Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"

Minggu, 18 Juli 2010

TIM DIVRE-V Audit TQMS TELKOM SBT


TAHUN 2005

SERVICES COMPANY.
Total Quality Management System (TQMS) yang diterapkan di dibeberapa “Services Company” termasuk TELKOM SBT yang dijaminkan dalam ISO 9001:2000, kini diaudit oleh Tim DIVRE-V. Tim Mutu DIVRE-V ini tergabung dalam Audit Mutu Internal-II TQMS ISO 9001:2000. Tim akan bekerja selama empat hari dan dibuka pada hari Senin (7/3) di Ruang Committed 2 U Gedung OPMC TELKOM SBT, Jln. Ketintang 156, Surabaya.

OVERVIEW.
GM TELKOM SBT, Bagyo Nugroho dalam Opening Meeting memaparkan Overview SBT COMPANY PROFILE yang beberapa content pentingnya berupa pelaksanaan TQMS ISO 9001:2000 dijadikan sebagai High Light. Sedangkan Yermiati selaku Ketua Tim AMI-II DIVRE-V dalam kesempatan tersebut tak banyak “halo-halo”, hanya memaparkan rencana auditnya (Audit Plan) selama 4 hari di TELKOM SBT, meliputi Surabaya Metro, Sidoarjo, Mojokerto dan Jombang.

Di hari pertama usai opening meeting, Tim 7 orang yang terdiri dari Yermiati, Budi Siswoyo, Wahyudi, Bambang Samodra, Anies Yunitasari, Bambang Setiana dan Silvy Indriani langsung membagi tiga kelompok dan melakukan auditnya di Bagian Perencanaan (Bambang Setiana & Silvy), Dinas Ophar Jarakses (Bambang Samodra & Anies), dan GM serta Deputy GM diaudit oleh Yermiati, Budi Siswoyo dan Wahyudi.

Rencana hari kedua adalah ke Marketing, Customer Service, Keuangan. Kemudian hari ketiga, Tim akan melakukan audit “fullday” ke TELKOM Sidoarjo. Pada hari keempat yang merupakan hari terakhir, tim akan melakukan audit secara marathon ke Telkom Mojkerto dan Telkom Jombang.

 NURSIDIK

SBT Incar 3 Target Utama Bisnis Tahun 2005


TAHUN 2005

TARGET.
Apel pagi TELKOM SBT yang digelar di Lapangan Tennis “WAR SQUARE” Jln. Ketintang 156, Surabaya, Senin (7/2) ternyata menghasilkan komitmen, yaitu Melibas Tiga Target Utama Bisnis tahun 2005. Selain menghasilkan komitmen, apel pagi ini diisi oleh GM TELKOM SBT, Bagyo Nugroho dengan beberapa materi, antara lain sosialisasi hasil Rakordiv yang muaranya ada pada KM (Kontrak Manajemen), kemudian ada penyerahan bantuan bencana gempa tsunami NAD & Sumut.

KOMITMEN.
Para Senior Leader telah menorehkan tanda tangannya pada sebuah pigura besar yang menggambarkan, bahwa sebuah bukti komitmen tak akan pernah dihapus sebelum target tersebut dapat diraih. Pigura besar tersebut bertuliskan :”Komitmen Tahun 2005 TELKOM Surabaya Timur. Dengan memohon Ridho Tuhan YME, kami bertekad untuk mencapai 3 target utama kita, yaitu : Revenue 1,058 Trilyun. ; Sales : Flexi = 306 K; POTS = 26 K; Speedy = 20 K; CSI 75 %.

FASTER 2005.
Apel pagi yang bertema “Growth Faster 2005” dengan sub tema “Go-Fight-Win” tersebut, ternyata mampu membangkitkan semangat “Arek-Arek Surabaya Timur”, sebab GM setelah mengucapkan Ikrar 7 Etika Bisnis tanpa teks, langsung meneriakkan : Go-go-go, Fight-fight-fight, Win-win-win…!!!

GROWTH 26,2 %.
GM memaparkan, bahwa pada tahun 2004, TELKOM SBT berhasil meraih Growth 26, 2%, ini adalah angka fantastic dan merupakan THE BEST GROWTH IN DIVRE-V. Tumbuh 20 % saja perusahaan sudah sehat, apalagi 26,2 %, ruaarr…biasaaaa..!!! yang gila lagi Growth untuk tahun 2005 ini meningkat menjadi 33,4 %.

BAROMETER.
Bukan itu saja, ternyata kontribusi SBT adalah yang paling dominant terbesar di DIVRE-V ini, yaitu mampu berkontribusi 32 %, Datel lain adalah tinggal dibagi saja. Artinya ialah, bahwa TELKOM SBT adalah merupakan Barometer Entitas Bisnis Telekomunikasi di Jawa Timur. Kontribusi besar, fasilitas biasa, namun SDMnya orang milintant semua yang siap “perang”, tinggal tunggu komando saja.

3 Target Utama tahun 2005 yang “diincar” Arek-arek SBT memang tergolong target yang sangat berat, sebab setelah disimulasi, memang sulit untuk diraihnya, namun GM & jajaran tak patah arang, sebab dengan semangat Patriot 135 dan strategi kemenangan yang direncanakan (dengan cara-cara yang luar biasa), semua yakin dapat dilibas. Bila kalian dapat berhasil dalam “serangan” ini, maka manajemen, setelah berdiskusi dengan para Commander bersepakat menjanjikan akan menganugerahkan 8 (Delapan) Awards.

 NURSIDIK

SKJ dan Latihan Pencegahan & Penanggulangan Bahaya Kebakaran


TAHUN 2005

MASALAH DURIAN DAN KIPAS ANGIN

Jum'at, 07 Januari 2005 STO Sukodono yang biasanya sepi pagi itu diramaikan oleh riuhnya musik yang mengiringi SKJ yang diikuti oleh hampir seluruh pasukan Telkom Sidoarjo. Senam kali ini agak lain karena didalamnya sehabis pelaksanaan SKJ diselipkan beberapa acara yaitu penyerahan kipas angin bagi Pos Satpam dan pamitan Manager Telkom Sidoarjo, R Gunawan Rismayadi menuju posnya yang baru sebagai GM Jasnita serta latihan Pencegahan & Penanggulangan Bahaya Kebakaran.

Kipas angin bagi Pos Satpam ternyata sangat dibutuhkan dalam kondisi cuaca yang panas seperti sekarang ini, apalagi ruang Pos Satpam hampir rata-rata ukurannya sangat sempit sehingga membuat siapapun didalamya merasa kegerahan. Sebagai akibatnya maka Petugas jaga terpaksa hanya pakai kaos kutang saja biar agak 'suejuk'. Celakanya ini 'kepergok' oleh Unit Support sebagai penanggung jawab keamanan dan ketika diingatkan jawabannya adalah ".....habis didalam panas sekali, Pak....", itulah sebabnya maka pagi itu diserahkanlah kipas angin kepada para petugas Satpam dari Krian, Sepanjang, Tulangan dan Sukodono serta Gedangan " ......dan setelah ini tidak boleh lagi ada alasan kepanasan....", demikian disampaikan oleh SS Support, Sumadi.

Acara berikut adalah Sambutan sekaligus Pamitan Sang Manager yang dalam pesan yang disampaikannya bahwa target Flexi pada tahun 2005 se-Divre adalah 1000K ssf, sebuah tantangan yang sangat besar dan semua komponen harus sepenuhnya mendukung target tsb.".....tugas yang saya emban ibarat buah durian; isinya manis tapi kalau tidak hati-hati mengupasnya, maka duri yang tajam bisa menyebabkan luka .....", demikian sang Manager menyampaikan perumpamaan atas tugas atau amanah yang harus diembannya.

Acara selanjutnya adalah Latihan Pencegahan & Penanggulangan Bahaya Kebakaran yang diikuti oleh hampir seluruh petugas Satpam Telkom Sidoarjo yang dipandu oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sidoarjo. Tak ketinggalan hadir saat itu rekans dari SBT yang ikut serta menyaksikan kegiatan latihan ini.
Demikian Catatan Singkat dari Telkom Sidoarjo

Salam The Telkom Way 135

KADIVRE-V Juluki TELKOM SBT, Si “KANDATEL 1 TRILYUN”


TAHUN 2005

SYUKURAN.
Tak lepas dengan segala kekurangan dan kelebihannya, maka manajemen TELKOM SBT melaksanakan syukuran dan tumpengan pada hari Selasa (6/12) atas tercapainya target revenue satu trilyun, bahkan lebih, “The Best Revenue Of The Year”. Acara syukuran ini dirangkai dengan dua acara, yaitu pelepasan 38 calon jemaah haji SBT dan penandatanganan SK Bipartit di lapangan tennis “War Square”, Jln. Ketintang 156, Surabaya. Acara ini dihadiri oleh KADIVRE-V, Nanang Ismail Kosim, para SM & GM, Pengurus SEKAR DPW-V dan DPD SBT.

Do’a syukuran disampaikan oleh H. Yayat dari Ophar dengan khusyuk dan khidmad, harapannya agar kedepan TELKOM SBT lebih performed dan kompetitif lagi. Kemudian kepada CALHAJ yang akan ke tanah suci diberi kesehatan jasmani dan rokhani, serta kembali ke tanah air sebagai haji mabrur.

1 TRILYUN LEBIH.
GM TELKOM SBT mengatakan, bahwa per Nopember 2005 impian target 1 trilyun dapat dicapai lebih, tepatnya 1038 M atau 108 %. Manajemen mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran termasuk mitra yang telah bekerja smart, sehingga impian menjadi kenyataan (dream comes true).

Dalam kesempatan tersebut, Badri juga menyampaikan impian TELKOM SBT tahun 2006 mendatang, yaitu Revenue 1,35 T, Sales satu juta pelanggan dan Customer Satisfaction Index sebesar 80 %. Peta kompetitor pun dipaparkan, termasuk Agresif Sales sebagai salah satu strateginya alternatifnya. Badri juga menyampaikan SBT Goals hingga tahun 2010. Pada sesi tanya jawab, bahkan beberapa penanya menjawab optimis soal impian 2006 yang cukup atraktif ini asal segala sarana dan prasarana operasional diperbaiki oleh manajemen, termasuk kesejahteraan dan klas kantor.

KANDATEL 1 T.
Acara puncak adalah sambutan dan arahan KADIVRE-V, Nanang Ismail Kosim (NIK) yang diawali dengan mengucapkan selamat, bahwa KANDATEL SBT mampu menyelesaikan targetnya sebelum tutup tahun. Ini prestasi yang bagus dan patut kita syukuri, katanya.

SBT pantas mendapat julukan KANDATEL satu trilyun di DIVRE-V dan GM nya adalah GM satu trilyun. Untuk memotivasi, maka saya berharap agar untuk KANDATEL SBB juga mampu meraih target 1 T, KANDATEL Malang 500 M, KANDATEL Madiun 400 M dan KANDATEL Jember 300 M.

EBITDA.
NIK menambahkan, bahwa walau Revenue merupakan goal didalam mengelola bisnis, namun ada juga beberapa parameter yang perlu dicapai yang ditetapkan dalam EBITDA. Apabila mampu memanajemeni EBITDA dengan baik, IsyaAllah Revemue akan tercapai dengan baik juga.

Di Telkom kita kenal dengan istilah good cost, bad cost dan unrecost. Dari ketiga cost tersebut yang paling ideal dan baik adalah good cost, sebab manakala kita dapat meraih margin dalam setiap cost, maka berarti cost yang kita keluarkan mampu memberikan margin yang menguntungkan dan ini patut kita syukuri.

HADIAH 3 MOBIL.
Secara spontanitas, dengan perasaan bersyukur campur bangga, KADIVRE-V dalam acara ini juga memberikan hadiah kepada TELKOM SBT 3 buah mobil, satu kepada Flexi, kedua kepada Speedy dan ketiga kepada JAWARA. Harapan NIK adalah memacu dan memicu agar prestasi ini mampu ditingkatkan di tahun 2006 nanti. SMSpun mengalir kepada GM TELKOM SBT, NIK sendiri sebelumnya sudah kirim SMS, termasuk dari Mantan KADIVRE-V, Arief Yahya yang kini sebagai Direktur Enterprise & Wholesale juga mengirimkan SMS denga nada yang sama, yaitu ucapan selamat.

 NURSIDIK

Telkom dan Indosat Sepakati Kode SLJJ "0"


TAHUN 2005

Direktur utama PT Telkom Indonesia, Tbk, Arwin Rasyid dan Direktur utama PT Indosat, Tbk, Hasnul Suhaemi di hadapan Sekjen KOMINFO RI (mewakili MENKOMINFO) menandatangani kerja sama interkoneksi jaringan tetap yang mendukung jasa telepon dasar, baik lokal, sambungan jarak jauh (SLJJ) maupun sambungan langsung internasional. Dengan demikian melalui kesepakatan ini, TELKOM dan INDOSAT dapat segera memacu pengembangan dan peningkatan jumlah pelanggannya tanpa harus menunggu pengembangan/pembangunan infrastruktur.
Kedua Direktur Utama sama-sama berharap agar perjanjian kerjasama ini dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kedua belah pihak, para pelanggan masing-masing operator dan industri telekomunikasi nasional.
Salah satu implementasi terpenting dari kerjasama ini adalah penerapan satu kode sambungan jarak jauh “(SLJJ) 0” bagi pelanggan kedua perusahaan, sehingga pelanggan telepon tetap masing-masing pihak dapat saling mengadakan penggilan SLJJ lintas penyelenggara. Sebelumnya, panggilan SLJJ lintas penyelenggara hanya disalurkan melalui jaringan SLJJ TELKOM; setelah kesepakatan, SLJJ INDOSAT akan dapat menyalurkannya.
Kerja sama ini juga meliputi pembukuan interkoneksi langsung internasional (SLI) yang memungkinkan pelanggan INDOSAT menggunakan SLI 007 milik TELKOM disamping SLI 001 dan SLI 008, tanpa harus mengubah kebiasaan menggunakan pesawat telpon.
Implementasi lain dari kerjasama TELKOM-INDOSAT ini adalah INDOSAT dapat memperluas jasa layanan tetap lokal nir kabel (fixed wireless access/FWA) seperti TelkomFlexi. Sementara itu, sejak Juni 2004, TELKOM secara resmi berhasil meluncurkan jasa TIC 007 (Telkom Internasional Call 007).
Adapun yang melatarbelakangi kesepakatan dilandaskan pada beberapa pertimbangan antara lain: Pertama adalah aspek pelanggan. Baik TELKOM dan INDOSAT, masing – masing memiliki consumer base dan mereka dapat melakukan panggilan kemanapun. Mereka tidak akan mengalami kesulitan dalam melakukan panggilan dan juga tidak perlu mengubah kebiasaannya dalam menggunakan pesawat telepon seperti yang dilakukan saat ini. Pelanggan juga dapat menentukan pilihan berlangganan kepada penyelenggara jaringan yang memberikan jasa dan layanan sesuai pilihannya. Hal lain adalah warung telekomunikasi juga tidak perlu mengganti perangkat wartelnya.
Kedua, adalah aspek bisnis. Pengelola bisnis SLJJ dapat langsung beroperasi secara nasional tanpa perlu menunggu kedua operator menyelesaikan pengembangan atau pengembangan infrastruktur masing-masing, sehingga investasi dapat lebih optimal dimulai dari daerah-daerah potensial serta menjadi total solution bagi kedua belah pihak tanpa perlu pemborosan biaya untuk melakukan up-grade infrastruktur eksisting.
Ketiga, adalah aspek regulasi. Solusi business to business (B2B) antara TELKOM dan INDOSAT ini barbasis pada kesepakatan yang telah ada dan tetap dijalankan dalam koridor peraturan yang berlaku. Industri telekomunikasi nasional dapat didorong ke pola kompetisi yang fokus pada peningkatan penetrasi pelanggan telepon tetap serta mendorong optimalisasi infrastruktur telekomunikasi nasional.
Keempat, adalah aspek teknis. Dalam operasionalnya, operator yang belum memiliki jaringan jarak jauh (long distance network) tidak harus menyediakan jaringan jarak jauh tersebut. Demikian halnya dengan proses billing dan system recording menjadi lebih sederhana tanpa perlu menunggu selesainya perubahan infrastruktur eksisting serta dapat dihindari kerumitan pola routing panggilan. Kondisi ini diharapkan menghasilkan keberhasilan penggilan (call seizure) yang tetap tinggi.
Terakhir adalah aspek interkoneksi. Karena tidak adanya pembatasan interkoneksi pada network elemen jaringan tetap TELKOM dan INDOSAT, aspek call scenario menjadi sederhana. Tersedianya total solusi untuk jasa-jasa panggilan lokal, SLJJ dan SLI.
Perjanjian kerjasama antara TELKOM dan INDOSAT adalah respon terhadap kebijakan deregulasi pemerintah di sektor telekomunikasi yang salah satu tujuannya adalah mempercepat perluasan jangkauan layanan telekomunikasi kepada masyarakat sekaligus meningkatkan teledensitas yang saat ini berkisar di angka 4 per 100 penduduk. Selain itu, perjanjian ini akan mendorong peningkatan effisiensi asset industri telekomunikasi nasional.
Dengan demikian Kode akses sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) tidak mengalami perubahan. Sehingga, kode akses SLJJ 011 untuk Indosat dan 017 untuk Telkom tidak perlu diterapkan.
Perubahan kode akses sebenarnya sudah dituangkan dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 06/P/M. Kominfo/5/2005 pada tanggal 17 Mei 2005.
Sementara itu, menanggapi ketidakpuasan Sekar Telkom tersebut, Menteri Telekomunikasi dan Informatika Sofyan A. Djalil memang telah menyerahkan penyelesaian kode akses ini kepada PT Telkom dan PT Indosat untuk melakukan kesepakatan B to B (business to business).
Menurut Sofyan, kesepakatan yang dicapai melalui pembicaraan bisnis antara kedua belah dinilai lebih bisa diterima. Namun hingga saat ini masih bermunculan nada ketidakpuasan terhadap ketetapan pemerintah dalam penyelesaian masalah kode akses SLJJ tersebut. (bp-135)

TELKOM SEBAGAI BENTENG KETAHANAN NASIONAL

TAHUN 2005

Ekonomi Indonesia semakin hari semakin terpuruk, sedikit saja perubahan di Luar Negeri, Ekonomi Indonesia langsung terpengaruh. Rupiah melemah, Pemerintah dan banyak Perusahaan di Indonesia langsung menyatakan kerugian akibat valas dari pembayaran utang luar negeri yang harus dibayar oleh Dolar yang semakin hari semakin kuat.

Kondisi demikian memang akan kerap terjadi jika Negara terlalu banyak ketergantungan terhadap luar negeri dan Investasi pada sektor – sektor strategis dikuasai pihak asing.

Iklim Investasi di Indonesia semakin jauh kedalam urat nadi perekonomian Indonesia, hampir seluruh sektor dikuasi asing, mulai industri, perdagangan sampai kepada hal-hal yang menyentuh hajat hidup orang banyak, seperti PLN, PAM, Penerbangan,Jalan Tol dll. Akibatnya hampir setiap gerak roda perekonomian berbuntut pada setoran kepada investor. Rupiah setiap detik dikeruk ke luar negeri, rakyat diperas habis-habisan.

Pada sektor telekomunikasi, hampir semua operator telekomunikasi sudah dikuasai pihak asing. Rakyat diiming-iming dengan tarif murah, voucher murah sampai pada kartu perdana yang murah. Tidak ada lagi batasan pengguna, apakah sudah cukup umur atau belum. Pegawai atau bukan, semua serba tidak jelas, bebas dilepas ke pasar dengan dalih globalisasi, liberalisasi atau kompetisi.

Akibatnya, pertumbuhan yang sangat pesat terlihat pada sektor telekomunikasi seluler yang dalam kurun waktu yang sangat singkat dapat menyusul jumlah satuan sambungan telepon tetap (fixed line) yang berpuluh-puluh tahun dibangun oleh PT.TELKOM.

Namun sangat disayangkan, dari jutaan sambungan telepon seluler di Indonesia baik yang sekarang eksis maupun banyaknya permintaan sambungan telepon seluler tidak didukung oleh Industri manufaktur, hal ini terbukti dimana tidak ada satupun pabrik Handset GSM maupun CDMA yang berdiri di Indonesia yang akan menyerap tenaga Indonesia sebagai putra-putra bangsa.

Diantara Operator Telekomunikasi di Indonesia, PT.TELKOM Indonesia masih konsisten bergerak dalam bisnis telepon tetap, dan satu-satunya Perusahaan yang kepemilikan sahamnya masih dominan dikuasai oleh Pemerintah Indonesia.

Berbeda dengan operator telekomunikasi lainnya yang hanya berbisnis didaerah profitable di perkotaan, pelayanan PT.TELKOM menyeluruh hingga ke seluruh Wilayah Republik Indonesia walau pada daerah-daerah tertentu PT.TELKOM mengalami kerugian kalau dihitung secara bisnis, Namun secara keseluruhan PT.TELKOM Indonesia masih tetap menyumbangkan triliunan rupiah kepada Bangsa dan Negara baik dalam setoran deviden maupun setoran pajak setiap tahunnya.

Peranan PT.TELKOM dalam penyediaan fasilitas telekomunikasi dengan harga dan tarif pemakaian yang murah sudah tidak dapat dipungkiri lagi oleh masyarakat terutama didaerah-daerah pedesaan. Sehingga dengan fasilitas telekomunikasi ini akan mempererat antar masyarakat pedesaan maupun antara masyarakat pedesaan dan perkotaan yang akan menjadi perekat Bangsa.

Dalam beberapa bulan kedepan di Tahun 2005 ini, PT.TELKOM Indonesia sudah mulai mempersiapkan pengembangan pembangunan fasilitas telekomunikasi di daerah Perbatasan Negara, Pedesaan dan daerah - daerah terpencil yang belum terjangkau fasilitas telekomunikasi dengan teknologi tepat guna dengan biaya murah untuk masyarakat.

Teknologi tepat guna yang dikembangkan PT.TELKOM dengan menggunakan hasil karya terbaik putra-putra bangsa Indonesia tercinta, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang dikembangkan PT.LEN INDUSTRI Bandung untuk daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau fasilitas Listrik oleh PLN. Peralatan Pendukung lainnya seperti UPS (Uninterruptible Power Supply) maupun Battery Charger yang dikembangkan oleh PT. Elektrindodaya Pakarnusa (PT.ELSA) Bandung yang berada di Lingkungan Indutri Kecil (LIK) Gedebage Bandung, maupun Microswitch hasil karya putra terbaik bangsa yang dikembangkan oleh para peneliti dari ITB Bandung atau Sentral Telepon Otomat Rakyat Mandiri (STOrman) yang dikembangkan oleh PT. Quasar Putra Mandiri Bandung.

Program pengembangan pembangunan fasilitas telekomunikasi tepat guna pada daerah perbatasan Negara, Pedesaan dan daerah-daerah terpencil ini diharapkan untuk dapat menyediakan fasilitas telekomunikasi untuk masyarakat, untuk Rakyat Indonesia yang selama ini belum tersentuh fasilitas telekomunikasi. Sehingga dengan program ini masyarakat Indonesia mulai dari Perkotaan hingga pedesaan dan daerah terpencil lainnya bisa saling berhubungan. Semua informasi bisa disampaikan dalam waktu yang sangat singkat. Komunikasi antar masyarakat ini diharapkan dapat menjadi perekat bangsa.

Pada daerah-daerah perbatasan Negara, penyediaan fasilitas telekomunikasi ini ditujukan untuk memperkuat Ketahanan Negara. Kasus Sipadan – Ligitan ataupun Ambalat mejadi pelajaran bagi Bangsa Indonesia tercinta ini, akibat tidak tersedianya fasilitas telekomunikasi di daerah tersebut pada saat itu.

Kita sebagai Bangsa Indonesia yang Kuat, jangan teralu banyak ketergantungan kepada Luar Negeri. Kalaulah Kita mau menggali, ternyata masih banyak putra-putra Bangsa tercinta yang mempunyai hasil karya terbaik untuk dipersembahkan kepada Bangsa dan Negara tercinta ini.

PT.TELKOM Indonesia mengabdikan diri untuk menjadi perekat Bangsa Indonesia. Hasil karya putra-putra terbaik bangsa ini, dipersembahkan untuk Bangsa Indonesia tercinta, untuk mempererat Bangsa Indonesia dalam mewujudkan Ketahanan Nasional.
**DPP-SEKAR

Jumat, 16 Juli 2010

SBU : TOT Bagi 20 Pengusaha Warnet


TAHUN 2010

Untuk mengembangkan sayap bisnisnya, maka TELKOM Speedy DCS-II Regional-V menggaet para Pengusaha Warnet dalam program TOT (Training Of Trainers). Sebanyak 20 Pengusaha Warnet dari 4 kota (SBS, SBU, Gresik dan Sidoarjo) mengikuti pelatihan TOT Speedy bertempat di BLC CS-SBU Jln. Mergoyoso 1-3, Surabaya, Kamis (24/6). Para peserta TOT ini nantinya akan menularkan ke komunitas yang ada di daerahnya. Para peserta akan mendirikan BLC Mandiri di daerahnya masing-masing.

Pelatihan TOT ini dibuka secara resmi oleh Manager Modern Channel Regional-V DCS-II Timur, Wahyudin yang pada kesempatan tersebut meminta kepada para peserta untuk memanfaatkan pelatihan gratis ini dengan baik dan mampu mengikuti pelatihan TOT ini dengan cermat, sehingga nantinya dapat ditularkan ke komunitas masing-masing dengan baik, antara lain : Pelajar, Guru, Ibu-Ibu PKK dan sebagainya.

Dalam pelatihan TOT ini, peserta dibekali CD Tutorial, sedangkan sebagai pembawa materi dari TELKOM adalah rekan Eri Susanto. Dasar pelatihan ini adalah Kesepakatan Bersama Nomor : K.TEL. 45/HKB10/DCS2-C2000000/2010 tanggal 8 Juni 2010 Tentang : Implementasi WARNET Sebagai Broadband Learning Center.

TELKOM yang memiliki produk TELKOM Speedy dalam PKS tersebut memang diitegaskan bermaksud menjalin kerjasama dengan Mitra guna implementasi WARNET sebagai Broadband Learning Center (BLC) yang difasilitasi oleh TELKOM. Disisi lain, bahwa Mitra sebagai Badan Usaha yang mengelola bisnis Warnet, sanggup dan bersedia utnuk meningkatkan layanan dan keberadaan Warnet agar dapat berfungsi sebagai BLC. Pelatihan TOT ini adalah implementasi PKS tersebut. **bukan-diksi.

FOTO : Tampak Wahyudin pada saat sambutan pembukaan, Kamis (24/6).

SBU : Yes TV Akan Gabung Dengan Speedy


TAHUN 2010

Bergabung dan bekerjasama merupakan trend bisnis saat ini, sehingga tak heran jika antara Yes TV dengan Speedy akan melakukan strategi seperti ini. Pertemuan pertama untuk membahas kerjasama dalam bentuk joint promo, join marketing (Co-Marketing) dalam aktivitas Direct Marketing telah dilakukan pada hari Selasa (22/6) di Kantor CS-SBU Lantai-5 Jln. Mergoyoso 1-3, Surabaya.

Muhlas mewakili Manager Area Yes TV Surabaya hadir dalam pertemuan perdana tersebut dan menyambut hangat rencana ini. Manager CS-SBU, Soewiyarso, ASMAN Modern Channel, Ismono Adi Jatmiko dan ASMAN Direct Channel, Kun Agustiyono serta para Agency juga menyambut hangat, sehingga dalam pertemuan ini semua pihak tidak bertepuk sebelah tangan, kedua belah pihak telah memenuhi kata sepakat secara lisan. Setelah sepakat dan “DEAL”, maka beberapa hal yang bersifat teknis administratrif menjadi pembahasan serius.

Kedepan aktivitas Marketing and Sales dalam bentuk Grebeg Customer dan Open Table TELKOM Speedy akan mendapat dampingan dari anak perusahaan, yaitu Yes TV. Tinggal menunggu teknis dan kesiapan dari pihak Yes TV, kalau dari TELKOM Speedy sudah siap. Dalam operasionalnya, maka keduanya berharap ada koordinasi yang baik dan terjadwal, sehingga segala sesuatunya akan dapat dipersiapkan dengan baik pula demi kelancaran setiap event atau aktivitas sales and promo.

Co-Marketing ini akan memberikan nilai tambah kepada kedua produk, sehingga calon konsumen mendapatkan variant pilihan produk berkualitas lebih banyak. Dengan demikian tempat Open Table bakal menampilkan format baru dan tampil beda tak seperti biasanya. Diharapkan akan berpengaruh dan memiliki daya tarik tersendiri bagi warga yang digrebeg. Program Join atau Co-Marketing ini memang dirancang untuk tampil beda dan menciptakan nuansa baru dibidang pemasaran dan penjualan. **bukan-diksi.

FOTO : Suasana pertemuan perdana antara YES TV dan CS-SBU, Selasa (22/6).

SBU : Testimoni Peserta TOT BLC Bagi Pengusaha WARNET


TAHUN 2010

Selesai sudah pelatihan TOT (Training Of Trainers) bagi 20 Pengusaha WARNET di BLC (Broadband Learning Center) CS-SBU, Jln. Mergoyoso 1-3, Surabaya, Kamis (24/6). Dengan selesainya pelatihan TOT ini, maka para Pengusaha WARNET sebagai “Kepanjangan Tangan” TELKOM Speedy siap untuk menularkan ilmu hasil pelatihan TOT ini kepada beberapa komunitas disekitarnya.

Kesiapan para peserta untuk menularkan ilmunya kepada beberapa komunitas disekitarnya nampak jelas dari hasil testimoni yang dipandu oleh Instruktur dari TELKOM, Eri Susanto. Mereka ditanya oleh Eri satu persatu tentang apa langkah selanjutnya setelah mengikuti TOT ini. Jawabanpun bervariasi, ada yang ingin membidik ibu-ibu rumah tangga agar tidak GAPTEK, sehingga akan memberikan nilai tambah bagi ibu-ibu, misal sudah dapat mencari resep masakan cukup dengan browsing dan searching saja.

Ada juga yang akan menggarap segmen pelajar dan guru, karang taruna dan segmen anak muda yang tidak mampu. Untuk yang terakhir ini, yaitu segmen anak muda yang tidak mampu diungkapkan oleh Udin, pengusaha WARNET ”AR-ROUDLOH”, Surabaya. Saya membidik segmen ini sebab ada unsur pendidikan dan unsur CSR (Community Social Responsibility). Ada sekelompok pemuda yang tidak mampu melanjutkan kuliah, akan saya BIT materi ini yang harapannya ialah mereka mampu mandiri, jelas Udin.

Seperti diberitakan kemarin, bahwa TOT ini dasarnya adalah Kesepakatan Bersama Nomor : K.TEL. 45/HKB10/DCS2-C2000000/2010 tanggal 8 Juni 2010 Tentang : Implementasi WARNET Sebagai Broadband Learning Center. Dengan selesainya pelatihan TOT ini, maka diharapkan akan terbentuk BLC MANDIRI di 4 Wilayah dan Kota, yaitu Gresik, Sidoarjo, Surabaya Selatan dan Surabaya Utara. Dari hasil testimoni tersebut, maka TELKOM Speedy semakin optimis mampu melakukan penetrasi dengan jangkauan yang lebih luas secara ”smart”, yaitu melalui kemitraan dengan para Pengusaha WARNET tersebut. **bukan-diksi.

FOTO : Tampak Udin sedang menjelaskan programnya kepada Eri Susanto. (24/6).

SBU : Grebeg Bersama Yes TV Ditinjau Bagus Herdijanto


TAHUN 2010

Kini Grebeg Customer TELKOM SBU tidak sendirian lagi, sebab sudah melakukan penggerebegan bersama anak perusahaan, yaitu Yes TV pada hari Sabtu (26/6) di kawasan Darmo Permai Timur Surabaya. Hal ini menunjukkan, bahwa betapa seluruh jajaran memiliki “market minded” yang patut diacungi jempol, tak terkecuali acungan jempol dari Manager Customer Service Regional-V DCS-II Timur, Bagus Herdijanto.

Kehadiran Bagus di Grebeg Customer SBU adalah yang pertamakalinya dilakukan, yang tujuannya adalah untuk melihat dari dekat pelaksanaan Grebeg sekaligus memberikan motivasi kepada para Tim yang sudah solid ini. Market Discovery yang dilakukan oleh orang-orang yang Market Minded memang patut diapresiasi dan dimotivasi, sehingga benar-benar mencapai The Most Active Grebeg Customer.Team

Pertumbuhan Penjualan Berkelanjutan atau Sustainable Sales Growth memang harus dicapai dan dipertahankan dengan cara-cara yang luar biasa, misalnya dengan cara agresif sale seperti yang dilakukan oleh Tim Grebeg Customer. Untuk membangun Great Business yang sukses, maka mampu mencapai sustainable growth terlebih dahulu, tanpa mampu mencapainya sustainable grwoth, maka sulit untuk dapat membangun great business.

Speedy harus menjadi Great Business dan dapat tumbuh secara berkelanjutan, salah satu yang menjadi “mesin pertumbuhan” adalah Grebeg Customer Strategy yang memiliki jadwal, skala dan struktur usaha yang selaras dengan kapasitas “mesin pertumbuhan” itu sendiri. Ibarat sebuah kendaraan, maka diharapkan Grebeg ini dapat melaju dengan baik serta memiliki daya tahan saat harus melampaui berbagai rintangan dan tantangan usaha. **bukan-diksi.

FOTO : Tampak Bagus Herdijanto (berkacamata) di lokasi “Mesin Pertumbuhan”.

SBU : Grebeg For Sharpening Sales Result


TAHUN 2010

Masih soal upaya jajaran TELKOM CS-SBU meningkatkan hasil Sales, maka pada hari Minggu kemarin (27/6) Tim Sales melakukan Grebeg Customer di kawasan Jln. Pandegiling, Surabaya. Kawasan Pandegiling ini sejak dulu kata hingga kini terkenal akan Nasi Pecelnya, sehingga hari Sabtu dan Minggu ataupun hari-hari libur lainnya selalu banyak pembeli sampai antri. Para pembelinya biasanya berasal dari golongan menengah keatas, ini dilihat dari sisi mobil yang diparkir cukup banyak adalah mobil para pembeli pecel tersebut.

Terlepas dari perpecelan tersebut yang jelas Tim Grebeg Customer mencari celah diantara perparkiran mobil pembeli pecel. Celah yang diambil adalah untuk Sharpening Sales Result, selain itu juga untuk mengasah Marketing Effort. Sebuah proses kegiatan sales yang dilakukannya mirip seperti pisau yang harus diasah pelan-pelan yang akhirnya akan menjadi tajam.

Kita semua juga pernah melihat “Pencil Sharpener” atau peruncing pencil, maka untuk menjelajah pasar mencari pelanggan baru agar mau membeli produk kita juga tak ubahnya dengan sebuah proses memperuncing pensil atau mengasah pisau tadi. Tidak bisa tajam secara ujug-ujung atau tidak bisa sales langsung naik secara fantastis (kecuali kalau ada event khusus seperti e-RT/RW).

Grebeg Customer TELKOM SBU memang selalu mengusung Sharpening Sales Result dalam menjalankan strategi pemasarannya, sehingga hasilnya diharapkan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu yang pada gilirannya pada setiap triwulan, semester dan akhir tahun dapat dinikmati oleh kita semua. Apalagi jika target yang telah ditetapkan tidak hanya tercapai akan tetapi terlampaui, maka merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Tim Sales dalam Tim Grebeg Customer. **bukan-diksi.

FOTO : Tim Grebeg di Jln. Pandegiling, Surabaya, Minggu (27/6).

Soewiyarso : Akan Ada Bundling SPEEDY-FLASH


TAHUN 2010

Selain bundling dengan YES-TV, maka kita akan bundling juga dengan TELKOMSEL dalam Grebeg Customer. Selain ini saat ini sedang dikembangkan sebuah inovasi bisnis dengan konsep kemitraan atau bundling antara TELKOM SPEEDY dengan TELKOMSEL dalam bundling produk yang akan diberi nama SPEEDY-FLASH. Demikian dijelaskan Manager CS-SBU, Soewiyarso dalam sharing SP-135, Rabu (30/6) di Jln. Mergoyoso No 1-5, Surabaya.

Perpaduan dua produk ini diharapkan mampu diterima oleh Market, sebab selain fleksibel bisa dipakai saluran SPEEDY juga FLASH, juga harganya sangat bersaing. Selain itu, Soewiyarso dalam forum SP-135 ini mendeliver sharing info soal Program Broadband E2E atau End To End Service untuk program TELLKOM SPEEDY, dimana tujuan program ini adalah untuk kepuasan pelanggan.

Program Broadband E2E intinya adalah CCPBB (Customer Care Product Bulk Bundling) yang mana dengan program ini TELKOM lebih solid dengan beberapa anak perusahaan dalam melakukan “serangan” pasar. TELKOM secara overall akan semakin kuat dan powerfull sebab akan di-bundling, warna GROUP akan semakin kental dan tajam. Dibandingkan dengan jalan sendiri-sendiri, maka program Bulk Bundling dengan E2E ini akan lebih bertenaga, lebih tajam membidik pasar dan lebih ampuh melumpuhkan pesaing.

Karena konsumen biasanya tertarik dengan hal-hal baru, maka TELKOM optimis produk bundling ini akan diterima pasar secara positif. Untuk itulah TELKOM selalu “aware and care” terhadap setiap inovasi untuk diteliti, dikembangkan dan diimplementasikan. Melalui inovasi ini kita semua berharap agar produk tampil beda, lebih baik dan tentunya menjadi lebih menarik. Di sesi akhir, Soewiyarso meminta seluruh jajaran untuk mengamankan target Sales Speedy bulan ini yang tinggal satu hari lagi.**bukan-diksi.

FOTO : Tampak Soewiyarso sedang mendeliver sharing info, Rabu (30/6).

KETUM SMS Ke DIRUT Soal Macetnya PKB-IV


TAHUN 2010

Setelah sampai hari ini Jum’at (16/7) belum ada kesepakatan penyelesaian perundingan PKB-IV, maka KETUM SEKAR TELKOM, Wisnu Adhi mengirim SMS ke DIRUT. Informasi pengiriman SMS ini disampaikan Wisnu Adhi kepada seluruh Tim Perunding SEKAR usai Sholat Jum’at di Gedung RDC, Bandung. Seandainya tidak terjadi kesepatan PKB-IV hingga pukul 24.00 WIB hari ini, maka Ketua I DPP SEKAR Rusman Nadeak mengatakan, bahwa secara hukum tidak ada aturan yang mengatur karyawan.

Soal konten SMS ke DIRUT, maka Wisnu memaparkan, bahwa konten SMS yang dikirim ke DIRUT diharapkan mampu memberikan gambaran tentang kronologis PKB dari masa ke masa. Adapun konten SMS tersebut kurang lebih berisi tentang PKB-I yang hanya memakan waktu 11 bulan dengan menghasilkan kenaikan Manfaat Pensiun (MP). Sedangkan PKB-II hanya memakan waktu 9 bulan, jadi lebih singkat dari PKB-I. Dalam PKB-II ini hasil utamanya adalah dikenalkannya Variabel Pay dengan thresshold. Masih kata Wisnu, bahwa PKB-III hanya memakan waktu 6 bulan dan hasilnya adalah TANI Employee (Total Annual Net Income) dan FASKES paska 95.

Untuk PKB-IV yang telah memakan waktu 1 tahun 8 bulan, walaupun Management mengusulkan besaran kenaikan Insentif, tetapi hal itu disertai kenaikan thresshold yang Radikal sehingga sangat memungkinkan terjadinya TANI employee karena akan ada beberapa unit dengan ratusan bahkan ribuan karyawan yang tidak mendapatkan insentif .

Dalam penjelasannya, Wisnu mengatakan, bahwa perusahaan selalu laba dan belum pernah rugi, maka tidaklah bijak jika perusahaan menurunkan kesejahteraan karyawannya seperti yang tertera dalam rancangan manfaat pensiun (Usulan dari management untukBPK dari 2 THT menjadi 1,5THT)

Ketika injury time perundingan masih macet, dimana pada jam 24.00 WIB malam nanti merupakan batas akhir berlakunya perpanjangan PKB III. Wisnu menegaskan, bahwa SEKAR siap berunding dengan BOD agar segala persoalan menjadi jelas.

Dalam kesempatan tersebut, Wisnu juga menyinggung soal RUPS. Menurut Informasi yang dipercaya, RUPS InsyaAllah akan dilaksanakan pada 24 Agustus 2010 atau 1 minggu setelah lebaran dan atau 2 minggu setelah lebaran. Di akhir penjelasannya, Wisnu meminta seluruh anggota untuk bekerja seperti biasa, lebih produktif, serta mengucapkan terimakasih kepada Tim Perunding SEKAR yang telah bekerja keras membawa amanah anggota. Kita semua selama ini tidak “grudag-grudug” (Red : asal kesana kemari), akan tetapi membawa amanah seluruh karyawan atau anggota, dimulai dengan merumuskan materi perundingan tahap awal di Surabaya tahun 2008, di Rakernas III Bogor tahun 2009 dan Munas IV 2010 di Bandung yang lalu.**Kom-DPP.

FOTO: Nampak KETUM SEKAR, Wisnu Adi sedang memberikan penjelasan (16/7).

Kamis, 15 Juli 2010

SBU Get Short Time Market Domination


TAHUN 2010

Penjualan produk secara agresif terus dilakukan oleh Tim Sales SBU melalui strategi Grebeg Customer, dengan harapan dapat menguasai dan mendominasi pasar secara singkat. Serangan pasar akan dilakukan secara rutin dan agresif, sebab dari intelijen marketing dikabarkan, bahwa provider lain kini melakukan hal yang sama, contoh : IM-2 dikabarkan melakukan Grebeg di tiga kecamatan di wilayah kerja TELKOM CS-Surabaya Utara.

Layanan di tempat ala “STOP ‘n GO” melalui Grebeg Customer diharapkan mampu mendominasi pasar dan meningkatkatkan Market Share. Terlebih bulan depan dimulainya Pendaftaran Siswa Baru On-Line (PSB On-Line) yang oleh Tim Grebeg merupakan peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik. Tim akan berkomunikasi dengan para orang-tua murid, bahwa sebaiknya memasang Speedy di rumah agar putra putrinya mampu memonitor pendaftaran PSB ON-LINE cukup dari rumah, tak usah berdesakan mendatangi sekolahan.

Segala perlengkapan pemasaran atau Marketing Kits kini tengah dipersiapkan oleh Tim untuk menggerebeg sekolah tempat berkumpulnya calon siswa dan orang tua yang ingin memperoleh informasi tentang PSB-ONLINE ini. Kita memang balapan atau berlomba dengan pesaing untuk merebut pelanggan baru di PSB-ONLINE ini. Race to get more customer di event penerimaan siswa baru merupakan peluang bisnis yang harus dicapai.

Karena persaingan memang sudah head to head, maka perlombaan meraih pelanggan baru di event penerimaan siswa baru On-Line ini adalah harus dilakukan, jika tidak maka tentu pesaing yang akan mendahului kita. Dan yang dilakukan pesaing bukan defensif akan tetapi ofensif seperti yang dilakukan IM2 di tiga kecamatan tersebut diatas. Dalam Grebeg, maka Tim akan melayani di tempat dan tuntas ditempat, tinggal instalasi di rumah tanpa ribet. **bukan-diksi.

FOTO : Tampak Tim Grebeg melayani ditempat dan tuntas ditempat.

TELKOM CS Surabaya Utara Terus Mempengaruhi Pasar


Melalui strategi Grebeg Customer, maka TELKOM CS-SBU terus mempengaruhi pasar agar target sales Speedy sebesar 2.000 SSS perbulan dapat tercapai. Walau diproyeksikan akan tercapai mendekati 100 %, namun tidak membuat effort pemasaran melemah, namun malah sebaliknya menjadi semakin gencar mempengaruhi pasar agar target tak hanya dicapai tetapi dapat terlampaui.

Memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan tidaklah mudah. Beberapa pelanggan tidak menyadari kebutuhan dan keinginannya atau mereka tidak mampu mengutarakannya atau penuturannya masih memerlukan penafsiran. Disinilah perlunya marketing communication (marcomm) yang handal yang harus dikomunikasikan secara langsung melalui Grebeg Customer. Coba bayangkan bila pelanggan mengutarakan ini : pelanggan meminta provider internet yang tidak mahal, laptop yang murah tapi handal, kecepatan koneksi yang tinggi, layanan paripurna, layanan terbaik, dsb.

MARCOMM harus mampu menjawab pertanyaan pelanggan ini. Kalau kita kaji permintaan pelanggan tersebut diatas, maka sebenarnya pelanggan tersebut memiliki kebutuhan yang dinyatakan, dimana hal tersebut merupakan kebutuhan riil yang harus kita tangkap sebagai peluang. Disinilah fungsi pemasar untuk mempengaruhi pasar agar dari keinginan yang telah diungkap dan dinyatakan menjadi kenyataan.

Untuk menangkap peluang tersebut, maka diperlukan pemasar yang handal, yang tanggap, yang antisipatif dan yang kreatif. Seorang pemasar yang tanggap menemukan sebuah kebutuhan yang dinyatakan dan memenuhinya. Seorang pemasar yang antisipatif memandang ke depan tentang kebutuhan apa yang mungkin akan dirasakan oleh pelanggan dalam waktu dekat. Seorang pemasar kreatif menemukan dan memproduksi solusi yang tidak diminta pelanggan tapi ditanggpi dengan penuh semangat oleh pelanggan. Tim Grebeg Customer adalah contoh Marketer kreatif yang selalu mempengaruhi pasar. **bukan-diksi.

FOTO : Tim Grebeg Customer SBU tampak selalu siap mempengaruhi pasar.

SBU : Lusa, 1500 Ketua RT Akan Ikuti Pelatihan Internet


TAHUN 2010

Sebagai tindaklanjut peluncuran Program e-RT/RW, maka pihak PEMKOT Surabaya mengundang TELKOM, AKPINDO (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia ) dan para Camat untuk rapat koordinasi membahas rencana pelatihan internet bagi lebih kurang 1.500 Ketua RT se Kotamadya Surabaya. Rapat yang diadakan di Kantor PEMKOT Lantai-IV Jln. Jimerto 25-27, Surabaya, Kamis (1/7) tersebut tak berlangsung lama, hanya memakan waktu tak lebih dari 2 jam, sebab yang dibahas hanya sekitar teknis pelaksanaan, sedangkan Planning-nya sendiri sudah matang dan tuntas.

Kabag Bina Program Pembangunan PEMKOT Surabaya, Agus Sonhaji yang memimpin rapat mewakili Walikota yang sedang tugas ke luar kota menegaskan, bahwa pelatihan ini merupakan tindaklanjut program e-RT/RW, sehingga materinya nantinya diharapkan mengupas tuntas tentang website http://sapawarga.org. Tempat pelatihan adalah di JATIM EXPO Jln. A. Yani, Surabaya dan dijadwalkan mulai hari Sabtu hingga Selasa (3 hingga 6 Juli 2010).

Sementara itu Manager CS-SBU, Soewiyarso mengatakan, bahwa pihak TELKOM memberi support penuh terhadap program pelatihan ini, sehingga Surabaya benar-benar menjadi ”Kampoeng-Cyber” dan warganya benar-benar melek IT. Jumlah kecamatan ada 31 sedangkan jumlah RT ada 10.000 pasti mampu meng-IT-kan kota Surabaya. Kami akan beri juga materi pelatihan yang lain berupa konten Speedy, seperti program anti virus, program blocking situs porno dan sebagainya.

Sementara itu Kurniawan dari AKPINDO menjelaskan juga, bahwa pelatihan internet ini akan diawali dengan Seminar dan Pameran IT yang diikuti oleh para Vendor Nasional. Dalam pelatihan ini kami akan support komputer, sedangkan TELKOM adalah jaringan Speedy-nya dan Trainer-nya. Kami tak hanya semata-mata berbisnis saja, akan tetapi juga memiliki misi sosial seperti support kami dalam pelatihan ini. Program ini berdampak memberikan nilai sinergis bagi kita semua, bagi PEMKOT, bagi TELKOM dan bagi AKPINDO dan Vendor Nasional. Kemudian warga yang berminat beli Lap-Top, maka akan kami beri harga khusus dan bisa diangsur melalui ADIRA FINANCE, kuncinya. **bukan-diksi.

FOTO : Tampak Soewiyarso diapit PEMKOT dan AKPINDO sedang memaparkan dukungan PT. TELKOM.

SBU : Grebeg Customer Di PSB On-Line


Peluang bisnis yang ada tidak akan pernah disia-siakan oleh Tim Grebeg Customer TELKOM CS Surabaya Utara (SBU). Hal ini terbukti ketika ada event PSB On-Line (Penerimaan Siswa Baru On-Line) Tim Grebeg mendekati orang tua murid di Kantor Kelurahan Sitodopo Wetan Surabaya pada hari menjelang implementasi PSB On-Line, Kamis (1/7).

Tim Grebeg dalam kesempatan tersebut melakukan aksinya berusaha “merayu” orang tua murid untuk memasang TELKOM Speedy agar pelaksanaan PSB On-Line dan pemantauan hasilnya dapat dilakukan dari rumah saja dan tidak usah repot-repot harus mendatangi Kantor DIKNAS. Dalam kesempatan tersebut, Tim cukup mendirikan tenda dengan Branding TELKOM Speedy dilengkapi Note-Book On-Line untuk demo cara membuka PSB On-Line.

Beberapa siswa sempat diberi penjelasan cara mengakses situs PSB On-Line oleh Tim Grebeg Customer dengan harapan mengerti dan mamahaminya dengan baik dan menjadi tertarik untuk memasang Speedy. Fasilitas demo cukup ditenda Speedy memang praktis dan lumayan mampu menarik perhatian siswa dan orang tua di sekitar Kantor Kelurahan Sidotopo Wetan Surabaya.

Pelaksanaan Grebeg menjelang PSB On-Line ini memang telah direncanakan, sehingga pada saatnya nanti para siswa sudah faham dan mengerti betul tata cara pelaksanaan pengisian PSB On-Line yang didukung oleh TELKOM Speedy. Moment PSB On-Line memang merupakan saat yang tepat dan peluang emans bagi Tim Grebeg untuk melakukan promo. **bukan-diksi.

FOTO : Tampak ASMAN Support CS-SBU, Purwanto meninjau Promo PSB On-Line di Sidotopo Wetan.

Pos Pelayanan PSB On-Line TELKOM CS-SBU

Untuk memberikan pelayanan informasi PSB On-Line secara cepat, maka jajaran TELKOM CS-SBU & Tim DIVA telah mendirikan Pos Pelayanan Penerimaan Siswa Baru secara On-Line yang didukung oleh TELKOM Speedy di Kantor Balai RW-09 wilayah Tuwowo, Surabaya. Pos Pelayanan ini sempat dikunjungi ASMAN Support TELKOM CS-SBU, Purwanto sekaligus untuk melakukan pengawalan dan pengecekan kesiapan Pos tersebut, Kamis (1/7).

Kehadiran situs ini tentu saja akan sangat membantu siswa SMP, SMA dan SMK yang ingin mendapatkan berita PSB ataupun sebatas nilai UAN yang ada saat ini. Situs Psbsby-online.net juga dapat membantu sistematik pendaftaran agar tidak terjadi penumpukan di sebuah sekolah yang sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. TELKOM Speedy dalam dukungan PSB On-Line ini bekerjasama dengan DIKNAS Kotamadya Surabaya.

Dengan kehadiran PSB online Surabaya ini, maka ada sebuah terobosan yang sangat berarti telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan ”Kota Pahlawan” tersebut. Hanya dengan koneksi internet, maka semua data yang telah dikumpulkan oleh panitia penerimaan siswa baru, bisa terpampang dengan jelas kepada masyarakat. Hal ini juga bisa meminimalisir berbagai macam spekulasi negatif berkaitan dengan sistem PSB Surabaya

Dengan desain yang sederhana dan mudah diakses, Psbsby-online.net secara keseluruhan sudah cukup baik. Tombol Navigasi yang mudah terlihat dengan latar warna yang tidak terlalu mencolok membuat website ini bisa diakses oleh siapa saja yang membutuhkan. Jika anda ingin melihat hasil penerimaan siswa baru melalui PSB online Surabaya, silahkan melihatnya lewat link dibawah ini : http://www.psbsby-online.net **bukan-diksi.

FOTO : Tim DIVA & CS SBU mengawal Pos Pelayanan PSB On-Line.

Fatwa PKB-IV Putaran Terakhir Di RDC Bandung





TAHUN 2010

Hukum akan bicara ! Rono Prakoso, KABID KOSAD DPP SEKAR TELKOM ketika dimintai fatwa oleh para Ketua DPW mengatakan, bahwa jika buntu, maka kita teruskan ke DISNAKER paling tidak dimediasi oleh disnaker untuk mencapai jalan keluar terbaik, paling tidak ada anjuran dari DISNAKER. Dan yang bermasalah saja yang diteruskan ke DISNAKER, sedangkan yang lain yang tidak bermasalah atau yang sudah disepakati tidak akan diteruskan.

Sementara, mencapai PKB-IV yang lebih baik dari PKB-III itu adalah harapan kita semua, demikian ulasan SEKJEN saat pertemuan setengah kamar di RDC Lantai-5 Gerlong, Bandung. Seyogyanya memang harus lebih tinggi dari PKB-III. Dalam diskusi setengah kamar ini, SEKAR berharap agar Tim Perunding Manajemen segera menyampaikan ke BOD dengan harapan PKB-IV dapat tercapai kata sepakat.

SEKAR khawatir, bahwa komunikasi atau lobi-lobi di luar perundingan yang dilakukan selama ini tidak sampai ke telinga RF, sehingga progresnya tidak seprogresif seperti yang diharapkan secara ideal layaknya dalam suatu negosiasi. Sementara itu Prakoso tetap menjelaskan dari ranah hukum, sehingga langkah-langkah SEKAR tetap berpijak pada koridor hukum yang memang harus ditaati oleh semua pihak.

Namun demikian masukan rekan SEKAR DPW-I masih merasa optimis, bahwa masih ada ruang untuk menggoalkan tanggal 16 Juli 2010 secara legal. Yang penting kita masih dalam koridor hukum, sehingga pasti manajemen akan memahaminya. Masih banyak kemungkinan terjadi dalam 2 hari ini yang merupakan injury time, sebab posisi SEKAR sudah cukup jelas, transparan dan gamblang. Seluruh tim perunding adalah karyawan TELKOM, sehingga yakin mereka akan memahaminya secara tulus. Lain halnya jika berunding antara Majikan dengan Buruh, yang mana wajar jika Sang Majikan pelit. Di PKB SEKAR TELKOM semuanya adalah karyawan TELKOM, tujuannya adalah untuk karyawan dan untuk perusahaan. Clear-lah!!**bukan-diksi.

FOTO : Rono Prakoso sedang memberikan fatwa.

Direksi &Komisaris RAGAB Di Yogya, SEKAR SIAGA-1 Di Bandung


Kalau Direksi dan Komisaris ada acara RAGAB (Rapat Gabungan) di Yogyakarta, maka SEKAR dalam posisi Siaga-1 di Bandung. Siaga-1 ini diambil sekitar 1 jam sebelum acara Perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) IV yang dilaksanakan di R & D Gerlong Hilir, Bandung yang dijadwalkan berlangsung selama 2 hari, yaitu Kamis dan Jum’at (15-16 Juli 2010).

Persiapan Siaga-1 di Union Camp Palasari Bandung membahas langkah-langkah strategis menjelang lanjutan Perundingan PKB-IV putaran terakhir dimana perpanjangan PKB-III akan berakhir pada tanggal 16 Juli 2010. Boleh dikatakan putaran terakhir ini seperti yang pernah ditulis oleh Reporter Ferdi merupakan masa-masa Injury Time. Namun demikian, SEKAR berharap agar keduabelah pihak (Tim Perunding SEKAR & Manajemen) mampu memahami permasalahan dan pentingnya PKB, selanjutnya seluruh kekuatan dapat diarahkan untuk menghajar kompetitor dan melayani pelanggan.

Dalam dunia sepak bola, goal yang terjadi pada masa injury time adalah merupakan goal yang menyakitkan. Seneijder sendiri sampai menitikkan air mata, akan tetapi SEKAR dalam Siaga-1 tersebut berharap berbeda, yaitu yang terjadi adalah kesepakatan secara bulat yang dapat diterima akal sehat dan hati nurani, sehingga enak sama ditelan, pahit sama digenggam. Tidak ada yang kalah atau menang.

Dipenghujung khatam-nya PKB III Perpanjangan dalam posisi Perundingan PKB IV yang masih setengah matang, semua Pengurus inti Sekar mengambil standing siaga 1. Bila diperlukan pengambilan keputusan besar dalam tempo yang singkat, maka semua elemen telah siap di Bandung. Para Ketua DPW, Anggota Tim Perunding PKB dan MPO siap siaga membulatkan tekad mengambil keputusan penting untuk menyikapi PKB yang tarik ulur. Berbagai skenario telah disiapkan untuk menyambut setiap perkembangan yang terjadi. Kita akan lihat tempreratur Gedung RDC sampai besok (Jumat 16 Juli 2010). Moga saja, Sekar tidak perlu benar-benar menggelar Rapat Gabungan (Ragab) untuk mengambil aksi-aksi Serikat.
**BUKAN DIKSI.

FOTO ; Suasana menjelang Siaga-1 SEKAR di Union Camp, Bandung, Kamis pagi (15/7).