Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"

Minggu, 29 Agustus 2010

Profil GM Datel SBT, Badriyanto


TAHUN 2006

Profil GM Datel SBT, Badriyanto
Sejuta Sales untuk Telkom Goal

Proaktif, itulah salah satu perwujudan paradigm shift yang harus dilakukan Telkom di era kompetisi seperti sekarang ini. Perusahaan kita tercinta ini tidak lagi berada dalam naungan monopoli, maka pasar haruslah didekati secara proaktif agar dapat bertahan dan tetap menjadi pemimpin di industri yang kita jalani. Sikap proaktif itu pula yang coba dibangun oleh Kandatel Surabaya Timur (SBT).
“Sejak Januari 2006 lalu, kami telah mencanangkan program Sejuta Pelanggan untuk mengejar target revenue di SBT. Program ini tentu saja juga dalam rangka menyukseskan RKAP 2006 dan target Telkom Goal 135-3010 yang dicanangkan perusahaan. Ini adalah bukti kecintaan kami kepada perusahaan dan juga kepada perusahaan,” ujar GM Datel SBT, Badriyanto.
Pria kelahiran Tulungagung, 30 Januari 1959 ini memaparkan, Sejuta Sales itu berasal dari 900K Wireless (Flexi), 65K Wireline (POTS), dan 35K Speedy. Untuk mencapai target tersebut, Badriyanto tidak mau hanya memfokuskan pekerjaan kepada bagian pemasaran saja. Seluruh karyawan Datel SBT yang berjumlah 427 orang itu dilibatkan, termasuk para manajer bahkan DGM dan GM sendiri.
Itu sebabnya, ia pun merancang program pemasaran pada hari libur sebagai ajang pemasaran secara door to door di lingkungan kerjanya. Maka, tidak perlu aneh jika kita bisa menemui Badriyanto dan jajarannya bekerja menjajakan produk Telkom secara langsung kepada calon pelanggan pada hari Sabtu. Padahal biasanya Sabtu adalah hari libur. Menurut Badriyanto, karyawan SBT melakukan door to door pada hari Sabtu sebanyak dua kali dalam sebulan. Sementara mereka yang bekerja di bagian pemasaran tidak hanya dua kali dalam sebulan, tetapi rutin setiap Sabtu.
“Mengapa kita harus melakukan pemasaran pada hari libur? Karena berdasarkan pengamatan kami, pada hari libur itulah para decision maker biasanya ada di rumah. Jadi hasilnya akan lebih optimal daripada kita door to door pada hari kerja, dimana yang kita temui di rumah biasanya bukan para decision maker. Insya Allah, ini akan terus kita laksanakan sepanjang tahun 2006 ini,” jelas Badriyanto.
Ayah dari tiga anak hasil pernikahannya dengan Rina Karnasih ini menegaskan, tidak ada karyawannya yang mengeluh karena program ini. Badriyanto yakin, seluruh karyawannya menyadari arti penting sikap proaktif ini bagi perusahaan, dan pada akhirnya bagi diri mereka sendiri sebagai karyawan. “Jika bukan kita sendiri yang mencintai perusahaan ini, lalu siapa lagi?” tegasnya.
Berdasarkan kontrak manajemen, SBT ditargetkan mencapai Rp 1,305 T pada 2006 ini. Tantangan itu diterima oleh Datel SBT, bahkan mereka sepakat untuk merubah angka itu menjadi lebih tinggi, yaitu Rp 1,350 T. Melalui Sejuta Sales tadi, Badriyanto berharap target itu dapat tercapai. Menurut catatannya, revenue SBT pada Januari dan Februari ini mengalami growth revenue sebesar 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Artinya, satu lagi implementasi inisiatif strategi sebagaimana diamanatkan Telkom Summit 2005 dilaksanakan oleh SBT.
Empat inisiatif strategi yang diamanatkan Telkom Summit 2005 terdiri dari revenue growth enhancement, technology & capex management, value creation through sinergy, alliance, & partnership, serta paradigm shift. Keempat inisiatif strategi ini harus dijalankan dalam rangka pencapaian Telkom Goal 135-3010, yaitu satu tekad meningkatkan kapitalisasi pasar sebanyak tiga kali lipat dalam lima tahun. Kapitalisasi pasar itu harus mencapai US$ 30 miliar pada tahun 2010 nanti.
SBT juga telah melancarkan semangat customer centric. Selain menegaskan pihaknya telah mengeluarkan pernyataan “Layanan Tanpa Tolak”, Badriyanto juga menjelaskan, pihaknya berusaha memenuhi setiap keinginan yang dibutuhkan para calon pelanggan. Saat ini, perubahan trendnya adalah telekomunikasi dari common ke individual, dari fixed ke mobile, dan dari voice ke data. Telkom harus bisa memenuhi kebutuhan pelanggan semacam itu dengan baik.
Perubahan, bagi Badriyanto dan jajarannya di SBT, sama sekali bukan kendala. Restrukturisasi organisasi pun disambut antusias oleh mereka. Padahal, 90% karyawan di SBT tergolong senior alias berusia di atas 40 tahun. Jadi, siapa bilang hanya kaum muda saja yang dapat menerima perubahan dengan baik?
“Di sini, hampir seluruh karyawannya, kurang lebih 90% berusia di atas 40 tahun. Tapi tua itu bukan hambatan. Working spirit kami masih bagus. Kami juga tidak takut pada perubahan, karena bagi kami justru di dalam perubahan itu ada tantangan. Jadi tidak ada keluhan dengan perubahan, bahkan kami tertantang untuk mencari peluang menaklukannya,” jelas Badriyanto membanggakan pasukannya di SBT.
Sukses untuk Sejuta Sales di SBT! (BP-135)

MPO Menilai Kinerja SEKAR TELKOM, Termasuk Fungsi Sosial


TAHUN 2006

MPO Menilai Kinerja SEKAR TELKOM, Termasuk Fungsi Sosial


Pagi hari yang cerah di Surabaya mewarnai hari kedua Rakernas II SEKAR TELKOM. Sinar matahari yang menyelinap di balik tirai memaksa peserta Rakernas II SEKAR TELKOM yang kelelahan harus bangun dari tidur dengan semangat baru untuk mengisi hari kedua ini dengan berbagai ide baru. Di hari kedua ini, Kamis (16/3) Majelis Pertimbangan Organisasi atau MPO SEKAR memberikan penilaiannya terhadap kiprah & kinerja SEKAR TELKOM selama ini.

Wajah–wajah lelah namun tetap semangat mewarnai “Argopuro Meeting Room” yang menjadi ruangan “keramat“ hingga Jumat, 17 Maret 2006. Teriakan yel SEKAR pun menggema sebelum acara dimulai. Hari kedua diawali dengan acara Review Pencapaian Program Kerja DPP seblum MPO menyampaikan penilaiannya.

Ketua Umum SEKAR TELKOM, Syinar Budhi Arta, mengawali Review dengan yel SEKAR yang disambut penuh semangat oleh peserta Rakernas II SEKAR TELKOM. Beliau menyampaikan dalam paparannya bahwa dalam program kerja SEKAR tahun 2004–2006, banyak kegiatan yang tidak terencana namun terealisasi dan mampu bertahan sampai saat ini.

Program–program dengan skala prioritas pada tahun itu antara lain PKB II dan Penolakan SEKAR pada kode akses SLJJ. Seperti yang kita tahu, kode akses tersebut akan digulirkan, atau dengan kata lain kue untuk SLJJ harus dibagi dua dengan Indosat dengan cara tidak fair. Penolakan terhadap kode akses ini banyak membuat gejolak–gejolak bagi TELKOM sebab di beberapa daerah terjadi demo oleh karyawan TELKOM. Penolakan ini disebabkan kerugian Telkom yang luar biasa bakal terjadi.

Syinar juga menambahkan bahwa salah satu musuh terbesar yang harus diwaspadai adalah vendor. Sebab, vendor juga hanya akan mementingkan keuntungan bagi dirinya dan belum tentu peduli pada yang lain termasuk operator yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi. Masalah kedua yang diungkapkan adalah UNI APRO yang “melamar“ SEKAR untuk bergabung dengan organisasi di kawasan Asia Pasifik. Untuk hal ini, Ketua Umum SEKAR yang sudah menjabat selama 2 tahun ini belum berani memutuskan untuk bergabung dengan organisasi tersebut menimbang dari segala aspek.

SEKAR juga diharapkan mampu menjadi role model bagi serikat Pekerja Indonesia. Salah satu contoh yaitu Serikat Karyawan perusahaan lain mulai mengadakan benchmark dengan SEKAR TELKOM, dan meminta SEKAR untuk memberikan pengarahan kepada Serikat karyawan dan manajemennya.

SEKAR telah membuat yayasan guna membantu anak–anak karyawan TELKOM yang meninggal dunia pada peristiwa Tsunami di Aceh. Yayasan ini bermula dari kepedulian SEKAR pada kesejahteraan anak–anak TELKOM yang menjadi korban Tsunami Aceh. Saat itu pihak SEKAR sempat berdialog dengan Direksi, namun statement yang dikeluarkan menyatakan Direksi belum dapat membantu. Action yang diambil oleh pihak SEKAR antara lain mencarter pesawat komersial, mendata anak–anak korban tsunami khususnya anak–anak pegawai TELKOM. Hal ini dilakukan sebab SEKAR sangat peduli dengan kesejahteraan anggota SEKAR dan keluarganya.

Untuk PKB III sudah dibahas beberapa materi antara lain :
1. Buy Out DIVRE-VII, dengan tetap berpegang bahwa kesejahteraan karyawan tidak berkurang, TELKOM tidak tekor dalam sektor keuangan dan isu bahwa bukan TELKOM yang membeli DIVRE-VII, namun BSI yang ingin menjual DIVRE VII pada TELKOM.
2. SEKAR akan mengusulkan rekomendasi untuk pemerintah, yaitu menolak privatisasi, menolak intervensi pemerintah kepada Direksi Telkom, mengenai SKTT, menolak penomoran pelanggan jaringan dan izin SLI.
Setelah review dari Ketua Umum SEKAR, acara dilanjutkan dengan Pandangan Umum Majelis Pertimbangan Organisasi. Namun, sebelum acara paparan dari Ketua MPO, ada ritual unik yang dilakukan. Yel SEKAR yang dipimpin oleh Ketua MPO ini diberi sedikit gerakan meloncat yang diharapkan mampu memberi semangat tersendiri bagi peserta.

Satu ungkapan yang menjadi pesan dari Ketua MPO yaitu “Men Sana In Korpore Sano“, yang artinya agak dipelesetkan yaitu SEKAR jangan sampai DPP Kesana dan MPO Kesono, jadi tidak akan pernah bertemu di titik yang sama dalam membangun dan memajukan SEKAR ini.

MPO yang terdiri dari 9 orang ini memiliki tugas yaitu melakukan pengawasan dan rekomendasi, membantu 24 jam jika diperlukan oleh Ketua Umum dan MPO bersidang lengkap minimal 2 kali setahun yaitu pada bulan Februari dan September.

MPO melakukan penilaian terhadap 57 program SEKAR dari hasil penilaian tersebut ada 19 program yang mendapat nilai A (dilaksanakan dengan sangat baik), 11 program dengan nilai B (dalam proses pelaksanaan) dan 7 program mendapat nilai C (untuk direkomendasikan kembali). Penilaian tersebut meliputi Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK), Bidang Hubungan Antar Lembaga (HAL), Bidang Konsultasi dan Advokasi Hukum, dan Bidang Kesejahteraan dan IBO.

Sebelum menutup acara, ada beberapa hal yang menjadi perhatian MPO. Hal pertama adalah kaderisasi SEKAR, yang nantinya jangan sampai menjadi ancaman, sebab tidak ada kader yang dapat melanjutkan perjuangan SEKAR yang selama ini telah terlaksana. Kaderisasi ini sangat penting dalam bidang Hubungan Antar Lembaga. Sedangkan untuk Bidang Konsultasi dan Advokasi Hukum disarankan bekerjasama dengan perguruan tinggi yang secara tidak langsung membentuk kaderisasi. Mailing list SEKAR, harus memiliki admin dan terus diupdate isu–isu yang berkembang dalam mailing list tersebut. ( KIREI and DIKSI)

Usai Rakernas-II/2006 Surabaya, SEKAR Lakukan Jumpa Pers


TAHUN 2006

Usai Rakernas-II/2006 Surabaya, SEKAR Lakukan Jumpa Pers

Dalam hal ‘sounding’, maka kuli tinta atau wartawan memiliki ‘power’ yang luar biasa, baik bagi masyarakat, manajemen, maupun bagi pemerintah. Untuk itulah usai menyampaikan hasil-hasil Rakernas-II SEKAR TELKOM di Hotel Hilton Surabaya, Jum’at (17/3), maka diundangnyalah sejumlah wartawan oleh rekan Iwan, salah seorang Pengurus SEKAR DPW-V, sekaligus Panitia Lokal (PANLOK) RAKERNAS yang posisinya di PR DIVRE-V, untuk jumpas pers menyampaikan persoalan strategis industri telekomunikasi nasional.

Iwan bekerjasama dengan Hubungan Eksternal DPP SEKAR TELKOM, Dasrizal mengemas acara jumpa pers ini, sehingga berjalan lancar dan sukses. Sebagai Narasumber dalam jumpa pers ini adalah SEKJEN DPP SEKAR TELKOM, Wisnu Adhi Wuryanto dan Ketua Panitia Nasional (PanNas) Rakernas-II SEKAR TELKOM, Januar Setyo Widodo.

Isi Jumpa Pers yang sudah disetujui KETUM SEKAR TELKOM, Syinar Budhi Artha dan SEKJEN SEKAR TELKOM memang sangat perlu diketahui oleh para wartawan untuk di ekspose secara Nasional, sebab menyangkut isu strategis untuk mempertahankan aset Bangsa Indonesia.

Adapun isi jumpa pers tersebut berupa usulan kepada Pemerintah Indonesia, yaitu pertama menghentikan implementasi SKTT dengan membatalkan KM 84/2002 tentang Kliring Traffik Interkoneksi untuk terwujudnya industri telekomunikasi yang efisien dan basis industri yang kuat.

Yang kedua adalah menetapkan Telkom sebagai National Flag Carrier bidang telekomunikasi untuk : menjaga ketahanan nasional, mewujudkan kemandirian bangsa, mengurangi kesenjangan sebaran fasilitas telekomunikasi, serta mempertahankan seluruh wilayah NKRI.

Ketiga ialah melaksanakan kewajiban pelayanan umum / Universal Service Obligation agar lebih efisien dan tepat sasaran. Yang keempat adalah agar pemerintah mengatur kepemilikan saham asing maksimal 20 %, khususnya pada sektor telekomunikasi. Sedangkan yang terakhir yaitu yang keempat adalah agar pemerintah menata kembali regulasi industri telekomunikasi secara fair, tidak merugikan Telkom demi kepentingan Nasional.

• NURSIDIK

DIRUT Terima Karikatur Ketika Working Around Di KANDATEL 1T, SBT


TAHUN 2006

DIRUT Terima Karikatur Ketika Working Around Di KANDATEL 1T, SBT

Usai membuka RAKERNAS-II SEKAR TELKOM di ruang LEBAH BIRU Kantor DIVRE-V Surabaya, maka DIRUT TELKOM, Arwin Rasyid (AR) tak menyia-nyiakan waktunya untuk Working Around (WA) ke KANDATEL terbesar paling berprestasi se DIVRE-V Jawa Timur, yaitu TELKOM Surabaya Timur (SBT), Jln. Ketintang 156, Surabaya, Rabu (15/3).

Ditengah-tengah padatnya jadwal rangkaian acara AR sengaja menyempatkan diri untuk berkunjung keTELKOM SBT, bahkan sounding awal sudah disampaikan kepada DPP SEKAR TELKOM, bahwa AR akan melihat kondisi KANDATEL terbesar di JATIM, yaitu SBT. Ini merupakan salah satu bentuk apresiasi AR kepada jajaran TELKOM SBT.

Arek-arek Telkom SBT merasa mendapatkan value dan kebanggan tersendiri dengan kedatangan orang nomor wachid di TELKOM ini. SBT memang dilahirkan untuk menang (Born To Win), walau kondisi gedung/kantor terjelek se-DIVRE-V, tapi bisa menunjukkan revenue tertinggi, semangat Always The Best adalah Working Spiritnya, dan kebersamaan Team Work adalah modal kerjanya.

Tak ada persiapan khusus dari para Senior Leaders SBT sehubungan dengan kunjungan DIRUT tersebut, hanya polos dan apa adanya dalam penyambutannya. Cukup membuat spanduk Selamat Datang di KANDATEL SBT dan sekedar jamuan minum pelenyap dahaga sebagaimana anak ditengok oleh orang tuanya.

Dibalik kesederhanaan dan kesahajaan penyambutan tersebut, ternyata dalam presentasi GM SBT, Badriyanto cukup mencengangkan dan memukau, karena dengan HR/SDM yang rata-rata usia diatas 40 dengan dominasi lulusan SLTA, tapi dengan working spirit “Always the best” mampu menunjukkan kinerja yang bagus, benar-benar Well Performed.

Dalam Telkom Goal 3010, GM SBT juga mendapatkan acungan jempol oleh DIRUT, karena mampu menunjukkan langkah-langkah milestone yang optimis, bahwa SBT akan mampu melibas sejuta pelanggan di tahun 2006. Working Around AR memang sangat singkat, tetapi cukup puas melihat sendiri kondisi DATEL 1-T, SBT. Sebagai tali asih, GM SBT atas nama rekan-rekan karyawan menyerahkan karikatur ke DIRUT yang menggambarkan optimisme jajaran SBT untuk mewujudkan mimpi Telkom Goal “3010” yang dikomandani Arwin Rasyid.

• NURSIDIK

COO TELKOM, Garuda Sugardo Resmi Tutup RAKERNAS-II/2006 SEKAR TELKOM Di Surabaya


TAHUN 2006

COO TELKOM, Garuda Sugardo Resmi Tutup RAKERNAS-II/2006 SEKAR TELKOM Di Surabaya

Kalau pada pembukaan RAKERNAS-II SEKAR TELKOM 2006 dibuka oleh DIRUT TELKOM, Arwin Rasyid, maka pada penutupan, Jum’at (17/3) di Ruang “Argopuro” Hotel Hilton-Surabaya, dilakukan oleh COO TELKOM, Garuda Sugardo. Ini memang diskenariokan oleh KETUM & Panitia Nasional, serta Panitia Lokal. Skenario lengkapnya ialah : Dibuka oleh DIRUT, diisi ceramah umum oleh BOD & KOMUT/BOC, serta ceramah eksternal (DPR-RI, DLL), kemudian ditutup oleh COO TELKOM. Alhamdulillah dukungan terhadap SEKAR TELKOM sungguh luar biasa, termasuk dukungan dari para SEKAR BUMN strategis, serta para sponsorship. Good Will SEKAR TELKOM tak diragukan dan tak disia-siakan oleh seluruh anggota, sponsor dan pihak eksternal.

Seperti BOD sebelumnya, maka Garuda dengan penuh semangat yang enerjic mengawali sambutannya dengan meneriakkan Yel SEKAR TELKOM yang disambut dengan tempuk sorak meriah dari para peserta RAKERNAS-II, serta beberapa Senior Leaders se DIVRE-V Jawa Timur. Garuda yang berseragam SEKAR TELKOM menyebut jajaran SEKAR TELKOM sebagai Pejuang, Patriot dan Profesional, serta Benteng Perusahaan yang dicintai dan dibanggakan. Sebutan ini mendapat applause bagai suara guruh yang luar biasa. Insya Allah di event tertentu, dan hari tertentu seluruh pegawai TELKOM wajib menggunakn seragam SEKAR TELKOM !

Saya mengucapkan appresiasi terhadap hasil-hasil yang telah dicapai pada RAKERNAS-II ini. Rekan-rekan, kalau saya melihat judul yang ada “Membangun kembali soliditas dan solidaritas Sekar Telkom sebagai benteng perusahaan”, artinya ada sesuatu yang hilang di Telkom ini, didalam perjuangan kita secara perusahaan, oleh karena itulah kita bahanakan kembali, kita bangun kembali soliditas dan solidaritas untuk menunjukkan jati diri Telkom sebagai perusahaan utama dibidang telekomunikasi, mari kita bangun kembali L’ESPRIT DE CORPS, pinta Garuda.

Dan yang kedua rekan-rekan sekalian appresiasi sekali lagi, sebab rekan-rekan mampu menempatkan diri sebagai benteng perusahaan. Ini adalah komitmen terbaik yang bisa diberikan seorang karyawan sebagai patriot, pejuang dan garda terdepan pengawal dari perusahaan ini terhadap rongrongan yang dialamatkan ke perusahaan dan juga untuk memobilisasi kekuatan perusahaan kita kedepan. Dikatakan, bahwa SEKAR ADALAH PASUKAN TERBAIK DI MEDAN TERBURUK !

Dan rekan-rekan sekalian tema yang akan saya sampaikan pada penutupan ini, saya sampaikan sebuah Satir ”There is no place like an home, our home is Telkom”, yaa,....memang tiada tempat yang paling indah selain rumah kita sendiri. Rumah kita adalah :”SEKAAARRR 3x.....!!!” teriak Garuda penuh semangat ekspresi Heroik arek-arek Suroboyo, maka dengan penuh histeris audience-pun menjawab :”TELKOOOM..3x.!!!”, tepuk tangan kembali menggema di ruangan yang cukup luas, riuh dan meriah ! Ada juga yang bersiul :”Suiiiit,...suiiiit.....!!!” melengking !. Ini cermin kedekatan dan rasa sayang COO kepada SEKAR TELKOM.

Rekan-rekan sekalian, rumah kita adalah TELKOM, siapa saja yang berani mengganggu, maka akan kita hancurkan ! Siaaaaap...!!!, jawab audience lebih histeris. Garuda melanjutkan, bahwa rumah adalah tempat dimana kita berteduh, rumah adalah sebuah cita-cita, obsesi semua orang untuk memiliki, dan rumah adalah sebuah kerinduan, ekspresi kecintaan terhadap sesuatu yang ingin kita bangun, Nah, oleh karena itulah rekan-rekan sekalian, saya ingin rumah kita ini Telkom menjadi “Puspa Indah Taman Sari” dari perjuangan kita kedepan. Dan inilah persemaian dari kreasi dan inovasi kita selaku anak Bangsa, selaku anggota SEKAARR. Kita tidak ingin TELKOM ini menjadi sebuah Parodi dan tidak menjadi sebuah Satir.

Di sesi yang mengharukan, ketika Garuda menginformasikan rekan-rekan di Bandung yang berurusan dengan Polda Jabar, disini COO meneteskan air mata, suasana sangat mengharukan. Kemudian COO meminta kepada para peserta RAKERNAS untuk menundukkan kepala sejenak, mendo’akan agar rekan-rekan kita, keluarga kita tersebut selalu mendapat lindungan dari Allah S.W.T. Garuda juga meminta agar kita semua memberikan simpati dan empati kepada rekan kita tersebut.

Kemudian Garuda memaparkan keberhasilan perjuangan SEKAR TELKOM selama ini secara rinci sepeti apa yang tertuang didalam SEKAR WHITE PAPER atau BUKU PUTIH SEKAR, termasuk keberhasilan membebaskan DIVRE-IV Jawa Tengah dari tangan “Penjajah”. Peluncuran keberhasilan Satelit Palapa juga ditayangkan dalam bentuk pemutaran film. Suasana hati hadirin ‘trenyuh’, sebab baru kali inilah BOD mau mengakui perjuangan SEKAR TELKOM sampai ‘berdarah-darah’. Selama ini tak ada satu BOD pun yang mau secara jantan mengakuinya, bahkan dari kalangan tertentu ada yang ‘safety-player’ menghembuskan nada sinis, melecehkan, melakukan Black Campaign dan menjurus ke fitnah. Tetapi Allahu Akbar, Allah Maha Besar, yang benar tetap benar !.

Para Pengurus SEKAR TELKOM bertutur, bahwa hanya dengan kekuatan Allah Yang Maha Besar, Maha Mengetahui, maka perjuangan melawan Kode Akses SLJJ Alhamdulillah tak sia-sia. Dalam mengamankan aset perusahaan dan negara dari usaha ‘perampokan’ oleh asing ini, membutuhkan perjuangan yang ekstra, tak sedikit korban harta, korban jam kerja, korban perasaan, sebab tak ada ‘bos-bos’ yang mendukungnya, bahkan sebaliknya ada yang menghalangi, mereka itu tergolong antek-antek Kapitalis yang tak cinta Negeri ini, mereka hanya takut Jabatan, padahal jabatan adalah amanah dari Allah SWT. Untuk berjuang, maka anggota SEKAR TELKOM harus urunan alias patungan mengumpulkan dana perjuangan. Secara kasat mata, sebenarnya SEKAR TELKOM tak mampu lagi berjuang dibawah tekanan yang luar biasa, tetapi berkat Kekuatan, Petunjuk dan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa semua yang tak mungkin, menjadi mungkin.

Fungsi sosial kemanusiaan SEKAR TELKOM, baik Aceh, sampai bencana alam di beberapa daerah di Indonesia mendapat appresiasi dari COO, sehingga COO mengatakan, bahwa berapun jumlah serikat karyawan, tetapi yang eksis hanya satu, yaitu SEKAAARR...!!!!! Saya melihat mobil Ambulance milik SEKAR TELKOM yang diparkir disamping Gedung Japati yang siap membantu saudara-saudara adalah wujud nyata, sehingga citra SEKAR dan citra TELKOM lebih harum lagi.

Usai penutupan, kemudian acara diteruskan dengan pencanangan TELKOM BANGKIT oleh seluruh Ketua DPW TELKOM dalam bentuk komitmen. Acara diakhiri dengan menggelar spanduk bertuliskan SATU SEKAR, SATU TELKOM lalu foto bersama satu persatu setiap DPW seluruh Indonesia dengan COO TELKOM, Garuda Sugardo, kemudian ada pemberian cindera mata. Garuda pun berpelukan dan berciuman pipi dengan para Pengurus DPP dan DPW se Indonesia !.

• NURSIDIK

Apa Komitmen SEKAR TELKOM Untuk TELKOM BANGKIT ?


TAHUN 2006

Apa Komitmen SEKAR TELKOM Untuk TELKOM BANGKIT ?

Usai COO TELKOM, Garuda Sugardo menutup secara resmi RAKERNAS-II/2006 SEKAR TELKOM, Jum’at (17/3) di Surabaya, maka para Pengurus SEKAR TELKOM se Indonesia mengucapkan Komitmen untuk TELKOM BANGKIT. Komitmen ini dibacakan SEKJEN SEKAR TELKOM, Wisnu Adhi Wuryanto dihadapan, COO TELKOM dan beberapa Senior Leaders Jawa Timur.

Adapun isi komitmen untuk TELKOM BANGKIT tersebut adalah :

1. KEPADA SELURUH ANGGOTA SEKAR TELKOM`YANG BERKEDUDUKAN SEBAGAI MANAJEMEN AGAR “TEGAS DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN”, SELAMA BEKERJA DALAM RAMBU-RAMBU GCG AKAN DIDUKUNG DAN DIBELA SEKAR.

2. KEPADA SELURUH ANGGOTA SEKAR TELKOM YANG BERKEDUDUKAN SEBAGAI MANAJEMEN DAN STAFF AGAR MENDUKUNG PENUH LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS MANAJEMEN UNTUK MEMBAWA TELKOM MENUJU SUKSES TG 30-10.

Penandatangan komitmen ini adalah seluruh Pengurus SEKAR TELKOM se Indonesia, yaitu :

Ketua DPW-1 Sumatera : FIRMANSYAH; Ketua DPW-2 Jakarta : JANAR WIDYATMOKO; Ketua DPW-3 JABAR-Banten : ISDIANTO; Ketua DPW-4 JATENG-DIY : SYAHRUL AHYAR; Ketua DPW-5 Jawa Timur ; BUDHI PRASTYO; Ketua DPW-6 Kalimantan : AMIR FAUZI; Ketua DPW-7 Indonesia Timur : NURYADIN SALAM; Ketua DPW Long Distance : MUHLIS MUSTAMING; Ketua DPW WILSUS : BAMBANG SUNARMO; Ketua DPW ESCIS : AZIS SIDQI; Sekretaris Jenderal : WISNU ADHI WURYANTO dan Ketua Umum : SYINAR BUDHI ARTA.

• NURSIDIK

Jombang : Flexi Trendy ’On-Air’ Di Radio FM


TAHUN 2006

Jombang : Flexi Trendy ’On-Air’ Di Radio FM


Telkom Jombang pada hari Jum’at (17/3) telah melakukan Sosialisasi KD 42 dan Registrasi Trendy dalam program talkshow. Event ini dimeriahkan dengan acara pemilihan DUTA FLEXI 2006. Sebagai kata pelengkap rekan Marketing membuka acara talkshow dilanjutkan Jb Eko mewakili UPMB. Kemudian langsung menyapa masyarakat Jombang khususnya kepada pelanggan Fixed Phone maupun Flexi Phone dengan ungkapan hati yang menyejukkan para pendengar melalui Radio NK Nada Kencana, Jombang.

Jb Eko sebelumnya menjelaskan tentang isi KD 42 dengan nada serius terlebih dahulu, beliau menyapa pendengar dengan ungkapan hati dan penuh keramahan dilanjutkan penjelaskan dengan rinci tentang pembayaran telepon dari intag Jastel, call reminding dan reminding letter, sampai soal pemutusan hubungan dengan Telkom di ramu secara lugas dengan bahasa sapaan serta ajakan cukup memukau hingga para pendengar menjadi simpatik.

Ditengah-tengah berlangsungnya acara, Sang Narasumber disapa dan dihujani beberapa pertanyaanseputar masalah pembayaran telepon. Nampaknya Senior Supervisor UPMB, Jb Eko udah siap, sehingga seluruh pertanyaan dijawab dengan tuntas dan ending dari jawabannya sangat memuaskan, maka para pendengar merasa SAPU alias sama-sama puas.

Kemudian disusul si Empunya Customer Service, Nurhadi menjelaskan tentang registrasi Trendy, tentunya dengan kemasan yang beda dan lebih mesra cara menyapa pendengar dengan bumbu-bumbu 5 S–nya Senyum, Sapa Santun dan sukses dengan solusi-solusi yang jitu, hingga pendengar lansung nyelonong bertanya, ” Kalau tidak registrasi sanksinya apa ” dengan modal 5 S dan dengan win win solution, semua tersolusikan dengan baik. Acara interaktif via Radio FM di Jombang di jadwalkan setiap minggu dengan thema-thema yang berbeda.
• By onslem

Mojokerto : Public Figure Di Tengah Antrian Bayar Telepon


TAHUN 2006

Mojokerto : Public Figure Di Tengah Antrian Bayar Telepon

Inovasi Atau Mati ?, Demikianlah kata sebuah judul buku manajemen bisnis ! TELKOM Mojokerto telah membuktikannya. Ceritanya ? Senin (20/03/06), siang kembali undian program Mojokerto ”GO TO TEN” digelar. Raki Jatim 2006 Arizona Mega Paramitha berkenan hadir memandu acara bersama Agus Riyantowo dari Marketing Mojokerto. Seperti biasa setiap pengundian Plasa A Yani selalu diserbu para “antrian” penunggu rejeki sebuah televisi 21”. Beberapa pelanggan masih juga ada yang antri membayar, sehingga Raki kita menghampiri dan mencoba bertanya pada seorang pelanggan.

“Koq baru membayar sekarang Bu, mestinya Ibu sudah tinggal menunggu undian”, tanya Mega. “Baru sempat Mbak”, jawab Ibu tadi. “Berapa lama nunggunya?”. “Baru saja”, jawab Ibu pelanggan kita. “Kalau Ibu bayar sebelum tanggal 10, nggak ngantri loh..dapet hadiah lagi!”. Tanya jawab ini memang cukup menarik perhatian antrian, yang tentu sebagai sarana hiburan bagi pelanggan yang antri. Disinilah letak Value Creation-nya yang tak jarang melahirkan sebuah inovasi. Jarang terpikirkan, memang !

Acara berlangsung meriah berkat Raki Jatim 2006. Para pengunjung yang sudah antri menunggu undian itu berjubel. Sebuah kontradiksi jika di kantor-kantor lain pada berjejal membayar rekening telepon namun Alhamdulillah saat ini mereka kebanyakan “menjemput” rejeki.

Manager Customer Service, RM Gatot Indra salut terhadap kreasi ’arek-arek’ Telkom Kota ’onde-onde’ ini, dan berkomentar :” Salut atas inisiatif menghadirkan public figur ditengah ramainya pelanggan antri dan tentunya akan terhibur sambil menunggu, apalagi ada pesan yang disampaikan sebagai bentuk komunikasi dan edukasi kepada pelanggan untuk tidak bayar mepet pada batas akhir waktu pembayaran, atau bahkan ada yang berfikiran lain kalau bulan depan bayar pada waktu ramai begini pasti ada hiburannya...., Salam Melayani dengan Cinta !

Yang beruntung saat ini adalah pelanggan yang bernama K. SUBRANTI, warga Merapi Wates Mojokerto. Selamat! (Nanang Kristyo M).

Garuda Sugardo Pimpin ’Telkom Bangkit’ Di Surabaya


TAHUN 2006

Garuda Sugardo Pimpin ’Telkom Bangkit’ Di Surabaya

Pagi hari sebelum menutup secara resmi RAKERNAS-II/2006 SEKAR TELKOM, maka COO TELKOM, Garuda Sugardo memimpin Apel Pagi bertajuk ”TELKOM BANGKIT” di halaman upacara Kantor DIVRE-V, Jln. Ketintang, 156, Surabaya (17/3). Acara ini dihadiri oleh seluruh karyawan dan karyawati TELKOM se Surabaya Metro, serta TELKOM GROUP, sehingga SINERGI.

Tgl 17 yang konon hari keramat dan Surabaya terkenal dengan semangat juangnya, maka pencanangan Telkom Bangkit sengaja dilakukan di Surabaya, Garuda Sugardo sebagai Pembina Apel Pagi Telkom Bangkit. Memulai orasinya, Garuda mengucapkan salam dan terima kasih selain kepada semua jajaran Telkom, juga disampaikan kepada masing-masing corporat, antara lain : Telkomsel, Infomedia, Gratika, Telkom Vision, yang setiap menyebut masing-masing corporat, selalu diikuti tepuk tangan dengan maraknya, tersirat mereka adalah Saudara kita seperjuangan. Untuk itu Garuda mengajak kepada semua untuk saling bersinergi agar dapat memenangkan persaingan yang semakin ketat.

Kemudian dilanjutkan dengan 3 x Yel.. Telkom….. yang langsung dijawab Sinergi, juga 3 X. Setelah memberikan sambutan, Garuda melakukan pemeriksaan KBM baik dari Telkom, Telkomsel, Infomedia, Gratika, TelkomVision yang semua tampak hari ini betul-betul Show a force.

Rangkaian acara berikutnya adalah Garuda melepas konvoi KBM Telkom Group, antara lain : Melepas Konvoi Kendaraan Telkom Group yang jumlahnya +/- 100 KBM dengan mengendarai sendiri memakai Sepeda motor roda 2 yang bernuansakan Flexi. Tentu saja semua peserta upacara langsung memberikan applause sangat meriah sekali. Yang menambah kemeriahan dan kesemarakan selain banyaknya KBM, rekan-rekan team paduan suara dengan Mars Bangkit dan Speedy, masih ditambah Si Combonya Telkom SBT diatas truck. Disela-sela konvoi KBM Telkom Group, Garuda juga melihat secara dekat ARESTER hasil inovasi arek-arek Malang.

Wah, bukan main padatnya acara orang nomor 2 di TELKOM ini, sebab serangkaian Programe Icon yang merupakan Highlight teraktual Arek-Arek JATIM, diluangkan dan disajikan hanya untuk Garuda, yaitu : Garuda menyaksikan penanda tanganan PKS dengan PT POS Indonesia tentang kerjasama Pemasaran Produk Telkom dan Pengiriman Surat/Barang. Dari Pihak TELKOM dilakukanoleh Husni Tamrin Deputy Kadivre-5, dan Amir Rajab Rambe dari KAWILPOS-7 Jatim di Kantor Pos Surabaya Selatan (Rungkut).

Hadir dari Jajaran Telkom : Garuda Sugardo, Husni Tamrin, Jajaran Yanmas, GM SBT & all Manager SBT. Sedangkan dari POS : Arief Supriyono, Dir. Bisnis Keuangan dan Jasa, Maman Suherman Deputy Kawilpos 7, Erinaldi KaKantor POS Sby Utara, Barkah KaKantor Pos Sby Selatan, serta jajaran Pos Surabaya.

Garuda dalam sambutannya tampak sangat antusias bila ini dikembangkan, karena jalinan sinergi ini akan sangat membantu untuk menghadapi persaingan yang sangat ketat. Di ruangan pelayanan kantor pos tersebut sengaja disiapkan demo Telkom-net Instan dengan gratis. ”Tolong TENI ini di blow, karena untuk mengangkat semangat pembelajaran terhadap Masyarakat“, pintanya.

Rangkain berikutnya lagi adalah, Garuda mengunjungi Broadband Competence Center (BCC) di STO Manyar. Disini Garuda semakin yakin melihat TELKOM SBT, ternyata dapat memberikan nilai yang lebih, terbukti banyak inovasi yang dimunculkan untuk kemajuan perusahaan, antara lain : Jawara Competence Center (JCC), dan BCC yang menjadi media pembelajaran baik untuk peningkatan kompetensi karyawan sendiri, lebih dari itu juga untuk masyarakat luas. Contoh : Kebetulan hari itu ada +/- 20 mahasiswa STIKOM juga sedang belajar tentang Broadband di BCC.

Mencermati presentasi tentang tekad TELKOM SBT untuk menyelesaikan RKAP 2006, dukungan ke Telkom Goal : 3010, Badriyanto memaparkan Komitmen SBT yang dikenal dengan : Sukses 3 Sasaran Utama : Revenue : 1305 M; Net Sale : 293 K; POT : 47 K; Flexi : 214 K; Speedy : 32 k. Garuda mengharapkan Telkom Surabaya Timur itu jadi “ROLE MODEL”, karena target yang dicanangkan diterima dan justru secara internal di naikkan dan yakin pasti tercapai. Untuk itu CSI yang dicanangkan olehTELKOM SBT : 77 % ditawar bagaimana kalau 79 %. Ternyata oleh Badriyanto diterima dengan do’a semoga menjadi penambah spirit TELKOM SBT yang memang ALWAYS THE BEST !

• NURSIDIK

Penting ! Siapakah Yang Menghibur Peserta RAKERNAS-II/2006 SEKAR TELKOM Di Surabaya ?


TAHUN 2006

Penting ! Siapakah Yang Menghibur Peserta RAKERNAS-II/2006 SEKAR TELKOM Di Surabaya ?

Workshop Nasional Organisasi dan Rapat Kerja Nasional-II SEKAR TELKOM (WNO & RAKERNAS) yang dihelat di Kota Pahlawan, Surabaya selama 5 hari (13-17/3) ini tentu banyak menguras tenaga, waktu dan pikiran. Yang jelas adalah kelelahan nampak diwajah-wajah para peserta.

Hiburan adalah salah satu solusi kelelahan, selain istirahat. Karena dalam hajat besar Nasional ini ada sedikit waktu untuk istirahat, bahkan di hari terakhir menjelang penutupan 60 % peserta nyaris tidak tidur, maka ada satu musuik pelipur lara yang sanggup untuk menyegarkan kondisi fisik, yaitu musik.

Demi suksesnya perhelatan besar SEKAR TELKOM, maka KANCATEL Jombang menyumbang hiburan musik campursari. Personel lengkap Grup Musik Campur Sari yang dikawal langsung oleh Sang Manager Jombang, Sutimin ini, mampu membuat para peserta segar, megurangi ketegangan/stress.

Alunan lagu berjenis pop, tradisional, dangdut sampai modern disuguhkan Grup yang berasal dari Kota ‘Santri’ kelahiran Gur Dur, Jombang. Para artis local mampu menghidupkan suasana, bahkan ada yang turun ikut joget, mulai dari DPW-01, DPW05 dan beberapa perwakilan DPD ikut bergoyang.

Grup Musik Campursari dari KANCATEL Jombang ini bernama Si COMBO. Grup ini mampu mengaransir Mars SEKAR TELKOM, dan memang dilantunkan di arena RAKERNAS-II/2006 Surabaya. Original aransemen Mars SEKAR TELKOM versi Campursari ini adalah dari Ketua Genk Campursari, ST. Dwi Hendro K, tentunya dengan irama yang rancak khas campursari.

• NURSIDIK

Dir. Enterprise & Wholesale Isi Stadium Generale Pada RAKERNAS-II/2006 SEKAR TELKOM Di Surabaya


TAHUN 2006

Dir. Enterprise & Wholesale Isi Stadium Generale Pada RAKERNAS-II/2006 SEKAR TELKOM Di Surabaya

Stadium Generale atau Ceramah Umum yang disampaikan oleh Direktur Enterprise & Wholesale merangkap Pgs. Dir. SDM, Arief Yahya (AY) pada Rakernas-II SEKAR TELKOM di Hilton Hotel Surabaya berjudul “Transformation Towards & Customer Centrix Company”. Ceramah ini dimoderatori oleh Nuryadin (Ketua DPW-VII SEKAR TELKOM Makassar).

Teriakan Yel SEKAR TELKOM cukup keras penuh semangat diucapkan AY mengawali materi ceramahnya, yang disambut lebih keras lagi oleh para peserta RAKERNAS. Judul yang terpampang pada slide ini adalah “Transformation Towards & Customer Centrix Company”, kata AY. Kemudian AY melanjutkan, bahwa Market Telkom tahun 2006 sekitar 71-T dan Telkom menguasai 72%, kita disebut sebagai market leader. Perusahaan ini sangat bagus secara fundamental.

Dalam menilai sebuah perusahaan ada istilah 3-S, yaitu Skill, Spread dan Sustainability. Skill kita atau share kita 72 % dari market, artinya kita market leader. Spread itu keuntungan EBITDA Margin. Telkom itu perusahaan terbaik dengan 60 % Ebitda Margin, even Telkomsel yang 72 % EBITDA Margin. Jadi tidak ada perusahaan yang memiliki EBITDA margin setinggi Telkom, lanjutnya.

Kemudian Sustainability, bahwa kita memiliki Growth 20 %. Saya ingin mengatakan lagi, bahwa secara fundamental, perusahaan ini baik di tahun 2006. Tahun 2010 keinginan market value kita adalah 126 Trilyun. Kita ingin menguasai sekitar 70 % tetap atau sekitar 88 Trilyun. Permasalahan yang timbul kalau fundamental baik, technicalnya belum tentu baik yang berhubungan dengan harga Market Capitalization kita.

Ketika share kita harganya 5100, Telkom saja hanya dihargai 10 %, ini memprihatinkan, sementara Telkomsel dihargai 90 %. Jadi kita yang kerja keras di DIVRE hanya dihargai 10 % mengapa seperti ini ? Karena ada beberapa aspek yang mempengaruhi penilaian investor kepada kita, salah satunya adalah sentimen pasar, ini yang harus kita kelola dengan baik.

If You Can Imagine, You Can Get It, kalimat ini diucapkan AY ketika memaparkan tentang Telkom Goal 135 (3010). Sekarang bayangkan, bahwa pada tahun 3010 Market Share kita US $ 30 Bn (Billion). Bagaimana kita cara mencapainya ?. Pada Maret 2006 harga saham kita rata-rata Rp. 6.100,-, kenaikannya adalah 20 %. Sebenarnya $ 30 Bn adalah 80 % dari Organik Bisnis dan 20 % dari Non Organik Bisnis.

Speedy adalah Tools New Driver Engine, dimana saya membedakan antara Vehicle dan Engine. Kalau perusahaan ini adalah sebuah kapal besar, maka Speedy dan Flexi ini adalah mesinnya. Telkomsel adalah New Vehicle kita untuk mobile dalam menjalankan bisnis seluler. Non organik jarang kita bicarakan, padahal pada 2010 ia harus mampu memberikan kontribusi 20 %.

Baik Organik Bisnis, maupun Non Organik harus kita lakukan bersamaan. Jadi kalau kita lebih smart, maka dengan sedikit tenaga mampu memberikan impact yang besar. Ada juga yang dengan merebalancing tarif, ini susah, tetapi lebih susah lagi kalau tidak kita lakukan. Detilnya akan kita diskusikan, tetapi yang penting lakukan secara cepat dan tepat. Oleh karenanya nanti disalah satu struktur organisasi kita AVP Strategic Investment & Corporate Planning. Dialah orang yang bertanggung jawab untuk meningkatkan value perusahaan kita sebesar 20 %.

Seandainya Mobile-8 dijual apakah kita akan membeli, tanya AY ? Tidak ada dari kita yang fully dedicated memikirkan hal yang bersifat Non Organik ini. Ketika dia lokal menggunakan Flexinya, ketika roomer menggunakan Fren-nya. Didalam kompetisi kita harus berobsesi selalu menjadi nomer satu (To Be Number One) atau Always The Best, atau paling tidak nomer 2, kalau nomer 3 dan seterusnya, maka ‘no way’.

Untuk spirit always the best, maka perkuatlah pondasi, bagaikan sebuah gedung, maka yang perlu diperkuat adalah pondasinya. Hasil yang luar biasa dapat diperoleh dengan cara yang tidak biasa. Saya harap rekan-rekan SEKAR memberikan spirit, meng courage jangan mendiscourage sesuatu. Dalam melihat sesuatu dengan optimis, maka dapat memberikan harapan, spirit kita akan tumbuh, jadi kalau kita sedang lari diberi spirit, maka semangat kita akan tumbuh.

Menyinggung soal leadership, maka seorang pemimpin harus ‘focus’ strategy framework dan punya punya Enerji, yaitu tenaga yang didapat dengan cara Imagine dalam hal ini adalah Goals. Ia harus mampu meng energize seluruh pasukannya. Kemudian AY bicara soal tumbuhnya customer. Dikatakan, bahwa rise of customer dimensions ada 5 hal, yaitu : Globalization of customer, Customer wants solution, Customer wants partnership-relationship (fewer, closer, longer), E-commerce, Buyer power. Ada lima hal untuk menentukan organisasi yang Customer Centrix Company dengan star models, yaitu : People, Strategy, Processes, Structure, and Reward.

Seorang pemimpin harus lead by heart and manage by head, ketika kita memimpin menggunakan hati dan memanage menggunakan rasio, maka track organisasi akan benar. Hati itu membisikkan kebenaran. Kalau kita latih terus hati ini, tentu tidak akan kesulitan untuk diharmonisasikan dengan rasio, sehingga mudah untuk merealisasikan suatu visi dan misi.

Ada lagi yang terpenting ialah menyatukan satu jiwa, sehingga di dalam memenangkan persaingan dengan modal memelihara persatuan dan kesatuan, maka harus didukung oleh bersatunya ruh atau jiwa dan raga.

• Nursidik

‘Giant Banner’ Dipampang Di Depan Hotel Hilton, Sambut Kedatangan Peserta Rakernas-II/2006 Sekar Telkom


TAHUN 2006

‘Giant Banner’ Dipampang Di Depan Hotel Hilton, Sambut Kedatangan Peserta Rakernas-II/2006 Sekar Telkom

Banner ukuran raksasa yang terpampang di depan Hotel Hilton Jln. Gunungsari, Surabaya memang mampu menarik perhatian para pengguna jalan umum, tak terkecuali bagi para peserta Rakernas-II Sekar Telkom. Giant Banner tersebut berbunyi ‘Selamat & Sukses Rakernas-II SEKAR TELKOM, Surabaya 13-17 Maret 2006’ Di tepi kiri ada logo Telkom, sedangkan di tepi kanan ada logo SEKAR Telkom.

Dengan membludaknya jumlah peserta yang melebihi quota lebih 70 %, maka Panitia jadi kelabakan. Namun demikian, Panitia tetap melayani seluruh peserta dengan segala kemampuan yang maksimal, walau kamar harus diisi dengan tambahan extra bed, namun yang penting diusahakan mampu memberikan kepuasan maksimal.

Untung saja hotel yang digunakan Rakernas ini tergolong hotel yang tidak laku, sehingga tarifnya murah meriah. Dulunya Hotel Hilton ini bernama ‘Patra Jasa’ milik PERTAMINA, karena tak laku, maka berubah nama dengan harapan mampu menyerap pangsa pasar. Tetapi kenyataannya masih tak mampu menarik calon konsumennya, sehingga ketika SEKAR TELKOM punya ‘Hajatan Nasional’, maka disabetlah dengan harga murah meriah.

Karena peserta membludak, maka satu kamar ada yang diisi 4 sampai 6 orang, bahkan untuk kelompok pengisi acara seni campur sari sumbangan / partisipasi dari KANCATEL Jombang rela untuk berdesakan 7 hingga 8 orang per kamar dengan extra bed. Walau membludak, Panitia yang membidangi akomodasi cukup lincah, maka ketika acara workshop dua hari, pilihan yang lebih meriah lagi adalah asrama DIKLAT dengan Paket Hematnya yang khusus diapresiasikan untuk suksesnya SEKAR TELKOM.

Bukan itu saja, sebab pembagian Workshop’s Kit atau Rakernas’s Kit juga tidak semuanya dapat, namun demikian peserta dapat memaklumi dan legowo. Yang penting bisa hadir di acara besar ini saja sudah syukur, sebab memang merupakan perhelatan yang sangat menentukan kemajuan, soliditas dan solidaritas SEKAR.

Lumayan bisa hadir dan bisa ikut berdiskusi menyumbang pemikiran yang pada dasarnya sebagai penyaluran aspirasi anggota di forum Rakernas yang memang sangat strategis. Para peserta yang membludak ini menurut Ketua Panitia Nasional (PanNas) tergolong bonek (bondo nekad), sebab ada yang mengeluarkan ‘kocek’ sendiri, dan dari peserta ada yang hanya diberi uang transport saja, tapi apresiasi untuk organisasi memang luar biasa, patut diacungi jempol.

• NURSIDIK

STADIUM GENERALE WAKIL KETUA KOMISI I DPR RI PADA RAKERNAS


TAHUN 2006

STADIUM GENERALE WAKIL KETUA KOMISI I DPR RI PADA RAKERNAS

Suasana berbeda terlihat di ruang Bromo (Hotel Hilton), ruangan yang akan digunakan sebagai ruang “keramat“ bagi pembahasan berbagai hal berkenaan dengan Rakernas II SEKAR. Di depan terlihat dua wanita cantik yang sedang asyik menghibur peserta Rakernas SEKAR yang sudah sedari pagi berkutat dengan berbagai hal serius yang memerlukan konsentrasi tinggi.

Tak berapa lama, terdengar teriakan–teriakan menggema dalam ruangan dengan ukuran cukup besar itu. “ SEKAR, TELKOM !!!“, itulah yang diteriakkan Yel Sekar oleh peserta Rakernas II SEKAR dengan penuh semangat tanpa mempedulikan waktu yang bergulir mendekati pukul 8 malam.

Acara dilanjutkan dengan ceramah umum, yang dibawakan oleh Wakil Ketua Komisi-I DPR RI, H. Tosari Widjaja. Judul yang diambil dalam ceramah tersebut adalah “Mendudukkan Kembali Telekomunikasi Sebagai Industri Strategis Dan Alat Ketahanan Bangsa“. Pria kelahiran Probolinggo, 66 tahun silam ini merasa sangat bangga dengan SEKAR Telkom yang berjuang mempertahankan aset negara khususnya di bidang telekomunikasi. Dalam ceramah yang disampaikan secara singkat, beliau menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki prinsip–prinsip dasar bidang komunikasi. Prinsip–prinsip tersebut dapat dilihat dalam kilas balik sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mengirimkan pesan kemerdekaan ke seluruh negeri.

“Telekomunikasi menjadi alat yang sangat penting dalam dunia globalisasi saat ini. Empat alat tersebut antara lain alat pendidikan, yaitu telekomunikasi dapat dijadikan alat untuk mencerdaskan bangsa yang mensupport pendidikan baik dalam ruang kelas maupun tidak. Alat kedua yaitu alat pembangunan peradaban suatu bangsa, dimana telekomunikasi ini berperan membentuk peradaban suatu bangsa melalui dokumentasi dan sistem penyiaran yang memang selalu terkait dengan telekomunikasi. Alat ketiga sebagai pembangunan ekonomi, dimana telekomunikasi dapat menjadi industri strategis yang menggerakkan roda perekonomian rakyat. Alat terakhir adalah sebagai alat pertahanan negara, yaitu penguasaan frekuensi sebagai ranah publik yang terbatas, pengamatan satelit dan pengamanan pulau – pulau terluar yang tergolong pulau terpencil. “ ujar beliau membuka ceramah.

Dalam dunia globalisasi ada 3 hal yang perlu dicamkan sebagai anggota SEKAR yaitu :
1. Memelihara dan menjaga industri telekomunikasi sebagai aset bangsa.
2. Menjadi juru bicara sebagai peradaban bangsa lewat media industri telekomunikasi.
3. Pengawal dalam pertahanan negara.
Dalam acara yang berlangsung dengan durasi 105 menit tersebut, banyak peserta Rakernas yang melontarkan pertanyaan – pertanyaan seputar isu – isu strategis. Pertanyaan pertama datang dari Armansyah ( DPP Bandung ), yang menanyakan bahwa akhir – akhir ini di media cetak banyak sekali tercantum pernyataan – pernyataan yang menunjuk TELKOM sebagai operator telekomunikasi yang berkembang dengan lambat, hal ini diakibatkan oleh usia TELKOM yang terbilang tidak muda lagi, namun operator yang baru menggeluti dunia telekomunikasi mampu berkembang lebih cepat dari TELKOM. Tanggapan yang cukup antusias disampaikan oleh Bapak Tosari Widjaja, beliau menyampaikan bahwa pernyataan – pernyataan seperti itu haruslah dijadikan cambuk bagi kemajuan TELKOM bukan malah menciutkan nyali perjuangan SEKAR. Pernyataan tersebut dapat ditinjau dari berbagai aspek internal dan eksternal yang menunjukkan langkah – langkah strategis untuk kemajuan TELKOM. Salah satu langkah strategis ( guna menepis pernyataan tersebut ) adalah menampilkan tenaga – tenaga profesional sebagai tulang punggung industri yang mampu bertahan dalam kepungan industri swasta.
Pertanyaan kedua dari Nuryadin ( Makassar ), yang lebih menonjolkan rasa nasionalisme sebagai seorang “ pejuang “ SEKAR. Dalam pertanyaan tersebut, ia menyampaikan bahwa regulasi yang selama ini ada dan dibuat oleh pemerintah selalu menonjolkan kapitalisme / globalisasi daripada aspek nasionalisme. Pertanyaan tersebut dijawab dengan suara lantang penuh rasa nasionalis. Menurut beliau, akhir – akhir ini rasa nasionalisme sudah memudar khususnya di kalangan pemerintah. Untuk alasan itulah mengapa terkadang peraturan yang dibuat terlepas dari rasa nasionalis. Banyak proyek yang telah dilakukan oleh TELKOM, misalnya proyek Miangas yang telah sukses dilaksanakan, dengan biaya yang tidak sedikit namun bila diukur dengan kesetiaan dan pengabdian ( nasionalisme ) maka harga yang tak ternilai pun terlontar untuk itu.
Pertanyaan terakhir untuk sesi pertama ditutup oleh pertanyaan mengenai isu yang beredar di Divre VII, yaitu Kerjasama KSO yang dinilai gagal. Jawaban diplomatis pun terlontar dari bibir pria yang sudah lama berkecimpung di dunia politik Indonesia. Ia mengatakan hal yang satu ini harus dilihat dari kondisi masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. Tidak dapat dengan gegabah di putuskan, sebab menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Sesi kedua, dibuka dengan pertanyaan dari Wibowo ( DPW V ), yang mengangkat isu pengelolaan billing sistem interkoneksi operator oleh pihak swasta yang disinyalir berbau KKN dan merugikan TELKOM. Namun, pertanyaan tersebut lagi – lagi di jawab dengan jawaban diplomatis, yaitu merugikan dilihat dari pihak mana, apakah hanya dari pihak TELKOM atau kerugian dilihat secara global.
Kebijakan kenaikan tarif pun ikut meramaikan ajang diskusi yang berjalan cukup lancar. Jawabannya ternyata kebijakan kenaikan tarif tersebut hanyalah sebagai rebalancing tarif terdahulu, misal tarif SLJJ yang dinaikkan, maka tarif lokal akan diturunkan atau sebaliknya.
Ceramah ditutup dengan tepuk tangan dan sambutan hangat pada Wakil Komisi I DPR RI dalam perjalanannya pulang. ***(KIREI) ***

DIRUT TELKOM BUKA SECARA RESMI RAKERNAS-II/2006 SEKAR TELKOM DI SURABAYA


TAHUN 2006

DIRUT TELKOM BUKA SECARA RESMI RAKERNAS-II/2006 SEKAR TELKOM DI SURABAYA

Pembukaan RAKERNAS-II SEKAR TELKOM yang dihadiri oleh BOD, BOC, Para Senior Leaders DIVRE-V, Serikat Pekerja BUMN, dan seluruh Pengurus SEKAR se Indonesia, telah dibuka secara resmi oleh DIRUT TELKOM, Arwin Rasyid (AR) di Kantor Divre-V Ruang LEBAH BIRU Jln. Ketintang 156, Surabaya, Rabu (15/3).

Sebenarnya dalam suasana penuh akrab dan penuh semangat seperti ini, saya bicara improvisasi saja, sebab semula direncanakan pakai 25 slide, kata AR mengawali sambutannya yang disambut applause oleh hadirin. Ijinkanlah saya untuk tidak memberikan sambutan panjang ini, tiba-tiba AR meneriakkan Yel SEKAAARR ...!!! TELKOOMMM.....!!!, jawab hadirin semangat.

MENJADIKAN SEKAR SEBAGAI ”PARTNER IN CHANGE” TELKOM DALAM MEMENANGKAN PERSAINGAN BISNIS TELEKOMUNIKASI adalah judul slide yang dideliver AR hanya dalam waktu singkat 20 menit saja, yang sebenarnya menurut AR masih cukup panjang. Dengan style yang tak terikat, maka AR tak mau berdiri di podium, tetepi berdiri ditengah agar lebih komunikatif, katanya.

Saya bersyukur dapat hadir di Rakernas ini dengan tema : ”Membangun Kembali Soliditas dan solidaritas Sekar Telkom Sebagai Benteng Perusahaan”. Suka nggak suka, kita sudah masuk pada era persaingan. Kalau kita lihat dunia seluler saja yang terbesar Telkomsel (anak perusahaan), Alhamdulillah. Kemudian kedua adalah Indosat (sudah asing), nomor tiga adalah Exelcomindo (sudah asing), nomor 4 dan 5 juga asing. Artinya 5 pemain seluler di Indonesia ini adalah mayoritas asing, ini bukan hal yang aneh, sebab gejala ini sudah terjadi di industri sebelumnya, seperti di perbankan, dsb.

Kita tidak bisa bendung arus globalisasi, satu-satunya yang harus kita lakukan adalah bagaimana menghadapi globalisasinya, dan bagaimana SEKAR bisa jadi mitra manajemen dalam membuat TELKOM ini semakin jaya. Berkat kerjasama manajemen sebelumnya dengan SEKAR selama ini, TELKOM sudah bisa memiliki kapitalisasi pasar nomor 2 di Asia Tenggara, applause menggema lagi.

Pada Januari 2006 total kapitalisasi pasar Telkom adalah 11, 7 milyard dollar (kita lebih tinggi dari Telkom Malaysia) dan Philipina, kita hanya kalah dengan Singtel. Kitapun sama dengan Korea Telcom, jadi sebenarnya potensi Telkom Group ini luar biasa besarnya. Pertanyaanya ialah, bisa nggak Telkom ini menjadi terbesar di Asia Tenggara ? Bisaaa....!!! teriak audience.

Tentu bisalah, apalagi kita memiliki Telkom Goal 3010. kalau kita sudah mencapai 3010, maka kita sudah berada diatas yang nomor satu ini (Singtel). Hal tersebut tergantung dari kita semua disini, bukan dari manajemen, tapi dari kita semuanya. Telkom Group mempunyai kekuatan bisnis yang besar dengan visi menjadi Infocom Leading Player in the Region. Kalau kita melihat net income Telkom secara keseluruhan 2001 adalah 41 trilyun dan masih menunggu tutup buku pada tahun 2005 akan mencapai dobel yaitu 8 trilyun. Pertumbuhan Telkomsel lebih besar, sedangkan Telkom sendiri tetap. Kontribusi anak perusahaan lebih besar dari pada Telkom. Oleh karena itu kita harus melihat diri kita sebagai Telkom Group.

AR melanjutkan, apa yang disampaikan Ketum SEKAR betul sekali, bahwa kita masuk era kompetisi, kita juga menghadapi masalah deregulasi, perkembangan teknologi yang begitu cepat, tuntutan konsumen yang semakin tinggi. Sekarang kita tidak cukup mengandalkan produksi, tapi harus kita pikirkan bagaimana merebut hati pelanggan, sebab pelanggan punya pilihan. Artinya, bahwa battle ground kita, survival kita kedepan sangat tergantung merebut hati pelanggan melalui merebut hati karyawan. Raja adalah pelanggan, jangan sekali-kali raja adalah atasan. Kemudian AR mengupas tuntas tentang masalah 4 Strategic Initiatives, Capex, Revenue, Good Cost, serta Bad Cost.

Tegakkan kualitas, jangan birokrasi, dan junjung nilai-nilai perusahaan. Birokrasi adalah musuh kita nomor satu di Telkom ini, lawanlah ! Birokrasi dalam kebijakan, dalam melayani pelanggan. Kikis habis birokrasi ini, setuju nggak..? setujuuuu.....! jawab audience lagi.

Manajemen berusaha terus untuk memperbaiki KD-KD kita, wong yang membuat kita sendiri kok, kenapa harus membelenggu kita. Saya lihat KD kita ini kayak PP lho (Peraturan Pemerintah), UU, repot sekali rasanya ! Betuul....teriak audience ! Kemudian AR menyinggung soal apa yang terjadi di Bandung yang dikatakan, bahwa ini bukan masalah eksklusif di Telkom saja lho, ini terjadi di BUMN lainnya juga ...yaitu BNI, MANDIRI, PLN, JAMSOSTEK, dan ada dimana-mana itu. Kita masuk dalam era menegakkan hukum, oleh karena itu THE SHOW MUST GO ON ! Tingkatkan semangat kita sebagaimana hari ini, tingkatkan kinerja kita, tapi kita bantu rekan-rekan kita dengan THE BEST LAWYER , THE BEST EFFORTS, bagaimanapun juga mereka tetap keluarga Telkom.

Sementara itu Deputy KADIVRE-V, Husni Thamrin dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan sebagai Tuan Rumah RAKERNAS-II SEKAR TELKOM 2006, dengan harapan semoga hasil-hasilnya dapat memberikan kontribusi positif bagi perusahaan dan pegawainya, khususnya dalam menghadapi era kompetisi yang semakin berat. Atas nama manajemen DIVRE-V kami mohon maaf, bila ada hal yang kurang berkenan dalam penyelenggaraan ini selamat menjalankan RAKERNAS, SEMOGA SUKSES, ucapnya mengakhiri.

KETUM SEKAR TELKOM Syinar Budhi Artha dalam sambutannya mengatakan, bahwa Rakernas adalah forum yang sangat strategis dalam mendorong kiprah nyata organisasi. Saya sangat berharap, Rekernas II Surabaya akan memberikan hasil yang bermakna bagi kemajuan organisasi, baik di saat ini maupun di masa yang akan datang. Untuk itu, saya berpesan, manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya. Ikutilah dengan seksama dan serius tahap demi tahap proses Rakernas II dengan penuh tanggung jawab. Namun, sebelum itu, tanamkanlah semangat kebersamaan dan saling pengertian yang tinggi, sebab tanpa itu sulit kita berharap akan muncul hasil yang optimal.

Dalam waktu dekat kita akan kembali menghadapi tugas-tugas penyusunan Perjanjian Kerja Bersama, yaitu PKB III. Pengalaman menyusun PKB I dan PKB II sebaiknya kita jadikan pelajaran berharga untuk memperjuangkan kehadiran PKB III yang lebih berkualitas, yang mampu menemukan titik keseimbangan antara meningkatkan kesejahteraan karyawan di satu sisi, serta memajukan perusahaan di sisi lain.

Kita patut bersyukur, PKB I dan PKB II telah memberikan landasan yang sangat baik bagi upaya untuk lebih menyejahterakan karyawan serta pensiunan. Dalam PKB III saya berharap ada pergeseran paradigma ke arah pemikiran upaya menyelamatkan perusahaan agar mampu menjamin kelangsungan kesejahteraan karyawan dalam jangka panjang. Saya ingin menekankan: kita hendaknya tidak terlena hanya memikirkan kesejahteraan satu generasi tanpa memperhitungkan dampaknya bagi kesejahteraan generasi yang lain. Upaya kita untuk membuat para senior Telkom yang sudah tidak aktif atau menjelang pensiun menjadi lebih sejahtera cukup menggembirakan hasilnya.

Perahu Telkom sekarang ini harus berlayar di tengah badai kompetisi yang dahsyat, dalam terpaan angin regulasi yang kencang, dan di bawah tekanan ulah kolaborasi kapitalis asing-domestik yang dalam prakteknya hanya mengenal tiga hal : untung, untung, dan untung.

Menghadapi tantangan yang sangat berat, tidak selayaknya kita lalu menghindar. Kita perlu bangkitkan kembali jiwa korsa Telkom serta meningkatkan kualitas profesionalisme sebagai karyawan. Tiada kesuksesan tanpa kebersamaan. Tiada kebersamaan tanpa adanya rasa soliditas dan solidaritas. Dan tiada soliditas dan solidaritas tanpa adanya kemauan untuk berbagi, peduli dan saling mengerti. Namun yang tak kalah pentingnya adalah sebagai manusia yang tak luput dari kelemahan, kita harus selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT agar apa yang terbersit dalam hati kita, pikiran kita dan apa yang kita ucapkan dan kita lakukan, selalu mendapat bimbingan dari-Nya.

Kondisi pasang-surut mewarnai perjalanan panjang kemitraan konstruktif antara Sekar dengan Manajemen Telkom. Perbedaan posisi Sekar dan Manajemen tak jarang melahirkan perbedaan cara pandang terhadap suatu masalah. Namun perbedaan tersebut akan saling melengkapi bila masing-masing menjunjung semangat kemitraan yang konstruktif. Manajemen diharapkan mendukung tekad Sekar untuk menjadi benteng perusahaan dan secara nasional mendorong Telkom agar menjadi National Flag Carrier yang kokoh di bidang telekomunikasi.

Gaya egaliter yang sering menjadi ciri khas Sekar mungkin sering dipandang tidak pas bila dilihat dengan gaya formal-hirarkis yang mungkin menjadi tuntutan di lingkungan Manajemen. Namun menurut kami, substansi lebih penting ketimbang gaya, tinggal bagaimana mengarahkan agar gaya-gaya tersebut menghasilkan resultante positif bagi kemajuan perusahaan dan kesejahteraan karyawan dalam jangka panjang. Dalam kesempatan ini, selaku Ketua Umum Sekar Telkom mengajak seluruh jajaran pengurus, anggota sekaligus karyawan, serta para jajaran Manajemen Telkom untuk menyalakan kembali semangat kemitraan yang konstruktif di lingkungan kita sesuai tema Rakernas II yakni : ”Membangun kembali soliditas dan solidaritas Sekar Telkom sebagai benteng perusahaan”.

Saat ini Telkom telah memulai upaya transformasi organisasi sebagai bagian dari strateginya memenangkan persaingan dan mencapai target 3010. Dalam masalah transformasi ini Sekar sebagaimana telah disampaikan kepada Manajemen beberapa waktu yang lalu, hanya ingin memastikan bahwa seluruh jajaran Manajemen Telkom mempunyai keyakinan yang sama dan visi serta misi yang jelas terhadap arah transformasi. Dalam hal implementasinya, Sekar memastikan bahwa dalam proses transformasi tidak ada karyawan yang dirugikan. Ini sudah menjadi kesepakatan Manajemen Telkom dan Sekar, sehingga manajemen harus mampu melakukan langkah antisipatif dan bila ternyata masih ada karyawan yang dirugikan agar Manajemen segera mengambil langkah koreksi yang secepatnya.

Ketua Panitia Nasional RAKERNAS-II SEKAR TELKOM, Januar Setyo Widodo melaporkan, bahwa Rakernas ini sesuai dengan AD/ART SEKAR TELKOM yang merupakan event Nasional berkala dari DPP yang dilaksanakan diantara dua MUNAS. Di forum Rakernas inilah, organisasi melaksanakan fungsi eveluasi, konsultasi dan komunikasi terhadap program kerja yang telah diamanahkan MUNAS sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut AR menerima cendera mata dari KETUM DPP SEKAR TELKOM dan dilanjutkan oleh Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Strategis Pataka dari KETUM SEKAR TELKOM.
• NURSIDIK

Soal Klas Kantor KANDATEL SBT Menagih Ke DIRUT


TAHUN 2006

Soal Klas Kantor KANDATEL SBT Menagih Ke DIRUT

Event tatap muka antara DIRUT dan jajaran TELKOM SBB & SBT yang dilaksanakan di DATEL SBB Jln. Mergoyoso 1-5, Surabaya, Rabu (15/3) tak disia-siakan oleh jajaran TELKOM SBT untuk menumpahkan uneg-unegnya ke orang nomor satu di TELKOM, yaitu ke DIRUT, Arwin Rasyid (AR).

Keberanian ‘arek-arek’ SBT bicara blak-blakan ini, selain memang ada peluang yang berdasar pada konsep ‘open-communication’ yang dicanangkan AR, juga karena usulan soal klas kantor selama selalu mentok tak tau dimana mentoknya, dimana ujung rimbanya. Jawabannya selalu klasik :”Bola sudah ada di kantor korporat!” Kalau sudah langsung ketemu DIRUT, maka nantinya akan langsung potong kompas, nagih ke DIRUT, tanpa melalui GM atau KADIVRE lagi.

Hanya 2 orang yang sempat meyampaikan uneg-uneg ke ke DIRUT tatap muka tersebut, keduanya diborong karyawan dari TELKOM SBT, yaitu Azis dan Jumli Holidi. Pertama, Azis melaporkan kondisi gedung SBT yang memperihatinkan, yang nota bene merupakan KANDATEL pertama berhasil meraup pendapatan 1 trilyun.

Kedua, Jumli Holidi dengan gaya kerasnya sempat berorasi tentang kenaikan kelas kantor SBT dan SBB didepan DIRUT dengan justifikasi sebagai berikut :

1. Dua KANDATEL SBT & SBB masing-masing sudah melampaui revenue 1 triliun.
2. Dua KANDATEL ini tidak kalah dengan DATEL-DATEL lain di Indonesia.
3. Dua KANDATEL ini punya pelanggan yang banyak, bahkan diatas KANDATEL lain yang sudah kelas satu.
4. Dua KANDATEL ini dari sisi pemerintahan berada di ibu kota propinsi terbesar setelah Jakarta.

Lalu dipertanyakan pula, tentang apa parameter menentukan kelas kantor ?. Jadi dalam event ini ada permintaan khusus ke DIRUT, yaitu “untuk menaikkan kelas kantor SBT dan SBB menjadi kelas-1”. Dirutpun berjanji akan mempertimbangkan usulan ini dan akan melakukan peninjauan keseluruhan akan parameter kelas kantor yang ada. Penyampaian uneg-uneg ini disaksikan oleh para Senior Leader.

Event tatap muka ini memang cukup spesial, sebab disediakan iming-iming berupa ‘door’prize’, yang banyak diraih oleh Karyawan SBT. Hadiah 1 Pak safar dapat Kulkas, Hadiah 2 Pak Widjianto dapat TV 20", Hadiah hiburan Pak Senja dapat pesawat Flexi, Hadiah Hiburan Pak Yustrianto dapat VCD. Acara diakhiri dengan foto bareng.

• NURSIDIK

SEKAR Bersyukur Alhamdulillah, Sebab Sehari Dapat Dua Tandatangan Dari DIRUT TELKOM Di Surabaya


TAHUN 2006

SEKAR Bersyukur Alhamdulillah, Sebab Sehari Dapat Dua Tandatangan Dari DIRUT TELKOM Di Surabaya

Usai membuka secara resmi RAKERNAS-II SEKAR TELKOM di Ruang Lebah Biru Kantor DIVRE-V Surabaya, Rabu (15/3), DIRUT TELKOM, Arwin Rasyid (AR) menyempatkan mampir ke Ruang Sekretariat DPW SEKAR TELKOM DIVRE-V yang baru terletak didekat ruang pembukaan RAKERNAS itu sendiri.

AR didampingi Deputy Kadivre-V, KETUM SEKAR, Ketua DPW-V dan beberapa Pengurus lainnya memasuki ruang Sekretariat dan langsung melihat foto pengurus SEKAR DPW-V yang dipampang pada dinding sebelah kiri. ”Oh,...itu foto para pengurus DPW-V ya ?”, tanya AR. Kemudian dijawab oleh KETUM, bahwa itu adalah foto pengurus lama, Pak. Mana Ketuanya, tanya AR lagi, itu Pak, namanya Budhi Prasetyo.

Sekretariat Panitia yang merupakan “dapur produksi” hasil-hasil Workshop Nasional SEKAR TELKOM yang sehari sebelumnya ditinjau Deputy Kadivre-V ini, telah diresmikan oleh AR dengan membubuhkan tandatangan diatas kertas piagam secara sederhana tanpa ceremonia, ini adalah satu bentuk sinergi antara Manajemen dan Sekar. Disaat yang bersamaan KOMUT TELKOM, Tanri Abeng sedang memberikan ceramah pengkayaan materi (enrichment) bagi peserta RAKERNAS.

Para peserta Rakernas se Indonesia ikut senang dan merasa bangga atas peresmian tersebut, sebab inilah satu-satunya sekretariat yang diresmikan oleh seorang DIRUT & KETUM. Selain senang dan bangga, maka tentu ada tantangan kedepan yang lebih berat berkaitan dengan isu-isu terkini, baik dari internal, maupun eksternal, termasuk masalah kompetisi dan regulasi.

Kegembiraan para Pengurus SEKAR tak cukup hanya disini saja, sebab perjuangan yang lebih substantif lagi berkaitan dengan aspirasi anggota telah berhasil ditandatangani oleh AR di KANDATEL SBB, yaitu penandatanganan KD baru tentang perlakuan Kelas Posisi dan atau Job Karakteristik pada Proses Pengawakan Dalam Masa Transisi Organisasi.

Inti substansi KD baru yang ditandatangani di kota Pahlawan Surabaya ini ialah tidak ada THP yang turun akibat transformasi ! Wah,..Ternyata Rakernas Sekar Telkom-II/2006 di Surabaya ini benar-benar membawah berkah bagi nasib seluruh karyawan/karyawati TELKOM se Indonesia.

• NURSIDIK

Grup Paduan Suara & Pensiunan, Mantan Pengurus SEKAR DPW-V Ikut Sukseskan RAKERNAS TELKOM 2006


TAHUN 2006

Grup Paduan Suara & Pensiunan, Mantan Pengurus SEKAR DPW-V Ikut Sukseskan RAKERNAS TELKOM 2006

Disela-sela Workshop Nasional SEKAR TELKOM 2006 yang dilaksanakan di lantai-I Kantor DIVRE-V Ruang LEBAH BIRU Jl. Ketintang 156, Surabay, maka terlihat Grup Paduan Suara DIVRE-V juga melakukan kesibukannya sendiri, yaitu melakukan latihan di lantai-III Ruang Committed 2 U.

Dinamika Workshop dengan segala perniknya memang terlihat hidup dan meriah pada hari pertama dan kedua, sehingga Kantor DIVRE-V yang kedatangan tamu Nasional kelihatan marak. Untuk Grup Paduan suara sendiri saat itu sedang latihan empat buah lagu yang bakal dipersembahkan pada saat Pembukaan RAKERNAS esok hari, Rabu (15/03) di Hilton Hotel Surabaya.

Adapun 4 buah lagu yang akan dipersembahkan grup pimpinan Mbak Lia ini adalah : 1. Surabaya Oh Surabaya. 2. Mars SEKAR TELKOM. 3. Jayalah TELKOM Indonesia, dan 4. Indonesia Raya. Rekan Sihombing salah satu peserta kelompok Paduan Suara yakin, bahwa grupnya akan tampil prima pada saatnya nanti. Kami sudah mengadakan latihan sekitar 7 kali, katanya.

Hal lain yang menarik perhatian para peserta workshop adalah hadirnya mantan Pengurus SEKAR DPW-V, yaitu rekan Sutrisno yang baru setahun lebih melakoni pensiun normal persis tanggal 1 Maret 2005 bersamaan dengan hari Ultahnya SEKAR. Ia aktif membantu Panitia dan terlibat sejak rapat-rapat yang dilakukan Panitia Lokal, hingga hari-H, yaitu pelaksanaan workshop itu sendiri.

Tak jarang rekan yang masih ceriah walau sudah pensiun ini ikut membantu dalam bidang akomodasi, hingga ke persiapan materi. Ketika ditanya, kenapa masih rajin berpartisipasi, maka iapun menjawab, bahwa ia bangga kepada SEKAR yang selama ini selalu dan selalu memperjuangkan kesejahteraan anggotanya dan itu telah terbukti hasilnya.

Selama masih aktif di kepengurusan SEKAR ia tak pernah ketinggalan memperjuangkan PKB, mulai PKB-I, hingga ke PKB-II, bahkan aktif pula ikut berjuang menolak kebijakan Kode Akses SLJJ. Semua perjuangan yang dilakukannya tak jarang harus mengorbankan segalanya, yang jelas adalah materi.

Apa harapan Bapak kepada RAKERNAS 2006 ini ?, tanya Reporter. Harapan saya, semoga Hasil-Hasil RAKERNAS SEKAR TELKOM 2006 ini mampu mengakomodir seluruh aspirasi karyawan untuk disampaikan kepada manajemen, serta tetap komit terhadap visi misi SEKAR. Harapan kedua adalah Surabaya sebagai Tuan Rumah menunjukkan kepercayaan DPP SEKAR TELKOM kepada Arek-Arek Jawa Timur sangat yang mana perlu kita apresiasi. Semoga saja menjadi tuan rumah yang baik dan sukses !

• NURSIDIK

Ruang Sekretariat Panitia Workshop Nasional Organisasi SEKAR TELKOM Ditengok SM, GM & Dep.Kadivre-V


TAHUN 2006

Ruang Sekretariat Panitia Workshop Nasional Organisasi SEKAR TELKOM Ditengok SM, GM & Dep.Kadivre-V

Pada hari pertama dan hari kedua Workshop Nasional Organisasi SEKAR TELKOM ruang Sekretariat Panitia Workshop Nasional Organisasi SEKAR TELKOM telah ditengok oleh beberapa pejabat setempat, yaitu SM, GM & Deputy Kadivre-V. SM Performansi, Yanmas, Multi Media, GM SBT.

Sekretariat Panitia yang merupakan “dapur produksi” hasil-hasil Workshop Nasional SEKAR TELKOM setiap saat memang selalu ramai oleh aktivitas Panitia mengurus dan melayani para peserta dari dalam dan luar kota. Tiba-tiba pada hari kedua dikejutkan oleh kehadiran Deputy Kadivre-V, Husni Thamrin dan GM TELKOM SBT, Badriyanto. Maaf, Pak kondisi sekretariat, ya seperti ini, berantakan. Maklum banyak tumpukan Rakernas’s Kit yang segera akan dibagikan, setelah itu akan rapi lagi, kata Pengurus DPW, Wibowo Sugiharto. Tapi bagus kok, memang cocok disini, jawab Husni.

Kedatangan Husni selain untuk melihat dari dekat kegiatan Panitia, juga menginformasikan tentang jadwal kunjungan BOD dan BOC pada saat pembukaan RAKERNAS SEKAR TELKOM 2006. Setelah membuka secara resmi RAKERNAS, maka DIRUT akan working around ke DATEL SBT dan SBB serta mengadakan tatap muka dengan seluruh karyawan.

Karena ruang sekretariat ini masih baru, maka akan diskenariokan agar DIRUT juga mau menengok sekaligus meresmikan tanpa acara ceremonial, hanya sekedar tanda tangan diatas sehelai kertas saja, Dan ini bersifat tentative. Adalah suatu kebanggaan tersendiri jika seorang Bapak mau menengok anaknya.

• NURSIDIK

Kemasan Khusus, Sisi Lain Arena Workshop Nasional SEKAR TELKOM 2006


TAHUN 2006

Kemasan Khusus, Sisi Lain Arena Workshop Nasional SEKAR TELKOM 2006

Kalau penyajian Redaksi di hari pertama menyangkut liputan seputar Workshop Nasional SEKAR TELKOM 2006 yang digelar di Surabaya hanya dari sisi ‘news’ saja, maka di hari kedua ini, Selasa (14/03) mencoba untuk menghadirkan ‘supplement’ bukan ‘news’, tetapi dalam bentuk berita ringan yang kerap kita sebut dengan ‘feature’.

Workshop dua hari ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan utama berupa RAKERNAS-II SEKAR TELKOM 2006. Event ini sangat menentukan kelangsungan hidup organisasi yang dulunya diseragamkan oleh Pemerintah bernama KORPRI, yang lebih bersifat ‘given’ atau ‘top-down’. Sedangkan SEKAR TELKOM ini lain, yaitu ‘bottom-up’ dan demokratis, menampung aspirasi bawah untuk diteruskan ke Manajemen.

Wah, ... kok ngelantur ke ‘news’ lagi...? Baiklah langsung saja ke kemasan khusus yaitu berita ringan. Terselenggaranya perhelatan besar ini ternyata tak lepas dari partisipasi manajemen dan mitra kerja. Dukungan moril dan materi sangat membantu Panitia dalam penyelenggaraan event yang sekaligus merupakan ajang silaturahmi Nasional.

Dukungan yang melakukan penampakan di arena WS ini adalah unit kesehatan dari poliklinik DIVRE-V yang hari pertama dipimpin oleh Dr. Sukma, sedangkan di hari kedua oleh Dr. Arifin. Pasien semua dari peserta WS, rata-rata keluhan adalah capek, pusing, darah rendah serta ada juga yang terkena alergi makanan.

Penampakan lain di arena ini ialah dibukanya Counter Biro Perjalanan Wisata PT. FULLMOON EXPRESS, Tour & Travel Services yang beralamat di Jln. Raya Jemur Andayani 38, Surabaya, memberi jasa ‘ticketing’ kepada seluruh peserta luar daerah. Mbak Didi, Marketer Biro tersebut menuturkan, bahwa pada hari pertama ada 3 order tiket, untuk pagi ini belum mungkin sore baru ada.

Di sudut depan pintu lift juga dibuka counter/outlet dari M3 (Multi Media Metropolitan) yang menggelar buku-buku pendidikan dan rokhani. M3 menyelenggarakan Modern Language and Education System. Kemudian ada juga outlet TELKOM Flexi dan STO Sepanjang, KANCATEL Sidoarjo. Beberapa mahasiswi ilmu komunikasi dari Solo-Jateng juga turut mendukung baik dari sisi resepsionis, maupun terjun meliput.

Supplement berikutnya akan menampilkan Rekan Sutrisno, sosok mantan Pengurus SEKAR DPW-V yang sudah PENDI tetapi masih aktif dan antusias mendukung suksesnya RAKERNAS SEKAR TELKOM 2006. Kemudian akan kami tampilkan juga kesibukan Grup Paduan Suara berlatih mempersiapkan penampilan di acara ini.

• NURSIDIK

Hari Kedua Workshop SEKAR TELKOM 2006 !


TAHUN 2006

Hari Kedua Workshop SEKAR TELKOM 2006 !

Pertarungan argumentasi untuk kemajuan perusahaan dan kesejahteraan karyawan tetap mendominasi dan mewarnai workshop di masing-masing Working Group (WG) hari kedua, Selasa (14/03), yaitu Working Group (lanjutan) : WG-A : Kebijakan Organisasi & Adm Kesekretariatan; WG-B : Kebijakan Keuangan & Adm. Keuangan; WG-C : Konsep PKB III & Kebijakan Advokasi & Hukum Acara.

Event ini mempertaruhkan kemajuan perusahaan kedepan, sebab kita dihadapkan kepada situasi kompetisi penuh yang harus didukung oleh karyawannya, yaitu SEKAR dengan tetap memperhatikan kesejahteraan dalam arti yang luas. Dalam hal kesejahteraan, karyawan dituntut untuk lebih proporsional dalam memandang arti kesejahteraan sebagai sesuatu yang bernilai sejajar dengan kemajuan perusahaan. Sudut pandang ini penting, agar keberlangsungan kejayaan TELKOM yang dampak langsungya dapat dinikmati karyawan dalam bentuk kesejahteraan dapat dijaga.

Perahu Telkom sekarang ini harus berlayar di tengah badai kompetisi yang dahsyat, dalam terpaan angin regulasi yang kencang, dan dibawah tekanan ulah kolaborasi kapitalis asing-domestik yang dalam prakteknya hanya mengenal tiga hal, yaitu : untung, untung dan untung !

SEKAR berharap agar manajemen tidak eforia terhadap CBHRM, sehingga semua hal dihubungkan dengan kompetensi. Perlu dilakukan kajian terhadap performansi manajemen, terutama untuk nilai kompetensi yang dihubungkan dengan TUDAS, sehingga diperoleh pengukuran yang benar. Pokok pikiran yang lain adalah agar manajemen mengembalikan penghargaan terhadap expertise karyawan yang hilang akibat konsep CBHRM yang tidak sempurna.

Soal transformasi, SEKAR masih konsisten dan tidak resistance, yang penting dapat dipastikan tidak ada penurunan Take Home Pay pada proses transformasi. Manajemen harus menjadikan indikator keberhasilan transformasi seperti yang diungkapkan DIRUT sebagai indikator kerja pejabat terkait transformasi dan dijadikan dasar peninjauan ulang pemangku posisi pejabat tersebut.

SEKAR juga bakal mengusulkan kepada manajemen tentang pengelolaan sistem manajemen mutu, yaitu menyederhanakan implementasi manajemen mutu di Telkom, karena saat ini banyak sistem digunakan pada saat yang sama, sehingga menjadi beban operasional.

Kondisi pasang surut mewarnai perjalanan panjang kemitraan konstruktif antara SEKAR dan Manajemen Telkom. Perbedaan posisi SEKAR dan Manajemen tak jarang melahirkan perbedaan cara pandang terhadap suatu masalah, hendaknya perbedaan tersebut saling melengkapi.

Manajemen diharapkan mendukung tekad SEKAR untuk menjadi benteng perusahaan dan secara nasional mendorong Telkom agar menjadi National Flag Carrier yang kokoh dibidang telekomunikasi. Untuk itu, maka jiwa korsa dan kemitraan yang konstruktif sangat diperlukan. Tiada kesuksesan tanpa jiwa korsa dan kebersamaan sebagai tim yang solid. Bila masing-masing menjunjung semangat kemitraan, maka Telkom akan semakin kuat.

Gaya egaliter yang sering menjadi ciri khas SEKAR mungkin sering dipandang tidak pas bila dilihat dengan gaya formal hierarchis yang mungkin menjadi tuntutan di lingkungan Manajemen. Namun menurut SEKAR, substansi lebih penting ketimbang gaya ! Tinggal bagaimana mengarahkan agar gaya-gaya tersebut menghasilkan resultante positif bagi kemajuan perusahan yang berujung ke kesejahteraan.

Event yang bertema “Membangun Kembali Soliditas Dan Solidaritas SEKAR TELKOM Sebagai Benteng Perusahaan” ini akan menghasilkan beberapa rekomendasi strategis kepada manajemen demi kemajuan perusahaan dan karyawan. Hasil Pleno Workshop diharapkan mampu menjawab semua permasalahan saat ini.

Tuan Rumah sempat dibikin kelabakan, sebab dari peserta WS yang harusnya 50, ternyata membludak menjadi 87. Kemudian RAKERNAS yang terdaftar hanya 160, kini menjadi 210, ruarrr...biasaaa,...antusias..!! Tak jarang peserta dari luar Jawa yang hanya diberi uang transport saja, ada yang keluar kocek sendiri, demi Soliditas dan Solidaritas SEKAR TELKOM Sebagai Benteng Perusahaan dan demi kejayaan Telkom ! Namun demikian Panitia tetap memberikan pelayanan yang terbaik dan merupakan kebanggaan tersendiri, sebab mereka ingin sekali hadir di kota Pahlawan ini !

• NURSIDIK

Stadium Generale Masalah VOIP Pada RAKERNAS-II SEKAR TELKOM


TAHUN 2006

Stadium Generale Masalah VOIP Pada RAKERNAS-II SEKAR TELKOM

“Persoalan dugaan korupsi dan pencurian pulsa lewat Voice Over Internet Protocol (VoIP) oleh PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Yang sedang ditangani oleh Polda Jawa Barat (Jabar) terjadi akibat kemajuan teknologi lebih cepat dibandingkan kemampuan pemerintah menyediakan regulasi“, ujar Moch. Husni Thamrin saat memaparkan presentasinya.

Dengan mengangkat judul “Perjalanan Telkom Menghadapi Tantangan Regulasi Bisnis Telekomunikasi di Indonesia“, lelaki yang merupakan mantan Vice President Tarif dan Interkoneksi (TELKOM) periode 1999 – 2000, menyampaikan ceramahnya dengan gaya ngocol dan santai. Gaya penyampaian ini membuat peserta Rakernas II SEKAR “pingin nambah“ untuk sesi presentasi.

Dalam presentasinya, beliau menyampaikan bahwa para ahli berpendapat pada tahun 2010, 50% jumlah telepon di dunia akan berbasis Telephony Over Internet dengan kualitas setara GSM. VoIP digunakan dari PC ke PC kemudian berubah menjadi dari PC ke telepon dan yang terakhir berkembang dari telepon ke telepon. Bila perkembangan VoIP telah mencapai dari telepon ke telepon, maka dapat disebut Era Mass Market (siap dipasarkan).

Bisnis VoIP merupakan salah satu bisnis yang akan berkembang dan maju beberapa tahun ke depan. Ada beberapa kompetitor dari bisnis VoIP yaitu Internet Service Provider (ISP), Call Back Provider, New Telcos, dan Internet Telephony Service Provider (ITSP).

Perbandingan tarif dengan pihak Indosat menjadi salah satu pokok bahasan yang menarik pada ceramah yang dilaksanakan di Argopuro Meeting Room, Kamis, 16 Maret 2006. Tarif VoIP yang murah menimbulkan berbagai pertanyaan di kepala kita berkenaan dengan hal tersebut. Murahnya tarif tersebut akibat adanya kompresi. Sedangkan untuk kualitas memang belum sebaik telepon biasa (namun cukup untuk berkomunikasi suara). Regulasi VoIP di dunia Internasional tidak ada yang khusus. Di Indonesia telah diatur dalam KM 35.

Acara ditutup dengan doa bagi teman–teman kita yang berjuang dalam kasus VoIP yang sedang ditangani Polda Jabar. Doa tersebut sempat membuat beberapa rekan – rekan Sekarist, mengalir air matanya. Namun, satu yang dapat di petik yaitu belum tentu mereka yang menyandang status tersangka adalah orang yang benar–benar bersalah dalam kasus tersebut.

---KIREI---

STADIUM GENERALE WAKIL KETUA KOMISI I DPR RI PADA RAKERNAS


TAHUN 2006

STADIUM GENERALE WAKIL KETUA KOMISI I DPR RI PADA RAKERNAS

Suasana berbeda terlihat di ruang Bromo (Hotel Hilton), ruangan yang akan digunakan sebagai ruang “keramat“ bagi pembahasan berbagai hal berkenaan dengan Rakernas II SEKAR. Di depan terlihat dua wanita cantik yang sedang asyik menghibur peserta Rakernas SEKAR yang sudah sedari pagi berkutat dengan berbagai hal serius yang memerlukan konsentrasi tinggi.

Tak berapa lama, terdengar teriakan–teriakan menggema dalam ruangan dengan ukuran cukup besar itu. “ SEKAR, TELKOM !!!“, itulah yang diteriakkan Yel Sekar oleh peserta Rakernas II SEKAR dengan penuh semangat tanpa mempedulikan waktu yang bergulir mendekati pukul 8 malam.

Acara dilanjutkan dengan ceramah umum, yang dibawakan oleh Wakil Ketua Komisi-I DPR RI, H. Tosari Widjaja. Judul yang diambil dalam ceramah tersebut adalah “Mendudukkan Kembali Telekomunikasi Sebagai Industri Strategis Dan Alat Ketahanan Bangsa“. Pria kelahiran Probolinggo, 66 tahun silam ini merasa sangat bangga dengan SEKAR Telkom yang berjuang mempertahankan aset negara khususnya di bidang telekomunikasi. Dalam ceramah yang disampaikan secara singkat, beliau menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki prinsip–prinsip dasar bidang komunikasi. Prinsip–prinsip tersebut dapat dilihat dalam kilas balik sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mengirimkan pesan kemerdekaan ke seluruh negeri.

“Telekomunikasi menjadi alat yang sangat penting dalam dunia globalisasi saat ini. Empat alat tersebut antara lain alat pendidikan, yaitu telekomunikasi dapat dijadikan alat untuk mencerdaskan bangsa yang mensupport pendidikan baik dalam ruang kelas maupun tidak. Alat kedua yaitu alat pembangunan peradaban suatu bangsa, dimana telekomunikasi ini berperan membentuk peradaban suatu bangsa melalui dokumentasi dan sistem penyiaran yang memang selalu terkait dengan telekomunikasi. Alat ketiga sebagai pembangunan ekonomi, dimana telekomunikasi dapat menjadi industri strategis yang menggerakkan roda perekonomian rakyat. Alat terakhir adalah sebagai alat pertahanan negara, yaitu penguasaan frekuensi sebagai ranah publik yang terbatas, pengamatan satelit dan pengamanan pulau – pulau terluar yang tergolong pulau terpencil. “ ujar beliau membuka ceramah.

Dalam dunia globalisasi ada 3 hal yang perlu dicamkan sebagai anggota SEKAR yaitu :
1. Memelihara dan menjaga industri telekomunikasi sebagai aset bangsa.
2. Menjadi juru bicara sebagai peradaban bangsa lewat media industri telekomunikasi.
3. Pengawal dalam pertahanan negara.
Dalam acara yang berlangsung dengan durasi 105 menit tersebut, banyak peserta Rakernas yang melontarkan pertanyaan – pertanyaan seputar isu – isu strategis. Pertanyaan pertama datang dari Armansyah ( DPP Bandung ), yang menanyakan bahwa akhir – akhir ini di media cetak banyak sekali tercantum pernyataan – pernyataan yang menunjuk TELKOM sebagai operator telekomunikasi yang berkembang dengan lambat, hal ini diakibatkan oleh usia TELKOM yang terbilang tidak muda lagi, namun operator yang baru menggeluti dunia telekomunikasi mampu berkembang lebih cepat dari TELKOM. Tanggapan yang cukup antusias disampaikan oleh Bapak Tosari Widjaja, beliau menyampaikan bahwa pernyataan – pernyataan seperti itu haruslah dijadikan cambuk bagi kemajuan TELKOM bukan malah menciutkan nyali perjuangan SEKAR. Pernyataan tersebut dapat ditinjau dari berbagai aspek internal dan eksternal yang menunjukkan langkah – langkah strategis untuk kemajuan TELKOM. Salah satu langkah strategis ( guna menepis pernyataan tersebut ) adalah menampilkan tenaga – tenaga profesional sebagai tulang punggung industri yang mampu bertahan dalam kepungan industri swasta.
Pertanyaan kedua dari Nuryadin ( Makassar ), yang lebih menonjolkan rasa nasionalisme sebagai seorang “ pejuang “ SEKAR. Dalam pertanyaan tersebut, ia menyampaikan bahwa regulasi yang selama ini ada dan dibuat oleh pemerintah selalu menonjolkan kapitalisme / globalisasi daripada aspek nasionalisme. Pertanyaan tersebut dijawab dengan suara lantang penuh rasa nasionalis. Menurut beliau, akhir – akhir ini rasa nasionalisme sudah memudar khususnya di kalangan pemerintah. Untuk alasan itulah mengapa terkadang peraturan yang dibuat terlepas dari rasa nasionalis. Banyak proyek yang telah dilakukan oleh TELKOM, misalnya proyek Miangas yang telah sukses dilaksanakan, dengan biaya yang tidak sedikit namun bila diukur dengan kesetiaan dan pengabdian ( nasionalisme ) maka harga yang tak ternilai pun terlontar untuk itu.
Pertanyaan terakhir untuk sesi pertama ditutup oleh pertanyaan mengenai isu yang beredar di Divre VII, yaitu Kerjasama KSO yang dinilai gagal. Jawaban diplomatis pun terlontar dari bibir pria yang sudah lama berkecimpung di dunia politik Indonesia. Ia mengatakan hal yang satu ini harus dilihat dari kondisi masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. Tidak dapat dengan gegabah di putuskan, sebab menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Sesi kedua, dibuka dengan pertanyaan dari Wibowo ( DPW V ), yang mengangkat isu pengelolaan billing sistem interkoneksi operator oleh pihak swasta yang disinyalir berbau KKN dan merugikan TELKOM. Namun, pertanyaan tersebut lagi – lagi di jawab dengan jawaban diplomatis, yaitu merugikan dilihat dari pihak mana, apakah hanya dari pihak TELKOM atau kerugian dilihat secara global.
Kebijakan kenaikan tarif pun ikut meramaikan ajang diskusi yang berjalan cukup lancar. Jawabannya ternyata kebijakan kenaikan tarif tersebut hanyalah sebagai rebalancing tarif terdahulu, misal tarif SLJJ yang dinaikkan, maka tarif lokal akan diturunkan atau sebaliknya.
Ceramah ditutup dengan tepuk tangan dan sambutan hangat pada Wakil Komisi I DPR RI dalam perjalanannya pulang. ***(KIREI+NURSIDIK) ***

Workshop Nasional Memperkuat Organisasi SEKAR TELKOM, Agar Perusahaan Maju, Karyawan Sejahtera


TAHUN 2006

Workshop Nasional Memperkuat Organisasi SEKAR TELKOM, Agar Perusahaan Maju, Karyawan Sejahtera

Masih WS hari pertama, Senin (13/03) di Balairung LEBAH BIRU DIVRE-V Surabaya tentang pokok bahasan bidang organisasi SEKAR, bahwa SEKAR TELKOM akan menyempurnakan rules bagaimana mengelola organisasi yang dapat lebih transparan dan diketahui oleh seluruh anggota. Kemudian terdapat suatu keseragaman dalam mengelola organisasi.

Hal lain yang akan dirumuskan dalam WS yang dibawa ke RAKERNAS adalah rancangan peraturan operasional organisasi dalam rangka meletakkan suatu dasar bagaimana menjalankan organisasi kedepan yang lebih maju dan modern. Perlunya review organisasi secara menyeluruh untuk mengantisipasi perkembangan situasi dan kondisi perusahaan, bangsa dan negara. Perlunya sebuah silaturahmi nasional yang belum pernah terselenggara sampai saat ini

Terkait dengan kesejahteraan karyawan, maka akan dirumuskan juga kesepakatan hal-hal pokok untuk dirundingkan dalam PKB-III. Paling tidak telah dirumuskan butir-butir inti untuk PKB-III yang akan dibawa tim saat berunding dengan manajemen terkait dengan kesejahteraan karyawan.

Terkait dengan eksistensi dan kemajuan perusahaan, hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah perjuangan SKTT, kita usulkan bersama-sama menentang implementasi SKTT. Goalnya adalah terdapat deklarasi penolakan SKTT (Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi). Issue-issue aktual strategis juga tak akan lepas dari sorotan workshop ini hingga mengerucut, dengan harapan lebih memajukan perusahaan ditengah ganasnya kompetisi.

Banyak pokok-pokok pikiran yang dilempar pada sesi pemaparan materi ini membuat peserta tertegun, sebab selain ada hal-hal eksisting, ada juga hal-hal baru yang lebih fresh. Ini menunjukkan, bahwa organisasi SEKAR TELKOM tidak berjalan ditempat alias statis.

Hal baru yang dipaparkan adalah soal YST (Yayasan Sekar Telkom), Pokok Pikiran PKB-III, soal Tata Cara Penyampaian Pengaduan dan Penanganan Kasus Melalui Bidang Konsultasi dan Advokasi SEKAR TELKOM. Sedangkan yang dipakai sebagai acuan pendirian YST adalah Pasal 3 Anggaran Dasar Serikat Karyawan Telkom. Tujuan, visi, misi, dan program YST juga dipaparkan.

• NURSIDIK

Sabtu, 28 Agustus 2010

Pembukaan Workshop Mengawali RAKERNAS-II/2006 SEKAR TELKOM Di Surabaya


TAHUN 2006

Pembukaan Workshop Mengawali RAKERNAS-II/2006 SEKAR TELKOM Di Surabaya

Workshop Nasional SEKAR TELKOM telah dibuka secara resmi oleh KETUM SEKAR TELKOM, Syinar Budhi Artha pada hari Senin (13/03) di Balairung / Aula Ruang Lebah Biru Kantor DIVRE-V Jatim Jln. Ketintang 156, Surabaya. Workshop yang akan berlangsung selama dua hari ini mengawali Rakernas-II Sekar Telkom yang bakal digelar selama tiga hari, yaitu 15-17 Maret 2006 di Hilton Hotel Surabaya.

Hadir dalam Workshop Nasional ini adalah perwakilan DPD dan DPW SEKAR TELKOM seluruh Indonesia, serta pada RAKERNAS nanti akan hadir undangan dari seluruh Serikat Pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja BUMN Strategis, seperti PLN, PJB II (Pembangkitan jawa dan Bali) II, TELKOMSEL dan PERTAMINA.

Dalam sambutan pembukaan, dikatakan oleh KETUM, bahwa dalam perjalanannya, organisasi SEKAR TELKOM tentu banyak kekurangannya, marilah kekurangan-kekurangan tersebut kita sempurnakan dalam Workshop Nasional ini.

Terinspirasi dari Yayasan BI, maka DPP SEKAR Telkom bercita-cita untuk menambah satu kali gaji tiap tahun, dimana dananya akan diambil dari Yayasan SEKAR TELKOM, tutur Syinar yang disambut tepuk tangan oleh para peserta. Kita akan selalu berupaya lebih baik, kita akan selalu berupaya menyempurnakan pelayanan kita kepada anggota yang tersebar di seluruh Indonesia, tambahnya.

Menyinggung situasi Telkom saat ini, tentu kita turut prihatin, untuk itu marilah kita membangun dan menyemangati Serikat Karyawan Telkom untuk mampu mewujudkan dirinya sebagai benteng perusahaan, sebab kompetisi sudah tak dapat dihindari. Mari kita berdiskusi dengan hati nurani kita, dan harus pintar-pintar mengatur strategi menghadapi tantangan ini. Di hati nurani terbersit rasa tanggung jawab moral terhadap lingkungan dan perusahaan yang kita cintai.

Syinar juga menyinggung tentang Yayasan Kesehatan SEKAR TELKOM yang awalnya terketuk hatinya saat terjadi bencana Tsunami di Aceh. Semoga Yayasan ini menjadi kiprah baik SEKAR terhadap lingkungannya.

Disisi lain Ketua Panitia Nasional, Januar Januar Setyo Widodo dalam laporannya, selain mengucapkan terimakasih kepada seluruh Pengurus DPW dan DPD seluruh Indonesia, juga kepada Panitia Lokal sebagai Tuan Rumah. Kemudian dikemukakan juga tentang Agenda Workshop dua hari yang akan membahas dan mengupas tuntas hingga mengerucut tentang Kebijakan Organisasi dan Administrasi Kesekretariatan, Kebijakan Keuangan dan Administrasi Keuangan, Konsep PKB-III, Kebijakan Advokasi dan Hukum Acara.

SEKAR TELKOM se Indonesia yang berjumlah 21.991 karyawan dari 28.145 karyawan adalah organisasi besar dan siap untuk menyongsong Telkom ke depan dan siap untuk mengamankan perusahaan. Dalam perjalanannya, SEKAR memang dapat banyak kritikan dan bahkan cacian, tanpa melihat kontribusi positif terhadap perusahaan dan kesejahteraan karyawan. Kita terima saja kritikan sebagai masukan untk membangun organisasi lebih baik lagi, dan lebih modern.

Suasana pembukaan pelaksanaan Workshop Nasional SEKAR TELKOM berjalan lancar dan tertib, dengan jumlah peserta yang melebihi quota. Ini menunjukkan, bahwa antusias rekan-rekan sungguh luar biasa, kata Januar. Ruang Balairung nampak hidup dan meriah, sesekali diselipi acara Ice Breaking berupa Yel SEKAR. Ditambahkan oleh Januar, bahwa Tema Rakernas-II Sekar Telkom adalah : “Membangun kembali soliditas dan solidaritas Sekar Telkom sebagai benteng perusahaan“.

Sementara itu Spanduk bertuliskan : "Selamat HUT Sekar ke 6 & Sukseskan RAKERNAS II SEKAR TELKOM di Surabaya, 15-17 Maret 2006" yang terpampang di beberapa sudut kota seperti di Stasiun Kereta dan Bandara Juanda, serta di depan Kantor DIVRE-V turut memeriahkan suasana. Ada juga spanduk bertuliskan : "Selamat Datang Peserta RAKERNAS II SEKAR TELKOM di Surabaya", kemudian ada juga T-Banner di depan kantor DIVRE-V, Giant Banner serta Bendera SEKAR di pintu gerbang Hilton Hotel.

Sehari sebelumnya, yaitu pada hari Minggu (12/03) beberapa Panitia Nasional (PanNas) sudah tiba di Surabaya dan langsung mengadakan briefing dengan Panitia Lokal (PanLok) di Balairung/Aula Ruang Lebah Biru DIVRE-V. Briefing sendiri lebih menyangkut tentang evaluasi menit-menit terakhir persiapan dan kesiapan workshop dan Rakernas, baik yang menyangkut teknis dan non teknis.

• NURSIDIK