Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"

Selasa, 20 Juli 2010

Berunding Dengan BOD, Ada Hasilnya ?


TAHUN 2010

Setelah mengalami kebuntuan selama lebih kurang 18 bulan atau 1,5 tahun, maka nasib PKB-IV ini ditentukan oleh perundingan final dengan para pemberi mandat, yaitu antara Ketua Umum SEKAR dengan BOD. Bagaimana nasib PKB-IV setelah SEKAR melakukan perundingan dengan BOD di Jakarta, Selasa (20/07/2010). Ternyata progres bergerak !, walau masih satu point saja, paling tidak dalam satu hari berunding saja mampu menghasilkan satu pasal, yaitu pasal tentang bonus. Mungkin jika dapat tuntas dalam waktu singkat, maka alangkah indahnya jika perundingan PKB –PKB berikutnya tidak dilakukan oleh TPM, akan tetapi langsung oleh BOD, hemat waktu, hemat biaya dan hemat energi.

Kini yang tersisa tinggal pasal yang menyangkut tentang Angka Treshold, besaran Incentif, besaran biaya retensi dan BPK saja. Hal ini menunjukkan, bahwa langkah SEKAR untuk bertemu dengan BOD sebagai pemberi mandat adalah tepat sekali, sebab perundingan dengan TPM (Tim Perunding Manajemen) memang sudah mentok, yang jika dipaksa diteruskanpun tidak akan ada hasil, apalagi tidak ada wasitnya dan selalu blunder, sehingga sangat pas jika KETUM SEKAR mengusulkan agar dilanjutkan dengan Sang Pemberi Mandat, BOD !

Perundingan dengan pemberi mandat kemarin dimulai setelah Sholat Ashar seiring dengan usainya RADIR. Dari SEKAR dibatasi dan diwakili oleh 4 orang, yaitu KETUM (Wisnu), SEKJEN (Asep Mulyana), KETUA-I (Rusman Nadeak) dan KETUA-II (Muchlis Mustaming). Sedang dari pihak manajemen dihadiri BOD Lengkap (DIRKUG via VICON) ditambah 9 orang TPM ditambah lagi EGM DCS Barat dan EGM DTF. Memang dari pihak manajemen jumlahnya cukup berlebihan, sedangkan dari SEKAR hanya 4 orang saja. Reporter sendiri duduk manis di kursi belakang sambil sesekali mencuri gambar dengan camera digital yang telah di setting tanpa blitz atau kilatan cahaya sehingga tidak kaget dan tidak mengganggu.

Namun perlu dicatat, bahwa ketimpangan jumlah tersebut tak mempengaruhi kondusifnya jalannya perundingan, bahkan tak jarang terjadi gelak tawa lepas begitu saja dan Alhamdulillah ada hasilnya walau relatif sedikit tapi ada pergerakan. RF selaku DIRUT yang memimpin perundingan dalam kesempatan tersebut berharap agar PKB-IV ini segera tuntas, akan tetapi faktanya masih butuh beberapa hari lagi, dimana pasal yang belum tuntas akan dilanjutkan berunding lagi dengan BOD di Bandung yang dijadwalkan pada esok harinya yaitu Rabu dan/atau Kamis. Artinya semangatnya sama, ingin cepat tuntas dan tidak bertele-tele

Reporter sengaja tak menampilkan angka-angka, karena memang masih dibahas, akan tetapi paling tidak suasana jalannya perundingan dengan BOD sudah dapat ter-representasikan dan dapat difahami oleh seluruh anggota sebangsa dan setanahair. Seluruh BOD turut bicara dan berdiskusi dalam pertemuan ini termasuk 2 orang EGM dan beberapa TPM. Sesekali RF dan FS dibisiki oleh pembisiknya, yaitu salah seorang TPM, sesekali pula 4 orang SEKAR melakukan bisik-bisik juga semacam pertemuan ½ kamar. Bagaimana akhir “drama” PKB-IV ini ? Kita tunggu saja hasil pertemuan lanjutan dengan BOD di Bandung, hari ini, Rabu dan atau Kamis.**++**

Written By : bukandiksi
Edited By : Salam (DPW-4), Agusmin+Tigis (DPW-5), Karim (DPW-6).

Senin, 19 Juli 2010

SBU : TELKOM Speedy Provider Terdepan Jaringan Terluas


TAHUN 2010

Sebagai incumbent, maka TELKOM Speedy terus memacu penetrasi pasarnya melalui berbagai strategi. Sebab jika tidak dipacu maka provider pesaing akan dengan mudah melakukan peningkatan market share mereka, sehingga tak mustahil sebagai provider terdepan dan memiliki jaringan terluas akan dapat dengan mudah disaingi.

Strategi dan inisiatif bisnis yang dilakukan jajaran TELKOM Speedy memang beragam, mulai dari Speedy Sport Championship (SSC), agresif sales, exhibition, seminar, workshop, door to door, dual branding, tripple branding dan multiple branding sampai kepada penggeberegan. Hal itu dilakukan agar incumbent ini tetap eksis, sebab kalau tidak, maka yang namanya tantangan kedepan akan semakin berat, persaingan yang merupakan tantangan utama akan semakin ketat.

Karena tetap berkeinginan menjadi provider tertedepan dengan jaringan terluas, maka segala upaya, inisiatif kreativitas bisnis dan inovasi bisnis harus tetap dipelihara jangan pernah luntur. Selain itu value product harus benar-benar mampu menjadi Speedy yang terdepan. Apalagi sekarang sudah memiliki portofolio bisnis yang baru, yaitu bisnis konten IME. Peluangnya memang masih besar, apalagi berhasil menjalin kerjasama yang bagus dengan PEMKOT melalui e-RT/RW.

Optimisme tetap menjadi yang terdepan memang beralasan, sebab peluang dengan pangsa pasar e-RT/RW saja sudah mampu meningkatkan pertumbuhan yang cukup significant. Jumlah RT 9.124; Jumlah RW 1.382 dan jumlah kecamatan 31 dimana data ini didapat dari PEMKOT yang memang menginisiasi Program Kampoeng Cyber yang diimplementasikan dalam e-RT/RW. Boleh dikatakan ini adalan demand pasti (fixed demand).

Demand tidak pasti tentu harus dicapai melalui efforts lebih dari biasanya, seperti dengan cara Grebeg Customer yang mana setiap Sabtu dan Minggu Tim Sales selalu melakukan serangan dan penggerebegan. Serangan Sabtu dan Minggu ini menjadi kunci pendorong dalam pertumbuhan. Apalagi harus mampu meraih target yang menantang dalam kondisi persaingan yang sangat ketat. Grebeg Customer memang unik, terbukti rekan Marketing Communication Corporate, Teguh Herman hari Sabtu kemarin datang ke Surabaya Utara (SBU) turut gabung menggerebeg Semoga Speedy sukses memenangkan persaingan dan tetap terdepan di semua segment..**bukan-diksi.

FOTO : Rekan dari MARKOM Corporate, Teguh Herman (paling kanan) ikut gabung dalam Grebeg Customer.

SBU : Soewiyarso Me- Refresh Budaya 5C Di SP-135


TAHUN 2010

Seperti biasa setiap hari Rabu selalu diadakan sharing dalam bentuk SP-135 seperti hari ini, Rabu (16/6) yang diadakan oleh jajaran CS Surabaya Utara (SBU) di Lantai-5 Jln. Mergoyoso 1-3, Surabaya. Masing-masing unit kerja di forum ini menyampaikan sharing aktivitas sehari-hari dan evaluasinya termasuk kendala dan solusinya tak terkecuali Senior Leader dalam hal ini adalah Manager CS SBU, Soewiyarso.

Persoalan kerja yang dihadapi dalam operasional sehari-hari selalu saja ada, ini berarti bahwa bisnis telekomunikasi kita memang hidup, sebab seandainya tidak pernah ada persoalan, maka pertanyaannya ialah apakah betul sama sekali tidak ada persoalan?. Terutama bagi front liner yang langsung berhadapan dengan customer tentu tak lepas dari seribu satu persoalan yang Alhamdulillan bisa di-share di forum SP-135, sehingga Senior Leader dapat memberikan solusi dan keputusan yang tepat.

Oleh karena persoalan atau masalah itu selalu ada, maka dalam kesempatan SP-135 kali ini, Soewiyarso mencoba menyegarkan kembali (me-refresh) budaya 5-C dimana budaya ini sebenarnya merupakan obat mujarab dalam menjawab semua persoalan itu, sehingga customer puas atas persoalan yang dapat di-handle dengan baik. Perlu diingat, bahwa mitra kerja kita ini (agency, vendor, dll) adalah customer kita juga yang jika tidak puas dengan kita tentu akan meninggalkan kita dan beralih ke pesaing kita.

Oleh karenanya, lanjut Soewiyarso mari kita terus mengimplementasikan budaya kerja 5-C ini, yaitu Commitment to long term, Customer First, Caring Merritrocracy, Co-Creation and win-win partnership dan Collaborative innovation. Kemudian persoalan-persoalan teknis, non-teknis termasuk persoalan HR (SKI, BKP, dll) juga menjadi point of share SP-135 hari ini. **bukan-diksi.

FOTO : Soewiyarso memberikan direksional dan solusi di SP-135, Rabu (16/6).

CS SBU & DIVA SBU Bersinergi, Makin Tangguh !


TAHUN 2010

Koordinasi dan sinergi memang kata yang mudah diucapkan tetapi biasanya sulit dilaksanakan. Karena memiliki komitment yang tinggi, maka kalimat tersebut tidak berlaku bagi jajaran CS & DIVA Area Surabaya Utara, buktinya selain koordinasi per telepon, keduanya juga bertatap muka langsung yang dilakukan kemarin, Selasa (15/6) di ruang DIVA Kebalen, Surabaya. Komitmen yang tinggi yang mana ? Tak lain dan tak bukan adalah komitment untuk mengimplementasikan Corporate Culture dengan 5C-nya, antara lain : Commitment To Long Term, Customer First, Caring Merritrocracy, Co-Creation and Win-Win Partnership dan Collaborative Innovation.

Kedatangan Manager CS SBU, Soewiyarso bersama 2 ASMAN disambut hangat oleh Manager DIVA Area SBU, Budhi Prastyo. Keduanya membicarakan yang hal berkaitan dengan kepuasan pelanggan sesuai dengan C kedua dari 5-C, yaitu Customer First. Dan rupanya pembicaraan ini sangat pas dalam rangka mewujudkan kepuasan pelanggan dan tercapainya tujuan perusahaan.

Untuk mencapai kepuasan pelanggan, maka tak dapat dilepaskan dari dukungan back-room dalam hal ini adalah DIVA, termasuk dukungan mitra kerja. Dukung mendukung ini harus bersinergi, sehingga mampu menghasilkan yang terbaik bagi pelanggan. Backroom yang paling solid tentunya harus diberi rewards (sesuai dengan caring merritrocracy). Selain itu bagi mitra kerja yang the best, juga harus diapresiasi (sesuai dengan Co-Creation and Win-Win Partnership). Pembicaraan kedua Manager memang fokus dan tidak lari kemana-mana, hampir seluruh diskusi diarahkan ke kata kunci utama, yaitu 5-C.

Adalah sebuah fakta, bahwa tak semua PSB Speedy berjalan mulus, sebab ada satu atau dua yang bermasalah, apakah masalah teknis ataupun non teknis. Hal inilah yang sebenarnya menjadi topik pembicaraan kedua Manager tersebut. Akan tetapi ujung-ujungnya adalah harus merefer ke 5-C tadi. Semoga koordinasi dan sinergi ini terus dipupuk agar Area SBU tetap menjadi tim kerja yang tangguh. **bukan-diksi.

FOTO : Tampak Soewiyarso sedang berdiskusi dengan Budhi Prastyo (15/6).

DCS II JATENG Benchmark Speedy RT/RW Di SBU


TAHUN 2010

Suatu program atau pekerjaan yang melakukan perbandingan kemampuan dari berbagai kerja dari beberapa tools dan systems dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pada produk yang baru. Membandingkan dengan cara studi banding inilah kerap kita namakan Benchmark. Hari ini, Senin (14/6) rekan DCS-II Timur Regional Jawa Tengah melakukan Benchmark di TELKOM SBU tentang e-RT/RW atau Speedy RT/RW.

Benchmarker dari Semarang ada 2 orang, yaitu Raharjo (SO Channel Deployment Reg. Jateng) dan Budy Kusandono Hermawan (Terrytory Mananagement Modern Channel) DCS-II Timur Regional Jawa Tengah yang berkantor di Semarang. Ketika membaca berita di portal pusat, kedua Benchmarker tertarik tentang pola penetrasi pasar yang tergolong baru karena ada peluang bisnis yang cukup prospek, yaitu e-RT/RW. Gayung bersambut, maka manajemen mengirim keduanya ke TELKOM CS Surabaya Utara untuk diskusi dan sharing. Manager CS SBU, Soewiyarso yang didampingi ASMAN Modern Channel, Ismono A.J. memimpin diskusi dan sharing ini.

Soewiyarso mengatakan, bahwa secara penetrasi pasar dan prospek bisnis, maka program e-RT/RW ini sangat menjanjikan. Bayangkan, berdasarkan data yang ada, ternyata jumlahnya lumayan banyak, yaitu : Ketua RT ada 9.124, Ketua RW ada 1.382 sedangkan jumlah kecamatan adalah 31. Jumlah ini memang sangat menggiurkan, apalagi Owner Program-nya adalah Walikota. Artinya “rezeki bisnis” ini kan datang sendiri yang merupakan peluang yang tidak boleh kita sia-siakan. Kejadian ini sangat langka, boleh dibilang “mukzijat” bisnis begitulah !

Mereka inilah yang bakal meramaikan Bisnis Konten IME kita yang kita sisipkan melalui internet Speedy dengan situs sapawarga.org dan situs surabaya.go.id. PEMKOT sendiri inginnya program ini cepat tuntas, akan tetapi anggaran masih kurang yang saat ini PEMKOT masih mengajukan PAK (Penambahan Anggaran Kegiatan) yang artinya kita optimis, walau sekarang baru terealisasi 1.400 RT/RW. Semoga PAK tadi segera di-approve !

Value added dari program ini menurut Soewiyarso adalah : menanamkan image Speedy di masyarakat via Ketua RT/RW, Direct Sales bersama PEMKOT, Program meng IT kan seluruh RT dan RW di kota Surabaya, sebagai media Pemkot dan Warga, serta menunjang program paperless, serta mendukung program KTP On-Line. Yang paling mendasar dari penjelasan Soewiyarso adalah masalah, opportunity, program dan tahapan yang kesemuanya itu merupakan bisnis proses yang harus dilalui. **bukan-diksi.

FOTO : Suasana benchmark dalam bentuk diskusi dan sharing, Senin (14/6).

CS SBU Mencari Celah Bisnis Di Wisata Kuliner


TAHUN 2010

Celah Bisnis, … itulah yang mungkin banyak provider cari di era kompetisi saat ini. Berbagai jenis bisnis, dari bisnis skala retail, bisnis skala korporat, hingga bisnis skala jasa menjadi target pencarian provider yang ingin mencari celah bisnis. Celah bisnis dilakukan adalah untuk memperluas pangsa pasar seperti yang dilakukan Manager CS SBU, Soewiyarso kemarin, Selasa (15/6) di tempat wisata kuliner Surabaya.

Celah bisnis atau peluang bisnis sebenarnya ada dimana-mana, maka dicobalah oleh TELKOM SBU memasuki dunia kuliner yang berlokasi di Wisata Kuliner “Hallo Surabaya” Jln. Bubutan No. 93-95, Surabaya, dan disinilah ditemukan celah itu. Lalu dilakukanlah kunjungan ke wisata kuliner Surabaya oleh Sang Manager dimana kunjungan ini merupakan kunjungan yang kedua kalinya. Kalau pertemuan pertama ditemui Ny. Amelia (pengelola wisata kuliner), tapi kali ini ditemui adiknya, yaitu Benyamin Wibowo yang langsung menyodorkan proposal ke Managaer CS SBU , Soewiyarso yang didampingi 2 orang ASMAN-nya, yaitu ASMAN Modern Channel dan ASMAN Support.

Inti pertemuan ini ialah pihak Wisata Kuliner mempersilahkan TELKOM SBU berpartisipasi pada acara GEBYAR RAMADHAN yang akan digelar mulai tanggal 14 hingga 17 Agustus 2010. Tim kerja acara ini adalah HWS Production dan Tim HALLO Surabaya. TELKOM bisa menjadi sponsor tunggal, sponsor utama, sponsor pendamping atau sponsor pendukung dimana masing-masing jenis sponsor ini memiliki kriteria dan budget yang berbeda. TELKOM SBU masih menjajagi proposal ini dan akan dijawab segera.

Acara Gebyar Ramadhan meliputi : Lomba musik patrol, Ceramah keagamaan, Pembacaan Shalawat Nabi, Takjil dan buka bersama, Lomba Fashion Busana Muslim, Lomba Menggambar, Hiburan + Game, Lomba Menyanyi, Doorprize, Hiburan musik. Sesuai kriteria sponsor, maka pihak sponsor tunggal menanggung 100 % anggaran dan dapat menempatkan logo sponsor di seluruh media promosi (media cetak dan news.com) tanpa sponsor lain. Penempatan Selamat Datang, Spanduk, Backdrop Panggung, Flag Chain, Poster, Directory, Sertifikat, Undangan, Iklan Radio dan TV Lokal, MC. **bukan-diksi.

FOTO : Soewiyarso (kiri) dan Benyamin (dua dari kanan) membahas proposal (15/6).

SBU : Soewiyarso Lepas 5 Karyawan PROMUT


TAHUN 2010

Ada 5 orang karyawan TELKOM CS SBU yang awal bulan kemarin menerima SK Promosi dan Mutasi (PROMUT). Karena kesibukan dari masing-masing dalam operasional, maka baru hari ini, Jumat (18/6) kelima rekan kita tersebut dilepas dengan harapan lebih sukses di tempat kerja yang baru. Adapun kelima rekan kita tersebut adalah : David Ishak, dari ASMAN Service Support SBU ke Consumer Service Regional-V DCS II Timur, Bachtiar Yusuf dari Off-2 Direct Channel SBU ke posisi yang sama di Gresik, Surarto Algadri dari Off-2 Costumer Education & Community Program ke ASMAN Commerce Office Tuban, Mustadi dari ASMAN Customer Care Comm Office Pamekasan ke Consumer Service Regional-V DCS II Timur, dan Evi Lihawa dari Off-3 Partnership Retailer SBU ke Consumer Service Regional-V DCS II Timur.

Dalam sambutannya, Manager CS SBU, Soewiyarso antara lain mengucapkan terimakasih kepada kelima rekan atas kontribusi maksimal yang telah didedikasikan kepada perusahaan yang walau hanya 3 bulan pasca Transformasi Organisasi (TO) mereka telah berbuat banyak untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam hal ini adalah TELKOM CS SBU. Tolong yang baik-baik dari SBU ditularkan ke lokasi kerja yang baru, sedangkan yang tidak baik buang jauh-jauh, sebab manusia memang tidak ada yang sempurna, pintanya.

Dalam sebuah organisasi yang dinamis, maka mutasi dan promosi adalah diarahkan agar antara job position dan kompetensi sesuai serta pas dengan kebutuhan bisnis perusahaan yagn sedang dihadapkan kepada ketatnya kompetisi, sehingga performance perusahaan dapat dipacu lebih cepat lagi dan tercapai, lanjutnya.

Karena SDM atau HR ini memiliki fungsi yang sangat strategis, maka placement-nya memang diatur sedemikian rupa, sehingga mampu menunjang aktivitas perusahaan secara maksimal. PROMUT sendiri akan berjalan berkelanjutan, dinamis sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan kondisi perusahaan yang juga bergerak secara dinamis. Acara diakhiri dengan pemberian cindera mata dan ramah tamah. **bukan-diksi.

FOTO : Tampak kelima rekan foto mengapit Manager CS SBU, Jumat (18/6).

Minggu, 18 Juli 2010

SBU : Grebeg Is Selling Decissions Based On Prospect Customer


TAHUN 2010

Hari Sabtu (19/6) merupakan hari menyenangkan bagi Tim Sales, sebab seperti biasa aktivitas marketing and sales selalu dilakukan demi peningkatakan sales, market share dan revenue. Aktivitas ini dilakukan dengan pola Grebeg Customer yang memang selalu dilakukan setiap Sabtu dan Minggu. Untuk hari Sabtu kemarin, Tim Grebeg “menyerang’ daerah Undaan Kulon Surabaya.

Undaan Kulon merupakan bagian dari jantung kota Surabaya yang menjadi pusat daganng dan bisnis sejak dahulu kala. Daerah ini sekarang menjadi pusat perdagangan segala macam ban mobil dan sebagian kecil ban motor, pokoknya jika warga ingin membeli ban apapun biasanya selalu ke Undaaan Kulon yang lalulintasnya sering macet. Justru kondisi kemacetan inilah yang dimanfaatkan Tim untuk menjual dan membagikan brosur, apalagi daerah bisnis rata-rata m terdapat prospect customer.

Beberapa transaksi sales dilakukan di tenda Speedy yang didominasi warna merah. Para petugas sales-pun memakai kostum t-shirt berwarna merah Speedy, sehingga semua serba branding, apakah itu tenda maupun kostum Tim Grebeg. Semakin kita sering melakukan Grebeg dan “menyapa” pasar, maka semakin pula kita mengetahui perilaku customer, apalagi potential customer.

Jadi Grebeg Customer adalah benar-benar merupakan keputusan untuk menjual yang didasarkan kepada kondisi lapangan yang terdapat prospect customer dan memiliki potensi pasar yang lumayan. Bukankah TELKOM Speedy selalu bermimpi (imagine) untuk leading di pasar ? Maka untuk mewujudkan mimpi itu memang harus kerja keras dan cerdas. **bukan-diksi.

FOTO : Tim sedang transaksi sales di Undaan Kulon Surabaya (19/6).

Tim Support SBU Men-Supply Kebutuhan Sales Di Madura


TAHUN 2010



Modem, brosur dan sejenisnya merupakan material yang berkaitan erat dengan masalah Marketing, Sales and Promotion. Maka, sesuai dengan fungsinya dilakukanlah FULL SUPPORT oleh ASMAN SUPPORT dan seluruh jajarannya. Unit Support Surabaya Utara hingga ke Pulau Garam, Madura meliputi Bangkalan, Pamekasan dan Madura.

Peran Unit Support dalam “memboomingkan atau meledakkan” marketing and sales memang tak usah diragukan lagi. Peningkatan kinerja perusahaan adalah tak lepas dari unit support ini, sehingga secara OVER-ALL memang ditunjang oleh unit ini. Cuma yang bikin sport jantung unit ini ialah ketika purchasing order tidak nongol-nongol padahal kebutuhan pasar semakin membludak.

Untung saja tak selamanya Demand membludak, hanya pada event tertentu saja seperti event e-RT/RW, namun demikian unit support ini memang selalu komit untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya yang nota bene adalah rekan-rekan internal. Soliditas tim SBU memang tercipta dari rangkaian mata rantai yang ada, tak terkecuali dari rantai unit support.

Tak hanya support sales, namun semua unit di SBU ini akan mendapat support penuh, seperti kemarin kenyamanan di Plasa TELKOM , ruang FBIP lantai-4 Jln. Mergoyoso kini semakin sejuk setelah dilakukan pembenahan AC. Sebagai fungsi manajemen intern sebagai unit pendukung strategis (strategic support), maka unit ini selalu memberikan layanan terbaiknya, sehingga aktivitas utama perusahaan berjalan lancar dan sukses. **bukan-diksi.

FOTO : Tim Support siap men-supply modem ke Madura (17/6).

SBU : Grebeg Customer Cermati “Market Respons”


TAHUN 2010

Respon pasar atau Market Respons terhadap keberadaan Tim Sales dalam satu lokasi atau daerah menjadi pertimbangan tersendiri bagi Koordinator Grebeg untuk menentukan lokasi. Oleh karena daerah Perumahan Darmo Permai memiliki Market Respons yang lumayan, maka tak heran jika lokasi Perumahan Darmo Permai ini “diserang” beberapa kali, hingga tiga minggu beraturut-turut, mulai Darmo Permai Selatan, hingga Darmo Permai I. targetnya ialah Kompleks Perumahan Darmo Permai dan sekitar yang tergolong salah satu kawasan elite di kota Surabaya.

Hingga hari Sabtu dan Minggu kemarin (19-20/6) Tim masih memilih lokasi ini sebagai target marketnya. Masalah yang sering muncul dalam pemasaran adalah ramalan dari variabel respons yang mana hal inilah yang kini sedang dicermati oleh koordinator Grebeg Customer. Paling tidak Tim mampu menyampaikan nilai produk di kawasan elite tersebut, sehingga selain menggerebeg, tim juga mampu menggerakkan semua komunikasi tentang produk TELKOM Speedy.

Komunikasi, penetrasi dan Brand Perception yang dilakukan tim jelas akan mengarah ke tindakan bisnis yang menciptakan nilai, sebab informasi tentang produk sudah mereka dapatkan. Buktinya tak jarang dari calon konsumen yang membeli setelah tim melakukan aktivitas penggerebekan. Artinya, pesan yang disampaikan mampu dipersepsi baik oleh calon pelanggan.

Hasil strategi jangka pendek adalah calon pelanggan mengerti tentang produk Speedy, strategi jangka panjangnya melalui kontak telepon ialah mereka benar-benar membeli produk tersebut. Terkadang setelah memahami produk, mereka telepon kembali dan berkehendak untuk pasang baru atau PSB. Inilah yang dinamakan sebuah konsep pendekatan sales secara berjenjang. **bukan-diksi.

FOTO : Tim Grebeg di Darmo Permai-I, Sabtu-Minggu (19-20/6).

SBU : Sharing Info Manajemen Di SP-135


TAHUN 2010

Hingar bingar persaingan bisnis industri telco tak membuat jajaran TELKOM CS-SBU menyerah lelah, tapi terus konsisten melakukan serangan pasar. Seluruh aktivitas selama seminggu dalam era kompetisi tentu ada suka dan duka. Aktivitas seminggu inilah yang selalu di share dalam acara Rabuan oleh jajaran CS SBU, yaitu dalam sesi forum SP-135 seperti yang dilakukan hari ini, Rabu (23/6) di Jln. Mergoyoso 1-3, Surabaya yang dipimpin langsung oleh Manager CS SBU, Soewiyarso.

Mulai dari Unit Support, Pelayanan hingga HR menuangkan sukadukanya yang di share di forum SP-135. Pokoknya sharing tentang hitam putihnya persaingan bisnis telco, khususnya soal pangsa pasar Internet Speedy tak lepas dari sajian materi SP-135. Dari sisi pelayanan misalnya, maka komplin keluhan pelanggan selalu di share dan dibahas tuntas, sehingga Corporate Value yang terdiri dari 5-C benar-benar implemented, dalam hal ini C kedua yaitu Customer First.

Semua unit yang ada di CS-SBU saling share soal pengalaman, sehingga yang lain bisa membantu mensolusi dan saling memberikan motivasi satu sama lain. Hasil pertemuan dengan Yes TV soal rencana bundling dengan Grebeg Customer dan Open Table sehari sebelumnya juga menjadi bahan sharing, sehingga dengan sharing ini unit lain tidak gagap informasi dan tentunya akan semakin solid dan sinergis.

Khusus soal kreativitas, manajemen sangat apresiasi terhadap karyawan yang kreatif, sebab di era persaingan, maka kreatifitas dan inovasi diharapkan dapat menjawab dan mensolusi persaingan seketat apapun. Ambil contoh saja, inovasi yang berkaitan dengan kriminalitas pencurian kendaraan bermotor yang diberi nama “HILANG TEMU” yang dulunya dari KANDATEL Madiun, kini didevelop lagi, dan “naga-naga”-nya mendapat apresiasi dari KAPOLDA JATIM, malah oleh KAPOLDA akan dipropose untuk diaplikasikan tingkat Nasional. Ada lagi sharing dari HR tentang “berita gembira” yang ditunggu-tunggu oleh semua karyawan. Meminjam istilah rekan-rekan sekerja yang mengatakan bahwa bulan ini ada “terang bulan” memang benar-benar terjadi. Akhirnya, sharing seputar “terang bulan” dan info terkini seputar aktivitas perusahaan yang sedang bersaing memang asyik. **bukan-diksi.

FOTO : Suasana Sharing SP135 TELKOM SBU, Rabu (23/6).

TELKOM CS-SBU Jajaki Join Promo Dengan CIMB Niaga


TAHUN 2010

Ini adalah sebuah ide bisnis yang bagus, sebab dengan melakukan joint promo, maka peluang bisnis akan semakin terbuka lebar. Demikian antara lain dikatakan Diyah dan Yeni Shinta Puspitasari, Customer Liabilities Ass. Funding, Bancassurance & Service Area PT. Bank CIMB Niaga, TBK di kantor TELKOM CS-SBU saat melakukan presentasi dihadapan Manager CS-SBU, Soewiyarso dan beberapa jajarannya, Rabu (23/6).

Ide yang digagas oleh Manager CS SBU ini terinspirasi oleh sebuah yel ‘Together Do The Best” yang tujuannya adalah untuk mendekatkan produk TELKOM, khususnya Speedy dengan para nasabah CIMB Niaga Surabaya. Benefit dari pihak bank sendiri ialah akan ada tambahan saving money dari nasabahnya. Konsepnya sangat sederhana, yaitu bagi pelanggan Speedy, maka pembayaran sekolah (SPP) bagi putra-putri nasabah yang memiliki tabungan di CIMB Niaga akan dikenakan 11 bulan saja, sedangkan pembayaran Speedy setahun akan dikenakan 9 bulan saja.

Tentu saja ini baru konsep yang masih harus dijajaki dan dikaji lagi hingga tuntas sampai menghasilkan MOU yang harus ditandatangani kedua belah pihak. Bagaimanapun hal ini adalah merupakan Great Idea For A Promotion !. Benefit lain dari join promo ini adalah akan terjadi penghematan dari sisi Cost Of Promotion kedua belah pihak, selain itu tentunya akan tercapai what we are really want, yaitu sales, marketing and promotion yang ujung-ujungnya akan mampu me-leverage penjualan.

Dengan join promo ini pula maka kedua belah pihak akan memperoleh “something more”, such as new channels of distribution or a new customers. Selain itu yang menjadi bidikan TELKOM Speedy ialah Target Market yang terdiri dari para nasabah Bank, dengan mendepankan positioning, diferensiasi dan branding, sehingga pelanggan dapat di-maintain dengan baik untuk menjadi pelanggan loyal. **bukan-diksi.

FOTO : Tampak Tim Bank CIMB Niaga sedang presentasi, Rabu (23/6).

Rono Prakoso : PKB-IV Buntu, Siap Limpahkan Ke DEPNAKER


TAHUN 2010

KABID KOSAD (Konsultasi & Advokasi) SEKAR DPP, Rono Prakoso, SH, M.Hum.M,Kn siap melimpahkan permasalahan kebuntuan Perundingan PKB-IV ke DEPNAKER. Hal tersebut dikatakan Rono saat terjadinya kebuntuan Perundingan PKB-IV antara TPS (Tim Perunding Sekar) dengan TPM (Tim Perunding Manajemen) di Menara R & D Center, Jln. Gerlong Hilir, Bandung, Jum’at (16/7/2010).

Saat breaking time, maka Rono menganjurkan, bahwa sebaiknya hari Senin SEKAR membuat / mengirimkan surat kepada BoD yang isinya bahwa :
1. PKB 3 telah habis masanya.
2. Perpanjangan PKB 3 juga sudah habis masanya.
3. Belum ada kesepakatan antara BoD dengan Sekar.

Ditambahkan Rono, bahwa Mengapa usia PKB 2 tahun ? Untuk mengantisipasi kenaikan inflasi. Jadi kesejahteraan karyawan harus naik tiap 2 tahun diatas inflasi. Selain itu agar perbedaan antara gap terendah dengan gap tertinggi tidak terlalu besar. Mengapa ada PKB ? agar kesejahteraan buruh/karyawan terjamin dan manajemen tidak sewenang-wenang.

Untuk itu jika BoD tidak keberatan dan agar tidak ada kekosongan hukum, maka Sekar akan melimpahkan permasalahan ini kepada pihak Mediator (Depnaker Pusat di Jakarta) dengan tembusan ditujukan kepda Departemen Tenaga Kerja Pusat di Jakarta. Lalu kita tunggu reaksinya sampai hari selasa, kalau tetap tidak ada deal, maka Rabu pagi kita siap untuk datang ke DEPNAKER Jakarta dengan membawa semua permasalahan ini berikut dokumen-dokumen yang lengkap.

Perihal wacana demo dari beberapa Ketua DPW menurut Rono adalah upaya terakhir (walau demo dilindungi hukum), mari kita tempuh jalur hukum dulu. Apalagi tadi Alini Gilang selaku Ketua TPM telah menjelaskan, bahwa jika terjadi demo, maka kompetitor akan tepuk tangan, untuk itu mari kita hindari, kan masih ada jalur komunikasi dengan pemberi mandat, yaitu DIRUT TELKOM.

Memang kita semua berharap agar tidak ada demo, walau awalnya ada wacana untuk itu, bahkan momentum kekosongan hukum yang jatuh tepat jam 00.00 WIB tanggal 17 Juli 2010 dianggap momentum yang tepat untuk unjuk rasa, akan tetapi tanggal tersebut adalah hari Sabtu yang notabene adalah hari libur. Beberapa rekan DPW sudah menandai tanggal tersebut dengan sandi SINGA TULI (Sekar Indonesia Ngamuk Tujuhbelas Juli). **bukan-diksi.

FOTO : Kabid KOSAD, Rono Prakoso.

PT. SUCOFINDO Mengaudit SMK3 TELKOM SBT


TAHUN 2005

OPENING.
Selama 3 hari mulai 7-9 Desember 2005 Tim Auditor dari PT. SUCOFINDO yang terdiri dari Rizky Qomaruzaman dan Hendri Farabi akan melakukan pemeriksaan terhadap implementasi Sistem Manajemen K3 TELKOM SBT. Opening Meeting dilakukan pada hari Rabu (7/12) di Gedung OPMC Lantai-4 Ruang Commited 2U Jln. Ketintang 156, Surabaya.

OVERVIEW.
Dalam Opening Meeting ini, GM TELKOM SBT, Badriyanto memberikan overview yang menggambarkan secara umum bagaimana SMK3 diterapkan dalam ruang lingkup aktivitas yang ada di TELKOM SBT berdasarkan standar yang dipersyaratkan SMK3 sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.05/MEN/1996. Mulai dari perencanaan, pengukuran, evaluasi, kebijakan hingga komitment dipaparkan dihadapan auditor.

Semua aktivitas yang dilakukan di lingkungan TELKOM SBT, tidak hanya meliputi kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan unit namun juga fungsi-fungsi lain yang turut mempengaruhi kinerja K3 perusahaan secara keseluruhan dipaparkan pula. Materi masih dalam koridor SMK3 yang meliputi kebijakan K3 perusahaan, uraian struktur organisasi K3 perusahaan beserta tanggung jawab masing-masing tingkatan dan usaha-usaha yang akan dilakukan oleh TELKOM SBT.

KERJA AMAN.
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif, tambah Badri.

AUDIT PLAN.
Rizky yang memaparkan audit plan mengatakan, bahwa tugasnya hanya melakukan audit, yaitu pemeriksaan secara sistematik dan independen untuk menentukan suatu kegiatan dan hasil-hasil yang berkaitan sesuai dengan kriteria dan dilaksanakan secara efektif dan cocok untuk mencapai kebijakan dan tujuan perusahaan.

Bentuk audit adalah wawancara, kunjungan lapangan, dalam dan luar gedung, sampling (kalau bisa ke seluruh lokasi). Dalam kesempatan ini pula kami minta izin untuk membuat dokumentasi, yang kami jamin tak akan disebarluaskan, hanya untuk kepentingan audit saja, kuncinya.

 NURSIDIK

Melongok K3, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di SISFO Area SBT


TAHUN 2005

PINGIN AMAN & SELAMAT.
Bagi pengguna perangkat computer supaya aman dari hal-hal yang membahayakan, secara umum perlu memperhatikan sebagai berikut :

Jangan mencoba sendiri untuk memperbaiki computer jika tidak mempunyai pengetahuan untuk perbaikan. Hindari bahaya aliran arus listrik, jangan menyentuh bagian dalam Komputer. Hanya teknisi yang diperkenankan untuk membuka Komputer jika ada sesuatu hal.

Untuk mencegah dari kejutan arus listrik, plug computer dan kabel power perangkat peripheral harus tersambung dengan grounding listrik.

Jika pada cover computer dirasakan ada kejutan arus listrik yang membahayakan, jangan menggunakan computer tersebut selama tegangan listrik yang membahayakan tersebut masih ada.

Untuk menghindari arus listrik yang membahayakan atau adanya kejutan arus listrik, jangan menghubungkan atau memutuskan kabel-kabel atau menjalankan maintenance atau perbaikan selama arus listrik yang membahayakan tersebut masih ada.

Sebelum membersihkan computer, matikan dahulu computer dari sambungan listrik. Bersihkanlah komputer dengan kain halus yang dibasahi air. Jangan menggunakan cairan zat yang mudah terbakar api. Jangan menyimpan makanan atau minuman diatas computer dan hindari menempatkan kertas dibawah computer; jangan menempatkan computer ditempat tidur, sofa, atau permadani.

Jangan menggunakan computer diarea sekitarnya basah, seperti : dekat kamarmandi, dekat tempat mencuci, kolam renang atau ditempat yang lantainya basah. Jangan mendorong/menekan pada bagian pembuka/penutup/cover computer. Karena dapat menyebabkan api atau aliran listrik pada bagian luar komponen.

Jika menggunakan kabel power di multiple, gunakan dengan hati-hati ketika memasang/memasukan kabel power ke striker. Pemasangan dengan tidak benar dapat mengakibatkan merusak computer, juga beresiko menimbulkan kejutan arus listrik dan/atau dapat menimbulkan bunga api. Yakinkan kabel ground terpasang pada catuan listrik. Tidak menggunakan kabel power jika kabel power yang dipakai dalam keadaan rusak/jelek.

Tidak menggunakan sesuatu benda/logam untuk menghidupkan/mematikan computer. Plug catuan listrik tidak terpasang jika komputer sudah dimatikan.

Ergonomic Computing Habits.
Supaya bekerja menggunakan computer dengan enak dan effisiensi, perlu memperhatikan hal-hal sbb :

Posisi monitor dan keyboard berada didepan pemakai computer. seting jarak monitor dengan mata antara 30 – 50 cm, dengan sudut pandang 15 derajat. Mengatur monitor, untuk contras dan setting brightness dan cahaya lampu sekitarnya ruangan seminimal mungkin sehingga tidak silau di monitor screen.

Tangan horizontal ke depan, posisi yang enak saat menggunakan keyboard atau mouse. Tangan bisa bergerak dengan leluasa saat menggunakan keyboard atau mouse. Posisi kaki datar diatas lantai.Bila duduk, tumit ditahan oleh kaki tetapi bukan ditempatkan/ditumpangkan di tempat duduk.

Memanfaatkan kesepuluh jari. Istirahatkan mata dengan melihat kejauhan setiap 15-20 menit. Istirahat 5-10 menit tiap satu jam kerja. Lakukan peregangan. Sudut lampu 45 derajat. Hindari cahaya yang menyilaukan, cahaya datang harus dari belakang. Kursi ergonomis (adjusted chair). jarak meja dengan paha 20 cm. Senam waktu istirahat.

Anjuran Pengguna Komputer.
Bila bekerja dengan komputer, setiap +- 30 s/d 50 menit,istirahatkan mata selama 5 menit, lihat tanaman yang berwarna hijau, lihat objek dengan jarak pandang yang berubah mulai dari yang terdekat sampaiterjauh (lihat ke awan). Di perusahaan yang berkaitan dengan komputer di LN,malah setiap 50 menit seluruh layar komputer di set auto shutdown, untuk mengistirahatkan mata seluruh karyawan sejenak selama 5 menit.

Mata perlu dirawat secara teratur, dijaga, serta dilindungi dengan cara : a. Dikompres dengan air hangat /boorwater/dengan mentimun (baik untuk mata dan kulit). b. Mata dibersihkan dengan obat tetes mata/boorwater. c. Makan Vitamin A/Wortel/ banyak makan sayuran segar berwarna hijau/orange. d. Tidur/istirahat teratur selama 8 jam. e. Khusus diderah tropis; masih banyak orang yang belum sadar dan “Care” terhadap mata sendiri; lindungi mata anda dari terik matahari karena intensitas cahaya matahari jauh lebih besar dan dapat mengakibatkan katarak.

Tips.
Untuk konsumsi vit A, menurut hasil riset terbaru dari inggris antara lain: Untuk orang dewasa : 70 SI/kg berat badan. Untuk orang dewasa kebutuhan tsb sudah terpenuhi dengan makanan sehari-hari. Jadi tidak perlu konsumsi tabelet vit A secara khusus dan kontinu, karena dapat menimbulkan batu ginjal.

Tablet Vit A dapat diminum seminggu 1x., lain hal-nya dengan Wortel /sayuran/ buah berwarna hijau / Orange semuanya yang alami mengandung Pro vit. A yang dapat diurai tubuh dengan baik sehingga tidak berdampak merugikan kesehatan, Wortel segar dapat dimakan langsung. Khusus Orang Tua dan Calon Orang Tua : Anjurkan anak anda dari sekarang, menonton TV / main playstation,dsb, dengan jarak minimal 3 meter.
Jangan membaca sambil tidur / ditempat yang kurang pencahayaannya. Hal ini sangat penting ditanamkan sejak dini. Ternyata SM K3 sangat banyak item nya yang kalau tidak dimanajemeni memang sangat fatal terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja para Karyawan.

 NURSIDIK

TELKOM SBT Sediakan FASTEL Mudik Lebaran


TAHUN 2005

MUDIK LEBARAN.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, maka setiap mudik lebaran, seluruh Provider termasuk TELKOM selalu memberikan kemudahan kepada para pemudik. Untuk TELKOM SBT sendiri sudah siap memberikan layanan yang bersifat social concern atau kepedulian tersebut. Kesiapan Telkom SBT dalam Fastel Mudik Lebaran ini dikemukakan GM TELKOM SBT, Badriyanto kepada Reporter di tempat terpisah setelah pada hari Kamis (6/9) menghadiri Jumpa Pers KADIVRE-V, Nanang Ismail Kosim dengan para Wartawan di Rumah Makan Kebon Kelapa, Surabaya yang dirangkai dengan acara berbuka bersama Wartawan.

TINGKATKAN LAYANAN.
Sementara itu Ketua Dewan Publik, Hotman Siahaan yang turut hadir ditengah-tengah Wartawan Ibukota dan Daerah sore itu mengatakan, bahwa sudah wajar kalau PT. TELKOM selaku perusahaan publik menyediakan Fastel Mudik Lebaran dengan layanan yang lebih ditingkatkan lagi.

ADA DI 11 TITIK.
Kemudian dihadapan sejumlah Wartawan Nanang mengatakan, Posko TELKOM Peduli yang bisa diakses selama H–7 dan H+7 Lebaran ini merupakan program khusus tahunan yang disiapkan bagi para pemudik Lebaran. Posko ini akan dibangun di 11 lokasi di seluruh Jatim. Yakni di Tuban, Caruban, Tulungagung, Nganjuk, Sedayu, Duduksampeyan, Mlandingan, Ketapang, Glenmore, Grati dan Bungurasih. Untuk program ini, TELKOM mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200.000.000,- (Dua ratus juta rupiah).

Sambil beristirahat, kata Nanang, setiap pengendara bisa menikmati fasilitas dan layanan yang disediakan di posko yang berada di jalur mudik tersebut. Seperti toilet, tempat wudlu, mushalla, informasi umum (RS, bengkel, rumah makan, kantor polisi), peta perjalanan, obat-obatan dan minuman. “Pengendara juga bisa memanfaatkan akses internet dan telepon lokal gratis atau wartel temporer. Ada juga kartu perdana Trendy harga khusus serta voucher isi ulang,” jelasnya.

 NURSIDIK

Setiap Jum’at, Selama Bulan Puasa, Pegawai Beragama Islam Dihimbau Berbusana Muslim


TAHUN 2005

Banyak cara dilakukan orang berlomba menuai kebajikan di bulan suci Romadhon 1426-H ini. Mereka tahu, bahwa bulan suci ini memang penuh berkah atau barokah, apakah itu barokah yang datangnya dari Illahi Robbi, maupun dari sesama ummat, serta bahwa berpuasa itu sangat baik untuk kesehatan.

Berkat banyaknya berkah di bulan suci romadhon itulah, maka manajemen DIVRE-V menghimbau agar karyawan dan karyawati yang beragama Islam memakai busana muslim sekali seminggu yaitu setiap hari Jum’at saja.

Himbauan manajemen ini dituangkan dalam Nota Dinas tertanggal 5 Oktober 2005, Nomor : C.Tel. 300/PS 000/RE5-53/2005. ND Perihal : Himbauan Pemakaian Busana Muslim yang ditandatangani Deputy KADIVRE-V ini ditujukan kepada : Para General Manager Kandatel Divre-V, Para GM, SM Kantor Divre-V, Para Manajer Kancatel Divre V, Koord Staf Ahli Divre V, Manager Sekretariat Divisi Kantor DIVRE V Surabaya, Manager Hukum Kantor DIVRE V Surabaya dan Manager Public Relation Kantor DIVRE V Surabaya.

Isi Nota Dinas tersebut adalah sebagai berikut :

1. Untuk menyemarakkan suasana bulan suci RAMADHAN 1426 H dan mengkhusyu’kan pelaksanaan ibadah puasa, segenap karyawan / karyawati muslim Divre V dan petugas front desk yang beragama Islam, dihimbau agar setiap hari Jum'at selama bulan RAMADHAN 1426 H, mengenakan busana muslim.

2. Kepada Para Pimpinan Unit Kerja diharapkan mensosialisasikan himbauan ini.

3. Demikian disampaikan, atas perhatian dan dukungannya diucapkan terima kasih.

Ajakan manajemen untuk berbusana muslim tersebut disambut antusias oleh para karyawan, sehingga nampak suasana jam kerja setiap hari Jum’at lebih adem, suasana kantor juga lebih sejuk, apalagi suasana di beberapa Plasa Telkom yang memang duluan berbusana muslim setiap datang bulan puasa, juga lebib membuat para Customer dingin dan murah senyum.

Semoga Ramadhan kali ini dapat mensucikan hati kita, mempertebal iman dan taqwa, memperkokoh ukhuwah, dan tetap semangat untuk berkarya dan berprestasi. Spanduk Ucapan Marhaban Ya Ramadhan juga terpampang di masing-masing Kantor DATEL dan DIVRE-V.

 NURSIDIK

Renungan : Kebijakan Kode Akses SLJJ, Sebuah Kecurangan Bisnis Dan Permainan Politik


TAHUN 2005

KOMPETISI.
Orang bangga mendengar kata “Kompetisi Bisnis”. Inilah yang dimanfaatkan Pemerintah (Pemain Politik) yang waktu itu melalui MENEG BUMN, Laksamana Sukardi untuk “melego” beberapa BUMN agar terjadi kompetisi dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Ideal memang !

Dengan “dibungkus” kata kompetisi, ia sudah bisa menjastifikasi, bahwa perlu investor asing ikut main, tanpa melihat vital tidaknya BUMN tersebut, juga tanpa melihat fair tidaknya kompetisi tersebut. Lalu Indosat “dilego” yang waktu itu ditentang Serikat Karyawannya, tapi,..bablas angine…!!! Bahkan Komisi-V DPR RI mengatakan kepada SEKAR, bahwa sampai detik ini pihaknya tidak rela kalau Indosat dijual. Ternyata Komisi-V dianggap sebagai anjing menggonggong saja alias tidak digubris oleh Pemerintah waktu itu. Kini TELKOM “nyaris” dalam cengkeraman Temasek Holdings Singapore yang notabene dibelakangnya ada scenario orang Yahudi untuk menguasai negara-negara korup yang memang gampang menerima “pemberian”. Tentu masalah “pemberian” ini masih perlu dibuktikan. Oleh siapa ? Tentu oleh penegak hukum di negeri ini. Ada beberapa pejuang SEKAR yang berusaha disogok uang oleh Singosat agar tidak demo, tapi tak mempan, walau ada yang dengan jumlah yang cukup significant, yaitu Rp. 25 Milyar sekalipun. “Uang bungkam” bagi SEKAR berarti pengkhianatan dan membohongi nurani.

TIDAK FAIR.
Kenapa SEKAR TELKOM mati-matian menolak kebijakan kode akses SLJJ tersebut ? SEKAR bukan alergi “kompetisi”, asalkan kompetisi tersebut Fair, maka SEKAR siap Fight ! Yang terjadi adalah “perampokan” bahkan “pembunuhan” terhadap TELKOM melalui Customer Based yang susah payah kita peroleh puluhan tahun. Kecurangan bisnis nampak jelas dalam KM maupun PM “maut” tersebut, dimana perusahaan incumbent dilarang memainkan harga, sedangkan New Comer bebas. Tentu pelanggan akan lari ke harga yang termurah. Matilah Incumbent,…!!!! Tragis memang…!!!! Contoh AT & T dan beberapa lainnya. Kasus yang berbeda dengan kasus Kode Akses SLJJ, ialah Kasus KSO produk penguasa waktu itu, yang semuanya ditentang, didemo SEKAR. Alhamdulillah perjuangan SEKAR berhasil. Kalau SEKAR berhasil, maka semuanya ikut menikmatinya.

HADANG KESEWENANGAN.
SEKAR tanpa putus asa terus menghadang dan menyilang jalan kesewenang-wenangan. Bagaikan pasukan Ninja, SEKAR terus bergerilya, merangkak menumbangkan penguasa yang “menginjak-injak” pertelekomunikasian di negeri ini. Hampir seluruh komponen Bangsa termasuk DPR/MPR yang nota bene adalah para wakil rakyat mendukung niat suci SEKAR. Ternyata SEKAR masih diberi petunjukNYA guna menemui orang-orang yang masih memiliki nurani.

Dulu para pahlawan AM PTT (Angkat Muda Pos Telegram Telepon) merebut PTT dari tangan penjajah dengan darah, air mata dan nyawa, kini sector yang strategis ini harus “dilego” begitu saja, siapa yang rela, hanya orang-orang Kapitalis dan orang-orang yang tak punya nurani saja mungkin yang menghalalkan. Lantas, akankah setiap tanggal 27 September terus diperingati sebagai Hari Bhakti POSTEL bila telekomunikasi kita sudah didominasi asing ?

Dari sekian BUMN, maka sector telekomunikasi merupakan benteng terakhir yang harus dipertahankan dari penguasaan asing, jika lepas, maka apa yang kita banggakan dari Bangsa ini. Informasi dan komunikasi yang merupakan sector vital strategis haruskah kita relakan dikuasai Non Merah Putih yang notabene kaum kapitalis ?

Modus kerja para kapitalis biasanya dilakukan dengan cara ‘cuci otak’. Cukup dengan iming-iming harta atau bila mungkin tahta (posisi/kedudukan), maka tak terasa sudah berada dalam cengkeramannya, alias “manut” aja, cukup dibalut dengan kata “kompetisi”, pasti oke. Kapitalis selalu mendekati beberapa “key person” di beberapa negara. Di negara-negara korup mungkin dengan mudahnya didekati, tapi di negara-negara bersih, tentu sangat sulit ditembus.

TAK ALERGI.
Sekali lagi ditegaskan, SEKAR TELKOM yang notabene insan/pegawai TELKOM tak alergi dengan kompetisi asalkan fair. Menurut kajian Tim SEKAR TELKOM, regulasi tentang kode akses sebagaimana tertuang dalam “KM-KM Maut” sama sekali tidak menguntungkan kepentingan Nasional Indonesia. Sebaliknya, kebijakan tersebut justru membuka lebar-lebar akses bagi operator asing untuk semakin menguasai, atau bahkan memonopoli sector telekomunikasi di Indonesia.

Saat ini Telkom dipaksa untuk menghabiskan pikiran, waktu dan tenaga serta membuang dana triyunan rupiah hanya untuk mempersembahkan jutaan pelanggannya kepada operator milik Singapura. Yang akan terjadi nantinya ibarat Telkom mempunyai warung kopi dengan pelanggan yang banyak, kemudian pemerintah memaksa Telkom mempersilahkan Indosat berjualan di warung kopi tadi cukup hanya dengan menyediakan kopi atau menu makanan. Dengan sendirinya, karena investasinya sedikit Indosat dapat menjual kopi atau makanan dengan harga yang jauh lebih murah.

LOBBY.
SEKAR menengarai ada sebuah scenario besar di balik lobby-lobby pihak asing dalam mempengaruhi konten regulasi sector telekomunikasi di Indonesia. Skenario itu tanpa kita sadari, bisa saja politis, dalam arti terkait dengan hegemoni pihak luar terhadap kedaulatan Indonesia. Kedaulatan ini tidak lagi sebatas pengertian wilayah geografis. Kalau alokasi frekuensi sudah dikuasai asing, misalnya siapa yang bisa menjamin, bahwa negara ini dapat secara efektif melakukan perlindungan terhadap dirinya sendiri ? Demikian pula kalau sector telekomunikasi de facto sudah didominasi asing, siapa yang mampu menjamin bahwa informasi-informasi strategis yang terkait dengan masalah pertahanan negara misalnya, tidak jatuh ke tangan asing ?

Telkom selaku operator incumbent tetap masih besar dan kuat harusnya justru disyukuri, karena ternyata dengan berbagai regulasi yang memberatkannya dimasa-masa lalu, BUMN ini masih sanggup menjadi satu-satunya National Flag Carrier milik Bangsa Indonesia yang menyumbang setoran pajak terbesar diantara BUMN-BUMN lain. Di banyak negara maju sekalipun, dukungan terhadap flag carrier yang kokoh oleh pemerintah merupakan tindakan yang bisa dimengerti.

Hal yang perlu diupayakan pemerintah adalah justru bagaimana mendorong Telkom agar tumbuh lebih kuat dan efisien. Kompetisi yang Fair, bukan regulasi yang menghancurkan seperti kebijakan kode akses SLJJ. Dan yang lebih mendesak lagi ialah mengawasi secara ketat implementasi tata kelola yang baik di tubuh regulator (Good Governance) dan di tubuh perusahaan (good corporate governance).

SEKAR TAK MUNDUR.
Belajar dari pengalaman simpang siurnya penataan sector telekomunikasi di Indonesia, SEKAR TELKOM tak akan pernah mundur dari perjuangannya menentang segala bentuk ketidakadilan di sector telekomunikasi, apalagi yang dipertaruhkan adalah sesuatu yang besar, yaitu kepentingan Bangsa dan Negara. Teledensitas di Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 4 %, sehingga regulasi sebaiknya diarahkan untuk mendukung penetrasi, sebab itulah sebenarnya yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat sebagai ultimate goal dari pembangunan pembangunan sector telekomunikasi dan yang kenyataannya, dengan berbagai dalih, selalu dihindari oleh operator yang kini menggebu-gebu menekan Telkom untuk melepaskan basis pelanggannya.

DIGANJAL.
Tantangan dari luar banyak, juga dari dalam sendiri harus dihadapi SEKAR, seperti adanya FORKOM soal Perumusan Routing Penomoran yang telah diadakan di Cirebon. FORKOM ini jelas menghantam dan mengganjal perjuangan SEKAR. Sudah selayaknyalah DPP SEKAR memberi pelajaran kepada penanggung jawab FORKOM yang rupanya Pro SINGOSAT tersebut ?. Perjuangan SEKAR TELKOM mulai dari kaki lima, hingga Gedung DPR/MPR InsyaAllah tak akan padam.

PENUTUP.
Melimpahnya regulasi parasitis di sector telekomunikasi yang proses pembuatannya ditengarai sarat KKN, akan sangat membahayakan dari sisi kepentingan strategis Indonesia : pertahanan-keamanan, kedaulatan negara, dan posisi geopolitik. Kebijakan kode akses SLJJ yang tampak dari permukaan sebagai persoalan mikro, namun setelah dikaji mendalam menunjukkan potensi dampak yang sangat luas dan menghancurkan.

Untuk itu, regulasi ini, dan juga regulasi-regulasi parasitis lain di sector telekomunikasi perlu segera direvisi dengan berpijak pada semangat kebangsaan dan ketegasan untuk tidak memberikan peluang sekecil apapun terhadap upaya-upaya distorsi pihak asing terhadap kedaulatan negara melalui jalur regulasi telekomunikasi. Ada angin segar, bahwa pihak DPR-RI akan meminta Pemerintah memberikan proteksi regulasi telekomunikasi agar tidak lagi terjadi kecurangan bisnis dan permainan politik yang merugikan bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Referensi : Catatan selama meliput aksi SEKAR sejak di Denpasar, sampai ke Jakarta.

 NURSIDIK

Bulutangkis Manajemen SBT vs ASMAN 1-1


TAHUN 2005

SIBUK.
Ditengah kesibukan menjalankan roda bisnis pertelekomunikasian di Surabaya Timur, manajemen SBT masih sempat berolah-raga, bukankah pebisnis ingin selalu tampil fit dan prima. Kemarin, Selasa (7/6) dihelat pertandingan bulutangkis versi SBT antara Manajemen SBT dan ASMAN SBT di WAR Stadium, Jl. Ketintang 156, Surabaya.

CUKUP SERU.
Walau tak se seru even Thomas Cup atau World Cup, namun pertandingan kemarin cukup seru, pasalnya pasangan ganda GM-DGM mampu menghajar abiiss pasangan ASMAN Akt.Anggaran(Subardi)-ASMAN Sales Promotion (Djunaedi).

Di babak pertama pasangan GM-DGM (Bagyo Nugroho-M.Firdaus) mampu menghabisi lawannya dengan score 15-8, sedangkan di babak kedua menumbangkan hingga berakhir 15-10. Baik Subardi maupun Djunaedi mengakui sulit untuk melawan GM dan DGM yang sangat tangguh dan lincah. Di babak pertama kami sudah berkucuran keringat sampai basah, namun GM dan DGM masih biasa saja.

Lain halnya dengan pasangan Mankug-ManMark (KanKan-Marnoto) berhadapan pasangan ASMAN CS Dinoyo (Kawit Waluyo)-ASMAN Performansi (Heroe Soebijantoro). Mungkin karena kegemukan, kedua Manager tersebut dipaksa tunduk cukup di babak pertama saja (6-15), sebab sudah tak mampu lagi melanjutkan pertandingan hingga ke babak berikutnya. Secara fisik stamina kedua ASMAN ini memang cukup prima. Tapi yang menjadi pertanyaan, mampukah menghadapi pasangan GM-DGM di minggu berikutnya ? Kita tunggu saja. Yang jelas posisi scrore Manajemen vs ASMAN di hari pertama adalah = 1-1.

Seandainya para Manager dan para ASMAN tumplek blek hadir sebagai supporter, maka pertandingan ini akan lebih hidup dan semarak, namun sayangnya karena kesibukan tugas hal tesebut tak terjadi. Tapi bagaimanapun juga, hal tersebut adalah awal baik bagi dunia perbulutangkisan Telkom Surabaya Timur untuk maju di event yang lebih luas lagi.

 NURSIDIK

SBT Luncurkan Program Fix2Fix & Employee Selling


TAHUN 2005

APEL PAGI.
GM TELKOM SBT, Bagyo Nugroho meluncurkan program Fix2Fix & Employee Selling saat apel pagi bulanan di Lapangan Tennis DIVRE-V “WAR SQUARE”, Jl. Ketintang 156, Surabaya, serta memberikan beberapa Rewards dan menyerahkan SK Munas (Mutasi Nasional), dan mengumumkan hasil penilaian Lomba Silaturahmi Patriot 135, Senin (7/3).

KINERJA.
Selaku Pembina Apel, Bagyo dalam sambutannya memaparkan kinerja bisnis sesuai dengan kontrak manajemen selama bulan Januari 2005 yang pencapaiannya secara umum cukup lumayan, beberapa telah mencapai realisasi dan beberapa lagi masih harus terus dipacu dan dipicu.

EMPLOYEE SELLING.
Rumus Employee Selling ini menurut Bagyo adalah “10-5-3-2”, artinya diharapkan setiap pegawai dapat melakukan pemasaran dan menghasilkan transaksi sebanyak-banyaknya atau sesuai rumus, yaitu : GM/DGM (10 ssf); Manager (5 ssf); Asman/SS (3 ssf) dan Officer/SPV/Staff (2 ssf).

Employee Selling ini memanfaatkan moment Program Flexi Paket Murah yang memberikan gimmick menarik bagi pelanggan diantaranya : Free aktivasi PSB, Free abonemen selama 6 bulan dan diskon terminal s/d Rp. 200.000,-

FIX2FIX.
Program Fix2Fix adalah program yang ditujukan bagi telepon PSTN dengan kategori pelanggan residensial/personal line (diluar pelanggan yang dikelola UCC). Yang berhak mendapatkan program ini adalah :
1. Pelanggan memiliki banyak nomor PSTN (dalam 1 ID pelanggan).
2. Pelanggan memiliki Trendy sebagai Acceptor.
3. Pelanggan yang memiliki usage ke PSTN dan Flexi, apabila tagihannya :
a. Rp. 150 rb s/d 200 rb, diberikan e-voucher sebesar Rp. 10 rb.
b. Rp. 200 rb s/d 250 rb, diberikan e-voucher sebesar Rp. 20 rb.
c. Bonus e-voucher tersebut diberikan apabilan pelanggan membayar tagihan sebelum tanggal 20 pada bulan berjalan.

 NURSIDIK