Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"

Sabtu, 16 Oktober 2010

Day By Day, SBT Bidik Target Akhir Tahun 2006


TAHUN 2006

Day By Day, SBT Bidik Target Akhir Tahun 2006

Sepanjang tahun 2006 ini sudah banyak yang kita lakukan. Pergulatan bisnis telekomunikasi yang semakin sengit telah kita jalani, kini menjelang akhir tahun mari kita rampungkan target kita hingga tuntas. Senjata kita adalah TRISULA, yaitu POTS, Flexi dan Speedy. GM TELKOM SBT, Tulus Sudarsono selalu mengungkapkan hal tersebut kepada seluruh jajaran, baik dalam event Roadshow To CATEL, Forum Feedback dan yang kemarin adalah tahap pemantapan dan finishing target dengan jajaran CATEL di ruang kerjanya, Gedung OPMC Lantai-4 Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Target akhir tahun memang harus kita bidik dan pantau hour by hour, dan day by day sebab pergerakan perolehan sales dari TRISULA juga semakin mendekati finish. Saat Roadshow To CATEL, GM selalu pantau via Communicator genggamnya yang lantas diungkapkan di meja rapat kemarin. Di atas meja rapat, Kamis (07/12), Tulus meminta komitment seluruh jajaran agar untuk kata kunci tahap pertama adalah "Second Engine Sales Speedy SBT". Tak ada kata lain selain itu, sebab untuk Flexi sendiri sudah lari kencang, tinggal Speedy yang harus mengejar.

Bagaimanapun juga, TELKOM SBT sampai saat ini masih menjadi The Fastest, The Greatest, dan The Biggest di Jawa Timur. Hal ini sudah diakui oleh beberapa manajemen DIVRE-V. Kita tak boleh sombong dan takabur, semua ini adalah berkat Super Team jajaran TELKOM SBT yang telah bekerja semaksimal mungkin dan semoga selalu mendapat Ridhlo Allah SWT, imbuhnya.

Jajaran SBT saat ini telah melakukan upaya Proffesional Sales, Offensive Sales, Attratctive Sales and Aggressive Sales dengan menggerakan segala sumber daya yang ada yang hampir mampu menggebrak pasar, mampu compete serta mampu menggerakkan angka sales tiap jam, tiap hari dan tiap minggu, sehingga pada akhir tahun ini diharapkan mampu menuju finish.**NURSIDIK**

Mutasi Para ASMAN Di TELKOM SBT


TAHUN 2006

Mutasi Para ASMAN Di TELKOM SBT

Setidaknya ada 3 Asisten Manager (ASMAN) di lingkungan TELKOM SBT yang mendapat SK mutasi dan promosi yang diterimakan langsung oleh GM TELKOM SBT, Tulus Sudarsono disaksikan oleh para Senior Leaders di Gedung OPMC Lantai-4 Ruang Committed 2-U Jln. Ketintang 156, Surabaya. Setidaknya pula dengan mutasi ini, maka “Gerbong Kereta” Organisasi SBT mulai bergerak lagi, tidak statis !

Ada pula mutasi dan promosi Non ASMAN, yaitu rekan Nanang Djatmiko yang melakukan Mutasi Nasional (MUNAS) ke Balikpapan DIVRE-VI yang dalam kesempatan tersebut Nanang dalam sambutan sepatah kata nya meminta doa restu dari seluruh jajaran SBT dan Manajemen agar lebih sukses di tempatnya yang baru, Borneo, Balikpapan.

Ketiga ASMAN adalah ASMAN Operation and Maintenance Access Support, Mamas Amriadi mutasi ke Kantor DIVRE-V digantikan oleh Hary Suyadi. ASMAN Access Program dan Performansi Hary Suyadi digantikan oleh M. Sybli, ASMAN Access Data Maintenance dari M. Sybli digantikan oleh Nur Rachmad. Ketiga ASMAN dalam kesempatan tersebut juga melakukan serah terima jabatan dalam bentuk dokumen yang disimpan di CD Disk.

Tulus dalam sambutannya antara lain mengatakan, bahwa dalam mutasi dan promosi memang ada yang naik Band Posisi ada pula yang tidak. Untuk yang satu ini merupakan program pengayaan (enrichment) individu, sehingga mampu mengantisipasi setiap pergerakan organisasi menghadapi iklim kompetisi. Percayalah, saya tak rela kalau jajaran SBT yang promosi tidak naik Band Posisi, tetapi sekali lagi ini adalah program “enrichment” untuk menuju ke langkah berikutnya, tegas Tulus.

Ditambahkan oleh Tulus, bahwa pengayaan “at any time” terus dilakukan oleh setiap organisasi sesuai dengan dinamikan kompetisi saat ini. Karena saya tau kinerja rekan-rekan SBT, maka sesungguhnya memang tak rela kalau tak naik, apalagi SBT sekarang ini merupakan andalan DIVRE-V. Kita tidak Takabur, bahwa SBT memang The Fastest, The Greatest dan The Biggest. Ambil hikmahnya saja, spiritnya ialah “Open Your Mind Be Positive Thinking”, InsyaAllah mutasi ini mendapat Ridho Allah SWT, ini yang penting ! Acara diakhiri dengan ucapan selamat !**NURSIDIK**

Penyerahan Target Sukses POTS, Flexi, Speedy, C3MR dan ECR


TAHUN 2006

Penyerahan Target Sukses POTS, Flexi, Speedy, C3MR dan ECR

Mojokerto (06/12/2006); Tidak seperti biasanya Arif Irfansyah selaku JM. Kancatel Mojokerto memberikan tugas dan target pencanangan sukses POTS, Flexi, Speedy, C3MR dan ECR Kancatel Mojokerto dibawah gubuk (pojok ide) lokasi dibelakang STO. Pacet.

Dalam kesempatan kali ini Arif sangat berharap sekali dengan suksesnya target bulan Desember 2006, “Sebagai bulan penutup di tahun 2006, marilah kita bahu membahu, dan gandeng erat tangan kita didalam melaksanakan semua target dan amanah yang diberikan manajemen ke pundak kita. Realisasi target Kancatel Mojokerto di bulan November 2006 sangatlah fantastis sekali, kedepannya kita harus menambah speed lagi kalau dibulan November 2006 Speed-nya 100 km/jam, maka di bulan Desember 2006 ini speed agar ditambah menjadi 120 km/jam”.

Untuk mencapai tugas dan target dimaksud, telah disepakati adanya beberapa Commander yang akan mengawal dan bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan dilapangan terinci sbb :

1. Commander Pots dan Flexi oleh Landung.
2. Commander C3MR Yusna Widiastuti.
3. Commander ECR Rahardjo Saputro.
4. Commander Speedy Oemar Poernomo dan
5. Support dan Administrasi oleh Rachmat Subekti.

Tentunya dukungan dari unit-unit pendukung area Mojokerto seperti UNR V area Mr, Usi Area Mr, PCAN, CCAN, UBC dll sangatlah membantu sekali didalam pencapaian suksesnya target-target dimaksud.

Tampak rona dan binar semangat dari rekan-rekan Kancatel Mojokerto untuk melahap target yang telah dibebankan kepundaknya tentunya dengan hasil yang optimal. Dan sebagai penyeimbang dan penyemangat atas pembebanan keseluruhan target, maka Arif langsung memberikan janji yang akan memberikan reward bagi yang berhasil mencapainya, applaus meriah dari rekan-rekan Kancatel Mojokerto. Menutup acara pada kesempatan kali ini Arif memberikan Reward untuk sukses pemasaran exs. Hasil cabutan yang diterimakan oleh A. Djunadi mewakili jajaran OMAN Kancatel Mojokerto.

“Ada hal yang lebih penting, yaitu kepuasan pelanggan”

@kk@-y/Mr.

GM SBT Beri Briefing Sales Akhir Tahun


TAHUN 2006

GM SBT Beri Briefing Sales Akhir Tahun

Kompetisi bisnis telekomunikasi kian hangar-bingar, strategi sales agar mampu menutup akhir tahun dengan mulus, maka SBT kembali melakukan “Strategi Terpencar”. Untuk itu GM TELKOM SBT, Tulus Sudarsono pada hari Rabu (06/12) di ruang kerjanya Gedung OPMC Lantai-4 Jln. Ketintang 156, Surabaya mengundang jajaran KANCATEL yang berkaitan langsung dengan Sales dan Alat Produksi.

Kalau beberapa perusahaan jasa ataupun produk (services or manufacture) di akhir tahun ini menggelar BIG SALES, CUCI GUDANG, DLL, .... maka TELKOM SBT menggelar “Sales Terpencar” yang konsepnya mirip konsep BIG SALES hingga ke KANCATEL. Semangat menutup tahun dari jajaran TELKOM SBT memang nampak, terbukti penampakan capaian kinerja yang bagus. Semangat ini juga nampak dari Sang GM TELKOM SBT ketika mengatakan dihadapan para JM dan rekan-rekan CATEL, bahwa :”Saya optimis New Engine Driver yang sudah Well-Performed ini dapat dipertahankan CATEL dan ditingkatkan”.

Semangat jajaran DATEL TELKOM SBT umumnya dan CATEL se TELKOM SBT khususnya, yang membuat Sang GM merasa optimis, apalagi militansi SDMnya yang telah cukup berhasil melakukan “Agressive and Attractive Sales”. Potensi seluruh CATEL di lingkungan TELKOM SBT masih diyakini akan mampu menghasilkan kemampuan jual sampai akhir tahun ini.
Dengan system dan sub system yang ada, Tulus dalam kesempatan tersebut memang yakin akan capaian gemilang TELKOM SBT. Potret Performansi memegang peranan yang penting dalam mengendalikan effort perusahaan menuju sasaran perusahaan dan kompetensi organisasi yang diinginkan, oleh karena itu Manajemen TELKOM SBT dengan segala daya upaya ingin merampungkan tahun 2006 ini dengan sebaik-baiknya. Persiapan menggarap bisnis tahun depan (2007 : Red), utamanya di Triwulan-I 2007 akan sangat menentukan keberhasilan di Triwulan berikutnya.**NURSIDIK**

Mojokerto : SOSIALISASI HIV DI MOJOKERTO


TAHUN 2006

Mojokerto : SOSIALISASI HIV DI MOJOKERTO
Mojokerto (06/12/2006); STO. Empunala pada hari Rabu tanggal 06 Desember 2006 laksana pasar Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dimana banyak petugas dan pegawai dari Disnaker Mojokerto yang berlalu lalang dan hilir mudik membawa peralatan dan alat-alat yang fungsi dan kegunaannya membuat rekan-rekan Kancatel Mojokerto kebingunan. Di Aula 007 Mojokertolah semua pertanyaan dan kebingunan rekan-rekan menjadi jelas dan faham. Mengingat pada hari itu di Kancatel Mojokerto telah dilakukan Sosialisasi Penyakit HIV. Dimana sebelum menjawab quisionare sebagian rekan-rekan (10 orang) diminta kerelaannya disampling untuk dilakukan pengecekan kesehatan jasmani yang bersangkutan. Ke-10 orang tersebut masing masing 4 dari Pegawai, 3 dari TKM serta 3 dari unsur Satpam.

Didalam sambutannya Arif Irfansyah selaku JM Kancatel Mojokerto mengharapkan kepada seluruh jajaran Kancatel Mojokerto untuk selalu waspada dan berjaga-jaga baik untuk diri pribadi maupun keluarganya untuk supaya tidak terjangkit atau tertular penyakit ini. “Selama kita berjalan dengan benar dan lurus, Insya Allah kita aman dan terhindar dari penyakit ini”. Selalulah berusaha untuk menjalankan perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA. Kalau kita selalu taat beribadah dan menjalankan perintah-NYA, Insya Allah kita tidak sempat untuk berfikir apalagi sampai berbuat untuk hal-hal yang bersifat negatif semisal berzina, mabuk, narkoba dll

Dalam kesempatan kali ini dari DISNAKER Mojokerto menyempatkan diri untuk mengawasi, mengontrol, mencek, segala sesuatunya mis. Pengecekan kebersihan, pengecekan cahaya, pengecekan kenyamanan bekerja, pengecekan data-data tentang kecelakaan kerja dll yang terkait dengan kegiatan SMK3 yaitu Sistem Manajemen kesehatan dan Keselamatan Kerja di Kancatel Mojokerto. Didalam sosialisasi, rekan-rekan Kancatel Mojokerto sangat antusias dan merespon sekali kegiatan ini. Dimana pertanyaan-pertanyaan sekitar apa yang dimaksud dengan HIV, bagaimana cara penularan, pengobatannya seperti apa, cara menghindarnya bagaimana dll. Dalam mengakhiri kegiatan ini Kepala Disnaker Kotamadya Mojokerto memberikan tip-tip untuk terhindar dari penyakit ini :

1. Usahakan untuk melakukan hubungan intim dengan istri saja.
2. Jangan sekali-kali memakai alat suntik yang bergantian.
3. Hindari Narkoba.
4. Hindari hubungan intim dengan WPS (Wanita Penjaja Sex).
5. dll.

Acara ditutup dengan doa, semoga jajaran Kancatel Mojokerto selalu diberikan rahmat, berkah dan kesehatan dari Allah SWT.

“Ada yang lebih penting, yaitu kepuasan pelanggan”

@kk@-y/Mr.

akk@ay

Gubernur JATIM Serahkan Piagam Donor Darah Kepada Karyawan TELKOM SBT


TAHUN 2006

Gubernur JATIM Serahkan Piagam Donor Darah Kepada Karyawan TELKOM SBT

Abdul Aziz, rekan kita dari TELKOM Surabaya Timur bersama 598 orang pendonor darah sukarela ke 75 kali sejatim, tadi pagi (05/12) telah menerima piagam dan lencana dari Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Marie Muhammad yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Imam Utomo di Gedung Negara Grahadi Jln. Gubernur Suryo, Surabaya.

Menurut Gubernur dalam sambutannya, doroh darah untuk kepentingan kemanusiaan ini secara rutin telah dilakukan oleh para Sukarelawan. Untuk ini Gubernur atas nama Pemerintah mengucapkan terimakasih yang tak terhingga, dan Gubernur berharap semoga aksi social kemanusiaan ini dicatat oleh Allah SWT sebagai amal ibadah.

Ayo terus menyumbang darah terus ! ajak Gubernur ! Agar apabila keluarga kita, masyarakat kita yang membutuhkan apalagi dalam kondisi kritis, maka InsyaAllah akan dapat terbantu dengan mudah oleh kita-kita semua, lanjutnya. Calon pendonor darah diharapkan semakin banyak, sehingga pasokan darahpun tak perlu dikhawatirkan dan dicemaskan.

Para komunitas Pendonor Darah yang berkumpul hari ini, saya harapkan dapat saling sharing, siapa tau ada info tentang Calon Pendonor Darah yang lain, sehingga mereka mudah mendapatkan info tentang Pendonor baru demi kepentingan seluruh ummat, sekaligus ajang pagi ini dapat dipakai sebagai ajang silaturahmi diantara kita.

Aziz nampak haru campur bangga atas diterimanya piagam tersebut, sebab donor darah yang ke 75 kali bukanlah sedikit, dan ia yakin darahnya yang sudah disumbangkan selama ini bermanfaat bagi orang banyak. Tugas kemanusiaan lainnya bagi rekan kita ini ialah pernah membantu Saudara kita yang tertimpa bencana Tsunami di Aceh dan gempa bumi di Jawa Tengah.**NURSIDIK**

Terinspirasi Promo Di Singapura, Flexi Dan Speedy Bisa !


TAHUN 2006

Terinspirasi Promo Di Singapura, Flexi Dan Speedy Bisa !

Ternyata “Travelling To Singapura” banyak sekali hikmahnya, selain bisa menjadi intelijen, juga dapat menginspirasi kegiatan bisnis di TELKOM ini, salah satunya adalah Promo Dinas Pariwisata Singapura yang selain dilakukan di tempat-tempat / kantor-kantor resmi, juga dapat dilakukan secara “kaki-lima”, yaitu dengan sepeda engkol, maupun dalam bentuk warung.

Di beberapa kiri dan kanan jalan Orchad Road telah Reporter jumpai yang dalam bentuk warung dan dalam bentuk sepeda engkol (lihat gambar). Hal ini secara spontan mampu memberikan inspirasi, bahwa promo Flexi maupun Speedy selaku dua “New Engine Driver” PT. TELKOM bisa saja dilakukan seperti ini, yaitu yang dalam bentuk sepeda engkol.

Tentu saja pengemasan dan dekorasi sepeda engkol harus sedemikian rupa keren, agar tidak terkesan “murahan”, terbukti pariwisata di Singapura mampu untuk ini, dan banyak turis yang dengan mudah mendapatkan brosur berisi informasi tentang seluruh lokasi wisata di Negeri Merlion ini, dari sepeda engkol ini.

Mereka tak harus ke kantor resmi pariwisata yang mungkin lokasinya cukup jauh, tetapi cukup di trotoar yang ada sepeda engkolnya yang menarik sudah mendapatkan seluruh informasi sesuai yang diinginkan. Untuk Flexi dan Speedy bisa saja seperti ini, costnya mungkin lebih hemat, sebab tanpa BBM yang cukup mahal dan mungkin boros. Selamat mencoba....! Kenapa Tidak ? Siapa Takut..??**NURSIDIK**

SIDOARJO MENJADI SI HEBAT


TAHUN 2006

SIDOARJO MENJADI SI HEBAT

Banjir Lumpur yang melanda kota Sidoarjo dan menenggelamkan beberapa desa diantaranya, desa Reno kenongo, Siring dan desa Kedungbendo, telah menyebabkan daerah tersebut tidak ada kehidupan karena semua penghuninya meninggalkan rumah masing masing untuk pergi menuju ke pengungsian.

Lumpur panas mengalir dan berjalan bagai macan lapar yang sedang mencari makan atau ibarat monster berjalan lamban tapi tak pernah surut, siap memakan dan menerjang apa saja yang ada didepannya. Sekarang sudah merembet dan mengancam Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) yang berjarak 1 Km dari pusat semburan Lumpur.

Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera berpenduduk 5000 KK dan yang menjadi pelanggan Telkom sekitar 1700 Sst, sarana Telekomunikasinya dicatu dari Catel Sidoarjo. Sekarang penduduknya sudah banyak yang meninggalkan rumah. Peristiwa ini menciptakan inisiatif arek arek Telkom Sidoarjo dibawah Komando MS Triagung perlu menyelamatkan Infrastruktur yang ada agar bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk Realokasi.

Informasi lain dari AJM CS Slamet Harjatno yang kerap dipanggil Pak Slem di akhir bulan Nopember Telkom Sidoarjo pemasaran POTS tembus 1404 Sst, Flexi Clasy 318 Ssf, dan Speedy 174 Ssl. Dalam sambutannya disela sela acara SKJ, MS Triagung mengucapkan trimakasih kepada semua yang terlibat baik dari Oman, JANM Marketing, CS, ICM dan Support, semoga team yang sudah bersinergi ini kita pertahankan untuk mencari celah pasar di bulan Desember dengan konsep Bung “TOMO” (Total Open Market Oriented). Biarpun banjir Lumpur menenggelamkan rumah rumah, tapi semangat kita jangan sampai ikut tenggelam dan Sidoarjo harus menjadi SI HEBAT,” kata Agung memberi semangat.

Agung dan temen temen di lokasi daerah korban Lumpur sedang menyelamatkan asset Telkom, Slem sedang bersosialisasi merebut hati pelanggan

Jurnalis TELKOM Menjadi Intelijen Di Singapura


TAHUN 2006

Jurnalis TELKOM Menjadi Intelijen Di Singapura

Sebagaimana telah diberitakan di klik : portal.telkom.co.id, dimana telah dipilih 3 orang pemenang kontributor menerima “reward traveling to Singapore”, maka selama dua hari satu malam ( 2-3 /12) ketiga kontributor, Nursidik, Sholichin dan Bambang Wied meluncur ke Negara “Three In One” yang dipandu oleh seorang Guide bernama Mr. Abdi dari SIEGMATAMA Travel & Leisure Solution, Global Tourism Consultant Group).

Dengan menggunakan Mobil Van Mercy kami menyusuri beberapa lokasi sudut kota (City Tour). Menurut Sang Guide julukan Singapura ini adalah ”Three In One”, sebab nama kota adalah Singapore, nama Negara juga Singapore, serta Pemerintahnya juga Pemerintah Singapore. Kami tidak hanya jalan-jalan saja disini, sebab ada juga misi lainnya, yaitu dalam waktu relatif singkat harus mengamati infrastruktur telekomunikasi juga. Wah, ... Wisatawan merangkap Interlijen nich,...!

Tapi nggak apa, itulah tugas mulia seorang Jurnalis, sekali dayung, dua pulau terlampaui, atau menyelam sambil minum air. Walau hanya sedikit yang mampu diamati, namun paling tidak ada semacam pembanding dan ”Best Practice” antara yang kita miliki dengan yang dimiliki oleh kompetitor. Telepon Umum atau TELUM yang merupakan ”Public Service” memang ada sangat sederhana, masih bagus di kita. Saat Reporter tahun 1997 tempo dulu berkunjung di negeri yang terkenal dengan ”Merlion”-nya, sempat pula mendapati TELUM yang rusak dua hari belum diperbaiki, padahal SINGTEL sudah ”World Class”.

Antara Kompetitor memang tidak perang spanduk seperti di Indonesia, sehingga negara yang merupakan markasnya SINGTEL ini nyaris rapi dan bersih tak ada spandung yang bergelantungan. Kendati tak banyak, namun kabel udara juga ada. Rumah Kabel (RK) tak ada pelindungnya, sehingga rawan ditabrak mobil ( memang ada yang penyok seperti dalam gambar. berlokasi di Sentosa Island), bahkan ada RK penyok yang sekedar diikat kabel saja. Untuk RK, maka di Indonesia jauh lebih rapi, bersih dan terlindungi, bahkan ada yang dipagar. Jadi kalau bersaing bidang kualitas, kita masih optimis menang.

Reporter juga sempat melihat petugas sedang melakukan pekerjaan galian kabel Manhole di Orchad Road di depan atau di seberang Wisma Atria tak jauh dari tempat kami menginap ”Fragrance Hotel” di Selegie Road. Dengan memakai pelindung kerja (K3), nampak petugas bekerja ditengah lalu-lalang para Turis, apalagi kejadiannya adalah hari Minggu pagi (3/12) dimana para wisatawan mancanegara menikmati liburan akhir tahun di sini.**NURSIDIK**

SBT, Road To “KANDATEL BROADBAND”


TAHUN 2006

SBT, Road To “KANDATEL BROADBAND”

Sebagai KANDATEL terbesar di DIVRE-V Jawa Timur, maka TELKOM SBT (Surabaya Timur : Red) tahun 2007 nanti akan mencanangkan dirinya sebagai “KANDATEL BROADBAND”. Kemajuan pesat di berbagai bidang yang berujung kepada kinerja secara “overall”, maka TELKOM SBT telah bertekad untuk mewujudkan impiannya itu sebagai pioneer di JAWA TIMUR. Impian ini disampaikan oleh GM TELKOM SBT, Tulus Sudarsono saat menggelar Forum Feedback Bulanan, Senin (4/12).

Acara yang diadakan di Gedung OPMC TELKOM SBT Jln. Ketintang 156 ini dihadiri oleh Para Senior Leaders, seluruh karyawan dan karyawati (kecuali bagi petugas ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan Customer). Memang semenjak 3 bulan lalu menempati pos barunya di SBT, Tulus baru kali ini menggelar Forum Feedback ini, hal disebabkan padatnya agenda yang tak dapat digeser, termasuk Agenda Ramadhan waktu itu dan agenda Audit SMK3. Untuk yang satu ini, Tulus minta maaf kepada seluruh jajaran termasuk SEKAR, InsyaAllah kedepan acara Feedback ini dapat berjalan normal kembali.

Acara Forum Feedback ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu Bagian Pertama berupa paparan manajemen, dalam hal ini Tulus mempresentasikan kinerja TELKOM SBT hingga dan memprediksi capaian kinerja hingga akhir tahun, serta rencana kedepan berupa Launching “KANDATEL BROADBAND”. Saya yakin kehandalan dan semangat jajaran Telkom SBT untuk dapat mewujudkan hal tersebut, sebab saya tau sendiri, bahwa yang selama ini telah dilakukan oleh jajaran SBT memang semuanya terbukti, termasuk yang pertama sebagai KANDATEL 1-Trilyun di Jawa Timur, katanya.

Sedangkan Bagian Kedua dari acara Forum Feedback ini berupa acara Tanya jawab yang disampaikan oleh beberapa karyawan. Acara Tanya jawab ini merupakan implementasi dari program komunikasi dua arah dalam nuansa keterbukaan dan transparansi demi meningkatkan kinerja perusahaan lebih tinggi lagi, tumbuh dan berkembang. Penyerahan SK Mutasi/Rotasi juga mewarnai Forum Feedback ini. **NURSIDIK**

Ada Turis Bule Tak Disiplin Di Singapura


TAHUN 2006

Ada Turis Bule Tak Disiplin Di Singapura

Reporter tak mengira kalau ada 4 orang Turis bule melanggar rambu lalulintas di negeri pusat bisnis dunia ini, Singapura ! Pasalnya di Orchad Road tepat di depan Mall “NGEE ANN CITY” ada rambu dilarang menyeberang, tetapi 4 turis mancanegara ini nekad. Lalu lintasnya lumayan pada, sehingga mereka berempat menunggu hingga sepi. lalu menyeberang.

Saat menunggu inilah, timbul keinginan Reporter untuk menjepretnya yang dibantu 2 (dua) rekan Reporter yang lain, sebab ini merupakan pemandangan yang unik dan langka, apalagi dilakukan di Negara yang disiplinnya boleh dibilang sangat ketat. Bisa jadi para turis ini terkena jepretan kamera tersembunyi yang dipasang aparat kepolisian ditempat-tempat strategis.

Padahal sudah ada semacam “zebra cross” yang diperuntukkan bagi penyeberang atau pengguna jalan tak jauh dari situ. Selain itu disamping “NGEE ANN CITY” ada penyebarangan di bawah tanah yang lebih aman dan nyaman, sehingga tak ada alasan untuk melanggar rambu yang ada.

Memang di Singapura tak banyak Polisi berkeliaran seperti di Indonesia, sebab kesadaran warganya akan berlalulintas sudah cukup tinggi, sehingga mereka mengandalkan kamera yang telah dipasang di tempat tertentu. Pemandu kami mengatakan, bahwa jika Anda diperlakukan tidak baik oleh sopir TAXI (misalnya curang soal argo meter), maka Anda cukup catat Plat nomor TAXI dan Call Polisi, saat itu juga Polisi sudah datang.**NURSIDIK**

Delanggu: Trio Macan “dibaiat” menjadi Trio Flexi

TAHUN 2006



Delanggu: Trio Macan “dibaiat” menjadi Trio Flexi

Mojokerto3/12/2006:Mengebangkan usaha tidaklah luput dari kegiatan promosi. Karena ini apabila berhasil akan menambah tingkat penjualan, sisi lain dari kegiatan promo ini adalah menanamkan brand kepada konsumen. Terlebih apabila komunitas konsumen itu adalah di pelosok desa yang relative terjangkau dari media promosi baik elektronik maupun media “kertas”. 75% dari kegiatan usaha adalah promosi Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk kegiatan iklan? Apakah biaya yang harus dikeluarkan sebanding dengan keuntungan yang didapatkan? Dan APAKAH semua kegiatan PROMOSI SUDAH EFEKTIF ? inilah yang menjadi kajian kemudian.

Ada bayak cara dalam menggaet konsumen untuk setidaknya mengenal produk yang ditawarkan. Diataranya dengan menggunakan publikfigur baik pejabat, pelawak dan sekian banyak ajang media promo yang diminati adalah artis. Seperti yang dilakukan oleh jajaran Sales Mojokerto kemarin di Wisata Desa Dlanggu, Minggu 3 Desmeber 2006 yang kebetulan pihak Even Organizer mendatangkan artis yang lagi naik daun dengan tembang SMS-nya , Trio Macan , tak luput dari ajang berpromo. Kebetulan produk yang pas untuk ditawarkan adalah Flexi.

Penonton sebanyak kurang lebih 1500 orang yang sejak pagi telah memadati wisata yang berada di lokasi pedesaan itu dengan sabar menunggu artis Trio Macan, karena sela waktu diisi oleh artis local dari iringan kelompok Super Rock Dank Dut PALADA yang bermarkas di Mojosari. Spanduk Flexi Combo menghiasi panggung berukuran 10 x 10 m.

Sekitar pukul 11 siang tiga cewek yang masih ABG berambut pirang dan berpakaian Flexi dengan dikawal beberapa orang berpakaian serba hitam menuju panggung. Tak pelak penonton yang juga kalangan ABG itu berteriak histeris.

Diatas panggung Trio Macan yang sejak hadir telah ”dibaiat” menjadi Trio Flexi itu tampil energik dengan tembang baru yang diunggulkan ”MISS CALL”. Suasana menjadi meriah karena ”Trio Flexi” mulai beraksi dengan gerakan2 yang eksotis, penontonpun berjingkrak-jingkrak membuat petugas keamanan kewalahan. Sesekali sebelum melantunkan lagu Trio Macan juga mempromosikan Flexi karena anggota Trio Macan masing2 Serly Arista, Nita Viola dan Enjel Puspita itu telah menggunakan Flexi ” Di Bali ok banget loh Flexi Combo” kata Nita Viola

Pihak Telkom yang diwakili penulis, berharap kepada Trio Macan ”Pakai terus baju Flexinya bila manggung ya..” disambut senyum ...(N4N4N6-MR)

Liputan bisnis dari Negeri 3-in One


TAHUN 2006

Berita Internal TELKOM

Liputan bisnis dari Negeri 3-in One


CIREBON, 4 Desember 2006, Sebagaimana telah dipublish via PORTAL Nasional, pihak Corporate & Marketing Communications memberikan reward kepada 3 kontributor terbaik Nasional 2006-2007, dalam bentuk Piagam Penghargaan serta Paket perjalanan ke Batam dan Singapore.

Jum’at 1 Desember 2006 pelaksanaan perjalanan agak terhambat karena faktor cuaca, membuat random jadual acara menjadi marathon dan dipadatkan dari 3 hari 2 malam menjadi 2 hari 1 malam, kendati tidak terlalu mempengaruhi kondisi fisik para penerima award, namun sedikit mengganggu kondisi psikis mereka lantaran harus berpacu dengan waktu yang relatif menjadi singkat.

Alkisah, yang namanya insan Telekomunikasi, dimanapun mereka berada selalu mencari obyek bandingan pola pengelolaan telekomunikasi secara global, sebagaimana yang di hunting Nursidik dari Surabaya Timur (SBT), bidikan kamera selalu mengarah ke instalasi DP milik SingTel, sementara Kontributor Jember M. Solichin asyik dengan kekagumannya menyaksikan kebebasan burung-burung jalak yang selalu dijumpai di sepanjang lokasi perjalanan, sedangkan kontributor Cirebon Bambang Wied mengagumi gaya hidup “Bersih” warga Singapore dengan mengamati setiap sudut pantai laut maupun sungai yang bersih dan terjaga kelestarian biotanya, dengan air yang jernih dan bebas dari sampah.

Di Singapore kata Diksi (Panggilan PORTAL Nursidik), nyaris tidak dijumpai jaringan Kabel Udara (KU), semuanya terintegrasi dalam satu lorong yang dimenej secara apik dalam pipa jaringan bawah tanah, kalaupun ada sambung diksi, itu sifatnya temporer dan lebih banyak didominasi jaringan kabel listrik, sedangkan Bambang Wied yang sepanjang perjalanan selalu mencoba keberfungsian fasilitas Public Phone mengomentari, “kadang saya nggak habis pikir, ditengah situasi bisnis telekomunikasi yang sangat kompetitif, SingTel tampaknya sangat responsive dan akomodatif dalam memenuhi kebutuhan warga masyarakatnya, dengan menempatkan lebih banyak fasilitas public phone di setiap sudut maupun lorong jalan, bahkan hanya beberapa langkah saja saya sudah menjumpai fasilitas public phone secara terbuka, dan sudah dipastikan disekitarnya ada (kalau di sini Kios) yang berjualan sejenis kartu telepon (Smart Card) dengan berbagai jenis kebutuhannya dari nilai nominal Sin$-5, Sin$-10 hingga Sin$-100, dan jangan salah,…. Semuanya terpantau oleh kamera pengawas, yang terkoneksi secara paralel oleh SingTel maupun Police Office”.

Mungkin ini informasi “Basi” apabila dibaca oleh sementara kalangan yang sudah sangat familiar dengan Negeri 3-in One Singapore, namun tidak berlebihan kiranya apabila sajian reportase pandangan mata ini, sedikit banyaknya turut melengkapi apa yang belum sempat terliput oleh mereka yang melakukan tugas studi banding di Negara jiran tersebut.

wied-kontributor cirebon

SINGAPORE REWARDS

TAHUN 2006

SINGAPORE REWARDS

3 kontributor terbaik penerima penghargaan News Award yang akan melakukan tour ke Singapore, tadi pagi (1/12/2006) dilepas oleh SO Communication Preparation, W Jatmiko di Ruang Rapat Corporate Communications Kantor Pusat, Jalan Japati. 3 orang tersebut masing-masing Nursidik, pemenang pertama dari Telkom Surabaya Timur, M. Sholichin, pemenang kedua dari Telkom Jember dan F Bambang Widijono sebagai pemenang ketiga dari Telkom Cirebon. Ketiga pemenang penulis di Portal (Intra.telkom.co.id) Kantor Pusat ini selain melakukan vacancy ke Singapore juga mendapat uang saku yang lumayan besarnya.
Dalam sambutannya, Jatmiko mewakili Head of Corporate Communication dan VP Public and Marketing Communication mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang telah diraih oleh ketiga PR tersebut. “Reward ini merupakan wujud kepedulian Telkom khususnya manajemen Corporate Communications dalam mengelola dan menggeluti internal relations” ujarnya. “Kami dan Tim di sini memberikan reward ini setelah melakukan evaluasi dan dedikasi yang selama ini anda lakukan untuk perusahaan.” lanjutnya.
Lebih lanjut ia memaparkan, bahwa ketiga penulis produktif ini memang memiliki eksistensi hingga bertahan sampai sekarang. “Penilaian news award ini ditekankan bukan saja dari sisi kwantitas tapi juga kwalitas. Banyak orang dan teman-teman menulis tapi esensinya banyak yang berbeda.” imbuhnya seraya menghimbau jika sampai ke Singapore jangan hanya menjadi Metu-metu Baris (Turis), tapi harus ada sesuatu yang dilihat dan ditulis sebagai oleh-oleh khas seorang penulis.
Ketika dimintai pendapat masing-masing ketiga penulis oleh Jatmiko, Bambang mengatakan, bahwa dirinya sebelum memulai menulis harus lakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum menurunkan tulisan atau berita kepada nara sumber yang menyampaikan sambutan atau statement. Jika Nursidik menekankan pada sisi kwalitas yang harus ditonjolkan dengan mengedepankan news dan bukan features seperti yang ditulis kebanyakan reporter di daerah atau Kancatel. “News itu sudah menjadi sarapannya Managemen atau bahkan BOD, maka kwalitas berita harus betul-betul dijaga,” ujar laki-laki asal Kedung Klinter Surabaya ini.
Okin menilai bahwa menyajikan berita harus customize. Seperti halnya pelayanan kita kepada pelanggan, maka kepada pembaca pun harus menyajikan berita dengan tulisan yang enak dibaca dan enjoi. “ya bila perlu harus cantik dan didandani supaya menarik untuk dibaca,” tegasnya.***

Dari Merlion Park, Sentosa, Hingga Ke Orchad Road


TAHUN 2006

Dari Merlion Park, Sentosa, Hingga Ke Orchad Road
Memang kami bertiga, Nursidik, Sholichin dan Bambang Wied sebagai kontributor Intra Telkom benar-benar “di-service” dan dimanjakan selama dua hari semalam di Singapura oleh Travel Agent. Dengan berkendara Mobil Van Mercy dan sesekali naik Kereta BAWAH TANAH kami dibawa meluncur hampir ke semua titik tempat-tempat wisata menarik dan pusat perbelanjaan yang kerap dikunjungi turis mancanegara, apalagi saat ini adalah akhir tahun, banyak hotel yang sudah di booking, semua toko di Singapura mengadakan penjualan murah “Big-Sale”.
Uang berapa saja pasti habis dibelanjakan disini, apalagi di MUSTAFA CENTER yang beralamatkan di 145, Syed Alwi Road CA-00631 COD Singapore ini, sebab pusat souvenir yang dulunya hanya bukan 12 jam, kini buka 24 jam non stop setiap harinya. Harga barang murah dan kami belanja disini. Lalu jika sebelumnya Orchard Road yang selalu menjadi sentral kegiatan di Singapura, kini banyak yang beralih ke Clarke Quay. Setelah Pemerintah Singapura berkomitmen membersihkan sungai selama 10 tahun dan rampung tahun 1987, kawasan tepian sungai akhirnya dapat dimanfaatkan maksimal. Tapi Orchard Road masih tetap hidup, kamipun belanja sedikit disini.
Suasana di tepi Sungai Singapura kini makin semarak. Resto-resto diberi kanopi berwarna. Dari tempat duduk di restoran, Anda dapat menikmati kelap-kelip lampu gedung-gedung jangkung di seberang sungai, sambil meneguk “soft drink” dan menyantap hidangan laut ataupun pizza. Tentu saja Clarke Quay tidak hanya memanjakan perut Anda. Sebab, di kawasan ini Anda bisa menikmati tur perahu yang menjelajahi Sungai Singapura, dibuka sejak pagi hingga menjelang tengah malam. Di Merlion Park juga tak kalah mempesonanya, dengan keindahan patung Merlionnya.
BADAN Pariwisata Singapura atau Singapore Tourism Board (STB) merencanakan menciptakan kawasan sekitar Sungai Singapura tetap hidup selama 24 jam dan dapat dinikmati kaum yuppies Asia yang berkunjung ke sana. STB ingin kawasan tepi sungai menjadi menarik dikunjungi dan merupakan ikon tepi sungai di Asia, dengan perbandingan Darling Harbour di Sydney, Fisherman’s Wharf di San Fransisco, dan South Street Seaport di New York.
SELAIN menghidupkan daerah tepian sungai, Singapura memanfaatkan setiap lahan yang ada sebagai lokasi wisata. Singapura sadar betul bahwa mereka tak punya sumber daya alam. Yang ada adalah sumber daya manusia yang andal, yang mampu memutar otak agar wisatawan terus datang ke Singapura, berbelanja, makan dan minum, dan menikmati apa pun yang ada.
Salah satunya adalah kawasan pecinan atau Chinatown. Kami bertiga belanja disini, sebab harganyapun tak begitu mahal. Kawasan bersejarah ini dianggap “rumah” pertama komunitas China di Singapura. Status konservasi diberikan pada 7 Juli 1989. Bangunan dan lingkungan fisik diperbaiki. Daerah-daerah utama yang menjadi sentral aktivitas didata. Bangunan satu lantai dimanfaatkan sebagai toko atau tempat makan.
Kini Chinatown menjadi pusat aktivitas masyarakat China Singapura. Berbagai kegiatan seni dan budaya digelar di kawasan pecinan ini. Kios-kios suvenir dan pub berdiri di sini. Demikian halnya dengan bisnis tradisional China, seperti tempat penjualan porselen, tempat minum teh, dan tempat pengobatan, semua masih beroperasi.
Bukan hanya bangunan tua di pecinan yang dilestarikan dan menjadi aset wisata. Ada ribuan bangunan tua serupa yang diberikan status konservasi di Kampong Gelam, Little India, dan Boat Quay. Sedikitnya tercatat 5.000-an bangunan tua di Singapura yang mendapat status konservasi. Separuh dari jumlah itu direstorasi dan disulap menjadi kantor, toko, hotel, restoran, dan tempat tinggal. Bangunan-bangunan tua tersebut tetap dilestarikan, bersanding dengan gedung-gedung jangkung berarsitektur modern di jantung kota. Ini semua memberi warna unik identitas Singapura yang plural tetapi satu.
Di Kampong Gelam, identitas Melayu tetap bersinar. Restoran Melayu seperti milik Hj Maimunah selalu dipenuhi peminat, kami mencoba mencicipi masakan disini. Demikian juga di kawasan Little India dengan Mustafa Centre yang buka 24 jam, memikat wisatawan berbelanja barang dengan harga relatif murah. Semua lokasi wisata dapat dijangkau menggunakan transportasi MRT, bus, maupun taksi dengan mudah.
Demikianlah Singapura. Seakan tak ada satu tempat pun di sana yang dibiarkan menganggur dan tersia-sia. Apa pun bisa disulap menjadi tempat wisata yang menarik, yang mendatangkan uang, dan pada gilirannya menyejahterakan masyarakat setempat. Melihat Singapura mampu menyulap daerah kumuh dan kotor menjadi destinasi wisata, kita pun bertanya-tanya mengapa kota-kota di Indonesia hingga kini belum mampu melakukan hal serupa. Kawasan Pecinan di beberapa daerah Indonesia, misalnya, seharusnya dapat meniru konsep Singapura sehingga dapat menjadi daya tarik kota. **NURSIDIK**

PKB, Wujud Kecintaan SEKAR pada Karyawan

TAHUN 2006


PKB, Wujud Kecintaan SEKAR pada Karyawan

Kecintaan tak terbatas SEKAR tidak hanya kepada TELKOM, namun juga kepada para anggotanya. Salah satu wujud kecintaan SEKAR pada TELKOM antara lain keberadaannya yang sangat concern terhadap setiap kebijakan yang dapat membawa dampak kerugian bagi perusahaan, sebut saja pengaruh dari regulator, kompetitor, maupun dari pressure group, dan LSM yang acapkali memberikan respon negatif kepada TELKOM. Hal ini memang telah menjadi salah satu perjuangan dan komitmen Sekar yang sudah menjadi wataknya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Sementara untuk menunjukkan kecintaannya pada Anggotanya diejawantahkan melalui PKB yang didalamnya berisi kesepakatan-kesepakatan antara Manajemen dan SEKAr terkait seluk beluk pelbagai aturan yang sebagian besar menyangkut persoalan kesejahteraan karyawan.

Kecintaan seperti itulah yang antara lain menjadi daya dorong SEKAR untuk bertekad sebagai benteng perusahaan dari pengaruh buruk dari luar serta berupaya kuat melindungi seluruh Anggotanya.

Dalam Mukadimah disebutkan bahwa antara SEKAR dan Manajemen sepakat untuk melaksanakan Hubungan Industrial Pancasila dalam rangka menciptakan hubungan kerja yang serasi, aman, mantap, tenteram, dan dinamis. Selain itu juga sebagai perwujudan ketenangan kerja dan perbaikan kesejahteraan Karyawan, kelangsungan usaha, kepastian hak dan kewajiban masing-masing pihak SEKAR dan Manajemen TELKOM.

SEKAR dan TELKOM wajib untuk saling mendukung dalam upaya pelaksanaan tugas Perusahaan secara jujur, bertanggungjawab, efisien, dan efektif berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kepatutan, kewajaran dan kepentingan umum. SEKAR dan TELKOM sepakat untuk menjadikan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sebagai pedoman yang mengatur hubungan kerja, sehingga harus dipatuhi dan dilaksanakan secara tepat, benar, dan dapat diuji berdasarkan rasa keadilan, kepatutan, kewajaran, dan kepentingan umum.

Dalam Mukadimah itu pun dinyatakan bahwa SEKAR dan TELKOM sepakat untuk mewujudkan kemitraan yang konstruktif dalam konteks hubungan industrial guna mempertahankan dan memajukan perusahaan serta meningkatkan kesejahteraan karyawan. Serta sepakat untuk melindungi dengan berupaya meningkatkan hak-hak dan kesejahteraan karyawan, dengan memperhatikan kondisi perusahaan sesuai dengan kesepakatan bersama.

Dalam konteks itu maka sudah sepatutnya apabila SEKAR dan Manajemen saling memahami posisinya masing-masing. Tim Manajemen tentu saja telah dibekali semacam rambu-rambu berupa batasan-batasan tertentu. Tentang mana yang bisa dan tidak bisa dikompromikan dan sampai batasan mana kelonggaran yang diberikan. Sebelum masuk ke meja perundingan Tim Manajemen telah bekerja keras bernegosiasi dengan para pihak terkait untuk memenuhi harapan SEKAR. Mengapa mereka melakukan itu? Karena PKB adalah untuk semuanya. Apa artinya? Artinya jangan sampai posisinya terus dipojokkan untuk terus dihadapkan pada dilema. Jika pressure ditumpahakan terus pada Tim Manajemen, boleh jadi ia akan “terpanggang” di tengah-tengah.

Kita tidak berharap perundingan ini menghasilkan “deadlock”, karena jika ini terjadi adalah ironis. Tidak hanya akan merugikan semua pihak karena akan kembali ke pemberlakuan PKB-II, namun juga segala cipta dan rasa, segala daya dan upaya, segala dana dan sumberdaya menjadi sia-sia. Deadlock hanya akan merubuhkan citra kedua tim, karena para anggota Sekar dan seluruh karyawan dengan segala hormat akan “mencibirnya.”

Hari Pertama sengit

Pada hari pertama, perundingan difokuskan pada dua masalah, yakni masalah Tunjangan Retensi dan Tunjangan Faskes. Tunjangan Retensi yakni tunjangan yang diberikan kepada rekan-rekan kita yang bekerja di luar pulau Jawa ini, mendapat pembahasan yang sangat alot. Masalahnya masih ada gap yang cukup lebar. Manajemen hanya mampu memberikan tunjangan pada rekan di luar Pulau Jawa itu sebesar Rp. 600 ribu/karyawan/bulan, namun SEKAR tetap bersikukuh agar tunjangan itu bisa meningkat menjadi Rp. 1 juta.

Hingga tulisan ini diturunkan pada pukul 21.00 waktu Flexi, kesepakatan sementara pada angka Rp.600 ribu sebagai acuan. Hanya masalah muncul kembali terhadap Pulau Bali. Manajemen menganggap Bali masuk ke Pulau Jawa sehingga tidak perlu diberikan tunjangan Retensi. Sementara pihak Sekar menganggap bahwa Bali termasuk luar pulau Jawa dan tidak ada alasan kuat bahwa Bali harus dimasukkan dalam area Pulau Jawa.

Pertentangan muncul tentu saja dari anggota tim DPW-7 Wilayah Timur, melalui salah seorang negosiatornya, Endi Sapto, yang mengatakan bahwa Bali secara Bisnis dan Serikat masuk dalam area Divre VII, lantas mengapa dalam hal ini dibeda-bedakan. “Ini tidak masuk akal dan tidak ada justifikasi kuat untuk itu,” tandas Endi setengah emosi.

Setelah itu dijelaskan oleh Ketua Tim Manajemen, Pandji Darmawan, bahwa Bali merupakan area khusus dengan tingkat pertumbuhan kotanya yang sangat dinamis. Tidak terkecuali jika dilihat secara psikologis, demografis dan kemudahan akses yang dimiliki Bali, sehingga kota wisata dunia ini tak bisa disamakan dengan kondisi wilayah atau kota di luar Jawa lainnya. “Jangan sampai Bali malah dijadikan tujuan karyawan untuk berlomba-lomba bereksodus masuk ke wilayah ini,” tandas Pandji.

Masalah Bali tampaknya akan menjadi agenda pembicaraan lanjutan pada hari kedua. Sementara terkait dengan pemberian Faskes bagi pegawai yang bekerja setelah Nopember tahun 1995 atau Pasca IPO juga akan mendapat bahasan pada hari kedua sampai hari ketiga. Perlu diketahui bahwa sesuai dengan peraturan pasar modal, bagi perusahaan yang telah listing atau go public maka tidak diperkenankan lagi untuk memberikan fasilitas kesehatan seumur hidup. Karena itulah mereka berhak untuk mendapatkan Faskes yang harus dibayarkan setiap tahun.

Usulan tunjangan sebagai best deal tim PKB SEKAR untuk pemberian Faskes adalah minimal Rp. 12 juta termasuk istri/suami dan dua orang anak. Sedangkan kemampuan atau kesanggupan manajemen baru pada taraf Rp. 4,8 juta. Permasalahan ini tampaknya akan menuai debat cukup sengit. Maklum, jurang perbedaan yang masih centang perenang, merentang senjang, mengawang-awang.

PKB yang sejatinya bagai lakon sandiwara, ternyata menyimpan sejumlah beban pada kedua tim yang tak mudah dienyahkan. Duuh! Iiiihh! (na2s/endah/mp-135)

Perundingan PKB-III, dari Ramah Tamah Menuju Perdebatan Sengit

TAHUN 2006

Perundingan PKB-III, dari Ramah Tamah Menuju Perdebatan Sengit

Perjanjian Kerja Bersama (PKB) III kembali digelar untuk Putaran Ketiga. Kali mengambil tempat di Balikpapan dan akan berlangsung mulai hari ini tanggal 29 Nopember s/d 2 Desember 2006. Tim Perunding dari kedua belah pihak sebagian besar sudah hadir di Balikpapan. Momen ini dimanfaatkan EGM Divre VI selaku tuan rumah PKB.

Bertempat di RM Aleksa yang berlokasi di pinggir pantai di Balikpapan, tadi malam (28/11) EGM Divre VI bertatap muka dengan kedua tim perunding. Tentu saja pertemuan seperti berlangsung santai, akrab dan tanpa beban. Hadir pada acara ini EGM Divre VI Triana, Ketua perundingan PKB sekaligus Sekjen DPP SEKAR TELKOM Wisnu Adhi Wuryanto, dan Sekretaris Bambang Soenarmo, Kabid OKK Januar Setyo, dan lain lain. Juga hadir Panji Darmawan Wakil Ketua Tim Perundingan dari Manajemen dan Sekretaris Ali Rahman Mursalin, beserta Manajemen Telkom Divre VI Kalimantan.

EGM Divre VI Triana Mulyatsa dalam sambutannya mempromosikan Kalimantan yang disebutnya sebagai Pulau Harapan karena income per kapitanya yang tingggi. Dan khususnya bagi pegawai Telkom yang berlokasi di Balikpapan, tersedia fasilitas olah raga yang sangat lengkap mulai dari Tennis Lapangan, Basket, Bolla Volley, Sepakbola, Golf, Tenis Meja, hingga Jet Ski.

Berangkat ke kantor pun juga tidak perlu buru-buru, karena kondisi lalu lintas yang tidak macet dan jarak yang sangat dekat dari rumah ke kantor.

”Kalau di Jawa, berangkat ke kantor itu untuk bekerja, namun di Kalimantan adalah untuk rekreasi,” canda Triana. ”Kenyataannya banyak orang Kalimantan ke Jawa dibandingkan orang Jawa ke Kalimantan. Ini bukan promosi, tapi untuk membuka wawasan agar pegawai yang sekarang ada di Jawa tidak usah takut jika mutasi nasional (munas) ke Kalimantan,” imbuh Triana. Disampaikannya juga bahwa hubungan kekeluargaan pegawai di Kalimantan sangat akrab seperti saudara, karena sama-sama sebagai perantauan.

Berkaitan dengan perundingan PKB III yang akan berlangsung mulai hari ini 29 Nopember – 2 Desember 2006, Triana berharap agar seluruh peserta dalam kondisi sehat walafiat dan sama-sama dapat menghasilkan kesepakatan sesuai yang diharapkan.

Acara ramah tamah diselingi dengan lantunan suara emas dari Triana dan beberapa peserta dari divisi lainnya. Paginya peserta sempat berolah raga dan merasakan nikmatnya bekerja di Kalimantan yaitu dengan main Jet Ski milik Telkom Kalimantan.

Dua bahasan utama

Mengawali perundingan, Wisnu : AW yang memimpin perundingan PKB-III sejak pukul 10.00 Waktu Flexi, menyampaikan bahwa yang perlu dituntaskan dalam PKB III ini adalah masalah Tunjangan Retensi dan Faskes. Ini tak bisa ditawar-tawar lagi, harus close saat ini. Karena apabila tidak selesai dan dibicarkan pada PKB berikutnya (PKB-IV) akan semakin sulit dicari jalan keluarnya..

Selain itu, tandas Wisnu, saat ini masih ada perbedaan persepsi antara pengertian bonus (jasprod) dengan premi. Akibat adanya perbedaan ini dalam RKAP 2007 Manajemen tidak tidak menganggarkan keduanya. Yang dianggarkan hanya bonus saja.

Hal lain yang perlu lebih fokus dibicarakan dan masih belum disepakati adalah masalah tunjangan cuti, tunjangan tahun ajaran baru dan THP. Wisnu berharap kiranya dalam PKB-III dapat dituntaskan seluruhnya.

Sementara itu Kabid OKK DPP Sekar, Januar Setyowidodo, menandaskan bahwa dalam PKB Putaran Ketiga ini diharapkan diperoleh beberapa close dengan angka yang fixed. Menurut Januar, jika dalam Putaran I di Jakarta kita masih melakukan penjajagan dengan menyodorkan angka-angka yang masih global serta mencari style bagi masing-masing tim perunding agar dapat dicapai tingkat kesepakatan yang lebih cepat dan hasil terbaik. Dalam putaran Kedua masih banyak dibahas hal-hal yang bersifat wording, maka dalam.
.
Hasil yang paling menggembarakan anggota Sekar selama Putaran Ketiga PKB III saat ini adalah adanya peningkatan THP dari 20,88 kali menjadi 23,14 kali. (Endah/Nas)..

Apa Yang Sudah Diperbuat TELKOM SBT Terhadap Musibah Lumpur Lapindo ?


TAHUN 2006

Apa Yang Sudah Diperbuat TELKOM SBT Terhadap Musibah Lumpur Lapindo ?

Pertanyaan diatas muncul dari GM TELKOM SBT, Tulus Sudarsono pada Rabu (29/11) kepada JM TELKOM Sidoarjo, M. Sholeh Triagung ketika TURBA (Turun Kebawah : Red) melihat langsung infrastruktur telekomunikasi (FASTEL) di Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) yang sudah terkena rembesan Lumpur maupun yang akan terkena rembesan Lumpur akibat luapan Lumpur panas Lapindo, Porong pasca meledaknya pipa gas milik PERTAMINA. Di PERUMNAS TAS ini terdapat sekitar 6.487 Unit Rumah.

Pertanyaan tersebut memang tidak berkelebihan, sebab setiap aktivitas yang dilakukan berkaitan dengan dampak luapan Lumpur panas Lapindo memang mesti terdokumentasi dengan baik sebagai evident. Hal ini juga menyangkut tanggung jawab TELKOM SBT terhadap lingkungannya sesuai dengan program CSR (Corporate Social Responsibility), GCC (Good Corporate Citizenship), maupun COMDEV (Community Development).

Secara systematis, JM Sidoarjo memaparkan, bahwa ada 3 (tiga) besaran aktivitas yang telah dikemas atau didisain sehubungan dengan kasus LUAPAN LUMPUR PANAS LAPINDO ini, yaitu : Pertama : Bantuan Kemanusiaan terhadap para korban. Kedua : Mengamankan Assets Infrastruktur yang sudah tertimpa rembesan lumpur maupun yang belum, termasuk menghitung kerugian, dan Ketiga : Menetapkan Solusi Terhadap Infrastruktur (FASTEL).

Pertama : Sebagai perusahaan yang turut bertanggung jawab terhadap lingkungannya, maka TELKOM Sidoarjo telah melakukan upaya nyata, yaitu : Bantuan evakuasi selama 4 hari di Desa Jati Retno dengan mengerahkan Ranger dan bantuan transportasi 15 truk. Bantuan berupa uang masing-masing Rp. 2 juta untuk keluarga 8 orang yang meninggal dunia akibat ledakan gas pipa PERTAMINA. Bantuan ke TKM dan Mitra Telkom yang rumahnya terkena musibah Lumpur sebesar masing-masing Rp. 1 juta. Bantuan uang bagi korban luka untuk 11 orang sebesar masing-masing Rp. 500 ribu serta berupa bingkisan dan makanan.

Kedua : Melakukan evakuasi infrastruktur untuk lokasi yang telah ditinggalkan Penghuninya di PERUM TAS. Ketiga : Solusi, yaitu dengan cara menawarkan kepada warga PERUM TAS untuk mengganti Wireline menjadi Flexi Home di tempat pengungsian sementara. Assets yang diselamatkan : Tiang telepon 25 batang, KU 100” = 45 meter, KU 80” = 30 meter, KU 60” = 70 meter, KU 40” = 80 meter, KU 20” = 580 meter dan KU 10” = 835 meter.

Rekapitulasi Kerugian : Grand Total kerugian adalah sebesar Rp. 2,385,401,317 dengan rincian sebagai berikut :

LOKASI CAB FRAD : KABEL METAL = 410,985,122.00. DLC & FO = 54,750,000. LOSS PULSA = 62,817,981. TOTAL = 528,553,103.
LOKASI CAB FRAC : KABEL METAL = 544,557,719.00. DLC & FO = 48,750,000. LOSS PULSA = 68,508,429. TOTAL = 661,816,148.
LOKASI CAB RBS : KABEL METAL = 709,923,264.00. DLC & FO = 108,500,000. LOSS PULSA = 35,058,608. TOTAL = 853,481,872.
LOKASI CAB FRBJ (PPLT) : KABEL METAL = 268,500,194.00. DLC & FO = 53,250,000. LOSS PULSA = 19,800,00. TOTAL = 341,550,194.

Dalam musibah ini, maka peran TCDC (Telkom Community Development Center) sangat dibutuhkan secara riil. Sebagaimana perusahaan besar di seluruh dunia lainnya yang selalu ikut bertanggung jawab terhadap lingkungannya sesuai Program CSR (Corporate Social Responsibility), maka PT. TELKOM dalam kasus Luapan Lumpur Panas Lapindo ini juga demikian sangat menaruh perhatian yang cukup besar. Rasa simpati dan empati terhadap korban berdatangan dari beberapa perusahaan tak terkecuali PT. Telekomunikasi Indonesia pada umumnya dan TELKOM SBT pada khususnya. Program CSR, merupakan Trend perusahaan besar modern dan perusahaan terkemuka, maju di seluruh dunia. CSR adalah sebuah program sosial, jadi trend sekarang bahwa perusahaan tak hanya mencari keuntungan semata, tetapi ternyata ikut memiliki tanggung jawab yang besar terhadap lingkungannya.*NURSIDIK*

Tim Assessor Korporat Hadir, Buktikan Obsesi TELKOM SBT Sebagai “KANDATEL Broadband”


TAHUN 2006

Tim Assessor Korporat Hadir, Buktikan Obsesi TELKOM SBT Sebagai “KANDATEL Broadband”

Kehadiran pihak korporat ke Surabaya kemarin, Rabu (29/11) ternyata ingin membuktikan apakah TELKOM SBT benar-benar berobsesi menjadikan TELKOM SBT sebagai “KANDATEL BROADBAND” seperti yang selalu digaungkan oleh GM TELKOM SBT, Tulus Sudarsono kepada seluruh jajaran pada setiap kesempatan tatap muka dengan para karyawan-karyawati dan SEKAR TELKOM DPD SBT. Jadi KANDATEL yang sempat dijuluki sebagai KANDATEL 1-T dan yang memiliki SDM tangguh ini memang tak berlelebihan jika memiliki obsesi tersebut, sebab spiritnya memang “Always The Best”.

"SBT menuju KANDATEL Multimedia / Broadband" ! Segala persiapan sudah rampung ! Menuju KANDATEL Multimedia bukan sekedar mimpi belaka setelah berhasil meraih predikat KANDATEL 1 Trilyun diakhir tahun 2005, Patriot SBT dibawah komando Tulus Sudarsono dengan senjata TRISULAnya berupaya menangkap peluang pasar di SBT yang masih prospektif untuk bisnis layanan Multimedia.

Kesiapan Jajaran SBT menangkap peluang tersebut telah dirintis sejak lama dengan telah dibangunnya beberapa fasilitas berbasis layanan Multimedia yaitu : 1. Broadband Competence Center dan Jawara Competence Center di lokasi Manyar, merupakan wadah untuk menyiapkan SDM yang dengan kompetensinya diharapkan mampu mengelola bisnis Multimedia. 2. Telkom Multimedia Center yang berlokasi di Plasa Marina merupakan etalase Telkom yang diharapkan dapat mampu meraih peluang bisnis ditengah pasar yang menawarkan berbagai produk serta aksesori komputer dan ponsel merupakan paduan yang prospektif utk layanan Multimedia. 3. Dikembangkannya layanan Telkom Hotspot dibeberapa lokasi diantaranya Bandara baru Juanda, dan Plasa Marina merupakan langkah awal dalam upaya pemenuhan kebutuhan pengguna layanan internet yg memilki mobilitas tinggi.


Dan pada hari Rabu tgl 29 Nopember 2006, team gabungan dari korporat yang beranggotakan Sdr. Milono, Dewi Cs dari R&D, dan Div Multimedia dalam rangka mencek kesiapan komersialisasi Produk Telkom Vicon di Surabaya, seusai melaksanakan asesement dan cek kesiapan di Kantor DIVRE V menyempatkan berkunjung ke Telkom Multimedia Center di Plasa Marina. Misi team ini adalah untuk menilai kesiapan Jajaran SBT mulai dari kemampuan SDM, infrastruktur, sarana, serta tools aplikasi produk Telkom Vicon yang akan dilaunching bulan desember mendatang.

Tim asesor gabungan didampingi Ibu Ariwati dari RO MM area Jatim, Tranggono dari UCC Divre V diterima oleh MAN CC mewakili manajemen dan jajaran Customer Care SBT diantaranya Agus Riyantowo, dan Iwan TK sekaligus menjajal produk TelkomVicon yang telah disiapkan di ruang Bisnis Center yang telah terhubung dengan rekan-rekan Multimedia di Kebonsirih jakarta Pusat.

Pada kesempatan tersebut disampaikan pula oleh MAN CC tentang keberadaan Telkom Multimedia center serta fasilitas yang ada dimaksudkan sebagai etalase sekaligus upaya mengedukasi pasar tentang produk Telkom multimedia. Secara keseluruhan team assesor mengungkapkan, bahwa Jajaran SBT rupanya cukup serius dalam menyiapkan layanan TelkomVicon di lokasi yang sangat strategis, dan "semoga pasar di sini bisa cepat merespons layanan yang telah ada disini", ungkap Milono selaku perwakilan team mengakhiri dialog. *NURSIDIK*

Isu Terkini Perusahaan Dipaparkan GM TELKOM SBT

TAHUN 2006

Isu Terkini Perusahaan Dipaparkan GM TELKOM SBT

Latar belakang Program “Speedy Untuk Karyawan” dan isu terkini tentang perusahaan dipaparkan oleh GM TELKOM SBT, Tulus Sudarsono dalam acara Forum Feedback dengan jajaran KANCATEL Sidoarjo di Aula Committed 2 U Lantai-2 TELKOM Sidoarjo Jln. A. Yani Nomor 38, Sidoarjo, Rabu (29/11). Isu persaingan yang sudah “Head 2 Head” merupakan salah satu latar belakang kenapa diluncurkan Program “Speedy Untuk Karyawan”.

Kita tidak ingin Telkom ini mati atau bangkrut, kita ingin bekerja hingga dapat menikmati masa pensiun. Speedy dan Flexi merupakan andalan masa depan kita yang harus kita perjuangkan hingga berdarah-darah. Dengan pertumbuhan minus dan cabutan (churn) POTS cukup tinggi atau boleh dibilang terjun bebas, maka bukan mustahil Telkom ini dilibas kompetitor dan akan tinggal nama saja, tegas Tulus.

Senjata kita adalah Trisula (POTS, Flexi dan Speedy) yang harus tetap kita asah agar selalu tajam dan runcing untuk menggempur pesaing yang sudah membabi buta “membunuh” kita. Kita harus mengenal produk Speedy dan menikmatinya dulu, sehingga kita akan dapat menjual Speedy semudah menjual POTS, terlebih TELKOM SBT akan menjadi KANDATEL BROADBAND. Ingat masa depan kita adalah Speedy dan Flexi, sedangkan POTS adalah pondasinya, lanjutnya.

Isu rencana “Flexi Mandiri” juga dipaparkan oleh Tulus, agar seluruh karyawan temasuk SEKAR mampu mencermatinya. Kita semua berharap jangan sampai seperti “Tragedi” TELKOMSEL, dimana kita tidak bisa masuk disana. Isu Flexi Mandiri ini sebenarnya untuk menyerang kompetitor, seperti Esia yang sudah menggempur Jakarta.

Telkom DIVRE-V JATIM akan menghadang Esia, 500 BTS akan ditebar di tahun 2007, sehingga DIVRE-V JATIM benar-benar menjadi BUMI FLEXI. Esia masihkata Tulus, memiliki uang “tanpa seri” yang melakukan promo selalu tanpa memperhitungkan budget, at any cost ! Yang dimaksud uang “tanpa seri” adalah semacam menghamburkan uang / cost yang unlimited !

Dalam kesempatan tersebut JM CATEL Sidoarjo, M. Sholeh Triagung mempresentasikan “Actual Performance” dan tekadnya dalam melibas target hingga akhir tahun. Hasil “Speedy Untuk Karyawan” sangat bagus, dimana sudah 46 SDM oke, sedangkan sisanya 31 SDM masih in progress. Untuk hasil ini, Tulus appreciate, dan memang Sidoarjo merupakan GREAT KANCATEL jangan-jangan dapat menjadi KANDATEL sebab embrio sudah ada, kuncinya.

Mendengar PKB-III SEKAR

TAHUN 2006

Mendengar PKB-III SEKAR

Pengantar:. Seperti dimaklumi putaran pertama Perjanjian Kerja Bersama (PKB) III berlangsung di Jakarta pada awal bulan ini dan Putaran II di Makassar di pertengahan bulan. Kali ini mulai 29 Nopember s/d 2 Desember 2006, PKB III SEKAR memasuki putaran ketiga bertempat di Balikpapan. Memang menggelar sebuah kompromi lewat PKB membutuhkan waktu cukup. Maklum, yang dibahas, tak hanya menyamakan persepsi atas 18 bab dan 78 pasal setebal 56 halaman. Namun yang sulit justru bagaimana agar isinya mencapai tingkat kesepakatan yang dapat diterima dengan hati lapang dada dan perangai “sumringah.” Tapi, ah, apa makna yang terkandung di dalamnya dan bagiamana masing-masing pihak harus bersikap?

Sejak awal, sebelum PKB III digelar, ada tiga perkara yang menarik untuk disimak. Pertama, adanya kesepakatan penambahan jumlah delegasi dari masing-masing pihak. Sebelumnya terdiri dari 7 (tujuh) orang kini menjadi masing-masing 16 (enam belas) orang. Kedua, masing-masing delegasi disatukan untuk diikutsertakan dalam pesantren kilat yang berlangsung di sebuah hotel di Bandung. Dan ketiga, tempat negosiasi yang berlangsung di beberapa tempat untuk menghindari kejenuhan.

Setidaknya ketiga daya tarik tersebut merupakan terobosan baru dan angin segar bagi upaya mencapai suatu titik temu untuk membahas pelbagai aspek dan seluk beluk bidang garapan di perusahaan tercinta kita ini. Sasaran akhirnya adalah sebuah kesepakatan yang dilandasi oleh nilai kompromistis yang bersahaja terlingkupi aura spiritual.

Oleh karena itulah mengapa pelaksanaan PKB ini menjadi sangat penting artinya. Tak hanya bagi Manajemen TELKOM dalam upaya membuka dan membedah diri guna memenuhi aspek transfaransi dalam rangka good corporate governance (GCG). Namun juga bagi SEKAR sangat penting dan amat strategis artinya dalam upaya mempertahankan dan atau meningkatkan kesejahteraan anggotanya secara lebih berarti.

Hak kedua pihak

Dalam Pasal 5 tentang Hak TELKOM dan SEKAR, dinyatakan TELKOM berhak: Mengelola dan mengatur operasional TELKOM, diantaranya adalah : Membuat keputusan strategis untuk kepentingan dan kemajuan TELKOM; Menyusun anggaran TELKOM; Mengangkat, mempromosikan dan memutasikan Karyawan; Mengelola karyawan yang sepenuhnya merupakan tanggung jawab TELKOM sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku; Memberikan sanksi kepada karyawan yang melanggar Peraturan Disiplin Karyawan. Serta tentu saja TELKOM berhak untuk mengajukan keberatan dan atau tegoran atas tindakan SEKAR yang betentangan dengan perjanjian ini.

Sedangkan SEKAR berhak : Mewakili, membela dan melindungi anggota; Mengatur organisasi dan anggotanya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; Membentuk Lembaga atau melakukan kegiatan yang berkaitan dengan usaha peningkatan kesejahteraan karyawan; Melakukan kegiatan lainnya dibidang ketenagakerjaan yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; Serta SEKAR pun memiliki hak sama untuk mengajukan keberatan dan atau tegoran (Somasi) secara lisan maupun tertulis atas tindakan TELKOM yang bertentangan dengan Perjanjian ini.

Dalam Pasal 5 ayat (3), disebutkan apabila dalam pengelolaan perusahaan, TELKOM akan menetapkan kebijakan manajemen yang berdampak terhadap Kesejahteraan Karyawan, maka TELKOM harus mengkoordinasikan terlebih dahulu dengan SEKAR.

Mari kita simak Pasal 6, mengenai Peran dan Fungsi SEKAR. Dalam pasal (1) disebutkan bahwa tujuan SEKAR adalah untuk memberikan perlindungan, pembelaan hak dan kepentingan, serta meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi anggota SEKAR dan keluarganya. Sedangkan dalam ayat (2) disebutkan bahwa Peran dan Fungsi SEKAR adalah: Sebagai pihak dalam pembuatan Perjanjian Kerja Bersama dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial; Wakil Karyawan dalam lembaga kerjasama di bidang ketenagakerjaan sesuai dengan tingkatannya; Sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; Sarana penyalur aspirasi dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotanya; Perencana, pelaksana dan penanggung jawab pemogokan Karyawan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; Serta Wakil karyawan dalam memperjuangkan kepemilikan saham karyawan di TELKOM.

Memaknai PKB

Tentu kita berharap agar kehadiran SEKAR mampu memberi makna tersendiri bagi seluruh anggotanya. Apalagai sekitar 85% karyawan TELKOM masuk menjadi Anggota SEKAR. Tanggung jawab moral yang besar seperti inilah yang pada gilirannya harus semakin menumbuhkan kesadaran pada pengurus Sekar Telkom. Dalam arti kehadirannya bukan untuk menunjukkan sebuah kekuatan kontroversial apalagi arogansi. Walaupun secara naluri dan konseptual Sekar terlahir sebagai kekuatan penyeimbang manakala terjadi distorsitas dan riskanisasi di lingkungan perusahaan.

Kesadaran akan tanggung jawab terhadap kesejahteraan para anggotanya serta demi menjaga survival dan sustainability perusahaan, pada gilirannya ia pun harus mampu berperan sebagai benteng perusahaan, manakala perusahaan mendapat serangan tidak lazim dari eksternal.

Buah perjuangan Sekar telah kita rasakan bersama. Kita tak bisa menutup mata atas pelbagai perjuangan Sekar yang berbuah ranum dalam bentuk peningkatan kesejahteraan anggotanya. Di lain pihak Manajemen pun, kini semakin menyadari untuk melibatkan Sekar sebelum sebuah kebijakan digariskan. Apalagi jika itu terkati dengan kesejahteraan karyawan. Salah satu perjuangan fenomenal Sekar adalah keberhasilan melahirkan sebuah masterpiece dalam bentuk Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Sekar dengan Manajemen Telkom.

Sekar memang telah berupaya melahirkan serangkaian kebijakan penting perusahaan yang dilandasi semangat untuk menempatkan karyawan sebagai manusia yang harus diperlakukan secara manusiawi. Namun juga jangan sampai Sekar dijadikan sebagai alat untuk memenuhi ambisi segelintir orang untuk kepentingan diri atau kelompoknya. Artinya keberadaan Sekar tetap dituntut untuk memerankan fungsi dan tugasnya jelis, cerdas dan elegan.

PKB boleh jadi telah menjadi sebuah manifestasi kemitraan yang sejati. Namun untuk untuk membangunnya jelas tidak mudah. Karena diperlukan overlapping of interest, kesamaan saling pengertian, kesamaan persepsi serta tumbuhnya saling pengertian yang dilandasi kompromi-kompromi yang lebih mementingkan semua pihak.

Sekar memang tak perlu menuntut terlalu berlebihan di luar kemampuan perusahaan atau yang bisa menimbulkan kecemburuan pihak eksternal Kompromi-kompromi harus mampu melahirkan output yang rasional dan proporsional. Sebaliknya Manajemen pun jangan terlalu banyak pertimbangan dan berhitung berlarut-larut, jika memungkinkan untuk dipenuhi dan tidak membahayakan perusahaan ketok palu saja.

Bagaimana pun hingga saat ini seluruh anggota Sekar tengah menanti dengan harap-harap cemas. Menanti lahirnya sebuah kesepakatan atas segenggam perbaikan kesejahteraan bagi segenap anggota dan karyawan. Apalagi PKB saat ini bukan lagi sebagai konsep hitam di atas putih tanpa arti. PKB saat ini telah menjadi sebuah rujukan utama bagi Sekar dan Manajemen. Sebagai suatu perikatan dan pedoman yang bersifat operasional, yang di dalamnya terkandung komitmen dan kesiapan para pihak untuk melaksanakannya, serta menerima konsekuensi hukum bila melanggarnya.

Akhirnya, demi bangsa dan negara serta kecintaan pada TELKOM, kiranya Sekar tidak segan untuk tetap kritis terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan Telkom. Sekar tak perlu ragu menyatakan penolakan terhadap segenap upaya yang dapat merugikan kepentingan Bangsa. Termasuk upaya regulator atau siapapun yang berupaya melakukan penjualan aset-aset perusahaan, merubuhkan citra atau menurunkan revenue serta yang meluluh-lantakan kepentingan nasional. Di saat seperti itu, Sekkkarrr..., harus tetap bangkit, berani dan berjuang secara jeli, cerdas dan elegant. Dan, camkan, jangan biarkan siapapun memperalatmu!!!! (na2s/MP-135).

Balikpapan Siap Mendukung Suksesnya PKB III

TAHUN 2006

Balikpapan Siap Mendukung Suksesnya PKB III

Seluruh jajaran Telkom Kalimantan baik dari unsur Managemen maupun SEKAR Kalimantan siap mendukung suksesnya perundingan PKB III putaran ke 3 yang diselenggarakan di Hotel Sagita, Balikpapan. Adapun perundingan dijadualkan mulai tanggal 29 Nopember – 2 Desember 2006 sebagai kelanjutan dari perundingan putaran 2 yang dilaksanakan di Makassar.

Jika pada perundingan PKB I & PKB II lebih banyak membahas mengenai masalah peningkatan kesejahteraan pensiun, maka pada perundingan PKB III antara SEKAR TELKOM dan Manajemen yang akan berlaku mulai tahun 2006-2008 ini pembahasan lebih terfokus kepada pegawai yang masih aktif. Hot issue-nya antara lain Faskes untuk pegawai yang diangkat pasca 1995, tunjangan retensi luar Jawa dan usulan MPP 3 tahun.

Pada putaran 3 ini, merupakan putaran perundingan yang sangat menentukan. Selain finalisasi wording, akan dibahas masalah fundamental yaitu aspek finansial dari PKB III. Adapun detil dari item perundingan yang akan dibahas adalah sebagai berikut :

- Fokus penyelesaian aspek finansial meliputi antara lain : gaji dasar, insentif, tunjangan cuti besar, transport cuti, BPFP dan sebagainya.
- Faskes untuk pegawai yang diangkat pasca 1995.
- Finalisasi wording (redaksional) kata demi kata pada ayat dan pasal yang tercantum pada PKB III mulai dari dari rekrut pegawai baru hingga pensiun, antara lain mengenai mutasi nasional, promosi, mutasi, hukuman disiplin, cuti, dan sebagainya.

Diharapkan PKB III tahap akhir ini dapat berlangsung dengan lancar sehingga bisa didapatkan ’dealed’ yang manis dari kedua belah pihak yaitu SEKAR TELKOM dan Manajemen. Dukungan penuh dari berbagai pihak tentu akan membantu kesuksesan PKB III nantinya. ***Endah RH

GM SBT, Kompetisi Sudah Dalam Tahap “Chaos”


TAHUN 2006

GM SBT, Kompetisi Sudah Dalam Tahap “Chaos”

Dalam acara tatap muka dengan jajaran Telkom Mojokerto, Selasa (28/11), GM TELKOM SBT, Tulus Sudarsono menegaskan, bahwa kalau ingin survive, maka TELKOM harus berjuang sampai “berdarah-darah”, sebab kompetisi bidang telekomunikasi saat ini sudah dalam tahap “chaos” (porak poranda : Red), dimana para kompetitor sudah memporakporandakan harga (price).

Sebelum Tulus menyampaikan paparannya, maka JM TELKOM Mojokerto, Arif Irfansah memaparkan kinerja Sales mulai POTS, Flexi dan Speedy, serta Sales Plan Bulan Nopember hingga akhir tahun. Khusus untuk Sales Speedy, dijelaskan bahwa Telkom Kota “Onde-Onde” ini telah menggelar Program Patriot Speedy, dimana bagi SDM yang sudah menggunakan Speedy di rumahnya masing-masing serta sudah mampu menjual 1 sss, maka ia diberi gelar Patriot Speedy, yang “wisudanya” akan mengenakan baju kebesaran Patriot Speedy.

Sudah ada 4 SDM Mojokerto yang diwisuda oleh GM SBT, Tulus Sudarsono hari itu, yaitu JM Mojokerto, Nanang Kristyo, Oemar Purnomo dan St Dwi Hendro. Usai “mewisuda”, menyampaikan rasa apresiasinya, sebab Mojokerto memang “excellent”, termasuk program ECRnya (Employee Customer Retention). Tulus berharap agar Telkom Mojokerto menjadi Pusat Benchmarks bagi rekan yang lain, khususnya bagi Telkom SBT.

Kemudian Tulus membeberkan kondisi perusahaan terkini mulai dari Decline-nya POTS dan banyaknya “churn” yang notabene selama ini merupakan “sapi perah” kita, Flexi yang akan di “Spin Off” menjadi “Flexi Mandiri” dimana ada GM-nya sendiri-sendiri yang masih dikelolah DIVRE, serta Speedy yang juga merupakan 2-nd Curve dan New Engine seperti Flexi yang mesti kita pasarkan. Ketiga produk ini merupakan “TRISULA”, yaitu senjata yang harus kita gunakan dalam melibas kompetitor, apalagi tahun depan Esia akan masuk Surabaya. Di Jakarta, Esia sudah mengalahkan Flexi, jangan sampai terjadi di Surabaya.

Kita harap dengan Flexi Mandiri, maka SDM-nya dapat saling Change. Kalau Kapal “Flexi Mandiri” semakin bertambah besar, maka kita harus ada didalamnya, jangan seperti TELKOMSEL, dimana kita tidak dapat masuk kesana. Telkom as a whole / Telkom Group memang besar, saham selalu naik, tapi jika TELKOM ONLY, maka yang ada hanya TRISULA ini yang harus kita gunakan sebagai senjata. *NURSIDIK*

GM SBT Berdiskusi Dengan SEKAR TELKOM


TAHUN 2006

GM SBT Berdiskusi Dengan SEKAR TELKOM

Pertama kalinya GM TELKOM SBT, Tulus Sudarsono didampingi Deputinya, Sujito melakukan diskusi dengan jajaran Pengurus SEKAR DPD TELKOM SBT, Senin (27/11) di ruang kerjanya Gedung OPMC Lantai-4 Jln. Ketintang 156, Surabaya. Diskusi difokuskan ke masalah kondisi perusahaan pada umumnya dan SBT pada khususnya di era kompetisi yang dalam diskusi ini bermula ke masalah seputar PKB-III SEKAR TELKOM.

Ketua DPD SEKAR TELKOM SBT, Dwi Anggara dalam kesempatan tersebut memaparkan sekilas progres PKB-III SEKAR TELKOM mulai putaran pertama di Jakarta, hingga putaran kedua di Makassar. Kemudian Dwi juga menginformasikan rencana putaran ketiga, dimana masing-masing putaran para OSM HR ALL DIVRE memang diminta untuk mengikutinya agar tak mengalami kendala di lapangan nantinya (pada saat implementasinya).

Kemudian GM SBT mulai menginjak ke materi yaitu tentang kondisi perusahaan yang dihadapkan pada kompetisi yang sangat ketat, dimana menuntut seluruh jajaran untuk bekerja lebih keras dan cerdas lagi. Isu spin off Flexi juga harus dapat diantisipasi oleh SEKAR dengan baik. Trisula yang terdiri dari POTS, Flexi dan Speedy harus lebih dicermati agar lebih survive. POTS mulai decline, Flexi dan Speedy tak kunjung dewasa, jadi harus dicermati.

Kinerja SBT sendiri yang target Revenue-nya 1,3 T memang mustahil dapat diraih di era yang sangat kompetitif ini. Apalagi dalam menutup tahun 2006 ini tinggal sisa sebulan lagi. Walau angka optimis telah kita rumuskan, namun itupun masih perlu ”extra efforts” dari kita semua. Atas usul SEKAR agar problematika kinerja SBT ini dikomunikasikan dalam forum feedback ternyata diterima Manajemen yang dalam waktu dekat ini akan menggelar forum dimaksud.*NURSIDIK*

DGM SBT Beri Pengarahan SATPAM/SAS


TAHUN 2006

DGM SBT Beri Pengarahan SATPAM/SAS

Seperti biasanya setiap Senin pagi para SATPAM selalu mendapat pengarahan, kali ini Senin (27/11) Deputy GM SBT, Sujito yang mengisi acara pengarahan ini di halaman parkir Gedung OPMC Jln. Ketintang 156, Surabaya. DGM dalam kesempatan tersebut didampingi oleh jajaran SAS SBT dan Kepala Unit Security PT. SPM Surabaya, I Ketut Adianto.

Materi utama dari arahan Deputy GM SBT adalah masalah SMK3 dan obsesi Telkom SBT dalam mempertahankan Sertifikasi Zero Accident dari RI-1. Masalah yang bersifat keterkinian di lingkungan TELKOM SBT dan sekitarnya di penghujung tahun 2006 juga disampaikannya, seperti musim hujan telah tiba yang diikuti dengan padamnya listrik PLN, gangguan Kamtibmas, dan sejenisnya diminta oleh Sujito agar dapat diantisipasi oleh para Security.

Sujito mengatakan, bahwa antisipasi keamanan menjelang pergantian tahun baru nanti harus sudah dilakukan mulai sekarang dengan selalu berkoordinasi dengan apara kepolisian, sehingga progress situasi terkini dari kepolisian dapat kita pakai sebagai acuan untuk antisipasi di lingkungan kita. Sebab dugaan-dugaan yang dilakukan polisi terhadap situasi terkini biasanya cukup akurat.

Kami dari manajemen dalam kesempatan ini pula menghaturkan terimakasih kepada jajaran SAS SBT yang telah mampu bekerja optimal dan professional, sehingga kondisi TELKOM SBT sampai saat ini masih baik, seluruh aktivitas dalam menggapai kinerja oleh para karyawan berjalan lancar. Partisipasi Tim SAS dalam mempertahankan Sertifikat ZERO ACCIDENT sangat diharapkan. Selamat bekerja dan bekerjasama, ucap Sujito mengakhiri. **NURSIDIK**

Telkom SBT Mengapresiasi Sukses CO FASTEL Bandara Juanda


TAHUN 2006

Telkom SBT Mengapresiasi Sukses CO FASTEL Bandara Juanda

Setelah sukses melakukan CO FASTEL (Cut Over Fasilitas Telekomunikasi) di Bandara Internasional Juanda Surabaya, jajaran TELKOM SBT mengadakan syukuran dan memberikan apresiasi kepada beberapa jajaran mitra kerja, termasuk kepada pihak Angkasa Pura (AP-II) Juanda, Jumat malam (24/11) di STO Waru-II atau STO Tropodo). Selain dihadiri jajaran TELKOM SBT, acara ini juga dihadiri oleh Senior Leader DIVRE-V, Mitra Kerja, Perwakilan Angkasa Pura dan seluruh jajaran terkait.

Acara syukuran ini menghadirkan Penceramah Ustadz Drs. H. Agus Romdhon Saputra yang dalam ceramahnya mengutarakan rasa appreciate-nya kepada jajaran PT. TELKOM yang setelah sukses dalam kegiatan CO FASTEL Bandara Internasional Juanda Surabaya berniat mengadakan syukuran dan terlaksana. Dengan adanya syukuran ini, InsyaAllah nikmat akan ditambah oleh Allah SWT dan PT. TELKOM senantiasa jaya dan selalu dalam LindunganNYA, paparnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana CO, Tri Agus dalam laporan singkat antara lain mengatakan, bahwa telah sukses melaksanakan CO FASTEL di Bandara Internasional Juanda Surabaya, sebanyak 1260 FASTEL terpasang dalam kondisi atau status oke/good. Walau dalam kondisi oke, namun dukungan emergency dan Back Up Facilities tetap menjadi prioritas, sebab menyangkut Security Plan. Maintenancenya Telkom saja, bukan yang lain (competitor : Red), kata Tri menirukan permintaan Pihak AP-II Juanda. Hadirinpun memberikan applause ! Tri mengakhiri laporannya dengan menyerahkan buku laporan sebagai Evident CO FASTEL Bandara Internasional Juanda kepada Deputy GM SBT, Sujito.

Disisi lain, Deputy GM TELKOM SBT, Sujito atas nama manajemen dalam kesempatan sambutannya, mengucapkan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya CO FASTEL Bandara Juanda ini. Kita telah berhasil membentuk Tim yang Solid, tanpa Tim yang Solid, maka rasanya sangat susah menghasilkan yang terbaik kepada Corporate Customer kita, yaitu pihak AP-II.

Ini adalah prestasi luar biasa, kita telah bekerja bagus 24 jam sehari hingga peresmian oleh SBY, Presiden RI dan berhasil lancar. Kita telah berikan yang terbaik kepada Bandara Juanda sebagai Corporate Customer kita, dan kita telah realisasikan, bahwa Pelanggan memang benar-benar Raja. GM SBT yang berhalangan hadir titip pesan, bahwa beliau sangat surprise dengan Arek-Arek SBT yang memiliki semangat dan sinergi luar biasa, kata Sujito menirukan pesan GM SBT.

Sedangkan SM Access Network Planning And Performance, Efendi menegaskan, bahwa kegiatan CO FASTEL Bandara Internasional Juanda Surabaya ini ada 2 kepentingan yang sama urgent, yakni : 1. Pelayanan Pelanggan Corporate dan 2. Pelayanan terhadap RI-1 saat peresmian. Alhamdulillah, TOTAL TEAM rekan-rekan SBT dan seluruh jajaran terkait memang terbukti luar biasa.

Bahkan Manajemen DIVRE-V menilai, bahwa ini merupakan TOTAL SOLUSI melawan competitor yang “rohnya” memang sudah ada di Bandara Internasional ini. Tak berkelebihan kalau EGM DIVRE-V, Nanang Ismail Kosim atau “Sang Panglima” mengawal ketat, bahkan sering melihat kesiapan ke lokasi langsung, lanjut Efendi mengenang detik-detik peresmian. Terakhir, Efendi meminta kepada Manajemen SBT untuk segera mengusulkan FASTEL CONTINGENCY Bandara Juanda Baru agar pelanggan Corporate selalu puas dan tidak lari. Sebagai ucapan terimakasih, maka Efendi menyerahkan bingkisan tali asih kepada seluruh Mitra terkait.**NURSIDIK**

AP-II Juanda :”Kami Setia Kepada Telkom Selamanya”


TAHUN 2006

AP-II Juanda :”Kami Setia Kepada Telkom Selamanya”

Perjuangan TELKOM dalam memaintain pelanggan Corporatenya di Bandara Internasional Juanda memang tak sia-sia, pasalnya pihak Angkasa Pura-II Juanda yang diwakili Pak Didik saat acara syukuran pada hari Jumat malam (24/11) mengatakan dihadapan para Senior Leaders, bahwa pihaknya (AP-II : Red) akan setia kepada TELKOM untuk selamanya. Kami akan setia kepada PT. TELKOM untuk selamanya, kata Didik. Ucapan Alhamdulillah disusul applause menggema di lantai-2 STO WARU-2 yang dikenal juga dengan nama STO Tropodo karena lokasi STOnya ada di kompleks PERUMAHAN TROPODO.

Dalam kesan-kesannya, Didik mengakui bahwa Support dari PT. TELKOM memang luar biasa, untuk itu Didik atas nama Manajemen Angkasa Pura-II Juanda mengucapkan terimakasih. Saya tau, bahwa Telkom punya semua, jadi saya akan tetap setia kepada PT. TELKOM, paparnya. Memang di Bandara Internasional Juanda Baru ada beberapa Provider yang saling bersaing sejak Bandara Lama dulu.

Sementara itu rekan Hidayat selaku AM (Account Manager) mengisahkan tentang awal menangnya TELKOM DIVRE-V “bertarung” di Bandara Internasional ini. Saya dulu ditantang berani nggak melayani Angkasa Pura-II (AP-II) Juanda. Tantangan itu saya terima lantaran saya mantan Arek SBT yang saya tau pengorbanannya sangat excellent. Bagi saya Bandara Juanda adalah “Medan Perang” yang terbuka bagi Provider manapun untuk masuk.

Ditambahkan oleh Hidayat, bahwa pihak AP-II Bandara Juanda ini sangat Perfect, semua harus detil, oleh karena selama ini TELKOM lebih bagus, maka tak heran kalau TELKOMlah yang dipilihnya. Sinergi TELKOM SBT dan DIVRE-V merupakan POWER, apalagi lagi ditambah dengan TELKOMGroupnya. Kami optimis, bahwa AP akan menjadi mitra Telkom selamanya, kuncinya. *NURSIDIK*

Tuan Rumah PKB-III Di Makassar Selalu Committed-2U


TAHUN 2006

Tuan Rumah PKB-III Di Makassar Selalu Committed-2U

Seperti halnya pelaksanaan di Jakarta, maka pelaksanaan PKB-III SEKAR TELKOM putaran kedua di Makassar ini selalu dikawal oleh Tuan Rumah jajaran Pengurus DPW-VII Makassar beserta beberapa DPDnya. Ini menunjukkan, bahwa semangat Committed-2U untuk mensukseskan PKB-III sungguh luar biasa, apalagi Tim Perunding dari Manajemen sendiri juga telah bertekad yang sama, bahkan berobsesi agar PKB-III SEKAR TELKOM ini dapat dijadikan sebagai Benchmark bagi Serikat Karyawan dari perusahaan lain.

Tuan Rumah yang baru saja melakukan pengalihan pengelolaan Unit KSO setelah terjadi Buy-Out, selain mengawal ketat jalannya perundingan mulai materi konten hingga diskusi-diskusi dengan semangat kebersamaan dan kemitraan yang konstruktif, juga mengawal/menjamu para peserta dengan baik. Ketua DPW-VII sendiri tak canggung untuk menjadi driver, ini semua demi suksesnya acara yang merupakan hajat hidup para karyawan karyawati TELKOM.

Penyediaan transportasi ketika melakukan kegiatan spiritual, yaitu ziarah ke Makam Syech Yusuf tersedia sehingga berjalan lancar. Syech Yusuf merupakan ulama besar Sulawesi Selatan yang dibuang ke Pretoria, Afrika Selatan karena menggelorakan perlawanan kepada pemerintah kolonial Belanda yang kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah. Demikian juga saat perjalanan ke Masjid tertua dan melakukan sholat disana, serta ke museum sejarah.

Tuan Rumah setiap harinya selalu ”memasang” dua orang Pengurus sebagai LO (Liason Officier) saat berlangsungnya perundingan, siapa tau ada keperluan mendadak, enth soal gangguan teknis atau barangkali ada yang perlu dikoordinasikan dan lain sebagainya, maka LO ini dengan sigapnya mengakomodasi seusai keperluan. Dan Alhamdulillah berkat kerjasama yang bagus, PKB-III di Makassar ini hingga hari keempat berjalan mulus dan lancar. **NURSIDIK**

Senior Leader SBT Ikut Jualan, Kejar Target Akhir Tahun


TAHUN 2006

Senior Leader SBT Ikut Jualan, Kejar Target Akhir Tahun

Untuk mengejar target akhir tahun 2006 ini, maka segala daya dan upaya dilakukan. Jurus-jurus pamungkas dikeluarkan, yaitu Involve Everyone. Kali ini para Senior Leaders TELKOM SBT ikut berjualan, mulai dari GM sampai kepada para Manager di DATEL dan di CATEL. Walhasil, untuk posisi tanggal 22 Nopember 2006, para “Bos-Bos” ini telah melibas pasar, 5 Satuan Sambungan Flexi (SSF) berhasil dijual.

Teknik ini dinamakan “Teknik Berkesan Untuk Berjaya Dalam Pemasaran” seperti yang pernah dilakukan oleh beberapa GM Mc Donald. Cukup meluangkan waktu sejenak saat Working Around, ketemu kolega, ngobrol sana-ngobrol sini, maka terjadi transaksi penjualan itu. Teknik mempengaruhi calon pelanggan dapat dilakukan oleh para Senior Leaders SBT dengan cantik.

Ya, nyatanya para Senior Leaders tak mau kalah dengan para Marketers eksisting. Dengan latar belakang yang Based On Theory, ternyata para Bos mampu berbuat lebih, dan lebih memaknai tugas rutinnya. Manager Smarter adalah salah satu effort dalam menggoalkan target-target akhir tahun, sehingga mereka optimis untuk meraih performa yang The Best.

Inilah The Real Business TELKOM SBT ditengah-tengah ganasnya persaingan, yang terkenal dengan julukan Killed Or To Be Killed. Seluruh sumber daya dikerahkan untuk dapat melumpuhkan pasar yang sangat kompetitif, agar dapat survive. Sebelumnya para Senior Leaders ini memang sudah banyak belajar How To Start Your Own Money Making, dalam hal ini untuk meraup Revenue.**NURSIDIK**

“Wording” Pasal Demi Pasal Dari PKB-III Dibahas Lagi


TAHUN 2006

“Wording” Pasal Demi Pasal Dari PKB-III Dibahas Lagi

Baik konten maupun redaksional (wording) pasal demi pasal, bahkan ayat demi ayat dari PKB-III SEKAR TELKOM kembali dibahas dan didiskusikan lagi pada hari ketiga, Rabu (22/11) setelah sehari sebelumnya perhatian masing-masing Tim Perunding baik dari SEKAR, maupun dari Manajemen tertuju kepada upacara kick-off integrasi Unit KSO VII ke TELKOM di Halaman Kantor DIVRE-VII, Jln. AP Pettarani 2-4, Makassar.

Masing-masing pihak dalam pembahasan ini menampilkan DRAFT. Jadi isi pasal per pasal dan ayat pe ayat dalam forum WORDING ini ada dua versi, yaitu versi DRAFT SEKAR dan versi DRAFT TELKOM, yang kemudian dikolaborasikan secara sinerjis melalui proses perdebatan yang pada gilirannya menghasilkan best-deal, disisi lain jika mengalami jalan buntu, maka dilakukan pending item.

Bantuan TELKOM kepada SEKAR sebesar Rp. 3.700,- pe anggota SEKAR per bulan secara Nasional untuk kegiatan operasional rutin dan insidentil SEKAR yang kebutuhannya akan diajukan oleh organisasi. Padahal sesuai Draft SEKAR bantuan yang diusulkan adalah sebesar Rp.10.000,-. Jangan sampai ada kesan seolah-olah SEKAR meminta-minta ke manajemen. Hal ini tegantung niat baik manajemen untuk membesarkan SEKAR atau sebaliknya.

Disisi lain bahkan SEKAR telah bertekad untuk menjadi mitra kerja manajemen secara konstruktif, maka diharapkan agar manajemen mau mengerti hal ini, yang tentu semangatnya adalah kemitraan. Sampai berita ini diturunkan, pembahasan WORDING masih berlangsung yang diperkirakan akan selesai pada hari Jumat (24/11). Yang menarik di hari ketiga ini ialah adanya sisipan acara, yaitu dari Majelis Pertimbangn Organisasi SEKAR (MPO) berupa presentasi soal DAPENTEL yang dipaparkan oleh Herry Khusaery.***NURSIDIK***

Kegiatan Spiritual SEKAR Disela-sela PKB-III Makassar


TAHUN 2006

Kegiatan Spiritual SEKAR Disela-sela PKB-III Makassar

Jajaran Tim Perunding PKB-III dari SEKAR yang dilaksanakan di Makassar menyempatkan diri untuk melakukan kegiatan spiritual. Kegiatan ini dilakukan ketika ada waktu istirahat, sehingga manakala ada sedikit peluang selalu dimanfaatkan oleh beberapa Tim Perunding untuk melakukan kegiatan positif. DPW-VII Makassar selaku Tuan Rumah PKB-III selalu memfasilitasi para Pengurus dari ALL DPW dan DPP dalam kegiatan positif ini.

Pada hari Rabu (22/11) disela-sela waktu istirahat, maka kesempatan ini tak disia-siakan oleh beberapa jajaran Tim Perunding dari SEKAR TELKOM untuk melakukan kegiatan spiritual, yakni ziarah ke makam Syech Yusuf. Syech Yusuf merupakan ulama besar Sulawesi Selatan yang dibuang ke Pretoria, Afrika Selatan karena menggelorakan perlawanan kepada pemerintah kolonial Belanda. Dan kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah. Kemudian rombongan juga melakukan sholat di Masjid Tua Katangka yang merupakan masjid tertua di Sulawesi Selatan yang didirikan tahun 1603.

Bukan itu saja, sebab selain melakukan kegiatan spiritual, ada satu hal yang cukup membanggakan dari anak negeri ini, yaitu mengunjungi Museum “Balla Lompoa” di Sungguminasa, Gowa yang juga merupakan situs Kesultanan Gowa. Artinya, ialah mereka ingin mendapatkan value tersendiri dari museum yang merupakan sejarah yang terus tetap dikenang oleh para generasi muda penerus Bangsa.

Pemandu Museum “Balla Lompoa” sekaligus sebagai Juru Bicara, dalam kesempatan tersebut memberikan beberapa penjelasan kepada SEKAR TELKOM tentang Silsilah Raja Gowa, mulai pendiri kerajaan Gowa sampai dengan Sultan Gowa ke-16 yang tersohor menentang kolonialisme Belanda yaitu Sultan Hasanuddin. Peninggalan benda bersejarah juga tak lepas dari bahan sajian yang disajikan oleh Pemandu kepada SEKAR TELKOM, yang membuktikan betapa gigihnya para Pahlawan terdahulu melawan penjajah. Siapa tahu semangat juang para leluhur bangsa ini terus menjadi inspirasi generasi penerus**NURSIDIK**

Mengupas Prospek Bisnis Warnet


TAHUN 2006

Mengupas Prospek Bisnis Warnet

Lagi-lagi usaha untuk menggaet pelanggan baru dilakukan oleh para pakar marketer Kandatel Surabaya Timur. Kali ini dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang dikemas dalam bentuk Talk Show mengupas prospek bisnis WARNET yang dilaksanakan di hotel ELMI Surabaya, Selasa 21 November 2006.

Suara decak kagum terdengar manakala salah satu pembicara menyampaikan bahwa bisnis Warnetnya bisa menghasilkan uang sampai 30 juta sebulan dan modal yang ditanamnya bisa kembali hanya dalam waktu 3 bulan.

Inilah daya tarik yang sengaja dipasang oleh panitia agar undangan yang terdiri dari para pelaku bisnis WARNET non Telkom, pengusaha WARTEL dan pemilik WARNET akses Telkomnet Instan bisa langsung mengambil keputusan untuk memasang Speedy sebagai sarana akses Internet dalam usahanya.

Kepiawaian panitia nampak sekali dari usaha menampilkan pembicara dalam Talk show yang terdiri dari para pelaku bisnis di dunia IT dan jajaran manajemen Telkom yang diramu agar bisa menjadi daya tarik yang bisa mensolusikan permasalahan dunia usaha WARNET.

Mereka adalah Pimpinan Tabloid Komputek yang mengupas prospek bisnis WARNET di masa depan, Ketua Asosiasi WARNET Korwil Surabaya yang menyampaikan sukses story usaha WARNETnya, kemudian pimpinan PT.Gratika sebagai salah satu perusahaan dibidang pendukung sarana IT yang dalam pengadaannya sangat customised, sehingga akan menjadi solusi bagi para calon pebisnis WARNET yang menemui kesulitan dalam hal pengadaan perangkat WARNET.


Tidak kalah pentingnya Manager Operasional Multi media area Surabaya juga memaparkan bahwa realibility Speedy masih lebih baik dibanding dengan operator lain yang ada di Indonesia.

Acara yang pesertanya tetap penuh dari awal sampai akhir ini langsung direspon oleh peserta dengan bertransaksi Speedy untuk WARNET mereka, karena banyak gimmick menarik yang ditawarkan oleh panitia. (AR)