Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"

Minggu, 17 Oktober 2010

GM SBT Tandatangani MOU Dengan Property Developer


TAHUN 2006

GM SBT Tandatangani MOU Dengan Property Developer

Menjelang akhir tahun, bisnis TELKOM SBT semakin gencar saja, seolah tak ada istilah tahun lama maupun tahun baru. Pasalnya, justru hampir tutup tahun ternyata kegiatan bisnis semakin lancar. Kali ini manajemen “menggandeng” Property Developer, yaitu PT. Dwipa Randu Rucitra (PT. DRR). MOU pembangunan jaringan telah ditandangani oleh GM SBT, Tulus Sudarsono, sedangkan dari Pihak Developer diwakili oleh M. Zaenal. Acara dilaksanakan di di RM “Handayani” Jln. Jemursari, Surabaya, Kamis (21/12).

Zaenal dalam sambutan singkatnya cukup mengatakan, bahwa ini merupakan awal kerjasama yang baik dan berharap agar kedepan dipelihara dan ditingkatkan. PT. DRR sedang membangun 500 Unit rumah di Perumahan Dian Graha Sedati. Diharapkan yang 200 SST selesai tahun ini juga, sedangkan sisanya sebanyak 300 SST akan selesai tahun 2007. Sang Developer dalam kesempatan tersebut menyerahkan Surat Perintah Kerja kepada Kontraktor, yaitu PT. Cahaya Ujo Mandiri (PT. CUM) selaku pelaksana pekerjaan, yang diterima oleh DIRUT PT. CUM, I Gde Sudjarna. PT. CUM ini adalah juga Mitra Outsourcing TELKOM SBT.

Sedangkan Tulus Sudarsono menyambut baik kerjasama saling menguntungkan ini seraya mengajak “Mari Maju Bersama”. Jika antara TELKOM, Developer dan Kontraktor maju, maka bisnis kita akan terus lancar. CUM adalah Mitra Outsourcing kami yang baik. Saya berharap agar Growth Properties PT. DRR bagus, sehingga kami semua akan dapat terus bekerjasama, kuncinya.

MOU pekerjaan pembangunan jaringan ini menggunakan pola hibah, dimana Developer membangun jaringan sekunder, TELKOM SBT jaringan primer, sedangkan PT. CUM adalah sebagai pelaksana atau kontraktor. Partnership sinergis ini ternyata memang sangat menguntungkan semua pihak, terutama TELKOM, sebab dalam menghadapi keterbatasan CAPEX, ternyata mampu membuat terobosan konkret yang selama tahun 2006 ini SBT diuntungkan lebih kurang Rp. 4 Milyard. Luar biasa …..

Selama tahun 2006 terdapat 18 pembangunan jaringan dengan pola hibah murni yang menghasilkan keuntungan TELKOM SBT sebesar Rp. 4 Milyard lebih, sedangkan untuk tahun 2007 nanti akan ada 16 pembangunan dengan pola bisnis yang sama, yaitu hibah murni, dimana hasil pembangunan oleh Developer yang dihibahkan ke TELKOM SBT untuk dipasarkan. Hal ini dikatakan oleh ASMAN Access Program dan Performansi, Sujadi HS yang ikut hadir dalam acara ini.**Nursidik**

FCC Menunggu Gangguan, Bukan Ditunggu Gangguan


TAHUN 2006

FCC Menunggu Gangguan, Bukan Ditunggu Gangguan

DIVRE-V dan DATEL buktikan prestasi yang luar biasa di akhir tahun 2006 ini, sebab ada informasi baru yang terkait dengan komplain handling Flexi oleh Flexi Care Center (FCC), bahwa pada siang hari ini, Kamis (21/12) Alhamdulillah sesuai dengan harapan yang disampaikan kemarin saat silaturahmi pagi, yaitu "FCC menunggu gangguan, bukan ditunggu gangguan" sudah bisa dinikmati oleh rekans FCC. Saat ini sisa gangguan sudah bisa ditekan hingga 0 (nol).

Sementara itu mulai Januari 2007 fungsi FCC akan ditarik ke Kebalen. Kalau sampai dilikuidasi diusulkan oleh jajaran Customer Care TELKOM SBT agar SDM yang qualified, khususnya pria bisa diamankan ke SBT, karena mereka cukup expert sebagai helpdesk CCF, cocok untuk posko malam DOC maupun Multi Media Center Plasa Marina Surabaya.

Rupaya dengan kiat shifting management dan Care "commitment" target menekan jumlah gangguan yang semula masih 12 K, sekarang berubah paradigmanya menjadi menunggu gangguan. Ini merupakan good efforts and exellent. Dari hasil evaluasi penanganan gangguan Flexi sejak FCC dialih kelolakan dari DIVRE ke DATEL SBT dan sesuai statistik gangguan Flexi pada aplikasi Makxisupport posisi terakhir menunjukkan hsail terbaik.
Untuk aplikasi CCF yang sedang bermasalah terutama yang terkait dengan menu proses PSB Classy telah ada solusi dengan cara memberlakukannya sebagai transaksi yang tidak real time. Manager Customer Care SBT, RM. Gatot Indra menegaskan sekali lagi, bahwa hal ini merupakan good efforts and exellent dalam menutup lembaran tahun 2006.**NURSIDIK**

SBT : Pembangunan Jaringan Kabel Sekunder Dengan Pola Hibah


TAHUN 2006

SBT : Pembangunan Jaringan Kabel Sekunder Dengan Pola Hibah

Keterbatasan anggaran CAPEX 2006 untuk Pembangunan Jaringan Sekunder untuk lokasi baru tak membuat jajaran TELKOM SBT patah semangat. Justru mereka ingin menalukkan keterbatasan itu, dan tidak cengeng. Dari situasi yang serba terbatas inilah, maka muncullah adrenalin untuk selalu performed. Solusinya adalah melakukan olah pikir yang lebih kreatif dengan melahirkan sebuah inovasi, yang penting selalu berfikir agar peusahaan ini tetap eksis ditengah dideranya gelombang kompetisi yang maha dahsyat. Bayangkan ... ! Yang tadinya ada keterbatasan CAPEX Sekunder, kini justru terjadi Efisiensi senilai US $ 60 per SST. Ruaarrr...Biasaaaa......!!!!

Pola fakir positif inilah yang sedang dikembangkan oleh jajaran Access Program Dan Performansi TELKOM SBT. Karena CAPEX 2006 terbatas, maka lahir inovasi bertajuk “Pembangunan Jaringan Kabel Sekunder Dengan Pola Hibah”. Kalau kita tidak melakukan cara ini, maka tidak mungkin kita melakukan pemasangan untuk lokasi pengembangan baru seperti di kompleks perumahan dan RUKO yang jumlah pangsa pasarnya cukup dominant dan lumayan menjanjikan.

Dari sisi target, maka cara ini merupakan strategi terbaik dalam upaya meraihnya, sedangkan dari sisi peluang pasar, maka hal ini juga akan menjadi peluang untuk meraih “market share” yang kalau tidak cepat tentu akan direbut oleh competitor kita. Jadi, strategi yang cukup jitu ini diyakini akan mampu menghindari “Loss Opportunity”, Menjaga citra Perusahaan, sekaligus sebagai Entry Barrier terhadap competitor, tegas ASMAN Access Program dan Performansi, Sujadi HS saat mempresentasikan inovasinya Senin kemarin (18/12) di hadapan Dewan Juri dan Senior Leaders TELKOM SBT.

Caranya ialah cukup sederhana, yaitu melakukan pembangunan jaringan sekunder dengan Pengembang (Developer) untuk lokasi baru, dimana biayanya ditanggung oleh Pihak Pengembang, sedangkan design dan spesifikasi standard jaringan tetap menggunakan standar TELKOM. Dari sisi Cost, maka strategi bisnis yang satu ini mampu mengefisiensikan CAPEX Sekunder senilai US $ 60 per SST. Luarrr…Biasaa**Nursidik**

Pengurus AWARI Surabaya Temui GM TELKOM SBT


TAHUN 2006

Pengurus AWARI Surabaya Temui GM TELKOM SBT

Pengurus Asosiasi Wartel Indonesia (AWARI) Cabang Surabaya, Syahrul sore tadi, Kamis (21/12) menemui GM TELKOM SBT. Syahrul yang diantar ASMAN Direct Channel Management dan Supervisor ditemui langsung oleh GM, Tulus Sudarsono di ruang kerjanya Gedung OPMC Lantai-IV, Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Menurut Syahrul, pihak AWARI Cabang Surabaya bermaksud untuk melakukan expand WARTEL ke bisnis multimedia yang lebih menjanjikan pangsa pasarnya, yaitu WARNET. Peluang bisnis WARNET menurut Syahrul saat ini cukup besar ketimbang WARTEL itu sendiri, sehingga kenapa pihaknya melakukan loncatan ini.

Tentu saja permintaan AWARI ini disambut hangat oleh Tulus Sudarsono, sebab eranya sekarang memang era bisnis multi media. Hanya saja hal ini membutuhkan tahapan dan sosialisasi, agar hasilnya menjadi maksimal. Ajukan proposal saja, prinsip oke, it is very simple, katanya. Yang penting dalam proposal sertakan analisa bisnis eksisting dan ”Business Scheme”, yaitu rencana kedepan dalam melakukan loncatan bisnis multimedia, yaitu WARNET.

GM juga meminta agar AWARI Cabang melakukan koordinasi dengan AWARI Pusat terlebih dahulu, agar aktivitas ini berjalan smooth and success. GM juga menyarankan agar selain WARTEL, WARNET, juga ada OUTLET (W-W-O), yaitu Flexi dan Speedy, sehingga semakin banyak Business Variant, akan dengan mudah masuk ke semua segment. Kompetitorpun akan terganjal ! **Nursidik**

SAS TELKOM SBT Soal Pengamanan Tutup Tahun 2006

TAHUN 2006

SAS TELKOM SBT Soal Pengamanan Tutup Tahun 2006

Pengendalian dan peningkatan pengawasan keamanan lingkungan menjadi sangat berarti menjelang tutup tahun 2006 ini, sebab ancaman keamanan bisa saja muncul tanpa dapat diprediksi, seperti ancaman teror bom, dan kerusuhan lainnya, apalagi TELKOM merupakan BUMN vital strategis. Demikian antara lain dikatakan ASMAN Security And Safety (SAS), Warsito pada acara sharing silaturahmi Patriot 135 jajaran General Support, Rabu (20/12) di Gedung OPMC Lantai-5 Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Diinformasikan, bahwa pihak SAS akan mengupayakan semaksimal mungkin untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif, sehingga kondisi kerja menjadi lancar, tertib dan aman. Selain itu kinerja TELKOM SBT tentu juga akan semakin baik lagi.

Koordinasi dengan seluruh lokasi STO SBT Metro dan seluruh CATEL terus dilakukan dan dimonitor. Peningkatan dan pengawasan implementasi PROTAP juga akan mendapat perhatian utama, sebab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka pihak SAS sudah melakukan daya dan upaya secara optimal dan maksimal sesuai dengan PROTAP.

Pengawasan terhadap sarana kerja seperti Alat Pemadam Kebakaran (APK) dan perlengkapan Unit POSKAM SATPAM lainnya juga akan lebih ditingkatkan. Dikatakan, bahwa kekuatan personel untuk antisipasi Tahun Baru ini cukup memadai. Koordinasi dengan aparat keamanan juga dilakukan, apalagi aparat kepolisian juga mengantisipasi pengamanan Natal dan Tahun Baru seperti tahun-tahun sebelumnya.

Lokasi-lokasi yang rawan dan berpotensi terhadap kerusuhan akan mendapat perhatian khusus, seperti di beberapa STO yang lokasinya dekat dengan pusat keramaian ditengah kota. Tentu saja pengamanan swakarsa yang melibatkan setiap individu karyawan juga sangat diharapkan. Jadi masing-masing karyawan diharapkan untuk menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungannya sendiri sesuai dengan prinsip pengamanan swakarsa.**NURSIDIK**

SBT : Pelatihan Internet WARNET Bagi Pengusaha WARNET


TAHUN 2006

SBT : Pelatihan Internet WARNET Bagi Pengusaha WARNET

Mirip “jeruk minum jeruk”, sebab jajaran Unit Direct Channel Management TELKOM SBT yang biasanya memberikan pelatihan singkat kepada para Pelajar dan Mahasiswa, kini justru hal tersebut diberikannya kepada para Pengusaha WARNET. Itu semua dilakukan demi kemajuan kedua belah pihak, yaitu TELKOM SBT dan Pengusaha WARNET.

Hal tersebut, diungkapkan Senior Supervisor Direct Channel Management , Agus Riyantowo ketika mengisi materi pelatihan internet kepada para Pengusaha WARNET yang berjumlah 6 orang dan tergolong WARNET GEMUK, Rabu (20/12) di TELKOM SBT MULTI MEDIA CENTER yang terletak lantai-2 Plasa Marina, Jln Margorejo, Surabaya.

News Updated Troughout The Business Day, itulah keunggulan kongkret dari internet yang merupakan pintu gerbang bisnis dunia. Bagi Pengusaha Warnet akan selalu mendapatkan wacana bisnis baru, sebab dengan mengikuti pelatihan internet ini, maka kita dapat mengetahui beberapa provider cukup hanya dengan menggunakan fasilitas searching, browsing, netmail dan download..

Internet ke depan (future internet) akan seperti apa, termasuk dari sisi bisnisnya seperti apa peluangnya, siapa yang menjadi komunitasnya, dibahas tuntas oleh rekan-rekan Customer Care SBT. Materi yang disampaikan cukup menarik, dan merupakan angin segar bagi Pengusaha untuk menggeluti bisnis WARTELnya lebih getol lagi.**NURSIDIK**

Pembangunan Jalan Tol Merusak Jaringan TELKOM SBT


TAHUN 2006

Pembangunan Jalan Tol Merusak Jaringan TELKOM SBT

Kerusakan jaringan TELKOM Surabaya Timur akibat pembangunan jalan tol Waru-Juanda sungguh hal yang menyedihkan. Rupanya pihak Kontraktor main ”Antem Kromo” saja alias ”serampangan”, tanpa melakukan koordinasi dengan pihak TELKOM SBT seperti yang selama ini selalu dilakukan oleh beberapa pihak saat melakukan perbaikan jalan. Selain terjadi kerusakan jaringan, maka juga berdampak terjadinya GAMAS (Gangguan Massal), belum lagi kerugian dari sisi materi dan kredibilitas dan citra PT. TELKOM. Kita bisa komplin Sang Kontraktor atau memprosesnya sesuai hukum.

Lebih parah lagi, dari pihak kontraktor sendiri, yaitu Hutama Karya dan Ownernya CMS tidak mau tahu kondisi jaringan kita (TELKOM : Red.), terdapat 3 kabel masing-masing kapasitas P22=1400", P21 =1200", P09=300" yang mencatu jumlah pelanggan lumayan banyak di Perumahan Pondok Candra Indah lokasi Jln. Jeruk, Jln. Nanas dan sekitarnya total = 1515 sst. Sementara itu kerugian secara OVERALL belum dapat dipastikan.

Kerusakan kabel primer dan gangguan pelanggan diakibatkan getaran mesin pemukul paku bumi yang berdekatan, bahkan sangat mepet dengan Manhole kita. Perlu kita ketahui juga, bahwa kondisi tutup Manhole kita berada pada kolong kolong jalan tol sekitar 75 cm terutama di Mh 8,s/d 12, dimana hal ini menyulitkan kita jika ada gangguan untuk membukannya.

Akibat kegiatan tersebut, maka kabel bergerak dan sambungannya bocor. Komplin gangguan dari Customer sudah mengudara di Radio ”Suara Surabaya” yang pendengarnya lumayan banyak dan sangat kritis. Pihak TELKOM SBT kini sedang berusaha memperbaiki GAMAS tersebut dan sudah lebih dari 5 kali terjadi GAMAS dilokasi tersebut, karena selain GAMAS Primer juga GAMAS sekunder.

Beberapa teknisi jaringan petugas gangguan di lapangan mengeluhkan, bahwa Team dari Telkom yang sudah terbentuk di GA DIVRE-5 kurang perhatian (dont care) terhadap kondisi yang ada di lapangan, padahal ini menyangkut citra TELKOM, sehingga kita merasa kesulitan jika berkoordinasi dengan pihak Kontraktor. Jadi saat ini GAMAS-GAMAS kita tangani sendiri, tapi ada yang lebih penting, yaitu penggeseran utilitas rute duct beserta kabel kabelnya termasuk beberapa Cabinet ke jalan sebelah selatan. Kayaknya klaim klaim ini yang belum ada kesepakatan antara Telkom dengan pihak CMS. **NURSIDIK**

GAMAS Alert System Inovasi TELKOM SBT Bergengsi 2006


TAHUN 2006

GAMAS Alert System Inovasi TELKOM SBT Bergengsi 2006

Banyak cara bagi “arek-arek” SBT dalam mengkhiri akhir tahun yang penuh dengan kenangan. Suka duka sepanjang tahun justru ditutup dengan berbagai karya cipta inovasi. Kali ini jajaran PCAN (Personal Corporate Access Network) telah menciptakan hsail karya bergengsi dalam dunia pertelekomunikasian, yaitu GAS (GAMAS Alert System) yang telah dipresentasikan dihadapan Tim Juri dan Senior Leaders TELKOM SBT (19/12).

Sebagai ilustrasi, Gangguan Massal (GAMAS) terjadi pada sekelompok nomor telepon secara bersamaan. GAMAS tersebut, sering kita ketahui setelah banyak pelanggan lapor dan akan lebih parah bila terjadi diluar jam kerja, karena relatif sedikit petugas yang mengamati. Hal tersebut, telah terjadi bertahun-tahun sejak perusahaan ini lahir. Berdasarkan pengalaman diatas, maka timbul ide yaitu bagaimana caranya agar setiap terjadi GAMAS dapat diketahui sejak dini, sehingga segera ditindak lanjuti.

Yang melatar belakangi diciptakannya ”GAS” adalah : Informasi gamas seringkali diketahui setelah muncul banyak laporan gangguan dari pelanggan. Identifikasi penyebab/lokasi gamas timbulnya seringkali terlambat atau tidak diketahui. Pengelolaan/penyelesaian gamas belum optimal dan tidak terecord dengan baik.

Adapun yang menjadi sasaran utama “GAS” adalah : Identifikasi gamas secara dini, Mempercepat proses penyelesaian gamas, Minimasi potential revenue loss dan komplain pelanggan, Mengamankan Performasi OKPI, serta Efiseinsi SDM & waktu karena evaluasi dilakukan oleh system/mesin.

Setelah diimplementasikan, maka informasi GAMAS berasal hasil identifikasi sistem sesuai tolok ukur. Informasi GAMAS disampaikan ke penanggung jawab di area masing-masing melalui SMS. Penanggung jawab area berkewajiban melakukan koordinasi/perbaikan sesuai areanya masing-masing dan melakukan input dan clearence gamas di SISKA.

Hasil evaluasi diciptakannya “GAS” adalah : Ketepatan indikasi mencapai 100%, Kecepatan dalam menindak lanjuti jauh lebih cepat dibanding sebelumnya secara manual, terutama terjadi diluar jam kerja, Informasi ke pelanggan melalui 147/plasa lebih akurat, karena info gamas terinput di siska, Performansi OKPI dapat terkendali, Efesien waktu dalam mendeteksi lokasi Gamas, Informasi ke managemen lebih cepat.*NURSIDIK*

MR : IHT "Code of Conduct" bagi Frontliner di Kancatel Mojokerto


TAHUN 2006

MR : IHT "Code of Conduct" bagi Frontliner di Kancatel Mojokerto
Mojokerto 19/12/2006 : Menindaklanjuti permohonan pembekalan "Code of Conduct" layanan bagi Satpam, serta guna meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan bagi para frontliner perlu dilaksanakan IHT "code of conduct" termasuk juga didalamnya Sales force dan tenaga TKM di Kancatel Mojokerto, dimana pada pagi hari ini Manager Customer Service Kandatel Surabaya Timur beserta dua orang pegawai selain sebagai nara sumber juga sebagai instrukturnya, masing-masing satu dari Dinas CS dan satu dari Dinas Performansi, telah melakukan sosialisasi berupa IHT "Code of Conduct" khusus kepada jajaran Frontliner Kancatel Mojokerto.

Dalam sambutannya Arif Irfansyah selaku JM. Kancatel Mojokerto mengharapkan agar didalam salah satu implementasinya, untuk jajaran Satpam khususnya kunjungan ECR bulan Desember supaya lebih aktif dan giat lagi, dimana kalau sebelum IHT ini pencapaian bulan November sebesar 79%, maka diharapkan pada bulan Desember 2006 prosentase pencairan naik menjadi 85%. Sedangkan bagi para sales dan TKM semoga IHT ini dapat memberi nuansa baru serta penambahan pengetahuan yang tidak mudah dan tidak murah untuk didapat dan khususnya dapat memberi nilai tambah serta hasil yang lebih optimal.

Ada 3 hal utama didalam sukses pelayanan tutur Kawit Waluyo selaku salah satu instruktur IHT yaitu sbb :

1. Standar penampilan.
2. Standar Komunikasi via Telepon serta
3. Standar visiting teknisi.

Dan perlu rekan-rekan ketahui bahwa “Dibutuhkan 10-12 kali pelayanan memuaskan untuk mengobati 1 kali kekecewaan dan luka hati pelanggan “. Demikian ujarnya.

Acara IHT kali ini dilaksanakan di ruang aula 007 Kancatel Mojokerto dengan peserta dari team sales Pots, Flexi dan Speedy, TKM Jaringan serta dari Satpam Kancatel Mojokerto serta beberapa karyawan Kancatel Mojokerto.

akk@ay

SBT : Tim Juri Inovasi Pegang Enam “Major Items”


TAHUN 2006

SBT : Tim Juri Inovasi Pegang Enam “Major Items”

6 (enam) “Major Items” Penilaian ini memang perlu diketahui oleh setiap Inovator, agar hasil karyanya benar-benar bermanfaat bagi perusahaan, terlebih perusahaan saat ini berada dalam lingkungan bisnis yang sangat kompetitif. Tim Juri Gelar Apresiasi Inovasi TELKOM SBT 2006, Senin (18/12) yang terdiri dari Mahmud, Asta Tjahja Wismadi dan Subardi dalam menilai juga berpedoman pada 6 “Major Items” tersebut.

Rincian 6 “Major Items” terdiri dari : 1. Orisinilitas, yaitu apakah penemuan tersebut merupakan penciptaan sesuatu yang sebelumnya tidak ada (baru), pengembangan atau substitusi. Apakah temuan ini murni atau tuntutan tugas. Masing-masing apakah itu Pengembangan, Substitusi, Temuan Baru, Tuntutan tugas, dan Murni akan mendapatkan bobot nilai tersendiri.

2. Kualifikasi Inovator/Penemu, Juri akan melihat apakah inovasi ini ditemukan oleh SDM dengan kualifikasi pendidikan umum terendah/tertinggi (kualifikasi leader), kualifikasi Range Grade. Apakah inovasi merupakan temuan sendiri atau kelompok yang terdiri dari 1, 2, 3, 4, atau > 5 orang. Faktor kesulitan tertinggi inovasi yang ditemukan di lokasi kerja juga mendapat perhatian.

3. Hasil, Solusi, Lingkup Manfaat. Untuk yang ketiga ini, Juri akan melihat apakah inovasi mampu menjawab solusi permasalahan perusahaan, apakah dalam implementainya dapat meningkatkan kinerja operasional perusahaan, serta hasil inovasi sulit atau mudah diimplementasikan.

4. Business Opportunity. Apakah dalam implementasi memberikan nilai tambah atau meningkatkan daya saing bisnis telekomunikasi, mampu meningkatkan revenue serta Cost Reuction. 5. Kesinambungan dan Integrasi. Berapa lama penemuan ini bisa digunakan, seberapa mudah dikembangkan dan seberapa luas diintegrasikan dengan sistem lain, merk lain atau prosedur lainnya.

6. Etika. Apakah proses penemuan / inovasi dilaksanakan dengan tidak melanggar etika bisnis, moral dan peraturan terkait. Apakah hasil karya inovasi tidak berdampak terhadap lingkungan. Keenam ”Major Items” inilah diharapkan mampu dijawab oleh para pendatang baru dibidang inovasi, sehingga berhasil optimal dan maksimal.**NURSIDIK**

TELKOM Masih Favorit Di JATIM International Expo Hari Kedua


TAHUN 2006

TELKOM Masih Favorit Di JATIM International Expo Hari Kedua

Memasuki hari kedua, Jumat (8/12) Pengunjung Stand TELKOM yang berdiri gagah diantara Exhibitors Automotive, Property, Produk Manufactur dan Perbankan ternyata masih cukup favorit dibandingkan dengan Stand dan Galeri lainnya. Sedianya hari ini akan dikunjungi oleh EGM DIVRE-V, Nanang Ismail Kosim, karena ada keperluan mendadak, maka kemungkinan akan diundur minggu depan.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa JATIM International Expo 2006 ini dihelat berturut-turut mulai tanggal 7 hingga 12 Desember 2006. Pada hari pertama setelah Grand Launching kemarin para pengunjungnya kebanyakan para Pebisnis yang setelah pembukaan langsung keliling melihat berbagai produk unggulan mulai dari Furniture, Elektronik, IT hingga Automotive.

TELKOM sendiri menghadirkan produk TRISULA, yaitu POTS, Flexi dan Speedy dengan keunggulan eksklusif dan komparatif, serta banyak pilihan, sebab memang melakukan cuci gudang atau semacam BIG SALE, yaitu obral harga dalam menutup tahun dan mengahadapi tahun baru. Jadi tak heran kalau peluang ini dimanfaatkan oleh para pengunjung.

TELKOM berharap dalam JATIM International Expo 2006 ini, agar para konsumen dapat menikmati harga obral akhir tahun. Mereka kami persilahkan mencoba browsing internet produk Speedy. Kemudian ada ”iming-iming” berlangganan Flexi Classy gratis biaya pasang baru, abonemen hanya Rp. 15 ribu, plus selama berlangganan gratis Flexi Tone pada bulan pertama. Bukan itu saja, bahkan PSB telepon rumah ada diskon hingga 100 %, Free abonemen untuk minimum usage Rp. 30 ribu. Untuk produk Speedy juga kami obral Free Modem, diskon biaya aktivasi hingga 100 % dan beberapa yang lain. **NURSIDIK**

SBT : SATPAM Selamatkan Jutaan Rupiah dan “Churn”


TAHUN 2006

SBT : SATPAM Selamatkan Jutaan Rupiah dan “Churn”

Kreatifitas TELKOM Mojokerto memang patut diacungi jempol, sebab cukup dengan memberdayakan SATPAM, maka uang jutaan rupiah dapat diselamatkan dan churn atau cabutan dapat ditekan. Sebuah optimalisasi sumberdaya di lingkungan bisnis yang semakin kompetitif layak dikembangkan terus. Para Senior Leaders TELKOM SBT manggut-manggut ketika menyimak presentasi para Inovator dari TELKOM Mojokerto kemarin, Senin (18/12).

Ternyata para SATPAM berani bicara di hadapan manajemen dalam bentuk presentasi yang sangat lancar. Inilah mungkin merupakan Value Added yang dikembangkan oleh jajaran Unit Support TELKOM Mojokerto dalam memberdayakan para SATPAM yang kian hari kian Well Performed. Mereka presentasi inovasi yang berjudul “Optimalisasi SATPAM Dalam Rangka Membantu Sukses Employee Customer Retention (ECR)”.

Ini adalah sebuah prestasi yang luar biasa, sebab dengan melibatkan anggota SATPAM, maka pencairan ECR TELKOM Mojokerto berdasarkan SST selalu menempati Rangking Pertama dan Kedua dari 12 unit / CATEL di KANDATEL SBT dengan besaran prosentase 70 hingga 80 %. Dari sisi SAFETY, maka para SATPAM ini mampu mengamankan tagihan JASTEL sebesar Rp. 132.041.821,- dan 697 SST terhindar dari cabut (churn).

Personel Inovator selain dari anggota SATPAM, juga dari karyawan TELKOM Mojokerto yang berkolaborasi secara harmonis. Mereka adalah Ketua : Soim/NIK. : 623485 ; Anggota : Agus Mawangrono/NIK. 621971, Yusna Widiastuti/NIK. 641661, Imam Kuntjoro/NIPAM. 680244, Eko Sudarsono/NIPAM. 730781. Sebagai Commander adalah : S. Rahardjo Saputro/NIK. 630763. Pembina adalah JM KANCATEL Mojoketo : Arif Irfansyah/NIK. 620751. **NURSIDIK**

SBT : Bisnis TELKOM Didisain System MLM ?


TAHUN 2006

SBT : Bisnis TELKOM Didisain System MLM ?

Multi Level Marketing On Telecommunication Business (MLM) adalah Judul Inovasi jajaran Business Performance TELKOM SBT. Para personel Inovator terdiri dari : Sueb, Chandra Sari Nugraheni, Adi Poerwanto dan Sukirno. Hasil inovasi ini dipresentasikan dihadapan Para Senior Leaders SBT dan Dewan Juri pada hari Senin (18/12) di Gedung OPMC Ruang Committed 2 U Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Para Inovator sangat care terhadap kelangsungan hidup perusahaan, sehingga timbul ide untuk berinovasi. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini menurut Tim Inovator adalah besarnya angka cabutan (churn), menurunnya Revenue Lokal, SLJJ, SLI dan POTS. Lesunya penjualan POTS dan Flexi, semuanya ini adalah merupakan kinerja TELKOM, disisi lain cukup gencar “serangan” competitor dari segi Marketing and Promotion. Hal inilah yang menginspirasi dan memicu Tim Inovator.

Kinerja TELKOM diatas harus diperbaiki agar mampu dan menang bersaing, serta untuk meningkatkan pertambahan jumlah pengguna dan revenue POTS dan Flexi, sehingga akan lebih menggairahkan. Selain itu juga untuk mengakuisisi percakapan melalui produk kompetitor, meminimasi nomor aktif yang tidak produktif, serta meminimasi terjadinya cabutan.

Desain MLM-pun dibuat oleh Tim, yaitu desain pola pemasaran POTS dan Flexi yang lebih efektif, yaitu diarahkan untuk meningkatkan Customer Base, mendapatkan pelanggan yang potensial, memperluas jaringan kerjasama dengan pelanggan, Bank dan Travel Agent, serta mempertahankan pelanggan. BISPRO MLM-pun digelar di hadapan Senior Leaders, termasuk desain aplikasi MLM untuk komersial dan finansial yang terhubung dengan SISKA dan CCF.**NURSIDIK**

SBT : Bisnis TELKOM Didisain System MLM ?


TAHUN 2006

SBT : Bisnis TELKOM Didisain System MLM ?

Multi Level Marketing On Telecommunication Business (MLM) adalah Judul Inovasi jajaran Business Performance TELKOM SBT. Para personel Inovator terdiri dari : Sueb, Chandra Sari Nugraheni, Adi Poerwanto dan Sukirno. Hasil inovasi ini dipresentasikan dihadapan Para Senior Leaders SBT dan Dewan Juri pada hari Senin (18/12) di Gedung OPMC Ruang Committed 2 U Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Para Inovator sangat care terhadap kelangsungan hidup perusahaan, sehingga timbul ide untuk berinovasi. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini menurut Tim Inovator adalah besarnya angka cabutan (churn), menurunnya Revenue Lokal, SLJJ, SLI dan POTS. Lesunya penjualan POTS dan Flexi, semuanya ini adalah merupakan kinerja TELKOM, disisi lain cukup gencar “serangan” competitor dari segi Marketing and Promotion. Hal inilah yang menginspirasi dan memicu Tim Inovator.

Kinerja TELKOM diatas harus diperbaiki agar mampu dan menang bersaing, serta untuk meningkatkan pertambahan jumlah pengguna dan revenue POTS dan Flexi, sehingga akan lebih menggairahkan. Selain itu juga untuk mengakuisisi percakapan melalui produk kompetitor, meminimasi nomor aktif yang tidak produktif, serta meminimasi terjadinya cabutan.

Desain MLM-pun dibuat oleh Tim, yaitu desain pola pemasaran POTS dan Flexi yang lebih efektif, yaitu diarahkan untuk meningkatkan Customer Base, mendapatkan pelanggan yang potensial, memperluas jaringan kerjasama dengan pelanggan, Bank dan Travel Agent, serta mempertahankan pelanggan. BISPRO MLM-pun digelar di hadapan Senior Leaders, termasuk desain aplikasi MLM untuk komersial dan finansial yang terhubung dengan SISKA dan CCF.**NURSIDIK**

TELKOM SBT Temukan INTERLING, “Internet Keliling”


TAHUN 2006

TELKOM SBT Temukan INTERLING, “Internet Keliling”

Business Discovery selalu dan selalu dicari oleh jajaran TELKOM SBT, seolah tiada henti-hentinya. Celah bisnis memang selalu ada bagi yang mau dan jeli serta teliti. Masih ingat Perpustakaan Keliling ? Tentu, ingat dan kita semua tahu ! Tapi kali ini untuk mendekati pelanggannya, TELKOM SBT menciptakan peluang-peluang bisnis baru dengan INTERLING-nya atau Internet Kelilingnya.

Tepat jika TELKOM SBT dijuluki ”gudangnya inovasi”, karena memang banyak hasil karya ”Arek-Arek SBT” yang sudah distandarisasi secara Regional maupun Nasiional, dan bahkan ada yang sudah pernah ”maju” di percaturan inovasi tingkat dunia. Kini jajaran SBT dipicu dan dipacu oleh lingkungan bisnis yang semakin kompetitif dan boleh dibilang sudah ”Head To Head”.

INTERLING ini diciptakan oleh rekan-rekan dari Sub Dinas Performansi SBT yang terdiri dari Sueb, Adi Poerwanto, Chandrasari Nugraheni dan Sukirno. Saat ini hasil karya tersebut sedang dievaluasi oleh TIM Juri dari DIVRE-V dan dari DATEL SBT sendiri. Diharapkan INTERLING ini dapat menjangkau semua sekolah, dimana selama ini masih belum terjangkau secara ”OVERALL”.

Diharapkan dengan hadirnya INTERLING ini, maka seluruh siswa akan ”melek” internet alias mengenal internet. Multiplyier efek dari INTERLING ini ialah, akan memudahkan sosialisasi internet kepada masyarakat, khususnya mahasiswa dan pelajar. Selain itu juga untuk meningkatkan penggunaan FLEXI TELKOMNET.

”Internet Walking Around” atau ”Internet Keliling” yang diciptakan ini sangat sederhana. Cukup memodifikasi sepeda motor gerobak, sehingga dapat digunakan sebagai ruangan untuk mengakses internet dengan fasilitas LAPTOP yang bisa dibawa keliling sesuai tujuan yang dikehendaki. Semoga dengan akan diciptakannya INTELING ini, maka Revenue TELKOMNET FLEXI akan terdongkrak.**NURSIDIK**

Sabtu, 16 Oktober 2010

Gelar Apresiasi Inovasi 2006 TELKOM SBT


TAHUN 2006

Gelar Apresiasi Inovasi 2006 TELKOM SBT

Manajemen akan mengapresiasi setiap inovasi yang bermutu, yaitu inovasi yang bermanfaat bagi perusahaan. Untuk itu lahirkan inovasi unggulan untuk dibawa ke ajang Nasional, bahkan Internasional seperti yang pernah dilakukan oleh para Inovator TELKOM SBT, demikian antara lain harap Deputy GM TELKOM SBT, Sujito saat membuka Gelar Apresiasi Inovasi 2006 di Gedung OPMC Lantai-4 Ruang C2U Jln. Ketintang 156, Surabaya, Senin (18/12).

Selanjutnya dikatakan, bahwa dalam lingkungan bisnis yang kompetitif saat ini, maka inovasi merupakan jantungnya perusahaan, tanpa inovasi maka perusahaan akan stagnan dan kurang bermakna. Jika ada Continuous Improvement, creativity and innovative, maka kinerja kita akan mampu di drive olehnya.

Setiap inovasi yang bermutu pasti akan ada apresiasi dari Manajemen, asal ada manfaat bagi kinerja perusahaan, hasil karya murni. Salah satu contoh yang baru saja diapresiasi dan distandarisasi secara Nasional adalah BAMS (Broadband Access Measurement System). Inovasi ini sudah di ujicoba di TELKOM RISTI Bandung baru-baru ini.

Sementara itu Manager Business Performance TELKOM SBT, Herdi Suratman selaku Ketua Panitia Apresiasi Inovasi 2006 dalam laporannya antara lain mengatakan, bahwa dalam tahun 2006 ini terdapat peningkatan jumlah risalah sebanyak 120 %. Hal ini menunjukkan, bahwa semangat berinovasi jajaran TELKOM SBT sangat tinggi.

Herdi mengatakan, bahwa terdapat 9 inovasi yang akan diuji oleh Tim Juri Independen yang terdiri dari Mahmud dan Asta Tjahja Wismadi dari Kantor DIVRE-V, serta Subardi dari Finance Area SBT. 9 Inovasi tersebut adalah : Optimalisasi SATPAM dalam rangka sukses ECR dan Pemasaran Classy, Indikasi GAMAS, Telecomm Marketing, Pembangunan Jaringan Pola Hibah, Manajemen Gangguan Speedy, Internet Walking Around, Sarang JAWARA, TELKOM Drive Thru dan Proses Pelaporan Sales POTS Manual. **NURSIDIK**

Forum Sinergi Pertahankan Corporate Customer


TAHUN 2006

Forum Sinergi Pertahankan Corporate Customer

Dari kepiawaian rekan-rekan JAWARA inilah, maka Customer Loyalty yang berkelas segmen Corporate Customer dapat dipertahankan, seperti segmen pelanggan corporate Bandara Juanda, Graha Pena, Pertamina, dan lainnya. Atas keberhasilan ini jajaran JAWARA SBT mengadakan pertemuan dengan tajuk “Forum Sinergi” yang berlangsung kemarin malam (18/12) di Rumah Makan “PANDAN-II” Jln. Pandan, Surabaya.

Forum ini selain dimaksudkan untuk menjalin kekompakan, juga sebagai upaya terus membangun sinergi dalam hal kerjasama yang sudah terjalin dengan baik diantara para JAWARA, yaitu antara CCAN dan CAM. Sinerji sih sudah, kita tinggal memeliharanya dan meningkatkannya, kata ASMAN CCAN TELKOM SBT, Mulyo Sukartono.

Acara juga diwarnai dengan pemberian Rewards Performansi Area terbaik untuk CCAN bulan Oktober 2006, yaitu diraih Area Gubeng, sedangkan untuk bulan Nopember 2006 juga diraih oleh Area Gubeng. Disamping itu juga dilaksanakan pemberian Kinerja Regu terbaik per area untuk CAM (MCAN). Setiap yang berprestasi selalu diapresiasi, tambahnya.

Acara hiburan musik sambil ramah tamah juga mewarnai forum yang diyakini mampu memelihara kekompakan dan mengakrabkan, yang ujung-ujungnya akan dapat mendongkrak kinerja TELKOM SBT. Forum Sinergi ini dibentuk dan diselenggarakan atas dasar kepedulian akan eksistensi PT. TELKOM yang saat ini berada dalam lingkungan bisnis yang sangat kompetitif. **NURSIDIK**

SBT : “Speedy Sensation For Christmas & New Year”


TAHUN 2006

SBT : “Speedy Sensation For Christmas & New Year”

Setelah sukses di JATIM EXPO 2006, kini SPEEDY menggelar Speedy Sensation For Christmas & New Year pada hari Sabtu (16/12) di Atriu Utama Floor Ground Royal Plasa Jln. A. Yani, Surabaya. Sensasi akhir tahun dan menyongsong Hari Natal benar-benar luar biasa, apalagi dengan harga khusus serta Free Modem bagi pelanggan baru.

Pesta Promo akhir tahun TELKOM SBT kali ini memang benar-benar dapat dinikmati dengan puaaas ….., sebab belum selesai sebagai salah satu Exhibitor di JATIM International Expo 2006, kini sudah masuk event besar lainnya, bahkan ada peluang untuk ditawari gratis. Harga termasuk diskon benar-benar membuat sensasi tersendiri di penghujung tahun ini.

Space seluas 350 meter persegi yang diperuntukkan bagi TELKOM di Atrium Royal Plasa Surabaya memang tak disia-siakan, sebab sebanyak 10 (sepuluh) buah laptop diatas Standing Desk banyak menarik perhatian dan minta pengunjung tua, muda dan remaja untuk mencoba browsing (berselancar) di dunia maya dengan gratis.

Belum lagi ada iringan musik Keyboard dengan Pemain Tunggalnya yang juga diminati oleh para pengunjung sembari menghibur warga kota yang malam minggu itu memadati Royal Plasa yang belum lama diresmikan. Mulai jenis musik Hip-Hop, Jazz,..hingga nuansa Dangdut dilantunkan dan menggema di Atrium Utama tersebut. Tak jarang para pengunjung yang menyumbangkan suaranya. *NURSIDIK*

SBT Tawarkan Abonemen Rp 15 Ribu Selamanya


TAHUN 2006

SBT Tawarkan Abonemen Rp 15 Ribu Selamanya

Special Price paket akhir tahun bagi Flexi Classy TELKOM SBT memang lumayan bagi para penggemar telepon genggam jenis CDMA. Pasalnya selain biaya pasang gratis, juga abonemen hanya Rp. 15.000,- (lima belas ribu rupiah) untuk selamanya. Ditambah lagi gratis abonemen Flexi Tone pada bulan pertama.

Pasar yang didekati oleh TELKOM SBT ialah di lantai-2 Royal Plasa Surabaya, dimana merupakan pusat Pasar Telephone Cellular dan Handphone. Disini Flexi membuka Counter berdampingan dengan para competitor. Tentu Special Price ini merupakan Sure Price yang berlaku untuk pelanggan baru, maupun migrasi Trendy ke Classy yang melakukan transaksi sampai akhir Desember 2006.

Para pelanggan akan dapat menikmati tarif Sure Price, dimana tarif sesama Flexi akan mendapat harga khusus, baik untuk Lokal, SLJJ dan SMS. Untuk terminal Flexi sendiri, bahkan disediakan dengan harga termurah, yaitu seharga Rp, 200 ribu. Benar-benar harga yang sangat mengejutkan, dan TELKOM benar-benar merealisasikan dalam memberikan bonus akhir tahun bagi para pelanggannya.

Manager FPS (Fixed Phone and Sales) TELKOM SBT, Marnoto menjelaskan, bahwa peringkat penjualan Flexi (Flexi Sales Rangking) tak akan goyah, bahkan dengan bonus akhir tahun bagi pelanggan ini akan lebih meningkatkan performa penjualan, khususnya untuk produk Flexi, sedangkan produk lainnya yang tergolong produk TRISULA tentu akan terdongkrak, sehingga optimis dalam mengakhiri tutup tahun 2006 ini. **NURSIDIK**

TELKOM SBT Terima “Student Visit”


TAHUN 2006

TELKOM SBT Terima “Student Visit”

Tak hanya Mahasiswa dan Pelajar SLTA saja yang melakukan Prgoram “Student Visit”, sebab kali ini Jumat (15/12) sebanyak 21 siswa siswi SPM Muhammadiyah Lamongan yang mengadakan kunjungan sambil belajar ke TELKOM SBT, tepatnya ke Plasa TELKOM Manyar yang memang dilengkapi dengan Laboratorium Infrastuktur Telekomunikasi.

Sutiyasa adalah guru Fisika dan Ikhwanto adalah guru Bahasa Inggris, keduanya mengawal anak didiknya yang terdiri dari 8 orang putra dan 13 orang putrid menuju TELKOM SBT STO Manyar Surabaya. Sedangkan sebagai pemandu dari TELKOM SBT adalah, Cok Dharma Yoga dari Dinas Customer Care SBT dan Ketut Andriyanto dari Dinas VAS SBT.

Yang lebih banyak dan aktif bertanya adalah guru Fisika, ia menanyakan tentang perbedaan Speedy dan Internet, cara kerjanya, apa bisa diakses dengan pesawat wireless atau dengan Flexi dan sejenisnya. Rupanya guru fisika ini memang sedikit banyak mengetahui tentang produk TELKOM, sehingga pertanyaan yang diajukan sangat tepat sasaran.

Lalu Cok menanggapi dan menjawab pertanyaan Sang Guru dengan sangat detil, mendasar, diusahakan jawabannya sangat informative mudah dicerna, sebab para audience-nya adalah adik-adik kita yang masih SMP. Mereka diberi juga bekal pengetahuan dasar tentang Infrastruktur Telekomunikasi dalam bentuk konfigurasi dan maket (system jaringan dalam bentuk mini).**NURSIDIK**

“Shuttle Car” Bandara Juanda Berwarna Flexi Dan Speedy


TAHUN 2006

“Shuttle Car” Bandara Juanda Berwarna Flexi Dan Speedy

Siapa bilang orang TELKOM tidak cerdas, tidak kreatif, tidak inovatif, tidak Faster (lambat) dalam menghadapi pergerakan competitor yang katanya lebih cepat ? Berikut ini adalah salah satu bukti, bahwa orang-orang TELKOM tidak demikian, yaitu bahwa TELKOM yang pertama masuk Bandara Juanda Baru yang bertaraf internasional. Lihat saja seluruh infrastruktur telekomunikasi di lantai-1 dan 2, baik kedatangan dan keberangkatan didominasi oleh TELKOM DIVRE-V.

Bahkan sampai “Shuttle Car” Bandara yang biasa untuk mengangkut dokumen maupun teknisi menuju ke pesawat terbang sudah berwarna alias dicat dengan corak Flexi dan Speedy, Luar Biasa bukan ? Bisa jadi kedepan seluruh “Shuttle Car” termasuk “Shuttle Bus” akan menyusul. Fasilitas Telepon Umum (Public Phone) yang menempel di hampir seluruh dinding Bandara adalah milik TELKOM, ini terlihat jelas karena dicat dengan warna “House Style” TELKOM.

Mari kita halau kompetitor kita dengan percaya diri, sebab kecerdasan orang-orang TELKOM sebenarnya tidak kalah dengan para competitor. Daya imajinasi, kretivitas daninovasi masih perlu diacungi jempol, sehingga mengantarkan TELKOM menjadi perusahaan yang terpandang dengan sederet penghargaan baik regional, maupun internasional, terakhir TELKOM terima penghargaan Pengelolaan Web dari Meneg BUMN.

Visi To Become a Leading Infocom Player in the Region (menjadi “Leading Infocom player“ di kawasan regional) sebenarnya baik disadari maupun tidak sudah terimplementasikan dengan baik. Demikian juga Managing Business Through Best Practices, Optimizing Superior Human Resource, Competitive technology, and Synergizing Business Partners (Mengelola bisnis melalui praktek –praktek yang terbaik, dengan mengoptimalkan SDM unggul, penggunaan teknologi yang kompetitif serta membangun kemitraan yang menguntungkan secara timbal balik dan saling menguntungkan secara sinergis) juga terimplementasi.**NURSIDIK**

Komunitas KOMPUTEK Kunjungi “Dapur Broadband” SBT

TAHUN 2006

Komunitas KOMPUTEK Kunjungi “Dapur Broadband” SBT

Sebanyak 24 orang komunitas Netter KOMPUTEK Surabaya pada hari Jumat (15/12) mengunjungi “Dapur Broadband” TELKOM SBT di STO Manyar Jln. Manyar Kertoadi, Surabaya. Satu diantara mereka adalah Staf Ahli Informatika Media Cetak Jawa Timur, yaitu Koran “JAWA POS”. Dua petugas TELKOM SBT memandu para tamunya dengan ramah dan simpatik.

Supervisor Plasa TELKOM Manyar, Cok Dharma Yoga dan ASMAN Data dan Internet Sale & Promotion, Ketut Andriyanto adalah duet serasi dalam menjamu tamu-tamu terhormatnya. Awalnya para tamu terhormat ini dibawa ke Ruang BROADBAND EDUCATION TELKOM SBT, kemudian ke Laboratorium JAWARA TELKOM SBT yang gedungnya bersebelahan depan dan belakang.

Konfigurasi Speedy di terminal pelanggan dijelaskan dengan tuntas oleh kedua “nara sumber” dari TELKOM SBT. Materi lain yang disampaikan adalah tentang Network Management Software, HUBS/Adapter Cards, Media Convesion (Gigabit, Ethernet), Security Solutions (Hardware Enabled Encryption & Compression Cards), Routing, Switching, Carrier Class Solutions, Wireless Solution, dan yang menyangkut NGN (Next Generation Networks.

Hamparan Perangkat JAWARA merentang yang tersimpan rapi di Laboratoriun JAWARA juga dijelaskan satu persatu fungsi dan systemnya. Para tamu nampak puas dan manggut-manggut, sebab dengan mengunjungi “dapur” Broadband sekaligus ditambah lagi ke Laboratorium JAWARA TELKOM SBT, maka tentu wacana tentang pertelekomunikasian semakin terbuka lebar.**NURSIDIK**

Bank Papua fokus bidik ke UKM SME

TAHUN 2006

Bank Papua fokus bidik ke UKM SME
pemberdayaan Koperasi dan UMKM di Indonesia Menjadi Lembaga Pemerintah yang kredibel dan efektif untuk mendinamisasi pemberdayaan koperasi dan UMKM dalam rangka meningkatkan produktivitas, daya saing dan kemandirian. Memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan nasionalserta peningkatan sinergi dan peran aktif masyarakat dan dunia usaha dalam rangka meningkatkan produktivitas, daya saing dan kemandirian koperasi dan UMKM secara sistimatis, berkelanjutan dan terintegrasi secara nasional
Mewujudkan kondisi yang mampu menstimulan, mendinamisasi dan memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya 70.000 (tujuh puluh ribu) unit koperasi yang berkualitas usahanya dan 6.000.000 (enam juta) unit usaha UMKM baru.
Menumbuhkan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan usaha koperasi dan UMKM pada berbagai tingkatan pemerintahan
Meningkatkan produktivitas, daya saing dan kemandirian koperasi dan UMKM di pasar dalam dan luar negeri
Mengembangkan sinergi dan peran serta masyarakat dan dunia usaha dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM
Memberikan pelayanan publik yang berkualitas, cepat, tepat, transparan dan akuntabel
"Koperasi punya peran kunci dalam pengembangan ekonomi rakyat dan ini harus kita pihaki jangan sampai kita memihaknya pada badan usaha besar saja yang ternyata tidak mampu mengatasi kemiskinan dan pengangguran," kata Ketua Dekopin Adi Sasono, di Tuban, Bali, kemarin. koperasi di seluruh dunia saat ini telah menjadi instrumen untuk pemerataan, kebersamaan dan sikap setia kawan sosial dan mendidik keterbukaan dan kejujuran.
JAKARTA: Bank Papua berkonsentrasi menyalurkan dana pinjaman kepada usaha kecil menengah (UKM) antara 60%-80% dari rencana kredit Rp1 triliun.
"Sampai saat ini tercatat 30.000 UKM yang menjadi nasabah kami. Umumnya mereka adalah pengusaha skala mikro dan kecil," ujar Kepala Divisi Bisnis Bank Papua Sharly A.Parrangan kepada Bisnis pekan lalu.
Bank Papua, kata dia, merasa aman bermain di sektor tersebut. Selain sebagai penyalur dana, personel bank milik pemerintah daerah itu proaktif menjembatani tata cara peminjaman. Hal ini pelaku UKM semakin memahami mengenai dunia perbankan.
Bagi usaha perorangan, maksimal kredit yang diberikan Bank Papua adalah Rp5 juta. Untuk usaha kelompok mencapai Rp50 juta, usaha skala menengah nilai pinjaman Rp500 juta - Rp1 miliar.
Tapi, jumlah pelaku usaha kategori ini bisa dihitung dengan jari tangan di daerah paling timur Indonesia itu. (Bisnis/mgm)
Pemerintah dorong koperasi miliki akta otentik
JAKARTA: Pemerintah akan meningkatkan status akta koperasi menjadi otentik berdasarkan hukum dengan menertibkan akta koperasi yang selama ini banyak dibuat di bawah tangan oleh pendirinya.
"Dari pengamatan kami dan konsultasi dengan pejabat pembina daerah, masih ada penafsiran berbeda terhadap hakikat Pasal 6 ayat 1," ujar Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Marsudi Rahardjo kepada Bisnis kemarin.
Bunyi pasal 6 ayat 1 Permen No. 01/Per/M.KUKM/I/2006 adalah: Para pendiri koperasi atau kuasanya bisa menyiapkan sendiri akta pendirian koperasi, atau dengan notaris pembuat akta koperasi.
Pada dasarnya, kata Marsudi, akta pendirian koperasi merupakan perjanjian yang dibuat pendiri. Tapi, mengingat keterbatasan pemahaman membuat naskah otentik berkekuatan hukum, perlu bantuan oleh notaris yang ditetapkan Kemenkop.
"Bagi daerah yang sudah ada notaris untuk pembuat akta koperasi, para pendiri koperasi atau kuasanya bisa menggunakan jasa notaris tersebut untuk menyusun akta pendirian koperasi," ujar Marsudi.
Akta otentik akan menjadi alat bukti sempurna karena, yang tertera di dalamnya telah disetujui pihak ketiga (pendiri/anggota koperasi). Jika terjadi persoalan hukum, tidak memerlukan bukti tambahan untuk pembuktian.
Dengan akta pendirian oleh notaris, kedudukan koperasi sebagai badan usaha berbadan hukum, sama dengan perusahaan terbatas (PT). Selama ini ada pihak menilai status badan hukum koperasi lebih rendah dengan PT.
Biaya akta
Tentang besaran biaya pembuatan akta notaris yang selama ini dikeluhkan, bisa ditekan melalui bantuan aparat pemda setempat. Tarifnya memang bervariasi, tapi bisa murah jika pembina daerah mau mengadakan pendekatan.
"Contohnya di daerah Purwakarta, biaya pembuatan akte notaris untuk koperasi hanya berkisar Rp200.000. Biayanya bisa rendah, karena pimpinan daerah setempat proaktif mengadakan pendekatan dengan pejabat notaris."
Apabila di satu daerah belum ada notaris yang ditetapkan Kemenkop dan UKM sebagai pembuat akta koperasi, penyusunan akta pendirian dilakukan para pendiri bersangkutan dengan bimbingan pejabat koperasi setempat.
Kemenkop dan UKM yang diberi wewenang mengesahkan akta pendirian koperasi, wajar jika menetapkan persyaratan tertentu berkaitan dengan pendirian akta itu. Dengan demikian setiap langkah bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.
Di era globalisasi perdagangan bebas saat ini sangat diperlukan kepastian hukum, termasuk mengenai pendirian badan usaha.
Penyertaan modal di koperasi dipacu
JAKARTA : Kementerian Koperasi dan UKM mendorong pola penyertaan modal pihak ketiga di koperasi karena dinilai bisa menjadi alternatif sumber pembiayaan usaha.
Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Marsudi Rahardjo mengatakan pola penyertaan modal pihak ketiga dimungkinkan bagi koperasi karena sudah diatur dalam PP 33/1998.
Namun, menurut dia, praktik penyertaan modal saat ini belum dilaksanakan kecuali di beberapa koperasi yang melibatkan pihak swasta dan menggunakan konsep bagi hasil.
Namun, model penyertaan modal koperasi oleh pemerintah daerah sejauh ini belum ada. "Penyertaan modal pemda terhadap koperasi, bisa saja dinilai sebagai modifikasi dari PP 38/1998," ujarnya kepada Bisnis kemarin.
Saat ini, Pemprov Kalimantan Selatan dan DPRD setempat tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal Pemprov Kalsel pada Koperasi dan UKM.
Bila raperda tersebut disahkan, maka Kalimantan Selatan akan menjadi provinsi pertama yang memiliki aturan tentang penyertaan modal pemerintah daerah di koperasi setempat.
Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kalsel Riswandi dan dihadiri Wakil Gubernur Kalsel H.M. Rosehan N.B., Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) menyambut positif gagasan mendayagunakan peran koperasi melalui penyertaan modal.
Juru bicara F-PKS DPRD Kalsel Haryanto, seperti dikuti Antara, mengatakan fraksinya berharap penyertaan modal Pemprov Kalsel di koperasi dan UKM dapat menjadi proyek percontohan nasional, sehingga pemerintah pusat akan lebih banyak lagi memberikan perhatian dan bantuannya kepada koperasi di Kalsel.
Dalam pendapat akhirnya terhadap raperda tersebut F-PKS memberi beberapa catatan dan rekomendasi, antara lain pihak eksekutif agar melakukan penyertaan modal secara berkesinambungan.
Pasalnyan, salah satu permasalahan utama koperasi dalam pengembangan usaha adalah keterbatasan permodalan. Oleh sebab itu, saat perbankan belum berpihak kepada koperasi maka peran pemerintah daerah sangat penting.
Sementara itu, hasil pembahasan Komisi II DPRD Kalsel bersama pihak eksekutifnya menelorkan beberapa perubahan dalam raperda penyertaan modal, dengan pertimbangan kondisi organisasi, manajemen, prospek, dan kewajiban koperasi pada pihak ketiga. Total penyertaan pemerintah Rp1 miliar.
Koperasi yang mendapat suntikan penyertaan modal tersebut adalah Koperasi Welas Asih Banjarbaru dari rencana Rp300 juta menjadi Rp400 juta, sedangkan alokasi angkutan umum L300 Banjarmasin Rp500 juta dihapuskan.
Koperasi Syariah Teladan Banjarmasin Rp100 juta menjadi Rp200 juta, dan Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Dharma Praja Banjarmasin Rp100 juta tidak mengalami perubahan.
Sedangkan KPN Guru Banjarmasin Utara, KPN Guru Banjarmasin Selatan dan KPN Guru Pelita Timur Banjarmasin yang semula tidak dianggarkan diputuskan masing-masing mendapat Rp100 juta
Modifikasi skema
Marsudi menilai penyertaan modal pemda di koperasi bisa saja dinilai sebagai modifikasi dari PP 38/1998, sekaligus model bagus untuk mendorong peranan koperasi di daerah
"Tapi karena ini baru rancangan, kami harus mempelajarinya secara seksama dan wacana ini harus disampaikan ke Kemenkop dan UKM," tukas Marsudi.
Dalam PP 33/98 disebut ada hak dan kewajiban bagi penyetor modal kepada koperasi. Salah satu hak adalah menerima sebagian hasil usaha, dan dalam hal ini apakah Pemprov Kalsel mengharapkan bagian itu.
Jika kerja sama pemprov dan koperasi itu dikembangkan menjadi dana bergulir sebagai perkuatan modal kelompok UKM, operasional kerja sama tersebut bisa saja dilaksanakan.

Flexi TELKOM SBT Dibeli Mitra Binaan


TAHUN 2006

Flexi TELKOM SBT Dibeli Mitra Binaan

Sebanyak 239 Mitra Binaan pagi itu, Kamis (14/12) memadati Aula LEBAH BIRU Kantor DIVRE-V Jln. Ketintang 156, Surabaya. Mereka siap menerima bantuan dana dalam program TELKOM CDC KANDATEL SBT. Sebagian dari mereka ada yang sudah memiliki Flexi dan ada juga yang belum.

Mereka para Mitra ini dihimbau oleh manjemen, yaitu oleh SM Access Network Planning And Performance DIVRE-V, Efendi mewakili EGM DIVRE-V, agar menggunakan produk TELKOM, sebab dana yang akan digelontorkanini adalah keuntungan TELKOM hasil dari penjualan produk TELKOM. Agar TELKOM terus untung dan penggelentoran dana bantuan dimasa-masa mendatang terus berkesinambungan, maka tak ada salahnya kalau Mitra Binaan juga memakai produk TELKOM.

Karena di belakang AULA LEBAH BIRU dipasang Counter Darurat yang khusus menjual Terminal Flexi murah, yaitu seharga Rp. 200 ribu, maka bagi yang belum memiliki Flexi sekali lagi dihimbau untuk memilikinya. TELKOM hidup dari hasil produk, maka kalau produk laku keras tentu program kepedulian sosial dan lingkungan akan terus bergulir tanpa henti alias survive.

Merasa ikut memiliki TELKOM dan merasa ingin terus dibantu TELKOM, maka dengan kesadaran sendiri tanpa adanya paksaan, para Mitra Binaan yang belum punya Flexi usai menerima bantuan pinjaman dana, langsung menyerbu Counter Flexi Darurat yang disediakan oleh jajaran TELKOM SBT. Walhasil, terjadi transaksi sebanyak 11 SSF. Stock SBT dalam Counter ini sebanyak 81 SSF. Lumayan...**NURSIDIK**

Cermin TELKOM CDC, Industri Jepang Didominasi UKM


TAHUN 2006

Cermin TELKOM CDC, Industri Jepang Didominasi UKM

Dosen UBAYA, Anton Mulyono ketika memberikan pembekalan kepada 239 Mitra Binaan TELKOM SBT di Aula LEBAH BIRU Kantor DIVRE-V Jln. Ketintang 156, Surabaya, Kamis (14/12) mengucapkan salut kepada PT. TELKOM yang memiliki Mitra Binaan cukup banyak Anton mengatakan, bahwa Industri di Jepang yang termasuk ke dalam UKM pada tahun 2005 memiliki andil 99.3% dari total jumlah industri, atau tercatat sekitar 293 ribu UKM. UKM ini dengan klasifikasi jumlah pekerja resmi 4 sampai 30 orang. Industri berbasis UKM ini ternyata mampu menyerap 8.2 juta tenaga kerja, dengan total produksi 98.7 triliun Yen.

Sehingga bisa dikatakan bahwa UKM adalah penggerak ekonomi sektor riil di Jepang sekaligus penopang kemajuan teknologi. Yang perlu lebih diperhatikan adalah memberikan suntikan dana dalam bentuk semacam “grant” atau insentif kepada UKM yang memiliki kriteria tertentu agar tumbuh dan survive, lanjutnya.

Mohammad Yunus, dosen di Bangladesh, tahun 1976 memulai “proyek” meminjamkan uangnya sendiri, tanpa agunan, pada 42 orang miskin dengan total dana $27. Tahun 1983 ia mendirikan Bank Grameen. Satu-satunya bank di Bangladesh yang memberikan pinjaman pada UKM tanpa agunan, yang kemudian mendapat Hadiah Nobel 2006 dalam upayanya mengentaskan ratusan ribu orang dari kemiskinan, papar Anton.

Bagi Mitra Binaan, Anton berpesan agar para pengusaha kecil yang baru saja menerima kucuran dana selalu ulet, jujur dan jangan konsumerisme. Pantang menyerah, supel, rajin, cerdas dalam melihat peluang juga harus dimiliki dalam jiwa seorang enterpreuner. Dicontohkan, bahwa Robert Kuok Cina Malaysia yang dulunya adalah pedagang beras eceran, kini menjadi konglomerat dan Pemilik Hotel Shangri-La.

Permasalahan pertumbuhan UKM tidak secara dominan disebabkan oleh masalah manajemen UKM. Pertumbuhan UKM atau bangkrutnya UKM lebih dipengaruhi oleh kenaikan harga dasar bahan yang tidak dikontrol oleh pemerintah (kasus kolapsnya UKM kerajinan kuningan di Juwono, Pati dan industri logam di Ceper, Klaten). Padahal pada bidang-bidang produksi tertentu, peluang UKM untuk tumbuh sangat besar, lanjutnya.

Sektor industri yang memberikan peluang besar bagi UKM untuk tumbuh dan berkembang adalah sebagai berikut: Industri perkayuan (mebel, kerajinan, dan lain-lain) 11.3%, Industri kulit dan produk kulit 4.9%, industri timah dan tembaga 2.2%, dan selebihnya di bawah 1%. Sebagai pembanding, industri besar di dalam sektor industri ini
masih mendominasi produk tekstil 19.5%, industri elektronik 18.8%, industri suku cadang motor/mobil 7.7%, industri pulp dan kertas 7.2%, dan industri lainnya di bawah 7%. **NURSIDIK**

SBT Kucurkan Dana Rp. 4,966 Milyar Triwulan IV 2006


TAHUN 2006

SBT Kucurkan Dana Rp. 4,966 Milyar Triwulan IV 2006

Sejumlah 239 Mitra Binaan TELKOM SBT pagi ini menerima kucuran dana dari TELKOM CDC SBT dengan total nilai sebesar Rp. 4,996 Milyar. Penyerahan dilakukan di Aula LEBAH BIRU Kantor DIVRE-V Jln. Ketintang 156, Surabaya oleh GM TELKOM SBT, Tulus Sudarsono didampingi SM Access Network Planning And Performance, Efendi mewakili EGM DIVRE-V, serta Manager TELKOM CDC DIVRE-V, Nur Enadh Rini, Kamis (14/12).

Tulus dalam sambutannya antara lain mengatakan, bahwa keberadaan masyarakat di sekitar PT. TELKOM menjadi faktor pendukung terpenting dalam keberhasilan TELKOM. Kekuatan dukungan lingkungan membuat TELKOM semakin maju dan tumbuh dengan pesat. Sebagai sebuah BUMN, PT. TELKOM mempunyai tanggung jawab sosial sebagai agen pembangunan. Guna memenuhi tanggung jawab tersebut, TELKOM melaksanakan program CDC. Program TELKOM CDC terdiri dari program kemitraan dan program bina lingkungan.

Program kemitraan TELKOM diwujudkan melalui pinjaman lunak dana bergulir untuk usaha kecil mikro (UKM), sedangkan Program Bina Lingkungan melalui bantuan pendidikan, sarana ibadah, peningkatan kesehatan masyarakat, bantuan korban bencana alam, serta berbagai programlainnya yang terkait.

Disisi lain, Efendi menyampaikan amanah EGM DIVRE-V, yaitu agar kita menjadi insan TELKOM yang bermanfaat bagi lingkungannya, antara lain seperti dana yang digulirkan pada hari ini. Bagi Mitra Binaan yang dalam pengembalian angsuran selalu tepat waktu dan tepat jumlah, maka manajemen akan memberikan apresiasi. Efendi dalam kesempatn tersebut juga meminta kepada Mitra Binaan agar selalu menggunakan produk TELKOM, sebab kalau TELKOM untung, maka keuntungan ini akan digunakan untuk bantuan seperti yang Bapak dan Ibu terima saat ini. Di belakang Bapak dan Ibu telah digelar Counter Flexi, jadi yang belum punya Flexi bisa langsung berhubungan dengan petugas.

Terakhir, Efendi minta tolong kepada para Mitra Binaan, agar ikut juga mengawai asset TELKOM yang tersebar di daerah, seperti kabel yang belakangan ini sering dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Laporkan aparat berwajib, jika mendapatkan orang yang mencurigakan atau maling kabel telepon. Bagi pelapor akan mendapat hadiah, kuncinya.

Dis esi paling akhir, para Mitra Binaan mendapat pembekalan tentang kewirausahaan oleh Dosen UBAYA, yaitu Anton Mulyono yang mengajarkan tentang keuletan, kejujuran, tidak konsumerisme dan sebagainya. Pembekalan kerokhanian juga diberikan oleh H. Drs. Farid Anwar yang memberikan tema ”mensyukuri nikmat”. Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada Heri Priyono wakil dari seluruh Mitra Binaan yang hadir saat itu. **NURSIDIK**

CDC TELKOM SBT Akan Salurkan Dana Rp. 4,96 Milyard


TAHUN 2006

CDC TELKOM SBT Akan Salurkan Dana Rp. 4,96 Milyard

TELKOM SBT akan menyalurkan dana TELKOM CDC lagi kepada Mitra Binaan pada hari Kamis besok (14/12). Hal tersebut diungkapkan ASMAN TCDC KANDATEL SBT, Kusharjito kepada Redaksi di ruang kerjanya, Rabu (13/12). Dana yang akan disalurkan ini merupakan Dana Program Kemitraan Triwulan-IV 2006, katanya.

Dijelaskan lagi, bahwa tujuan Community Development Program ini adalah untuk menjalin hubungan emosional dengan Mitra Binaan dan diharapkan adanya sinergi antara TELKOM dengan Mitra Binaan. ”Corporate Image” akan semakin kuat dimata Mitra Binaan yang notabene mereka adalah para Pelaku Ekonomi di negeri ini. Mitra Binaan ini ada yang ikut memasarkan produk Telkom, Agent TELKOM yang lokasinya tersebar di beberapa tempat.

Dengan tersebarnya lokasi Mitra Binaan ini, maka mereka sekaligus diharapkan turut menjaga aset Telkom yang belakangan ini sering terjadi pencurian Kabel, paling tidak jika mereka mengetahui ada orang yang mencuri kabel akan dilaporkan secepatnya kepada petugas TELKOM atau aparat setempat.

Sampai saat ini, masih menurut Kusharjito Mitra Binaan existing berjumlah 1.285 orang dengan total dana Rp. 14.223.000.000,- (Empatbelas Milyard dua ratus duapuluh dua puluh tiga juta rupiah). Sedangkan untuk penyaluran Triwulan-IV/2006 ini adalah 239 orang dengan total dana Rp. 4.966.000.000,- yang rencana akan diserahkan besok pagi oleh GM TELKOM SBT disaksikan oleh Manager TCDC DIVRE-V dan EGM DIVRE-V di Aula Lebah Biru Kantor DIVRE-V, Jln. Ketintang 156, Surabaya.**NURSIDIK**

Dibalik Sukses JATIM EXPO 2006


TAHUN 2006

Dibalik Sukses JATIM EXPO 2006

JATIM Expo yang digelar mulai tanggal 7 s/d 12 Desesember 2006 tidak luput dari kebutuhan mutlak akan pemenuhan FASTEL untuk kegiatan stand maupun operasional selama berlangsungnya pameran. Sumbangsih TELKOM dalam event ini lumayan besar, dimana event ini merupakan center point percepatan dalam menggerakkan perekonomian, sehigga JATIM sebagai fasilitator perdagangan internasional di Indonesia Bagian Timur bakal terbukti.

Pasukan Jawara SBT yang baru saja sukses menggarap pemindahan FASTEL Bandara Juanda baru, kali ini diuji kembali kemampuannya di event JATIM EXPO ini, bukan masalah banyaknya jumlah FASTEL yang harus tergelar namun harus berhadapan dengan waktu yang sempit, juga birokrasi dan prosedur yang perlu diikuti.

Hanya dalam tempo sehari sebelum peresmian pihak penyelenggara JATIM EXPO sempat dibuat “stress”, karena yang satu ini justru luput dalam persiapannya, tak urung Abdul Azis SPV CCAN RKT dan Mulyo Sukartono pada malam sebelum peresmian meluncur menjumpai pihak pengelola gedung Koordinator teknisi, Bapak Tino untuk menggelar sambungan tambahan keberapa peserta stand diantaranya Metrowealth, Citifinancial, dan Akari.

Dan pada akhirnya diakui oleh pihak penyelenggara melalui Bapak Jefri, disamping kesiapan gedung yang belum rampung sepenuhnya dan kesiapan peresmian yang dikejar waktu akhirnya luput dari pemantauan. Berkat kesigapan serta kemampuan para Jawara SBT mampu memenuhi pada waktunya, motto Commited2U ternyata bukan sekedar janji tapi juga dibuktikan oleh TELKOM begitu ungkap Jefri pihak penyelenggara yang saat itu tengah mendampingi para Jawara SBT melakukan tugasnya. "Pokoke yes we can" begitu komentar Aziz disela-sela kesibukannya menggelar kabel bersama rekan-rekan Jawara hingga larut malam.**NURSIDIK**

HR Area 5 JATIM Adakan Forum Sinergy & Partnership


TAHUN 2006

HR Area 5 JATIM Adakan Forum Sinergy & Partnership

Inti dari Forum Sinergy & Partnership yang diadakan oleh HR Area 5 Surabaya JATIM adalah, BAHWA Manajemen HR Area-5 lebih membuka diri dalam kebersamaan yang lebih transparan, agar di era kompetisi ini TELKOM selalu menjadi yang terbaik, atau Always The Best. Forum diadakan di Hotel “Melia Benoa”, Bali mulai tanggal 11 hingga 12 Desember 2006 yang bekerjasama dengan “Ridam Partner In Change”.

Forum yang boleh dibilang langka awal atau starting point untuk menuju yang lebih baik dalam pengelolaan SDM di jajaran DIVRE-V Jawa Timur ini dihadiri oleh para Senior Leaders DATEL dan CATEL, termasuk beberapa Pengurus SEKAR DPW-5 dan beberapa Pengurus SEKAR DPD se Jawa Timur.

Disini nampak, bahwa manajemen benar-benar membuka diri untuk dikoreksi dalam arti untuk menerima masukan yang positif, baik dari jajaran DATEL, CATEL dan SEKAR. Acara dikemas dalam bentuk diskusi. OSM HR05, M. Yunus mengawali acara dengan mempresentasikan program dan kebijakan pengelolaan SDM, serta beberapa materi yang merupakan HOT ISSUES, yaitu : Pensiun Dini, Assessment Kompetensi dan Penerapan Kebijakan Manajemen Performansi yang baru.

Pertanyaan dari floor lumayan banyak, sebab masalah SDM memang masalah yang penting, dari SDM-lah perusahaan ini akan maju atau mundur, akhirnya selain ada yang dijawab, juga ada yang menjadi bahan diskusi menarik, ada juga yang langsung disolusikan. Sekali lagi event ini sangat baik demik kemajuan DIVRE-V khususnya. TELKOM umumnya.

Namun yang mengagetkan ialah, statement Mr. Simon Sang Psikolog dari “Ridam Partner In Change”. Simon mengatakan, bahwa antara Manajemen dan Karyawan masih belum ada. Ini adalah pernyataan murni orang luar selaku Observer. Simon memberi solusi, yaitu lakukan Proper Communication, Komunikasi secara tepat melalui seluruh media yang ada secara rutin. Kalau mau berubah, maka harus siap menerima kritik, kata Yani yang juga dari “Ridam Partner In Change”.**NURSIDIK**

Bisnis TELKOM Seperti Main Catur


TAHUN 2006

Bisnis TELKOM Seperti Main Catur

Ada “Study Case” yang menarik pada acara Forum Partnership & Sinergy HR 05 Jawa Timur pada Hari Senin dan Selasa (11-12 Deseember 2006) di Hotel Melia Benoa Bali yang diikuti para Senior Leaders DATEL dan CATEL serta SEKAR, yaitu soal kompetisi yang semakit sengit saat ini.

Study Case ini disampaikan oleh “Ridam Partnership In Change”. Dikatakan, bahwa bisnis telekomunikasi layaknya permainan catur pada posisi sengit, posisi saling mengintai langkah ”Raja”. Bagi kaum ”Optimism”, situasi ini dianggap menegangkan sekaligus menghibur, situasi yang tidak boleh dilewatkan.

Ditambahkan, bahwa bisnis telekomunikasi masuk dalam situasi 4-C, yaitu CRITICAL : setiap langkah dan keputusan menjadi penentu masa depan perusahaan, COMPETITION : tidak ada kekuatan manapun yang mampu membatasi lahirnya kompetitor, CHALLENGE : tantangan semakin banyak dan kompleks, karena ”need and want customer” yang terus meningkat, CHANGE : semua mendesak perubahan, bahkan perubahan mendasar, yakni tidak sekedar perubahan perilaku, tetapi perubahan pola pikir.

Situasi diatas dinamakan ”Samudera Merah” oleh W. Chan Kim & Renee.M dalam bukunya Blue Ocean Strategy, situasi dimana terjadi persaingan dalam ruang pasar yang sudah ada, setiap pemain berusaha menang, terjadi eksploitasi permintaan yang ada dan pilihannya antara “diferensiasi” atau “biaya rendah”. Bermain di samudera merah harus siap berdarah-darah.

Ada pilihan lain yang patut diperhitungkan, yakni masuk dalam ”Samudera Biru” yang ditandai oleh pasar yang belum terjelajahi, penciptaan permintaan dan peluang pertumbuhan yang sangat menguntungkan. Dalam samudera biru, kompetisi tidak relevan karena aturan-aturan permainan baru akan dibentuk. Di samudera biru ini, kita harus cerdik untuk mengejar diferensiasi dan biaya rendah secara bersamaan, yang kemudian disebut dengan ”Inovasi Nilai”.

Posisi Samudera Merah dan Samudera Biru, sama sulitnya, dibutuhkan tingkat kepedulian yang tinggi. Dalam Case Study ini, pegawai (SDM) diharapkan berfikir layaknya pemilik (owner) dan mengambil keputusan juga layaknya pemilik perusahaan, yang dicontohkan adalah pemilik perusahaan penerbangan yang kini juga dihadapkan pada situsai kompetisi, serta perusahaan TELKOM sendiri.**NURSIDIK**

Mr. JOGER Dihadirkan HR Area-V & Benchmark


TAHUN 2006

Mr. JOGER Dihadirkan HR Area-V & Benchmark

Pengusaha sukses dari Bali yang satu ini memang “kocak”, ia memiliki pemikiran lateral (lateral thinking) atau “paradox thinking”, namun teori-teori bisnisnya tak terlalu tinggi nampak gampang dicerna dan “applicable”. Dialah Mr. JOGER, nama lengkapnya adalah Joseph Theodorus Wulianadi. Matanya sipit dan memang ia dalah etnis Cina yang sukses di Bali. JOGER adalah singkatan dari Joseph dan Gerald (dari Jerman) yang memang dua orang ini bersahabat kental.

JOGER, Pengusaha Souvenir yang juga merupakan “Pabrik Kata-kata” dihadirkan di Forum Synergy and Partnership HR-5 Surabaya sebagai Pembicara tujuannya adalah untuk “sharing” dan lebih dari itu adalah untuk menambah wawasan bisnis jajaran TELKOM DIVRE-V. Pemikiran-pemikiran “segar” Mr. JOGER dipaparkan di Forum ini. Tak jarang pesan “konyolnya” dilempatkan ke “floor” yang tentu tak ayal lagi membuat “audience” ngakak.

Perusahaan hebat tanpa orang (SDM : Red), maka tak ada artinya, sebaliknya SDM tanpa Perusahaan juga demikian, jadi keduanya harus saling sinerji. Inilah salah satu ungkapan JOGER yang sangat “simple” dan sangat gampang dicerna oleh siapapun. Ungkapan ini tergolong belum “konyol”, sebab memasuki babak-babak berikutnya hampir selama 2 jam sering terlontar “kekonyolan” itu.

Berikut adalah beberapa “pemikiran konyol” yang diberi Judul “Segumpal Penyesatan ke Jalan yang benar di bidang bisnis dengan konsep Happiness Oriented. Dikatakan, bahwa daripada repot-repot ingin menjadi orang atau “binatang” yang lain, tentu lebih baik kita tetap menjadi diri kita sendiri yang lebih maslahat saja.

Jika memang masih punya pilihan lain, untuk apa jadi pengusaha. Tapi kalau memang sudah ingin jadi pengusaha, jadi pengusaha yang baik, jujur, ramah, bertanggung jawab, bersyukur dan bermanfaat bagi kita sendiri secara optimal dan dalam arti seluas-luasnya, yaitu juga bermanfaat bagi para stakeholder dan lingkungan hidup kita bersama-sama secara berkesinambungan.

Dilanjutkan lagi, bahwa apa gunanya ”kaya” kalau tidak bahagia, tapi mungkin lebih tidak berguna lagi kalau sudah miskin, malah tidak bahagia juga. Ingatlah, bahwa 1 juta dolar yang asli, legal & halal hampir selalu lebih baik & lebih bermanfaat daripada 1 juta rupiah yang tidak jelas asal usulnya. Masih banyak lagi ”resep” JOGER yang disampaikan, lalu seusainya acara, VCD Company Profile JOGER diberikan kepada para peserta yang sempat juga ”benchmark” ke Pabriknya Mr. JOGER.**NURSIDIK**

“TRISULA” Bakal Hadir Di Atrium Royal Plaza Surabaya


TAHUN 2006

“TRISULA” Bakal Hadir Di Atrium Royal Plaza Surabaya

Pesta Promo akhir tahun TELKOM SBT kali ini memang benar-benar dapat dinikmati dengan puaaas ….., sebab belum selesai sebagai salah satu Exhibitor di JATIM International Expo 2006, kini sudah mengincar event besar lainnya, bahkan ada peluang untuk ditawari gratis yang akan digelar di Atrium Royal Plaza Jln. Ahmad Yani, Surabaya.

Nama event yang bakal dihelat di Plaza yang baru bulan Ramadhan kemarin diresmikan adalah Launching Cellular and Elektronik Center. Manager FPS (Fixed Phone and Sales) TELKOM SBT, Marnoto menjelaskan, bahwa merupakan hal yang sangat suprprise, sebab justru di penghujung tahun penuh hiruk pikuk bisnis ini, TELKOM SBT dapat berpesta dengan meluncurkan Paket Harga Akhir Tahun.

Kita mendapat penawaran Space di Atrium Royal Plaza seluar 350 meter persegi, yang sangat kagum ialah, bahwa manajemen Royal Plaza memberikan secara cuma-cuma alias gratis. Satu peluang kita tangkap, peluang lain ternyata datang sendirinya. Kita tak akan menyiakan peluang emas ini. Kami akan koordiniasi dengan seluruh jajaran terkait yang intinya TRISULA akan hadir disini, utamanya Flexi dan Speedy.

Event-event seperti ini, masih menurut Marnoto, merupakan center point akselerasi sales, dapat menciptakan peluang bisnis jangka pendek dan jangka panjang, serta mempererat networking dengan pihak Manajemen Plaza. Kalau ini sudah terjalin harmonis, maka kedepan jika setiap ada Event Promo, maka tinggal angkat telepon saja.**NURSIDIK**

Agar Sedikit GAUL, Ibupun Coba Browsing Internet Di JATIM International Expo 2006


TAHUN 2006

Agar Sedikit GAUL, Ibupun Coba Browsing Internet Di JATIM International Expo 2006

Pesona dan daya tarik JATIM Internaional Expo 2006 ini memang luar biasa, sebab selain para pelajar dan mahasiswa, ternyata ibu-ibupun tak mau ketinggalan hadir disini. Mereka pingin juga mencoba internet di Stand TELKOM SBT. Saya ingin mencoba supaya tidak “bego-bego” banget, katanya.

Ternyata sang ibu tak mau kalah dengan anaknya yang sudah pada mahir berinternet di Café Internet atau Warung Internet yang sudah menjamur di beberapa kota besar. Memang guna memacu gaya hidup dan tidak ketinggalan zaman, maka cukup dengan berinternet segala sesuatu dapat dijangkau.

Advance…!!!, para SPG kita menawarkan sejumlah keunggulan yang dimiliki Speedy, temasuk harga yang “dibanting”, apalagi ada Freed Modem dan sebagainya. Saya bilang sama Papanya anak-anak dulu ya, … ntar kalau sudah oke, pasti deh saya akan mengajukannya. Soalnya anak saya pingin juga sih ! Daripada anak Ibu harus keluar rumah ke Warung Internet, mending punya sendiri, lebih hemat kok Bu, terang Sang SPG.

Memang banyak peluang di pasar yang hanya berlangsung selama seminggu ini. Jumlah pengunjung yang banyak, dimana rata-rata adalah Pelajar, Mahasiswa, Karyawan, Pebisnis dan Warga Surabaya. Apalagi kota Surabaya ada yang menjuluki sebagai “The Most Dynamic City In East Java, Overflowing With Activities And Opportunities”. Sekali lagi masih banyak peluang pasar disini. **NURSIDIK**

“Sinterklas Is Coming” Di Plasa TELKOM Dinoyo

TAHUN 2006

“Sinterklas Is Coming” Di Plasa TELKOM Dinoyo

Hampir semua perusahaan di dunia ini merayakan Natal dan Tahun Baru 2007 dalam dekorasi Natal dan Tahun Baru serta gemerlapan lampu. Kendati masih lama, namun persiapan sudah nampak dengan menghias kantor-kantor pelayanan mereka, tak terkecuali di beberapa Plasa TELKOM Darmo, Dinoyo dan beberapa lainnya. Jepretan seperti nampak dalam gambar adalah diambil pada Jumat (8/12) di Plasa TELKOM Dinoyo.

Memang tak terasa penghujung tahun telah di depan mata. Semua aktivitas bisnis perbankan akan ditutup di akhir tahun dan akan dibuka kembali pada awal tahun 2007 dengan lembaran baru menyongsong hari esok yang lebih baik. Khusus hadapi Natal dan Tahun Baru, TELKOM SBT kini sedang bersolek dengan nuansa Natal dan Tahun Baru, terutama nampak sekali di beberapa lokasi layanan pelanggan, yaitu Plasa Telkom yang tersebar di beberapa tempat.

Indonesia yang juga tergolong memiliki keragaman etnis / multi etnis, tentu selalu menghormati masing-masing warganya untuk melaksanakan ibadahnya masing-masing. Keberagaman inilah yang kemudian menjadi magnet bagi investor untuk menanamkan modalnya di setiap sektor bisnis, termasuk telekomunikasi yang memang sudah “Go Public”.

Lagu Natal Klasik berjudul White Christmas sayup-sayup terdengar di beberapa pusat perbelanjaan sudut kota. Dekorasi Pohon Natal dengan cahaya lampu gemerlap lengkap dengan Sinterklas merupakan imajinasi merayakan Hari Natal dalam udara dingin bersalju. Ornamen dan beberapa dekorasi Natal yang indah memang selalu menghiasi Plasa Telkom setiap tahunnya.**NURSIDIK**

TELKOM SBT Banyak Variasi Dan Ready Stock


TAHUN 2006

TELKOM SBT Banyak Variasi Dan Ready Stock

Optimisme para Senior Leaders TELKOM SBT untuk menghabiskan Stock Produknya memang sangat beralasan, apalagi untuk produk Speedy yang memang harus dipacu lagi. Alasannya sederhana, yaitu market yang cukup besar ! Market terbuka lebar selama seminggu (7-12 Desember 2006) di JATIM International Expo 2006, Surabaya.

Pangsa pasar kebanyak dibidikkan kepada anak-anak muda, Pelajar dan Mahasiswa. Bahkan Cak dan Ning (semacam Abang dan None) sempat “mencicipi dunia maya” Speedy dengan melakukan browser di beberapa situs pendidikan. Pengunjung bermata sipitpun juga tertarik dengan situs internet. Di Arena Expo ini, SBT berusaha tampil terbaik yang mampu memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.

Kecenderungan kebutuhan dan harapan pelanggan mengarah kepada “one stop service”, artinya kebutuhan akan layanan informasi dan komunikasi dengan segala aplikasinya dapat dihadirkan di arena Expo ini. Untuk itu TELKOM mengemas pamerannya sedemikian rupa, sehingga produk “TRISULA” (POTS, Speedy dan Flexi) dihadirkan semua (3-One) dengan banyak variasi diskon, yang penting untuk menghabiskan “stock target” akhir tahun.

Arena ini bagi TELKOM SBT merupakan market yang cukup besar dan menjanjikan, mengingat jumlah pengunjung yang cukup besar, jumlah populasi kota Surabaya juga terbesar setelah Jakarta. Peluang seperti ini memang jarang terjadi, dan memang telah digarap dengan baik dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan pelanggan.

Keterlambatan mengantisipasi peluang tersebut akan berdampak fatal, sebab antusias pengunjung untuk menggali secara langsung produk TELKOM memang luar biasa, apalagi harganya tergolong sangat bersaing. Layanan dan aplikasi sudah menjadi kebutuhan dan harapan pelanggan saat ini, sehingga dengan konsep ”Customer First” akan mampu menjadi daya tarik. Hanya satu kunci untuk memenangkan kompetisi, yaitu merebut hati pelanggan. Jadi antara Service dan Content menjadi penting dalam International Exhibition ini. **NURSIDIK**

Manager FPS TELKOM SBT Optimis Raih Peluang Pasar


TAHUN 2006

Manager FPS TELKOM SBT Optimis Raih Peluang Pasar

Duet Manager CC (Customer Care), Gatot Indra dan Manager FPS (Fixed Phones and Sales), Marnoto merupakan pasangan serasi dalam mengawal dan menggolkan untuk ikut partisipasi di arena bergengsi, JATIM International Expo 2006 yang dihelat di Jln. A. Yani 97 – 115, Surabaya. Dengan golnya TELKOM SBT. Selain bertaraf internasional, arena bisnis ini memiliki keistimewaan tersendiri dalam meraih pangsa pasar bagi produk TELKOM.

Marnoto merasa optimis, bahwa BIG SALE dengan Paket Akhir Tahun akan memperoleh sukses. Expo Jatim ini masih menurut Marnoto menjadi istimewa, karena melakukan 3 (tiga) kegiatan atraktif yang bertaraf lokal, regional, nasional bahkan internasional sekaligus. Di tataran bisnis praktis yang bakal dipadati para pengunjung yang multi etnis inilah kami akan mainkan bisnis yang sesungguhnya, artinya yang selama ini hanya memiliki rana kinerja lokal, kini akan memiliki rana internasional.

Apalagi setiap hari akan ada kejuaraan Barongsay, yaitu 3rd Dragon and Lions Dance World Championship yang pertamakali diadakan di Indonesia dengan menghadirkan 12 wakil dari luar negeri. Event ini akan menjadi lebih istimewa dengan rencana kehadiran 2 (dua) orang Menteri dari negeri Jiran dan dari Republik Rakyat Tiongkok menyaksikan kompetisi Barongsay tingkat dunia, ini tentu akan menjadi saksi bagaimana TELKOM melakukan Attraction and agressive sales-nya.

Kami harus menghabiskan jualan hingga akhir tahun, atau paling tidak kami sudah berbuat untuk itu, dan melakukan yang terbaik, dengan semangat yang penuh. Taruhlah, Internet produk Speedy bakal booming dengan kehadiran para Mahasiswa dan Pelajar selama dua hari nanti. Mereka akan gratis menikmatinya terlebih dahulu, lalu keputusannya,..adalah membeli. Sales Speedy In Figures masih perlu digenjot lagi ! Apalagi Manajemen selalu meng-endorse segala efforts untuk mendukung sukses penjualan tahun ini dalam setiap momentum.**NURSIDIK**

SBT Pesta Akhir Tahun, Obral Produk Di JATIM Expo


TAHUN 2006

SBT Pesta Akhir Tahun, Obral Produk Di JATIM Expo

Cermat di akhir tahun merupakan keputusan bulat jajaran Manajemen TELKOM SBT ! Konsep BIG SALE yang dikemas dalam pesta akhir tahun diharapkan dapat menjual habis produk TRISULA, yaitu Flexi, Speedy dan POTS. Walau sulit dijual habis, tapi paling ada semangat untuk melibas pasar di penghujung tahun ini sebelum dilibas oleh competitor. Event bergengi JATIM International Expo 2006 yang digelar mulai 7 – 9 Desember 2006 diharapkan mampu meraih peluang disini.

Manager Customer Care, RM. Gatot Indra usai menghadiri “Grand Opening Of JATIM International Expo 2006” menuturkan kepada Reporter, bahwa Event bergengsi ini merupakan peluang emas bagi TELKOM SBT. Kita berusaha menjual habis-habisan disini. Selama 2 hari, yaitu mulai Jumat dan Sabtu kami akan mengundang para Pelajar dan Mahasiswa. InsyaAllah kami akan kawal momentum ini hingga akhir, imbuhnya.

Saya yakin mereka para komunitas muda akan tergiur dengan paket akhir tahun yang kami tawarkan. Mereka nantinya akan kami persilahkan mencoba browsing internet produk Speedy. Kemudian ada ”iming-iming” berlangganan Flexi Classy gratis biaya pasang baru, abonemen hanya Rp. 15 ribu, plus selama berlangganan gratis Flexi Tone pada bulan pertama. Bukan itu saja, bahkan PSB telepon rumah ada diskon hingga 100 %, Free abonemen untuk minimum usage Rp. 30 ribu. Untuk produk Speedy juga kami obral Free Modem, diskon biaya aktivasi hingga 100 % dan masih buanyaaak lagiii...

Sebenarnya momentum akhir tahun akan kami manfaatkan untuk persiapan tantangan di tahun depan, tetapi menjelang memasuki tahun 2007 justru banyak peluang, bukankah ini juga merupakan tantangan yang harus segera kami selesaikan. Anda tau, bahwa dunia usaha kian susah diprediksi, jadi jika ada peluang sedikit sekalipun, akankami manfaatkan, tegasnya mengakhiri.**NURSIDIK**

Flexi Dan Speedy Pada JATIM International Expo 2006


TAHUN 2006

Flexi Dan Speedy Pada JATIM International Expo 2006

TELKOM SBT memang lebih cepat (faster) dari pada competitor di Jawa Timur, sebab berhasil sebagai “Exhibitor” mendapatkan Stand Pameran di JATIM International Expo. Pagelaran bisnis yang akan dihelat mulai 7 hingga 12 Desember 2006 di Jln. A. Yani 97-115, Surabaya ini merupakan pesta akhir tahun para pebisnis bertaraf internasional. Disini mereka mencari pasar, dan disini mereka berkompetisi.

Event ini sedianya diresmikan oleh Presiden RI, namun karena ada demo Mahasiswa HMI di luar gedung expo menuntut dienyahkannya imperialisme di Bumi Pertiwi, maka Presiden urung meresmikan dan digantikan oleh Gubernur Jawa Timur, H. Imam Utomo. S yang kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan Barongsay (Dragon and Lion Dance) dari RRC. Setiap hari akan dimeriahkan oleh kejuaraan internasional Barongsay yang pesertanya dari berbagai Negara, yaitu : Belgium, Amerika, Cina, Singapore, Hongkong, Taiwan dan Malaysia.

Partisi ukuran 5 x 7 meter yang merupakan Stand Pamer TELKOM didisain cukup menarik. Nuansanya didominasi oleh produk Flexi dan Speedy sebagai New Engine Driver andalan di era kompetisi. Namanya juga pesta akhir tahun, dimana para produsen melakukan BIG SALE, maka TELKOM SBT tak ketinggalan memperkenalkan produknya dengan tajuk “Paket Akhir Tahun, dimana ada diskon hingga 100 % alias gratis, luar biasa …..!!!

GM TELKOM SBT, Tulus Sudarsono dan para Senior Leaders DIVRE-V dan DATEL SBT yang mendapat undangan klas VIP hadir dalam peresmian tersebut. Usai menghadiri peresmian, langsung meninjau Stand TELKOM. Exhibitors of Jatim International Expo 2006 selain TELKOM adalah : Yellow Pages, Automotive, Elektronik, Finance (Perbankan), Food & Beverages, Furniture, Kerajinan Produk Nusantara, Properties/ Real Estate, Multi Produk, dan Spare Part.**NURSIDIK**