskan.

Sementara, mencapai PKB-IV yang lebih baik dari PKB-III itu adalah harapan kita semua, demikian ulasan SEKJEN saat pertemuan setengah kamar di RDC Lantai-5 Gerlong, Bandung. Seyogyanya memang harus lebih tinggi dari PKB-III. Dalam diskusi setengah kamar ini, SEKAR berharap agar Tim Perunding Manajemen segera menyampaikan ke BOD dengan harapan PKB-IV dapat tercapai kata sepakat.

SEKAR khawatir, bahwa komunikasi atau lobi-lobi di luar perundingan yang dilakukan selama ini tidak sampai ke telinga RF, sehingga progresnya tidak seprogresif seperti yang diharapkan secara ideal layaknya dalam suatu negosiasi. Sementara itu Prakoso tetap menjelaskan dari ranah hukum, sehingga langkah-langkah SEKAR tetap berpijak pada koridor hukum yang memang harus ditaati oleh semua pihak.

Namun demikian masukan rekan SEKAR DPW-I masih merasa optimis, bahwa masih ada ruang untuk menggoalkan tanggal 16 Juli 2010 secara legal. Yang penting kita masih dalam koridor hukum, sehingga pasti manajemen akan memahaminya. Masih banyak kemungkinan terjadi dalam 2 hari ini yang merupakan injury time, sebab posisi SEKAR sudah cukup jelas, transparan dan gamblang. Seluruh tim perunding adalah karyawan TELKOM, sehingga yakin mereka akan memahaminya secara tulus. Lain halnya jika berunding antara Majikan dengan Buruh, yang mana wajar jika Sang Majikan pelit. Di PKB SEKAR TELKOM semuanya adalah karyawan TELKOM, tujuannya adalah untuk karyawan dan untuk perusahaan. Clear-lah!!**bukan-diksi.

FOTO : Rono Prakoso sedang memberikan fatwa.

Direksi &Komisaris RAGAB Di Yogya, SEKAR SIAGA-1 Di Bandung


Kalau Direksi dan Komisaris ada acara RAGAB (Rapat Gabungan) di Yogyakarta, maka SEKAR dalam posisi Siaga-1 di Bandung. Siaga-1 ini diambil sekitar 1 jam sebelum acara Perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) IV yang dilaksanakan di R & D Gerlong Hilir, Bandung yang dijadwalkan berlangsung selama 2 hari, yaitu Kamis dan Jum’at (15-16 Juli 2010).

Persiapan Siaga-1 di Union Camp Palasari Bandung membahas langkah-langkah strategis menjelang lanjutan Perundingan PKB-IV putaran terakhir dimana perpanjangan PKB-III akan berakhir pada tanggal 16 Juli 2010. Boleh dikatakan putaran terakhir ini seperti yang pernah ditulis oleh Reporter Ferdi merupakan masa-masa Injury Time. Namun demikian, SEKAR berharap agar keduabelah pihak (Tim Perunding SEKAR & Manajemen) mampu memahami permasalahan dan pentingnya PKB, selanjutnya seluruh kekuatan dapat diarahkan untuk menghajar kompetitor dan melayani pelanggan.

Dalam dunia sepak bola, goal yang terjadi pada masa injury time adalah merupakan goal yang menyakitkan. Seneijder sendiri sampai menitikkan air mata, akan tetapi SEKAR dalam Siaga-1 tersebut berharap berbeda, yaitu yang terjadi adalah kesepakatan secara bulat yang dapat diterima akal sehat dan hati nurani, sehingga enak sama ditelan, pahit sama digenggam. Tidak ada yang kalah atau menang.

Dipenghujung khatam-nya PKB III Perpanjangan dalam posisi Perundingan PKB IV yang masih setengah matang, semua Pengurus inti Sekar mengambil standing siaga 1. Bila diperlukan pengambilan keputusan besar dalam tempo yang singkat, maka semua elemen telah siap di Bandung. Para Ketua DPW, Anggota Tim Perunding PKB dan MPO siap siaga membulatkan tekad mengambil keputusan penting untuk menyikapi PKB yang tarik ulur. Berbagai skenario telah disiapkan untuk menyambut setiap perkembangan yang terjadi. Kita akan lihat tempreratur Gedung RDC sampai besok (Jumat 16 Juli 2010). Moga saja, Sekar tidak perlu benar-benar menggelar Rapat Gabungan (Ragab) untuk mengambil aksi-aksi Serikat.
**BUKAN DIKSI.

FOTO ; Suasana menjelang Siaga-1 SEKAR di Union Camp, Bandung, Kamis pagi (15/7).

Rabu, 14 Juli 2010

“SKY-OVERLAND” TELKOM SBT Warnai Gebyar IBO 2005


TAHUN 2005

Hari demi hari perjalanan Gebyar IBO TELKOM SBT terus berlangsung dengan berbagai pertandingan berjenis “games” yang murah meriah. Para peserta cerah ceria bermain di arena parkir TELKOM OPMC Jln. Ketintang 156, Surabaya. Mulai dari tenaga kerja mitra, karyawan sampai kepada para Senior Leader ikut memeriahkan berbagai games, semua berpartisipasi.

Tak terkecuali pada hari Selasa (6/9) ada pertandingan “sky-overland” atau lebih dikenal dengan “ski-darat”. Dengan menggunakan “klompen” panjang para peserta jingkrak-jingkrak saling adu kecepatan untuk meraih juara. Sang Managerpun ikut menjadi supporter memberi spirit dengan cara berteriak histeris. Berjalan diatas klopen panjang ini cukup memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, pasalnya satu klopen harus diisi 3 orang, jadi haruslah menjadi tim yang kompak agar menang.

Permainan yang sudah melegenda ini diikuti oleh seluruh dinas dan bagian TELKOM SBT Metro. Kekompakan para peserta di permainan ini memang sangat diuji, sebab kalau tidak kompak dan tidak harmonis sedikit saja, maka akan gagal menjadi SANG JUARA. Paling tidak akan puas di urutan terakhir, padahal obsessinya selalu Always Number One atau Always The Best.

Pertandingan dibagi dua, yaitu putra dan putrid. Untuk pemenang putra adalah juara-I Tim Marketing, juara-II Tim Keuangan, juara-III Tim Ophar dan juara-IV tim Support. Sedangkan untuk tim putri pemenangnya iala : juara-I Tim Keuangan, juara-II Tim Support, juara-III Tim Marketing dan juara-IV diraih Tim Opharakses.

Disisi lain, masih berlangsung seru pertandingan hari kedua bola voli tertutup antara kubu Keuangan melawan kubu Marketing yang dimenangkan oleh kubu Marketing dengan nilai 25-14 dan 25-11. Pertandingan bola voli tertutup ini akan memasuki hari ketiga esok harinya bersamaan dengan lomba lainnya. Yang pasti dalam memeriahkan Hari Bhakti Postel ke-60 ini, seluruh karyawan ikut berpatisipasi aktif, baik sebagai pemain ataupun sebagai supporter atau penggembira. Mari kita tunggu pertandingan hari ketiga. Selamat menikmati GEBYAR IBO-2005 TELKOM SBT dengan penuh sportivitas…!!!

 NURSIDIK

Di Arena Bulutangkis, Score TELKOM SBT Dan PT. CUM 9-3


TAHUN 2005

PERSAHABATAN.
Pertandingan bulutangkis antara PT. TELKOM SBT dan PT. Cahaya Ujo Mandiri (CUM) pada hari Selasa (6/9) di WAR SQUARE Jln. Ketintang 156, Surabaya, merupakan pertandingan persahabatan. PT. CUM selaku mitra outsorcing memang telah lama merindukan pertandingan ini agar tidak terjebak rutinitas, sehingga arena ini sekaligus sebagai ajang refreshing dan silaturahmi.

BUKAN MENANG KALAH.
Manager Keuangan SBT, Kan Kan Iskandar dalam sambutannya mewakili manajemen antara mengatakan, bahwa dalam pertandingan persahabatan ini tidak menekankan siapa yang menang atau kalah, tetapi lebih ke masalah keakraban dan silaturahmi. Manfaat yang lain menurut Kan-Kan ialah dengan berolah raga, maka tubuh kita akan lebih sehat dan segar, sehingga lebih produktif dalam bekerja.

Hal senada disampaikan pula oleh Direktur Utama PT. CUM, I Gde Sudjarna, bahwa selaku mitra kerja, maka kami menginginkan silaturahmi seperti ini, agar segala rutinitas berbaur dengan silaturahmi, sehingga ujung-ujungnya lebih akrab, lebih terjaga stamina dan lebih semangat.

TELKOM SBT menurunkan sejumlah Pebulutangkis yunior dan senior termasuk para Senior Leader, sedangkan pihak PT. CUM juga demikian. Taufiqul Choliq, selaku Penanggung jawab pertandingan persahabatan ini tak menargetkan kemenangan. Kami hanya ingin silaturahmi saja kok, katanya. Kalau ini sifatnya kejuaraan, maka pasti ada targetnya.

Walau pertandingan persahabatan ini berakhir 9-3 untuk TELKOM SBT, namun pihak PT. CUM cukup puas, bahkan pihaknya ingin ada silaturahmi pertandingan lanjutan, tidak berhenti di event yang baru pertamakali diadakan ini. Cita-cita kami bersilaturahmi tak kandas sampai disini. Kami ini bukan pebulutangkis, tapi penggemar olahraga ini, katanya.

 NURSIDIK

Sekar Ditengah Kerumunan Wartawan Ibukota


TAHUN 2005

KULMINASI KEKECEWAAN.
Ditengah kerumunan wartawan ibukota, Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga (HAL) DPP Sekar Telkom, Dodi M. Gozali usai apel siaga di Divre-02 Jl. Gatot Subroto Jakarta ((/6) mengatakan, bahwa apel yang dihadiri ribuan anggota Sekar dari seluruh Indonesia ini merupakan kulminasi dari kekecewaan Sekar Telkom terhadap regulasi pemerintah yang sangat tidak adil dan cenderung hanya membela kepentingan operator tertentu yang mayoritas sahamnya kini dikuasai oleh Singapura. Kekecewaan makin memuncak dengan terbitnya peraturan Menteri (Permen) No. 6/2005 yang mempertegas pemberlakuan kebijakan Kode Akses SLJJ.

“Tadinya kami berharap, pemerintah secara arif akan meninjau ulang regulasi kode akses yang salah kaprah di masa lalu dengan regulasi baru yang benar-benar dibangun dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip good governance, tapi harapan itu sirna dengan terbitnya Permen 6/2005, ujar Ketua DPP Sekar Wartono Purwanto. Isi Permen 6/2005 praktis sama saja dengan Pengumuman Menteri No. 92/2005 tanggal 1 April 2005. Permen tersebut hanya bersifat mengukuhkan, jadi sama sekali tidak merefleksikan upaya kearah pembentukan regulasi yang lebih adil dan fair.

Sekar Telkom memandang dengan keluarnya Permen tersebut, maka sejarah carut marut regulasi di sector telekomunikasi kembali berulang. Kondisi ini sangat disayangkan, karena sejak pergantian rezim, Sekar berharap Pemerintah baru akan membawa pembangunan di sector telekomunikasi ke arah yang lebih baik melalui regulasi yang benar-benar menjunjung tinggi kepentingan bangsa dan negara.

Ditegaskannya, kekhawatiran Sekar Telkom bahwa pembangunan sector telekomunikasi hanya akan membuat sejahtera operator (khususnya asing yang bermodal kuat) dan para vendor, dan bukan kesejahteraan masyarakat sebagaimana tujuan hakikinya, sebaliknya pro kapitalis. Kalau pemerintah benar-benar pro masyarakat, tentu concernnya adalah densitas atau peningkatan jumlah telepon, bukan membuat kebijakan yang justru akan menghambat densitas.

Berdasarkan data International Telecommunication Union (ITU) tahun 2004, densitas telepon tetap di Indonesia saat ini baru 4,4 % jauh dibawah Vietnam sekalipun yang sudah mencapai 9.05 %.

BONSAI.
Kebijakan menyerahkan pengelolaan telekomunikasi di beberapa wilayah lewat skema Kerja Sama Operasi (KSO) dengan pihak luar turut andil dalam mem “bonsai” densitas telepon di Indonesia. Kebijakan KSO terbukti sangat tidak produktif karena banyak mitra KSO yang ternyata hanya mau memanfaatkan kue hasil pembangunan Telkom dan gagal melakukan misi penetrasinya.

Alasan mengapa Sekar memandang perubahan kode akses SLJJ Telkom akan menghambat densitas atau penetrasi telepon, menurut Sekjen Sekar Telkom Wisnu Adhi karena dengan perubahan tersebut operator SLJJ baru hanya akan tertarik menggarap jasa SLJJ, bukan membangun saluran local ke pelanggan. Sebagai pengusaha, mereka akan lebih banyak berfikir soal keuntungan, bukan kesejahteraan rakyat. Hukum kapitalis adalah dengan biaya sekecil mungkin mendapat keuntungan sebesar-besarnya.

• Nursidik

SBT : Para Karyawan MPP Dan Yang Berprestasi Dapat Apresiasi


TAHUN 2005

APEL PAGI.
Secara rutin, TELKOM SBT melakukan apel pagi bulanan, seperti yang dilakukan pada hari Senin (6/6) di lapangan Teenis WAR SQUARE, Jln. Ketintang 156, Surabaya. Apel pagi merupakan media komunikasi internal secara langsung antara manajemen dan seluruh karyawan.

PRESIASI.
Dalam apel pagi tersebut, manajemen TELKOM SBT memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas karya bhakti pegawai yang telah memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP) kepada :

1. Sabar Nababan-501003
2. Achmad Habib-510072
3. Suharto-500831
4. Suharyo-500743
5. Sutisnasi-501069

Penghargaan juga diberikan manajemen kepada Wining Team yang telah menuntaskan target pemasaran tahun 2005. Penghargaan berupa uang sebesar masing-masing Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) diberikan kepada :

1. Winning Team Sales Flexi, yang telah menuntaskan target sales Flexi sebesar 135 K pada tanggal 20 Mei 2005. Penghargaan diterimakan kepada Sdr. Djunaidi dari Marketing.

2. Winning Team Sales Speedy, yang telah menuntaskan target sales Speedy sebesar 1000 sss pada tanggal 31 Mei 2005. Penghargaan diterimakan kepada Sdr. Mulyo Sukartono dari Ophar Jarakses.

SELAMAT.
GM TELKOM SBT, Bagyo Nugroho selaku Pembina Apel Pagi dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada para karyawan yang memasuki masa MPP, terimakasih atas pengdian selama ini, mohon maaf bila ada kekhilafan manajemen, salam hangat kepada keluarga di rumah semoga senantiasa dalam lindungan dan bimbinganNYA.

Sedangkan kepada TEAM THE WINNER dalam menuntaskan target pemasaran 2005, Bagyo juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran, apalagi Mojokerto dan Sidoarjo juga sudah melibas target secara gentlemen dalam tempo yang relatif singkat.

Keberhasilan SBT ini menunjukkan, bahwa para SDM yang ‘berperang’ di SBT ini memang benar-benar sangat andal, bukan sekarang saja, tapi sejak dulu memang sudah ruaar..biasaaa…., katanya.

SELAMAT BUAT AREK-AREK TELKOM SBT.

 NURSIDIK

Target Setahun Flexi SBT Sudah Dilibas Pada Kwartal-I 2005


TAHUN 2005

KUNCI WAKTU.
Jajaran Telkom SBT telah merampungkan target setahun Sales Flexi dalam tempo waktu yang sesingkat-singkatnya hanya 4 bulan saja. Ternyata menurut Manager Marketing, Marnoto selaku pemilik end process kuncinya adalah masalah waktu. Kita harus mengawal waktu secara ketat dan disiplin, katanya kepada Reporter.

IFA MODEL.
Top manajemen telah membekali dengan sebuah strategi yang dinamakan IFA (Imagine, Focus dan Allocation all resources and action) Model. Kami hanya menjalankan IFA Model ini secara penuh, konsisten, percaya diri dan dari waktu ke waktu selalu kita pantau, kawal secara ketat dan yang penting disiplin waktu, tambahnya.

KONTRAK MANAJEMEN.
Target Sales Flexi sesuai dengan Kontrak Manajemen adalah sebesar 92-K, Alhamdulillah tercapai diatas target, yaitu sebesar 112-K pada akhir April kemarin. Ini semua adalah berkat koordinasi dan kerja sama yang sangat solid dari seluruh jajaran (Sales Force) dan manajemen (Dukungan). Kami hanya menjalankan Amanah, yang jelas tanpa TEAM WORK yang solid, mustahil target sebesar itu terlibas di kwartal-I.

Yang terpenting dalam penjualan, bukanlah apa yang anda jual, tetapi bagaimana Anda mampu memuaskan pelanggan anda, kata Marnoto pada suatu kesempatan bertemu dengan para Salesman (SPG) dan beberapa komandan Battle-Field setiap pagi sebelum berangkat ke medan tempur.

PEMENANG.
Strategi menjadi pemenang memang tak gampang, apalagi harus memanage waktu ditengah kesibukan dan meeting. Komunikator selalu ditenteng kemana-mana, sering berdering, SMS dan call phone berdering silih berganti. Demi waktu, maka semua dapat dimanage dengan seksama, konsisten serta tanggung jawab. Time is money.

Kita harus mampu menciptakan situasi sama-sama enjoy bagi semua yang terlibat, lantas sesuai dengan pakem akan selalu kita berikan rewards tepat waktu alias tanpa mengulur-ulur, motivasi harus selalu dibangun.

Permasalahan Sales dilapangan memang buanyaak, tapi usahakan , Pertama memahami masalah, kedua, mengulangi apa yang anda dengar, ketiga, kemukakan masalah anda, keempat, membentuk kesepakatan., kelima, tawar-menawar kreatif. Para Sales Force pasti akan bersemangat.

Tentu atas permasalahan lapangan ini, akan muncul kiat baru dan ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kalau menajemen sudah mensupport, maka tak ada lagi alasan untuk tak bisa menjual.

Bagaimanapun suka duka lapangan harus diterima sebagai input untuk menciptakan output yang lebih applicable.Tapi bagaimanapun juga seorang Komandan sebagai strategic leadership harus mampu menciptakan strategi dan dalam lingkup people Leadership harus mampu memenangkan hati Sales Force.

MITRA.
Ada hal yang dianggap sepele, padahal memberikan peran yang cukup besar, yaitu memaintain mitra. Anda kan pernah saya ajak ke Mitra Counter di Mc.Donald’s ? Kemudian Anda membuat berita setelah melakukan beberapa jepretan. Nah, ini adalah tujuan kami agar mitra merasa diperhatikan oleh TELKOM. Ujung-ujungnya mitra selalu welcome setiap saat kepada Telkom untuk membantu bila ada kesulitan, sehingga ada kemudahan. Bisnis bukan sekedar untung rugi, tapi faktor relationship dengan mitra juga perlu kita perhatikan.

Semua orang ingin jadi pemenang dan jadi yang terbaik. Itulah salah satu karakter manusia yang selalu dipenuhi ambisi. Hanya saja kalau kita salah dalam memperoleh kemenangan, tentu akan berakibat buruk pada diri kita. Kita harus pegang teguh komitmen berupa target. Kita harus melangkah pasti penuh semangat.

Demikian sekilas paparan strategi yang dijalankan jajaran Marketing dalam melibas target setahun hanya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, yaitu 4 bulan saja. Percaya atau tidak, terserah Anda menyikapinya ?


 NURSIDIK

Tim Peduli Aceh TELKOM SBT Melangkah Lagi


TAHUN 2005

KORBAN TSUNAMI.
Memang untuk recovery korban tsunami di Aceh dan SUMUT membutuhkan waktu panjang, sebab infrastruktur mengalami kerusakan berat. Badai memang berlalu, tapi masih menyisahkan penderitaan bagi para korban. Belum lagi soal masa depan anak yatim piatu yang kehilangan kedua orang tuanya. Untuk itu Tim Peduli Aceh TELKOM SBT bertempat di Lantai-3 Ruang Rapat SDM pada hari Rabu (5/1) mengadakan pertemuan lagi untuk menentukan langkah kedua, setelah langkah pertama berhasil menghimpun bantuan Rp. 24.833.000,- (duapuluh empat juta delapan ratus tiga puluh tiga ribu rupiah) dan 10 dos plus 3 karung pakaian layak pakai.

PUNDI AMAL.
Dalam rapat yang dipimpin Manager Support tersebut, secara spontan sebelum rapat dimulai, Tim mengedarkan serkiler dan terkumpul uang sebesar Rp. 360 ribu. Tim yang terdiri dari seluruh Unit Bagian, Catel dan unsur SEKAR kini lebih memfokuskan pada 15 titik pundi-pundi Peduli Aceh yang tersebar di beberapa STO dan Kantor Telkom, namun demikian masih menerima bantuan langsung apakah uang ataupun pakaian layak pakai.

PT. TELKOM dengan program GCC nya memang sangat concern terhadap masalah-masalah lingkungan sosial kemasyarakatan, sehingga bencana gempa dan gelombang tsunami yang menimpa Serambi Mekkah dan SUMUT hampir dua pekan lalu mendapat perhatian yang luar biasa dari seluruh dunia, termasuk karyawan TELKOM tak terkecuali Tenaga Kerja Mitra (TKM), bukan Indonesia saja yang menangis, tapi seluruh ummat di dunia ini.

PAPAN INFORMASI.
Baik di papan Informasi TELKOM SBT, maupun di POSKO Dompet Peduli Aceh tertera seruan untuk membantu meringankan penderitaan korban tsunami di Aceh dan SUMUT, dimana memang mereka sangat membutuhkannya. Al-Qur'an surat Al-Baqoroh 261 : ” Perumpamaan orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah SWT seperti sebutir
biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus
biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah SWT maha
luas lagi maha mengetahui”.

 NURSIDIK