Mengenai Saya

SIDOARJO, JAWA TIMUR, Indonesia
Belajar Menjadi "Internal Jurnalism"

Senin, 23 Agustus 2010

Adakan WORKSHOP-PLUS, TELKOM Jombang Optimis Sukses Meraih Target 2006


TAHUN 2006

Adakan WORKSHOP-PLUS, TELKOM Jombang Optimis Sukses Meraih Target 2006


Pada tanggal, 27 Januari 2006 Jombang adakan Workshop-Plus yang dilaksanakan sangat sederhana memberikan semangat yang menggelora bagi rekan karyawan/i dan rekan mitra TKM Telkom Jombang untuk merealisasikan program sales Flexi dan POTS tahun 2006 sebesar 107 K.

Dalam pengarahaannya Manager Telkom Jombang, Sutimin mengingatkan bahwa sukses ini tidak bisa dilakukan oleh sekelompok orang, tetapi harus menjadikan diri kita bagian dari “SUPER TEAM“ solid dan tangguh yang akan mampu dengan mudah mengangkat beban ini menjadi sangat ringan, maka dari itu workshop ini bertemakan Workshop-Plus yaitu melibatkan seluruh karyawan dan TKM menjadi satu kesatuan.

Sebelum kegiatan, dilakukanlah pembentukan Gugus, diisi dengan pelatihan Internet berbasis Telkomnet Instan, Flexi dan Speedy yang dibawakan oleh rekan Marketing sehingga menambah gairah rekan TKM khususnya, kemudian dilanjutkan pembentukan Gugus atau kelompok-kelompok workshop untuk POTS & FLEXI dibagi menjadi 7 Gugus baik dari Jarakses maupun Marketing terdiri dari 1 orang ketua masing-masing dari karyawan dan beranggotakan rekan TKM.

Masing-masing gugus konsentrasi pada Mapping Demand baik Flexi maupun POTS, sehingga menghasilkan makro demand dan diolah menggunakan pendekatan analisa probability tingkat kemungkinan-2 dengan mengidentifikasi calon pelanggan yang berminat terhadap penawaran produk Telkom Flexi maupun POTS dengan kajian ilmiah serta pendekatan aspek Demografis, Geografis dan psikografis.

Aspek demografis para gugus menganalisa pendapatan perkapita, usia dan jenis kelamin, sedangkan Geografis membagi demand Flexi dan POTS di masing-masing Desa hingga RK maupun Claster Flexi yang terdiri dari claster 1, 2 dan 3, serta menganalisa aspek psikografis yaitu mengukur perilaku customer dan bakal customer .

Dari hasil kajian tersebut nilai probability yang memiliki minat setelah dikurangi pelanggan eksisting sebesar 85 % dari angkatan produktivitas dikatagorikan sebagai calang pesimis dan 15 %-nya katagori calang optimis dari total demand yang sudah memiliki minat, sehingga pendekatan ini sangat proporsional & rasional untuk menggolkan target sales tahun 2006 sebesar 107 K, baik Flexi Maupun POTS.

Badriyanto Buka “GM SBT CUP”, Antara Sinerji, Kebersamaan Dan Kompetisi


TAHUN 2006

Badriyanto Buka “GM SBT CUP”, Antara Sinerji, Kebersamaan Dan Kompetisi

TURNAMEN.
Pelaksanaan turnamen bulutangkis ini merupakan media kebersamaan, sinerji dan kompetisi, demikian antara lain sambutan GM SBT, Badriyanto saat meresmikan pembukaan turnamen bulutangkis “GM SBT CUP”, Jum’at (27/1) di WAR STADIUM DIVRE-V Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Badri melanjutkan, bahwa untuk meraih kemenangan dalam kompetisi ini diperlukan kerjasama harmonis, sinerji dan jiwa korsa SBT, dan yang paling penting lagi adalah semangat kemenangan dengan spotivitas. Kompetisi terjadi dimana-mana, di lapangan terjadi kompetisi, diantara kompetitor kita kompetisi. Semuanya adalah KANDIDAT JUARA.

EKSEBISI.
Pembukaan ditandai dengan penyerahan piala bergilir dari GM SBT kepada Ketua Panitia, Manager Perencanaan, Arief Setyawan, serta ditandai pula dengan pemukulan ‘shuttle cock’ pertama oleh GM SBT. Acara diawali pertandingan eksebisi antara GM berpasangan dengan Johannes Sunardi melawan Deputy GM berpasangan dengan Manager Keuangan.

Sementara sebelumnya Ketua Panitia, Arief Setyawan melaporkan, bahwa turnamen bulutangkis ini diberi nama GM SBT CUP agar event yang dirintis ini lebih customize dapat diperebutkan setiap tahun secara bergilir. Pesertanya adalah para karyawan/wati KANDATEL SBT dan CATEL, termasuk unit pendukung, yaitu UBIS.

THE WINNER.
Jumlah tim keseluruhan ada 7 tim dimana ada tim yang digabung antara dinas dan bagian, agar lebih seru. Setiap tim dilakukan pertandingan 5 partai. Ada partai eksekutif dan partai ganda bebas. Pertandingan ini memakai system gugur. Waktu pelaksanaan adalah pada hari Jum’at dan Sabtu. Untuk CATEL yang jauh-jauh bisa dimulai hari Sabtu. Bagi THE WINNER akan mendapatkan uang pembinaan dengan total nilai Rp. 4,5 juta.

Selamat bertanding, ingat sportivitas seperti yang telah dilakukan para mantan pebulutangkis legendaries dunia antara lain : Rudy Hartono, Morten Frost Hansen, Prakash Padukone, Han Jian, atau Sidek Bersaudara dan sederatan pemain legendaries dunia lainnya.

• NURSIDIK

GM SBT Bantu Korban Banjir Di Jombang


TAHUN 2006

GM SBT Bantu Korban Banjir Di Jombang

SIMPATIK.
Bencana banjir dan tanah longsong di musim hujan ini kerap terjadi di beberapa kota, tak terkecuali di wilayah KANCATEL Jombang berupa banjir lumpur. Kegiatan yang simpatik selalu dilakukan oleh TELKOM sebagai wujud kepedulian kepada sesama, seperti yang dilakukan TELKOM SBT membantu korban banjir lumpur di Jombang, tepatnya di Dsn. Pengajaran Galengdowo Wonosalam sehabis sholat Jum’at (27/1).

SEMBAKO.
Bantuan yang diberikan manajemen TELKOM SBT berupa sembako. GM SBT, Badriyanto menyerahkan bantuan sembako ke SATKORLAK yang diwakili Camat Wonosalam. Menurut Pak Camat, bahwa daerah yang paling parah mengalami bencana adalah Wonosalam. Bencana ini sempat menghanyutkan utilitas TELKOM berupa 4 tiang besi dan Kabel Udara, KU 100” dan 10", tak terkucali tiang PLN hanyut dan tumbang.

Setidaknya terdapat Kabel Telepon 2 KM Putus, 100 SST Lumpuh. Fasilitas telepon yang mengalami gangguan tersebut berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngoro, Jombang. Ada dua titik kabel yang putus yakni sepanjang 500 meter dan 1.500 meter. Kerusakan sudah teridentifikasi dn recovery telah dilakukan. Sebagian pelanggan di sekitar lokasi banjir sudah dimigrasikan dari Wireless Local Loop (WLL) ke Flexi.

Sementara itu, untuk memudahkan koordinasi petugas dalam penanganan korban banjir di Jombang, Telkom juga menyiapkan fasilitas telepon Flexi seperti halnya disiapkan Telkom di lokasi banjir bandang dan tanah longsor di Jember. Setiap ada bencana atau musibah, TELKOM selalu hadir pertamakali, bukti simpati TELKOM kepada lingkungannya.

• NURSIDIK

SBT : Setelah 3 ½ Bulan, PKL SMK TELKOM Purwokerto Berakhir


TAHUN 2006

SBT : Setelah 3 ½ Bulan, PKL SMK TELKOM Purwokerto Berakhir

DUA JURUSAN.
Sebanyak 23 siswa siswi SMK TELKOM Purwokerto mengakhiri PKL – Praktek Kerja Lapangan di TELKOM SBT, Kamis (26/1). Wahyu sebagai koordinator PKL dari SMK TELKOM yang diterima oleh Off.2 Pelayanan SDM, Yudi di Gedung OPMC SBT lantai-III mengatakan, bahwa siswa yang PKL dibagi 2 jurusan, yaitu : Teknik Informatika dan Jaringan Akses.

Wahyu dalam kesempatan pamitan tersebut mengucapkan terimakasih kepada TELKOM SBT atas kerjasama yang baik selama ini, sehingga para pelajar SMK TELKOM dapat menyelesaikan PKLnya selama kurang lebih 3 ½ bulan dengan lancar. Ke-23 siswa PKL tersebut menurut Yudi telah melakukan tugas belajarnya dengan baik. Mereka disebar ke beberapa unit kerja di Surabaya Metro, bahkan ada yang praktek di KANCATEL Jombang.

Pendidkan Sistem Ganda (PSG) dalam bentuk PKL ke perusahaan ini memang merupakan program Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS), sehingga diharapkan mampu mencetak siswa siap kerja, dan merupakan SDM unggulan. Dari model PSG diharapkan mampu mencetak SDM yang siap kerja.

DUNIA KERJA.
Menurut Wahyu, Pendidikan Sistem Ganda (PSG) adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional, yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan program pengusahaan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional. Dimana keahlian profesional tersebut hanya dapat dibentuk melalui tiga unsur utama yaitu ilmu pengetahuan, teknik dan kiat. Ilmu pengetahuan dan teknik dapat dipelajari dan dikuasai kapan dan dimana saja kita berada, sedangkan kiat tidak dapat diajarkan tetapi dapat dikuasai melalui proses mengerjakan langsung pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri.

Memang tak jarang lulusan SMK TELKOM yang diincar oleh PT. TELKOM di beberapa unit kerja. Hal ini bukan karena ia adalah milik Yayasan Sandhykara Putra Telkom, tetapi lebih kearah keahlian yang mereka miliki memang benar-benar tak perlu diragukan. Terbukti memang tenaga lulusannya sangat diperlukan.

• nursidik

GCC SBT, Serahkan Beasiswa Anak Asuh Gapai Cita-Cita


TAHUN 2006

GCC SBT, Serahkan Beasiswa Anak Asuh Gapai Cita-Cita

BEASISWA.
Sejalan dengan program perusahaan, yaitu GCC – Good Corporate Cityzenship yang salah satu implementasinya berupa pemberian beasiswa kepada anak asuh, maka PT. TELKOM KANDATEL Surabaya Timur pada hari Kamis (26/1) bertempat di Ruang Committed 2U Gedung OPMC Lantai-IV Jln. Ketintang 156, Surabaya telah menyerahkan beasiswa tersebut kepada sejumlah siswa siswi berpotensi namun tidak mampu dari sisi ekonomi.
Tanggung jawab terhadap lingkungan tetap dipegang teguh, sebab sebagai bagian dari masyarakat yang dinamis, TELKOM senantiasa menunjukkan komitmen yang tinggi untuk berkiprah di kegiatan kemasyarakatan.
JUMLAH SISWA.
Setidaknya terdapat 72 murid/pelajar yang merupakan harapan Bangsa & Negara terbantu untuk melanjutkan sekolahnya sebab siang itu mereka menerima bantuan dari TELKOM SBT. Dari 72 pelajar ada sejumlah 23 murid SD masing-masing menerima Rp. 150.000,- per semester, 24 murid SLTP @ Rp. 200.000,- per semester, 24 murid SLTA @ Rp. 300.000,- per semester. Total beasiswa yang diberikan adalah sebesar Rp. 15.450.000,- (limabelas juta empatratus limapuluh ribu rupiah).

GAPAI CITA-CITAMU.
Manager Support, Suroso turut menyaksikan penyerahan beasiswa tersebut yang dilakukan secara simbolis kepada 6 orang pelajar. GM TELKOM SBT, Badriyanto dalam sambutannya, antara lain mengatakan, bahwa beasiswa ini adalah salah satu bentuk kepedulian TELKOM kepada dunia pendidikan. Gapailah cita-citamu setinggi langit agar berguna bagi orang tua, nusa, bangsa dan negara. Pertahankan prestasimu agar bantuan berupa beasiswa ini terus mengalir, pintanya kepada para pelajar yang beberapa diantaranya didampingi orang tuanya.
TELKOM sangat peduli kepada masyarakat lingkungannya dan memang telah digariskan Corporate dalam program GCC Tapi ingat, bahwa yang berprestasilah yang akan dibantu, maka adik-adik harus rajin dan tekun belajar, jangan sampai beasiswa ini tak diterima lagi gara-gara tidak berprestasi, lanjut Badri mengingatkan.

Dari 72 pelajar yang menerima beasiswa diantaranya ada yang anaknya SATPAM, Cleaning Service, serta masyarakat tak mampu sekitar lingkungan kantor. Para pelajar ini membuktikan prestasinya dengan meraih ranking 1 sampai dengan 3. Keterangan tak mampu dibuktikan dengan surat keterangan RT/RW setempat. Selamat dan terus belajar adik-adik,…raih prestasimu setinggi-tingginya.

• nursidik

CDC/PKBL TELKOM SBT Diaudit Akuntan Publik


TAHUN 2006


CDC/PKBL TELKOM SBT Diaudit Akuntan Publik

PENGELOLAAN.
Manajemen atau pengelolaan Pembinaan Industri Kecil TELKOM SBT yang bernama CDC/PKBL (Community Development Centre/ Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) saat ini sedang diuji alias diaudit oleh sebuah lembaga profesi independen/Auditor Eksternal, yaitu Akuntan Publik “Z.ARIFIN” dimulai tanggal 23 Januari 2006 hingga 12 Februari 2006.

Audit ini mencerminkan transparansi sampai sejauh mana pengelolaan CDC/PKBL dilakukan, mulai penggunaan/penyaluran dana sampai bisnis prosesnya. Untuk TELKOM SBT, mulai dari 2002-2005 terdapat 50 Mitra Binaan yang akan disampling sebesar 10 % diprogramkan diudit langsung ke lokasi. Dua orang Auditor, yakni Taat Sugandi dan Rachmat Nugraha didampingi Manager CDC/PKBL DIVRE-V (Nur Endah Rini) dan Manager Support SBT (Suroso) meminta beberapa data kepada Officer CDC/PKBL SBT, Hady Susanto.

LOKASI AUDIT.
Audit Items/Subject Plan meliputi audit compliance terhadap aturan dan audit keuangan CDC Divre dan Datel. Menurut Rini, selain DATEL SBT, juga SBB dan Malang. Namun tidak menutup kemungkinan DATEL Madiun dan Jember juga akan ditinjau. Jadi diharapkan agar kedua Datel tersebut siap-siap ditempat.

NUNGGAK.
Auditor mengamati / memeriksa Laporan pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang meliputi kelengkapan proposal pengajuan, hasil survey kelayakan, usulan ke Divre, penyaluran ke mitra, Bukti transfer ke mitra, kartu kendali setiap mitra binaan, laporan ke Divisi tentang penyaluran dan batal, Bukti transfer angsuran dan batal ke Divisi, laporan penggunaan dana (PK dan BOP) sesuai format laporan bulanan, laporan penggunaan dana BL disertai evidence (proposal, persetujuan dan bukti penggunaan / kuitansi), laporan penggunaan BOP disertai bukti penggunaan (sppd, bon bensin dll), laporan collection mitra binaan, sampai tindak lanjut pada mitra yang nunggakpun ‘dikoreknya’ (eviden atau bukti telpon atau surat pemberitahuan), detil sekali.
• NURSIDIK

Mojokerto Bidik Target, “Patih Gajah Mada” serahkan Panah ke DGM SBT


TAHUN 2006

Mojokerto Bidik Target, “Patih Gajah Mada” serahkan Panah ke DGM SBT


Masih ingat kerajaan Mojopahit yang didirikan tahun 1294 oleh Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jayawardana yang merupakan keturunan Ken Arok raja Singosari mencapai puncak kejayaannya di masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350-1389) ? Nah, rupanya Manager TELKOM Mojokerto, Arif Irfansah ‘kecipratan” kebesaran kerajaan Mojopahit, sehingga seluruh jajarannya siap mengamankan target 2006.

Kebesaran kerajaan ditunjang oleh : pertanian sudah teratur, perdagangan lancar dan maju, memiliki armada angkutan laut yang kuat, dipimpin oleh Hayam Wuruk dengan patih Gajah Mada. Di bawah patih Gajah Mada Majapahit menaklukkan daerah lain ia mengucapkan Sumpah Palapa yang berbunyi : Ia tidak akan makan buah palapa sebelum berhasil menyatukan seluruh wilayah Nusantara.

Inilah yang menjadi inspirasi jajaran TELKOM Mojokerto mempersatukan seluruh sumber daya. Sang Patih Gajah Mada, yang juga panglima ahli perang, the power of Patih Gajah Mada adalah mempersatukan Nusantara, dan The Power Of Target 2006.

Pagi ini (24/1) mengawali tahun 2006 laskar Mojopahit membuat meomentum baru dengan thema Mojo Going To 175 K (MGT175K) sebagai upaya mendukung pencapaian 1 juta pelanggan yang diprogramkan oleh Kandatel Surabaya Timur. MGT175K merupakan program terpadu Kancatel Mojokerto dari Flexi 162 K, POTS 10K dan Speedy 3 K yang pagi tadi di saksikan oleh DGM SBT, Muhammad. Firdaus mewakili manajemen Kandatel SBT untuk berkomitmen “mensupport” dan meraih 175K pelanggan dari kancatel Mojokerto.

Acara apel pagi tadi juga digelar “fragment” peluncuran MGT175 dimana digambarkan “reinkarnasi” Patih Gajah Mada menyerahkan panah beserta busur kepada DGM kemudian mengarahkan ke tengah lingkaran yang terdapat angka 175K sebagai sasaran dengan diringi gending Jawa. Kemudian dengan tangkas DGM melepas busur dan tepat di sasaran, tepuk tangahnpun riuh dari seluruh peserta apel.

Bicara masalah target, DGM dalam arahnnya menghimbau, bahwa target harus dibuat setinggi mungkin, ini ibarat bagian dari mimpi yang dengan segala daya upaya harus kita capai. Kalau kita mempunyai target berjalan kaki hanya mampu sampai di Jember, maka target kita bisa berjalan kaki ke Denpasar, karena apabila gagal sampai di Denpasar kemungkinan kita sampai di Gilimanuk, berarti kita telah melewati target kemampuan yang hanya sampai di Jember.

Dalam era kompetisi ini bukanlah yang besar makan yang kecil tetapi yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Pola kerja kita saat ini harus berubah dari sebelumnya. Kalau Flexi ingin mencapai target, bina outlet-outlet yang ada, penuhi kebutuhan staterpack (SP) dan voucher Flexi jangan sampai didahului oleh competitor. Karena begitu SP kita habis pelanggan akan mencari yang lain, dan apabila yang lain sesuai dengan keinginannya, maka mereka sulit untuk kembali ke kita (Flexi). Maka Mojokerto ini adalah satu-satunya Kancatel di SBT yang telah “starting” lebih cepat dari Kancatel yang lain. Bahkan telah mencanangkan target dan sasaran, berikut kekuatan personil yang ada untuk mencapai tujuan, lanjut DGM. Ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada jajaran Mojokerto bahwa dalam rangka mendukung 1 juta pelanggan, Mojokerto dengan “laskar” Mojopahitnya telah memulai dan mengawali program kerjanya. Namun DGM berpesan agar “starting” ini juga akan diikuti oleh keberhasilan lebih awal dari Kancatel lainnya yang juga sudah mulai mengatur strategi.

Dalam kesempatan ini juga Manajer Kancatel Mojokerto Arif Irfansah menyerahkan buku yang merangkum action plan Mojo Going To 175 kepada DGM, M. Firdaus. Setelah memimpin apel DGM meluncur ke Plasa A Yani guna melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan masjid Plasa A Yani. Pada kesempatan ini DGM berkesempatan mengisi kotak amal dan diikuti oleh peserta yang lain.(nanang “calvine” kristyo).

Kursus PR, A VALUES-DRIVEN APPROACH


TAHUN 2006

Kursus PR, A VALUES-DRIVEN APPROACH

The Power of Communication dapat memberi ‘public opinion’ yang mampu memaintain kredibilitas Corporate Image atau sebaliknya. Demikian antara lain dikatakan oleh Magdalena Wenas selaku Fasilitator PR EXECUTIVE PROFESSIONAL DEVELOPMENT COURSES A one day workshop on PUBLIC RELATIONS A VALUES-DRIVEN APPROACH : SEPARATING FACT FROM FICTION, Senin (23/1) di Santika Hotel, Jakarta. Kursus dan workshop ini diikuti oleh 15 peserta dari PR TELKOM, 1 dari SCTV dan 1 lagi dari IM2.

Dikatakan sebagai The Power of Communication, sebab ia merupakan fungsi yang tak terpisahkan dari konteks Corporate Image. Magdalena mendiskusikan cukup dalam tentang bagaimana “public opinion terbentuk (is formed), its wise to look at the process of communication which consist of : Noise, Source, Message, Channel, Receiver and Feedback”. Dalam pelatihan ini juga ada Case Study yang membuat ‘puyeng’ para peserta, sebab memang case yang dilempar berdiri diantara Fact And Fiction (kenyataan dan fiksi).

Sejarah komunikasi, bentuk komunikasi, bahkan definisi PR dari masa ke masa mewarnai materi yang disajikan. Dialog intreraktif antara Fasilitator dan para Peserta cukup membuat suasana hidup penuh semangat. Apalagi menyoal ke masalah strategi bagaimana JURBIR RI-1 soal kenaikan BBM tempo hari. JURBIR memang identik dengan fungsi PR.

Ternyata fungsi-fungsi yang menjadi “gawean/Job” PR cukup banyak sesuai dengan program outline yang disampaikan Magdalena yang juga sebagai Founder and CEO of MPR Consultant Indonesia, antara lain : - Foundations of Public Relations : Theory versus Reality - Values-Driven Public Relations: Actions Speak Louder Than Words - The Role of Values: Whose Values Should You Follow ? - The Power of Communication : Persuasion and Public Opinion,
- Challenges to Ethical Behavior : Ethics Audit - The Potter Box.

Public Opnion Checklist menjadi sangat penting untuk diketahui oleh seorang PR. How to influence public opinion – 10 key guide-lines you should remember, tegas Magdalena yang juga berlatar belakang psikologi. Yang penting ialah KISS – Keep It Simple and Straight. Hubungan Opinion Leader, Mass Media dan Public sampai kepada Ethical Environtments and Behaviour juga harus disiasati.

Dalam kesempatan tersebut, Magdalena juga menjelaskan, bahwa fungsi PR harus integrated dengan fungsi Marketing, sebab apakah itu produk atau Brand akan selalu berkaitan satu sama lain. Diakhir sesi, dijelaskan perkembangan PR hingga pada abad modern menjelma menjadi sebuah Corporate Communication (Komunikasi Perusahaan) yang sering menjadi JURBIRnya korporat.. Disini peran PR dan Marketing menjadi benar-benar terintregrasi. Reputasi korporat harus dipertaruhkan.

• NURSIDIK

Forum Feedback Ala Manajemen SBT, Lesehan


TAHUN 2006

Forum Feedback Ala Manajemen SBT, Lesehan

KOMUNIKASI.
Manakala komunikasi dua arah dilakukan secara terjadwal rutin dalam organisasi antara Manajemen dengan karyawannya, maka ini sudah merupakan sebua ‘value added’ dalam sebuah organisasi, terjadi “mutual understanding”, seperti yang dilakukan oleh TELKOM SBT pada hari Senin (23/1) di lantai-4 Gedung OPMC Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Terlepas dari materi yang di “capture” dapat diterima 100 % atau dibawahnya, tetapi paling tidak upaya untuk mencapai tujuan dalam organisasi tersebut dapat dikomunikasikan secara jelas, sehingga dalam pelaksanaan tugas di lapangan dapat berjalan sesuai dengan bidang dan job masing-masing.

Khusus menyangkut materi yang berkaitan dengan target, maka komunikasi ini menjadi hal yang sangat penting dan harus dilakukan, sebab untuk mencapainya perlu paparan dari manajemen sebagai figure sentral yang akan dilaksanakan oleh seluruh jajaran organisasi, termasuk SEKAR. Dari sisi jajaran organisasi tentu perlu dukungan manajemen untuk mencapainya.

Dalam forum ‘feedback’ tesebut selain manajemen (GM) bicara, kesempatan bicara juga selalu diberikan kepada seluruh jajaran. GM TELKOM SBT, Badriyanto dalam setiap kesempatan pertemuan selalu melempar ke ‘floor’ agar perwakilan dari pegawai menyampaikan masukan yang perlu bagi manajemen. Upaya membangun komunikasi dua arah memang sudah menjadi tekad manajemen.

ESENSI.
Ada 3 esensi dalam pertemuan Forum ‘feedback’ tersebut, yakni : Penandatanganan KM (Kontrak Manajemen), Her-Registrasi SEKAR SBT yang sudah terdaftar sebanyak 425 anggota & bersedia juga bayar iuran, sehingga secara administrasi ada keutuhan organisasi (all management & karyawan adalah SEKAR). Dengan demikian Ketua DPD SEKAR SBT, Dwi Anggara berani memprokamirkan Datel SBT sebagai “DATEL SEKAR”.

Karena Manajemen sudah jelas KM-nya, Karyawannya sudah jelas organisasinya serta bersatu, maka BERARTI PERSEPSINYA SUDAH SAMA, saatnya sekarang seluruh elemen organisasi “DO IT” untuk dapat DUIT, artinya menunjukkan kinerja demi target revenue, demi eksistensi perusahaan TO BE THE WINNER yang ujung-ujungnya peningkatan kesejahteraan karyawan.

Dalam kesempatan tersebut, Manager Marketing, Marnoto mempresentasikan scenario pemasaran 1 juta pelanggan, kemudian GM SBT presentasi soal REOG (Reorganisasi), sedangkan Ketua SEKAR DPD SBT memproklamirkan SBT sebagai “DATEL SEKAR” serta ajakan DO IT. Tanya jawab dilakukan oleh 3 orang karyawan.

• NURSIDIK

GM SBT MENGADAKAN SOSIALISASI TRANSFORMASI ORGANISASI TELKOM DI CATEL SIDOARJO


TAHUN 2006

GM SBT MENGADAKAN SOSIALISASI TRANSFORMASI ORGANISASI TELKOM DI CATEL SIDOARJO


Hari ini Rabu 18 Januari 2006 Kancatel Sidoarjo kedatangan tamu istimewa dari Datel SBT dalam rangka Sosialisasi Tramsformasi Organisasi Baru.
GM Sbt Bapak BADRIYANTO berkesempatan untuk bertatap muka dengan seluruh karyawan Kancatel Sidoarjo dan sekaligus mengadakan Sosialisasi mengenai Struktur Baru, GM Sbt memaparkan beberapa prakata yang disampaikan oleh para Komisaris dan Direksi telkom mengenai reorganisasi ini antara lain :
Seluruh karyawan harus siap menghadapi perubahan karena perubahan ataupun Transformasi merupakan suatu segmen yang harus terjadi, karena perubahan merupakan sesuatu yang akan selalu terjadi di dalam tubuh suatu organisasi, tapi yang terpenting adalah dalam perubahan harus ada clear management dan clear leadership ( Arif Arryman ).
Pada perinsipnya kita tidak perlu terlalu takut terhadap transformasi mari kita bangun bisnis yang profitable dengan tetap menjadi Good Corporate Citizenship, jika kita sudah bias think simple,exchanges akan dapat kita rangkul dengan positif, dan bukan menjadi sesuatu yang terpaksa ( Arwin Rasyid ).
Karena kita semua adalah asset perusahaan, maka jadilah asset yang punya integritas, punya dedikasi , karyawan yang bias memberikan kontribusi kepada perusahaan. Dan dalam menghadapi perubahan ini kita harus benar benar kompak, karena kekompakan diperlukan untuk membangun perusahaan ini ( Garuda Sugardo ). Untuk mengendalikan perubahan yang substansial, kita bias mulai dari hal yang simple. Misalnya dalam melakukan evaluasi kita terkadang masih dishonest. Hal ini merupakan suatu masalah.Oleh karena itu hal ini dapat menjadi clue kita untuk berubah. The root of the problem adalah, antara Reward dan Avaluation tidak cocok. Apabila kita sepakat, buktikan apakah kita bias berubah dalam evaluasi kinerja 2005 ?. Jika kita sudah berani untuk mengimplementasikannya sebagai kesepakatan bersama, saya tidak kawatir terhadap perubahan yang akan terjdai di depan. Karena dengan demikian kita sudah bias mengapresiasi SDM dengan baik ( Rinaldy Firmansyah ).
Dari pemaparan diatas kata GM bahwa reorganisasi yang terjadi agar kita bias merubah paradigma dulu Telkom masih bias seenaknya dalam memberikan layanan ke pelanggan karena saat itu Telkom masih manopoli, tapi sekarang kompetitor sudah benyak dan pelanggan memiliki pilihan yang banyak dalam menentukan produk kalu kita tidak pinter pinter dalam melayani pelanggan maka habislah riwayat Telkom lagi kata GM saat ini kompetitor di Jawa Timur sudah ada sebanyak 19 kompetitor dan perusahaan ini harus siap untuk menghadapi kompetitor, karena itu GM mengajak seluruh karyawan catel

Sidoarjo harus Fokus kepada Customer dan perlakukanlah Customer itu sebagai teman atau sahabat kalau namanya teman bila ada kesulitan harus dibantu, Jika ada Customer yang datang ke Serpo atau plasa kita sebagai orang Telkom sudah menjadi kewajiban untuk memberikan yang terbaik, kedepan GM berharap Plasa Telkom bisa berpungsi seperti Plasa Tunjungan, banyak dikunjungi pelanggan, ada diskon dan berbagai macam produk, menyinggung keberadaan Plasa Telkom Sidoarjo GM akan mencarikan dana untuk mangadakan rehab agar kembali bernuansa Telkom ( KD.15 ). Di sela sela sosialisasi GM juga menyinggung masalah target di Tahun 2006, target memang berat tapi kalau beban berat ini kita piker dan kerjakan bersama sama niscaya akan menjadi ringan, ingat kata Pak Garuda kita harus kompak karena dengan bermodal kekompakan berapun besar target yang diberikan kepada kita Insya Allah akan tercapai Amin………
Sosialisasi diakiri dengan Tanya jawab yang bertindak sebagai moderator adalah Manager Catel Sda, ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh teman teman antara lain mengenai tariff dasar BPFP, kapan Speedy di Sidoarjo dibangun serta bagaimana dengan rekan yang reorgnisasi dulu mengalami anomaly. Semua pertanyaan dari karyawan dapat dijawab dengan lugas oleh GM sehingga seluruh karyawan yang hadir merasa puas dan penuh semangat untuk menyongsong hari depan yang penuh dengan tantangan, Dalam sambutannya terakhir GM mengajak seluruh karyawan untuk dapat selalu bekerja secara happy dan berbuat yang terbaik untuk perusahaan, bangsa dan negara.

Bynayawsda

SBT : Memasuki Tahapan Reorganisasi UBIS


TAHUN 2006

SBT : Memasuki Tahapan Reorganisasi UBIS

TAHAPAN.
Sejumlah tahapan harus dilalui, ketika sebuah organisasi mengalami perubahan, seperti yang dilakukan oleh beberapa Unit Bisnis (UBIS) di DIVRE-V. Seluruh Manager UBIS (Jasnita, Internet, Multimedia) dan SM YANMAS DIVRE-V pada hari Selasa (17/1) mengadakan pertemuan dengan GM TELKOM SBT di Gedung OPMC lantai-4, Jln. Ketintang 156, Surabaya untuk membahas tahapan tersebut, sehingga begitu organisasi menjelma ke bentuk yang baru, maka operasional diharapkan tetap lancar.

SM YANMAS, Iskriono sebagai Advisor, Fasilitator, Mediator dan Moderator, sedangkan GM SBT, Badriyanto adalah sebagai tuan rumah yang bakal kedatangan SDM yang berasal dari beberapa UBIS tersebut. Selain pembahasan soal SDM Non Organik, Job, dan Infrastruktur mereka membahas juga masalah yang tak kalah penting sebab menyangkut sebuah system, yaitu masalah “Bisnis Proses”. Kita maklumi, bahwa operasional adalah selalu berhubungan dengan definisi proses bisnis. Jadi yang dilakukan oleh para Manager UBIS ini merupakan langkah penting strategis dalam menggapai “The Next Procces”.

MEMILIH DAN MEMILAH.
Mereka juga memilah dan memilih mana yang berfungsi sebagai PO dan mana yang DC (Purchasing Order & Distribution Channel). Bisnis Proses Provisioning, Fault Handling, dan sejenisnya yang berkaitan dengan Customer dibahas agar pelayanan ke customer tidak mengalami gangguan alias tetap prima. Hal-hal yang berkaitan dengan operasional dan yang menyentuh langsung ke pelanggan mendapat penekanan khusus, bahkan direncanakan akan diangkat ke Workshop yang akan dilaksanakan pekan depan.
Koridor dalam memilah dan memilih ini ada dua, yaitu pandangan fungsional, bersandarkan pada hirarki bisnis sebagai model utama bisnis, kemudian pandangan proses, berfokus pada kerja itu sendiri ketimbang struktur organisasi dalam mengatur kerja. Diharapkan ada kejelasan dalam pemilahan ini, alias tidak ngambang.
Materi yang disajikan sangat detil dan teknis serta data yang ‘dilempar’ untuk dianalisa, didiskusikan cukup sistematik. Hal ini merupakan bagian dalam upaya membantu memecahkan masalah-masalah pembuatan keputusan penting dalam bisnis sebelum memasuki transformasi ke New Organization nanti, agar …smooth……tak ada gejolak.

INTEGRATED BISPRO.
Semua permasalahan yang merupakan titik kritis sudah dianalisa dan teridentifikasi, penentuan desain bisnis proses yang dibahas sebenarnya sudah jadi, hanya saja dalam pertemuan tersebut tinggal memberikan ‘sentuhan’ atau ‘polesan’ sesuai dengan kondisi operasional secara riil di DATEL, sehingga merupakan “integrated Bisnis Proses”.

• NURSIDIK

GM SBT Kunjungi Keluarga Almarhum SATPAM


TAHUN 2006

GM SBT Kunjungi Keluarga Almarhum SATPAM

Pada hari Selasa (17/1) GM TELKOM SBT, Badriyanto dan Manager Support, Suroso, serta Ketua SEKAR DPD SBT, Dwi Anggara mengunjungi keluarga almarhum Setyo Winarno, anggota SATPAM STO Rungkut-II di kediamannya Jln. Pondok Jati Blok Q No. 36, Sidoarjo. Maksud kunjungan selain ikut turut berbela sungkawa, juga ingin meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dengan sedikit memberikan bantuan dari Manajemen.

Dalam kesempatan tersebut, Badriyanto atas nama Manajemen dan seluruh karyawan dan karyawati mengucapkan turut berduka cita semoga arwah almarhun diterima disisi Allah SWT, diampuni dosanya. Dan diterima segala amalannya. Khusus bagi keluarga yang ditinggal dido’akan agar diberi kekuatan iman dan taqwa dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

Takziah manajemen TELKOM SBT di rumah duka diterima langsung oleh istri dan kakak almarhum. Suasana duka masih menyelimuti keluarga almarhum sebab memang masih belum 7 harinya atau masih 4, tepatnya meninggal dunia pada hari Sabtu (14/1). Kehadiran manajemen sedikit banyak dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, apalagi almarhum adalah ‘tulang punggung’ keluarga. Anaknya baru satu yang sudah mendahului ‘dipanggil” olehNYA, kembali ke Rahmatullah.

Kematian adalah takdir Illahi, segala yang hidup akan mengalami kematian, untuk itu manajemen sedikit menghibur keluarga, agar mengikhlaskan kepergian suaminya. Sering-sering berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT agar kegelisahan tidak berpanjangan, untuk menyongsong hari esok.

• NURSIDIK

GM TELKOM SBT Terus “Update” Teknologi IT


TAHUN 2006

GM TELKOM SBT Terus “Update” Teknologi IT

Teknologi IT sangat besar perannya terhadap keberhasilan TELKOM SBT, sebab ia mampu menghadirkan seluruh aktivitas dan pelaporan secara “real time”. Dari sisi QCSDM (Quality, Cost, System, Delivery and Methode) memang memberikan banyak keuntungan. Untuk itulah bertempat di “WAR-ROOM” pada hari Selasa (17/1) GM TELKOM SBT, Badriyanto beserta DGM, M. Firdaus mengundang 4 orang anak-anak muda jebolan STM TELKOM untuk mendiskusikan rencana “Update” PORTAL TELKOM SBT, baik dari sisi tampilan, maupun sisi konten.

Tenaga-tenaga “fresh” para generasi muda ini diarahkan GM untuk menciptakan program-program unggulan, terutama yang berkaitan dengan Pelaporan ON LINE. “Program-program yang sudah ada perlu di UPDATE”, kata Badriyanto. Target sejuta pelanggan untuk 2006 ini perlu kita kawal dengan teknologi IT. Kita pantau aktivitas Sales di lapangan secara ‘real time’, sehingga kalau kita memetakan kekuatan kompetitor akan lebih akurat lagi. Banyak perkiraan-perkiraan serta trend bisnis yang bakal terjadi cukup melalui pantauan layar monitor.

Dari sisi data kompetitor dan komposisi perbandingan ‘market share’ cukup dipantau dari layar monitor saja. Nanti Pak Firdaus yang akan melakuka pemantauan, tambahnya. Keberhasilan Sales dan kendala di pasar juga dapat terpantau harian. Pencapaian yang kritis agar berwarna merah, yang bagus biru dan seterusnya. Selain berwarna merah, maka juga akan dapat terkirim via SMS, sehingga setiap detik kita selalu pantau. Tampilan depan harus menarik, tampilkan seluruh informasi actual kegiatan TELKOM SBT, sehingga rekan-rekan para user rajin membuka portal kita dan betah melototin data.

Berbicara tentang teknologi informasi maupun teknologi komputer memang sangat menarik dan merupakan kebutuhan telekomunikasi yang paling utama disetiap perusahaan. Segala keputusan manajemen dapat segera diambil dengan cepat, sebab evaluasinya juga cepat, laporannya ada harian, mingguan dan bulanan, sehingga kita dapat mengevaluasi setiap saat sesuai dengan kebutuhan. Untuk analisis peta peran kompetitor cukup kita lakukan mingguan.

Persoalan keamanan data (secure data), cukup dengan password yang hanya diketahui leh user tertentu saja, jelas Badri. Kita berharap impian sejuta pelanggan tahun 2006 ini dapat kita raih, pemicunya adalah jaringan internet yang kita tampilkan melalui portal TELKOM SBT secara ‘real time’.

• NURSIDIK

Minggu, 22 Agustus 2010

TELKOM SBU Antara Grebeg Customer Dan Takjil


TAHUN 2010

TELKOM SBU Antara Grebeg Customer Dan Takjil

Bulan Puasa Ramadhan 1431-H merupakan bulan suci, bulan ibadah bagi Ummat Islam yang penuh dengan ujian iman. Bisnis TELKOM di bulan suci ini juga dikemas sedemikian rupa, sehingga selain memiliki nilai bisnis juga memiliki nilai ibadah. Pengemasan aktivitas Grebeg Customer misalnya sarat akan nuansa puasa, apalagi menjelang Maghrib Tim Marketer Grebeg Customer TELKOM SBU membagikan takjil kepada masyarakat sekitar Jln. Ploso Timur pada hari Sabtu dan Minggu (21/22-08).

Antara bisnis dan ibadah memang harus dikemas, sebab pada prinsipnya manusia bekerja itu adalah sebuah ibadah. Apalagi dalam membagikan takjil ini memiliki arti tersendiri bagi kepedulian sosial, sebab TELKOM tidak hidup sendiri, tetapi hidup bersama masyarakat yang nota bene adalah para customer maupun calon customer. Umumnya, nuansa Ramadhan bahkan memiliki peluang bisnis tersendiri bagi pebisnis, hal ini dapat kita lihat dan buktikan betapa seluruh Mall menghias seluruh sisi dengan ornamen nuansa puasa.

Kebutuhan masyarakat selama bulan puasa dan menjelang lebaran selalu meningkat, termasuk kebutuhan gaya hidup. Untuk itulah jika kita jeli memanfaatkan momentum ini, maka tak heran jika masyarakat yang konsumtif akan membeli produk kita. Diprediksi kebutuhan gaya hidup akan menonjol dalam lebaran tahun ini, seperti ingin membeli HP baru, ingin internetan dan sebagainya.

Keseimbangan antara bisnis dan ibadah akan berdampak baik bagi perusahaan, sebab masyarakat akan lebih simpatik dan hal ini merupakan “the promotion of high quality safe services”. Tak hanya itu, sebab aktivitas di bulan puasa ini dengan cara bagi-bagi takjil ini juga merupakan “supporting equality, human rights and social inclusion”. Semoga dengan bagi-bagi takjil ini bisnis kita lebih barokah. **bukan-diksi.

Foto : Salah seorang Marketer sedang membagikan takjil di Ploso Timur (21/8).

KANDATEL Malang Benchmark Ke SBT Tentang “ALTIMA”


TAHUN 2006

KANDATEL Malang Benchmark Ke SBT Tentang “ALTIMA”

Benchmark diakui banyak kalangan sebagai media yang praktis (Best Practice) dalam mengimprove efektifitas dan metode kerja dengan segala infrastrukturnya. Sehubungan dengan hal tersebut pada hari Selasa (17/1) KANDATEL Malang telah melakukan BENCHMARK ke rekannya di Telkom Surabaya Timur. 3 orang Benchmarker yang dikirim adalah Budhi, Cipto dan Suharyono.

ALTIMA v3.0 merupakan produk inovasi berupa perangkat untuk proses collecting data A Number dengan pengetesan 100 pair sekaligus pada satu sesi pengetesan. Keunggulan ALTIMA v3.0 di antaranya adalah : mendukung operasi secara paperless, sehingga memungkinkan data-data hasil collecting A Number dapat diolah lebih lanjut di komputer. Selain mendukung paperless, otomatisasi proses akan mempercepat pengetesan pair, karena proses dial 141, pemindahan jumper serta recording data ke memory dilakukan secara otomatis oleh sistem.

Seluruh Asisten Manajer yang ada di Ophar Akses Network SBT langsung menyambut kedatangan tamunya. Mereka dijamu secara sederhana, tapi yang lebih diutamakan adalah maksud dan tujuan Benchmark itu sendiri harus tercapai, kata Bambang Suliyadi (Basul) selaku POH Manajer Ophar Akses Network yang saat ini tengah ke tanah suci menunaikan ibadah haji.

Basul dalam kesempatan itu menjelaskan tentang sejarah ditemukannya tools yang bernama “ALAT PENDETEKSI NOMOR ANDA” atau “ALTIMA” yang kini telah distandarisasi secara regional dan nasional. Tools ini sangat membantu pelaksanaan operasional di lapangan, katanya. Sedangkan salah seorang Inovator, yaitu Nur Rachmad menjelaskan secara teknis perihal hasil inovasinya yang kini sudah diimprove pada tingkat Versi.03. Para Benchmarker sendiri meminta agar selain teori teknis, juga dapat dilakukan praktek di lapangan mengambil contoh salah satu kabinet (RK) yang dekat saja disekitar jalan Ketintang tak jauh dari Kantor DIVRE-V, Surabaya.

Spesifikasi tools yang ditemukan pada tahun 2002 tersebut dijelaskan secara detil oleh Sang Inovator. ALTIMA merupakan “The smart tools for better data validation” mampu mensolusi pekerjaan dan dari sisi waktu dan cost lebih murah dengan hasil yang maksimal. Salah satu tugas unit Data Jaringan Akses adalah memberikan data teknis jaringan paling up-to-date kepada user lainnya. Salah satu cara untuk memastikan bahwa pair kabel tertentu diduduki oleh nomor telepon pelanggan tertentu dilakukan dengan cara manual dengan men-dial 141 melalui pesawat telepon tes. Dengan demikian akan diketahui apabila ada ketidaksesuaian/anomali data teknis (urat kabel) antara di lapangan dengan di database SISKA. Hasil validasi di lapangan itu digunakan sebagai dasar untuk merubah data teknis di SISKA, sehingga akhirnya data menjadi valid, jelas Nur Rachmad.

Cara penggunaan tools ini sangat mudah, cukup dengan ‘Plug and Play’ saja, tambahnya. Pokoknya ‘easy to use’ ! Yang penting perhatikan masalah perawatan atau maintenance tools ini, sebab sangat sensitive, baik soal batterey – nya sampai kepada soal debu yang menempel. Masalah perawatan ini ditampilkan dalam bentuk “Handling & Care”.

• NURSIDIK

30 Tahun Kerja Di TELKOM Rajin Naik Sepeda Engkol


TAHUN 2006

30 Tahun Kerja Di TELKOM Rajin Naik Sepeda Engkol

Bukannya ia tak punya roda-4, tetapi nggak tau kenapa Pak Broto rajin naik sepeda engkol atau sepeda pancal. Nama lengkapnya adalah Bambang Soebroto, kelahiran Nganjuk 9 Pebruari 1955. Masuk kerja di Telkom mulai tahun 1975, dan hingga sekarang masih mengayuh sepeda antiknya untuk ngantor. Reporter pernah melihatnya sekali saja ia naik roda-4 Kijang Kapsul LGX.

Pada zaman modern sekarang ini, alat transportasi berupa sepeda engkol mulai ditinggalkan beberapa kota besar di Indonesia. Justru di Negara maju, kendaraan yang pernah memutus kejayaan kendaraan kuda dan hewan ini kerap dijumpai. Tapi itu bukan alasan Pak Broto tetap setia kepada sepeda engkolnya. Dengan bahasa terang atau secara singkat alasannya adalah jaga stamina.

Memang masuk akal juga alasan tersebut, tentu lebih masuk akal lagi jika alasan tersebut dikaitkan dengan terus melonjaknya harga BBM. Ternyata alasan ini ditampiknya pula, sebab jauh sebelum ada kenaikan BBM memang sudah dilakoni sebagai transporatsi sehat. Roda empatnya hanya untuk acara santai keluarga di hari libur saja, jelas pria berputera 3 orang anak, 2 wanita , 1 pria ini.

Model sepedanyapun bukan tergolong model sport atau yang modern, tetapi cukup antik, yaitu model kuno keluaran tahun 50-an. Jadi kalau bicara soal kebugaran atau soal penghematan, maka profil Pak Brotolah orangnya. Pancalan ini dilakoni sejak kerja di Dinas Luar hingga kini sebagai teknisi akses SUBSI CORRECTIVE MAINTENANCE COPPER AN RKT DATEL SBT

Cerita soal sepeda engkol dari masa kemasa, maka Sepeda pertama, kendaraan yang mirip scooter dari kayu dibuat oleh Conte Mede de Sivrak (Prancis) pada tahun 1790 dan diberi nama celerifere. Kira-kira tahun 1816, Baron Karl Von Drais (Jerman) berhasil menciptakan model lebih sempurna yang disebut drasine. Malah dulu sebelum ada ban udara, didahuli oleh ban mati (tanpa udara), didahului lagi oleh ban kayu, dan sebagainya…..wah panjang sekaleee…..

• NURSIDIK

Forum Dialog Dalam Perusahaan Harus Optimal


TAHUN 2006

Forum Dialog Dalam Perusahaan Harus Optimal

PENGANTAR.
Tulisan ini adalah terinspirasi oleh akan terjadinya demo besar di kota Surabaya, dimana diperkirakan ada puluhan ribu buruh pabrik akan turun ke jalan pada hari Senin (16/1). Pagi-pagi sekali para petugas LANTAS pada sibuk mengatur arus untuk antisipasi kemacetan. Radio “Suara Mitra” FM mengudarakan hal tersebut, sehingga pada pengguna jalan juga sudah mengantisipasinya menelusuri jalur- jalur aman. Tak tanggung-tanggung polisi bakal menerjunkan 3.500 personelnya ditambah dengan satu SSK dari TNI-AL dan TNI-AD on call.

Maraknya unjuk rasa kaum pekerja, buruh dan karyawan semakin marak saja. Mulai dari puluhan, ratusan, bahkan ribuan pekerja turun ke jalan sebagai “DPR Jalanan” untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutannya. Kerap kali aksi para pengunjuk rasa ini memacetkan lalu lintas yang membuat kelabakan para petugas LANTAS termasuk pengguna jalan umum, sehingga mengurangi kenyamanan, apalagi jika dilakukan ditengah teriknya matahari, udara menyengat, asap knalpotpun menyesakkan pernafasan.

Beberapa pakar mengomentari aksi-aksi ini dan menilai, bahwa jika forum dialog internal antara Pengusaha, Manajemen atau Majikan dengan para Pekerja, Buruh atau Karyawan dilakukan secara optimal, maka aksi turun jalan ini dapat dieliminir. Setiap kebijakan perusahaan yang menyangkut atau berdampak, baik langsung atau tidak langsung terhadap karyawan, maka selayaknyalah mengajak perwakilan karyawan duduk bersama untuk dialog atau musyawarah. Manakala dialog internal ini dilakukan secara maksimal dan optimal, maka aksi-aksi tersebut otomatis akan tidak ada. Musyawarah dan mufakat menjadi semakin penting didalam hubungan industrial ini.

Hal inilah yang sering dilupakan oleh beberapa perusahaan terhadap karyawannya yang nota bene adalah sebagai tenaga penggerak dalam memajukan perusahaan ditengah era persaingan yang semakin ganas belakangan ini. Bukankah yang mengawal program-program strategic perusahaan adalah seluruh karyawan, bukan orang lain ? Dengan dialog, maka akan terjadi sinerji yang memang sangat diharapkan sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama yang telah disepakati. Apabila terjadi pengingkaran sepihak terhadap Perjanjian ini, maka otomatis akan terjadi friksi dalam perusahaan yang tentu membawa berdampak. Terutama buruh pabrik yang memang selama ini sering melakukan aksi demo turun jalan yang membawa dampak, juga sering diakibatkan oleh hal tersebut diatas.

Mungkin masih segar dalam ingatan kita dimana ratusan Kades se Indonesia beberapa waktu lalu turun ke Ibukota. Mereka menuntut kepada pemerintah, agar status pegawai negeri mereka ditetapkan, tidak ngambang selama bertahun-tahun. Kita masih ingat juga bahwa guru, dosen, bahkan wartawanpun pernah melakukan aksi demo juga yang mewarnai sejumlah media. Ini menunjukkan, bahwa demo bukan monopoli kaum buruh saja. Jika sebelumnya terjadi dialog atau komunikasi internal dengan jalur komunikasi yang solutif, maka mustahil terjadi gejolak yang tak diinginkan.

Misalnya ada kebijakan efisiensi, maka perusahaan harus benar-benar peduli dan selalu memperhatikan terhadap berbagai hal yang tentunya bersifat
kemanusiaan (SDM) dan dampaknya terhadap tujuan peningkatan efisiensi itu sendiri. Harus dijelaskan pula bagaimana “scenario plan” tumbuh dan berkembangnya. Jadi masalah efisiensi ini memang penting, tetapi bukan berarti ia mampu menjustified untuk melakukan segala cara.
Kalau karyawan sudah yakin, bahwa perusahaan harus berjalan sesuai dengan ‘road map’ atau ‘track’ yang benar, maka karyawan pasti akan mengawal agar perusahaan mampu tumbuh dan berkembang di tengah persaingan, dimana para pesaing sudah mengepung dan melakukan serangan mulai dari kota sampai ke daerah-daerah. Tidak ada ruginya berkomunikasi dan berdialog dengan karyawan secara sinerji, terjadwal dan tidak “angin-anginan” saja, malah hal ini bisa merupakan ‘value’ tersendiri, atau katakanlah sebuah “Value Creation”. Tanpa komunikasi yang baik, maka akan terjadi “bom waktu”.
Manakala ada masalah-masalah strategis, maka penggelaran forum dialog dengan perwakilan karyawan sudah menjadi kebutuhan bagi setiap perusahaan dalam hubungan industrial. Bukankah untuk mendongkrak “business performance” perlu keterlibatan semua unsur organisasi. “Sustainable Growth” tidak dapat dilakukan dengan baik, bila tak dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan segenap elemen organisasi dalam perusahaan. Manajemen harus mampu menjawab keinginan para ‘manusia’ agar perusahaan benar-benar menjadi perusahaan fit, sehat dan lincah serta mampu bersaing. Apalagi kalau itu adalah sebuah perusahaani bisnis dan bersifat komersial yang mengutamakan kepuasan pelanggan.
Memang, dengan berkembangnya industrialisasi dan merebaknya berbagai macam permasalahan hubungan Industrial, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang no.2 /2004 sebagai dasar hukum untuk menyelesaikan masalah hubungan industrial. Undang-undang ini mencabut Undang-undang sebelumnya yaitu Undang-undang nomor : 22 tahun 1957 tentang Penyelesaian Perselisihan Perburuhan dan Undang-undang nomor : 12 tahun 1964 tentang Pemutusan Hubungan Kerja di perusahaan swasta. Undang-undang nomor : 2 / 2004 berlaku untuk semua perusahaan baik milik swasta maupun pemerintah.
Kita melihat kenyataan, bahwa pada era industrialisasi dewasa ini, perselisihan hubungan industrial semakin kompleks sehingga perlu Undang-undang yang mengatur tata cara penyelesaian perselisihan hubungan industrial secara komprehensif yang memang sudah ada aturannya.
Jenis-jenis perselisihan yang dimuat dalam undang-undang meliputi 4 hal yaitu Perselisihan Hak, Perselisihan Kepentingan, Perselisihan PHK dan Perselisihan antar Serikat Pekerja/ Serikat Buruh. Beberapa pilihan penyelesaian yang dapat ditempuh yaitu Perundingan Bipartit, Mediasi Hubungan Industrial, Konsiliasi, Arbitrase dan Pangadilan Hubungan Industrial (PHI). Namun demikian penyelesaian lewat Perundingan Bipartit lebih diutamakan sebelum diselesaikan melalui cara lain.
• NURSIDIK

DIVRE-V Sosialisasi Ke SBT Tentang Penilaian Kompetensi


TAHUN 2006

DIVRE-V Sosialisasi Ke SBT Tentang Penilaian Kompetensi

CARA MENILAI.
Tim sosialisasi Penilaian Kompetensi DIVRE-V yang terdiri dari Darwadi dan Yanuariadi Kusuma Baskoro pada hari Jum’at (13/1) telah melakukan sosialiasi kepada para Manager, Asisten Manager dan Officer TELKOM SBT di Gedung OPMC Lantai-4 Jln. Ketintang 156, Surabaya. “Karena materi sosialisasi menyangkut bagaimana cara menilai kompetensi, maka tolong acara ini diikuti dengan seksama”, pinta GM TELKOM SBT, Badriyanto ketika menyampaikan sambutannya.

Badri manambahkan, bahwa jangan lupa hasilnya setelah mengikuti sosialisasi ini ditularkan ke seluruh jajaran secara berjenjang, agar seluruh jajaran sampai level paling bawah mengerti dan faham, sehingga pada saat pengisian dengan cara ‘on-line’ pada tanggal 16 Januari 2006 berjalan lancar dan diisi secara jujur. Hasilnya adalah untuk penyesuaian tunjangan dasar, untuk info pendukung keputusan karir, dan dasar penyusunan training need. Penguasaan materi sosialisasi ini sangat penting, sebab yang disampaikan sesuai dengan standar kompetensi serta rumusan penilaian yang dipersyaratkan bagi setiap karyawan yang merupakan elemen dari Performance Management.

KENAPA DINILAI ?
Darwadi selaku ketua tim sosialisasi memaparkan, bahwa penilaian kompetensi ini akan berkorelasi dengan performansi manajemen, sedangkan secara khusus terhadap individu pegawai. Pengertian Kompetensi sendiri adalah Kemampuan untuk menganalisa, mengembangkan dan mengevaluasi sistem pengembangan karir. Selain itu penilaian kompetensi ini penting, karena : merupakan Salah satu komponen penting implementasi CBHRM; Untuk mengetahui apakah setiap orang telah memiliki kompetensi yang dipersyaratkan posisinya; “Membayar lebih” untuk orang yang “lebih kompeten”; Untuk mengetahui kondisi “kompetensi perusahaan” dan kesiapan perusahaan untuk menjalankan area bisnis; Rencana pengembangan Kompetensi : Menutup gap kompetensi & Menyiapkan kompetensi untuk bisnis yang akan datang.

ASESEE-ASESOR.
Dikatakan, bahwa karyawan yang dinilai (Asesee) adalah :
•Seluruh karyawan tetap pada tanggal cut off 1 September tahun berjalan kecuali : Karyawan status MPP; Karyawan status pendidikan; Karyawan yang mengambil CLTP mulai 1 Januari tahun berjalan sampai dengan tanggal cut off; Karyawan diperbantukan di anak perusahaan.
•Karyawan MPP nilainya diambil dari nilai di tahun terakhir masa aktif
•Karyawan pendidikan nilai kompetensinya = konversi dari IPK
•Karyawan Penilai (Asesor) : Atasan Langsung; Semua Bawahan Langsung; Dua Orang Sejawat; Diri Sendiri.

• NURSIDIK

SBT Terima Golden Flag Dan Zero Accident Dari WAPRES


TAHUN 2006

SBT Terima Golden Flag Dan Zero Accident Dari WAPRES

PRESTASI.
SBT meraih penghargaan Golden Flag dan Zero Accident dari Wapres untuk kinerja keselamatan dan kesehatan kerja selama (SMK3) tahun 2005. Ini merupakan prestasi yang InsyaAllah akan memacu kinerja pengelolaan SMK3 dimasa-masa yang akan datang, kata GM TELKOM SBT, Badriyanto usai pelaksanaan SKJ, Jum’at (13/1) di lapangan parkir Gedung OPMC, Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Seperti biasa, Badri selalu mengecek tingkat kehadiran peserta SKJ yang ternyata agak mengalami penurunan. Untuk ini Badri menghimbau agar Jum’at depan seluruh Senior Leader dan Pengurus SEKAR mengikutinya agar dengan senam ini stamina tubuh terjaga dan sehat, sehingga dapat dipakai sebagai modal dalam bekerja di erak kompetisi yang semakin ketat ini.

ORGANISASI BARU.
Soal Gelar Pemasaran sejuta pelanggan yang sudah menjadi tekad Arek-Arek SBT, Badri mengatakan, bahwa kalau dipikul secara Tim, maka angka satu juta adalah kecil, tapi kalau secara Non Tim tentu akan berat. Kita harus optimis, apalagi kita sudah membukukan pendapatan 100 milyar lebih khusus untuk bulan Desember saja, dimana hal tersebut dapat memotivasi kita di tahun 2006 ini. Masih soal organisasi baru yang InsyaAllah akan diluncurkan secara Nasional pada bulan Februari 2006, Badri meyakinkan sekali lagi, bahwa seluruh karyawan tertampung semua dan diusahakan untuk SBT tidak ada yang MUNAS. Usulan SBT sudah ada di Kantor Korporat dan diproses, lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Badri juga menginformasikan tentang pelaksanaan penyembelihan hewan qurban 1426-H yang lancar dengan jumlah pengurban yang meningkat, kemudian bagi jama’ah haji yang meninggal akibat musibah yang terjadi di Tanah Suci dido’akan agar menjadi Syuhada, diterima segala amalnya dan diampuni segala dosanya. Mengakhiri KOMSETSEN (komunikasi setelah senam), Badri berkesempatan memberikan kado bagi rekan Sujono NIK 510722 yang hari itu merupakan satu-satunya karyawan yang berulang tahun. Karena masih lajang alias bujang alias single, maka yang merayakan ULTAH adalah manajemen. Lagu Happy Birthday mengakahiri acara tersebut.

• NURSIDIK

GM SBT Komunikasikan Rencana Restrukturisasi Kepada SEKAR


TAHUN 2006

GM SBT Komunikasikan Rencana Restrukturisasi Kepada SEKAR

KOMUNIKASI.
Banyak orang bilang, bahwa komunikasi itu mahal harganya, itulah sebabnya GM TELKOM SBT, Badriyanto pada hari Rabu (11/1) mencoba mengkomunikasikan rencana transformasi organisasi berupa sosialisasi rencana restrukturisasi perusahaan kepada SEKAR DPD SBT di ruang kerjanya. Selain dihadiri oleh para Pengurus SEKAR DPD SBT, sosialisasi ini dihadiri pula oleh para Senior Leader yang merupakan jajaran manajemen SBT.

Sosialisasi kepada SEKAR ini dilakukan Badri sejam sebelum Siaran Indonet dengan topik sama yang dihadiri oleh Dewan Direksi dan dipancarkan ke seluruh penjuru Tanah Air. Badri mengatakan kepada SEKAR, bahwa InsyaAllah Struktur Organisasi Baru KANDATEL SBT akan diluncurkan pada awal Pebruari 2006. “Saya jamin, bahwa semua akan tertampung alias tidak ada yang Out Of Position”, tegas Badri.

WORKING SPIRIT.
Tak satupun pegawai yang dirugikan sehubungan dengan transformasi organisasi ini, tambahnya. Jadi saya berharap semua karyawan tetap bekerja dengan baik seperti biasa, sehingga Working Spirit ALWAYS THE BEST jajaran TELKOM SBT tetap terpelihara dengan baik, terlebih tantangan di tahun 2006 ini lebih berat.

Suasana pertemuan antara Manajemen dan SEKAR DPD SBT ini sungguh tertib dan berjalan lancar dengan suasana yang saling mendukung, cukup santai alias kondusif. Komunikasi yang dilakukan antara Manajemen dan SEKAR SBT ini memang sudah dibangun dengan baik oleh Badriyanto yang diawali dengan pertemuan Bipartid, sehingga hubungan kedua pihak memang sudah harmonis sejak awal. Tak heran kalau sosialisasi organisasi ini juga berjalan baik.

Dalam pertemuan ini, banyak pertanyaan yang muncul dari beberapa pengurus SEKAR SBT soal dampak reorganisasi ini yang kesemuanya dapat dijawab dengan baik oleh Badri, bahkan Badri ‘welcome’ setiap saat menerima SMS dari SEKAR apabila ada jawaban yang kurang memuaskan. Maaf saya sekarang harus pergi ke DIVRE ada pertemuan mendesak, sekali lagi silahkan SMS ke saya setiap saat open selama 24 jam, ujar Badri mengakhiri.

• NURSIDIK

Ayunan Kapak SM YANMAS Tandai Gelar Pemasaran TELKOM SBT


TAHUN 2006

Ayunan Kapak SM YANMAS Tandai Gelar Pemasaran TELKOM SBT

Pada hari Rabu (11/1) bertempat di lapangan parkir Gedung OPMC TELKOM SBT Jln. Ketintang 156, Surabaya telah berlangsung Apel Pagi penggelaran pemasaran dengan target yang dicanangkan pada tahun 2006 ini sebanyak sejuta pelanggan. Penggelaran ini ditandai dengan pembacaan komitmen oleh para Komando, yang kemudian dilanjutkan dengan dilakukan ”Ayunan Kapak Dramatis” berupa sebilah kapak yang diayunkan diatas potongan batang pohon yang cukup besar, yang memiliki makna, bahwa target pemasaran dapat dibelah atau dicapai pada saatnya.

Sebagai Pembina Apel Pagi adalah Iskriono, SM YANMAS DIVRE-V Surabaya. Dalam kesempatan tersebut Iskriono berkenan mengayunkan sebilah kapak yang terhunus diatas potongan batang pohon dimana para Komando Sales berdiri setengah lingkaran. Para Komando Sales ini masing-masing membawa prasasti yang berisi masing-masing target, yaitu : Sales Flexi sebanyak 900 K SSF, Sales POTS sebanyak 65-K SST, Sales Speedy sebanyak 35 K SSL. Sedangkan program untuk mempertahankan pelanggan dengan target sebagai berikut : C3MR dengan target 95 %, L25/2 dengan target 0 % (Zero L25/2), Fraud dengan target 0 % (Zero Fraud).

GM TELKOM SBT, Badriyanto dalam laporannya antara lain mengatakan, bahwa penggelaran ini adalah sebagai wujud rasa cinta seluruh karyawan dan karyawati TELKOM SBT kepada perusahaan dan kepada pelanggan TELKOM SBT, yang bertekad untuk melaksanakan open marketing di seluruh area TELKOM SBT dengan sasaran untuk menambah sejuta pelanggan dan bertekad untuk mempertahankan pelanggan existing.

Seluruh pasukan TELKOM SBT, secara bersinergi akan terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, memberikan yang terbaik kepada pelanggan dan kepada perusahaan PT TELKOM tercinta. Badri meminta kepada Pembina Apel pagi agar diakhir acara berkenan melepas keberangkatan seluruh pasukan untuk melaksanakan program sales dan usage.

BORN TO WIN.
Iskriono dalam pengarahannya antara lain mengatakan, bahwa TELKOM SBT memang benar-benar memiliki kinerja dan spirit yang bagus. TELKOM SBT jangan dilihat dari gedung kantor, tapi lihatlah spirit SDMnya dan kinerjanya yang memang selama ini sangat mengagumkan dan membanggakan seluruh manajemen di DIVRE-V. Pokoknya manajemen salut dengan SBT dan mengibaratkan sebagai BORN T0 WIN (Lahir untuk menang). Diakhir acara, Iskriono mengibarkan bendera start memberangkatkan PASUKAN SALES dan USAGE.

• NURSIDIK

TELKOM SBT Potong 8 Kambing Dan 1 Sapi


TAHUN 2006

TELKOM SBT Potong 8 Kambing Dan 1 Sapi
PEMOTONGAN.
Pada Hari raya Qurban tahun 1426 H, bertempat di STO Rungkut-I Surabaya, setelah melakukan ibadah Sholat Idhul Adha, ummat Muslim TELKOM SBT melaksanakan pemotongan hewan qurban pada hari Selasa (10/1). Jumlah hewan qurban yang dipotong ialah 8 kambing dan 1 sapi. Acara ini dihadiri oleh GM, DGM, Para Senior Leader dan para karyawan serta karyawati.

Panitia pelaksana, Yayat Hidayat dalam laporannya mengatakan, bahwa jumlah Pengurban ada 76 orang, dimana angka mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang berjumlah hanya 63 orang pegawai. Dari 1 sapi dan 8 kambing diprediksi menghasilkan 250 kantong daging masing-masing berisi 1 kg.

WARGA SEKITAR.
Distribusi hasil qurban lanjut Yayat, akan dibagikan ke warga sekitar kantor dan masyarakat fakir miskin yang berhak, serta bagi Pengurban dan Panitia sendiri. Setelah diperiksa oleh dokter hewan yang siang itu berjumlah 2 orang, maka daging dinyatakan sehat dan aman dari penyakit untuk dibagikan.

MURAH HATI.
GM TELKOM SBT, Badriyanto dalam sambutannya antara lain mengatakan, bahwa ibadah pemotongan hewan qurban ini memiliki unsur kepedulian sosial. Selain itu, lanjut Badri juga merupakan ibadah yang merupakan upaya ummat Muslim sedunia untuk menghidupkan sunnah Nabi Allah Ibrahim a.s.

Ibadah ini akan mendidik jiwa kearah takwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT., Mengikis sifat tamak dan mewujudkan sifat murah hati mau berbelanja harta kejalan Allah SWT. Selain itu juga menghapuskan dosa dan mengharap keredhaan Allah semata.

Menjalinkan hubungan kasih sayang sesama manusia terutama antara golongan berada dengan golongan yang kurang bernasib baik. Yang penting kita akan memperoleh kenderaan atau tunggangan ketika meniti titian al-Sirat al-Mustaqim diakhirat kelak. Sabda Nabi Muhammad SAW yang bermaksud: "Muliakanlah qurban kamu kerana ia menjadi tunggangan kamu dititian pada hari kiamat."
• NURSIDIK

SBT Workshop “KM”, Membreakdown Target, Menantang Kompetitor


TAHUN 2006

SBT Workshop “KM”, Membreakdown Target, Menantang Kompetitor

KM.
Kontrak Manajemen atau KM yang berisi target-target bisnis perlu dicermati detil, mulai angka perhitungan sampai kepada kelayakannya (feasibility). Untuk itu jajaran manajemen TELKOM SBT bertempat di Gedung OPMC lantai-3 Ruang Committed 2 U Jln. Ketintang 156, Surabaya melakukan Workshop selama satu hari (9/1), membreakdown setiap item dari DATEL hingga ke CATEL.

PROYEKSI.
Target baru di tahun 2006 ini diproyeksikan dengan pencapaian tahun sebelumnya, sehingga nampak jelas pertumbuhannya, apakah atraktif atau tidak yang didukung dengan data-data valid sehingga tentu yang dikejar oleh workshop ini adalah target maksimal. Hal ini dilakukan agar semangat sebagai “KANDATEL 1-T” tetap berkobar, semangat menguasai ‘market share’ sebagai ‘market leader’ tetap tinggi dari pada kompetitor.

Untuk mewujudkan ‘mimpi’ Revenue 1305-T tahun 2006, maka berbagai prioritas direncanakan, dibahas dan ditetapkan, mulai perhitungan global sampai kepada breakdownnya secara teliti. Hal ini dimaksudkan untuk mengulang obsesi sukses di tahun-tahun sebelumnya sebagai KANDATEL 1-T pertama di Jawa Timur.

TERUKUR.
Jadi pencanangan target 2006 dalam bentuk Kontrak Manajemen ini sudah melalui diskusi dan pembahasan dan dapat diprediksi segala kemungkinannya, sehingga seluruh manajemen mulai DATEL hingga ke CATEL merasa legowo dan optimis dalam menyongsong bisnis 2006 dengan segala pernik-perniknya. Hal-hal yang kualitatif dapat di kuantisir secara jelas dan terukur.

Apabila kondisi bisnis berubah significant, maka target tersebut seperti biasa dapat direvisi, seperti halnya tahun 2004 perusahaan otomotif banyak melakukan revisi target akibat permintaan yang membengkak diluar dugaan hitungan. Tapi diluar dugaan pula target bias dirampungkan lebih cepat seperti target Revenue tahun 2005 dulu sebesar 1-T yang dirampungkan bulan Nopember.

OWNER PROCCESS.
Aktivitas yang panjang selama tahun 2005 merupakan cermin segala aktivitas tahun 2006. Menentukan apa dan bagaimana semua target itu bisa terlaksana dibahas pula dalam workshop singkat ini. Masing-masing ‘owner-proccess’, terutama dari CATEL tak jarang meminta penjelasan kejelasan program hingga ke ketingkat pertumbuhannya hingga jelas, clear ! Yang pada gilirannya dapat menghasilkan “business result” sesuai dengan yang direncanakan.

• NURSIDIK

KANDATEL 1-T SBT Berhasil Sabet 8 Awards


TAHUN 2006

KANDATEL 1-T SBT Berhasil Sabet 8 Awards

RAKORDIV.
Pada saat diselenggarakan RAKORDIV-V di Hotel SATIVA Pacet, Mojokerto-Jawa Timur, yang dilaksanakan mulai 3 hingga 5 Januari 2006, KADIVRE-V, Nanang Ismail Kosim menganugerahkan 8 Award kepada TELKOM SBT sebagai KANDATEL 1 Trilyun, Jenis Awards ada yang berskala Regional, ada pula skala Nasional, ungkap GM TELKOM SBT Badriyanto usai SKJ, Jum’at (6/1) di lapangan parkir Gedung OPMC, Jln. Ketintang 156, Surabaya.

Badri atas nama manajemen mengucapkan terimakasih di hadapan para karyawan yang yang saat itu memang dikumpulkan usai SKJ khusus untuk menerima informasi pertamakali tentang sukses yang dicapai SBT selama 2005, sehingga Alhamdulillah “Arek-Arek SBT” mampu menyabet 8 Awards sekaligus. Ini merupakan prestasi gemilang. Belum lagi Plasa TELKOM Darmo dinobatkan sebagai THE BEST-II Layanan Prima Tingkat Nasional.

JENIS AWARDS.
Adapun jenis Awards hail kerja keras dan cerdas sepanjang tahun 2005 yang diserahkan Nanang kepada Badri saat RAKORDIV, adalah sebagai berikut :
1. Awards sebagai THE BEST KANDATEL 1-T .
2. Awards THE BEST-I bagi TELKOM Sidoarjo (KANCATEL Klas-A).
3. Awards THE BEST-I bagi TELKOM Jombang (KANCATEL Klas-B).
4. Awards THE BEST-II Layanan Prima Tingkat Nasional.
5. Awards THE BEST-II “SERVICE EXELLENCE AWARDS (SEA) bagi Plasa TELKOM Darmo skala Regional DIVRE-V.
6. Awards THE BEST-III “SERVICE EXELLENCE AWARDS (SEA) bagi Plasa TELKOM Mojokerto.
7. Awards THE BEST-III Pencapaian Kontrak Manajemen 2005.
8. Awards THE BEST-III “FINANCIAL AWARDS (FINA)” 2005.

SEMANGAT BARU.
Badri mengatakan, bahwa tahun baru semangat baru ini diharapkan dapat mempertahankan 8 Awards tersebut di tahun 2006 ini dan ditingkatkan. Dari 8 Awards, 3 diantaranya adalah THE BEST-I, ini yang dipertahankan, yang 5 lainnya ditingkatkan. Semangat baru ini nampak juga ketika rekan-rekan sangat bersemangat saat SKJ tadi, yang tentu akan membawa harapan baru dan optimis baru.

Awards yang dipersembahkan sebagai motivasi dan apresiasi ini semoga dapat memacu dan memicu kerja kita ke depan sebagai THE BEST ACHIEVER. InsyaAllah bulan depan kita akan ada suasana baru, sebab kalau tak ada aral akan diluncurkan organisasi baru. Dalam organisasi baru ini semua karyawan akan tertampung. Keep Solid And Spirit 4 Ever !

• NURSIDIK

SBT : Rina,…Juara-I Lomba Desain Logo HRCC


TAHUN 2006

SBT : Rina,…Juara-I Lomba Desain Logo HRCC

Begitu mendengar ada info Lomba Desain Logo dan Pusat Layanan Informasi Konseling dan Penanganan Keluhan SDM Tingkat DIVRE-V, maka mbak Rina tak serta merta tertarik, pasalnya alumni S1 TI yang keseharian tugas di bidang Marketing Telkom SBT ini sibuk dengan ‘Marketing Plan-2006’ yang targetnya cukup berat, sekaligus menggiurkan.

Mbak Rina mau berpartisipasi ikut lomba, ketika ada waktu yang agak luang, itupun sebenarnya setengah memaksakan diri. Karena sering dapat job mendesain Leaflet dan Brosur Flexi, maka saya coba memberanikan diri untuk mengikuti lomba ini, katanya kepada Reporter dua hari sebelum terjadi transformasi organisasi yang dilaunching 1 Mei 2006 secara serentak di DIVRE-V Jawa Timur.

Kelihatannya mbak Rina hobi mendesain brosur dan sejenisnya, ya...?, tanya Reporter. Ah,....nggak juga, kebetulan memang ada kaitannya dengan job di marketing, jawabnya singkat. Saya pernah lihat mbak Rina mengumpulkan foto-foto terminal Flexi dengan berbagai jenis dan merk, apakah untuk bahan desain brosur atau leaflet ? Betul sekali, lagi-lagi mbak Rina menjawab singkat.

Human Resource Care Center (HRCC) telah mbak menangkan, apa komentar mbak ? Biasa aja sih ! Ini kan cuma kebetulan aja, dan sekedar partisipasi aja. Yang penting lagi, lumayan kan dapat hadiah uang tunai Rp. 2 juta, mbak ? Maka Mbak Rinapun senyum tak menjawab ! Senyum dapat bermakna macam-macam, yang jelas senang tho,...Mbak ?

Logo HRCC yang didisain oleh Mbak Rina dianggap manajemen pas dan informatif ! Dapat memberikan image tentang layanan informasi, konseling dan penanganan keluhan yang bersahabat. Untuk itu jangan heran kalau hasil kreasi Mbak Rina ini nampak jelas teks tulisan yang tertera, yaitu ”HRCC Menjadi Fasilitator Karyawan Untuk Tumbuh Bersama”. Ternyata TELKOM SBT memang gudangnya inovasi dan kreasi !

 NURSIDIK

Restrukturisasi Organisasi Berita Terhangat 2005

TAHUN 1005

Restrukturisasi Organisasi Berita Terhangat 2005

TERHANGAT.
Dari seluruh berita hangat sepanjang tahun 2005, rupanya ternyata yang terhangat adalah Berita tentang Rencana Restrukrusisasi Organisasi, bahkan masih menghangati tahun baru 2006 ini sehangat selimut eskimo. Terbukti ketika isu ini dilempar mendapat berbagai tanggapan dari karyawan tanpa surut. Berita ini memang benar-benar menggelegar dahsyat, betapa tidak sebab baru saja masalah CBHRM berlalu dan nyaris tak terdengar gaungnya, kini ada lagi dan membuat trauma sebagian karyawan muncul kembali.

POSKO SEKAR yang sering mendapat pengaduan karyawan soal CBHRM tempo dulu, kini harus pasang kuda-kuda lagi, berarti pasti akan ada pekerjaan lebih besar dan urgent yang banyak menguras waktu dan enerji. Semua enerji akan tercurah untuk membela karyawan seperti membela perusahaan pada saat perjuangan KA SLJJ tempo dulu. Tak heran jika SEKAR DPW-V dalam setiap kali pertemuannya dengan para pengurus DPD bersikap “Wait and See”, sebab memang tidak dilibatkan dalam penyusunan organisasi baru yang belum tahu pasti kapan bakal diluncurkan. Karena kebijakan ini “Given” begitu saja, maka SEKAR DPW-V hanya berprinsip, bahwa kalau menguntungkan karyawan, maka “Please Go!”, jika sebaliknya, alias merugikan, maka “Don’t Go !”.

REVOLUSI.
Seorang teman mengatakan, bahwa perubahan struktur organisasi yang dilakukan secara menyeluruh (total) ini namanya Revolusi, kalau hanya sebagian saja namanya Evolusi yang hanya merevitalisasi pada fungsi-fungsi tertentu saja yang dianggap tidak memberikan kontribusi significant. Dampak Revolusi ini akan sangat luar biasa bagi karyawan yang masih trauma. Yang menjadi pertanyaan ialah, apakah dampak ini sudah dipikirkan secara detil oleh manejemen ? Sebab dampak akan terjadi terhadap kinerja (under performance), juga akan berdampak kepada Customer.

Ada beberapa karyawan yang pasrah, sebagian lagi memilih PENDI, yang lain lagi ada semacam resistansi karena trauma. Artinya, bahwa rencana Revolusi ini tak banyak dimengerti oleh karyawan yang akhirnya mereka pada pesimis. Pendapat boleh beda, persepsi harus sama. Tak perlu diragukan lagi, bahwa seluruh karyawan mahfum dan sepakat, bahwa perubahan adalah penting, ini menunjukkan, bahwa persepsi mereka sudah sama, tetapi perubahan yang mana dulu ? Inilah salah satu wujud, bahwa pendapat yang boleh berbeda satu dengan yang lain. Kalau perubahan itu menguntungkan seperti sikap SEKAR, maka yakin karyawan tak akan menolak perubahan.

Karyawan berpendapat, bahwa kita oke saja diajak lari kencang menggapai target sampai “door to door” sekalipun, asal janganlah mengusik keamanan kami dalam bekerja atau mengabdi secara loyal kepada perusahaan. Ini menunjukkan, bahwa karyawan yang sudah loyal, kemudian diusik menjadi tidak loyal lagi, demotivasi, under performance, dsb, ujungnya ialah perusahaan juga akan goncang. Kemudian ada lagi karyawan yang berkomentar :”Kenapa TELKOM selama ini hanya berkutat di struktur saja, kok bukan memantapkan strategi persaingan?” Yang kena korban ya karyawan lagi, yang nota bene semangat kerjanya cukup tinggi !!!. Jangan sampai ada “Job Insecurity”, yaitu suatu gejala psikologis yang berkaitan dengan persepsi para karyawan terhadap masa depan mereka di tempat kerja yang penuh ketidakpastian, timbullah perasaan cemas. Kalau dulu SEKAR dicap ‘ALERGI KOMPETISI’, jangan-jangan sekarang karyawan akan dicap ‘ALERGI PERUBAHAN’, padahal tak seperti itu. Setiap perubahan yang baik, pasti akan diterima oleh seluruh karyawan. Identik dengan apabila Presiden RI mengadakan perubahan yang berdampak peningkatan kesejahteraan rakyat, maka rakyat pasti mendukung.

Idealnya memang Direksi dan SEKAR duduk bersama membicarakan dan menentukan langkah prioritas. Untuk pelaksanaan teknisnya, Direksilah yang berkewajiban untuk untuk menterjemahkan dan mensosialisasikannya. Dengan kata lain, restrukturisasi perusahaan sebetulnya tergantung pada Direksi. Sejauh mana kesadaran mereka akan perubahan lingkungan usaha demikian cepat yang mempengaruhi perusahaan. Jadi yang pertama kali dibutuhkan adalah komitmen dari Direksi dalam rencana restrukturisasi ini, alasan dan tujuan restrukturisasi itu harus jelas, dimengerti oleh karyawan yang sudah terlanjur trauma.

Di dalam membaca sinyal perubahan, perusahaan hendaknya melihat seluruh aspek dengan penekanan pada faktor sumber daya manusia. Manakala hal ini tidak dilakukan, maka pesaing akan gampang ‘memakan’, dan impian “to be the winner” akan punah. Perusahaan yang memfokuskan diri dan terbelenggu secara sempit pada bahasa dan pemikiran ekonomi belaka akan sangat bahaya.

Manajemen hendaknya jangan hanya memfokuskan diri pada aktivitas produksi dan jasa demi tercapainya keuntungan yang maksimal, tetapi melupakan esensi yang hakiki perusahaan sebagai komunitas manusia, bila ini terjadi, pertanda gagalnya membaca sinyal perubahan, gagal berkompetisi, gagal menjadi “The Winner”, sementara serangan kompetitor semakin gencar saja.

KETERBUKAAN.
Direksi harus berpikir keras untuk menjabarkan dan mensosialisasikan, sehingga karyawan bisa menangkap secara tepat program tersebut. Disini peran seorang pemimpin diuji untuk memotivasi semua orang dalam perusahaan ini. Jangan sampai restrukturisasi ini membuat semua jadi tak jelas, tak menentu (uncertainty). Harus memastikan kalau sudah direstrukturisasi, perusahaan ini akan jadi apa, tolok ukurnya apa, dsb. Lakukan program komunikasi dan mobilisasi komitmen secara transparan dan jujur. Kalau tidak, sasaran restruturisasi tidak akan tercapai, bahkan mungkin akan terjadi keresahan. Karyawan harus diyakinkan, bahwa tak akan ada rasionalisasi/PHK dan sejenisnya. Disini dibutuhkan keterbukaan/transparansi.

Sepanjang keterbukaan tidak ada, restrukturisasi akan sulit dilakukan, dan pemborosan belaka. Restrukturisasi bukanlah pekerjaan gampang, bahkan bisa membawa korban yang tidak sedikit. Karena itu dalam persiapannya perlu pemikiran yang mendalam, termasuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi. Jangan sampai hanya dengan semboyan ‘perubahan/restrukturisasi’ justru akan memperburuk keadaan jangka pendek maupun jangka panjang. Jangan sampai restrukturisasi hanya bersifat ‘lipstik’ perubahan yang tidak substansial dan fundamental. Jangan sampai ‘perubahan’ dianggap sebagai ‘trend’ saja. Perusahaan ini harus menemukan jati dirinya sendiri, jangan meniru-niru gaya Jepang, Gaya Eropa, gaya Amerika, gaya “GE” yang dikomandoi oleh Jach Welch, dan gaya-gaya yang lainnya, yang belum tentu cocok dengan budaya kita. Kalau mengadop gaya perusahaan “X” hanya sebagian kecil yang cocok saja mungkin masih acceptable.

DRIVING FORCE.
SDM atau Human Resources atau Human Assets sebagai “Driving Force” perusahaan yang bernilai strategis, harus mendapat perhatian utama dan pertama dalam pertimbangan melakukan restrukturisasi, jadi memang harus super hati-hati tak boleh mengatakan :”Apa kata nanti sajalah, yang penting restrukturisasi ini jalan dulu”. Ini sangat berbahaya, sebab masalah SDM memiliki sensitivitas yang sangat tinggi.

Disini Paradigm Shift kita diuji, bahwa semakin sedikit karyawan akan semakin kompetitif. Itu berarti meningkatkan daya saing. Padahal pola pemikiran ini (kalau ada) seperti mengorbankan sekolah anak hanya untuk bisa makan tiga kali sehari. Sebuah konsep yang amat berbahaya. Jadi restrukturisasi harus pada arah yang tepat tidak coba-coba, arah pemikiran harus jelas. Restrukturisasi yang radikal tidak cocok dengan budaya perusahaan yang menekankan pada keselarasan dan keharmonisan. Pilihlah strategic initiatives yang membumi.

Sebelum restrukturisasi organisasi ini diluncurkan, sebaiknya pada setiap tahapan langkah dikaji kembali apakah perusahaan sudah ‘face the fact’, bahwa perusahaan akan tumbuh setelah ditransformasi ke ‘New Organization’. Apakah yang ‘out of position’ sudah yakin tertampung, yang ini semua harus disimulasikan secara mendetail hingga titik kritis mulai dari tingkat Corporate, DIVRE, DATEL dan CATEL, memang butuh kerja ekstra keras, sebuah konsekwensi revolusi khan ???

TESTIMONIAL.
Mengutip testimonial di http://intra.telkom.co.id/transformasi/indek.asp yaitu “Saat itu, pilihan France Telecom adalah segera bertransformasi atau mati. Saat ini TELKOM masih market leader di Indonesia, belum ada kondisi “hidup-mati” seperti yang dialami France Telecom di tahun 2002. Ada kondisi yang lebih “longgar” bagi TELKOM untuk menyelesaikan transformasi pada saat ini. Benar ada kebijakan pertumbuhan SDM minus 6%, tapi kebijakan itu ditempuh dengan golden shakehand dan bukan PHK”.

”Posisi market leader ini memungkinkan TELKOM melakukan perubahan secara gradual, tidak perlu drastis. Dengan begitu diharapkan, goncangan yang mungkin terjadi tidak terlalu merisaukan. Transformasi TELKOM dirancang untuk periode 2003-2010, sementara NExT France Telecom berlaku untuk periode 2006-2008. Jadi, apa yang akan terjadi pada France Telecom dan TELKOM nanti? Jawabannya tergantung pada apa yang dilakukan oleh seluruh elemen organisasi sejak hari ini !!”. Kalau perubahan tidak terlalu drastis, ini namanya bukan Revolusi !

• NURSIDIK

Mengawali Tahun Baru 2006, SBT “Bercermin Dan Syukuran”


TAHUN 2006

Mengawali Tahun Baru 2006, SBT “Bercermin Dan Syukuran”

BERSYUKUR KEPADA ALLAH.
Banyak suka duka sepanjang tahun 2005 lalu, kini mulai menapaki tahun 2006 dengan segala tumpuan dan harapan. Itulah TELKOM SBT, sosok Si KANDATEL 1-T yang selalu memandang optimis pada setiap pergantian tahun, sehingga mampu membuahkan sukses. Atas sukses ini, maka sudah selayaknya sebagai orang yang beriman untuk mengadakan syukuran, bercermin dan bukan pesta pora, agar amanah ini tetap barokah. InsyaAllah kalau mau bersyukur, Allah SWT akan menambah nikmat. Syukuran ini diadakan pada hari kedua memasuki tahun baru 2006, yaitu pada hari Selasa (3/1) di lapangan parkir OPMC, Jln. Ketintang 156, Surabaya. Thema syukuran ini adalah “WIN AND GROW KANDATEL SBT 2006”.

INITIATIVES STRATEGIC 2006.
Dalam syukuran, GM TELKOM SBT, Badriyanto menyampaikan amanat KADIVRE-V, Nanang Ismail Kosim tentang “4 Initiative Strategic 2006”, yaitu : Revenue Growth Enhancement, Technology & CAPEX Management, Value Creation, serta Paradigm-shift. Setelah menguraikan 4 Initiatives Strategic tersebut, Badri memaparkan kaleidoskop 2005 berupa sederetan penghargaan sepanjang tahun 2005 dengan harapan dapat lebih memotivasi seluruh Team, agar di tahun 2006 lebih ”Well-Perform” lagi.

Inisiatives Strategic tahun 2006, walau cukup berat dan menantang, namun bagi jajaran Arek-Arek Surabaya Timur bukan soal. Dengan semangat sebagai modal utama, maka hal yang rasanya berat, akan terasa ringan, asalkan kekompakan dan spirit Always The Best terus selalu dijaga dan dipelihara dengan baik.

RASA MEMILIKI.
Kondisi ekonomi Indonesia tahun 2006 masih belum pulih, maka sangat beralasan kalau beberapa pakar ekonomoi dan marketing mengatakan, bahwa aktivitas bisnis di tahun 2006 ini diprediksi bakal lesu di sektor manapun. Yang bergairah hanya satu, yaitu pada sektor medis saja, sebab akan banyak orang berobat, konsultasi psikologis dan sebagainya. Namun seorang rekan karyawan Dinas Marketing masih saja mengatakan tetap optimis, modalnya adalah ”Rasa Memiliki Perusahaan”, serta komitmen mulai dari atas sampai ke bawah selalu dipegang teguh secara kuat dan konsisten, katanya kepada Reporter usai syukuran tersebut.

Perubahan terus berputar dengan cepat, kompetisi semakin ganas dan merajalela, namun semua itu harus mampu dihadapi dengan tenang, tidak boleh panik, inilah kuncinya. Sebab kalau panik, maka sulit bagi kita untuk mampu berfikir jernih, baik dalam hal menyusun siasat, maupun dalam hal mengimplementasikan suatu strategic planning. Rasa memiliki perusahaan semakin kuat, kalau manajemen selalu memikirkan dan perhatian khusus karyawannya. Faktor SDM-lah yang perlu mendapat “special treatment” di era yang terus berubah dan sarat akan kompetisi yang semakin ketat ini, sergah rekan dari salah satu unit bisnis Area SBT.

PENERIMA REWARDS,
Terdapat sejumlah karyawan menerima Rewards dari Manajemen SBT dalam acara ini, antara lain : Hery Wismo hadi (e-flexi terbanyak-I), M. Lukman (e-flexi terbanyak–II), Abdul Muin (AR Outlet terbaik), PT. CUM (Mitra OS Jaringan terbaik), PT. CEP (Mitra OS TELUM terbaik), CV. GA (Mitra Jaringan terbaik), Prasetya Agung (Sales Force terbaik), Nurwatoni (Sales Speedy), Intan Yuwnita (CSR terbaik), Imam Khanafi (SATPAM terbaik), M. Kadwi (CS terbaik), Sri Wahono (Karyawan sehat) dan Hendry (regu penyelesaian gangguan tercepat).

ANGKA CANTIK.
Setelah seluruh rangkaian acara yang dimulai dari penyampaian amanat KADIVRE-V, pemaparan kaleidoskop 2005, pemberian Rewards, maka Badri mengkomunikasikan ”impian” dari TELKOM SBT tahun 2006 yang cukup atraktif, yaitu : Revenue 1350 T, Sales 360 K dan CSI 77 %. Khusus untuk target Revenue 1350 T ini ditanggapi oleh salah seorang karyawan, bahwa ini adalah angka cantik, identik dengan T-135, angka nolnya diucapkan lirih saja. Acara diakhiri dengan do’a syukur yang disampaikan oleh rekan Yayat dari OPHARJARAKSES.

• NURSIDIK

APEL PERTAMA TAHUN 2006 LEBIH BERMAKNA KARENA ADA ” WACANA GRES DARI MANAJEMEN ”

TAHUN 2006

APEL PERTAMA TAHUN 2006 LEBIH BERMAKNA KARENA ADA ” WACANA GRES DARI MANAJEMEN ”


Apel pagi di lingkungan Telkom itu sudah biasa dilaksanakan setiap bulan sebagai ajang atau media informasi Manajemen, tetapi Apel pertama tahun 2006 menjadi spesial karena ada info penting khususnya terhadap hasil kerja tahun 2005 yang pertumbuhannya cukup sehat baik dari sisi sales mapun revenue dan tantangan tahun 2006 yang pertumbuhannya diasumsikan diatas 15 % tentunya kita harus mengubah paradigma berpikir, bekerja dan beraktivitas untuk mencapai tantangan tersebut.

Selain info penting diatas Manager Bapak Sutimin juga memberikan WACANA gres bahwa tahun 2006 ada perubahan organisasi di lingkungan Telkom, tetapi rekan tidak perlu memikirkan atau sampai menimbulkan keresahan dalam bekerja karena perubahan itu semata-mata mempunyai tujuan satu bahwa TELKOM harus tetap jaya dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang.

Dalam apel tersebut juga ada pemberian reward Managemen kepada rekan-rekan TKM dilingkungan JARAKSES yang telah menunjukan kinerjanya dengan prestasi kerja team work yang baik.

pemberian reward ini diharapkan dapat memacu rekan kerja yang lain agar bisa tercipta kompetisi dalam team, dengan pengertian kompetisi yang sehat untuk kepentingan Perusahaan.

Sepanjang Thn 2005, SBT Glontorkan Dana 7,893 M


TAHUN 2006

Sepanjang Thn 2005, SBT Glontorkan Dana 7,893 M

PKBL.
Detik waktu tahun kalender 2005 telah berlalu, roda bisnis terus berputar. Wilayah Telkom Surabaya Timur adalah tergolong padat akan sentra industri kecilnya. Wilayah yang membawahi Surabaya Metro, Sidoarjo, Mojokerto dan Jombang ini, sepanjang tahun 2005 telah menyalurkan sekitar Rp7,893 miliar untuk program PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan). Pengusaha kecil yang dibina SBT terdiri dari 658 kategori individu, dan 47 kategori kelompok.

Dari 2 kategori pengusaha kecil dan koperasi yang memiliki beragam usaha ini mendapat jumlah bantuan yang beragam pula, dengan memperhatikan proporsionalitas, pemerataan, alokasi dana, serta kemampubayaran mereka. Apabila diberi pinjaman dengan jumlah yang besar, sedangkan penilaian terhadap kemampubayaran angsuran tak seimbang, maka hal ini malah justru akan menjadi beban dan masalah baru. Obyek binaanpun dipilah menjadi beberapa segment, segment industri ada 10 %, layanan jasa 36 %, perdagangan 46 %, peternakan 7 %, pertanian 0,5 %, dan koperasi 0,5 %.
Dana tersebut diambil dari bagian laba Telkom yang disalurkan kepada mitra binaan melalui Proyek Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) yang saat ini berubah nama menjadi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) di bawah koordinasi Unit Telkom Community Development Center (CDC).
Dana ini memang untuk Program Bina Lingkungan Telkom CDC yang bertujuan memberdayakan kondisi sosial masyarakat di wilayah usaha SBT. Melalui program ini, SBT berusaha melakukan kepedulian dan investasi sosial yang didistribusikan pada masyarakat yang membutuhkan, yaitu golongan ekonomi lemah, dengan harapan bisa berkembang dan maju.
PAMERAN.
Tidak saja modal kerja yang diperbantukan, tetapi mereka benar-benar diajak maju dan berkembang dengan cara diikutkan pameran WTC Surabaya (World Trade Center). Nama pameran adalah Nusantara Expo, yang merupakan ajang promosi bagi produk unggulan. Ini adalah salah satu program dalam bina lingkungan yang sangat terarah. Pekan pameran ini selalu diikuti oleh seluruh pengusaha kecil se Indonesia, sehingga yang berkesempatan di ajang ini memang sangat terbantu dalam memasarkan, sekaligus menjual produk-produknya.

• NURSIDIK

Malam Tahun Baru 2006 Ditutup dengan Penyerahan Lomba Artikel Via E-Mail dan AR Terbaik


TAHUN 2006


Malam Tahun Baru 2006 Ditutup dengan Penyerahan Lomba Artikel Via E-Mail dan AR Terbaik


Pada malam tahun baru 2006 keluarga besar Telkom Jombang gelar acara kebersamaan dimeriahkan dengan spesial musik Group si-Combo Jombang yang di komandani oleh si gaek Agus P.dan door prize anak-2 serta hadiah hiburan lainnya.

Trompet Manager sepakati selamat tinggal tahun 2005 dan lanjutkan perjuangan serta tantangan target-target Managemen di tahun 2006. Manager mengisyaratkan dengan memberikan wacana bahwa pendapatan secara umum growthnya mengalami penurunan khsusnya Telkom Jombang yang di kepung oleh kompetitor CDMA dengan penawaran tarif lokal untuk pembicaraan Jombang – Surabaya, maka dari itu maju mundurnya Perusahaan ini tergantung pada rekan-rekan yang malam ini menghadiri, marilah kita bersama-2 mananamkan semangat kerja yang menggelora untuk mengembangkan dan mempertahankan Telkom ini menjadi Market Leader, pada malam itu juga ditutup penyerahan Lomba Artikel via E-Mail dan AR terbaik

Lomba Artikel via E-Mail pada hari Ibu tanggal, 22 Desember 2005, diluar dugaan panitya, semula hanya ingin membangun ”Awareness” pasar terhadap pemahaman Internet berbsasis Telkomnet Instan, ternyata diluar skenario awal pasar merespon positif dan jumlah artikle yang masuk sempat membuat panitya kewalahan khususnya dari kalangan pelajar SMP dan SMU Kabupaten Jombang.

dengan keberhasilan event ini menjadikan mimpi rekan Marketing Jombang akan mengemas setiap event – event baik Nasional maupun lokal sebagai variabel pengukuran keberhasilan sales dan promotion MIX yang dilakukan oleh Marketing.

Pertumbuhan Outlet identik dengan meningkatnya populasi Trendy di Kabupaten Jombang, growth AR terbaik Sdr. Fadelan lokasi Mojoagung pada malam itu menerima apresiasi Tahun Baru dari Managemen.