Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"

Senin, 23 Agustus 2010

SEKAR FOUNDATION Bantu Obat-Obatan Langsung Di Posko Medis Korban Banjir Kabupaten Jember


TAHUN 2006

SEKAR FOUNDATION Bantu Obat-Obatan Langsung Di Posko Medis Korban Banjir Kabupaten Jember

INVENTARISIR.
Setelah menerima cek senilai Rp. 10 juta dari SEKAR FOUNDATION untuk korban banjir di Kabupaten Jember & Jombang (untuk korban banjir Jombang sendiri sudah terecovery), maka Tim Peduli SEKAR DPW-V menginventarisir kebutuhan di Jember. Kemudian pada hari Jum'at (10/2) Ketua DPW-V, Budhi Prasetyo dan Sekretaris SEKAR DPW-V, Sigit Sumarsono langsung menyerahkan bantuan tersebut, Alhamdulillah bantuan berupa obat / medis ternyata tepat sasaran, sebab menurut dokter Aris selaku koordinator Posko Kemiri, kondisi beberapa korban sangat membutuhkan pengobatan pasca musibah banjir.

Tim SEKAR DPW-V didampingi wakil ketua SEKAR DPD Jember, Agung Prasetyo B langsung ke POSKO MEDIS melewati tenda-tenda penampungan para korban di Desa Kemiri, kecamatan Panti yang memang merupakan lokasi terparah. Setelah menerima secara simbolis bantuan yang diserahkan oleh Budhi, Dokter Aris yang sedang jaga Posko medis memberikan penjelasan perihal kebutuhan obat-obatan sembari menunjukkan foto-foto Image File kondisi korban dan kondisi lokasi yang terpampang pada komputernya.

SEKAR PEDULI.
Menurut dokter Aris, bantuan medis di lokasi ditangani oleh PMI (Palang Merah Indonesia) dan BSM (Bulan Sabit Merah) yang mirip PMI. Dr. Aris yang didampingi Dr. Yuli dan Dr. Agus mengucapkan terimakasih pada SEKAR FOUNDATION PEDULI yang dalam kesempatan tersebut sempat ngobrol dengan Ketua DPP, Syinar Budhi Arta (SBA) via komunikator. Disisi lain terdengar suara SBA mengatakan, bahwa pihaknya melalui Yayasan Sekar Telkom menyampaikan turut prihatin dan berharap agar sedikit bantuan ini dapat bermanfaat.

HILANG.
Menurut data BSM, akibat bencana banjir di desa Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember ini, maka terdapat sekitar 86 rumah hilang, 8 rusak berat, pondok pesantren habis, masjid 2, mushola 2, sekolah 1 sedangkan sawah yang rusak total seluas 31.940 ha. Belum lagi anak-anak kecil / balita yang trauma, sehingga pihaknya mendirikan Traumatic Centre di kota Jember. Para balita ini ditangani para psikiater BSM yang didatangkan dari Surabaya. Ada juga banjir susulan, tapi tak sebesar sebelumnya, tambahnya. Para balita diharapkan cerah ceria lagi setelah didampingi psikiater. Balita ini distimulate dengan mainan mobil-mobilan, boneka dsb. Ada sebagian yang sudah mula mau bicara, senyum ceria setelah diam seribu bahasa akibat trauma.

JANDA.
Ketika Tim SEKAR bertandang ke lokasi, melihat seorang Ibu berdiri sedih diatas puing-puing rumahnya yang rata dengan tanah, namanya Ibu Faruk, janda beranak 5 orang. Sambil meneteskan air mata, Ibu ini mengkisahkan, bahwa kejadiannya memang sangat singkat. Hanya dalam tempo lebih kurang 5 menit, semuanya sudah ludes / rata dengan tanah, bak bencana Tsunami. Suaminya yang mantan kepala desa meninggal dunia 12 tahun silam, kini 5 anaknya tinggal di tenda penampungan.

BSM.
Bulan Sabit Merah atau BSM yang berkredo "Care For Life" adalah organisasi kemanusiaan yang independen dalam memberikan dukungan pertolongan kemanusiaan khususnya kesehatan bagi yang membutuhkan dalam menghadapi krisis kemanusiaan di negara-negara yang membutuhkan dan terutama sekali di tanah air kita tercinta tanpa memandang ras, agama, negara, kelas dan aspirasi politik. Serupa tapi tak sama dengan Palang Merah.

Di BSM ada divisi kesiapsiagaan bencana, divisi penanganan pengungsi, divisi pendidikan kesehatan, divisi kegawatdaruratan, divisi relawan, divisi diklat dan divisi yankes. Para dokter muda diturunkan di lokasi bencana banjir Jember. Dokter Aris sendiri yang juga masih muda adalah dosen di UNEJ, setiap harinya selalu stand by di posko sekitar lokasi penampungan bersama dokter Yuli. Para dokter muda ini kalau keliling selalu naik motor, sebab lebih lincah ketimbang naik mobil, apalagi kalau masuk ke lokasi yang parah.



NURSIDIK

SEKAR DPW-V Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah RAKERNAS SEKAR TELKOM


TAHUN 2006

SEKAR DPW-V Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah RAKERNAS SEKAR TELKOM

Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) SEKAR TELKOM direncanakan diadakan di Surabaya dan dijadwalkan pada tanggal 12-18 Maret 2006. Pengurus SEKAR DPW-V mulai sibuk dengan pembentukan Panitia yang sudah tersusun dan kemudian menyusun ‘action plan’. Kesibukan menyongsong RAKERNAS tersebut nampak pada minggu pertama Pebruari 2006 ketika melakukan rapat pembentukan Panitia dan langsung ‘melompat’ ke masalah persiapannya. Dua kali rapat Panitia sudah digelar, koordinasi dengan DPP juga kerap dilakukan.

Ada beberapa agenda besar yang bakal digelar dan dibahas di RAKERNAS ini, tetapi ketika dikonfirmasi soal agenda besar apa saja yang bakal digelar, Panitia inti masih belum mau berkomentar. Kita masih tunggu konfirmasi DPP dulu, sebab ini masih belum final, jawabnya.

Saat ini Panitia masih berfokus kepada segala persiapan teknis dan akomodasi, sebab memang harus tuntas dulu, baru menyusul ke masalah Agenda Utama yang sekarang ini masih dalam “genggaman” DPP, tambahnya.

Yang jelas Surabaya hanya mengurusi masalah teknis dan akomodasi saja, selebihnya akan di ‘handle’ oleh DPP. Sebagai Tuan Rumah tentu kami tak akan mengecewakan tamu-tamu kita yang datang dari seluruh Indonesia. Tamu kita terdiri dari 95 DPD yang masing-masing mengirim wakilnya 2 orang, DPP & MPO 20 orang, 10 DPW masing-masing mengirim wakilnya 2 orang.

Belum lagi undangan dari luar (beberapa SEKAR BUMN), Pembicara dan beberapa pejabat TELKOM termasuk BOD dan BOC. Semua tamu, kita upayakan puas hadir di Kota Pahlawan Surabaya yang memiliki sejarah Heroisnya. Untungnya sekarang ini musim hujan, sehingga udara Surabaya tak begitu panas, tak seperti biasanya.

Kami sekarang sedang mengincar 3 hotel tempat RAKERNAS yang benar-benar cocok bagi seluruh peserta dengan memperhatikan dua aspek, yaitu pertama letak yang strategis. Mudah dijangkau oleh transportasi umum, serta aspek kedua yaitu disesuaikan dengan kemampuan dana. Semoga RAKERNAS di Kota Pahlawan ini sukses, harapnya mengakhiri.

• NURSIDIK

SBT : KOREM 082 Dan KODIM Mojokerto Ikuti Pelatihan Internet


TAHUN 2006

SBT : KOREM 082 Dan KODIM Mojokerto Ikuti Pelatihan Internet

DIBUKA GM.
Sejumlah 20 peserta dari jajaran KOREM 082 dan KODIM wilayah Mojokerto mengikuti pembukaan pelatihan Teknologi Telekomunikasi Dan Pengenalan Internet di JCC (Jawara Competence Center) STO Manyar-Surabaya Timur, Kamis (9/2). Acara ini dibuka secara resmi oleh GM TELKOM SBT, Badriyanto yang pada kesempatan tersebut melakukan tukar menukar cindera mata.

FOLLOW-UP.
Badri dalam sambutannya antara lain mengatakan, bahwa pelatihan ini sebagai follow-up instruksi PANGDAM agar ilmu telekomunkasi ditularkan ke jajarannya. Hari ini dimulai pertama kali dari Korem dan Kodim wilayah Mojokerto. Badri menirukan permintaan PANGDAM, bahwa teknologi telekomunikasi akan mempercepat informasi di kalangan militer, sehingga mempercepat masuk dan eksekusi komando.

Badri juga mengatakan, bahwa dalam pelatihan ini ada modul tanya jawab, praktek, kunjungan ke ruang peraga. Bapak-bapak nanti bisa melihat bentuk serat optik itu seperti apa, tambah Badri. Disisi lain KASDIM Mayor Infantri Muharto menyatakan rasa terimakasihnya kepada PT. TELKOM atas kerjasama pelatihan ini.

VALUE PRAJURIT.
Muharto mengatakan, bahwa pelatihan ini merupakan value added bagi prajurit dalam pelaksanaan tugas, sebab di jajaran Korem dan Kodim wilayah Mojokerto memang sudah dilengkapi dengan fasilitas komputer secara on-line. Diharapkan para peserta dapat menularkan ilmu kepada prajurit lainnya yang tidak mengikuti pelatihan pada hari ini.

Dengan era globalisasi, maka pengetahuan tentang teknologi telekomunikasi sangat diperlukan di kalangan militer, agar mampu memprediksi kondisi yang ada baik nasional maupun internasional. Dengan melihat beberapa kejadian di belahan dunia ini, maka kalangan militer yang terus mengamatinya akan selalu memantau dan memprediksi kondisi tersebut.

INSTALASI STRATEGIS.
Sementara itu, Manager CS, Gatot Indra selaku Panitia mengatakan secara khusus kepada Reporter, bahwa Pelatihan singkat Teknologi Telekomunikasi dan pengenalan internet bagi jajaran KOREM 082 dan KODIM Wilayah Mojokerto sebagai tindak lanjut kerjasama KODAM V BRAWIJAYA dan PT TELKOM DIVRE V dalam upaya pengamanan Instalasi Strategis Telekomunikasi yang tergelar di wilayah Teritorial KODAM V Brawijaya.

• NURSIDIK

SBT : Bapak Angkat STO Manyar Pacu Pemasaran POTS


TAHUN 2006

SBT : Bapak Angkat STO Manyar Pacu Pemasaran POTS

Sebagai penyanggah target sejuta pelanggan, maka kontribusi target masing-masing STO perlu dikawal ketat agar sukses pemasaran menjadi kenyataan. Pengawalan ini dilakukan oleh Bapak Angkat STO Manyar, Jumli Holidi pada hari Kamis (9/2) di base camp STO Manyar yang menggunakan media tatap muka dengan para JAWARA POTS yang terdiri dari para tenaga outsourcing saluran penanggal.

Tatap muka secara lesehan & secangkir kopi ini cukup efektif bagi Bapak Angkat dalam mengkomunikasikan taktik, strategi dan kebijakan pemasaran telepon kabel (POTS) yang memang saat ini kondisinya sangat berbeda dengan sebelumnya, sebab dengan kemajuan teknologi seluler, gaya hidup masyarakat berkomunikasi sudah bergeser.

Justru itu, lanjut Jumli dalam pemasaran POTS perlu taktik, strategi yang pas dan jitu, seperti dengan pola diskon dan free abonemen, system Fee kepada Marketer, serta system open marketing yang memang sudah di state oleh manajemen. Target selalu ada dimana-mana, ada target promo, ada target pemasaran, ada target mitra, vendor. Target ini dimaksudkan untuk mengarahkan bidikan kita ke arah sasaran yang tepat secara efektif.

Dalam rumus, maka target pemasaran dalam perusahaan tidak akan menurun, lanjut Jumli lagi, sebab kalau menurun akan melemahkan semangat kerja dan mengenakkan kompetitor. Tentu saja peluang bagi kompetitor akan lebih luas dan lebih leluasa merebut pangsa pasar kita.

Di era kompetisi ini tugas kita memang cukup berat, namun kalau kita tidak hadapi, maka bisnis kita akan rapuh dan mudah dilibas oleh kompetitor. Di satu sisi kita harus memasarkan/menjual, disisi lain kita harus menangani gangguan agar pelayanan kita ke pelanggan tetap prima. Dua sisi ini perlu kita perhatikan secara ekstra ketat, tandasnya.

• NURSIDIK

KANCATEL Sidoarjo Memobilisasi “Pemasar Ulungnya” Melibas Pasar


TAHUN 2006

KANCATEL Sidoarjo Memobilisasi “Pemasar Ulungnya” Melibas Pasar



Hari ini Kamis Tanggal 9 Pebruari 2006 bertempat di halaman parkir STO Sidoarjo terjadi mobilisasi “Pasukan Elit”, yaitu Jawara dan Mitra Outsourcing yang merupakan “Pemasar Ulung” untuk siap menyikat habis target market 2006.

Dalam sambutannya Manager Catel Sidoarjo, Mulyadi mengatakan bahwa saat ini para kompetitor terus menjelajahi pasar disemua segmen dan apabila ini dibiarkan maka cepat atau lambat, maka Perusahaan yang kita cintai ini akan habis, oleh sebab itu hari ini kita berdiri bersama di tempat ini untuk membangun sinergi antara Telkom dan Mitra Outsourcing untuk merapatkan barisan dalam rangka memenagkan kompetisi, salah satu jurus jitu yang saat ini akan kita luncurkan adalah “ Open Marketing “ dibidang pemasaran POTS.

Pada kesempatan itu juga diserahkan SK kepada para komandan lapangan yang bertugas menyisir semua calang di lokasi masing masing, SK tersebut diberikan kepada STO Sidoarjo yang triwulan I ini mempunyai target 2113 sst, STO Sepanjang sebesar 689 sst, STO Krian sebesar 478 sst, STO Gedangan sebesar 267 sst, STO Tulangan sebesar 87 sst, STO Sukodono sebesar 201 sst, target triwulan pertma ini merupakan milestone ke target 16 K secara Catel Sidoarjo versi 65 K Datel Surabaya Timur.

Selanjutnya Mulyadi mengatakan bahwa “Open Marketing Strategy“ ini lebih ampuh, powerful dan berpeluang meraih penetrasi pasar yang lebih luas, karena strategy ini meluncurkan pelayanan tanpa tolak, dan peluang untu meraih pangsa pasar akan lebih besar, dalam memasuki hari ke sembilan di bulan Pebruari ini, maka peta pasar dan peta kompetitor tentu sudah kita kaji sehingga perlu strategy ini, dengan diluncurkannya Strategy Open Marketing ini para Pasukan Jawara sebagai pasukan terdepan diharapkan dapat dengan leluasa mencapai pelanggan karena sangat efektip bila dilakukan oleh regu Jawara yang notabene tahu persis kondisi Jaringan dilapangan.

Untuk itu saya minta rekan rekan proaktif terhadap Demand yang ada dengan mengoptimalkan jaringan yang sudah siap, khusus di bulan Pebruari ini sudah diberlakukan Diskon sebesar 50 % untuk lokasi Jaringan yang sudah Jenuh.

Pada akhir sambutannya Mulyadi juga mengajak seluruh Pasukan Jawara agar tetap menjaga performansi OKPI dengan baik, memang tugas rekan Jawara cukup berat disamping untuk tetap menjaga performansi OKPI juga diberi tugas tambahan untuk meraih target pemasaran yang sangat menantang, tapi insya Allah bila semua pekerjaan ini kita lakukan secara bersama sama pasti akan menjadi lebih ringan, karena itu saya minta para Commander lapangan untuk senantiasa menjaga kekompakan team dan saya yakin target POTS Kancatel Sidoarjo di Tahun 2006 ini akan tercapai.

GM TELKOM SBT Menyoroti Kinerja Mitra Outsourcing


TAHUN 2006

GM TELKOM SBT Menyoroti Kinerja Mitra Outsourcing

KINERJA.
Pekerjaan pemeliharaan jaringan yang di outsourcingkan kepada beberapa Mitra kerja tak selamanya berjalan mulus, tetapi mengalami pasang surut, ada yang Raportnya baik ada pula yang tidak, seperti yang dialami oleh PT. NAL (Natajaring Akses Lokal) Memang sudah menjadi kewajiban manajemen untuk membina mitra yang raport-nya “merah” ini, seperti yang dilakukan oleh GM TELKOM SBT, Badriyanto kepada PT. NAL di ruang rapat JAWARA Akses Network Gedung OPMC Lantai-2 Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Site Direktur PT. NAL, Panggabean diminta oleh GM untuk mempresentasikan beberapa titik kritis yang menyebabkan trend menurunnya kinerja. Hal ini dimaksudkan agar manajemen mendapat gambaran secara significant tentang apa yang menjadi kendala pada mitranya yang satu ini, sehingga upaya solusi akan dapat dicari dan dibicarakan.

Sebelum PT. NAL presentasi, maka GM SBT menyoroti dari aspek managerial yang diprediksi menjadi penyebab turun kinerja mitranya ini. GM minta agar NAL mengevaluasi aspek pengelolaan ini. Jajaran Access Network SBT, ikut bicara, mulai dari Manager, Asman dan SS ikut melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang mendukung pernyataan GM SBT.

Setiap solusi diupayakan lebih berorientasi terhadap peningkatan kinerja mitra untuk mencapai titik temu sesuai target yang telah disepakati. Sebab dengan kemampuan dan pengalaman PT. NAL sebenarnya GM agak heran kenapa kok “raportnya” tidak memenuhi harapan. Padahal personil pada perusahaan Mitra NAL ini juga tak diragukan, mereka berpengalaman lebih dari cukup.

KEMAJUAN BERSAMA.
Badri berharap agar mitranya dapat memperbaiki kinerjanya demi kemajuan bersama, Kalau Telkom tumbuh dan berkembang, maka Mitra juga akan tumbuh dan berkembang. Badri juga berharap ada solusi tentang system kerja dan bisnis proses agar setiap pekerjaan dapat dipantau secara sistematis.

Jika dari hasil pertemuan ini, Mitra tidak menunjukkan perbaikan kinerja, maka tentu akan menjadi persoalan tersendiri, dan kalau diambil langkah akan diupayakan untuk tetap mengacu kepada Perjanjian Kerja Sama (PKS), apalagi orang-orang NAL adalah mantan orang-orang Telkom (Pejabat Telkom) yang mestinya tau persis tentang bagaimana mendongkrak kinerja BUMN yang cukup besar ini dan yang kini diterpa persaingan yang semakin gila.

Jadi Mitra NAL harus memiliki komitmen kuat untuk melakukan perbaikan kinerja demi kepentingan kedua belah pihak. Apabila ada kesulitan, maka hendaknya disampaikan secara transparan, sehingga manajemen dapat segera mengambil solusi demi kelancaran pelaksanaan tugas di lapangan. Indikasi untuk melakukan perbaikan memang nampak dalam pertemuan tersebut.

Kinerja Mitra selalu dipantau oleh GM SBT. Mulanya awal tahun 2006, GM SBT terjun ke seluruh mitra outsourcing di jajaran SBT, yang dimulai dari PT. NAL pada tanggal 21 Januari 2006 hasilnya dilanjutkan hari ini. Lalu ke PT. KDD pada hari Sabtu 11 Pebruari 2006, kemudian akan ke PT. CUM direncanakan 14 Pebruari 2006 dan PT Dwibarat 15 Pebruari 2006. Apabila ditemukan pengelolaan kurang baik, maka selanjutnya mitra OS diminta presentasi di Ketintang seperti yang terjadi pada PT. Nal hari ini. Semoga sukses NAL & TELKOM !!!.

• NURSIDIK

SBT : Untuk Dongkrak Sales, Telkom Jombang Lakukan Employee Get Customer


TAHUN 2006

SBT : Untuk Dongkrak Sales, Telkom Jombang Lakukan Employee Get Customer


Manager TELKOM Jombang, Sutimin tegaskan lagi pengertian OPEN MARKET dan EMPLOYEE SELLING kepada pegawai plus TKM di Jajaran Telkom Jombang usai SKJ kemarin. Open Market adalah bentuk pemasaran terbuka yang dapat melayani seluruh permintaan fasilitas telepon baik POTS maupun Flexi. Bagi pelanggan yang berminat POTS tapi jaringan penuh silahkan di daftar dulu dan diinput sebagai dasar perencanaan pembangunan, bagi pendaftar untuk paling lama 3 bulan sejak mendaftar harus dapat dilayani, apabila pada hari ”H” pembangunan Jaringan phisik belum siap maka alternatif kedua dilayani dengan Flexihome/ FWT/ HH bekerjasama dengan vendor setempat.

Selain Open Market, Sutimin juga mengingatkan kita bahwa seluruhnya yang hadir disini baik dari Pegawai Catel, UBIS, UCC maupun TKM diwajibkan menjadi ”Market Agent” atau agen pemasaran POTS & Flexi. Dalam kesempatan tersebut, Sutimin menyerahan PKM Employee Selling yang merupakan bentuk komitmen synergy dalam rangka mewujudkan ”Hanoman Always The Best With Synergy” sebagai langkah nyata game-game yang pernah dilaksanakan dalam team building di WTC Wonosalam.

Pada kesempatan ini Manager juga mengingatkan kita bahwa pesaing kita sekarang sudah berkeliaran dimana-mana, hanya dengan semangat dan perjuangan yang gigih maka pesaing kita satu persatu akan hengkang, selain modal semangat juga perlu menggunakan speed yang tinggi karena kecenderungan bisnis saat ini adalah ”Yang Cepat Melibas Yang Lambat”, berarti kita hanya punya kesempatan untuk tidak menunda waktu sedetikpun untuk menghambat kompetitor.

• onslem

Sejenak Bersama Manager CDC DIVRE-V, Sebuah Reputasi Perusahan Mesti Dimanajemeni Dan dipelihara


TAHUN 2006

Sejenak Bersama Manager CDC DIVRE-V, Sebuah Reputasi Perusahan Mesti Dimanajemeni Dan dipelihara

Kepedulian investor terhadap reputasi sebuah perusahaan memang sangat tinggi, sedangkan reputasi perusahaan tersebut mesti dimanajemeni dan dipelihara. Untuk membangun reputasi perusahaan tentu banyak cara, antara lain dengan melakukan kegiatan simpatik kepada masyarakat lingkungannya.

Reputasi merupakan keniscayaan bagi perusahaan yang ingin terus berkembang. Keunggulan daya saing yang berkelanjutan dapat dicapai atau dipertahankan dengan mengembangkan sumberdaya intangible, antara lain reputasi perusahaan. Ternyata, reputasi perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja pasar perusahaan Publik seperti Telkom. Value-nya adalah Corporate Image.

Berikut bincang-bincang sejenak kita dengan Manager CDC (Community Development Centre) DIVRE-V, Nur Endah Rini tentang kepedulian PT. TELKOM DIVRE-V terhadap lingkungan yang dikemas dalam CDC dan PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan).

Tanya : “Bisa Ibu ceritakan sekilas tentang program CDC atau PKBL DIVRE-V ?

Jawab :”CDC (Community Development Centre) merupakan program kepedulian dan bina lingkungan PT. TELKOM DIVRE-V terhadap dinamika kehidupan masyarakat kita yang serba heterogin. Masyarakat yang kehidupan ekonominya membutuhkan uluran tangan, maka TELKOM hadir memberikan bantuan, bukan hibah, tetapi berupa pinjaman dana untuk kelangsungan usahanya agar tetap dan selalu ‘survive’ dan diharapkan bisa berkembang. Frame work of thinking program ini adalah sebagai fundamental pembangunan ekonomi kerakyatan / pilar ekonomi kerakyatan.
Ekonomi Rakyat adalah kegiatan ekonomi yang diselenggarakan oleh kebanyakan rakyat Indonesia, yang umumnya terdiri dari : koperasi, pengusaha mikro, pengusaha kecil dan pengusaha menengah. Saat ini selama terjadi resesi ekonomi, kondisi mereka cukup memprihatinkan dan perlu uluran tangan BUMN. Bantuan TELKOM CDC diharapkan agar kondisi mereka tidak rapuh, kembali bergairah dan mampu meningkatkan daya saing”.
Tanya :”Bentuk Mitra yang dibina apakah perseorangan atau koperasi ?”.
Jawab :”Program ini selain selaras dengan program GCC TELKOM (Good Corporate Cityzenship), juga selaras dengan Renstra, atau rencana strategis Pemerintah RI (Kementrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia) dalam rangka Pemberdayaan Koperasi dan UKM. Tak sedikit dari pengusaha kecil (mintra binaan) yang mendapatkan suntikan dana usaha. Para mitra binaan ini ada yang berbentuk perseorangan /pengrajin dan ada pula yang kelompok atau dalam bentuk koperasi, bahkan ada juga peduli anak jalanan, penghijauan (Telkom Berbuah), peduli kesehatan dan pondok pesantren.
Sebagai BUMN yang peduli lingkungan, maka TELKOM DIVRE-V selalu berupaya untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. TELKOM CDC berusaha memacu masyarakat untuk bekerja keras dan ulet. Selain bantuan dana usaha, maka beberapa dari para mitra binaan ini juga diberikan pelatihan dasar-dasar wirausaha agar mengerti dengan apa yang dinamakan bisnis, efesiensi, keuletan bisnis dan sebagainya”.

Tanya :”Bagaimana mereka itu dapat dikembangkan ?”.

Jawab :” Bagi mitra binaan yang sudah dianggap berpotensi tumbuh dan berkembang, maka TELKOM CDC tak ragu untuk menampilkan produk unggulan mereka di arena bergengsi, yaitu arena pameran produk dalam negeri yang rutin diselenggarakan setahun sekali Gedung WTC, Surabaya. Mitra binaan yang layak tampil ini umumnya merasa bangga diberi kesempatan untuk tampil pameran, tak jarang dalam pameran tersebut terjadi transaksi.

Bantuan dari TELKOM oleh mitra binaan dianggap sebagai ‘enerji alternatif’ yang benar-benar ingin memberdayakan pengusaha kecil, sebab guliran dana saja tanpa usaha membantu dalam bidang promo dan pemasarannya dalam arena pameran, maka mitra binaan tak dapat berbuat banyak. Mereka ingin semakin maju dan semakin cemelang

Tanya :”Ada berapa KANDATEL di Jawa Timur ini yang pengelolaanya dibawah kendali TELKOM CDC DIVRE-V ?”.

Jawab :”TELKOM CDC DIVRE-V membawahi 5 KANDATEL yang cakupan wilayahnya meliputi KANDATEL SBB, SBT, Malang, Madiun dan Jember. Dari kelima wilayah tersebut, masing-masing sudah menggulirkan dana.

Tanya :”Bagaimana menentukan calon binaan ?”.

Jawab :”Pola kerja yang dilakukan oleh CDC TELKOM DIVRE-V adalah melalui pengkajian, evaluasi terhadap permohonan yang telah masuk, setelah itu dilakukan survei ke lokasi binaan. Kajian yang dilakukan sangat sederhana, sebab mereka adalah kelompok orang yang memang perlu di-treatment dengan kemudahan, secara simplifikasi, tak berbelit-belit. Kajian meliputi : Prospek Usaha, Permodalan, serta kondisi lingkungan internal dan eksternal.

Bantuan yang menonjol adalah pada pemberian bantuan usaha kecil dan koperasi yang ada di sentra-sentra bisnis, hal ini dimaksudkan agar mereka yang sudah bergulat di dunia usaha selama ini dapat mampu menggeliat lagi setelah diserang resesi ekonomi. Mereka benar-benar dibidik, diberdayakan secara prioritas agar tidak ‘mati’ ditelan ganasnya persaingan usaha.

Prioritas ini merupakan penumbuhan lingkungan usaha agar tumbuh dan berkembang serta kompetitif. Bagi yang layak, maka akan diikutkan ke arena pameran, sebagai ajang promo dan marketingnya. TELKOM CDC akan memfasilitasi secara keseluruhan, sedangkan mitra binaan tak usah repot-repot.

Dengan pemberdayaan ini diharapkan perekonomian masyarakat, selaku sektor usaha kecil dan menengah senantiasa diharapkan tumbuh dan berkembang. Mereka adalah pelaku-pelaku ekonomi Nasional yang jumlah cukup dominan di negeri ini. Mereka adalah penyanggah ekonomi Nasional juga yang ingin menikmati suasana terjaminnya implementasi ekonomi kerakyatan di negeri ini.

Apalagi Konstitusi Republik Indonesia menegaskan salah satu tujuan pembangunan nasional adalah memajukan kesejahteraan umum, yang berarti kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang. Koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan reperesentasi rakyat Indonesia dalam kehidupan ekonomi nasional, sehingga perlu diberikan prioritas yang tinggi dalam pembangunan nasional.

• Nursidik

JAWARA SBT Ke Era ‘Open Marketing Strategy’


TAHUN 2006

JAWARA SBT Ke Era ‘Open Marketing Strategy’

KOMPETISI.
Para kompetitor terus menjelajah pasar di semua segment, JAWARA TELKOM SBT pun tak mau kehabisan akal dan terus berkelit lincah dengan segala kelenturan untuk memenangkan kompetisi, dan kini meluncurkan strategi barunya yang cukup jitu yaitu ‘Open Marketing’ dibidang pemasaran POTS. Strategi ini lebih berpeluang seperti yang dituturkan GM TELKOM SBT, Badriyanto saat menggelar strategi ini pada apel pagi, Senin (6/2) di lapangan OPMC, Jln. Ketintang 156, Surabaya.

TARGET TRIWULAN.
Apel pagi penggelaran strategi baru yang dihadiri para Senior Leader dan mitra kerja ini diawali dengan penyerahan simbol target pemasaran POTS triwulan pertama oleh GM SBT kepada seluruh Senior Supervisor STO, yaitu : STO Manyar = 1.213 sst, STO Gubeng = 885 sst, STO Rungkut = 908 sst, STO Jagir = 481 sst, STO Tropodo = 704 sst, Waru = 572 sst, STO Injoko = 514 sst, STO Darmo = 1.017 sst, Area Darmo = 2.103 sst, Area Rungkur = 2.094 sst, serta Area Gubeng = 2.098 sst. Target triwulan pertama ini merupakan milestone ke target sejuta pelanggan secara keseluruhan.

BERPELUANG.
Badriyanto dalam arahannya mengatakan, bahwa ‘open marketing strategy’ ini lebih ampuh, powerful dan berpeluang meraih penetrasi pasar yang lebih luas. Karena strategi ini meluncurkan pelayanan tanpa tolak, peluang untuk meraih pangsa pasar akan lebih terbuka lebar.

Dalam kita memasuki hari ke enam di bulan kedua ini, maka peta pasar dan peta kompetitor tentu sudah kita kaji, sehingga perlu strategi yang satu ini. Khususnya untuk pemasaran wireline atau POTS, maka rekan JAWARA akses network perlu mengetahui strategi ini. Bahwa untuk seluruh area Surabaya Timur, pemasaran POTS kita buka seluas-luasnya dengan metode ‘open marketing’.

Untuk POTS, baru baru TELKOM yang memiliki jaringan paling dominan, maka untuk SBT Metro Area harus melampaui 100 sst perharinya, khusus untuk bulan Februari adalah 3.000 sst. Untuk itu saya minta kepada rekan-rekan agar proaktif terhadap demand yang ada dengan mengoptimalkan jaringan yang telah siap.

Khusus untuk bulan Februari akan kita berlakukan diskon khusus untuk jaringan ready for sale bukan dari JT baru, serta jaringan eks cabutan. Diskon kita berikan kepada pelanggan baru sebesar 50 % dan diskon 50% untuk abonemen selama 6 bulan. Diskon ini diharapkan dapat mempercepat laju penetrasi kita.

PELIHARA PELANGGAN.
Kemudian tugas kita berikutnya adalah memelihara pelanggan eksisting sebanyak 486.000 wireline dan 490.000 flexi yang selalu diincar oleh kompetitor, karena diketahui berapa ARPU nya masing-masing pelanggan kita ini. Oleh karena itu dalam kesempatan ini perlakukan, pelihara dan layani pelanggan kita dengan sebaik-baiknya. Perlakukan pelanggan eksisting seperti teman kita, sehingga merasa aman dan nyaman punya kawan di kantor Telkom, sehingga kalau ada gangguan atau ada yang kurang segera kita ketahui.

Jangan sampai pelanggan eksisting kita direbut kompetitor. Khusus kepada rekan-rekan akses yang setiap hari ketemu pelanggan senyumlah dan layani mereka dengan “CINTA”, yaitu dengan SENYUM yang dapat melunakkan dan menyejukkan hati pelanggan. Kemudian berilah SAPAAN yang manis jika mengadu saat ada keluhan, berikutnya bersikaplah SANTUN, lalu SOLUSIKAN permasalah pelanggan, yang pada gilirannya InsyaAllah SUKSES.

Terakhir yang ingin saya sampaikan kepada rekan-rekan semua ialah tolong jaga semangat, yaitu semangat ALWAYS THE BEST serta kekompakan dan sinerji kita diantara unit sehingga menjadi Team Work yang kompak dengan satu tujuan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan kita. Semoga yang kita lakukan hari ini dan seterusnya mendapat Ridho dari Tuhan Yang Maha Esa.

• NURSIDIK

Kembali 5 Maling Kabel Telepon Disasar Timah Panas Di Jombang


TAHUN 2006

Kembali 5 Maling Kabel Telepon Disasar Timah Panas Di Jombang

Walau maling kabel KU sudah banyak yang tertangkap, dan dikira sudah habis, ternyata masih ada yang lainnya. Timah panas memang belum tentu membuat jerah kawanan maling lainnya yang jumlahnya menurut pengakuan ada 5 orang dan ternyata muncul yang lain lagi, sebab tadi malam, Minggu (5/2) tertangkap sebanyak 5 orang lagi oleh Polres Jombang. Sudah habiskah mereka ? Belum tentu ! Jadi harus tetap waspada.

Kini kelima pencuri tersebut meringkuk di belakang jeruji besi sebelum 2 diantaranya tertembus timah panas oleh aparat kepolisian setempat. Menurut pengakuan, kelompoknya telah mencuri kabel telepon di lima lokasi, yaitu dua kali di Desa Jambu, Desa Pedes, Desa Mayangan dan Desa Ngudirejo

Mereka juga mengaku pernah kepergok Tim Patroli TELKOM saat menunggu waktu untuk beraksi. Ternyata aksi para maling kabel ini cukup rapi, sebab manakala ada patroli, aksi berhenti sejenak, begitu patroli lewat, maka aksi pencurian dilanjutkan. Ini merupakan tantangan tersenidri bagi patroli Telkom bekerjasama dengan Polres setempat.

Maling kabel telepon sebelumnya yang sudah tertangkap dan masih meringkuk di sel, juga melakukan modus yang sama. Mereka ditangkap oleh RESKRIM Jombang dipimpin Kanit Serse Iptu Mat Hasan. Karena berusaha melawan petugas dan mau kabur, akhirnya dihadiahi pelor hingga menembus kaki kanannya. Dikira sudah tak ada maling lagi, dan dirasa aman, kini gerombolan atau kawanan maling lainnya melakukan aksinya kembali. Telah banyak maling yang dilumpuhkan, tetapi masih muncul yang lain, maka waspadalah.

• NURSIDIK

Telkom Mojokerto Berhasil Juarai “GM SBT Cup”


TAHUN 2006

Telkom Mojokerto Berhasil Juarai “GM SBT Cup”

FINAL.
Dengan berakhirnya babak final dalam turnamen bulutangkis memperebutkan “GM SBT CUP”, pada hari Jum’at (3/2) di WAR STADIUM Jln. Ketintang 156, Surabaya tadi pagi, maka tuntas sudah seluruh pertandingan, dimana Telkom Mojokerto keluar sebagai Juara-I dan berhasil memboyong piala bergilir “GM SBT CUP”.

UANG PEMBINAAN.
Bagi para pemenang telah menerima uang pembinaan, antara lain Juara-I TELKOM Mojokerto selain memborong piala bergilir, juga menerima uang pembinaan sebesar Rp. 2 juta, Juara-II adalah Telkom Jombang menerima Rp. 1.5 juta dan Juara-III Telkom Sidoarjo menerima uang sebesar Rp. 1 juta.

Dalam partai final tersebut diawali dengan pertandingan eksekutif ganda putra antara Telkom Sidoarjo dengan Telkom SBT Metro, yaitu antara pasangan M. Firdaus dan A. Setyawan melawan pasangan Richard Richardo dengan Herman Jerry. Kemudian ganda eksekutif lainnya adalah pasangan Sutimin dan Rusli melawan pasangan Arif dan Landung.

Dalam penutupannya, baik GM SBT, Badriyanto mengucapkan selamat kepada para pemenang, sedangkan kepada yang belum berhasil agar jangan berkecil hati. Teruslah berlatih, agar pada momentum yang akan datang akan menjadi Juara seperti yang didambakan oleh setiap pemain. Turnamen ini akan diadakan secara semesteran. Saya berharap agar selain turnamen bulutangkis, maka agar dilakukan pula turnamen Bola Volley.

Jangan lupa untuk mengikuti event-event lain seperti yang kerapkali dilakukan dan diorganize oleh DIVRE-V dan pada level DATEL lainnya, agar benar-benar terlatih. Lakukan persiapan yang matang dalam setiap event, baik fisik, mental dan ketrampilan dalam bermain dan berstrategi. Yang penting tidak boleh patah arang, apalagi patah semangat.

• NURSIDIK

Dengan “Jaguar”, 3 STO Close Pemasaran POTS Januari 2006


TAHUN 2006

Dengan “Jaguar”, 3 STO Close Pemasaran POTS Januari 2006

TERCEPAT.
Tercapainya peraihan target pemasaran POTS bulan Januari 2006 ini, merupakan peristiwa yang jarang terjadi, tercepat,….Go Faster… ! Ada 3 STO yang Go Faster bagai berkendara “Jaguar” atau “Roll Roys”, yaitu : Catel Sidoarjo (STO Sukodono= 148 % dan Tulangan=265 %), dan Catel Mojokerto (STO Delanggu=329 %). Semoga keberhasilan ini dapat memicu dan memacu kita dalam meraih target SEJUTA PELANGGAN di tahun ini pula, kata GM SBT, Badriyanto dalam sambutannya sebelum menyerahkan apresiasi piagam penghargaan, Jum’at (3/2) di WAR STADIUM Jln. Ketintang 156, Surabaya.

REWARDS THE WINNER.
Penyerahan apresiasi Manager Catel disaksikan oleh para Senior Leader dan para karyawan sebelum melakukan olahraga. “Sekarang piagam dulu, sedangkan penyertaannya yang merupakan REWARDS THE WINNIER akan kita berikan akhir triwulan pertama ini”, janji Badri. Ini merupakan kemenangan-kemenangan kecil yang pada akhirnya terakumulasi menuju kepada kemenangan besar, yaitu GOAL SEJUTA PELANGGAN.

PEMASARAN TERBUKA.
Badri menandaskan, bahwa kita optimis mengakumulasikan target sampai mencapai sejuta pelanggan, sebab strategi pemasaran kita saat ini menggunakan system pemasaran terbuka, dimana dalam system ini peluang untuk meraih pangsa pasar di setiap titik sangat terbuka lebar.

Strategi pemasaran memang selalu didisain “customize”, lentur disesuaikan kondisi peta persaingan dan ‘bisnis-model’ terkini. Pergerakan strategy pemasaran terus di-‘develop’ oleh manajemen, agar para Marketer lebih lincah dalam melakukan incaran pangsa pasar di tengah persaingan yang sengit. Sukses 3 STO tersebut tak lepas dari kelincahan para Marketernya dalam mengaplikkasikan “open marketing system”.

Selamat kepada ketiga STO yang telah menuntaskan atau melibas targetnya, semoga STO lain menyusul, harap Badri mengakhiri. Bagi STO yang lain masih ada waktu 2 bulan lagi untuk menyelesaikan kompetisi triwulan pertama. Walau baru ada 3 STO yang startnya sudah meninggalkan STO lainnya yang di SBT Area, namun “RACE” ini belum berakhir. Jadi masih bisa menyalip di etape berikutnya, apalagi di tikungan yang tajam.

• NURSIDIK

GM 1.T TELKOM SBT Adalah Si Jago SISKA


TAHUN 2006

GM 1.T TELKOM SBT Adalah Si Jago SISKA

Suka blusak-blusuk (working around) sendirian di beberapa unit kerja, orangnya selalu dalam kondisi fit dan enerjic walau usia sudah kepala empat. Rekan JAWARA bahkan pernah mengatakan, bahwa beliau itu adalah jagonya SISKA, data sekecil apapun diketahuinya, teliti dan detil. Lain lagi dengan cerita rekan SDM, beliau itu peduli hal sepele, contoh saat ada pertemuan forum feedback dengan seluruh karyawan beliau minta maaf. Kenapa minta maaf, Tanya Redaksi. “Sebab Lift mati, sehingga para karyawan harus menapaki tangga biasa / manual ke lantai-4 Gedung OPMC, maka beliau minta maaf”, jawab rekan SDM.

Coba terka siapakah gerangan beliau ? Tentu semua orang dapat menerkanya dengan mudah bukan ?, sebab siapa lagi GM 1-T pertama di Jawa Timur ini kalau bukan Badriyanto. Kalau ketemu, sapa saja dengan panggilan akrabnya beliau Pak Badri, seperti rekan-rekan SBT menyapanya keseharian.

Rekan SDM bercerita lagi, bahwa Pak Badri merupakan “kamus berjalan”, sebab hampir semua referensi terekam di memori “brainware”nya. Kemudian Referensi lain yang terekam di “notebook”nya juga tak kalah lengkapnya. Tak berkelebihan, kalau SM YANMAS, Iskriono pernah menjuluki Pak Badri sebagai profil pemimpin masa kini dan masa depan, saya kenal betul Pak Badri, ungkap Iskriono.

Adalagi hal sepele tapi berdampak psikologis besar, yaitu salah seorang Manager Unit Bisnis Area SBT bertutur, bahwa seumur-umur saya tidak pernah mendapat kartu Happy Birthday atau SMS dari Manajemen, tapi diluar dugaan disaat tepat ultah saya, Pak Badri kirim SMS, wah ruarrr..biasaaa….

Perhatian terhadap seluruh jajaran tak pilah-pilih, semua diperhatikan, termasuk SEKAR. Itulah sebabnya pada saat beliau mengadakan ‘coffee morning’ pada tanggal 30 Januari 2006, beliau dikagetkan oleh para JAWARA SBT, sebab pria kelahiran tahun 1959 di Tulungagung ini disodori kue Tart, surprise…!!!, Yaa,…ultahnya dirayakan secara sederhana, nggak apa yang penting barokah dan semoga tetap menjadi Pemimpin yang Amanah.

Dipundaknyalah TELKOM SBT dikomandoi. Target seberat apapun dipikulnya. Beliau optimis target akan tercapai. Cukup dengan modal SDM yang ia miliki, yaitu seluruh jajaran yang sudah nge-Team Work sedemikian kompaknya. Working spirit ALWAYS THE BEST selalu membara didadanya.

Cukup lama pria lulusan S1 STT TELKOM Bandung Teknik Telekomunikasi ini bertugas di Pakanbaru, sehingga tak heran kalau ia menemukan jodohnya disana. Kini buah hatinya ada 3 orang, yaitu dua perempuan dan satu laki-laki. Ia banyak makan ‘asam garam’ di beberapa lokasi kerja yang memang berpindah-pindah, dari Pakanbaru ke Denpasar, kemudian Jawa Timur sendiri dikelilinginya, mulai dari SBB, SBT, Jember, dan Madiun. Semoga SBT dibawah kepemimpinan beliau tetap berprestasi dan Always The Best.

• NURSIDIK

SEKAR Foundation Bantu Korban Banjir Jember & Jombang


TAHUN 2006

SEKAR Foundation Bantu Korban Banjir Jember & Jombang

Walau usia Yayasan SEKAR atau SEKAR FOUNDATION memang relatif balita, yaitu seiring terjadinya gempa Tsunami di Aceh, namun kiprahnya InyaAllah membawa manfaat bagi sesama ummat. Demikian antara lain kata Ketua Yayasan SEKAR, Farida saat menyerahkan bantuan korban banjir Jember dan Jombang yang diterima langsung oleh Ketua DPW SEKAR-05, Budhi Prasetyo (BP) di Sekretrariat DPW-05, Jln. Ketintang 156, Surabaya, Rabu (1/2).

Bantuan berupa cek senilai Rp. 10 juta tersebut yang langsung diterima oleh BP disaksikan oleh sejumlah pengurus DPW-05 dan DPD SBT. Farida mengatakan, bahwa selain Jawa Timur, maka musibah di Jawa Tengah dan Jawa Barat juga mendapat bantuan. Selain bantuan berupa uang, SEKAR juga membantu tenaga seperti musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di JABAR & JATENG, yaitu ikut mengevakuasi para korban luka, maupun korban yang meninggal.

Farida menambahkan, bahwa SEKAR Foundation memiliki tujuan yang satu dan murni, yaitu tanggung jawab terhadap sosial kemanusiaan, yaitu pendidikan, musibah bencana alam dan pemberdayaan ekonomi. Bantuan dikemas dalam bentuk “SEKAR PEDULI”. Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan meluncurkan Puskesmas Keliling di Aceh, sebab kondisi Aceh pasca Tsunami saat ini masih belum recovery total. Pembangunan sebuah Masjid di Aceh, yaitu Masjid “Syuhada” sekarang juga mendapat bantuan yang langsung di ‘handle’ oleh SEKAR DPW-01 Medan.

Usai penyerahan bantuan untuk korban banjir Jember dan Jombang, acara dilanjutkan dengan Teleconference yang diikuti oleh SEKAR seluruh Indonesia. Para peserta teleconference turut simpati, terharu dan prihatin terhadap para korban yang terkena musibah, baik di JABAR, JATENG dan JATIM.

Jejak perjalanan Yayasan SEKAR sudah cukup lumayan di usia yang muda ini, sehingga citra SEKAR dimata masyarakat dan dimata Federasi SEKAR BUMN strategis tetap terjaga dengan baik. Setiap ada bencana alam yang merenggut harta, nyawa, dan dampak trauma psikologis yang mendalam akan duka cita, InsyaAllah selalu mendapat perhatian dari Yayasan SEKAR TELKOM ini.

• NURSIDIK

TELKOM CDC DIVRE-V


TAHUN 2006

TELKOM CDC DIVRE-V

CDC (Community Development Centre) merupakan program kepedulian dan bina lingkungan PT. TELKOM DIVRE-V terhadap dinamika kehidupan masyarakat kita yang serba heterogin. Masyarakat yang kehidupan ekonominya membutuhkan uluran tangan, maka TELKOM hadir memberikan bantuan, bukan hibah, tetapi berupa pinjaman dana untuk kelangsungan usahanya agar tetap dan selalu ‘survive’ dan diharapkan bisa berkembang. Frame work of thinking program ini adalah sebagai fundamental pembangunan ekonomi kerakyatan / pilar ekonomi kerakyatan.
Ekonomi Rakyat adalah kegiatan ekonomi yang diselenggarakan oleh kebanyakan rakyat Indonesia, yang umumnya terdiri dari: koperasi, pengusaha mikro, pengusaha kecil dan pengusaha menengah. Saat ini selama terjadi resesi ekonomi, kondisi mereka cukup memprihatinkan dan perlu uluran tangan BUMN. Bantuan TELKOM CDC diharapkan agar kondisi mereka tidak rapuh, kembali bergairah dan mampu meningkatkan daya saing.
Program ini selain selaras dengan program GCC TELKOM (Good Corporate Cityzenship), juga selaras dengan Renstra, atau rencana strategis Pemerintah RI (Kementrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia) dalam rangka Pemberdayaan Koperasi dan UKM. Tak sedikit dari pengusaha kecil (mintra binaan) yang mendapatkan suntikan dana usaha. Para mitra binaan ini ada yang berbentuk perseorangan /pengrajin dan ada pula yang kelompok atau dalam bentuk koperasi, bahkan ada juga peduli anak jalanan, penghijauan (Telkom Berbuah), peduli kesehatan dan pondok pesantren.

Sebagai BUMN yang peduli lingkungan, maka TELKOM DIVRE-V selalu berupaya untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. TELKOM CDC berusaha memacu masyarakat untuk bekerja keras dan ulet. Selain bantuan dana usaha, maka beberapa dari para mitra binaan ini juga diberikan pelatihan dasar-dasar wirausaha agar mengerti dengan apa yang dinamakan bisnis, efesiensi, keuletan bisnis dan sebagainya.

Disisi lain, bagi mitra binaan yang sudah dianggap berpotensi tumbuh dan berkembang, maka TELKOM CDC tak ragu untuk menampilkan produk unggulan mereka di arena bergengsi, yaitu arena pameran produk dalam negeri yang rutin diselenggarakan setahun sekali Gedung WTC, Surabaya. Mitra binaan yang layak tampil ini umumnya merasa bangga diberi kesempatan untuk tampil pameran, tak jarang dalam pameran tersebut terjadi transaksi.

Bantuan dari TELKOM oleh mitra binaan dianggap sebagai ‘enerji alternatif’ yang benar-benar ingin memberdayakan pengusaha kecil, sebab guliran dana saja tanpa usaha membantu dalam bidang promo dan pemasarannya dalam arena pameran, maka mitra binaan tak dapat berbuat banyak. Mereka ingin semakin maju dan semakin cemelang


CAKUPAN WILAYAH.
TELKOM CDC DIVRE-V membawahi 5 KANDATEL yang cakupan wilayahnya meliputi KANDATEL SBB, SBT, Malang, Madiun dan Jember.

Pola kerja yang dilakukan oleh CDC TELKOM DIVRE-V adalah melalui pengkajian, evaluasi terhadap permohonan yang telah masuk, setelah itu dilakukan survei ke lokasi binaan. Kajian yang dilakukan sangat sederhana, sebab mereka adalah kelompok orang yang memang perlu di-treatment dengan kemudahan, secara simplifikasi, tak berbelit-belit. Kajian meliputi : Prospek Usaha, Permodalan, serta kondisi lingkungan internal dan eksternal.

Bantuan yang menonjol adalah pada pemberian bantuan usaha kecil dan koperasi yang ada di sentra-sentra bisnis, hal ini dimaksudkan agar mereka yang sudah bergulat di dunia usaha selama ini dapat mampu menggeliat lagi setelah diserang resesi ekonomi. Mereka benar-benar dibidik, diberdayakan secara prioritas agar tidak ‘mati’ ditelan ganasnya persaingan usaha.

Prioritas ini merupakan penumbuhan lingkungan usaha agar tumbuh dan berkembang serta kompetitif. Bagi yang layak, maka akan diikutkan ke arena pameran, sebagai ajang promo dan marketingnya. TELKOM CDC akan memfasilitasi secara keseluruhan, sedangkan mitra binaan tak usah repot-repot.

Dengan pemberdayaan ini diharapkan perekonomian masyarakat, selaku sektor usaha kecil dan menengah senantiasa diharapkan tumbuh dan berkembang. Mereka adalah pelaku-pelaku ekonomi Nasional yang jumlah cukup dominan di negeri ini. Mereka adalah penyanggah ekonomi Nasional juga yang ingin menikmati suasana terjaminnya implementasi ekonomi kerakyatan di negeri ini.

Apalagi Konstitusi Republik Indonesia menegaskan salah satu tujuan pembangunan nasional adalah memajukan kesejahteraan umum, yang berarti kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang. Koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan reperesentasi rakyat Indonesia dalam kehidupan ekonomi nasional, sehingga perlu diberikan prioritas yang tinggi dalam pembangunan nasional.


Demikian sekilas tentang Review Program TELKOM CDC / PKBL yang telah dilakukan selama ini, dengan harapan dapat memberi gambaran tentang apa yang telah dilakukan oleh TELKOM DIVRE-V dalam kepeduliannya kepada lingkungan yang memang benar-benar membutuhkan uluran tangan BUMN.

• Penyusun

SATPAM SBT Lakukan “LATRAM & Cross Country”


TAHUN 2006

SATPAM SBT Lakukan “LATRAM & Cross Country”

Dalam usaha pembinaan fisik, maka dilakukan kegiatan Latram (Latihan & Ketrampilan) serta Cross Cauntry pada hari Minggu (29/1) di daerah Jombang. Program ini diikuti oleh anggota Satpam dari SBT Metro sebanyak 33 orang, Catel Sidoarjo 12 orang, Catel Mojokerto 12 orang dan Catel Jombang 8 orang. Kemudian diikuti pula oleh anggota SATPAM dari RO Site sebanyak 5 orang.
Acara ini dihadiri oleh Manager Supoort diwakili oleh ASMAN Logistik & Asset, Manager SDM dari SPM (Sandy Putra Makmur) dan semua pegawai dijajaran logistik & asset, serta beberapa Senior Supervisor Support beserta anggotanya dari Kancatel Jombang. Pelatihan ini memang merupakan agenda TELKOM SBT.
Kegiatan Latpram & Cross Country ini adalah dalam rangka menggalang kebersamaan anggota satpam dan kewaspadaan tahun 2006 dengan materi : Cross Country, PBB, Kamtibmas tahun 2006, Teror Bom dan Pelayanan Masyarakat versi Kepolisian yang dipandu langsung dari Kepala Binamitra POLRES Jombang, yaitu AKP Poerwo dan Aiptu H. Subadar.

Selain menggalang kebersamaan, maka yang lebih penting lagi bahwa Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan personel Satpam guna mengendalikan situasi keamanan di lokasi dimana dia bertugas. Apalagi seperti TELKOM banyak sekali piranti vital strategis, yaitu peralatan telekomunikasi untuk hajat hidup orang banyak.
Lokasi kegiatan ini dilaksanakan di Site Transmisi Stasiun Bumi Besar Sidolegi Jombang, menelusuri jalan-jalan terjal, naik ke Gua gula-gula, lalu kembali lagi ke side transmisi dengan jarak tempuh kurang lebih 6 km. Aiptu H. Subadar, salah satu tentor pada pelatihan kali ini menyatakan senang dengan antusiasnya para peserta dalam mengikuti tiap materi yang diberikan.
• NURSIDIK

Interior “Gong Xi Fa Cai” Plasa Telkom Darmo


TAHUN 2006

Interior “Gong Xi Fa Cai” Plasa Telkom Darmo

Dalam rangka menyambut tahun bagi warga Cina “Gong Xi Fa Cai”, maka Plasa Telkom sebagai BUMN yang berentitas dan berkomunitas bisnis global dihiasi dengan dekorasi interior bernuansakan Tahun Baru Cina, IMLEK pada hari Minggu (29/1).

Beberapa Hanging Lampion yang dibawahnya terpampang tulisan Happy New Year “Gong Xi Fa Cai” mewarnai ruangan, sehingga bagi pelanggan bermata sipit yang “bertamu” ke Plasa TELKOM cukup merasakan suasana tahun barunya.

Pemandangan dekorasi tahun baru Imlek tersebut, selain dijumpai di Plasa Telkom Darmo, juga ada di Plasa Telkom Dinoyo dan Manyar. Sedangkan spanduk awal Muharram 1927-H juga dipasang di beberapa tempat.

Kalau di Malaysia, keduanya diucapkan, yaitu Gong Xi Fa Cai dan Selamat Awal Muharram! Tahun Baru Cina, atau yang lebih disebut dengan Imlek, adalah perayaan terbesar dalam kalender Cina. Tahun ini yang adalah ke 4704 dalam hitungan kalender Cina, yang menghitung waktu dari pendeknya durasi menit dan jam yang lalu dihubungkan ke dalam perhitungan bulan, tahun, abad yang sepenuhnya berpondasi pada pengamatan pergerakan matahari, bulan dan bintang.

• NURSIDIK

Auditor CDC/PKBL, TURBA Lihat Profil Mitra Binaan SBT

TAHUN 2006

Auditor CDC/PKBL, TURBA Lihat Profil Mitra Binaan SBT

TURBA.
Perekonomian masyarakat, sektor usaha kecil dan menengah senantiasa diberdayakan oleh TELKOM CDC/PKBL (Community Development Center/Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) yang mana pengelolaannya tak lepas dari sorotan akuntan publik. Tim auditor eksternal / akuntan publik tidak hanya mengaudit administrasi pengelolaan CDC/PKBL saja, tetapi tim juga turun ke bawah (TURBA) melihat secara langsung profil kondisi mitra binaan secara riil dilapangan pada hari Sabtu (28/1).

Tim Auditor terdir dari Ta’at Sugandi dan Rachmat yang merupakan akuntan publik dari Jakarta saat TURBA didampingi oleh Rio (Corporate), Syamsudin (DIVRE-V), Hady Susanto & Zainuri (CDC SBT). Walau cuaca kota Surabaya dan sekitarnya, apalagi di CATEL sering diguyur hujan, namun tak menjadi halangan bagi auditor dalam melakukan tugasnya.

CEK DAN RECEK.
Dari keseluruhan lokasi yang dikunjungi sebanyak 8 lokasi obyek TURBA, tim melakukan wawancara cek dan recek kepada para mitra binaan. Tim auditor antara lain menanyakan tentang manfaat pinjaman yang diterima, kelancaran angsuran dengan menunjukkan bukti setor, harapan mitra ke Telkom apa.

Diluar dugaan, ternyata sebagian dari mereka berharap agar jumlah pinjama untuk kedepan agar dapat ditingkatkan lagi, supaya usahanya dapat bergulir dengan lancar. Sebab kalau jumlah pinjaman tak sesuai dengan harapan, maka akan susah untuk memutar uang tersebut. Kalau agak banyak sedikit, kan enak perputarannya (turn-over), pinta salah seorang binaan.

MENINGGAL DUNIA.
Disisi lain tim merasakan adanya kekaguman, sebab walau ada salah satu mitra binaan yang meninggal dunia, namun angsurannya tetap lancar (angsuran dilanjutkan oleh keluarganya). Ini menunjukkan, bahwa dalam memilih mitra yang dilakukan CDC SBT benar-bernar selektif, tak perlu keraguan, apalagi dilakukan survei sebelumnya. Tak jarang dari mitra binaan ini diikutkan dalam pameran berskala Nasional.

Sektor usaha dibingkai oleh CDC SBT sedemikian rupa, dengan harapan dapat memberdayakan perekonomian masyarakat, sektor usaha kecil dan menengah, yang senantiasa dimaksudkan pula dapat menjadi sarana meningkatkan derajat sosial ekonomi masyarakat, khususnya menengah ke bawah yang memang butuh bantuan dana agar usahanya tetap ‘survive’. Apalagi saat ini 80% dari tenaga kerja Indonesia bekerja dalam usaha kecil dan menengah.

Kedelapan mitra yang dikunjungi adalah : KHOIRUL HUDA (Kebonsari II-38B Sby), IR. R. HERDIE.H. (Ketintang Permai BD-01 Karah Sby), ENDAH ERAWATI (Pucang Arjo Timur 28 Sby), EKA KARYA AUU (Kupang Segunting III/3 Sby), IDA TRI KOESTININGSIH (Griya Candramas DA-36 Sidoarjo), MAS’UD B SUGIANTO (Makarya Binangun Sidoarjo), SLAMET, SPD (Dsn Jeruk Tanjungan Kemlagi, Mojokerto).

• NURSIDIK

Adakan WORKSHOP-PLUS, TELKOM Jombang Optimis Sukses Meraih Target 2006


TAHUN 2006

Adakan WORKSHOP-PLUS, TELKOM Jombang Optimis Sukses Meraih Target 2006


Pada tanggal, 27 Januari 2006 Jombang adakan Workshop-Plus yang dilaksanakan sangat sederhana memberikan semangat yang menggelora bagi rekan karyawan/i dan rekan mitra TKM Telkom Jombang untuk merealisasikan program sales Flexi dan POTS tahun 2006 sebesar 107 K.

Dalam pengarahaannya Manager Telkom Jombang, Sutimin mengingatkan bahwa sukses ini tidak bisa dilakukan oleh sekelompok orang, tetapi harus menjadikan diri kita bagian dari “SUPER TEAM“ solid dan tangguh yang akan mampu dengan mudah mengangkat beban ini menjadi sangat ringan, maka dari itu workshop ini bertemakan Workshop-Plus yaitu melibatkan seluruh karyawan dan TKM menjadi satu kesatuan.

Sebelum kegiatan, dilakukanlah pembentukan Gugus, diisi dengan pelatihan Internet berbasis Telkomnet Instan, Flexi dan Speedy yang dibawakan oleh rekan Marketing sehingga menambah gairah rekan TKM khususnya, kemudian dilanjutkan pembentukan Gugus atau kelompok-kelompok workshop untuk POTS & FLEXI dibagi menjadi 7 Gugus baik dari Jarakses maupun Marketing terdiri dari 1 orang ketua masing-masing dari karyawan dan beranggotakan rekan TKM.

Masing-masing gugus konsentrasi pada Mapping Demand baik Flexi maupun POTS, sehingga menghasilkan makro demand dan diolah menggunakan pendekatan analisa probability tingkat kemungkinan-2 dengan mengidentifikasi calon pelanggan yang berminat terhadap penawaran produk Telkom Flexi maupun POTS dengan kajian ilmiah serta pendekatan aspek Demografis, Geografis dan psikografis.

Aspek demografis para gugus menganalisa pendapatan perkapita, usia dan jenis kelamin, sedangkan Geografis membagi demand Flexi dan POTS di masing-masing Desa hingga RK maupun Claster Flexi yang terdiri dari claster 1, 2 dan 3, serta menganalisa aspek psikografis yaitu mengukur perilaku customer dan bakal customer .

Dari hasil kajian tersebut nilai probability yang memiliki minat setelah dikurangi pelanggan eksisting sebesar 85 % dari angkatan produktivitas dikatagorikan sebagai calang pesimis dan 15 %-nya katagori calang optimis dari total demand yang sudah memiliki minat, sehingga pendekatan ini sangat proporsional & rasional untuk menggolkan target sales tahun 2006 sebesar 107 K, baik Flexi Maupun POTS.

Badriyanto Buka “GM SBT CUP”, Antara Sinerji, Kebersamaan Dan Kompetisi


TAHUN 2006

Badriyanto Buka “GM SBT CUP”, Antara Sinerji, Kebersamaan Dan Kompetisi

TURNAMEN.
Pelaksanaan turnamen bulutangkis ini merupakan media kebersamaan, sinerji dan kompetisi, demikian antara lain sambutan GM SBT, Badriyanto saat meresmikan pembukaan turnamen bulutangkis “GM SBT CUP”, Jum’at (27/1) di WAR STADIUM DIVRE-V Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Badri melanjutkan, bahwa untuk meraih kemenangan dalam kompetisi ini diperlukan kerjasama harmonis, sinerji dan jiwa korsa SBT, dan yang paling penting lagi adalah semangat kemenangan dengan spotivitas. Kompetisi terjadi dimana-mana, di lapangan terjadi kompetisi, diantara kompetitor kita kompetisi. Semuanya adalah KANDIDAT JUARA.

EKSEBISI.
Pembukaan ditandai dengan penyerahan piala bergilir dari GM SBT kepada Ketua Panitia, Manager Perencanaan, Arief Setyawan, serta ditandai pula dengan pemukulan ‘shuttle cock’ pertama oleh GM SBT. Acara diawali pertandingan eksebisi antara GM berpasangan dengan Johannes Sunardi melawan Deputy GM berpasangan dengan Manager Keuangan.

Sementara sebelumnya Ketua Panitia, Arief Setyawan melaporkan, bahwa turnamen bulutangkis ini diberi nama GM SBT CUP agar event yang dirintis ini lebih customize dapat diperebutkan setiap tahun secara bergilir. Pesertanya adalah para karyawan/wati KANDATEL SBT dan CATEL, termasuk unit pendukung, yaitu UBIS.

THE WINNER.
Jumlah tim keseluruhan ada 7 tim dimana ada tim yang digabung antara dinas dan bagian, agar lebih seru. Setiap tim dilakukan pertandingan 5 partai. Ada partai eksekutif dan partai ganda bebas. Pertandingan ini memakai system gugur. Waktu pelaksanaan adalah pada hari Jum’at dan Sabtu. Untuk CATEL yang jauh-jauh bisa dimulai hari Sabtu. Bagi THE WINNER akan mendapatkan uang pembinaan dengan total nilai Rp. 4,5 juta.

Selamat bertanding, ingat sportivitas seperti yang telah dilakukan para mantan pebulutangkis legendaries dunia antara lain : Rudy Hartono, Morten Frost Hansen, Prakash Padukone, Han Jian, atau Sidek Bersaudara dan sederatan pemain legendaries dunia lainnya.

• NURSIDIK

GM SBT Bantu Korban Banjir Di Jombang


TAHUN 2006

GM SBT Bantu Korban Banjir Di Jombang

SIMPATIK.
Bencana banjir dan tanah longsong di musim hujan ini kerap terjadi di beberapa kota, tak terkecuali di wilayah KANCATEL Jombang berupa banjir lumpur. Kegiatan yang simpatik selalu dilakukan oleh TELKOM sebagai wujud kepedulian kepada sesama, seperti yang dilakukan TELKOM SBT membantu korban banjir lumpur di Jombang, tepatnya di Dsn. Pengajaran Galengdowo Wonosalam sehabis sholat Jum’at (27/1).

SEMBAKO.
Bantuan yang diberikan manajemen TELKOM SBT berupa sembako. GM SBT, Badriyanto menyerahkan bantuan sembako ke SATKORLAK yang diwakili Camat Wonosalam. Menurut Pak Camat, bahwa daerah yang paling parah mengalami bencana adalah Wonosalam. Bencana ini sempat menghanyutkan utilitas TELKOM berupa 4 tiang besi dan Kabel Udara, KU 100” dan 10", tak terkucali tiang PLN hanyut dan tumbang.

Setidaknya terdapat Kabel Telepon 2 KM Putus, 100 SST Lumpuh. Fasilitas telepon yang mengalami gangguan tersebut berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngoro, Jombang. Ada dua titik kabel yang putus yakni sepanjang 500 meter dan 1.500 meter. Kerusakan sudah teridentifikasi dn recovery telah dilakukan. Sebagian pelanggan di sekitar lokasi banjir sudah dimigrasikan dari Wireless Local Loop (WLL) ke Flexi.

Sementara itu, untuk memudahkan koordinasi petugas dalam penanganan korban banjir di Jombang, Telkom juga menyiapkan fasilitas telepon Flexi seperti halnya disiapkan Telkom di lokasi banjir bandang dan tanah longsor di Jember. Setiap ada bencana atau musibah, TELKOM selalu hadir pertamakali, bukti simpati TELKOM kepada lingkungannya.

• NURSIDIK

SBT : Setelah 3 ½ Bulan, PKL SMK TELKOM Purwokerto Berakhir


TAHUN 2006

SBT : Setelah 3 ½ Bulan, PKL SMK TELKOM Purwokerto Berakhir

DUA JURUSAN.
Sebanyak 23 siswa siswi SMK TELKOM Purwokerto mengakhiri PKL – Praktek Kerja Lapangan di TELKOM SBT, Kamis (26/1). Wahyu sebagai koordinator PKL dari SMK TELKOM yang diterima oleh Off.2 Pelayanan SDM, Yudi di Gedung OPMC SBT lantai-III mengatakan, bahwa siswa yang PKL dibagi 2 jurusan, yaitu : Teknik Informatika dan Jaringan Akses.

Wahyu dalam kesempatan pamitan tersebut mengucapkan terimakasih kepada TELKOM SBT atas kerjasama yang baik selama ini, sehingga para pelajar SMK TELKOM dapat menyelesaikan PKLnya selama kurang lebih 3 ½ bulan dengan lancar. Ke-23 siswa PKL tersebut menurut Yudi telah melakukan tugas belajarnya dengan baik. Mereka disebar ke beberapa unit kerja di Surabaya Metro, bahkan ada yang praktek di KANCATEL Jombang.

Pendidkan Sistem Ganda (PSG) dalam bentuk PKL ke perusahaan ini memang merupakan program Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS), sehingga diharapkan mampu mencetak siswa siap kerja, dan merupakan SDM unggulan. Dari model PSG diharapkan mampu mencetak SDM yang siap kerja.

DUNIA KERJA.
Menurut Wahyu, Pendidikan Sistem Ganda (PSG) adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional, yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan program pengusahaan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional. Dimana keahlian profesional tersebut hanya dapat dibentuk melalui tiga unsur utama yaitu ilmu pengetahuan, teknik dan kiat. Ilmu pengetahuan dan teknik dapat dipelajari dan dikuasai kapan dan dimana saja kita berada, sedangkan kiat tidak dapat diajarkan tetapi dapat dikuasai melalui proses mengerjakan langsung pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri.

Memang tak jarang lulusan SMK TELKOM yang diincar oleh PT. TELKOM di beberapa unit kerja. Hal ini bukan karena ia adalah milik Yayasan Sandhykara Putra Telkom, tetapi lebih kearah keahlian yang mereka miliki memang benar-benar tak perlu diragukan. Terbukti memang tenaga lulusannya sangat diperlukan.

• nursidik

GCC SBT, Serahkan Beasiswa Anak Asuh Gapai Cita-Cita


TAHUN 2006

GCC SBT, Serahkan Beasiswa Anak Asuh Gapai Cita-Cita

BEASISWA.
Sejalan dengan program perusahaan, yaitu GCC – Good Corporate Cityzenship yang salah satu implementasinya berupa pemberian beasiswa kepada anak asuh, maka PT. TELKOM KANDATEL Surabaya Timur pada hari Kamis (26/1) bertempat di Ruang Committed 2U Gedung OPMC Lantai-IV Jln. Ketintang 156, Surabaya telah menyerahkan beasiswa tersebut kepada sejumlah siswa siswi berpotensi namun tidak mampu dari sisi ekonomi.
Tanggung jawab terhadap lingkungan tetap dipegang teguh, sebab sebagai bagian dari masyarakat yang dinamis, TELKOM senantiasa menunjukkan komitmen yang tinggi untuk berkiprah di kegiatan kemasyarakatan.
JUMLAH SISWA.
Setidaknya terdapat 72 murid/pelajar yang merupakan harapan Bangsa & Negara terbantu untuk melanjutkan sekolahnya sebab siang itu mereka menerima bantuan dari TELKOM SBT. Dari 72 pelajar ada sejumlah 23 murid SD masing-masing menerima Rp. 150.000,- per semester, 24 murid SLTP @ Rp. 200.000,- per semester, 24 murid SLTA @ Rp. 300.000,- per semester. Total beasiswa yang diberikan adalah sebesar Rp. 15.450.000,- (limabelas juta empatratus limapuluh ribu rupiah).

GAPAI CITA-CITAMU.
Manager Support, Suroso turut menyaksikan penyerahan beasiswa tersebut yang dilakukan secara simbolis kepada 6 orang pelajar. GM TELKOM SBT, Badriyanto dalam sambutannya, antara lain mengatakan, bahwa beasiswa ini adalah salah satu bentuk kepedulian TELKOM kepada dunia pendidikan. Gapailah cita-citamu setinggi langit agar berguna bagi orang tua, nusa, bangsa dan negara. Pertahankan prestasimu agar bantuan berupa beasiswa ini terus mengalir, pintanya kepada para pelajar yang beberapa diantaranya didampingi orang tuanya.
TELKOM sangat peduli kepada masyarakat lingkungannya dan memang telah digariskan Corporate dalam program GCC Tapi ingat, bahwa yang berprestasilah yang akan dibantu, maka adik-adik harus rajin dan tekun belajar, jangan sampai beasiswa ini tak diterima lagi gara-gara tidak berprestasi, lanjut Badri mengingatkan.

Dari 72 pelajar yang menerima beasiswa diantaranya ada yang anaknya SATPAM, Cleaning Service, serta masyarakat tak mampu sekitar lingkungan kantor. Para pelajar ini membuktikan prestasinya dengan meraih ranking 1 sampai dengan 3. Keterangan tak mampu dibuktikan dengan surat keterangan RT/RW setempat. Selamat dan terus belajar adik-adik,…raih prestasimu setinggi-tingginya.

• nursidik

CDC/PKBL TELKOM SBT Diaudit Akuntan Publik


TAHUN 2006


CDC/PKBL TELKOM SBT Diaudit Akuntan Publik

PENGELOLAAN.
Manajemen atau pengelolaan Pembinaan Industri Kecil TELKOM SBT yang bernama CDC/PKBL (Community Development Centre/ Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) saat ini sedang diuji alias diaudit oleh sebuah lembaga profesi independen/Auditor Eksternal, yaitu Akuntan Publik “Z.ARIFIN” dimulai tanggal 23 Januari 2006 hingga 12 Februari 2006.

Audit ini mencerminkan transparansi sampai sejauh mana pengelolaan CDC/PKBL dilakukan, mulai penggunaan/penyaluran dana sampai bisnis prosesnya. Untuk TELKOM SBT, mulai dari 2002-2005 terdapat 50 Mitra Binaan yang akan disampling sebesar 10 % diprogramkan diudit langsung ke lokasi. Dua orang Auditor, yakni Taat Sugandi dan Rachmat Nugraha didampingi Manager CDC/PKBL DIVRE-V (Nur Endah Rini) dan Manager Support SBT (Suroso) meminta beberapa data kepada Officer CDC/PKBL SBT, Hady Susanto.

LOKASI AUDIT.
Audit Items/Subject Plan meliputi audit compliance terhadap aturan dan audit keuangan CDC Divre dan Datel. Menurut Rini, selain DATEL SBT, juga SBB dan Malang. Namun tidak menutup kemungkinan DATEL Madiun dan Jember juga akan ditinjau. Jadi diharapkan agar kedua Datel tersebut siap-siap ditempat.

NUNGGAK.
Auditor mengamati / memeriksa Laporan pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang meliputi kelengkapan proposal pengajuan, hasil survey kelayakan, usulan ke Divre, penyaluran ke mitra, Bukti transfer ke mitra, kartu kendali setiap mitra binaan, laporan ke Divisi tentang penyaluran dan batal, Bukti transfer angsuran dan batal ke Divisi, laporan penggunaan dana (PK dan BOP) sesuai format laporan bulanan, laporan penggunaan dana BL disertai evidence (proposal, persetujuan dan bukti penggunaan / kuitansi), laporan penggunaan BOP disertai bukti penggunaan (sppd, bon bensin dll), laporan collection mitra binaan, sampai tindak lanjut pada mitra yang nunggakpun ‘dikoreknya’ (eviden atau bukti telpon atau surat pemberitahuan), detil sekali.
• NURSIDIK

Mojokerto Bidik Target, “Patih Gajah Mada” serahkan Panah ke DGM SBT


TAHUN 2006

Mojokerto Bidik Target, “Patih Gajah Mada” serahkan Panah ke DGM SBT


Masih ingat kerajaan Mojopahit yang didirikan tahun 1294 oleh Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jayawardana yang merupakan keturunan Ken Arok raja Singosari mencapai puncak kejayaannya di masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350-1389) ? Nah, rupanya Manager TELKOM Mojokerto, Arif Irfansah ‘kecipratan” kebesaran kerajaan Mojopahit, sehingga seluruh jajarannya siap mengamankan target 2006.

Kebesaran kerajaan ditunjang oleh : pertanian sudah teratur, perdagangan lancar dan maju, memiliki armada angkutan laut yang kuat, dipimpin oleh Hayam Wuruk dengan patih Gajah Mada. Di bawah patih Gajah Mada Majapahit menaklukkan daerah lain ia mengucapkan Sumpah Palapa yang berbunyi : Ia tidak akan makan buah palapa sebelum berhasil menyatukan seluruh wilayah Nusantara.

Inilah yang menjadi inspirasi jajaran TELKOM Mojokerto mempersatukan seluruh sumber daya. Sang Patih Gajah Mada, yang juga panglima ahli perang, the power of Patih Gajah Mada adalah mempersatukan Nusantara, dan The Power Of Target 2006.

Pagi ini (24/1) mengawali tahun 2006 laskar Mojopahit membuat meomentum baru dengan thema Mojo Going To 175 K (MGT175K) sebagai upaya mendukung pencapaian 1 juta pelanggan yang diprogramkan oleh Kandatel Surabaya Timur. MGT175K merupakan program terpadu Kancatel Mojokerto dari Flexi 162 K, POTS 10K dan Speedy 3 K yang pagi tadi di saksikan oleh DGM SBT, Muhammad. Firdaus mewakili manajemen Kandatel SBT untuk berkomitmen “mensupport” dan meraih 175K pelanggan dari kancatel Mojokerto.

Acara apel pagi tadi juga digelar “fragment” peluncuran MGT175 dimana digambarkan “reinkarnasi” Patih Gajah Mada menyerahkan panah beserta busur kepada DGM kemudian mengarahkan ke tengah lingkaran yang terdapat angka 175K sebagai sasaran dengan diringi gending Jawa. Kemudian dengan tangkas DGM melepas busur dan tepat di sasaran, tepuk tangahnpun riuh dari seluruh peserta apel.

Bicara masalah target, DGM dalam arahnnya menghimbau, bahwa target harus dibuat setinggi mungkin, ini ibarat bagian dari mimpi yang dengan segala daya upaya harus kita capai. Kalau kita mempunyai target berjalan kaki hanya mampu sampai di Jember, maka target kita bisa berjalan kaki ke Denpasar, karena apabila gagal sampai di Denpasar kemungkinan kita sampai di Gilimanuk, berarti kita telah melewati target kemampuan yang hanya sampai di Jember.

Dalam era kompetisi ini bukanlah yang besar makan yang kecil tetapi yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Pola kerja kita saat ini harus berubah dari sebelumnya. Kalau Flexi ingin mencapai target, bina outlet-outlet yang ada, penuhi kebutuhan staterpack (SP) dan voucher Flexi jangan sampai didahului oleh competitor. Karena begitu SP kita habis pelanggan akan mencari yang lain, dan apabila yang lain sesuai dengan keinginannya, maka mereka sulit untuk kembali ke kita (Flexi). Maka Mojokerto ini adalah satu-satunya Kancatel di SBT yang telah “starting” lebih cepat dari Kancatel yang lain. Bahkan telah mencanangkan target dan sasaran, berikut kekuatan personil yang ada untuk mencapai tujuan, lanjut DGM. Ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada jajaran Mojokerto bahwa dalam rangka mendukung 1 juta pelanggan, Mojokerto dengan “laskar” Mojopahitnya telah memulai dan mengawali program kerjanya. Namun DGM berpesan agar “starting” ini juga akan diikuti oleh keberhasilan lebih awal dari Kancatel lainnya yang juga sudah mulai mengatur strategi.

Dalam kesempatan ini juga Manajer Kancatel Mojokerto Arif Irfansah menyerahkan buku yang merangkum action plan Mojo Going To 175 kepada DGM, M. Firdaus. Setelah memimpin apel DGM meluncur ke Plasa A Yani guna melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan masjid Plasa A Yani. Pada kesempatan ini DGM berkesempatan mengisi kotak amal dan diikuti oleh peserta yang lain.(nanang “calvine” kristyo).

Kursus PR, A VALUES-DRIVEN APPROACH


TAHUN 2006

Kursus PR, A VALUES-DRIVEN APPROACH

The Power of Communication dapat memberi ‘public opinion’ yang mampu memaintain kredibilitas Corporate Image atau sebaliknya. Demikian antara lain dikatakan oleh Magdalena Wenas selaku Fasilitator PR EXECUTIVE PROFESSIONAL DEVELOPMENT COURSES A one day workshop on PUBLIC RELATIONS A VALUES-DRIVEN APPROACH : SEPARATING FACT FROM FICTION, Senin (23/1) di Santika Hotel, Jakarta. Kursus dan workshop ini diikuti oleh 15 peserta dari PR TELKOM, 1 dari SCTV dan 1 lagi dari IM2.

Dikatakan sebagai The Power of Communication, sebab ia merupakan fungsi yang tak terpisahkan dari konteks Corporate Image. Magdalena mendiskusikan cukup dalam tentang bagaimana “public opinion terbentuk (is formed), its wise to look at the process of communication which consist of : Noise, Source, Message, Channel, Receiver and Feedback”. Dalam pelatihan ini juga ada Case Study yang membuat ‘puyeng’ para peserta, sebab memang case yang dilempar berdiri diantara Fact And Fiction (kenyataan dan fiksi).

Sejarah komunikasi, bentuk komunikasi, bahkan definisi PR dari masa ke masa mewarnai materi yang disajikan. Dialog intreraktif antara Fasilitator dan para Peserta cukup membuat suasana hidup penuh semangat. Apalagi menyoal ke masalah strategi bagaimana JURBIR RI-1 soal kenaikan BBM tempo hari. JURBIR memang identik dengan fungsi PR.

Ternyata fungsi-fungsi yang menjadi “gawean/Job” PR cukup banyak sesuai dengan program outline yang disampaikan Magdalena yang juga sebagai Founder and CEO of MPR Consultant Indonesia, antara lain : - Foundations of Public Relations : Theory versus Reality - Values-Driven Public Relations: Actions Speak Louder Than Words - The Role of Values: Whose Values Should You Follow ? - The Power of Communication : Persuasion and Public Opinion,
- Challenges to Ethical Behavior : Ethics Audit - The Potter Box.

Public Opnion Checklist menjadi sangat penting untuk diketahui oleh seorang PR. How to influence public opinion – 10 key guide-lines you should remember, tegas Magdalena yang juga berlatar belakang psikologi. Yang penting ialah KISS – Keep It Simple and Straight. Hubungan Opinion Leader, Mass Media dan Public sampai kepada Ethical Environtments and Behaviour juga harus disiasati.

Dalam kesempatan tersebut, Magdalena juga menjelaskan, bahwa fungsi PR harus integrated dengan fungsi Marketing, sebab apakah itu produk atau Brand akan selalu berkaitan satu sama lain. Diakhir sesi, dijelaskan perkembangan PR hingga pada abad modern menjelma menjadi sebuah Corporate Communication (Komunikasi Perusahaan) yang sering menjadi JURBIRnya korporat.. Disini peran PR dan Marketing menjadi benar-benar terintregrasi. Reputasi korporat harus dipertaruhkan.

• NURSIDIK

Forum Feedback Ala Manajemen SBT, Lesehan


TAHUN 2006

Forum Feedback Ala Manajemen SBT, Lesehan

KOMUNIKASI.
Manakala komunikasi dua arah dilakukan secara terjadwal rutin dalam organisasi antara Manajemen dengan karyawannya, maka ini sudah merupakan sebua ‘value added’ dalam sebuah organisasi, terjadi “mutual understanding”, seperti yang dilakukan oleh TELKOM SBT pada hari Senin (23/1) di lantai-4 Gedung OPMC Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Terlepas dari materi yang di “capture” dapat diterima 100 % atau dibawahnya, tetapi paling tidak upaya untuk mencapai tujuan dalam organisasi tersebut dapat dikomunikasikan secara jelas, sehingga dalam pelaksanaan tugas di lapangan dapat berjalan sesuai dengan bidang dan job masing-masing.

Khusus menyangkut materi yang berkaitan dengan target, maka komunikasi ini menjadi hal yang sangat penting dan harus dilakukan, sebab untuk mencapainya perlu paparan dari manajemen sebagai figure sentral yang akan dilaksanakan oleh seluruh jajaran organisasi, termasuk SEKAR. Dari sisi jajaran organisasi tentu perlu dukungan manajemen untuk mencapainya.

Dalam forum ‘feedback’ tesebut selain manajemen (GM) bicara, kesempatan bicara juga selalu diberikan kepada seluruh jajaran. GM TELKOM SBT, Badriyanto dalam setiap kesempatan pertemuan selalu melempar ke ‘floor’ agar perwakilan dari pegawai menyampaikan masukan yang perlu bagi manajemen. Upaya membangun komunikasi dua arah memang sudah menjadi tekad manajemen.

ESENSI.
Ada 3 esensi dalam pertemuan Forum ‘feedback’ tersebut, yakni : Penandatanganan KM (Kontrak Manajemen), Her-Registrasi SEKAR SBT yang sudah terdaftar sebanyak 425 anggota & bersedia juga bayar iuran, sehingga secara administrasi ada keutuhan organisasi (all management & karyawan adalah SEKAR). Dengan demikian Ketua DPD SEKAR SBT, Dwi Anggara berani memprokamirkan Datel SBT sebagai “DATEL SEKAR”.

Karena Manajemen sudah jelas KM-nya, Karyawannya sudah jelas organisasinya serta bersatu, maka BERARTI PERSEPSINYA SUDAH SAMA, saatnya sekarang seluruh elemen organisasi “DO IT” untuk dapat DUIT, artinya menunjukkan kinerja demi target revenue, demi eksistensi perusahaan TO BE THE WINNER yang ujung-ujungnya peningkatan kesejahteraan karyawan.

Dalam kesempatan tersebut, Manager Marketing, Marnoto mempresentasikan scenario pemasaran 1 juta pelanggan, kemudian GM SBT presentasi soal REOG (Reorganisasi), sedangkan Ketua SEKAR DPD SBT memproklamirkan SBT sebagai “DATEL SEKAR” serta ajakan DO IT. Tanya jawab dilakukan oleh 3 orang karyawan.

• NURSIDIK

GM SBT MENGADAKAN SOSIALISASI TRANSFORMASI ORGANISASI TELKOM DI CATEL SIDOARJO


TAHUN 2006

GM SBT MENGADAKAN SOSIALISASI TRANSFORMASI ORGANISASI TELKOM DI CATEL SIDOARJO


Hari ini Rabu 18 Januari 2006 Kancatel Sidoarjo kedatangan tamu istimewa dari Datel SBT dalam rangka Sosialisasi Tramsformasi Organisasi Baru.
GM Sbt Bapak BADRIYANTO berkesempatan untuk bertatap muka dengan seluruh karyawan Kancatel Sidoarjo dan sekaligus mengadakan Sosialisasi mengenai Struktur Baru, GM Sbt memaparkan beberapa prakata yang disampaikan oleh para Komisaris dan Direksi telkom mengenai reorganisasi ini antara lain :
Seluruh karyawan harus siap menghadapi perubahan karena perubahan ataupun Transformasi merupakan suatu segmen yang harus terjadi, karena perubahan merupakan sesuatu yang akan selalu terjadi di dalam tubuh suatu organisasi, tapi yang terpenting adalah dalam perubahan harus ada clear management dan clear leadership ( Arif Arryman ).
Pada perinsipnya kita tidak perlu terlalu takut terhadap transformasi mari kita bangun bisnis yang profitable dengan tetap menjadi Good Corporate Citizenship, jika kita sudah bias think simple,exchanges akan dapat kita rangkul dengan positif, dan bukan menjadi sesuatu yang terpaksa ( Arwin Rasyid ).
Karena kita semua adalah asset perusahaan, maka jadilah asset yang punya integritas, punya dedikasi , karyawan yang bias memberikan kontribusi kepada perusahaan. Dan dalam menghadapi perubahan ini kita harus benar benar kompak, karena kekompakan diperlukan untuk membangun perusahaan ini ( Garuda Sugardo ). Untuk mengendalikan perubahan yang substansial, kita bias mulai dari hal yang simple. Misalnya dalam melakukan evaluasi kita terkadang masih dishonest. Hal ini merupakan suatu masalah.Oleh karena itu hal ini dapat menjadi clue kita untuk berubah. The root of the problem adalah, antara Reward dan Avaluation tidak cocok. Apabila kita sepakat, buktikan apakah kita bias berubah dalam evaluasi kinerja 2005 ?. Jika kita sudah berani untuk mengimplementasikannya sebagai kesepakatan bersama, saya tidak kawatir terhadap perubahan yang akan terjdai di depan. Karena dengan demikian kita sudah bias mengapresiasi SDM dengan baik ( Rinaldy Firmansyah ).
Dari pemaparan diatas kata GM bahwa reorganisasi yang terjadi agar kita bias merubah paradigma dulu Telkom masih bias seenaknya dalam memberikan layanan ke pelanggan karena saat itu Telkom masih manopoli, tapi sekarang kompetitor sudah benyak dan pelanggan memiliki pilihan yang banyak dalam menentukan produk kalu kita tidak pinter pinter dalam melayani pelanggan maka habislah riwayat Telkom lagi kata GM saat ini kompetitor di Jawa Timur sudah ada sebanyak 19 kompetitor dan perusahaan ini harus siap untuk menghadapi kompetitor, karena itu GM mengajak seluruh karyawan catel

Sidoarjo harus Fokus kepada Customer dan perlakukanlah Customer itu sebagai teman atau sahabat kalau namanya teman bila ada kesulitan harus dibantu, Jika ada Customer yang datang ke Serpo atau plasa kita sebagai orang Telkom sudah menjadi kewajiban untuk memberikan yang terbaik, kedepan GM berharap Plasa Telkom bisa berpungsi seperti Plasa Tunjungan, banyak dikunjungi pelanggan, ada diskon dan berbagai macam produk, menyinggung keberadaan Plasa Telkom Sidoarjo GM akan mencarikan dana untuk mangadakan rehab agar kembali bernuansa Telkom ( KD.15 ). Di sela sela sosialisasi GM juga menyinggung masalah target di Tahun 2006, target memang berat tapi kalau beban berat ini kita piker dan kerjakan bersama sama niscaya akan menjadi ringan, ingat kata Pak Garuda kita harus kompak karena dengan bermodal kekompakan berapun besar target yang diberikan kepada kita Insya Allah akan tercapai Amin………
Sosialisasi diakiri dengan Tanya jawab yang bertindak sebagai moderator adalah Manager Catel Sda, ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh teman teman antara lain mengenai tariff dasar BPFP, kapan Speedy di Sidoarjo dibangun serta bagaimana dengan rekan yang reorgnisasi dulu mengalami anomaly. Semua pertanyaan dari karyawan dapat dijawab dengan lugas oleh GM sehingga seluruh karyawan yang hadir merasa puas dan penuh semangat untuk menyongsong hari depan yang penuh dengan tantangan, Dalam sambutannya terakhir GM mengajak seluruh karyawan untuk dapat selalu bekerja secara happy dan berbuat yang terbaik untuk perusahaan, bangsa dan negara.

Bynayawsda

SBT : Memasuki Tahapan Reorganisasi UBIS


TAHUN 2006

SBT : Memasuki Tahapan Reorganisasi UBIS

TAHAPAN.
Sejumlah tahapan harus dilalui, ketika sebuah organisasi mengalami perubahan, seperti yang dilakukan oleh beberapa Unit Bisnis (UBIS) di DIVRE-V. Seluruh Manager UBIS (Jasnita, Internet, Multimedia) dan SM YANMAS DIVRE-V pada hari Selasa (17/1) mengadakan pertemuan dengan GM TELKOM SBT di Gedung OPMC lantai-4, Jln. Ketintang 156, Surabaya untuk membahas tahapan tersebut, sehingga begitu organisasi menjelma ke bentuk yang baru, maka operasional diharapkan tetap lancar.

SM YANMAS, Iskriono sebagai Advisor, Fasilitator, Mediator dan Moderator, sedangkan GM SBT, Badriyanto adalah sebagai tuan rumah yang bakal kedatangan SDM yang berasal dari beberapa UBIS tersebut. Selain pembahasan soal SDM Non Organik, Job, dan Infrastruktur mereka membahas juga masalah yang tak kalah penting sebab menyangkut sebuah system, yaitu masalah “Bisnis Proses”. Kita maklumi, bahwa operasional adalah selalu berhubungan dengan definisi proses bisnis. Jadi yang dilakukan oleh para Manager UBIS ini merupakan langkah penting strategis dalam menggapai “The Next Procces”.

MEMILIH DAN MEMILAH.
Mereka juga memilah dan memilih mana yang berfungsi sebagai PO dan mana yang DC (Purchasing Order & Distribution Channel). Bisnis Proses Provisioning, Fault Handling, dan sejenisnya yang berkaitan dengan Customer dibahas agar pelayanan ke customer tidak mengalami gangguan alias tetap prima. Hal-hal yang berkaitan dengan operasional dan yang menyentuh langsung ke pelanggan mendapat penekanan khusus, bahkan direncanakan akan diangkat ke Workshop yang akan dilaksanakan pekan depan.
Koridor dalam memilah dan memilih ini ada dua, yaitu pandangan fungsional, bersandarkan pada hirarki bisnis sebagai model utama bisnis, kemudian pandangan proses, berfokus pada kerja itu sendiri ketimbang struktur organisasi dalam mengatur kerja. Diharapkan ada kejelasan dalam pemilahan ini, alias tidak ngambang.
Materi yang disajikan sangat detil dan teknis serta data yang ‘dilempar’ untuk dianalisa, didiskusikan cukup sistematik. Hal ini merupakan bagian dalam upaya membantu memecahkan masalah-masalah pembuatan keputusan penting dalam bisnis sebelum memasuki transformasi ke New Organization nanti, agar …smooth……tak ada gejolak.

INTEGRATED BISPRO.
Semua permasalahan yang merupakan titik kritis sudah dianalisa dan teridentifikasi, penentuan desain bisnis proses yang dibahas sebenarnya sudah jadi, hanya saja dalam pertemuan tersebut tinggal memberikan ‘sentuhan’ atau ‘polesan’ sesuai dengan kondisi operasional secara riil di DATEL, sehingga merupakan “integrated Bisnis Proses”.

• NURSIDIK

GM SBT Kunjungi Keluarga Almarhum SATPAM


TAHUN 2006

GM SBT Kunjungi Keluarga Almarhum SATPAM

Pada hari Selasa (17/1) GM TELKOM SBT, Badriyanto dan Manager Support, Suroso, serta Ketua SEKAR DPD SBT, Dwi Anggara mengunjungi keluarga almarhum Setyo Winarno, anggota SATPAM STO Rungkut-II di kediamannya Jln. Pondok Jati Blok Q No. 36, Sidoarjo. Maksud kunjungan selain ikut turut berbela sungkawa, juga ingin meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dengan sedikit memberikan bantuan dari Manajemen.

Dalam kesempatan tersebut, Badriyanto atas nama Manajemen dan seluruh karyawan dan karyawati mengucapkan turut berduka cita semoga arwah almarhun diterima disisi Allah SWT, diampuni dosanya. Dan diterima segala amalannya. Khusus bagi keluarga yang ditinggal dido’akan agar diberi kekuatan iman dan taqwa dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

Takziah manajemen TELKOM SBT di rumah duka diterima langsung oleh istri dan kakak almarhum. Suasana duka masih menyelimuti keluarga almarhum sebab memang masih belum 7 harinya atau masih 4, tepatnya meninggal dunia pada hari Sabtu (14/1). Kehadiran manajemen sedikit banyak dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, apalagi almarhum adalah ‘tulang punggung’ keluarga. Anaknya baru satu yang sudah mendahului ‘dipanggil” olehNYA, kembali ke Rahmatullah.

Kematian adalah takdir Illahi, segala yang hidup akan mengalami kematian, untuk itu manajemen sedikit menghibur keluarga, agar mengikhlaskan kepergian suaminya. Sering-sering berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT agar kegelisahan tidak berpanjangan, untuk menyongsong hari esok.

• NURSIDIK

GM TELKOM SBT Terus “Update” Teknologi IT


TAHUN 2006

GM TELKOM SBT Terus “Update” Teknologi IT

Teknologi IT sangat besar perannya terhadap keberhasilan TELKOM SBT, sebab ia mampu menghadirkan seluruh aktivitas dan pelaporan secara “real time”. Dari sisi QCSDM (Quality, Cost, System, Delivery and Methode) memang memberikan banyak keuntungan. Untuk itulah bertempat di “WAR-ROOM” pada hari Selasa (17/1) GM TELKOM SBT, Badriyanto beserta DGM, M. Firdaus mengundang 4 orang anak-anak muda jebolan STM TELKOM untuk mendiskusikan rencana “Update” PORTAL TELKOM SBT, baik dari sisi tampilan, maupun sisi konten.

Tenaga-tenaga “fresh” para generasi muda ini diarahkan GM untuk menciptakan program-program unggulan, terutama yang berkaitan dengan Pelaporan ON LINE. “Program-program yang sudah ada perlu di UPDATE”, kata Badriyanto. Target sejuta pelanggan untuk 2006 ini perlu kita kawal dengan teknologi IT. Kita pantau aktivitas Sales di lapangan secara ‘real time’, sehingga kalau kita memetakan kekuatan kompetitor akan lebih akurat lagi. Banyak perkiraan-perkiraan serta trend bisnis yang bakal terjadi cukup melalui pantauan layar monitor.

Dari sisi data kompetitor dan komposisi perbandingan ‘market share’ cukup dipantau dari layar monitor saja. Nanti Pak Firdaus yang akan melakuka pemantauan, tambahnya. Keberhasilan Sales dan kendala di pasar juga dapat terpantau harian. Pencapaian yang kritis agar berwarna merah, yang bagus biru dan seterusnya. Selain berwarna merah, maka juga akan dapat terkirim via SMS, sehingga setiap detik kita selalu pantau. Tampilan depan harus menarik, tampilkan seluruh informasi actual kegiatan TELKOM SBT, sehingga rekan-rekan para user rajin membuka portal kita dan betah melototin data.

Berbicara tentang teknologi informasi maupun teknologi komputer memang sangat menarik dan merupakan kebutuhan telekomunikasi yang paling utama disetiap perusahaan. Segala keputusan manajemen dapat segera diambil dengan cepat, sebab evaluasinya juga cepat, laporannya ada harian, mingguan dan bulanan, sehingga kita dapat mengevaluasi setiap saat sesuai dengan kebutuhan. Untuk analisis peta peran kompetitor cukup kita lakukan mingguan.

Persoalan keamanan data (secure data), cukup dengan password yang hanya diketahui leh user tertentu saja, jelas Badri. Kita berharap impian sejuta pelanggan tahun 2006 ini dapat kita raih, pemicunya adalah jaringan internet yang kita tampilkan melalui portal TELKOM SBT secara ‘real time’.

• NURSIDIK