Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"

Rabu, 01 September 2010

SBT Siap Lakukan “Self-Audit”COSO-SOA


TAHUN 2006

SBT Siap Lakukan “Self-Audit”COSO-SOA

Menyongsong audit COSO SOA oleh IAG bulan depan, maka jajaran Business Performance TELKOM SBT berancang-ancang akan melakukan “Self-Audit”, agar pada saat audit external nanti dapat berjalan lancar. Pertemuan “Self-Audit” dilaksanakan di Ruang Rapat Manager Business Performance, Herdi Suratman Gedung OPMC Jln. Ketintang 156, Surabaya pada hari Kamis (11/5).

Rapat dipimpin langsung oleh Herdi dengan beberapa Unit Kerja terkait dan menghadirkan narasumber dari Bagian Fraud Analisys DIVRE-V, Hairul Anwar. Beberapa perwakilan unit kerja terkait pada pertemuan ini ditunjuk sebagai Tim Self Auditor, dimana dibentuk sebanyak 3 Tim. Ketiga Tim ini diberi referensi oleh Hairul sebagai bekal melakukan “Self-Audit” COSO-SOA.

Pelaksanaan “Self-Audit” sendiri direncanakan akan digelar selama dua hari, yaitu pada hari Selasa dan Rabu (16-17-Mei-2006). Perwakilan Dinas dan Bagian seluruh Unit Kerja ikut berpartisipasi sebagai Tim Sukses “Self-Audit” ini, yaitu sebagai Auditor Internal. Tim dalam melakukan audit akan mengukur sampai sejauhmana pelaksanaan atau implementasi ketaatan terhadap bispro, sehingga tercapainya efektivitas dan efisiensi operasional.

Tim dalam pemeriksanaannya nanti juga akan melakukan pengendalian prefentif, melihat tingkat compliance (ketaatan) terhadap bispro yang ada, sehingga COSO-SOA yang merupakan kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk menghindari terjadinya kesalahan (error) atau kecurangan (fraud) dalam setiap kegiatan operasi Perusahaan, benar-benar kelihatan hasilnya. Pengendalian Internal ini adalah untuk Menjamin Kepatuhan (Compliance Control).


NURSIDIK

Banyak CURHAT Ke SEKAR, Ketimbang Ke Manajemen DIVRE-V


TAHUN 2006

Banyak CURHAT Ke SEKAR, Ketimbang Ke Manajemen DIVRE-V

Kendati DIRUT TELKOM, Arwin Rasyid telah mencanangkan ‘open communication’, agar pengelolaan perusahaan lebih transparan sesuai dengan prinsip-prinsip GCG, namun kenyataannya banyak SDM yang banyak curhat ke SEKAR daripada ke manajemen DIVRE-V. Hal ini nampak jelas ketika terjadi transformasi organisasi awal bulan Mei 2006.

Manajemen DIVRE-V telah membuka diri untuk menerima setiap keluhan pasca transformasi melalui HRCC (Human Resources Care Center), fasilitator karyawan untuk tumbuh bersama. HRCC ini merupakan pusat layanan informasi, konseling dan penanganan keluhan SDM. Kemudian SEKAR DPW-V juga membantu manajemen menampung keluhan dan pengaduan SDM dengan mendirikan POSKO di DIVRE-V dan di DPD DATEL. Nama POSKO SEKAR adalah KOSAD SEKAR (Konsultasi & Advokasi SEKAR), Layanan Anggota SEKAR tanpa rasa takut.

Kedua logo HRCC & KOSAD SEKAR dalam bentuk Standing Banner berdiri tegak di samping pintu Lift lantai-I Kantor DIVRE-V Jln. Ketintang 156, Surabaya. Sementara itu data-data yang berhasil dihimpun dari Sekretariat SEKAR TELKOM DPW-V ternyata total keluhan ke manajemen DIVRE-V terutama pasca transformasi organisasi terdapat 3 orang / SDM yang mengadu ke HRCC, sedangkan yang mengeluh ke KOSAD SEKAR TELKOM berjumlah 185 SDM. Data ini didominasi oleh KANDATEL SBT sebanyak 136 SDM yang mengadu.

Gejala apakah ini ? Apakah mereka masih merasa phobi atau dihantui rasa takut pada zamannya KORPRI masa lalu dengan segala indoktrinasinya, sehingga takut curhat ke manajemen, atau sebab lain yang kita tidak tahu ? Disini sebenarnya dapat dijadikan titik awal bagi manajemen untuk mengevaluasi diri, apakah pelayanan kepada SDM sudah sesuai prosedur, sudah baik atau belum. Apakah masih ada sisa-sisa arogansi masa lalu, yaitu masa KORPRI atau sudah NOL BESAR ?

Kalau kinerja DIVRE-V ingin terdongkrak, maka pola-pola ”primitif/konvensional & otoriter” dalam pengelolaan SDM harus segera ditinggalkan. Organisasi secanggih apapun, kalau tidak berpihak kepada karyawan, maka tak akan efektif. Mulailah mengelolah SDM secara fair. Kalau hal ini tidak dilakukan, maka sama halnya ingin menenggelamkan DIVRE-V. Padahal disisi lain ganasnya kompetisi sudah semakin menggila. Manuver-manuver kompetitor terkadang sulit terdeteksi.

Ditengah-tengah ”crisis” atas hasil transformasi organisasi DIVRE-V, tiba-tiba menggelegar berita, bahwa dalam rangka sukses transformasi organsisasi manajemen akan menggelar Rapat di Batam pada hari Jum’at, 12 Mei 2006, bukankah di Surabaya banyak tempat yang memungkinkan dengan GOOD COST bukan BAD COST atau UGLY COST ? Nampaknya rekan-rekan SEKAR tidak dapat mentolerir lagi masalah ini, dimana ”Sense Of Crisis” manajemen kita ?

NURSIDIK

TELKOM SPEEDY CUP Mojokerto Berakhir Sukses


TAHUN 2006

TELKOM SPEEDY CUP Mojokerto Berakhir Sukses

Hari Minggu tanggal 07 Mei 2006, Junior Manager TELKOM Mojokerto, Arif Irfansyah menutup rangkaian kegiatan pertandingan Kejuaran Tenis meja TELKOM SPEEDY CUP Mojokerto yang telah berjalan dengan sukses dan memberi nuansa baru bagi perkembangan olahraga di Mojokerto terkhusus olahraga Tenis Meja, dengan hasil selengkapnya adalah sebagai berikut :

Tingkat Pelajar : Juara I, Ali dari SMAN Mojosari ; Juara II, Nizar dari MTS Bangsal ; Juara III, Taufik dari SMAN Mojosari. Tingkat Umum Perseorangan : Juara I, Heru dari Tridarma ; Juara II, Pieter dari Tridarma ; Juara III, Chairul dari Pacet ; Beregu Umum : Juara I, PT. PJII Mojokerto ; Juara II, Eka Prima Motor Mojokerto ; Juara III, Tridarma I Mojokerto.

Gelaran turnamen tenis meja SPEEDY CUP ini memberikan nuansa berbeda, sebab pelaksanaannya adalah berkenaan dengan GRAND LAUNCHING NEW ENGINE DRIVER, yaitu TELKOM SPEEDY yang siap dipasarkan di kota Mojokerto. Melalui komunitas olahragawan tennis meja ini, maka produk ini diharapkan mampu dipersepsi dan diterima secara cepat, terlebih komunitas ini terdiri dari Pelajar, Perkantoran/Bisnis, Pemerintahan dan Perorangan.

Sebuah produk menjadi terkenal, memang berawal dari berbagai aktivitas, seperti seni, olahraga dan hiburan. Apalagi sambutan positif dari orang nomor wakhid di Mojokerto, yaitu dari Walikota Mojokerto, Abdul Gani Suhartono. Kontribusi TELKOM Mojokerto terhadap lingkungannya telah terbukti dan telah mendapat acungan jempol dari Walikota.
Arif dalam sambutannya berharap turnamen ini didayagunakan seoptimal mungkin untuk memperkokoh persatuan, kesatuan, dan kebersamaan olahragawan petenis meja se Mojokerto. ''Semangat kebersamaan inilah hendaknya dimanifestasikan secara nyata dalam kegiatan ini. Dengan demikian, benar-benar dapat menjadi sarana perekat kekokohan persatuan dan kesatuan.''Selain itu dikatakan pula, bahwa turnamen ini dapat lebih merangsang animo warga untuk menggemari tenis meja, sehingga kelak menambah prestasi olahraga”, kuncinya.
 NURSIDIK

ISAT “Cerai” Dengan TELKOM SBT, Rebut Pelanggan Di Juanda


TAHUN 2006

ISAT “Cerai” Dengan TELKOM SBT, Rebut Pelanggan Di Juanda

Rekan CCAN Area Rungkut (Corporate Customer Access Network) TELKOM SBT, A. Azis melaporkan melalui gambar dan data pada hari Jum’at (5/5) kepada Reporter perihal “cerainya” ISAT (Indosat) dengan TELKOM SBT. “Cerai” atau ‘manuver’ pencabutan perangkat operasional PT. Lintas Artha (Indosat Group) yang dipasang di STO Waru-2 Surabaya Timur tersebut membuktikan, bahwa perang “head to head” adalah nyata.

Di era kompetisi ini memang kita harus buka mata dan buka telinga, sebab setelah hengkang atau cerai, ternyata competitor tersebut sudah mencaplok beberapa pelanggan Corporate kita. Rekan Azis menuturkan, bahwa dirinya telah menemukan instalasi baru, yaitu seperangkap lengkap di dalam gedung mungil belakang Kantor Pemasaran PAP Bandara Juanda, disampingnya berdiri menara mengarah ke “Graha Pena” milik Lintas Artha (Isat Group).

Dari gedung mungil tersebut ditarik kabel PVC kapasitas 50” ke Mini MDF PAP Juanda. Selanjutnya semua nomor LC milik Lintas Artha yang koneksi sebelumnya menggunakan jaringan kita sekarang sudah dicabut, ’node’ yang dulunya sewa di Ruang Mitra STO Waru-2 SBT juga dibongkar.

Azis juga khawatir perihal kesiapan jaringan TELKOM, mengingat sebentar lagi gedung baru Bandara Juanda akan diserahkan ke Pengelolah Angkasapura yang memang tergolong pelanggan ‘gemuk’. Pencabutan Node LA di STO Telkom, artinya LA tidak lagi bergantung pada last mile Telkom dalam melayani customer-nya. Manuver mereka akan lebih sulit di-deteksi. Instalasi Node LA di Angkasa Pura, artinya mereka selangkah lebih dekat ke customer loyal mereka (banking, airliner, dll).

Hidayat, seorang AM (Account Manager) menuturkan, bahwa ini merupakan ancaman. Saya pribadi masih menaruh harapan kita semua masih bisa penetrasi/akuisisi customer di komunitas Bandara Juanda. Sedikit yang agak menggelitik adalah fakta bahwa Node tersebut di bangun di Mini MDF Bandara Juanda lama.

Jika betul demikian dan dianggap cukup urgent, kita bisa bermanuver dengan meng-analisa kemungkinan membangun mini Node di Bandara baru (mengingat infrastruktur yang akan di bangun Telkom di lokasi Bandara Juanda baru). Yang masih menjadi threath (ancaman) adalah fakta bahwa mereka menggunakan wireless (yang bisa jadi adalah sebuah strength). Any way, We're on the battle field...

NURSIDIK

Manager Marketing SBT Merpersiapkan Para Sales Forces


TAHUN 2006

Manager Marketing SBT Merpersiapkan Para Sales Forces

Setelah seminggu direkrut dan lulus seleksi, maka para Sales Forces dari 100 pelamar, hanya 18 orang yang lulus. Mereka dipersiapkan untuk ‘menjelajah medan tempur” oleh manajemen dan dibekali oleh Manager Marketing, Marnoto dengan ilmu Selling Skill dan Product Knowledge pada hari Senin (8/5) dengan cara lesehan di Gedung OPMC Ruang Committed 2 U, Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Beberapa tips menjual dipresentasikan oleh Marnoto, termasuk ”Vitamin” yang harus dikonsumsi oleh para ”Sales force person”, yaitu Vitamin A (Attitute), Vitamin B (Behavior), Vitamin C (Confidence), Vitamin D ( Determation), Vitamin E (Entusiasm), serta agar menghindari Vitamin F, yaitu Fun. “Dokter” Marnoto dalam memberikan “resep” vitamin tersebut meminta agar “don’t talk too much, but listen & understand”.

Segmemtasi pasar sebagai strategi meningkatkan penjualan sebuah produk POTS dan perluasan area penjualan menurut Marnoto dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas. Dengan mengkonsumsi vitamin setiap hari, maka kondisi fisik akan lebih fit dengan mengutamakan profesinalisme.

Seiring dengan berkembang pesatnya persaingan ditunjang dengan kemajuan teknologi informasi, maka bidang penjualanpun mengalami perkembangan yang tak kalah pesatnya, dan disinilah kinerja sebuah perusahaan dipertaruhkan, sebab pesaing juga mati-matian memperebutkan pasar dengan berbagai cara, tambahnya.

Memang pelanggan loyal lebih penting dari pada pelanggan baru. Tetapi kalau kita terlena, maka pangsa pasar potensial, yaitu para pelanggan baru akan dicaplok dengan mudah oleh competitor kita. Mari kita rebut dengan cepat, sebelum mereka ‘melahapnya’. Berbagai improvisai di lapangan biasanya dilakukan oleh para salesman, saya hanya menyampaikan pointernya serta targetnya saja. Jadilah Top Sellers di TELKOM SBT.

Pergerakan Sales performance indicator harian dan mingguan bahkan bulanan sangat penting bagi kita sebagai data atau bahan dasar evaluasi terhadap langkah aktivitas sales kita di lapangan., agar selalu terjadi “moving-up level of sales”. Tanpa data ini, maka kita sulit untuk bicara, bercerita, apalagi mengevaluasi. Memang tingkat kesulitan di era kompetisi ini jaub lebih tinggi ketimbang zaman ‘tempoe-doeloe’, tetapi inilah tantangannya. Sebagai “Salespeople” harus selalu optimis, dan ini merupakan modal utama, tanpa itu adalah kegagalan bagi kita, kemenangan bagi kompetitor.

NURSIDIK

Dwi Lory, Wasit Tercantik !


TAHUN 2006

Dwi Lory, Wasit Tercantik !

Speedy Cup Telkom Mojokerto telah digelar mulai 5-7 Mei 2006. Satu dari wasit yang memimpin Kejuaraan Tenis Meja Telkom Mojokerto Speedy Cup adalah Dwi Lory. Gadis kelahiran 17 tahun yang lalu ini duduk di kelas 3 SMAN Mojosari. Saat senggang, setelah memimpin pertandingan, penulis sengaja ingin bincang-bincang dengan gadis hitam manis ini.

Di dampingi pelatihnya Lukman, Dwi Lory menceritakan prestasi yang pernah diraih dan yang terbaru adalah Juara Tenis Meja PORDA Kabupaten Mojokerto. Dia belajar tennis meja sejak duduk dikelas 3 SD dan sejak SMP mulai bergabung dengan Club Tenis Meja Ajinomoto dalam pembinaan Lukman sang pelatih yang juga salah satu pengurus PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) Mojokerto. Gadis ragil dua bersaudara ini mengatakan bahwa orang tua tidak ada yang hobbi tennis, “Saya suka sekali melihat orang bermain tennis meja hingga saya mulai mengenalnya saat SD kelas 3 dan mulai menekuninya”, paparnya.

Ditanya cita-citanya gadis tomboy tapi feminine ini menjawab “Saya pingin jadi POLWAN, namun saya juga pingin kuliah gimana ya”, katanya minta pertimbangan.

Di tempat yang sama penulis juga sempat berbincang-bincang dengan Lukman sang pelatih. Lukman mengatakan, bahwa Dwi Lory punya kans untuk melanjutkan prestasinya ke ajang yang lebih bergengsi. Karena hasil try out dari beberapa pemain KEJURNAS Lory, sapaan akrabnya ini masuk 8 besar Nasional. “ Namun sayang kuota Nasional cuma membutuhkan 6 orang jadi dia belum bisa masuk, tapi saya yakin kali lain dia bisa”, ungkap Lukman optimis.

Memang dilihat dari prestasi dan kedisiplinan berlatih tidak menutup kemungkinan Lory akan dapat meraih apa yang menjadi obsesinya “JUARA NASIONAL”…menggantikan Arkan nich? (Nanang Kristyo M)

Modul FRB Telkom Mojokerto ”Disatroni” Maling


TAHUN 2006

Modul FRB Telkom Mojokerto ”Disatroni” Maling

Pencurian aset milik PT. Telkom semakin hari semakin menjadi. Dari Kabel Udara, DP hingga modul perangkat. Seperti yang terjadi di Catel Mojokerto sebanyak 26 modul dengan 134 sst lenyap disatroni “alap-alap”. FRB ini terletak di JL. Raya RA Basuni, Perumahan Japan Raya. Kejadian diketahui pada hari sabtu tanggal 06 Mei 2006 saat rekan-rekan Jarakses mendapatkan banyak sekali laporan gangguan dari daerah tersebut, lalu petugas langsung ke lokasi melakukan pengecekan di kabinet FRB dan ternyata modul tersebut sudah tidak ada.

Para Pencuri diperkirakan melakukan aksinya pada hari Sabtu antara jam 02.00 - 03.00 dini hari. Kejadian ini langsung dilaporkan ke Kepolisian terdekat dan juga jajaran PT. Telkom Surabaya Timur. Esok harinya, yaitu pada hari Minggu (7/5) GM TELKOM SBT, Badriyanto meluncur ke TKP, yaitu lokasi kejadian didampingi JM TELKOM Mojokerto, Arif Irfansah beserta aparat kepolisian setempat.

Badri langsung melihat sendiri Pengaman Kabinet yang dirusak maling sebelum membawa kabur modul tersebut, padahal pengaman kabinet ini cukup kuat. Akibat kejadian ini, maka gangguan disekitar Perumahan ”Japan-Raya” tak terelakkan lagi. Di satu sisi pelayanan ke pelanggan terganggu, disisi lain kerugian dan gangguan operasional, citra dan materiil juga pasti dialami PT. TELKOM.

Kenapa mereka tidak jerah, padahal sudah tak sedikit yang ditangkap aparat kepolisian ? Sistem pengamanan perangkat juga sudah dalam kondisi aman, semua sudah terkunci ? Adakah otak, sindikat, komplotan, jaringan atau mafia telekomunikasi ? Atau adakah yang menyuruh para maling-maling ini agar PT. TELKOM citranya menurun ? Memang terlalu dini untuk membuat analisa ini, tapi bukankah pernah ada cerita tentang gangguan yang bersumber dari kabel bawah tanah akibat ulah kompetitor ?

Kalau memang benar dan terbukti pencurian aset Telkom selama ini adalah ulah kompetitor, maka ternyata alangkah kejamnya persaingan di bidang telekomunikasi ini. Namanya juga bukan maling lagi, tetapi adalah ”Rampok Berkelas”. Kalau copet, maling atau jambret sering diamuk massa, maka kalau ”Rampok Berkelas” tentunya wajar kalau diinapkan di hotel ’prodeo’ sebelum diproses secara hukum.

NURSIDIK

Grand Launching Speedy Oleh Walikota Mojokerto


TAHUN 2006

Grand Launching Speedy Oleh Walikota Mojokerto

Sebagai New Engine Driver, maka Grand Launching SPEEDY di Mojokerto memang sangat tepat sekali digaungkan dengan cara mengadakan Turnamen Tennis Meja, apalagi menghadirkan Pemain Nasional, yaitu Arkan yang nota bene leluhurnya memang kelahiran Mojokerto. Launching dilakukan oleh Walikota Mojokerto, Abdul Gani Suhartono, Jum’at (5/5) di Plasa Telkom Jln. A. Yani, Mojokerto. Launching Speedy yang dihadiri oleh GM TELKOM SBT, Badriyanto ini bertajuk “Turnamen Telkom Speedy Cup Mojokerto”.

Kehadiran Pemain Nasional Tennis Meja ini menggemparkan kota “Onde-Onde” Mojokerto, sehingga diharapkan pemasaran teknologi broadband ini juga “gempar”. Manajemen optimis, bahwa New Engine Driver ini bakal direspon positif oleh pasar, sebab Grand Launching-nya sendiri memang dihadiri undangan yang merupakan oleh pasar potensial, antara lain : Muspida, Pimpinan Bank, Instansi , Perusahaan , Sekolah dan Umum. Positioning Produk Speedy memang Broadband Internet Access for Home, Schools and Offices.

JM TELKOM Mojokerto, Arief Irfansah dalam laporannya antara lain mengatakan, bahwa tujuan penyelenggaraan Turnamen TELKOM SPEEDY CUP ini adalah untuk meningkatkan pembinaan & prestasi olahraga tenis meja Mojokerto yang dirangkaikan dengan peluncuran produk TELKOM SPEEDY. Peserta perorangan umum adalah 57, perorangan pelajar 18, dan beregu ada 24 regu.

Ditambahkan, bahwa penyelenggaraan event yang akan berlangsung selama 3 hari ini juga sebagai wahana silaturahmi olahragawan tenis meja. Event ini masih menurut Arif adalah selaras dengan program Telkom Peduli Lingkungan yang nama programnya adalah GCC (Good Corporate Citizenship). Selain hadiah Trophy/Piala, panitia juga menyediakan uang pembinaan total Rp. 5 juta, serta doorprize tiap hari. Arif melaporkan pula, bahwa dalam rangka ulang tahun kota Mojokerto, maka Telkom memberi diskon 50 % untuk transaksi pasang baru POTS dan Speedy.

Walikota dalam sambutannya antara lain mengatakan, bahwa partisipasi Telkom Mojokerto selama ini cukup bagus dan mungkin paling aktif, apalagi sekarang mengadakan turnamen SPEEDY CUP yang sangat positif bagi pembinaan bibit-bibit olahragawan Mojokerto, untuk ini kami mengucapkan terimakasih. Ditambah lagi ada diskon untuk menyambut HUT kota Mojokerto, tentu akan menggembirakan warga, sebab warga akan lebih hemat atau irit. Telkom memang hebat, kuncinya yang kemudian diawali dengan pukulan pertama tanda dimulainya pertandingan.

Para Marketer Telkom Mojokerto ternyata juga sudah siap untuk melempar produk baru ini ke pasaran, bahkan tak sabar sudah pernah digaungkan alias diperkenalkan ke beberapa pengusaha lokal, dan juga melalui beberapa promo, sehingga memang sudah cukup menggema. Tidak hanya para Marketer saja, sebab para tenaga teknisi juga sudah dipersiapkan dengan mengikutsertakan pelatihan dalam bentuk BIT (Built In Training), serta wawasan Product Knowledge di BCC (Broadband Competence Center) yang berpusat di Surabaya.

NURSIDIK

Mojokerto Programkan Employee Care “UP”


TAHUN 2006

Mojokerto Programkan Employee Care “UP”

Dari hasil pengamatan, keberadaan Unit Pelayanan (UP) saat ini rata-rata sangat memprihatinkan utamanya tingkat kebersihan lingkungan di luar maupun di dalam gedung. Dulu di tiap-tiap unit pelayanan ini ada penanggungjawabnya yaitu Kepala Unit Pelayanan (Ka.UP). Bahkan pada saat perusahaan ini berusaha mendapatkan standar World Class Operator (WCO) dengan sekian indikatornya masing-masing Ka.UP berkompetisi untuk meraihnya sehingga terasa bahwa kantor UP ada “penghuninya” dan relative terawat.

Berawal dari itulah Jumat yang “padat” (5/5/06) Arif Irfansah, selaku Junior Manajer Telkom Mojokerto berinisiatif mengerahkan karyawan secara bersama-sama melakukan kerja bhakti membersihkan UP – UP di Mojokerto Area yang meliputi Mlirip, Mojokerto, Mojosari, Delanggu, Pacet dan Ngoro Industri. Untuk keperluan ini Arif menganggarkan pembelian cat, tinner, kuas dan peralatan lainnya untuk mencat pagar masing-masing UP dengan nuansa Flexi. Tanpa terkecuali semua komponen di Kancatel Mojokerto larut dalam kebersamaan yang oleh Arif dikatakan sebagai Emloyee Care UP (ECU) dan ini menurut rencana akan terus dilakukan dalam hal perawatan oleh masing-masing personil yang berada di UP-UP tersebut. (Nanang Kristyo)

Selasa, 31 Agustus 2010

SBT Mencari Sales Force Via Media Cetak


TAHUN 2006

SBT Mencari Sales Force Via Media Cetak

Komit terhadap arahan EGM DIVRE-V diperkuat lagi dari GM TELKOM SBT, bahwa mencari pelanggan sebanyak-banyak adalah bidikan utama di era kompetisi yang semakin ganas, maka Dinas Fixed Phone jajaran Marketing TELKOM SBT mengepakkan sayapnya melanglang seantero kota Surabaya Metropolis mencari kandidat Sales Force handal, berkepribadian menarik, tahan banting, ulet, knowhow, berjiwa enterpreuner/bisnis, kreatif, aktif dan enerjik.

Rekrutmen yang diumumkan lewat media cetak terbesar di Jawa Timur, yaitu Harian JAWA POS beberapa hari lalu, ternyata diminati oleh lebih kurang 100 pelamar. Djunaedi selaku Koordinator Rekrutmen mengatakan, bahwa alokasi Sales Force ini diarahkan untuk melakukan penetrasi POTS dan Classy. Pemanggilan telah dilakukan dan pelaksanaan Tes Wawancara, juga telah digelar pada hari Kamis (3/5) di Ruang Manager Marketing Gedung OPMC Lantai-1 Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Rekrutmen Sales Force ini secara bertahap akan dilakukan, guna memenuhi kondisi yang ideal sesuai dengan tuntutan pasar yang semakin kompetitif. Sales Recruitment yang merupakan Marketing Jobs ini selaras dengan visi perusahaan agar tetap mampu memimpin pasar (leading infocom player). Lebih kurang 100 calon diseleksi secara ketat, untuk me-recognised, apakah mereka itu memiliki talenta tinggi dibidang tenaga sales, apakah mereka tahan banting dihadapkan persaingan yang semakin gila, dan sebagainya.

Pihak Marketing sendiri mengharapkan mampu menjaring Experienced high sales performance, sebab dalam kondisi kompetisi yang sudah ‘head to head’ memang tidak bisa hanya mengandalkan tenaga dari karyawan internal saja. Pihak competitor sendiri memang sudah menebarkan sejumlah tenaga sales force nya pada tempat-tempat strategis di penjuru kota Surabaya Metro.

Rekrutasi tenaga Sales Force yang merupakan “Valuable Resources” ini, juga diharapkan mampu memberikan Value Added dalam konteks Market Penetration, Market Share dan Market Value Creation. Ada beberapa “Rule and Role” yang telah menjadi scenario jajaran Marketing SBT dalam melibas pasar. Kami masih memiliki banyak strategi ! Yang pasti Jayalah Telkom Indonesia !

 NURSIDIK

SBT : EGM DIVRE-V Lakukan “Comes 2 U” Pasca Transformasi Organisasi


TAHUN 2006

SBT : EGM DIVRE-V Lakukan “Comes 2 U” Pasca Transformasi Organisasi

Pasca transformasi organisasi yang serentak dilakukan DI DIVRE-V Jawa Timur pada 1 Mei 2006, maka EGM DIVRE-V, Nanang Ismail Kosim (NIK) melakukan kunjungan ‘Comes 2 U’ ke beberapa DATEL, dan yang pertamakali dikunjungi adalah KANDATEL SBT Jln. Ktintang 156, Surabaya pada hari Kamis (4/5). Seluruh Senior Leaders Telkom SBT menghadiri acara ini.

Selain memantau kondisi operasional pasca transformasi organisasi, NIK dalam kesempatan itu juga memberikan sharing informasi tentang kondisi bisnis terkini ditengah-tengah ketatnya persaingan, Perubahan beberapa Items Key Performance Indicator (KPI), Leadership dan Obsesi meraih pelanggan sebanyak-banyaknya.

Menyinggung masalah transformasi, NIK mengatakan, bahwa kalau mengkonseling pegawai satu persatu, maka akan memakan waktu yang lama, makanya saya mengkonseling Top Leaders-nya saja. Top Leaders harus mampu menjadi ‘Role Model’ dan selalu konsisten agar menjadi panutan seluruh jajaran dan tidak terjadi gejolak. Evaluasi terus dilakukan, sehingga memang sangat membutuhkan masukan, yang kemudian atas masukan ini dilakukanlah evaluasi.

Yang penting pasca transformasi ini adalah melakukan ‘sinergi aktif’, apalagi dengan terpisahnya Unit HR Centre dan Finance Center dengan DIVRE & DATEL, maka SINERGI harus lebih aktif lagi, jangan sampai menjadi hambatan untuk melakukan semua jenis aktivitas bisnis TELKOM DIVRE-V. Lakukanlah konsolidasi pasca 1 Mei 2006, kKita harus menjadi Team yang solid, pintanya.

Bisnis proses yang baru harus mampu “link-up” ke semua unit kerja dan harus mampu pula mewujudkan “NEW DIVRE-V” yang mampu menjawab tantangan ganasnya pasar. Yang menjadi PR (Pekerjaan Rumah) sekarang adalah masalah transformasi di TELKOM SBT dan Malang, InsyaAllah semua akan “happy” dalam transformasi ini. Masalah kelas Kantor dan fisik gedung SBT yang tidak nyaman juga masih kami perjuangkan dan kami pantau terus, tegas NIK. Kalau tidak ada gejolak, tentu kita akan lebih cepat menggerakkan organisasi di era kompetisi saat ini.

Beralih ke persoalan kompetitor, maka NIK meminta agar masing-masing CATEL memantapkan dan menajamkam kembali ADOnya (Analisa Daerah Operasinya), sebab setelah kompetitor tak mampu menyerang di kota, lalu mereka melakukan serangan ke pinggir-pinggir kota, seperti di CATEL-CATEL yang ada di Jawa Timur ini.

Usahakan tetap meretensi pelanggan POTS agar tidak DECLINE, pintanya lagi. Berikan beberapa alternatif, sebab ada New Technology, yaitu produk Wireless Technology, seperti Flexi dan sejenisnya. Usahakan kualitas produk selalu dalam kondisi prima. NIK juga menginfokan, bahwa Voucher dan Stater Pack sulit ternyata diakibatkan oleh pindahnya pengelolaan.

Untuk produk Speedy, NIK meminta agar paradigma sales speedy dirubah, baik paradigma ke vendor, maupun orangnya yang melakukan install. Di akhir sesi, NIK menyinggung juga masalah adanya sedikit perubahan pada beberapa items Key Performancy Indicator (KPI) sebagai hasil “berguru” dari Malaysia dan HP.

NURSIDIK

Asman Corporate Customer SBT Sosialisasikan Transformasi Organisasi Di Mojokerto


TAHUN 2006

Asman Corporate Customer SBT Sosialisasikan Transformasi Organisasi Di Mojokerto

Asisten Manager (ASMAN) Corporate Customer Access Network (CCAN) Telkom SBT, Mulyo Sukartono pada hari Rabu (3/5) melakukan sosialisasi Transformasi Organisasi ke KANCATEL Mojokerto, “AULA 007”, Jln. Empu Nala 61, Mojokerto. Mulyo membawa Tim Sosialisasi yang berjumlah 3 orang, yaitu : Indra Gunawan, Hendrie dan Suluh Riawan yang kesemuanya bertugas di CCAN TELKOM SBT. Materi sosialisasi yang disampaikan Team meliputi : Transformasi Organisasi, Round Clock Service dan Technical Support Speedy.

Junior Manager KANCATEL Mojokerto, Arif Irfansah dalam sambutannya antara lain mengatakan, bahwa kita harus berfikir positif terhadap Transformasi Organisasi, sehingga hasil akan menjadi positif juga. Arif mengakui, bahwa transformasi saat ini belum 100 % sempurna, nah,…yang menyempurnakan adalah kita semua dengan cara memberikan masukan yang positif.

Khusus untuk produk Speedy, Arif mengatakan, bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama akan dilakukan Grand Launching yang InsyaAllah dihadiri dan diluncurkan oleh Bupati Mojokerto. Supaya produk Speedy ini ada gaungnya, maka akan dilakukan pula pertandingan tennis meja, yang mana akan hadir pemain nasional, yaitu Arkan yang memang asli kelahiran Mojokerto. Arif optimis untuk mampu memasarkan salah satu New Engine Driver, yaitu produk Speedy di kota “onde-onde”, Mojokerto. Kami ditarget 3.000 SSL, katanya singkat.

Sementara itu Asman CCAN, Mulyo Sukartono dalam kesempatan tersebut menjelaskan, bahwa pasca transformasi organisasi, pihaknya sangat berkepentingan untuk mensosialisasikan ke seluruh KANCATEL sebab garis komando pola kerja CCAN memang ada di KANDATEL. Dalam kesempatan tersebut, Mulyo memaparkan juga pola kerja CCAN pasca transformasi. Kemudian DJM (Distinc Job Mannual) CCAN juga dipaparkannya, mulai Main Job, hingga ke Critical Job. Di sesi kedua, Team memberikan In House Training (IHT) Speedy, agar produk baru yang dilaunching ini dapat dilibas habis di pasaran, sesuai dengan target.
• NURSIDIK

Sertijab Di Lingkungan TELKOM SBT


TAHUN 2006

Sertijab Di Lingkungan TELKOM SBT

Setelah pekan kemarin dilakukan sertijab 2 JM KANCATEL, yaitu JM KANCATEL Sidoarjo dan JM KANCATEL Jombang, kini pada hari Selasa (2/5) dilakukan lagi sertijab Manager untuk TELKOM SBT Surabaya Metro, yaitu Pengelolaan Data Langganan dari Gatot Indra ke Marnoto, VAS (Value Added Service) dari Marnoto ke I Nyoman Gede Sosiadi, Operational Jarakses Network dari Tri Agus ke Arief Setyawan dan UPMB dari Wibowo Sugiharto kepada A.H Arrozi.

Wibowo dalam sambutan perpisahan antara lain mengatakan, bahwa dari hasil pantauan transformasi organisasi seluruh Indonesia, ternyata hanya di DIVRE-V saja yang tidak berjalan mulus. Kalau di Divre lain, maka SEKAR dipersilahkan mengawal secara penuh, sehingga hasilnya cukup baik dan mulus, tetapi di DIVRE-V ini tidak demikian, sehingga hasilnya ya seperti sekarang ini. Hal ini sangat saya sayangkan, katanya tegas. Di akhir sambutannya, Wibowo minta maaf jika selama bergabung dengan jajaran manajemen SBT ada hal-hal yang tidak berkenan.

Sementara itu GM TELKOM SBT, Badriyanto dalam sambutannya mengatakan, bahwa manajemen mengucapkan terimakasih kepada pejabat lama dan selamat datang kepada pejabat baru. Performansi UPMB SBT selama ini selalu meningkat dan selalu terdongkrak performansinya merambah naik. Semoga hal ini dapat dipertahankan oleh pejabat baru dan terus ditingkatkan.
Transformasi organisasi, lanjut Badri adalah sesuai dengan tuntutan pasar yang Customer Centric. Transformasi dilakukan untuk memastikan bahwa organisasi selalu mendukung visi menjadi “a leading infocom player in the region” dan customer centric company serta strategi perusahaan. Rancangan organisasi juga diselaraskan karena adanya dorongan dan tuntutan dari eksternal dan internal untuk merespon perubahan lingkungan bisnis : bisnis baru, jasa baru, produk baru, perubahan regulasi, dan sebagainya.
SBT sukses adalah berkat peran masing-masing unit kerja secara team-work. Tanpa peran tersebut, maka mustahil keberhasilan dapat tercapai. Di era Customer Centric ini diharapakan peran tersebut semakin solid. Transformasi saat ini merupakan kesinambungan proses transformasi sebelumnya untuk merespon perkembangan tantangan bisnis dan cara pengelolaannya yang bergerak dari asset based (pengelolaan bisnis didasarkan pada kekuatan asset yang dimiliki), lalu bergerak menuju product based (pengelolaan produk sebagai andalan), kemudian market based (menjawab tuntutan pasar – secara umum), dilanjutkan lagi dengan customer service centric (pembenahan cara melayani dan segmentasi), lalu untuk merespon persaingan pemenangan customer maka bergerak ke arah customer centric.
 NURSIDIK

GM Menebar Senyum Ketika Menghadiri Sertijab Manager Catel Jombang


TAHUN 2006

GM Menebar Senyum Ketika Menghadiri Sertijab Manager Catel Jombang



Pada tanggal, 26 April 2006 dilakukan SERTIJAB Manager Catel Jombang ditandai dengan pemberian wayang kulit yang bertajuk HANOMAN Mgr lama Sutimin menyerahkan Hanoman kepada Manager baru Nunu Nugroho disaksikan oleh GM Badriyanto dan DGM Sujito Hanoman dalam cerita pewayangan adalah figur kesatria yang memiliki kemauan keras dalam menjalankan amanah dari atasan, tanpa cacat hingga tuanya (mandeg pandhito), serta bertanggungjawab hingga tetesan darah penghabisan, selalu berhasil dalam pertempuran tanpa pamrih dan menyadari beratnya tugas atasan.

GM Badriyanto dan DGM di dampingi para Manager Datel SBT menebar senyum seakan terobati dari kesedihan yang dihadapi bahkan GM hingga lupa segala-galanya dengan alunan musik si COMBO meriahkan lagu anak Gaul Peterpen ”Ada Apa Denganmu” lagu yang mengandung makna pertanyaan, tampaknya GM lupa kalau hari ini masih banyak pertanyaan yang belum terjawab diantara target sales POTS dan FLEXI Triwulan I dan pertanyaan yang lain.

Pesan dan kesan Sutimin beserta Ibu beliau sekilas memberikan pencerahan atau wacana kepada Manager baru Nunu Nugroho beserta Ibu dengan celetuknya kinerja TW I untuk revenue targetnya telah terlibas dengan hitungan jari, sayang target salesnya kedodoran dengan alibi kebijakan marketing tertunda, bahkan Sutimin sempat menyinggung kalau kondisi di Jombang saat ini sangat kondusif, ungkapan itu di sempurnakan oleh Ibu Sutimin beliau juga seorang karyawati dengan sapaan ”SIAPA DULU BAPAKNYA” (mimpi penulis) seakan yakin bahwa Bapaknya adalah memang seorang leader yang pantas dapat bintang untuk migrasi ke Kota Gresik ungkapan tersebut diserbu ratusan tangan saling bertepuk.

Manager Jombang yang gres Nunu Nugroho tak mau kalah begitu menggebu dengan nada dasar patah-patah dan penuh kehati-hatian dalam menyebut Kandatel Surabaya Timur yang akrab dengan sebutan KANDATEL 1 T, sambutan beliau mirip dengan pidatonya Bambang Yudoyono Presiden RI, meski demikian beliau penuh dengan kenyakinan akan bisa mengikuti suksesnya Manager terdahulu rekan saya Sutimin, nada tersebut disambut dengan tepuk tangan meriah seakan menantang ”SAYA JUGA BISA ” siapa takut itulah harapan kita semua bahwa Telkom harus bisa eksis sampai kapanpun.

Semangat kedua Manager dalam sambutannya telah melengkapi mimpi GM Badriyanto untuk menjadi KANDATEL terbesar di Indonesia, beliau menyampaikan bahwa acara serah terima di Jombang lain dari pada yang lain, rekan-rekan Jombang begitu kompak dan solid meski kondisinya sedang prihatin GM menyinggung bahwa saat ini kita sedang dihadapkan dengan transformasi, transformasi adalah perubahan kearah yang lebih baik di Perusahaan yang sangat besar ini ternyata tidak mudah untuk mencapai kesempurnaan dalam transformasi yang diharapkan oleh kita semua, GM meminta agar kita bersabar dan marilah kita sama-sama berdo’a karena proses ini sedang berjalan kearah sempurna sesuai harapan kita semua, namun demikian saya berpesan kepada Manager baru Bapak Nunu Nugroho bersama team jombang yang sudah solid agar tetap pada komitmen untuk merealisasikan target Managemen, yaitu “menambah pelanggan baru sebanyak-banyaknya dan mempertahankan pelanggan yang eksisting“ jangan sampai lari ke provider yang lain, tampaknya jadi Manager Telkom tidak terlalu sulit karena hanya mengerjakan 2 (dua ) soal saja.

Pesan GM Badriyanto kepada Sutimin yang akan migrasi ke DATEL tetangga tepatnya ke Datel SBB Catel Gresik agar tetap semangat dalam menjalankan segala perubahan yang ada disekitar kita.

Si-COMBO yang di kawal langsung oleh biangnya musikus serba bisa Om-Hendro yang kini telah melangkah ke tetangga sebelah ke Kota Mojopahit pada malam itu tampil memukau dengan lagu kebangsaannya “Prahu Layar“ dan dihebohkan oleh pembawa acara kondang duet Mas Har & Siska menghibur GM dan DGM yang malam itu lengkap dikawal para Manager SBT enggan mengangkat kaki karena keasyikan.

onslem

SEKAR DPD SBT “Appreciate” Terhadap GM SBT Dalam Mensolusi Keluhan Transformasi Organisasi


TAHUN 2006

SEKAR DPD SBT “Appreciate” Terhadap GM SBT Dalam Mensolusi Keluhan Transformasi Organisasi

Alhamdulillah, ternyata ada titik terang yang datang dari GM TELKOM SBT, Badriyanto dalam mensolusi keluhan Transformasi Organisasi. Hal ini terungkap saat Para Pengurus SEKAR TELKOM DPD SBT menyatakan Pernyataan Sikap Resmi pada hari Jum’at (28/4) di Ruang Rapat Committed 2U Gedung OPMC Jln. Ketintang 156, Surabaya.

GM yang didampingi Deputy GM TELKOM SBT mengatakan, bahwa manajemen SBT akan memperkecil Gap akibat dampak Transformasi Organisasi dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, termasuk didalamnya adalah kompetensi yang tidak pas dalam penempatan SDM.

Hal tersebut diungkapkan Badri sesaat sebelum menerima Naskah Pernyataan Sikap Resmi Pengurus SEKAR TELKOM DPD SBT yang diserahkan oleh Ketua SEKAR TELKOM DPD SBT, Dwi Anggara Sedya Laksana. Inti pernyataan sikap tersebut adalah Pernyataan Tidak Puas atas hasil Transformasi Organiasasi di lingkungan Telkom SBT, Dampak Transformasi terhadap Kinerja, serta Rekomendasi agar manajemen menyelesaikan keluhan karyawan secara tuntas sebagai prioritas.

Lalu Badri mengatakan, bahwa manajemen SBT secara marathon telah melakukan upaya-upaya solusi berkoordinasi dengan manajemen DIVRE-V. Badri juga berterimakasih kepada SEKAR DPD SBT yang selama ini selalu berkomunikasi secara baik dan positif, dan meminta koordinasi ini selalu dipertahankan dan ditingkatkan.

Niat baik Badri tergambar jelas dari ekpresi dan cara mensikapi pernyataan sikap karyawan, sehingga para Pengurus SEKAR TELKOM DPD SBT sangat mengapresiasi sikap GM tersebut. Selama GM masih berniat baik untuk melakukan perbaikan terhadap hasil transformasi, maka SEKAR TELKOM DPD SBT akan selalu mendukung GM. Acara diakhiri dengan bersalam-salaman, antara GM, Deputy dan seluruh Pengurus SEKAR TELKOM SBT..

 NURSIDIK

ASMAN BERANI


TAHUN 2006

ASMAN BERANI



Seminggu keresahan pegawai pasca transformasi membuat management SBT rikuk. Siapa yang berani tampil berhadapan dengan seluruh staf…???
Satu diantaranya, Asman PCAN Sdr. M. Jumli Holidi langsung melakukan action yaitu mengsosialisasikan transformasi kejajaran PCAN SBT sampai tingkat pelaksana.
........... dst

Hampir seluruh pegawai melontarkan keluhan, mulai masalah penempatan pegawai yang tidak sesuai, Regenerasi yang tidak jalan, sampai ke istilah ASU (Assisten Supervisor). Beberapa hal yang bisa diselesaikan langsung diselesaikan dan sebagian langsung disampaikan ke management utk ditindak lajuti.
......... dst.

Sampai kamis 27 April 2006, saat ini belum ada satu managerpun yang berani tampilAssisten manager, nota bene tidak ikut dalam sijab
ekisruhan

SEKAR TELKOM Silaturahmi Dengan Direksi Di Batu Malang

TAHUN 2006

SEKAR TELKOM Silaturahmi Dengan Direksi Di Batu Malang

Disela-sela RAKORDIV COO, bertempat di Agro Kusuma Wisata Hotel, Batu-Malang Jawa Timur, beberapa Pengurus SEKAR DPP dan DPW DIVRE-V telah mengadakan silaturhmi dengan Direksi PT. TELKOM, Kamis (27/4). Dari Direksi yang hadir adalah COO, Garuda Sugardo, Dir Network & Solution, Abdul Haris, Dir. Enterprise and Whole sale / Pgs Dir SDM, Arief Yahya, dan Dir Konsumer, Guntur Siregar. Sedangkan dari DPP adalah Wartono Purwanto (Ketua-I), Wisnu Adhi (SEKJEN). Dari DPW-V adalah Ketua DPW, Budhi Prasetyo, Wibowo Sugiharto (Ketua-I), serta para Ketua DPD SEKAR TELKOM se DATEL DIVRE-V.

Pertemuan silaturahmi tersebut membahas masalah-masalah aktual perusahaan yang penuh turbulensi dan dinamika menyangkut TELKOM BANGKIT dan Transformasi Organisasi, dengan tajuk BE PARTNER IN OPERATION, yang berfokus pada CBHRM, TRANSFORMASI, GCG, MENCAPAI 3010 dan SKTT. Budhi dari DPW-V mengawali acara dengan berharap agar TELKOM benar-benar bangkit, agar semakin kuat, solid dan kompak, baik karyawannya maupun BOD. Kalau SEKAR salah jalan agar diingatkan, demi kemajuan perusahaan, pinta Budhi.

Garuda meminta agar kita semua bangkit memberikan yang terbaik buat perusahaan ini dengan penuh integritas, serta satunya kata dengan perbuatan. SEKAR sebagai garda pengawal TELKOM harus selalu memberikan yang terbaik bagi kemajuan perusahaan, sebab bukankah TELKOM menjadi kebanggaan kita semua.

Sementara itu Sam Owob (Wibowo Sugiharto : Red) mengatakan, bahwa kunci TELKOM BANGKIT adalah persatuan dan kesatuan seluruh komponen, apakah itu diantara BOD ataupun SEKAR dan SP. Jangan sampai ada dua kubu didalam perusahaan, sebab tak akan solid, semua harus satu dan bersatu. Kami minta tolong kepada Pak Garuda untuk menjadwalkan pertemuan agar SP bersatu dengan SEKAR. Jangan khawatir SP akan kami peluk dan rangkul, wong mereka adalah saudara kita sendiri, yang penting tidak ada dua kubu, lanjutnya, yang langsung disanggupi oleh Garuda.

Disisi lain Arief Yahya menanggapi soal Transformasi Organisasi yang sempat diutarakan oleh SEKAR dalam silaturahmi ini. AY mengakui, bahwa dalam transformasi ini memang masih ada kekurangan. Untuk itulah dibentuk Tim Monitoring untuk mensolusikannya sesuai dengan jadwal revisi.

 NURSIDIK

“SEKAR TELKOM PEDULI” Bantu Korban Banjir Bandang Trenggalek


TAHUN 2006

“SEKAR TELKOM PEDULI” Bantu Korban Banjir Bandang Trenggalek

Setidaknya ada 3 orang dokter, 3 orang paramedic, dan 3 orang relawan yang akan membantu korban banjir bandang Trenggalek Jawa Timur, kata Ketua DPW SEKAR DIVRE-V, Budhi Prasetyo (BP) kepada Reporter saat mengantar 3 orang Relawan (Deden, Djoko dan Affandi) ke lokasi pada hari Rabu (26/4).

Setiba di Plasa Telkom, Jln. A. Yani 2, Trenggalek, BP menambahkan, bahwa SEKAR TELKOM PEDULI bekerjasama dengan RUMAH ZAKAT yang bergerak dalam bidang Pendidikan dan Kesehatan untuk meringankan beban penderitaan para korban. Yang baru kita antara adalah 3 orang relawan, dan malam ini ada 6 orang lagi diperkirakan tiba di Trenggalek, yaitu 3 orang dokter dan 3 orang paramedic.

Bantuan akan berupa pengobatan Cuma-Cuma dan yang akan disediakan adalah sejumlah obat-obatan untuk lebih kurang 400 orang pasien. Sedangkan 3 orang relawan akan tidur di Plasa Telkom Trenggalek, sedangkan 6 orang lainnya di penginapan terdekat. Ke 9 orang ini akan beroperasi memberikan pengobatan di Trenggalek selama 5 hari. BP dalam mengantar 3 relawan didampingi beberapa pengurus SEKAR DPW-05 dan beberapa pengurus SEKAR DPD Madiun.

Sementara itu 2 orang SATPAM masing-masing bernama Harmono dan Agus Subiyantoro ketika diwawancarai Reporter mengatakan, bahwa saat kejadian merekalah yang pertama kali mengetahui peristiwa itu, sebab mereka berdualah yang dinas malam itu, yaitu di STO Trenggalek.

Kejadiannya adalah diawali pada jam 1 malam, sebelum air naik tinggi keduanya dengan lincahnya melakuan koordinasi dengan beberapa pejabat Telkom di KANCATEL Tulungagung. Kemudian karena takut terjadi arus / hubungan pendek (konslet), maka listrik dipadamkan, yang setengah jam kemudian PLN mematikan lampu yang mengcover seluruh wilayan bencana.

Harmono mengatakan, bahwa wilayah bencana meliputi 6 kecamatan, yang masing-masing kecamatan ada sekita 12 desa. Yang paling parah adalah di kecamatan Bendungan. Ketika air di halaman STO sudah setinggi dada, maka kami berdua menaiki tower untuk menyelamatkan diri, kisahnya.

 NURSIDIK

Sertijab JM TELKOM Sidoarjo Diwarnai Pernyataan Sikap Karyawan


TAHUN 2006

Sertijab JM TELKOM Sidoarjo Diwarnai Pernyataan Sikap Karyawan

Transformasi Organisasi telah bergulir, dan pada gilirannya tentu ada serah terima jabatan (Sertijab) seperti yang terjadi di TELKOM Sidoarjo, yaitu Sertijab Junior Manager (JM) TELKOM Sidoarjo pada hari Selasa (25/4) dari Pejabat lama Mulyadi kepada Pejabat Baru, Tri Agung.

Pejabat lama, Mulyadi dalam sambutannya antara lain mengatakan, bahwa dirinya miliki kenangan indah di Sidoarjo yang memiliki potensi besar sebagai penyanggah kota Surabaya, Growth Revenue yang cukup bagus sekitar 28 %, Pangsa pasar POTS & Flexi yang sangat menjanjikan.

Dengan etos kerja yang luar biasa, para karyawan Telkom Sidoarjo selalu mengantar keberhasilan para Senior Leader menjadi Pemimpin, tapi nasibnya masih belum berubah. Mulyadi berharap, agar para Senior Leaders SBT dan Pejabat baru terus memperjuangkannya.

Sementara itu, sambutan pejabat baru, Tri Agung hanya bersifat kulonuwun saja, dan dirinya akan siap mendukung kiprah Telkom Sidoarjo untuk tetap menjadi KANCATEL Terbaik. Disisi lain kedatangan Tri Agung ini diharapkan oleh GM TELKOM SBT, Badriyanto akan membuat Telkom Sidoarjo semakin sinergi, kecepatan ditambah.

Badri juga menyinggung soal transformasi yang diakuinya belum sempurna, belum sesuai dengan keinginan. Mari kita perbaiki bersama-sama dalam waktu singkat. Kekurangan tidak bisa ditangani oleh GM saja atau oleh EGM saja, tetapi oleh kita semua. Oleh karena itu manajemen sangat membutuhkan masukan untuk perbaikan.

Usai Sertijab, maka acara diteruskan dengan acara forum feedback antara manajemen dan karyawan Telkom Sidoarjo. Di Forum Feedback ini, karyawan Sidoarjo membawa poster dan menyampaikan pernyataan sikap, yang berisi tuntutan sebagai berikut :

1. Dengan adanya Transformasi Organisasi, bulan April 2006, harus secara jelas dan transparan, dalam bentuk sosialisasi dan komunikasi.
2. Mutasi dan rotasi pegawai harus diikuti dengan adanya perubahan ke arah yang lebih baik dan agar ditinjau kembali.
3. Kami meminta kepada manajemen, agar pegawai yang tidak pernah naik pangkat/posisi agar dinaikkan, dan bagi pegawai yang sudah sampai titik maksimal (baik Gadas, Tudas maupun lainnya), apa solusinya ?
4. Kami menuntut agar adanya kenaikan kelas kantor di Kancatel Sidoarjo dan kalau perlu kelas kantor dihapus saja, karena banyak merugikan karyawan.
5. Seringnya Catel Sidoarjo menjadi yang terbaik, manajemen agar meninjau kembali kompetensi karyawan Sidoarjo, untuk kenaikan promosi, bukan hanya Manajernya saja.
6. Kami meminta agar meninjau kembali, agar Tarif Prosentase Index BPFP dan BBP agar disamakan dengan yang di Surabaya.
7. Penghargaan Masa Kerja agar diadakan lagi.

Pernyataan Sikap para pegawai Telkom Sidoarjo berjalan lancar, aman, tertib dan damai sekitar hanya 10 menit saja dan dilakukan didalam ruangan/aula.

 NURSIDIK

Maling Batterey “DLC FRBA” CATEL Sidoarjo Meringkuk Di POLSEK


TAHUN 2006

Maling Batterey “DLC FRBA” CATEL Sidoarjo Meringkuk Di POLSEK


Berkat keuletan Petugas Security TELKOM Surabaya Timur (SBT), maka akhirnya maling Batterey perangkat DLC di Kabinet FRBA yang berlokasi di Perumahan “SARIROGO” dan di Perumahan “Citra Harmoni” wilayah KANCATEL Sidoarjo berhasil ditangkap pada hari Sabtu (22/4) dan kini untuk mempertanggung jawabkan perbuatan, ia harus meringkuk di POLSEK setempat.

Maling bernama Agus Ardianto tersebut ternyata bekerja di PT. TELNUS yang notabene adalah Rekanan TELKOM. Kronologis sebagai berikut : Pencurian dilaporkan di POLSEK Sidoarjo tanggal 19 April 2006. Hasil konfirmasi ke lapangan diketahui oleh SATPAM PERUM Sari Rogo di lokasi DLC-FRBA, bahwa waktu ditanya pencuri tersebut mengaku pegawai Telkom, katanya battery akan di charge, wakt itu ia mengendarai sepeda motor Kawasaki blitz dengan nomor Polisil W 4454 DH.

Dari info ciri-ciri sepeda motor itu, pihak Security langsung melacak, dan ternyata yang bersangkutan tinggal di Jl. Rungkut Kidul gang. 2/18 Surabaya. Pada hari Jumat tgl 21 April 2006 petugas dari Telkom mendatangi alamat tersebut, awalnya yang bersangkutan tidak mengakui dan janji ke kantor Catel Sidoarjo pada hari sabtu tanggal 22 April 2006 jam 08.00 WIB. Setelah ditunggu hingga jam 10.00 WIB, ternyata yang bersangkutan tak kelihatan batang hidungnya alias tidak hadir.

Kemudian “Security Team” memutuskan untuk kembali ke POLSEK minta bantuan untuk menjemput yang punya kendaraan tersebut, maka diciduklah ! Dalam perjalanan di mobil menuju POLSEK, ternyata yang bersangkutan mengakui perbuatannya setelah digertak dan diancam polisi akan ditembak. Kini maling tersebut masih meringkuk sambil menunggu proses lebih lanjut dari POLSEK.

 NURSIDIK